|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 47

Allah, Raja seluruh bumi

1 Untuk pemimpin biduan. Daru bani Korah.

2 Hai segala bangsa, bertepuktanganlah,
elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!

3 Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi,
adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.

4  Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita,
suku-suku bangsa ke bawah kaki kita,

5 Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita,
kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya.

6 Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai,
ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.

7 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah,
bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!

8 Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi,
bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!

9 Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa,
Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

10 Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham.
Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi;
Ia sangat dimuliakan.

Tajuk :
Memuji pemerintahan Maha Tinggi

Tema:
Setiap insan menjunjung Allah adalah Raja dan menerima pemerintahanNya

Latar belakang:
1. Ada orang berpendapat fasal ini ialah waktu Sanherib megepung kota, namun ada juga yang berpendapat ialah untuk memperingati bagaimana raja Yosafat mendapat penyelamatan ajaib dari Tuhan untuk mengalahkan tentera bersekutu bangsa-bangsa asing (II Taw fasal 20), lalu Yosafat mengumpulkan umat di Lembah Pujian untuk memuji Tuhan (II Taw 20:26). Pengarang fasal ini kemungkinan adalah seorang yang mengalami secara sendirinya keadaan tersebut (II Taw 20:19).

2. Selama ini bangsa Yahudi sememangnya memandang rendah terhadap bangsa-bangsa lain, tetapi fasal ini berseru memanggil bangsa-bangsa asing datang menjunjung hormat Tuhan dan mengakui bahwa Allah ialah Raja seluruh bumi.

Kategori:
1. Fasal ini digunakan umat Israel dalam upacara ibadah mereka pada permulaan tahun baru dan hari raya meniup sangkakala (Bil 29:1-6)

2. Ianya juga sefasal nyanyian nubuat yang menjelaskan bahwa pada suatu hari nanti Kristus akan menjadi Raja memerintah di atas segala bangsa. Para pemuka bangsa-bangsa akan berkumpul sebagai umat Allah Abraham (9, 10)

Hubungan dengan gulungan kitab lain :
1. Sifatnya serba sama dengan fasal 92,95 dan 100

2. Saling bersambungan antara fasal 46 dan 48 dan semuanya adalah nyanyian gabungan di mana ianya adalah nyanyian kemenangan diselamatkan Allah mengalahkan musuh

Garis kasar:
(I) Memanggil segala bangsa menyanyi memuji Tuhan (2)

a. Bertepuk tanganlah
b. Elu-elukanlah dengan sorak-sorai

(II) Yang mahatinggi adalah dahsyat (3-5)
a. Ia raja yang besar atas seluruh bumi
b. Ia menaklukkan segala bangsa
c. Kebanggaan Yakub dijadikan milik pusaka umat pilihan

(III) Pujilah Allah, hai segala bangsa (6-8)
1. Kerana Allah naik dengan diiringi sorak-sorai
~ Menunjukkan kemenangan Allah

2. Bermazmurlah kepada Tuhan dengan segenap kekuatan

3. Bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran
~ Biar seluruh bumi ketahui Allahlah Raja

(IV) Segala bangsa akan menjadi umat Tuhan (9-10)
1. Allah bersemayam di atas takhtaNya yang kudus dan memerintah di atas segala bangsa.

2. Segala bangsa ingin menjadi umat Allah Abraham (10a)

3. Sebab Allah yang mempunyai perisai-perisai bumi (para pemuka bangsa-bangsa) (10b)

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 46

Allah, kota benteng kita

1 Untuk pemimpin biduan.
Dari bani Korah.
Dengan lagu: Alamot. Nyanyian.

2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan,
sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

3 Sebab itu kita tidak akan takut,
sekalipun bumi berubah,
sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;

4 sekalipun ribut dan berbuih airnya,
sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya.

5 Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi,
disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.

6 Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang;
Allah akan menolongnya menjelang pagi.

7 Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,
Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.

8 TUHAN semesta alam menyertai kita,
kota benteng kita ialah Allah Yakub.

9 Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN,
yang mengadakan pemusnahan di bumi,

10 yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi,
yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak,
membakar kereta-kereta perang dengan api!

11 “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!
Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!”

12 TUHAN semesta alam menyertai kita,
kota benteng kita ialah Allah Yakub.

Tajuk :
Allah ialah Tempat Perlindungan

Tema:
Sewaktu dalam kehampaan, Hizkia memohon Tuhan menolong

Latar belakang:
Fasal ini adalah peristiwa kekalahan Sanherib yang dicatatkan di II Raj fasal 18, 19. Mengikut catatan nas kitab tersebut, pada tahun pemerintahan ke-14 raja Hizkia, Sanherib, raja Asyur telah mengerahkan tentera datang menyerang tanah Yehuda. Tentera besar Asyur telah mengepung Yerusalem. Seorang panglima mereka, juru minum agung mereka telah melontarkan kata-kata congkak kepada askar-askar pengawal dalam kota dan menghendaki raja Hizkia memberikan surat menyerah kalah. Apabila raja Hizkia menerima surat berkenaan, hatinya merasa sangat gelisah lalu ia segera pergi ke Bait Tuhan dan berdoa kepada Tuhan. Nabi Yesaya telah diutus oleh Allah untuk menghiburkan raja Hizkia dan bernubuat bahwa Tuhan Allah akan menghukum Asyur, sehingga dari mana mereka datang, di situ juga mereka pulang (II Raj 19:33). Pada malam itu juga malaikat telah menimpakan penyakit sampar sekaligus membunuh musuh sejumlah 185,000 orang. Secara otomatik Sanherib, raja Asyur menghentikan pengepungan dan mengerahkan tentera balik ke negara sendiri. Raja Hizkia setelah menerima kemenangan yang begitu besar dari Tuhan, lantas, nyanyian fasal ini adalah mazmur memuji keagungan mukjizat yang berlaku pada waktu tersebut.

Kategori :
Nyanyian kebangsaan, nyanyian patriotik, nyanyian naratif

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Fasal ini adalah berkaitan dengan bersambung dengan isi kandungan fasal 47 dan 48, yaitu nyanyian kemenangan yang dibuat setelah diselamatkan Tuhan dan mengalahkan musuh.

2. Latar belakangnya kemungkinan bersamaan dengan fasal 75,76.

Garis kasar:
I. Allah ialah kekuatanku (2-4)

(1) Mendapat pertolongan pada setiap waktu

(2)Tidak takut keadaan bahaya dan ganas
a. Sekalipun bumi berubah
b. Sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut
c. Sekalipun ribut dan berbuih airnya
d. Sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya

2. Allah ialah hidupku (5-8)
(1) Mendapat kota Allah riang gembira
a. Sebab Allah diam di dalamnya
b. Sebab ada aliran-aliran sebuah sungai

(2) Membuat kota Allah kuat dan kukuh
a. Kota tidak akan goncang
b. Allah akan menolongnya menjelang pagi
c. Allah akan menjadikan bangsa-bangsa rebut dan kerajaan-kerajaan goncang

3. Allah ialah kemuliaanku (8-12)
(1) Dia memanifestasikan kekuatan kuasa
~ Mengadakan pemusnahan di bumi

(2) Dia menghentikan peperangan
a. Mematahkan busur panah
b. Membakar kereta-kereta perang dengan api

(3) Dia memberikan perhentian kepada manusia
a. Dia ialah Allah
b. Pasti dijunjung tinggi
c. Menjadi kota benteng selama-lamanya

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 45

Nyanyian pada waktu pernikahan raja

1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu:
Bunga bakung. Dari bani Korah.
Nyanyian pengajaran; nyanyian kasih.

2 Hatiku meluap dengan kata-kata indah,
aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja;
lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir.

3 Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia,
kemurahan tercurah pada bibirmu,
sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya.

4 Ikatlah pedangmu pada pinggang,
hai pahlawan, dalam keagunganmu dan semarakmu!

5  Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran,
perikemanusiaan dan keadilan!
Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat!

6 Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja;
bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.

7 Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya,
dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.

8 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan;
sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau
dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.

9 Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana;
dari istana gading permainan kecapi menyukakan engkau;

10  di antara mereka yang disayangi terdapat puteri-puteri raja,
di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir.

11  Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu,
lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!

12 Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu,
sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!

13  Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian;
orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.

14 Keindahan belaka puteri raja itu di dalam,
pakaiannya berpakankan emas.

15 Dengan pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa kepada raja;
anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya,
yang didatangkan untuk dia.

16  Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa,
mereka masuk ke dalam istana raja.

17 Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti;
engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.

18 Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun;
sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.

Tajuk :
Memuji Kemuliaan Raja Dan Puteri Raja

Tema:
Hati pujangga penuh bersyukur atas anugerah Tuhan lalu menyanyi memuliakan kemuliaan raja dan puteri raja.

Latar belakang:
1. Ada orang berpendapat fasal ini adalah perkahwinan Ester (Est fasal 1-2)

2. Fasal ini kemungkinan adalah ucapan tahniah atas perkahwinan Salomo, namun sesetengah orang beranggapan bahawa fasal ini adalah rekod tentang suasana perkahwinan Salomo dengan puteri Firaun (rujuk: I Raj 3:1). Namun apa yang dihuraikan adalah melampaui keadaan Salomo. Keadaan Tuhan Yesus menjadi Raja dan menikmati kemuliaan dengan pengantin perempuanNya adalah serba bersamaan dengan fasal ini.

Kategori:
Nyanyian Mesias, nyanyian pengajaran, nyanyian kasih

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
1. Dari alegori ianya bernubuat tentang pernikahan antara Kristus dengan jemaat, yakni perjamuan perkahwinan kerajaan Sorga (Mat 22:1-14; 25:1-13; Why 19:7; 21:2; Ef 5:23)

2. Raja melambangkan Kristus (Ibr 1:8)

3. Sudah bersiap sedia (Why 19:7)

4. Mempelai lelaki dan mempelai perempuan di dalam Kitab Kidung Agung

Garis kasar:
(I) Keelokan raja (2-3)
1. Menyebabkan hati orang meluap dengan kata-kata indah
a. Disampaikan khas untuk raja

b. Lidah seperti pena seorang jurutulis yang mahir
~ Kemurahan tercurah pada bibir

2. Raja lebih elok di antara anak-anak manusia
a. Kemurahan tercurah pada bibir
b. Sebab Allah telah memberkati
c. Untuk selama-lamanya

(II) Kemegahan raja (4-6)
1. Penuh kekuatan
a. Pedang terikat pada pinggang
b. Mengenakan keagungan dan semarak

2. Mendapat kemenangan demi kemenangan
a. Tangan kanan menampakkan perbuatan-perbuatan yang dahsyat
b. Maju demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan

3. Dapat menundukkan segala bangsa
~ Anak-anak panah tajam menembus hati musuh-musuh

(III) Kerajaan raja (7-8)
a. Tetap untuk selamanya
b. benar
c. adil
d. Tiada kefasikan
e. Aman damai
f. Ada sukacita
g. Yang menang
h. Allah, Allahmu

(IV) Kemuliaan raja (9-10)
1. Pakaian menyemarakkan bau harum
a. Mur
b. Gaharu
c. Cendana

2. Mempunyai kehidupan bertaraf tinggi
a. Tinggal di istana gading
b. Ada permainan kecapi yang menyukakan

3. Mempnyai tetamu-tetamu terhormat
a. Terdapat puteri-puteri raja yang disayangi
b. Permaisuri berpakaian emas dari Ofir

(V) Kemuliaan puteri raja (11-17)
1. Mempunyai syarat-syarat diidami raja (11-12)
(1) Mendengarkan telinga untuk mendengar

(2) Mengasihi raja dengan segenap hati
~ Lupakan apa yang di belakang

(3) Menjunjung raja sebagai tuannya
~ Menyembah Tuhan

2. Dipuji dan disayangi semua orang (13-16)
(1) Orang-orang datang dengan pemberian dan mengambil muka padanya
~ Isteri merasa mulia kerana suami ~ alangkah mulianya

(2) Mengasihi raja dengan segenap hati
a. Kedudukannya mulia (14-15)
b. Dia membawa mereka masuk ke dalam istana raja (16)

(IV) Takhta raja kukuh (17-18)
1. Anak-anak ganti menjadi raja
~ mengucap berkat agar mempelai baru segera mendapat anak

2. Menjadi pembesar di seluruh bumi

3. Nama raja dimasyhurkan turun-temurun

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 44

Jeritan bangsa yang tertindas

1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran.

2 Ya Allah, dengan telinga kami sendiri telah kami dengar,
nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami
perbuatan yang telah Kaulakukan pada zaman mereka,
pada zaman purbakala.

3 Engkau sendiri, dengan tangan-Mu, telah menghalau
bangsa-bangsa, tetapi mereka ini Kaubiarkan bertumbuh;
suku-suku bangsa telah Kaucelakakan,
tetapi mereka ini Kaubiarkan berkembang.

4 Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri,
bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan,
melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya
wajah-Mu,
sebab Engkau berkenan kepada mereka.

5 Engkaulah Rajaku dan Allahku
yang memerintahkan kemenangan bagi Yakub.

6 Dengan Engkaulah kami menanduk para lawan kami,
dengan nama-Mulah kami menginjak-injak orang-orang
yang bangkit menyerang kami.

7 Sebab bukan kepada panahku aku percaya,
dan pedangkupun tidak memberi aku kemenangan,

8  tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap
para lawan kami,
dan orang-orang yang membenci kami Kauberi malu.

9 Karena Allah kami nyanyikan puji-pujian sepanjang hari,
dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur
selama-lamanya.

10 Namun Engkau telah membuang kami dan membiarkan
kami kena umpat,
Engkau tidak maju bersama-sama dengan bala tentara kami.

11 Engkau membuat kami mundur dari pada lawan kami,
dan orang-orang yang membenci kami mengadakan perampokan.

12  Engkau menyerahkan kami sebagai domba sembelihan
dan menyerakkan kami di antara bangsa-bangsa.

13 Engkau menjual umat-Mu dengan cuma-cuma
dan tidak mengambil keuntungan apa-apa dari penjualan itu.

14 Engkau membuat kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga kami,
menjadi olok-olok dan cemooh bagi orang-orang sekeliling kami.

15  Engkau membuat kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa,
menyebabkan suku-suku bangsa menggeleng-geleng kepala.

16 Sepanjang hari aku dihadapkan dengan nodaku,
dan malu menyelimuti mukaku,

17 karena kata-kata orang yang mencela dan menista,
di hadapan musuh dan pendendam.

18 Semuanya ini telah menimpa kami,
tetapi kami tidak melupakan Engkau,
dan tidak mengkhianati perjanjian-Mu.

19 Hati kami tidak membangkang dan
langkah kami tidak menyimpang dari jalan-Mu,

20 walaupun Engkau telah meremukkan kami di tempat serigala,
dan menyelimuti kami dengan kekelaman.

21 Seandainya kami melupakan nama Allah kami,
dan menadahkan tangan kami kepada allah lain,

22  masakan Allah tidak akan menyelidikinya?
Karena Ia mengetahui rahasia hati!

23 Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari,
kami dianggap sebagai domba-domba sembelihan.

24 Terjagalah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan?
Bangunlah! Janganlah membuang kami terus-menerus!

25 Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu
dan melupakan penindasan dan impitan terhadap kami?

26 Sebab jiwa kami tertanam dalam debu,
tubuh kami terhampar di tanah.

27 Bersiaplah menolong kami,
bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu!

Tajuk:
1. Pengujian Iman
2. Pengujian Kesesakan

Tema:
Janganlah takut tatkala menghadapi apa jua keadaan, Allah menjaga selama-lamanya

Latar belakang:
1. Ini ialah sebuah nyanyian negara mengalami sesuatu yang begitu memalukan, di mana bangsa Yahudi telah diserang dan ditakluki. Nyanyian ini dibuat kira-kira selepas mengalami kekalahan. Namun tentang bilakah waktu tersebut, terdapat pandangan-pandangan yang berlainan

2. Pandapat 1: Fasal ini ialah nyanyian yang ditulis Daud sewaktu berperang dengan orang-orang Aram manakala orang-orang Edom menggunakan kesempatan maju menyerbu, lalu kerajaan dan negara jatuh dalam keadaan bahaya dan genting (II Sam 8:13, 14). Waktunya sama dengan Mzm fasal 60

3. Pendapat 2: Berkaitan dengan peristiwa II Taw fasal 20. Ini memandangkan di dalam peringkat akhir sejarah bangsa Yahudi, selain daripada peringkat pemerintahan Yosia, mustahil kelihatan umat Yahudi menunaikan tanggungjawab terhadap Tuhan (19). Yosafat dan Ahazia bertungkus-lumus menghapuskan patung-patung berhala dan bukit-bukit pengorbanan dengan tujuan mempergiatkan dan membangun semula agama Yahudi. Tetapi ayat 12 fasal ini yang berbunyi: “menyerahkan kami di antara bangsa-bangsa” tidaklah berpadanan dengan keadaan sebelum ditawan.

4. Pendapat 3: Ditulis sewaktu Babel mengerahkan tentera maju menyerang, kemungkinan pada zaman Maccabees sebab pada mulanya bangsa Yahudi mendapat kemenangan tetapi pada akhirnya kalah.

5. Pendapat-pendapat para cendekiawan sememangnya serba berlainan tetapi seperkara yang boleh dipastikan ialah pengarangan fasal nyanyian ialah pada waktu kerajaan Yehuda menghadapi saat-saat bahaya dan pengarang merasa mereka sama sekali melupakan Tuhan, menyebabkan Tuhan menolak mereka dan ditimpa hukuman. Lalu ia memohon Tuhan membangkitkan semula dan menyelamatkan umatNya.

Kategori:
Nyanyian ratapan kumpulan; nyanyian tradisional kaum

Garis kasar:
~Pembuka fasal ini : “Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran.” Bani Korah ialah kumpulan penyanyi di dalam Kemah Pertemuan dan Bait Suci

Tajuk:
Pengujian Iman

(I) Dimulai dengan kasih (2-4)
a. Kaubiarkan bertumbuh
b. Kaubiarkan berkembang
c. Kaubiarkan disinari
d. Engkau berkenan

(II) Memohon kerana iman (5-9)
1. Engkaulah Rajaku, ya Tuhan
~ Menumpaskan musuh dengan bersandar kepada Engkau

2. Bersandar kepada Allah bukan kepada keyakinan diri
~ Bermegah sepanjang hari di dalam Tuhan

(III) Diuji kerana kasih (10-17)
a. telah membuang kami
b. Membiarkan kami kena umpat
c. TIdak main bersama-sama kami
d. Telah menjual kami

(IV) Teguh – kuat kerana iman (18-23)
a. Tidak melupakan Tuhan
b. Tidak mengkhianati perjanjian
c. Tidak menyimpang dari jalan yang sepatutnya
~ Penyelidikan Allah boleh membuktinya

(V) Berharap dengan tekun dan sungguh-sungguh (24-27)
1. Berharap agar Engkau terjaga dan bangun
~ Janganlah membuang kami terus-menerus

2. Berharap agar Engkau menunjukkan wajahMu,

3. Berharap agar Engkau bersiap menolong kami
~ Bebaskanlah kami kerana kasih setiaMu

Pengujian Kesesakan
I. Mengimbas kembali anugerah Tuhan (2-4)
(a) Nenek moyang pernah menceritakan anugerah Tuhan (2)
~ Setiap hal yang dilakukan Tuhan di zaman purba kala

(b) Tuhan pernah berbuat baik atas kami (3)
a. Menghalau bangsa-bangsa
b. Menumbuhkan nenek moyang

(c) Sebab-sebab dikaruniai (4)
a. Tidak bersandar kepada kekuatan pedang maupun kekuatan manusia
b. Bersandar kepada tangan Tuhan, lengan Tuhan dan cahaya wajahNya
c. Allah berkenan kepada nenek moyang

(II) Percaya dengan yakin akan kemuliaan nama Allah (5-9)
a, Memerintahkan kemenangan (5)
~ Allahlah rajaku

b. Mengalahkan musuh dengan nama Allah (6-8)
1. Menginjak-injak serangan musuh (6)
2. Percaya bahawa pedang dan panah tidak memberi kemenangan (7)
3. Hanyalah Allah yang memberi kemenangan dan keselamatan (9)

c. Bagi nama Tuhan kami mengucapkan syukur selama-lamanya (9)
~ Baik berhasil maupun tidak, tetap bersandar kepada Tuhan

(III) Penderitaan sewaktu dibuang Tuhan (10-17)
1. Allah telah membuang kami (10-12)
a. Membiarkan kami kena umpat (10)
~ Sebab Allah tidak maju bersama-sama kami

b. Membuat kami mundur (11)
~ Membiarkan musuh mengadakan perampokan

c. Menyerahkan kami sebagai domba sembelihan (12)
~ Diserahkan di antara bangsa-bangsa

2. Tuhn tidak beroleh apa-apa (13)
~ Mengapa Tuhan menjual kami

3. Allah sendiri dicela (14-17)
a. kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga (14)
b. Kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa (15)
c. Sepanjang hari dicela dan dinista musuh (16-17)

(IV) Penyataan setia sampai mati (18-23)
1. Kami tidak mengkhianati perjanjian (18-19)
a. Menginjak-injak serangan musuh (18)
b. Hati kami tidak membangkang (19a)
c. Langkah kami tidak menyimpang dari jalanMu (19b)

2. Kami tidak melupakan nama Tuhan (20-22)
a. Walaupun kami diselimuti kekelaman (20)
b. Tidak melupakan nama Allah (21a)
c. Tidak menyembah allah lain (21b)
d. Allah akan selidiki hati kami (22)

3. Kami dibunuh oleh kerana Tuhan (23)
~ Seperti domba-domba sembelihan

(V) Berharap dengan tekun dan sungguh-sungguh (24-27)
a. Terjagalah (24a)

b. Bangunlah (24b)
~ Jangan membuang kami terus-menerus

c. Jangan menyembunyikan wajahMu (25-26)
~ Bebaskan kami kerana kasih setiamu

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 42-43

Kerinduan kepada Allah
1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani korah.

2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair,
demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

3 Jiwaku haus kepada Allah,
kepada Allah yang hidup.
Bilakah aku boleh datang
melihat Allah?

4 Air mataku menjadi makananku
siang dan malam,
kerana sepanjang hari orang berkata kepadaku:
“Di mana Allahmu?”

5 Inilah yang hendak kuingat,
sementara jiwaku gundah gulana;
bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia,
mendahului mereka melangkah ke rumah Allah
dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur,
dalam keramaian orang-orang yang mengadakan
perayaan.

6 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,
dan gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah ! Sebab aku akan bersyukur lagi
kepada-Nya,
penolongku dan Allahku!

7 Jiwaku tertekan dalam diriku,
sebab itu aku teringat kepada-Mu
dari tanah sungai Yodan dan pergunungan Hermon,
dari gunung Mizar.

8 Samudera raya berpanggil-panggilan
dengan deru air tejun-Mu;
segala gelora dan gelombang-Mu
bergulung melingkupi aku

9 TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari,
dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian,
suatu doa kepada Allah kehidupanku.

10 Aku berkata kepada Allah, gunung batuku:
“Mengapa Engkau melupakan aku?
Mengapa aku harus hidup berkabung
di bawah impitan musuh?”

11 Seperti tikaman maut ke dalam tulangku
lawanku mencela aku,
sambil berkata kepadaku sepanjang hari:
“Di mana Allahmu?”

12 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,
dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi
kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Mazmur 43
1 Berilah keadilan kepadaku, ya Allah,
dan perjuangkanlah perkaraku
terhadap kaum yang tidak saleh!
Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang!

2 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku.
Mengapa Engkau membuang aku?
Mengapa aku harus hidup berkabung
di bawah impitan musuh?

3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang,
supaya aku dituntun
dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus
dan ke tempat kediaman-Mu!

4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah,
menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan
kegembiraanku,
dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi,
ya Allah, ya Allahku!

5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,
dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi
kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Tajuk :
Betapa tertekannya jiwaku

Tema:
Suara hati seseorang yang tersiksa tatkala berada di antara bangsa-bangsa asing

Latar belakang:
1. Fasal 42 dan 43 sebenarnya adalah satu fasal yang sama. Ini jelas kelihatan dariapda senikata 42:6 dan 43:5

2. Daripada isi kandungannya kita boleh simpulkan betapa hati pengarang rindu untuk melihat Tuhan tatkala berada di tengah-tengah orang fasik dan di bawah penindasan musuh yang ganas. Lalu ia berseru-seru memohon kerana keadaan yang bahaya dan jahat, kecewa, tiada yang menolong dan jiwa sangat tertekan.

3. Latar belakang sejarah nyanyian ini tidak dapat dipastikan; kemungkinan berkaitan juga dengan nyanyian Daud melarikan diri dari pada Absalom (II Sam fasal 17) ataupun di dalam kategori yang sama.

4. Kalau merujuk kepada 42:5 dan 43:3-4, kemungkinan pada waktu tersebut Bait Suci sudah siap dibina manakala atas sebab-sebab tertentu pengarang telah menggembara sampai ke kawasan pergunungan Hermon, dari gunung Mizar (42:7), jauh daripada Bait Suci dan tidak dapat mengambil bahagian di dalam perayaan. Tambahannya ditimpa penindasan musuh. Lantaran itu, hatinya merindui Bait Tuhan, ingin menghadap hadirat Tuhan dan berharap sesungguhnya dapat segera diselamatkan kembali ke tempat asalnya. Dinyanyikan oleh suku Lewi bani Korah (I Taw 6:31-33; II Taw 20:19)

Kategori:
Nyanyian ratapan peribadi. Kalau mengikut isi kandungan ianya boleh dikategorikan sebagai nyanyian penghiburan (6:23-28; 9:18-20)

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Sifatnya serba sama dengan fasal 61, 63 dan 84. Adalah nyanyian penghiburan, sama dengan fasal 37, 46, 47, 91, 94, 97, 116

Garis kasar:
~ Tajuk nyanyian : Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran bani Korah

(I) Sebab rindu untuk menghadap hadirat Tuhan (42:2-6)
1. Merindukan Tuhan
~ Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair (2-3)

2. Ditertawakan orang
~ Air mata berlinang-linang (4)

3. Mengimbas hal-hal lampau
~ Keadaan meriah perayaan (5)

4. Jiwa gundah-gulana

5. Suara berbalas-balas soal-menjawab (6)
a. Mengapa tertekan
b, Mohon Tuhan membantu

(II) Sebab tertindas di antara bangsa-bangsa asing (42: 7-12)
1. Bangsa asing mengawasi (7-8)
a. Jiwa tertekan
b. Keadaan sekeliling mengganas
~ Samudera raya berpanggil-panggilan
~ Deru air hujan

2. Tidak kehilangan iman (9)
a. Waktu pagi merindui kasih setia Tuhan
b. Waktu malam menyanyikan nyanyian kepada Allah

3. Perjuangan iman (10-11)
a. Bersandar kepada Tuhan menjadi teguh
b. Hati berkabung
c. Selalu di bawah himpitan musuh

4. Suara hati menjawab (12)
a. Mengapa tertekan dan gelisah
b. Aku mau bersyukur
c. Dia ialah penolongku [ada terjemahan berbunyi: Dia ialah cahaya wajahku]
d. Dia ialah Allahku

(III) Sebab berharap kepada pimpinan dibawa kembli (43:1-5)
1. Memohon Tuhan memberi keadilan
a. Terhadap kaum yang tidak saleh
b. Terhadap orang curang

2. Memohon Tuhan memberi kekuatan
a. Suruhlah terang dan kesetiaan datang
b. Kembali ke tempat kediaman kudus

3. Memohon Tuhan memberi pimpinan

4. Mazmur iman (4)
a. Berharaplah, diam dan tenangkan hati
b. Aku Mau bersyukur
c. Dia ialah penolongku [cahaya wajahku]
d. Dia ialah Allahku

5. Suara hati menjawab
a. Aku menjadikan mezbah Allah sukacita dan kegembiraanku
b. Aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan kecapi

|

Pengenalan Kitab Mazmur (1) : Fasal 41

Doa minta penyembuhan

1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.

2 Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah!
TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka.

3 TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya,
sehingga ia disebut berbahagia di bumi;
Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya!

4 TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit;
di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.

5 Kalau aku, kataku: “TUHAN, kasihanilah aku,
sembuhkanlah aku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa!”

6 Musuhku mengatakan yang jahat tentang aku:
“Bilakah ia mati, dan namanya hilang lenyap?”

7 Orang yang datang menjenguk, berkata dusta;
hatinya penuh kejahatan,
lalu ia keluar menceritakannya di jalan.

8 semua orang yang benci kepadaku berbisik-bisik
bersama-sama tentang aku,
mereka merancangkan yang jahat terhadap aku:

9 “Penyakit jahanam telah menimpa dia,
sekali ia berbaring, takkan bangun-bangun lagi.”

10 Bahkan sahabat karibku yang kupercayai,
yang makan rotiku,
telah mengangkat tumitnya terhadap aku.

11 Tetapi Engkau, ya TUHAN, kasihanilah aku dan tegakkanlah aku,
maka aku hendak mengadakan pembalasan terhadap mereka.

12 Dengan demikian aku tahu, bahwa Engkau berkenan kepadaku,
apabila musuhku tidak bersorak-sorai kerana aku.

13 Tetapi aku, Engkau menopang aku kerana ketulusanku,
Engkau membuat aku tegak di hadapan-Mu untuk selama-lamanya.

14 Terpujilah TUHAN, Allah Israel,
dari selama-lamanya sampai selama-lamanya!
Amin, ya amin.

Tajuk :
Memohon Belas Kasihan Sewaktu Sakit

Tema:
Permohonan Daud sewaktu sakit tenat dan menghadapi komplotan jahat orang-orang fasik.

Latar belakang:
1. Kalau dinilaikan daripada isi kandungan fasal ini, sewaktu Daud membuat nyanyian ini ia sedang sakit berbaring di atas katil. Tambahannya, teman-teman karibnya bermufakat membunuhnya. Dia sendiri mengakui telah berbuat dosa terhadap Tuhan. Di dalam perasaan yang begitu sedih dan menyesali diri dia berseru-seru kepada Tuhan, memohon Tuhan mengasihani dan menyembuhkan dia.

2. Kalau dirujuk kepada riwayat hidup Daud, kebanyakkan besar para penafsir Kitab Suci berpendapat ini adalah nyanyian yang dibuat Daud setelah dia berbuat dosa dan sedang berhadapan dengan pemberontakan Absalom dan komplotan Ahitofel. Latar belakang sejarah berkenaan fasal ini boleh dirujuk di catatan II Sam fasal 11-17

Kategori:
Fasal ini tergolong sebagai nyanyian ratapan peribadi. Berdasarkan isi kandungannya ianya adalah nyanyian dalam kesesakan, juga nyanyian Mesias.

Hubungan dengan gulungan kitab lain :
1. Adalah nyanyian pada waktu pemberontakan Absalom, seperti fasal 38 hingga fasal 41

2. Nyanyian waktu kesesakan seperti fasal 4, 5, 11, 28, 55, 59, 64, 109, 120, 140, 143

3. Di dalam zaman Perjanjian Baru, ayat 10 fasal ini pernah digunakan oleh Tuhan Yesus untuk menjelaskan bahawa diriNya pada hakekatnya telah dibaca oleh orang-orang Yahudi (Yoh 13:18). Fasal ini adalah juga disebut Nyanyian Mesias sama dengan fasal 2, 8, 22-24, 40, 45, 68, 69, 72, 87, 89, 102, 109, 110, 118, 132. Fasal ini juga disebut Nyanyian Yehuda

Garis kasar:
~ Pembuka fasal : untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Diserahkan kepada tunjuk ajar pemimpin biduan ataupun diserahkan untuk disimpan.

(I) Pengistiharan iman (2-4)
1. Dasar bukti iman (2)
~ Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah

2. Isi kandungan iman (3-4)
a. Pasti terlepas dari pada musuh (3)
~ Menikmati berkat di dalam hidup kini

b. Pasti terlepas dari pada penyakit (4)
~ Dipelihara dan dijaga Tuhan

(II) Seruan permohonan dalam kedukaan (5-10)
1. Bahaya tindasan penyakit (5-7)
a. Berdukacita kerana dosa
b. Musuh mengatakan yang jahat
c. Bertekad berbalik

2. Keangkuhan musuh (8-10)
a. Merancangkan yang jahat terhadap aku
b. Menyebar-nyebarkan kabar palsu
c. Teman-teman karib memberontak

(III) Doa permohonan beriman (11-13)
1. Allah pasti membelas-kasihani aku
a. Sembuh dari penyakit
b. Mengadakan pembalasan terhadap musuh

2. Allah pasti menyayangi aku
~ Musuh tidak dapat bermegah

3. Allah pasti menopang aku
a. Kerana ketulusanku
b. Membuat aku beroleh kemenangan menjadi raja untuk selama-lamanya

(IV) Puji-pujian iman (14)
a. Sepatutnya demikian / keharusan/ sesungguhnya (Amin)
b. Dari selama-lamanya sampai selama-lamanya