Views: 101

Sion, kota Allah

1 Nyanyian.
Mazmur bani Korah.

2 Besarlah TUHAN dan sangat terpuji
di kota Allah kita!

3 Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai,
adalah kegirangan bagi seluruh bumi;
gunung Sion itu, jauh di sebelah utara,
kota Raja Besar.

4 Dalam puri-purinya
Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

5 Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul,
mereka bersama-sama berjalan maju;

6 demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang,
terkejut, lalu lari kebingungan.

7 Kegentaran menimpa mereka di sana;
mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.

8 Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.

9 Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat,
di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita;
Allah menegakkannya untuk selama-lamanya.

10 Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.

11 Seperti nama-Mu, ya Allah,
demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi;
tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

12 Biarlah gunung Sion bersukacita;
biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak
oleh karena penghukuman-Mu!

13 Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya,

14 perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya,
supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian:

15 Sesungguhnya inilah Allah,
Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya!
Dialah yang memimpin kita!

Tajuk:
Kota diraja yang perkasa

Tema:
Memuji kemuliaan dan keindahan kota Sion

Latar belakang:
Latar belakang fasal ini kemungkinan bersamaan dengan kedua-dua fasal sebelumnya, yaitu waktu pengarangan nyanyian ini ialah samada pada waktu Sanherib mengepung kota ataupun kemungkinan pada waktu pemerintahan Yosafat dikepung oleh tentera bersekutu bangsa-bangsa asing. Pendapat yang kedua berkata: Fasal 46 dinyanyikan di Lembah Pujian manakala fasal ini dinyanyikan umat Israel sewaktu kembali tiba di Yerusalem dan Bait Suci. Kalau merujuk-bandingkan ayat 10 dengan II Taw 20:27, juga apa yang dikatakan di ayat 8 dengan II Taw 20:37; I Raj 22:48, nampaknya ada hubung-kaitnya. Pada waktu tersebut raja Yosafat dan tentera musuh sedang berkumpul di padang gurun Tekoa (II Taw 20:20), yaitu kira-kira tiga jam perjalanan daripada kota Yerusalem, berjalan begitu jauh daripada kota, maka amat sukar untuk kita memahami apa yang ditulis dalam ayat 5 dan 10.

Kategori:
1. Adalah sefasal nyanyian kemenangan, ataupun sefasal nyanyian perarakan. Setelah para imam dan umat beribadah dan menyanyi di dalam Bait Suci, mereka akan keluar berarak mengelilingi kota, sambil berjalan sambil bermazmur memuji-muji Sion.

2. Juga sefasal nyanyian nubuatan, menyatakan Kristus pasti mengalahkan musuh, tentang kemuliaan Kota Suci yang semarak indah untuk selama-lamanya.

Hubungan dengan gulungan kitab lain:
Adalah bersambungan kepada fasal 46 dan 47, suatu nyanyian gabungan, di mana semuanya adalah nyanyian kemenangan diselamatkan Tuhan. Fasal 46 menyanyi tentang musuh mengepung kota, fasal 47. Raja Yang Maha Perkasa dan fasal 48 berkenaan Kota Diraja Yang didiami Raja Maha Perkasa.

Garis kasar:
(I) Kemuliaan dan keindahan kota suci (2-4)

1. Besar (2)
~ Besarlah Tuhan, kota raja besar

2. Menjulang tinggi (2)
~ Sangat terpuji gunungNya yang kudus

3. Indah megah (3)
~ Menjulang permai di sebelah utara

4. Manis dan elok (3)
~ Adalah kegirangan bagi seluruh bumi

5. Selamat (4)
~ Allah memperkenalkan diriNya

(II) Kewibawaan kota suci (5-9)
1. Raja-raja melihat kota, mereka tercengang-cengang, terkejut lalu lari kebingungan.

2. Musuh kesakitan umpama perempuan yang hendak melahirkan
~ Ditimpa kegentaran

3. Seperti angin timur memecahkan kapal-kapal Tarsis

4. Seperti yang telah kita dengar

5. Allah pasti menegakkan kota ini

(III) Kemuliaan Kota Suci (10-12)
a. Penuh dengan kasih setia Tuhan
b. Penuh dengan keadilan Tuhan
c. Penuh dengan puji-pujian manusia
d. Penuh dengan sukacita manusia

(IV) Rahmat Kota Suci (13-15)
1. Boleh diketahui dengan mengelilingi Sion
a. Hitunglah menaranya
b. Perhatikanlah temboknya
c. Jalanilah puri-purinya
d. Ceritakan kepada angkatan yang kemudian

2. Allah yang menuntun jalan seumur hidupku
~ Dialah Allah seterusnya dan untuk selamanya

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *