[dflip id="7415" ][/dflip]
Sepanjang perjalanan hidup kita sebagai jemaat gereja ini, pernahkah dengan sungguh-sungguh kita memikirkan pelayanan kita dalam Tuhan ?
Dalam aspek pekerjaan pelayanan dalam gereja, bukan sekadar menuntut kita untuk melibatkan diri secara bersahaja, sebaliknya menuntut kita untuk mencurahkan sepenuh hati terhadap pekerjaan pelayanan untuk-Nya.
Sedikit pelayanan yang kita lakukan, tidaklah seberapa berbanding berkat yang telah dicurahkan-Nya sehingga kini.
Mungkin juga kita sudah cukup selesa dengan kehidupan yang kita nikmati sekarang dan terlupa bahawa kita sepatutnya wajib untuk melayani Dia dengan segenap tubuh, jiwa dan raga.
Adakah kita memberi respons seperti Nabi Yesaya yang menyahut, ‘Ini aku, utuslah aku’ pada saat menghadapi tugas dalam gereja yang memerlukan kerelaan untuk menerimanya ?
Bekerjalah untuk Tuhan, dan nikmatilah penyertaan Tuhan, kerana Dia pasti akan membantu, menemani, dan menghibur walau apapun yang kita hadapi dalam sepanjang pelayanan kita.