Bab 13 Dipenuhi Roh Kudus

13.1 Pendahuluan

​Di dalam Kitab Efesus, Paulus menerangkan penggolongan antara dua agen yang dapat mengubah hidup seseorang. Ia mengajarkan: “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, kerana anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” (Ef. 5:18). Minuman keras terkenal kerana ia dapat membelenggu orang dengan keindahan dan rasanya. Namun anggur mempunyai sengat di ekornya, menyebabkan mabuk, penyesalan, mendorong orang bersikap tidak senonoh, mudah bertengkar dan ketagihan. Sebaliknya, dipenuhi oleh Roh Kudus memberikan sukacita, fikiran yang jernih, pengendalian diri, berkat rohani dan kemampuan untuk hidup kudus.

​Lukas fasal 1 memberitahukan bahawa Yohanes Pembaptis (Mat. 11:13) dan ayahnya, Zakharia (Luk. 1:8), keduanya dipenuhi oleh Roh Kudus (Luk. 1:15, 67). Namun pengalaman mereka tidak sama seperti orang-orang percaya di hari Pentakosta; apa yang dialami ayah dan anak ini dapat disamakan dengan orang-orang kudus dalam Perjanjian Lama, yang dipenuhi Roh Kudus selama beberapa waktu untuk tujuan-tujuan tertentu.

​Yohanes Pembaptis dipenuhi Roh Kudus sehingga ia mempunyai roh dan kuasa seperti Elia, untuk mendorong orang-orang Yahudi kembali kepada Allah (Luk. 1:16-17). Zakharia dipenuhi Roh Kudus untuk bernubaut dan memuji karunia keselamatan Allah, dan bersaksi bahawa seorang Juruselamat telah dilahirkan dari keturunan Daud (Luk. 1:67-69). Pada hari Pentakosta dan seterusnya, barulah orang-orang percaya mengalami kepenuhan Roh Kudus sebagai keadaan yang permanen dan terus menerus (Yoh. 14:16-18)

​Terdapat setidaknya dua kekeliruan mengenai kepenuhan Roh Kudus. Yang pertama mengira bahawa kepenuhan Roh Kudus ditandai dengan seberapa keras seseorang berdoa, atau apakah doanya disertai dengan gerakan tubuh yang kelihatan. Kekeliruan lain adalah kepenuhan Roh Kudus ditandai semata-mata dengan perwujudan perbuatan-perbuatan kudus, bukan berbahasa roh. Kekeliruan pertama seringkali dipegang oleh orang-orang Kristian yang telah menerima Roh Kudus, tetapi tidak mengerti sepenuhnya apakah maksudnya dipenuhi Roh Kudus dan masih perlu mendapatkan kesedaran rohani yang lebih tinggi. Kekeliruan kedua seringkali dipegang oleh orang-orang Kristian yang tidak mengerti kebenaran Alkitab, tentang apakah baptisan Roh Kudus.

​Alkitab dengan jelas menunjukkan bahawa buah Roh hanya dapat dihasilkan oleh mereka yang menerima Roh Kudus. Alkitab juga menjelaskan bahawa mereka yang mempunyai Roh Kudus, mempunyai bukti yang nyata: mereka berbahasa roh. Kerana itu seseorang biasa saja melakukan segala perbuatan baik , seperti Kornelius sebelum ia menerima baptisan Roh Kudus (Kis. 10:2), tetapi perbuatan-perbuatan ini tidak dapat dilihat sebagai buah Roh.

​Ini menghasilkan sejumlah pertanyaan: jadi, apakah ertinya kepenuhan Roh Kudus? Apakah pengaruhnya kepada orang percaya? Dan bagaimana kita dapat dipenuhi oleh Roh Kudus? Bab ini akan menyediakan beberapa jawaban dari Alkitab.

13.2 Definisi dipenuhi Roh Kudus
13.2.1 Referensi kepenuhan Roh dalam Alkitab

​Alkitab menjelaskan kepenuhan Roh Kudus dalam dua konteks: catatan-catatan mengenai Roh Kudus memenuhi orang percaya pada saat yang penting atau kritis; dan kepenuhan Roh Kudus sebagai proses yang berkelanjutan di dalam kehidupan yang sungguh-sungguh seturut dengan bimbingan Roh.

​Mengenai kepenuhan Roh Kudus pada saat yang penting atau kritis, kita melihat orang-orang percaya, yang dipenuhi Roh Kudus begitu mereka menerima baptisan Roh Kudus (contoh, Kis. 2:4); mendapatkan keberanian kerana kepenuhan Roh untuk bersaksi bagi Yesus (contoh, Kis. 4:8-13, 31); mendapatkan kuasa kepenuhan Roh pada kesempatan-kesempatan tertentu (contoh, Kis. 13:9-11)

​Alkitab mencatat dua kejadian ketika Roh Kudus memenuhi orang-orang percaya pada saat mereka menerima Roh Kudus. Pertama adalah pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta: “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya” (Kis. 2:4). Kejadian lain berhubungan dengan Paulus, yang dipenuhi Roh Kudus ketika Ananias menumpangkan tangannya kepadanya (Kis. 9:17-18)

​Namun pola yang terlihat di dalam Alkitab adalah kepenuhan Roh Kudus biasanya terjadi setelah pertama-tama menerima baptisan Roh. Alkitab membicarakan kepenuhan Roh Kudus sebagai besar sebagai proses yang terus menerus, ketika Roh menolong orang-orang percaya untuk hidup yang mewujudkan ketaatan mereka kepada Dia. Alkitab mengajarkan kita bahawa Roh menolong orang percaya untuk:
• Mengalahkan keinginan-keinginan daging (Gal. 5:16-21; Ef. 4:30-32)
• Hidup kudus dan menghasilkan buah Roh (Gal. 5:22-25)
• Mendapatkan hikmat dan iman untuk melakukan pekerjaan Allah (Kis. 6:3; 6:5; 11:24)
• Mendapatkan sukacita dan damai sejahtera, bahkan di tengah penganiayaan (Kis. 7:55-56; 13:52)

13.2.2 Kepenuhan Roh Kudus sebagai proses yang berkelanjutan

​Alkitab mengajarkan bahawa kepenuhan Roh Kudus adalah sebuah proses yang terjadi seumur hidup. Ini terjadi ketika hidup kita sepenuhnya dituntun oleh Roh Kudus, sehingga kita terus “hidup [lah] oleh Roh” (Gal. 5:16) dan dipimpin oleh Roh (Rm. 8:1-14). Ia menjadi sumber kekuatn rohani kita, dan menanggalkan perbuatan-perbuatan daging:

Perbuatan daging telag nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, pemyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu- seperti yang telah kubuat dahulu- bahawa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.
​​​​​​​​​Galatia. 5:19-21

​Menerima Roh Kudus telah menjamin bahawa kita akan dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita melihat ini dari keadaan di Gereja Korintus. Paulus menyebut mereka sebagai “bait Allah” dan “bait Roh Kudus” (I Kor. 5:16; 6:19) kerana mereka telah menerima Roh Kudus dan menjadi anggota tubuh Kristus (I Kor. 12:13). Namun mereka tidak dipimpin oleh Roh. Sebaliknya, mereka memperlihatkan perbuatan-perbuatan daging, seperti iri hati dan perselisihan. Kerana itu Paulus menegur mereka:

Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makahan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. Kerana kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hari dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan; bahawa kamu manusia duniawi dan bahawa kamu hidup secara manusiawi?
​​​​​​​​​I Korintus. 3:1-3

​Seperti yang kita lihat dari contoh ini, baptisan Roh Kudus barulah langkah awal. Selanjutnya, kita semua perlu mengejar terus kepenuhan Roh Kudus. Dengan begitu, kita memberikan jalan bagi Roh untuk bekerja di dalam diri kita untuk memperbarui kita (Tit. 3:5), untuk menguduskan kita (II Tes. 2:13), dan menolong kita hidup kudus- kehidupan yang menghasilkan buah Roh Kudus:

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.
​​​​​​​​​Galatia. 5:22-25

​Yesus memberikan sebuah gambaran yang indah untuk menjelaskan apa yang dapat terjadi apabila Roh Kudus memenuhi diri kita. “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, Ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh. 4:14). Yesus juga berkata, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yoh. 7:37-38). Di sini, Yesus membicarakan sebuah kepenuhan yang jelas-jelas bukanlah pengalaman yang hanya sesekali, dan mempunyai kuasa untuk mengubah hidup kita- seperti curahan mata air dalam diri kita, dan aliran sungai air hidup yang tak pernah berhenti mengalir. Apabila kita dipenuhi dengan Roh Kudus, kita tidak akan haus lagi.

13.2.3 Mempersembahkan diri kita sebagai persembahan yang sempurna

​Menurut Taurat Perjanjian Lama, seseorang yang mempersembahkan korban bakaran kepada Allah harus mempersembahkan korban sepenuhnya: mengatur potongan –potongan daging, lemak, isi perut dan betis binatang korban, dan membakarnya di atas mezbah sebagai korban api-apian (Im. 1:6-9). Persembahan korban ini menyenangkan hati Allah kerana persembahan ini menghasilkan aroma yang mania. Korban bakaran di dalam Perjanjian Lama menggambarkan pengorbanan Yesus di kayu salib dalam Perjanjian Baru (Yoh. 1:29). Yesus adalah persembahan dan korban yang harum bagi Allah (Ef. 5:2; I Kor. 5:7) kerana Ia sepenuhnya menyerahkan diriNya kepada kehendak Allah saat Ia mengorbankan hidupNya demi kita (Mat. 26:39; Ibr. 10:5-7)

​Dengan pertolongan Roh Kudus, kita juga dapat mempersembahkan diri kita sebagai korban yang hidup untuk Allah (Rm. 12:1). Paulus berkata, “Atau tidak tahukah kamu, bahawa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahawa kamu bukan milik kamu sendiri?” (I Kor. 6:19). Hidup Paulus merupakan contoh dari prinsip ini, dan ia dapat menyatakan:

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kehidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.
​​​​​​​​​Galatia. 2:20

Tetapi aku sekali-kali tidak mahu bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.
​​​​​​​​​Galatia. 6:14

​Ini adalah perkataan dari orang yang tidak lagi tinggal dalam perkara-perkara duniawi, dan hidupnya bukan lagi miliknya sendiri; tetapi tersembunyi dalam Kristus dan hidup dalam kesamaan denganNya (I Kor. 11:1)

13.2.4 Mendahulukan Allah

​Sebagai orang Kristian, kita perlu mendahulukan Allah dan melakukan apa yang menyenangkan hatiNya (II Kor. 12:14; 19:3). Tuhan Yesus berkata, “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33). Apakah kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah tempat Allah memerintah, tempat perintahNya dilakukan, dan tempat kebenaranNya diwujudkan. Di satu sisi, kerajaan ini menunjukkan kerajaan syurga di masa yang akan datang. Di sisi lain, kerajaan Allah sudah ada di sini- di dalam hati orang percaya (Luk. 17:21). Kita mendirikan kerajaan Allah saat kita memusatkan perhatian pada Allah dan mendahulukan kehendakNya di atas kebutuhan-kebutuhan duniawi kita (Mat. 6:10-11; I Yoh. 5:14; Luk. 22:42), dan saat kita mempersilakanNya memimpin kita (Yak. 4:15; I Kor. 4:19; 16:7; ref Kis. 20:22-24; ref. 21:10-14) dan memerintah atas diri kita.

​Allah adalah Roh dan kita harus berusaha untuk dipenuhi dengan Roh KudusNya (Ef. 5:18). Dengan begitu, kita dapat hidup di dalam Roh dan dipimpin olehNya (Gal. 5:16, 25). Inilah maksudnya mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan fikiran kita (Mat. 22:37) dan bagaimana kita dapat mempersembahkan diri kita sebagai korban yang hidup (Rm. 12:1-2; 6:13)

Kesalahfahaman

Dan sesedah berkata demikian, Ia memngembusi mereka dan berkata: ”Terimalah Roh Kudus”
​​​​​​​​​Yohanes. 20:22

​Penulis berkebangsaan Jepun bernama Kurosaki Koukichi memberikan komentar tentang ayat ini:

Setelah kenaikanNya ke Syurga, Tuhan Yesus menghujani murid-muridNya dengan Roh Kudus pada hari Pentakosta, sehingga mereka dapat memenuhi tugas yang dipercayakan kepada mereka. Tetapi sebelum kenaikanNya, Ia sudah memberikan mereka sebagian dari Roh itu sehingga mereka dapat menerima tugas itu.
​​​​​​​​Kurosaki Koukichi

​ Dengan kata lain, Kurosaki yakin bahawa murid-murid telah dibaptis dengan Roh Kudus pada saat Yesus mengembusi mereka- Yesus memberikan mereka sebagian Roh, yang kemudian diikuti dengan kepenuhan yang lebih besar pada hari Pentakosta.

Apa kata Alkitab?

​Pertama, ketika Yesus mengembusi murid-murid dan berkata, “Terimalah Roh Kudus” (Yoh. 20:22), Ia tidak sedang membagikan Roh Kudus pada saat itu, kerana waktunya belum genap. Yesus memberikan apa yang akan datang kepada mereka. Itulah sebabnya Ia menyurat mereka menunggu di Yerusalem untuk “tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang- demikian kataNya-” telah kamu dengar daripadaKu” (Kis. 1:4). Penting kita simak, Yesus berkata kepada mereka, bahawa “tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” (Kis. 1:5). Jadi, Roh Kudus tidak datang, dan tidak akan datang, sebelum Yesus dimuliakan dan naik ke Syurga: ”Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh. 16:7)

​Kedua, Alkitab mengajarkan kita, bahawa hanya ada satu Roh Kudus (I Kor. 12:4; Ef. 4:4) yang adalah Allah benar yang Esa. Saat kita dibaptis dengan Roh Kudus, Ia datang ke dalam hati kita untuk menyertai kita selamanya (Yoh. 14:16-17, 23). Kita tidak dapat menggunakan nalar duniawi untuk menghasilkan penjelasan mengenai pencurahan sebagian. Sebaliknya, kepenuhan Roh Kudus menunjukkan keadaan hati kita yang dipimpin olehNya.

​Roh Kudus adalah Roh Allah- sumber kekuatan, yang disebutkan Tuhan Yesus sebagai “kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49; ref. Kis. 1:8). Nabi Yesaya berkata bahawa mereka yang menerima Roh Kudus “mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yeh. 40:31). Kerana itu kepenuhan Roh Kudus juga merupakan sebuah kehidupan yang menunjukkan kuasa Allah (Luk. 4:1, 14)

​Lebih lanjut, Tuhan Yesus berkata, “AKu datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10:10). Ini menunjukkan bahawa seseorang tidak selalu hidup dalam kehidupan yang berlimpah. Bagitu juga, walaupun seseorang mempunyai Roh Kudus, ia belum tentu dipimpin oleh Roh. Kehidupan rohani kita dimulai dengan baptisan Roh Kudus (Yeh. 37:14; Rm. 8:2; Gal. 5:25), kerana Ia adalah Roh Tuhan, dan sumber kehidupan (Kis. 16:7; Yoh. 1:4). Tetapi kita masih harus mengizinkanNya terus bekerja untuk menguatkan diri kita (Ef. 3:16) dan memberikan kita kemampuan untuk menjalani kehidupan rohani yang berkelimpahan.

13.3 Buah dari kepenuhan Roh Kudus
13.3.1 Mendapat kuasa untuk melayani Allah

. Tujuan mendapatkan kuasa

Seseorang pekerja Allah perlu dipenuhi dengan Roh Kudus, untuk mendapatkan kuasa untuk menjalani pelayanan gereja. Ini dikeranakan Iblis adalah musuh yang tangguh, yang mengganggu pekerjaan kudus di segala kesempatan.

Dalam Perjanjian Lama, Allah memilih para perajin untuk membuat tabut perjanjian dan memenuhi mereka dengan RohNya untuk memberikan mereka hikmat, kecakapan dan pengetahuan (Kel. 31:1-5; 35:30-35). Dalam Perjanjian Baru, pekerja-pekerja gereja dipanggil untuk membangun bait rohani (I Ptr. 2:4-5). Begitu juga, mereka perlu dipenuhi dengan Roh Kudus, untuk dikenal baik dan mempunyai hikmat dan iman (Kis. 6:2-5)

Tuhan Yesus menyuruh murid-muridNya menunggu di Yerusalem untuk dikenakan dengan kuasa dari tempat tinggi, sebelum pergi untuk bersaksi bagi Dia (Luk. 24:49; Kis. 1:4-5; 8). Demikian terjadi di hari Pentakosta, dan hasilnya, injil diberitakan dengan cepat di seluruh Yudea, Samaria, dan kota-kota lain (Kis. 1:8; 4:33; 8:1-5, 14; 26:20).

. Nampak pemberian kuasa

Kita dapat melihat pengaruh kepenuhan Roh Kudus pada pekerja-pekerja Allah dalam Kisah Para Rasul:

• Sebelum hari Pentakosta, Petrus mengatakan bahawa ia bersedia menderita dengan Yesus, tetapi kemudian menyangkalNya tiga kali (Luk. 22:33, 54-62). Setelah hari Pentakosta, ia mendapatkan kuasa dari Roh Kudus untuk bersaksi bagi Tuhan dan tidak lagi takut dengan penganiayaan (Kis. 2:1-4, 14, 40; 4:8-20)
• Menghadapi penganiayaan, murid-murid berdoa dalam satu hati dan dipenuhi Roh Kudus untuk menyampaikan firman Allah dengan berani (Kis. 4:23-33)
• Stefanus, salah satu dari antara diaken yang diutus untuk melayani meja (Kis. 6:5) dipenuhi Roh Kudus, iman dan kuasa untuk melakukan tanda ajaib dan mujizat (Kis. 6:8). Ia bersaksi bagi Tuhan dengan hikmat dan kuasa yang besar, sehingga tidak ada yang dapat menyangkalnya (Kis. 6:10). Saat dirajam oleh kerumunan yang marah, ia dipenuhi Roh Kudus dan melihat kemuliaan Allah dan Tuhan Yesus. Bahkan saat menjelang kematiannya, ia mampu meminta kepada Tuhan untuk mengampuni orang-orang yang membunuhnya (Kis. 7:54-60)
• Filipus dipenuhi Roh Kudus untuk melakukan tanda dan mujizat di Samaria (Kis. 8:5-8). Ia menjadi pekerja yang penting yang mengabarkan khabar baik (Kis. 8:5-13, 29-40) dan mendapatkan sebutan “Filipus, pemberita Injil” (Kis. 21:8)
• Rasul Babnabas penuh dengan Roh dan iman, dan membawa banyak orang kepada Yesus (Kis. 11:24)
• Di Pafos, Paulus bertemu dengan Elimas, seorang tukang sihir, yang menghalang-halangnya dan berusaha untuk membelokkan iman gubernur. Dipenuhi Roh Kudus, Paulus menegur Elimas, sehingga menjadi buta. Kejadian ini memperlihatkan kuasa Allah dan membuat gubernur menjadi percaya (Kis. 13:6-12)
• Walaupun Paulus dan Barnabas dianiaya oleh orangorang Yahudi di Antiokhia di Pisidia, Roh Kudus memenuhi mereka dengan sukacita (Kis. 13:14, 50-52)

. Kuasa untuk menjamah hati pendengar

Seorang pendeta yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan dapat menyampaikan khotbah yang indah. Tetapi tanpa kepenuhan Roh Kudus, khotbahnya tidak mempunyai hidup, atau pun kuasa untuk menyabarkan pendengar agar bertobat dari dosa-dosa mereka dan mengikuti Tuhan Yesus.

Kita melihat kebenaran ini digambarkan dalam pelayanan Rasul Petrus, yang disebutkan sebagai “orang biasa yang tidak terpelajar” (Kis. 4:13). Ia dipenuhi Roh Kudus pada hari Pentakosta, sehingga ia mampu menyampaikan khotbah yang mengharukan hati orang-orang Yahudi yang mendengarnya. Mereka segera bertanya mengenai jalan menuju keselamatan, dan kemudian menerima baptisan di dalam nama Yesus (Kis. 2:37-41). Khotbah Petrus mengakibatkan hal ini, bukan kerana disampaikan dengan kecakapan khusus, tetapi kerana kuasa Roh Kudus (Kis. 2:1-4)

Tuhan Yesus juga disebut sebagai orang yang “mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar” (Yoh. 7:15), tetapi Ia dapat mengherankan orang-orang dengan khotbah-khotbahNya, seperti yang disampaikan di atas bukit (Mat. 5:7-27). Orang-orang melihatNya mengajar dengan penuh kuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat (Mat. 7:28-29). Kuasa Yesus berasal dari DiriNya yang senantiasa dipenuhi Roh Kudus dan kuasa (Luk. 4:1, 14)

Paulus adalah orang terpelajar, yang telah menerima pendidikan tinggi dalam Hukum Taurat. Namun ia membuang semua pengetahuan duniawinya untuk memberikan ruang pada Roh Kudus untuk bekerja melalui dia. Paulus menyampaikan hal ini dalam pelayanannya: “Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu… Baik perkataan mahupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang menyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan” (I Kor. 2:1, 4-6). Ia menambahkan, “Sebab kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa” (I Kor. 4:20)

. Kuasa untuk mengurus gereja

Orang yang tidak mempunyai Roh Kudus dapat mengurus permasalahan gereja menggunakan hikmat duniawi dan kemampuannya. Tetapi pekerjaannya kemungkinan besar dibentuk dari permikiran dan pendekatan duniawi. Keadaan paling menyedihkan adalah apabila gereja bergantung sepenuhnya pada cara kerja seperti ini, yaitu saat: pengetahuan duniawi mengambil alih karunia-karunia Roh Kudus; kuasa mansuia menutupi pimpinan Roh Kudus; dan manusia mengedepankan kepentingannya mendahului intisari gereja dan berakhir menjadi seperti organisasi sosial atau politik.

Gereja mula-mula dipimpin sepenuhnya oleh Roh Kudus. Setiap peran, termasuk pekerja-pekerja yang bertanggungjawab untuk mengawasi administrasi gereja, didasarkan pada kriteria rohani tertentu. Pekerja haruslah “yang tekenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat” (Kis. 6:3). Pada hari ini, gereja harus berhati-hati agar tidak menyimpangkan dari prinsip ini. Contohnya, kita tidak boleh: mempekerjakan pekerja kerana kelebihan sekulernya, bukan dari kelebihan rohani; menilai penyampaian khotbah berdasarkan kecakapannya, bukan kuasa Roh Kudus; memberikan kedudukan kepemimpinan kepada mereka yang kaya dan berkedudukan tinggi di masyarakat, bukan mereka yang dipenuhi Roh Kudus. Kita harus mengikuti contoh gereja para rasul sehingga kita dapat melihat kemuliaan dan kuasa Roh Kudus.

13.3.2 Kuasa untuk mengalahkan dosa

​Kepenuhan Roh Kudus menolong kita, secara individual, untuk mengalahkan dosa. Dosa adalah kuasa yang sangat kuat dan mengikat, sehingga hanya kuasa Allah yang dapat menolong kita mengalahkannya.

. Pengalaman Paulus

Di dalam kehidupan Paulus kita melihat, bahawa mengetahui bagaimana sepatutnya kita hidup saja tidak cukup. Paulus sendiri dahulu adalah seorang Farisi yang diajar oleh Gamaliel, Ahli Taurat yang terkenal. Ia adalah orang yang cakap dalam Hukum Taurat dan juga mempunyai semangat membara untuk melayani Allah (Fil. 3:5; Kis. 22:3). Namun orang-orang terpelajar ini meratap:

Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Kerana bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Sebab aku tahu, bahawa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan berbuat apa yang baik. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
​​​​​​​​​Roma. 7:15, 18, 24

Dengan kata lain, Paulus mempunyai pengetahuan teori mengenai apa yang Allah kehendaki kepadanya, tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk menjalaninya. Ia melihat masalah ini sebagai salah satu belenggu dosa: “Sebab kita tahu, bahawa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku” (Rm. 7:14; 19-20)

Paulus menambahkan, “Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki bebruat apa yang baikm yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku” (Rm. 7:21-23)

Syukurlah ia akhirnya menemukan cara untuk menyelesaikan pergumulan itu- ia belajar untuk taat dan mengandalkan Roh Kudus. Ia berkata, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” (Rm. 8:1-2)

. Hidup dalam Roh untuk kehidupan rohani yang berkemenangan
Begitu kita disatukan dengan Kristus dalam baptisan air, kita dibebaskan dari kuasa dosa dan maut. Ini kerana baptisan adalah kelahiran kembali (Tit. 3:5); mengembankan dosa kita kepada Kristus, untuk mendapatkan kebenaranNya (II Kor. 5:21); membenarkan kita (Rm. 5:15; 5:9; 8:33-34). Kita dibebaskan untuk hidup dalam kehidupan yang baru dan berlimpah di dalam Roh, sehingga kita dapat mengalahkan dosa (Tit. 3:5; Yoh. 10:10; Luk. 4:14; I Yoh. 5:18). Kerana itu pengampunan melalui baptisan air menandai awal yang penting: tetapi kita harus terus hidup dalam kehidupan yang berkemenangan yang ditandai dengan kekudusan, “Sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan” (Ibr. 12:14)

Paulus mengajarkan, bahawa begitu kita ada dalam Kristus Yesus, kita tidak boleh lagi berjalan menurut daging; tetapi menurut Roh Kudus. Ini bererti dipenuhi Roh Kudus dan mengizinkanNya mengarahkan hidup kita. Paulus berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesunggunnya yang baru sudah datang” (II Kor. 5:17). Apabila hidup kita dipenuhi Roh Kudus, kita kehilangan sifat kita yang lama, dan mulai menunjukkan sifat yang baru, yang ditunjukkan dalam kebenaran dan kekudusan benar (Ef. 4:24)

. Mengapa kadang-kadang kita tidak berhasil mengalahkan dosa?

Sayangnya, walaupun kita telah menerima baptisan air dan juga baptisan Roh Kudus, kita kadang-kadang masih jatuh ke dalam dosa. Salah satu alasannya, kita dapat mengalami ketersendatan iman, dan tidak dapat hidup dalam kemenangan yang dibicarakan Paulus dalam Roma. 8:1-2. Namun ia menyampaikan pemecahan masalah: “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan” (II Kor. 3:17). Dengan kata lain, kita perlu mengizinkan Roh Kudus untuk memenuhi diri kita sehingga kita dapat dibebaskan.

Alasan lain mengapa kita dapat gagal, kerana kita bergantung pada kekuatan sendiri untuk menanggung kuk kita. Saat ini terjadi, seringkali akibatnya adalah kesedihan, rasa putus asa, dan kegagalan kerana itu Tuhan Yesus berkata, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, kerana AKu lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan” (Mat. 11:29-30)

Petani-petani di daerah Palestina dahulu menggunakan kuk yang berbentuk salib untuk membajak tanah. Kuk-kuk ini dipasangkan kepada sepasang lembu atau keledai sehingga kedua binatang itu dapat menanggung beban itu bersama-sama (ref. Ul. 11:10; II Kor. 6:14). Hari ini, Yesus menawarkan kukNya kepada kita, yang Ia tanggung bersama-sama kita. Ia menjanjikan kuk yang ringan dan mudah, dan kita akan mendapatkan ketenangan. Apakah kuk ini? Yaitu perintah-perintahNya: “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahawa kita menuruti perintah-perintahNya. Perintah-perintahNya itu tidak berat” (I Yoh. 5:3). Jadi apabila kita berjalan dengan Dia untuk memegang perintah-perintahNya, Ia akan menguatkan kita saat kita lemah (Ibr. 4:15-16)

Tidak mengherankan apabila Paulus berseru, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayni hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa” (Rm. 7:24-25). Saat ia mengandalkan dirinya sendiri, ia tidak dapat mengalahkan dosa; tetapi saat ia percaya di dalam Tuhan Yesus, ia dibebaskan. Kerana itu, saat kita lemah, kita harus mencontoh Paulus, seperti Ia mencontoh Kristus (I Kor. 11:1), sehingga kita dapat memperoleh kemenangan.

. Bersandar pada Tuhan saat kita lemah

Paulus menceritakan tentang kelemahannya dengan cara ini:

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justeru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Kerana itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh kerana Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
​​​​​​​​​II Korintus. 12:9-10

​Kebanyakan orang lebih suka memegahkan kekuatan mereka. Namun Paulus lebih suka memegahkan kelemahannya, yang menurutnya tidak perlu disembunyikan. Ia mengandalkan Allah yang memberikannya kuasa untuk mengalahkan kelemahan-kelemahannya. Melalui kelemahannya, ia dapat mengalami karunia Allah.

​Kita semua punya kelemahan; tidak ada manusia yang sempurna. Yang penting adalah bagaimana kita menghadapinya. Pada orang yang rohani, kelemahannya akan menjadi alasan baginya untuk mendekat kepada Allah dan mengandalkanNya. Bagi orang yang tidak rohani, kelemahannya hanya sekadar menjadi alasan untuk terus melakukan dosa.

. Tidak mencintai dunia

Alkitab mengajarkan: “Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, kerana Tuhan, yang namaNya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu” (Kel. 34:14). “Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Kerana aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus” (II Kor. 11:2)

Allah adalah suami kita (Yes. 54:5; Yer. 3:14), dan kita adalah mempelai perempuanNya (Hos. 2:19-20). Kasih seorang suami kepada isterinya adalah kasih yang cemburu, dan tidak akan membiarkan adanya gangguan dari pihak ketiga. Namun kita dapat membangkitkan kecemburuan Allah apabila kita memalingkan hati kita kepada kejahatan, atau apabila kita bersahabat dengan dunia. Alkitab menjelaskan hal ini dalam kata-kata tertentu, sebagai perzinahan rohani (Yak. 4:4-5). Yesus mengatakan bahawa kita tidak dapat melayani dua tuan (Mat. 6:24), kerana pastilah kita mengasihi yang satu dan membenci yang lain. Kerana itu, apabila kita mengasihi dunia, kita tidak dapat mengasihi Allah juga (I Yoh. 2:15)

Ketika kita dipenuhi Roh Kudus, kita akan mengasihi Allah dengan segenap hati. Bukannya dicemarkan oleh dunia, kita akan menjadi semurni seorang perawan yang dipertunangkan dengan satu orang suami.

. Melawan Iblis

Orang-orang pilihan dalam Perjanjian Lama merupakan “segala pasukan Tuhan” (Kel. 12:41). D Kitab Yehezkiel, Allah memberikan Roh Nya kepada bangsa Isreal, untuk memberikan mereka hidup dan menjadi mereka “suatu tentera yang sangat besar” (Yeh. 37:10, 14). Di dalam Perjanjian Baru, orang-orang percaya ada tentera Kristus (II Tim. 2:3) yang telah dibaptis dengan Roh Kudus, dan mempunyai kehidupan rohani (Rm. 8:2; Gal. 5:25). Pasukan ini melawan musuh yang tidak kelihatan- “melawan roh-roh jahat di udara” (Ef. 6:12). Dengan kata lain, kita melawan Iblis dan malaikat-malaikatnya, yang mencari kesempatan di sekeliling kita untuk menelan siapa saja yang dapat mereka serang (I Ptr. 5:8). Senjata pilihan mereka adalah godaan melalui hawa nafsu kedagingan (Gal. 5:17). Satu-satunya cara untuk mengalahkan rencana jahatnya adalah dengan dipenuhi Roh Kudus, sehingga kita dapat mengalahkan keinginan daging (Gal. 5:16; Rm. 8:13)

Yohanes berkata, “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Kita tahu, bahawa setiap otang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya” (I Yoh. 5:4, 18). Iman adalah perisai yang merupakan perlindungan dari panah-panah Iblis (Ef. 6:16). Tanpa iman, orang tidak dapat hidup dalam Roh, tetapi akan hidup menurut daging (Rm. 8:7). Akibatnya, Ia akan menjadi seorang jemaat di Gereja Sardis, yang dikatakan hidup, tetapi sebenarnya rohaninya mati (Why. 3:1-2)

Pekerjaan Iblis dapat disamakan dengan virus yang tak kelihatan, yang mempunyai kuasa yang mematikan. Tetapi tidak seperti virus yang menyerang tubuh manusia dan menghancurkan kehidupan jasmani, Iblis menyerang kesihatan rohani, dengan maksud untuk menjerumuskan orang ke dalam kutukan kekal. Kerana itu menyedari hal ini Paulus berkata, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” (I Kor. 9:27). Ia juga menasihati kita untuk “tetaplah kerjakan keselamatan [mu] dengan takut dan gentar” (Flp. 2:12) dan tidak memberikan kesempatan kepada Iblis (Ef. 4:27)

Apabila kita dipenuhi Roh Kudus, kita menjadi waspada dan peka terhadap rencana-rencana Iblis. Tanpa kepenuhan Roh Kudus, kita tidak mempunyai kepekaan ini, dan akibatnya kita dapat jatuh dalam dosa dan tidak menyedari bahawa kita perlu bertobat; atau menyedarinya pada saat sudah terlambat. Maka Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa seperti ini: “dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat” (Mat. 6:13). Kita tidak dapat menghindari cobaan- Tuhan Yesus saja dicobai oleh Iblis (Ibr. 4:15). Tetapi kita tidak perlu takut menghadapinya, kerana kita dapat bersandar kepada kuasa Roh Kudus untuk mengalahkannya, seperti yang dilakukan Yesus sendiri (Luk. 4:1, 14)

Kita melihat pengaruh dipenuhi Roh Kudus di dalam kehidupan Yesus. Contohnya, saat Ia dicobai oleh Iblis sebanyak tiga kali, Yesus menggunakan firman Tuhan dengan kuasa dan wewenang untuk bertahan dan menegur. Pada cobaan yang pertama, Ia menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”. Pada cobaan kedua, Ia menjawab, “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Yang ketiga, Ia menjawab, “Ada firman Yesus menunjukkan ketaatannya kepada Allah, dan hanya kepada Allah saja. Tidak mengherankan, Iblis tidak dapat melakukan apa-apa dan pergi dariNya untuk menantikan kesempatan lain (Luk. 4:3-13). Kejadian-kejadian ini memastikan kebenaran ajaran Alkitab: Kerana itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari daripadamu!“” (Yak. 4:7)

Sebelum Ia ditangkap, Tuhan Yesus mendoakan murid-muridNya, “Aku tidak meminta, supaya engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya engkau melindungi mereka daripada yan jahat” (Yoh. 17:15). Dari kata-kata ini, kita melihat bahawa Tuhan tidak menghendaki kita meninggalkan dunia, tetapi agar kita mengetahui bagaimana berjaga-jaga terhadap pekerjaan Iblis. Kita tidak dapat menghindari cobaan, tetapi kita dapat meneladani Yesus untuk hidup dalam kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Alkitab berkata, “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Gal. 5:25)

13.3.3 Menghasilkan buah Roh

​Mengalahkan dosa dapat dilihat sebagai tindakan untuk bertahan dalam perjalanan rohani kita. Namun kita tidak dapat menang melawan Iblis hanya dengan bertahan saja; kita juga harus bertindak proaktif, yaitu dengan menghasilkan buah roh. Yesus menyebut orang-orang percaya sebagai “terang dunia” (Mat. 5:14), maka patutlah kita menghasilkan buah roh untuk memuliakan Allah dan menolong orang-orang lain (Mat. 5:16; I Kor. 10:33). Buah Roh Kudus adalah sifat-sifat rohani kita (ref. Mat. 12:43-45)

. Dikenal melalui buah kita

Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
​​​​​​​​​Matius. 7:16-18

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripadaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!
​​​​​​​​​Matius. 7:22-23

​“Khotbah di atas Bukit” mengajarkan kita banyak perkara penting yang berkaitan dengan menghasilkan buah Roh:
• Domba dan serigala mewakili karakter manusia yang berbeda. Serigala dapat mencoba menyamar dengan tingkah laku yang baik, melayani masyarakat, berbicara muluk tentang kasih Kristiani, dan menunjukkan kekudusan; tetapi waktu adalah penguji karakter yang baik- cepat atau lambat mereka akan menunjukkan sifat asli mereka (Mat. 7:15)
• Kita tidak dapat melihat apakah sebatang pohon itu baik atau buruk semata dari rupa luarnya. Begitu juga, kita tidak dapat membedakan antara jemaat benar dengan jemaat palsu dengan mudah. Cara terbaik untuk membedakannya adalah dengan melihat buah yang mereka hasilkan. Dengan begitu kita perlu waspada, kerana orang yang berkarunia rohani tidak selalu menghasilkan buah yang baik (I Kor. 1:4-7; 3:1-3; ref. I Kor. 13:1-3). Lebih lagi, penghakiman Tuhan Yesus tidak akan didasarkan pada karunia-karunia yang dimiliki seorang jemaat, tetapi dari buah yang dihasilkan.
• Roh Kudus membagikan karunia-karunia rohani kepada setiap orang seturut dengan kehendakNya (I Kor. 12:11), untuk membangun tubuh Kristus (I Kor. 12:18; Ef. 4:11-12, 16). Tetapi yang jauh lebih penting, adalah kemampuan untuk menghasilkan buah roh, kerana itulah yang dikehendaki Yesus kepada kita (Yoh. 15:16). Jadi walaupun orang berkhotbah di mimbar, menyembuhkan orang sakit, atau bahkan mengusir setan di dalam nama Tuhan Yesus, namanya belum tentu tercatat di Syurga (Luk. 10:17-20; Mat. 17:21-23). Dengan kata lain, mempunyai karunia-karunia rohani bukanlah jaminan atas keselamatan.
• Orang-orang yang menyebut Yesus, “Tuhan, Tuhan” (Mat. 7:21) tidak selalu mereka yang melakukan kehendak Allah. Ada perbedaan atara melakukannya sebatas di mulut saja, dengan sungguh-sungguh memiliki Dia di dalam hati (Ef. 3:17). Yesus berkata kepada golongan yang hanya memujiNya di mulut saja: “Mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang AKu katakana?” (Luk. 6:46)
• Pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik, kerana ia tidak mampu menghasilkan buah yang sebaliknya (Rm. 7:18, 21). Begitu juga, pohon yang baik tidak dapat menghasilkan buah yang tidak baik. Yesus berkata, “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal ang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat” (Mat. 12:35). Kerana itu, sifat seseorang menentukan jenis kehidupan yang akan ia jalani.
• Tuhan Yesus berkata kepada mereka yang tidak melakukan kehendakNya, “Aku tidak pernah mengenal kamu” (Mat. 7:23). Kita perlu memperhatikan Yesus tidak mengatakan “Aku tidak mengenal kamu sekarang”. Kerana itu kita dapat berfikir bahawa kata-kata ini ditujukan kepada orang yang telah bersalah melakukan kejahatan sepanjang hidup mereka dan tidak bertobat. Orang jahat tidak berubah menjadi keadaannya yang sekarang secara spontan- tetapi biasanya terjadi dalam jangka waktu tertentu. Yesus mengingatkan orang-orang yang demikian, “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang” (Yoh. 6:37). Jadi, apabila masih ada waktu, mereka arus berbalik kepada kehendak Allah.
• Yesus adalah pokok anggur yang benar, Bapa Syurgawi adalah pengusahanya, dan kita adalah ranting-rantingNya. Yesus telah memilih kita agar menghasilkan buah-buah yang akan bertahan. Dengan menghasilkan banyak buah, kita dapat memuliakan Allah. Sebaliknya, bila kita tidak menghasilkan buah, kita akan dipotong dan dibuang (YOh. 15:1, 2, 5, 8, 16)

. Keselamatan oleh kasih karunia

Menghasilkan buah Roh meneguhkan keselamatan kita. Namun ini bukan bererti kita meremehkan karunia keselamatan melalui salib Kristus, atau mencoba menyangkal keyakinan dalam kebenaran melalui iman dan kembali ke masa Hukum Taurat. Kita perlu memahami bahawa iman benar tidak dapat dipisahkan dari perbuatan (Yak. 2:26). Dan dari iman benar muncullah perbuatan-perbuatan kasih (Gal. 5:6)

Orang yang ada di bawah kasih karunia tidak akan melakukan dosa, kerana ia dapat mempersembahkan dirinya sebagai hamba kebenaran sampai ia dikuduskan (Rm. 6:15-19)

Pada suatu ketika, murid-murid Yesus bertanya, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin” (Mat. 19:25-26). Ini bererti, walaupun tidak seorang pun dapat memperoleh keselamatan dengan usaha-usahanya sendiri, keselamatan menjadi mungkin kerana pertolongan Allah. Begitu juga, kita tidak dapat menghasilkan buah melalui usaha-usaha kita sendiri tetapi kita dapat melakukannya dengan kuasa Allah.

. Tinggal di dalam Yesus

Tuhan Yesus berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam AKu dan Aku di dalam dia, Ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa ” (Yoh. 15:5). Dengan kata lain, sebagai orang Kristian kita harus menempatkan Allah di pusat kehidupan kita dan dipimpin oleh RohNya ini mewajibkan kita untuk “tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh” (Rm. 8:4), dan dengan melakukan ini, kita akan menghasilkan banyak buah. Tuhan telah memberikan Roh Kudus kepada kita, yang merupakan “kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49), untuk memperbarui diri kita, sehingga kehidupan kita meninggalkanNya, kita tidak akan dapat mencapai apa pun. Kerana itu kita harus belajar dari Paulus yang dapat berkata dengan penuh keyakinan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp. 4:13)

. Apakah buah Roh?

Paulus menjelaskan, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” (Gal. 5:22-23). Di sini Paulus menggunakan kata Yunani karpos untuk menyebut “buah”, yang bererti “dalam bentuk tunggal, menunjukkan kesatuan karakter Tuhan yang dihasilkan di dalam diri mereka”1. Disebutkan dalam bentuk tunggal, kerana hanya ada satu Roh Kudus (I Kor. 12:4; Ef. 4:4) dan buahNya adalah sesuatu yang tunggal dan sempurna. Seperti lingkaran kasih karunia yang disebutkan dalm II Ptr. 1:5-7, segalanya bergantung pada seluruh bagian karunia seseorang yang dipenuhi Roh Kudus harus menghasilkan sembiln buah yang berbeda, tetapi satu buah dengan Sembilan sifar. Sifat-sidat ini dikelompokkan ke dalam tiga kategori untuk dibahas:

. Kasih, sukacita dan damai sejahtera

Kelompok ini mewakili sifat paling mendasar dalam seorang Kristian. Mereka dapat disamakan seperti bagian-bagian rumah, dan kasih adalah dasarnya, sukacita adalah lantai atasnya, dan damai sejahtera adalah atapnya. Dari dasar hingga atap, bagian-bagian rumah disatukan dengan erat untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang mendiaminya.
Kasih

​Istilah Yunani untuk “kasih” dalam Galatia. 5:22 adalah agape2 dan merupakan kata yang sama yang digunakan dalam I Korintus. 13. Kata ini menunjukkan kasih yang berasal dari Allah dan keluar dari iman mereka yang telah lahir di dalam Kristus. Dari kesembilan buah Roh, kasih adalah yang pertama. Ini menunjukkan bahawa sifat-sifat lain berkaitan erat dengan kasih.

​Mengasihi Allah dan manusia adalah rangkuman dan penggenapan Hukum Taurat dan kitab para nabi (Mat. 22:37-40; I Tim. 1:5; Rm. 13:10). Apabila kita melihat Sepuluh Perintah Allah, kita melihat bahawa empat Hukum pertama berhubungan dengan kasih kita kepada Allah, sementara enam sisanya adalah kasih kita kepada manusia. Dua prinsip ini saling berkaitan: seseorang yang mengasihi Allah akan mengasihi sesamanya manusia; dan ia yang mengasihi sesamanya akan mengasihi Allah (I Yoh. 4:20). Kasih menggabungkan seluruh sifat buah Roh dan merupakan “pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan” (Kol. 3:14). Kasih adalah symbol Kekristianan (Yoh. 13:35) dan bukti bahawa orang percaya itu telah melalui kematian dan telah dilahirkan kembali (I Yoh. 3:14). Alkitab mengatakan bahawa kasih menang terhadap penghakiman (Yak. 2:13; I Yoh. 4:17-18)

​Kasih yang paling mulia adalah kasih yang ditujukan kepada seorang musuh, dan memaklumi kesalahannya (Mat. 5:44; Luk. 23:34). Allah adalah kasih (I Yoh. 4:8) dan kasihNya adalah tingkah tertinggi yang dapat kita capai. Kasih ini mensyaratkan kita untuk mengasihi mereka yang benar, tetapi juga mereka yang tidak benar (Mat. 5:45) dan juga orang-orang berdosa (Kis. 10:35; Rm. 5:6-8). Paulus berkata, “Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Rm. 5:5). Kerana tu seseorang yang senantiasa dipenuhi Roh Kudus dapat mewujudkan kasih karunia Allah. Kita mempunyai contoh mulia yang dilakukan Stefanus, yang menjelang kematiannya mendoakan mereka yang membunuhnya agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka (Kis. 7:55, 60)

. Sukacita

​Kata yang digunakan untuk “sukacita” dalam Akitab adalah sinchah dalam bahawa Ibrani3 dan chara dalam bahasa Yunani4​.

​Di puncak kejayaannya, Raja Salomo mempunyai apa pun yang diinginkan matanya, memuaskan hatinya dengan segala macam kanikmatan (Pkh. 2:10). Kehidupan mewahnya tidak terukur. Namun saat ia mencapai usia lanjut, ia meratapi, “Siapa mencintai wang tidak akan puas dengan wang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia” (Pkh. 5:10). Salomo akhirnya menyedari bahawa sukacita yang didapat dari hal-hal materi sifatnya kosong dan sementara. Orang yang minum dari sumur Yakub akan haus kembali (Yoh. 4:13). Sebaliknya, sukacita yang datang dari Roh Kudus bersifat murni dan tidak sementara (Rm. 14:17; Yoh. 15:11). Roh Allah adalah seperti mata air hidup yang tidak pernah kering (Yoh. 4:14; 7:37-39)
​Alkitab mengajarkan bahawa sukacita dari Allah adalah kekuatan kita (Neh. 8:10). Kita dapat memperoleh sukacita ini dengan cara diurapi dengan “minyak sebagai tanda kesukaan”, yaitu Roh Kudus (Ibr. 1:9). Minyak ini tidak terpengaruh dengan keadaan-keadaan yang sulitm dan juga tidak redup kerana penderitaan (Rm. 5:3; I Tes. 1:6). Mereka yang mengalami sukacita rohani ini antara lain: para rasul, yang seringkali dianiayai kerana injil, tetapi bersukacita kerana mereka dianggap layak untuk menderita demi nama Tuhan (Kis. 5:40-41; 13:50-52); Pualus yang dipenjara dan dianiayai, tetapi dapat bersukacita dan memuji Allah (Kis. 16:25; Flp. 1:17-18)

​Musa, orang pilihan Allah, berdoa kepada Allah: “Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka” (Mzm. 90:15). Seperti Musa, kita harus memahami bahawa ketika Allah memberikan sukacitaNya kepada kita, kita akan terlindung dari ujian kehidupan.

. Damai sejahtera

​Kata “damai” dalam bahasa Ibrani adalah shalom dan melambangkan “kesempurnaan”, “kesehatan”5. Orang Yahudi menggunakan kata ini untuk memberkati orang lain.

​Kata Yunani eirene mengacu pada “hubungan yang harmonis antara manusia”, “hubungan yang harmonis antara Allah dan manusia, dicapai melalui injil”, dan hasil dari “ketenangan dan kesenangan”6.

​Alkitab menyebut Yesus Kristus sebagai “Raja Damai” (Yes. 9:6); dan injil yang Ia beritakan disebut sebagai “damai sejahtera” (Kis. 10:36; Ef. 2:17). Tugas Yesus adalah untuk mendamaikan: antara Allah dengan manusia dan antara sesama manusia (Ef. 2:13-19). Roh Kudus adalah Roh Kristus (Rm. 8:9) yang memberikan kesatuan antara sesama saudara di dalam ikatan damai sejahtera (Ef. 4:3; Yeh. 11:19). Ia menolong kita menjadi satu dalam tubuh Kristus, sehingga tidak ada lagi batasan dalam hal suku, golongan atau jenis kelamin (I Kor. 12:12-13; Gal. 3:27-28). Kerana itu, orang yang dipenuhi Roh Kudus dapat hidup dengan orang lain dan dengan Allah secara harmonis; ia tidak mengeluh atau menyimpan dendam. Apabila Roh Kudus diizinkan untuk memerintah di dalam hati seseorang, tidak ada lagi perpecahan atau perselisihan.

​Damai sejahtera yang ditawarkan Tuhan Yesus itu unik dan mulia; tidak berasal dari dunia dan melampaui pengertian manusia (Yoh. 14:26-27; Flp. 4:7). Yang Ia tawarkan adalah damai yang dapat memelihara orang-orang percaya di masa sulit dan penderitaan (Yoh. 16:33). Kita melihat pengaruh dari damai sejahtera ini pada pekerja-pekerja Allah di gereja para rasul: di dalam diri Srefanus, yang meminta Allah untuk mengampuni pembunuh-pembunuhnya (Kis. 7:55, 59-60); dalam diri Petrus, yang tidur dengan nyenyak walaupun dirantai dan dipenjara (Kis. 12:1-6); dan dalam diri Paulus, yang walaupun menghadapi bahaya di tengah laut, dapat menenangkan kawan-kawan seperjalanannya (Kis. 27:18-25)

. Kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan dan kelemahlembutan
Kategori kedua ini menunjukkan kasih kepada orang lain. Sifat-sifat ini menunjukkan bahawa seseorang yang mempunyai kasih, dapat bertahan dalam kepedihan, murah hati, dan melakukan kebaikan kepada mereka yang ingin mencelakainya. Orang yang mempunyai kasih dapat memperlakukan orang lain dengan tulus dan menghormati kewajibannya. Ia juga dapat berbicara dan bertingkah laku dengan kelemahlembutan dan tidak mudah dihasut.

. Kesabaran dan kemurahan

​Kesabaran dan kemurahan adalah sifat-sifat Allah (Kel. 34:6; Rm.2:4). Kita melihatNya dengan sabar menanggung dosa-dosa umat manusia- sampai-sampai ia mengutus AnakNya sendiri (Mzm. 103:8-13; Yoh. 3:16; Ef. 2:7)

​Kata Ibrani “kesabaran” berasal dari dua kata: arek, yang bererti “panjang”7, dan aph, yang bererti “penderitaan”, atau secara hurufiah bererti “hidung” atau “lubang hidung”8. Kiasan kidung ini sangat cerdas, kerana ini memperlihatkan sebuah gambaran mengambil nafas panjang yang berlawanan dengan nafas yang cepat dan terburu-buru saat seseorang mengalami kemarahan besar. Dalam Perjanjian Lama, kata ini digunakan untuk menjelaskan sifat Allah yang panjang sabar (Kel. 34:6; Neh. 9:17; Mzm. 86:15; Yoh. 2:13; Yun. 4:2; Nah. 1:3)

​Kata Yunani untuk kesabaran adalah makrothumia yang menandakan “sifat sabar”
dan “sabar”, dan berasal dari dua kata: markros, yang bererti “panjang”, dan thumos yang bererti “tabiat”9. Di Perjanjian Baru, kata ini digunakan untuk menjelaskan ketahanan Allah terhadap orang-orang berdosa (Rm. 2:4; 9:22; I Ptr. 3:20; II Ptr. 3:9, 15). Serupa dengan ini, adalah kata hupomene, yang bererti “sabar” dan “ketabahan” (II Kor. 6:4; 12:12; Kol. 1:11)10.

​Sebagai orang-orang Kristian, kita harus bersabar menghadapi tentangan. Kita dapat memperoleh keberanian dari contoh yang diteladankan Tuhan Yesus kepada kita (I Ptr. 2:19-24), yang mengajarkan kita untuk mengampuni tanpa syarat, seperti Allah mengampuni kita (Mat. 18:21-33). Kita mengalami banyak kejadian ketika orang lain salah faham kepada kita, memfitnah, bahkan menganiayai kita, tetapi apabila kita dipenuhi Roh Kudus, kita akan dapat menanggung semuanya ini. Alkitab mengingatkan, apabila kita panjang sabar, kita dapat menghindari perselisihan (Ams. 15:18)

​Kata “kemurahan” dalam bahasa Yunani disebut cherestotes, yang bererti “kebaikan hati” dan “kemurahan”11. Di berbagai bagian Alkitab, kata ini diterjemahkan sebagai “baik” (Rm. 3:12), “kemurahan” (Rm. 2:4; 12:2; Gal. 5:22) atau “murah hati” (I Kor. 13:4; II Kor. 6:6; Ef. 2:7; 4:32; Kol. 3:12; Tit. 3:$). Kata ini mengandung erti kasih sayang, belas kasihan, dan maksud yang baik. Kemurahan adalah sifat yang memperlakukan tetangga kita dengan tenggang rasa dan menawarkan pertolongan saat dibutuhkan. “Tetangga” ini biasa berupa seseorang yang sedang kesepian, sedang lemah, atau menderita (Luk. 10:27-37). Alkitab mendorong kita untuk “bersukacita dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis” (Rm. 12:15) dan juga “mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya” (Rm. 15:2)

​Kesabaran dan kemurahan adalah cara terbaik melawan musuh-musuh kita. Paulus mengingatkan kita, agar tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (Rm. 12:17-21). Kerana itu, kita harus berjuang untuk menjadi sabar di tengah tentangan-tentangan dan menggunakan kemurahan untuk menghadapi musuh kita. Seperti Bapa kita di Syurga yang murah hati, bahkan kepada mereka yang jahat (Luk. 6:35), kita siajarkan untuk menerima musuh kita dengan makanan dan minuman, dan dengan demikian menaruh bara api ke atas kepala mereka (Rm. 12:20). Dengan kata lain, kemurahan mempunyai kuasa untuk memutarbalikkan musuh.

. Kebaikan

​Kata Ibrani untuk “kebaikan” adalah towb12. Di dalam Perjanjian Lama, kata ini bererti “balas kasihan” atau “anugerah” (Kel. 18:9; Mzm. 13:6; Yer. 31:14; Hos. 3:5). Kata Yunaninya, agathosune, bererti “baik” atau “sifat baik” (Rm. 15:14; Ef. 5:9; II Tes. 1:11)13. Walaupun kebaikan (chrestotes) dapat dilihat sebagai sifat baik kepada orang lain, kebaikan (agathosune) merujuk pada tindakan kebaikan yang sesungguhnya.

​Seringkali kita mempunyai pandangan keliru bahawa injil hanya dimaksudkan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Kebutuhan orang seringkali menjadi terabaikan, atau setidaknya, kita tangani hampir-hampir sebagai selingan. Namun kita perlu memahami bahawa injil juga mengajarkan kita tentang kebaikan (Rm. 12:9-10, 13; I Tes. 5:15; I Tim. 6:18; Tit. 2:14) yang bererti memperhatikan kebutuhan orang-orang miskin di antara kita (I Yoh, 3:17). Contoh yang dapat kita telandani adalah Dorkas, yang hidupnya penuh dengan perbuatan baik dan amal (Kis. 9:36-38). Paulus juga mengingatkan kita, bahawa bila kita tidak jemu-jemu berbuat baik, kita akan memperoleh berkat (Gal. 6:9-10)

​Sebelum Paulus dilahirkan dalam Kristus, ia berkata bahawa tidak ada yang baik di dalam dirinya. Ia seringkali ingin berbuat baik, tetapi tidak mampu melakukannya (Rm. 7:18). Tetapi setelah menjadi milik Kristus, ia berubah, kerana ia menetapkan hati untuk berjalan sesuai dengan kehendak Roh (Rm. 8:1-4). Kebaikan adalah sifat ilahi; tidak seorang pun yang baik, selain Allah (Mrk. 10:17-18). Tetapi dengan hidup baru melalui Dia, kita juga dapat mewujudkan kebaikanNya.

. Kesetiaan

​Dalam Perjanjian Lama, kita menemukan kata Ibrani untuk menyebutkan “kesetiaan”, yaitu emunah (Ul. 32:4; Mzm. 33:4; Hab. 2:4) yang bererti “kebenaran”14. Kata Yunaninya adalah pritis yang bererti “keyakinan ”(Kis. 17:31),“iman” (Rm. 14:22; Ibr. 11:1) dan “setia” (Mat. 23:23; Tit. 2:10)15.
​Yesaya menubuatkan kesetiaan Yesus kepada umat manusia: “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya” (Yes. 42:3). Ayat ini menjelaskan keyakinan Yesus dalam kemampuan umatNya untuk bertobat dan berbaik kepadaNya. Ini didasarkan pada kasih sayang yang dijelaskan oleh Paulus, yang menanggung segala sesuatu dan percaya segala sesuatu (I Kor. 13:7). Allah disebutkan sebagai Dia yang memegang janjiNya dan menyirami kita dengan kasihNya yang senantiasa; walaupun kita tidak setia, tetapi Ia tetap setia (II Tim. 2:13; Rm. 3:3-4; II Kor. 1:18-22). Kita dapat belajar banyak dari sifat Allah: dapat dipercaya, dapat diandalkan, dan bertanggungjawab pada kewajiban kita kepada Allah dan sesama manusia.

. Kelemahlembutan

​Kata Ibrani untuk “kelemahlembutan” adalah ani, yang ertinya “miskin” (Ayb. 24:4; Mzm. 9:12, 18; Amo. 8:4) atau “rendah hati” (Mzm. 22:26; Ams. 3:34; Yes. 11:4; Zef. 2:3)16. Ani dalam Yesaya. 61:1 mencakup kedua erti ini. Kata Yunani untuk “kelemahlembutan” adalah praotes (I Kor.4:21; Gal. 5:23; Ef. 4:2; Kol. 3:12; Tit. 3:2)17

​Kelemahlembutan seringkali dikelirukan dengan tanda kelemahan atau tindakan pasif. Sebenarnya dibutuhkan kekuatan karakter dan pengendalian diri yang besar untuk melakukan kelemahlembutan (Ams. 16:32). Tuhan Yesus dan Musa merupakan contohnya walaupun mereka lemah lembut dan rendah hati (Bil. 12:3; Mat. 11:29), mereka juga mempunyai keteguhan untuk bertahan saat diperlakukan tidak adil (I Ptr. 2:23; Ibr. 11:26) dan mempunyai kekuatan hati untuk menegakkan kebenaran (Yoh. 2:13-16; Kel. 32:19-21)

​Alkitab menyebutkan berkat-berkat yang menantikan mereka yang lemah lembut. Disebutkan mereka akan: memiliki bumi (Mat. 5:5); mendapatkan ketenangan (Mat. 11:29); menerima injil (Yes. 61:1); mendapatkan firman yang tertanam di dalam hati (Yak. 1:21); mendapatkan kasih Allah (Ams. 3:34); mendapatkan tuntunanNya (Mzm. 25:9) (Mzm. 147:6); ditinggikan (Mzm. 147:6); dan diselamatkan di saat-saat penindasan (Mzm. 76:9)

​Sifat lemah lembut berasal dari kasih (I Kor. 13:5, 7) dan memungkinkan kita mengegur orang lain dengan rendah hati saat mereka melawan kebenaran, dan mendesak mereka untuk bertobat dan menghindari jerat Iblis (II Tim. 2:25-26). Kelemahlembutan juga merupakan sifat yang kita perlukan untuk membawa kembali saudara-saudari yang telah melakukan pelanggaran, menggenapi hukum Kristus (Gal. 6:1-2). Kelemahlembutan adalah tanda seorang Kristian yang saleh (Gal. 5:23; Ef. 4:2; Kol. 3:12; I Tim. 6:11; Tit. 3:2-3) dan sifat yang berharga di mata Allah (I Ptr. 3:4)

. Penguasaan diri

Ini adalah buah Roh Kudus yang terakhir. Kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan dan kelemahlembutan adalah cara-cara mengarahkan kasih kepada orang lain, penguasaan diri adalah tindakan kasih yang diarahkan kepada diri sendiri. Mengasihi orang lain itu penting, tetapi begitu juga mengasihi diri sendiri; dan keduanya menunjukkan kasih kepada Allah. Kita dapat mengasihi diri kita dengan menyedari bahawa tubuh kita adalah bait Roh Kudus- tubuh ini bukan lagi milik kita kerana kita telah dibeli dengan harga yang amat mahal (I Kor. 6:19-20). Jadi kita harus menghargai tubuh kita dengan melakukan penguasaan diri dalam segala hal.

Kata bahasa Yunani untuk “penguasaan diri” adalah egkrateia, yang berasal dari asal kata kratos, yang bererti kekuatan18. Erti kedua ini menunjukkan keberadaan kekuatan, bukannya penggunaan. Egkrateia juga bererti “berkepala dingin” (Kis. 24:25; Gal. 5:23; II Ptr. 1:6). Lawan katanya adalah akrates (II Tim. 3:3) yang bererti “tanpa kekuatan” dan “tidak mampu memerintah nafsu sendiri”19.

Penguasaan diri berasal dari keputusan pribadi yang diilhamkan Roh Kudus. Hanya dengan kuasa Rohlah seseorang dapat mengalahkan, contohnya, kebiasaan buruk. Kerana itu seseorang yang dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus dapat melakukan penguasaan diri. Menguasai diri adalah mengekang hawa nafsu pribadi. Kata “kalau mereka tidak dapat menguasai diri” dalam I Korintus. 7:9 dapat disebutkan sebagai, “kalau mereka tidak dapat mengekang diri”.

Mempunyai penguasaan diri juga bererti menguasai perasaan. Kita dapat melihat contoh kata “menahan hatinya” dalam Kejadian. 43:31 saat Yusuf mendalikan perasaannya kepada saudara-saudaranya (ayat. 30). Kita juga membaca tentang Haman yang dipenuhi kebencian terhadap Mordekhai, tetapi “menahan hatinya” dari rasa marah dan pulang ke rumah (Est. 5:9-10)

Cara kita hidup itu penting, termasuk pilihan-pilihan yang kita lakukan. Kita dapat memilik untuk jatuh ke dalam kelemahan-kelemahan kita, atau kita dapat mengalahkannya. Menghadapi tentangan meminum cawan yang pahit, atau menyerah kepada rasa takutNya, Tuhan Yesus memilih untuk menyerahkan diri kepada kehendak Allah Bapa (Mat. 16:23; 26:39). Paulus juga mempunyai pengumulan pribadi, tetapi ia menetapkan hati untuk melatih tubuhnya dan menaklukkannya sehingga ia dapat mempersembahkannya sebagai hamba kebenaran (I Kor. 9:27; ref Rm. 6:17-20)

. Ikhtisar

Kesimpulannya, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri, adalah Sembilan sifat buah Roh Kudus. Apabila dipenuhi Roh Kudus, kita dapat hidup di dalam Roh dan menghasilkan buah rohani untuk memuliakan Tuhan (Yoh. 15:5; I Kor. 12:12-13; Gal. 5:25)

13.4 Bagaimana kita dapat dipenuhi Roh Kudus?

​Kita telah melihat definisi kepenuhan Roh Kudus, dan juga pengaruh-pengaruhnya. Selanjutnya kita akan melihat bagaimana kita memperoleh kepenuhan Roh Kudus.

13.4.1 Haus akan Roh Kudus

​Allah berjanji kepada bangsa Isreal melalui Nabi Yesaya,”Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh Ku ke atas keturunanmu, dan berkatKu ke atas anak cucumu” (Yes. 44:3). Saat melayani di bumi, Yesus menyatakan, “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yoh. 7:37-38)

​Orang yang tiak mempunyai Roh Kudus tentu mengenal perasaan haus rohani. Hati yang terjadi kerana ketiadaan damai dan sukacita sejati. Seseorang dapat memperoleh berbagai kelimpahan misteri dan kenikmatan, tetapi seperti minum dari sumur Yakub, semua ini tidak dapat memuaskan dirinua, dan ia akan merasa haus lagi (Yoh. 4:13). Begitu juga, orang yang telah menerima baptisan Roh Kudus, tetapi tidak hidup seturut dengan Roh, akan haus kembali; dan ia akn merasakan bahawa ada sesuatu yang kurang. Bila kita ingin dipenuhi Roh Kudus, kita harus waspada dengan tanda-tanda rasa haus rohani dan melakukan sesuatu untuk mencegahnya.

​Tuhan Yesus mendorong kita, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Mat. 7:7). Di sini, Yesus menyebutkan tiga tindakan: berdoa, mencari, dan mengetuk. Dalam perumpamaan sahabat yang meminta roti di tengah malam, kita belajar bahawa orang itu menerima roti yang ia butuhkan kerana ia memohon dengan tidak jemu-jemu (Luk. 11:5-8). Pengajarannya, kita harus berdoa dengan sikap yang mencerminkan keinginan yang amat sangat. Allah tidak akan memberikan RohNya kepada mereka yang tidak mempunyai hati untuk menerima Dia (ref. Mat. 7:6)

​Kita perlu mengetahui bahawa baptisan Roh Kudus adalah sebuah janji: “Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Syurga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya” (Luk. 11:13). Bila kita belum menerima Roh Kudus, kita harus terus berdoa dengan iman, percaya dengan tanpa keraguaan bahawa Allah akan mengabulkan permohonan kita pada waktunya. Kita perlu mengingat bahawa Allah datang ke dunia agar kita semua mempunyai kesempatan untuk hidup berkelimpahan (Yoh. 10:10)- sebuah kehidupan yang dimungkinkan melalui baptisan dan kepenuhan Roh Kudus (Yoh. 4:14; 7:38)

​Sejak hari Pentakosta, ketika gereja mula-mula mulai berkembang dengan pesat, Iblis melakukan dengan segala upaya untuk merusak pelayanan ini dengan menggunakan pemimpin-pemimpin Yahudi untuk menolak kebenaran. Para rasul menjawabnya dengan giat berdoa, dan dalam satu hati: “Dan sekarang, ya, Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hambaMu keberanian untuk memberitakan firmanMu. Ulurkanlah tanganMu untuk menyembuhkan orang dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, HambaMu yang kudus” (Kis. 4:29-30). Hasilnya, Allah memenuhi mereka dengan Roh Kudus sehingga mereka dapat memberitakan firmanNya dengan berani (Kis. 4:31). Di sini terdapat pelajaran bagi gereja benar pada hari ini: kita harus menginginkan dengan tulus kepenuhan Roh Kudus, seperti pekerja-pekerja di masa para rasul. Kita harus berdoa memohon kuasa Allah, agar kita dapat mengalahkan rencana Iblis, dan dapat menyatakan injil dengan berani.

​Saat Yesus mengucapkan ucapan-ucapan kebahagiaan, Yesus menunjukkan hal tertentu saat mengajar: “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, kerana mereka akan dipuaskan” (Mat. 5:6) FirmanNya menantang kita untuk menghindari rasa puas diri dalam kehidupan rohani kita, dan juga mendorong kita untuk merindukan kebenaran Allah. Ajaran ini mengingatkan kita agar tidak mencontoh jemaat Gereja Laodikia, yang menganggap diri mereka kaya dan tidak kekurangan, tidak menyedari bahawa mereka sebenarnya melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang di mata Allah. Mereka dijelaskan sebagai orang-orang yang suam-suam kuku- tidak dingin dan tidak panas- sehingga mereka akan dimuntahkan (Why. 3:14-17)

​Kerinduan kita kepada Allah haruslah seperti yang digambarkan oleh Pemazmur- seperti seekor rusa yang merindukan sungai (Mzm. 42:1). Apabila kita merindukan Allah dengan hati seperti ini, kita akan menyentuhNya, dan Ia akan melegakan rasa haus kita dengan kepenuhan Roh Kudus.

13.4.2 Meninggalkan kejahatan

​Sebelum umat pilihan Perjanjian Lama memasuki Tanah Kanaan, Allah berbicara kepada mereka melalui Musa, di dekat Sungai Yordan di daratan Moab:

Apabila kamu menyeberangi sungai Yordan ke Tanah Kanaan, maka haruslah kamu menghalau semua penduduk negeri itu dari depanmu dan membinasakan segala batu berukir kepunyaan mereka; juga haruslah kamu membinasakan segala patung tuangan mereka dan memusnahkan segala bukti pengorbanan mereka… Tetapi jika kamu tidak menghalau penduduk negeri itu dari depanmu, maka orang-orang yang kamu tinggalkan hidup dari mereka akan menjadi seperti selumber di matamu dan seperti duri yang menusuk lambungmu, dan mereka akan menyesatkan kamu di negeri yang kamu diami itu.
​​​​​​​​Bilangan. 33:51-52, 55

​Allah berkata kepada mereka untuk mengusir bangsa-bangsa yang berdiam di Tanah Kanaan: orang-orang Het, Girgasi, Amori, Kanaan, Feris, Hewi dan Yebus- tujuh bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripada bangsa Isreal (Ul. 7:1-3). Setelah Musa wafat, Yosua meneruskan tugas ini. Ia memimpin bangsa Isreal menyeberangi sungai Yordan dank e perbatasan Kanaan (Yos. 1:1-9; 3:14-17). Allah menunjukkan bahawa Ia menyertai mereka, dan akibatnya semangat bangsa itu menjadi sangat tinggi. Belakangan mereka bahkan tidak perlu turun tangan dalam pertempuran untuk mengalahkan Yerikho- yang perlu mereka lakukan hanyalah berseru-seru dengan nyaring (Yoh. 6:1-21). Dengan Allah di sisi mereka, tidak ada yang dapat menentang mereka. Kalau saja mereka terus mengikuti perintah Allah, mereka tentu telah membasmi seluruh tujuh bangsa Kanaan yang kuat. Sayangnya, sejarah memperlihatkan kepada kita bahawa mereka tidak menuruti perintah Allah, dan tidak membasmi musuh-musuh mereka sepenuhnya (Ul. 7:2; 20:16; Yos. 13:13; 15:63; 16:10)

​Ketika Yosua sudah lanjut usia, ia mengingatkan bangsa Isreal:

Dan Tuhan, Allahmu, Dialah yang akan mengusir dan menghalau mereka dari depanmu, sehingga kamu menduduki negeri mereka, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu. Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri, dan supaya kamu jangan bergaul dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu itu, serta mengakui nama Allah mereka da bersumpah demi nama itu, dan beribadah atau sujud menyembah kepada mereka. Tetapi kamu harus berpaut pada Tuhan, Allahmu, seperti yang kamu lakukan sampai sekarang. Bukankah Tuhan telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorangpun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang. Satu orang saja daripada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab Tuhan Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjiNya kepadamu. Maka demi nyawamu bertekunlah mengasihi Tuhan, Allahmu. Sebab jika kamu berbaik dari berpaut kepada sisa bangsa-bangsa ini yang masih tinggal di antara kamu, kahwin-mengahwin dengan mereka serta bergaul dengan mereka dan mereka dengan kamu, maka ketahuilah dengan sesungguhnya, bahawa Tuhan, Allahmu tidak akan menghalau lagi bangsa-bangsaitu dari depanmu. Tetapi mereka akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada lembungmu dan duri di matamu, sampai kamu binasa dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu
​​​​​​​​​Yosua. 23:5-13

​Namun ketamakan dan hasrat bangsa Isreal akan kenikmatan terlalu besar untuk mereka hadapi. Mereka terus membiarkan hidup bangsa-bangsa Kanaan dan bahkan saling kahwin-mengahwin dengan mereka (Hak. 1:19, 21, 28-31; 31:1-6). Maka peringatan itu menjadi kenyataan: sisa-sisa bangsa Kanaan menjadi duri-duri dan onak yang memedihkan bagi bangsa Isreal untuk selama-lamanya (Hak. 1:34; 2:1-5; ref. Yeh. 28:24)

​Bangsa Isreal di Perjanjian Lama menggambarkan umat pilihan di dalam Perjanjian Baru (Ul. 14:2; Yoh. 15:19). Tanah Kanaan dapat disamakan seperti hati kita, dan bangsa-bangsa Kanaan adalah hawa nafsu kita. Perjanjian iman kita seringkali seperti sebuah pertempuran panjang yang senantiasa terjadi (Ef. 6:12; Ibr. 12:4) dan musuh terbesar kita adalah hawa nafsu kita sendiri (Gal, 5:17). Apabila kita berkomproni dan tidak menyalibkan semuanya ini di kayu salib, mereka akan menjadi duri dan onak bagi kita, menjadi momok bagi kita, sampai akhirnya mereka menghancurkan kita (Rm. 8:6a, 13a). Alkitab mengingatkan kita bahawa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan, jadi kita tidak boleh membiarkan sedikit pun dosa tetap tinggal I dalam hati kita (Pkh. 10:1; I Kor. 5:6): kita harus membuang mereka dengan bersandar pada Roh Kudus. Dengan demikian, barulah kita menang sepenuhnya (I Kor. 9:27; Rm. 8:13b; Gal. 5:16)

13.4.3 Pertobatan

​Tidak ada orang yang dapat mengaku sempurna (Mat. 19:17). Penatua Yakobus berkata, bahawa kita semua melakukan kesalahan, terutama dalam perkataan (Yak. 3:2). Walaupun kita berusaha bersandar Roh Kudus, kadang-kadang kita lemah dan rentan terhadao dosa. Tetapi yang menentukan adalah apakah kita melakukan dosa dengan sengaja, dan apakah kita mahu bertobat. Kita mengetahui bahawa Allah adalah Allah yang cemburu (Kel. 34:14). Jadi apabila kita meminta kepenuhan Roh Kudus, tetapi tetap hidup di dalam dosa, Ia tidak akan mendengar doa-doa kita (Mzm. 66:18). Namun apabila pada waktu kita menyedari kita telah berbuat dosa, kemudian kita mengaku dan bertekad untuk berubah dan kembali kepada Allah, Ia akan berbelas kasihan kepada kita (Ayb. 22:23; Ams. 28:13). Alkitab berkata, “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” (Mzm. 34:18)

​Penulis Kitab Amsal berbicara tentang panggilan hikmat kepada semua orang yang bersedia mendengarnya: “Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu ”(Ams. 1:23). Di sini, “Hikmat” adalah sebuah kiasan Yesus Kristus (Ams. 8:22-30), yang berjanji untuk mencurahkan Roh KudusNya kepada mereka yang berbalik mendengar teguranNya. Dan saat kita berbalik, kita dapat belajar dari doa Daud:

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sedar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Janganlah membuang aku dari hadapanMu, dan janganlah mengambil rohMu yang kudus daripadaku!
​​​​​​​​​Mazmur. 51:1-3, 11

​Paulus berkata, “Janganlah padamkan Roh” (I Tes. 5:19). Di sini kata “padamkan” berkaitan dengan memadamkan api; kata yang sama digunakan dalam Matius. 12:20. Api adalah lambang Roh Kudus. Kerana itu Ia disebut “Roh yang membakar” (Yes. 4:3-4). Roh Kudus mempunyai kuasa untuk membuang kenajisan gereja dan menguduskannya. Ia membakar di dalam diri jemaat, mendesak mereka untuk bertobat dan meninggalkan dosa. Kerana itu, kita harus berjaga-jaga dengan bahaya dosa, sesepele apa pun dosa itu. Kita tidak boleh membiarkan diri kita mencapai titik saat kita tidak lagi dapat bertobat; bila itu terjadi, maka kita akan memadamkan Roh Kudus, dan dosa akan berakar kembali di dalam diri kita.

​Setelah kejatuhan umat manusia ke dalam dosa, manusia kehilangan sifat Allah, bersama dengan harkat moralNya. Manusia akhirnya melakuakn dosa yang lebih berat. Bahkan anak-anak Allah pun mengikuti arus dunia (Kej. 4:8; 19-24; 6:1-4). Sampai pada akhirnya Allah tidak tahan lagi dan berkata, “RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, kerana manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja” (Kej. 6:3). Kata-kataNya ini menunjukkan bahawa sebelum kejatuhan moral manusia, api Roh Kudus telah membakar di dalam hati anak-anak Allah. Tetapi krana mereka lebih memilih mengikuti jejak orang-orang dunia, mereka memadamkan Roh Kudus. Maka Allah meninggalkan mereka untuk tenggelam dalam hawa nafsu mereka.

​Pelajaran bagi orang-orang percaya hari ini adalah, agar kita mengerti bahawa Allah itu kudus, dan Ia menghendaki agar kita kudus (I Ptr. 1:14-16). Kerana itu kita tidak boleh mengikuti orang-orang dunia yang tidak mengenal Allah dan mengikuti keinginan daging dengan bebas (II Kor. 6:14-18; I Tes. 4:3-7). Lebih lagi, kita harus menyedari bahawa apabila kita mulai meninggalkan Allah, api Roh Kudus akan membakar di dalam diri kita untuk mengusir segala kenajisan (ref. 1:25). Tetapi apabila kita dengan keras kepala tidak mahu bertobat, kita akan memadamkan api ini, dan Roh Allah akan meninggalkan kita.

13.4.4 Ketaatan

​Paulus menyebutkan Gereja Korintus sebagai “bait Roh Kudus” (I Kor. 6:19) kerana jemaatnya telah menerima baptisan air melalui Roh dan telah minum dari Roh (I Kor. 12:13). Namun Paulus menegur mereka tentang hal ini: mereka tidak dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga mereka tidak mampu hidup dalam kepenuhan Roh. Mereka masih menjadi milik daging dan kanak-kanak di dalam Kristus, kerana adanya iri hati dan perselisihan di antara mereka. Rohani mereka belum bertumbuh dan tidak mewujudkan gambar dan rupa Kristus. Paulus menunjukkan bahawa mereka tidak lebih baik dengan orang-orang yang tidak percaya (I Kor. 3:1-3)

​Keadaan Gereja Korintus memastikan kenyataan bahawa menerima baptisan Roh Kudus dan dipenuhi Roh Kudus adalah dua hal yang berbeda. Hari ini, ada orang-orang Kristian yang rohani tidak dewasa (Ef. 4:13). Bukannya menuruti kehendak Roh Kudus, mereka mengikuti keinginan daging dan fikiran mereka (Ef. 2:3). Allah menyesali orang-orang demikian, “tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu” (Yes. 48:4). Ketaatan kepada Allah adalah sebuah syarat menerima Roh Kudus (Kis. 5:32) dan juga untuk mendapatkan kepenuhanNya.

​Walaupun Yesus adalah Allah yang menjadi manusia (I Tim. 3:16). Ia masih harus belajar untuk taat. Di malam Ia ditangkap, Ia berdoa di Taman Getsemani untuk diluputkan dari penderitaan di kayu salib: “Ya BapaKu, jikalau Engkau mahu, ambillah cawan ini daripadaKu; tetapi bukanlah kehendaKu, melainkan kehendakMu yang terjadi” (Luk. 22:42). Yesus memahami sifat cawan ini: Ia akan menjadi Anak Domba Paskah yang akan dikorbankan (Kel. 12:1-9; I Kor. 5:7). Ia menyedari penderitaan yang harus ia jalani, kerana Kitab Suci telah lama menubuatkan:

Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku; kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku.
​​​​​​​​​Mazmur. 22:14-15

​Walaupun mengetahui kemalangan yang menantikanNya, Yesus tetap turut pada kehendak Allah. Ia berdoa, “bukanlah kehendakKu, melainkan kehendaMulah yang terjadi” . Ini adalah sebuah titik balik – Ia bertekad untuk tunduk pada kehendak Allah, walaupun itu bererti ia harus mati di kayu salib (Flp. 2:8). Allah menjawabnya dengan mengutus seorang malaikat untuk menguatkanNya (Luk. 22:43) Dari catatan Alkitab, kita mengetahui apabila kita mengambil keputusan untuk menuruti kehendak Allah, Ia memberikan cukup kekuatan untuk menjalaninya.

​Sebelum Paulus datang kepada Kristus, ia adalah manusia yang dibelenggu oleh dosa. Tetapi setelah ia dilahirkan kembali, ia dibebaskan dari kuasa dosa dan maut, dan menjadi manusia baru. Paulus juga menerima kekuatan dengan dipenuhi Roh Kudus untuk seterusnya dapat hidup dalam kemenangan (Kis. 9:17; Rm. 8:1-2; Flp. 4:13). Kerana itu, ia mengajarkan kita agar “hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging” (Gal. 5:16). Ia juga mendorong kita untuk meneladaninya, seperti ia meneladani Kristus (I Kor. 11:1) dalam melakua segala sesuatu untuk kemuliaan Allah.

​Umat manusia mempunyai dua pilihan yang dapat diikuti: Adam atau Kristus (I Kor. 15:22). Mereka yang mengikuti Adam, adalah milik dunia, memberontak melawan Allah, menuruti si jahat, dan tidak mempunyai kehidupan rohani (Kej. 2:17; 3:22-24; I Yoh. 5:19). Sebaliknya mereka yang mengikuti Kristus, bebas dari dosa dan belenggu si jahat, dan telah melalui kematian ke dalam kehidupan (Rm. 8:1-2; Yoh. 5:24; II Kor. 3:17)

13.4.5 Ketekunan

​Tuhan Yesus berkata, “Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Syurga diserong dan orang yang menyerongnya mencuba menguasainya” (Mat. 11:12). Kata-kata ini mengingatkan kita bahawa kita harus melalui banyak kesusahan agar dapat masuk kerajaan Allah (Kis. 14:22). Kerana itu kita harus berjuang untuk terus menerus dipenuhi Roh Kudus. Ia juga berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk kerajaan Allah” (Luk. 9:62). Jadi, apabila kita ingin masuk ke dalam kerajaan Syurga, kita harus meninggalkan segala hal duniawi (I Yoh. 2:15-17)

​Apabila kita menyedari bahawa tidak ada hal yang lebih penting daripada kerajaan Syurga, kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mengejarnya. Paulus mempunyai pemahaman ini dan yakin bahawa suatu hari ia akan dapat masuk ke dalam kerajaan Syurga (II Tim. 4:18). Ia berkata bahawa ia melupakan apa yang ada di belakangnya dan terus mendorong ke depan untuk mencapai tujuan, seperti seorang atlet yang berlari untuk mendapatkan piala (Flp. 3:13-14; I Kor. 9:24). Seluruh hidupnya dipenuhi Roh: ia meniru Kristus, berjuang dengan baik, menyelesaikan pertandingan, dan memelihara iman (Rm. 8:1-2; Gal. 5:16; I Kor. 11:1; II Tim. 4:7-8). Paulus juga membicarakan tentang pentingnya mengenakan perlengkapan senjata Allah, yang di antaranya termasuk baju zirah (Ef. 6:11-17). Sebagai tentera Kristus yang ada di barisan penyerang, kita harus berbaris ke depan untuk mencapai kemenangan, dan tidak mundur, agar tidak dikalahkan oleh Iblis.

​Dalam Alkitab, kita melihat contoh orang-orang yang melangkah maju ke depan dan mereka yang melangkap mundur-masing-masing memperoleh hasil yang sangat berbeda:
• Abraham dan keluarganya meninggalkan tanah kelahiran mereka untuk mencari tempat yang lebih baik. Walaupun secara fisik Abraham tifak pernah menerima apa yang dijanjikan kepadanya, ia melihatnya dari kejauhan dan memelihara keyakinannya hingga hari kematiaannya (Ibr. 11:13-16)
• Lut tinggal dalam kehidupan yang mewah di Kota Sodom. Saat malaikat mendesaknya untuk menyelamatkan diri, ia merasa ragu, sehingga malaikat itu harus menyeretnya dan keluarganya. Namun bahkan saat meninggalkan kota, isteri Lut melihat belakang dan menjadi tiang garam (Kej. 19:15-17, 26)
• Bangsa Isreal meninggalkan Mesir untuk pergi ke Tanah Kanaan, daerah yang dialiri susu dan madu. Tapi di padang belantara, mereka memberontak melawan Musa dan mengingini kenikmatan-kenikmatan Mesir yang dahulu mereka tinggalkan (Kis. 7:39; Kel. 16:2-3; Bil. 11:4-6). Akibatnya, Allah mencegah generasi itu masuk ke dalam tanah perjanjian (Bil. 14:22-23). Selain Yosua, Kaleb dan Suku Lewi (Bil. 14:30)

Contoh-contoh ini mengingatkan kita akan perlunya mengikuti Tuhan sepenuh hati, apabila kita hendak pergi ke Syurga. Kita harus siap menanggung kesusahan, meninggalkan segala hal, dan maju ke depan (Luk. 9:57-62). Kita dapat melakukan ini semua hanya bila kita senantiasa dipenuhi Roh Kudus. TanpaNya, kita tidak dapat mencapai tujuan syurgawi kita (Mat. 7:21-23)

Penatua Yohanes berkata, “Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari Syurga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” (Why. 21:2). Yerusalem ini bukanlah kota di dunia, kerana dunia akan segera dihancurkan. Namun ini adalah Yerusalem Syurgawi yang turun dari Syurga. Malaikat menunjukkan bahawa kota suci ini adalah memperlai perempuan, isteri Anak Domba (Why. 21:9-10). Penglihatan ini mengingatkan kita akan perkataan Paulus, yang mengatakan bahawa gereja adalah Yerusalem dari atas, mempelai perempuan Kristus (Gal. 4:25-26; Ef. 5:31-32). Ini adalah gereja benar, yang suatu hari nanti akan dinikahkan dengan Kristus dan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya. Sekarang gereja benar harus mempersiapkan dirinya untuk diperlengkapi seutuhnya- kudus dan tanpa cela- dan mengenakan pakaian lenan yang halus, yaitu perbuatan-perbuatan kebenaran (Ef. 5:26-27; Why. 19:7-8)

Penatua Yohanes melihat penglihatan gereja benar ini- sebuah gereja yang senantiasa dipenuhi Roh Kudus, sempurna dan tanpa cacat cela (I Tes. 3:12-13). Saat kita merenungkan gambaran ini, tak pelak lagi kita akan membandingkannya dengan kenyataan gereja sekarang sehingga kita menyedari betapa jauhnya perjalanan yang masih harus kita tempuh. Kerana itu, kita semua harus bersikeras untuk dipenuhi Roh Kudus, agar kita senantiasa diperbarui dan mengenakan sifat yang baru, yaitu kebenaran benar dan kekudusan (Ef. 4:23-24). Hanya bila demikianlah, kita dapat menantikan kedatangan Tuhan kita yang kedua kalinya dengan percaya diri dan pengharapan yang penuh dengan sukacita.

Pertanyaan ulasan

1. Jelaskan tentang kepenuhan Roh Kudus
2. Tuliskan rangkuman akibat dari kepenuhan Roh Kudus.
3. Tuliskan rangkuman syarat-syarat kepenuhan Roh Kudus.

_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

1. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver. Thomas Nelson Publishers, 1985). G2590
2. Ibid. G26
3. The Complete Word Study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994)H8057
4. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository VDictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G5479
5. The Complete Word study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994). H7965
6. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr. William, Vine’s Complete Expository Vancouver of old and New Testament Words (Nashiville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985) G1515
7. The Complete Word Study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994)H 750
8. Ibid H639
9. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver. Thomas Nelson Publishers, 1985). G 3115
10. Ibid G5281
11. Ibid G5544
12. The Complete Word study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994). H2896
13. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository VDictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G19
14. The Complete Word study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994). H530
15. The Complete Word study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994). G4102
16. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository VDictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G4240
17. Ibid G4240
18. The Complete Word study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994). G1466
19. Ibid. G193
20.

Bab 12 Menerima Roh Kudus

12.1 Pendahuluan

​Kitab Kisah Para Rasul memberikan catatan dramatis tentang pencurahan Roh Kudus yang pertama pada gereja mula-mula:

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan nampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung kerana mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran… Tetapi orang lain menyindir:”Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 2:1-7, 13

​Kemudian Petrus dengan berani berdiri di hadapan kerumuman orang yang terheran-heran untuk menjelaskan kepada mereka bahawa apa yang sedang mereka lihat adalah penggenapan nubuat Nabi Yoel:

Akan terjadi pada hari-hari terakhir- demikianlah firman Allah- bahawa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hambaKu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
​​​​​​Kisah Para Rasul. 2:17-18; ref Yoel. 2:28-29

​Selanjutnya Petrus menyatakan, “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita” (Kis. 2:39)

​Catatan Alkitab ini menjelaskan bahawa kedatangan Roh Kudus telah lama dinubuatkan, dan penggenapannya dimulai pada hari Pentakosta. Hari ini, janji ini berlaku untuk semua orang kerana Paulus berkata,”Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, mahupun orang Yunani, baik budak, mahupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh” (I Kor. 12:13)

​Pada bab ini, kita akan melihat apa yang diajarkan Alkitab untuk memperoleh janji ini.

12.2 Menemukan Roh Kudus di Gereja Benar

​Dari catatan berbeda dalam Alkitab, kita mengetahui perlunya mendapatkan baptisan Roh Kudus, khususnya di gereja benar Allah.

12.2.1 Menanti di Yerusalem

​Sebelum ia naik ke Syurga, Yesus memerintahkan murid-muridNya, “Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49). “Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang- demikian kataNya-” telah kamu dengar daripadaKu. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” (Kis. 1:4-5). Yesus memerintahkan dengan sangat rinci agar mereka menunggu di Yerusalem, bukan di tempat lain. Murid-murid memegang perintahNya dengan menantikan dan berdoa di sana. Ketika hari Pentakosta tiba, janji itu digenapi (Kis. 1:12-15; 2:1-4)

​Yerusalem adalah sebuah kiasan gereja benar, yang didirikan oleh Roh Kudus. Setelah hari Pentakosta, orang-orang percaya di gereja benar menerima Roh Kudus di mana pun para rasul mengabarkan injil (Kis. 8: 14-17; 10:44-46; 19:1-7). Ini menjadi penggenapan kata-kata Nabi Zakharia:”Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, Tuhan semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan” (Zak. 14:17). Kerana hujan melambangkan Roh Kudus, kita mengetahui bahawa nubuat ini membicarakan tentang orang-orang berdatangan ke Yerusalem-yaitu gereja benar- untuk menerima Roh Kudus.

​Gereja para rasul adalah sungguh-sungguh milik Yesus Kristus kerana gereja ini secara peribadi didirikan oleh Roh Kudus hujan awal dan disertai oleh Roh. Kerana itu Alkitab menyebutnya sebagai bait Allah (I Kor. 3:16); tubuh Kristus (Ef. 1:23); jemaat Allah, tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim. 3:15); mempelai perempuan Anak Domba (Why. 21:2; 9-10). Gereja memegang kebenaran, jadi imannya didirikan di atas dasar para rasul, nabi dan Yesus Kristus (Ef. 2:19-20). Injil yang diberitakan para rasul disertai oleh kesaksian Roh Kudus melalui tanda dan mujizat, untuk memenangkan ketaatan bangsa-bangsa bukan Yahudi (Mrk. 16:20; Rm. 15:18; Kis. 3:12-16; Ibr. 2:4)

12.2.2 Anugerah yang diberikan melalui para rasul

​Apabila kita membaca Kisah Para Rasul, kita melihat sebuah pola, yaitu ketika orang-orang yang menerima Roh Kudus, pertama-tama bertemu dengan para rasul dari gereja benar. Pertama, kita melihat orang-orang Samaria menerima injil melalui Filipus dan kemudian menerima Roh Kudus ketika Petrus dan Yohanes datang untuk menumpangkan tangan ke atas mereka (Kis. 8:14-17). Kedua, kita melihat Saulus dipanggil oleh Yesus dalam perjalanannya ke Damaskus, tetapi tidak segera menerima Roh Kudus. Setelah Tuhan mengutus Ananias untuk menumpangkan tangan, barulah Saulus menerima karunia ini (Kis. 9:3-17). Ketiga, Kornelius. Seseorang yang saleh dan takut akan Allah dan melakukan pekerjaan-pekerjaan baik dan senantiasa berdoa. Ia tidak menerima Roh Kudus sampai ketika Tuhan mengutus Petrus untuk memberitakan injil kepadanya dan keluarganya (Kis. 10:1-5, 44-46). Keempat, murid-murid di Efesus tidak menerima Roh Kudus saat mereka percaya (kerana mereka baru mendapatkan baptisan Yohanes); setelah Paulus pergi kepada mereka dan membaptis ulang mereka dalam nama Yesus dan menumpangkan tangan, barulah mereka mendapatkan Roh Kudus (Kis. 19:1-7)

​Contoh-contoh ini memperlihatkan bahawa pada masa hujan awal, orang-orang percaya menerima baptisan Roh Kudus ketika mereka berhubungan langsung dengan gereja melalui para rasul. Di masa hujan akhir sekarang, prinsip ini masih tetap berlaku. Mereka yang mencari baptisan Roh Kudus pertama-tama harus datang ke gereja benar yang meneruskan pelayanan gereja mula-mula dan para rasul.

12.2.3 Mengenali gereja benar di masa sekarang

​Gereja benar di masa sekarang, adalah gereja yang dirancang sesuai dengan gereja di masa para rasul. Alkitab mengacu gereja ini sebagai “gunung temapt rumah Tuhan [yang] akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana” (Yes. 2:2). Gereja ini adalah Gereja Yesus Benar, yang didirikan oleh Roh Kudus dan mempunyai penyertaanNya. Ia mengabarkan kebenaran dan mempunyai kesaksian dari tanda dan mujizat. Sejak pendiriannya di awal abad ke-20, kita melihat orang-orang percaya mengalami pencurahan Roh Kudus yang sama seperti 2000 tahun yang lalu. Kerana itu, siapa saja yang menginginkan baptisan Roh Kudus dapat datang dan mencari Dia di gereja ini.

​Gereja Yesus Benar telah bertahun-tahun melihat orang-orang yang berbeda datang melalui pintu gerbangnya kerana penginjilan pribadi dan melalui penginjilan tertulis. Mendengar dan menerima injil yang sempurna, orang-orang telah menerima Roh Kudus yang dijanjikan. Sebaliknya, ada orang-orang Kristian dari denominasi-denominasi lain yang telah mendengar kehadiran dan pekerjaan Roh Kudus di Gereja Yesus Benar, tetapi belum menerima Roh Kudus kerana keraguan mereka untuk datang ke gereja ini. Ada juga beberapa kejadian mengenai beberapa hamba Tuhan dari denominasi-denominasi berbeda yang awalnya menerima injil benar yang dikabarkan gereja dan juga menerima Roh Kudus, tetapi pada akhirnya gereja dan anugerah ini kerana keraguan mereka untuk meninggalkan iman mereka yang lama dan kedudukan mereka sebelumnya agar dapat masuk ke dalam gereja.

12.3 Taat pada kebenaran

​Sama seperti negara yang diperintah oleh seorang pemimpin, begitu juga kerajaan Allah- yaitu gerejaNya- dipimpin oleh Allah. Ia adalah Raja kita, dan kita adalah umatNya (Ef. 2:19; Fil. 3:20) Kerana itu kita mempunyai tanggungjawab untuk menaati kehendak dan perintahNya. Alkitab menyatakan imbalan atas ketaatan kepada Allah:”Besarlah ketenteraan pada orang-orang yang mencintai TauratNya, tidak ada batu sandungan bagi mereka” (Mzm. 119:165). “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering dan kebahagianmu akan terus berlimpha seperti golombong-golombong laut yang tidak pernah berhenti” (Yes. 48:18)

12.3.1 Contoh-contoh ketaatan dan ketidaktaatan

​Alkitab memperlihatkan banyak contoh orang-orang yang taat mahupun tidak taat dengan kehendak Allah. Mereka menunjukkan kepada kita bahawa ketaatan dan ketidaktaatan memberi akibat yang berbeda kepada mereka yang terlibat, dan bahkan sampai kepada keturunan mereka.

​Di antara mereka yang tidak taat adalah Adam, nenek moyang kita. Allah memberikan kepadanya hanya satu perintah:”Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kamu makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej. 2:17). Sayangnya Adam melanggar perintah ini kerana ia tidak berhasil mengalahkan godaan. Akibatnya adalah kutukan yang harus ia tanggung dan diusir dari Taman Eden (Kej. 3:4-6; 16-19, 24). Lebih parah lagi, sejak saat itu dosa masuk ke dunia, dan umat manusia terbelenggu oleh dosa dan maut (Rm. 5:12). Maka kini menjadi perlu untuk menetralkan ketidaktaatan seseorang dengan ketaatan orang lain. Maka, Yesus Kristus, Adam yang terakhir, datang ke dunia untuk menyerahkan diriNya kepada kehendak Allah, hingga pada titik kematian di salib. Namun Allah membangkitkanNya, memuliakanNya, dan memberikanNya nama di atas segala nama. Melalui kematianNya, Yesus menghancurkan pekerjaan Iblis dengan mengalahkan maut dan memperlihatkan kehidupan kekal. (I Kor. 15:45; Fil. 2:8-9; Ibr. 2:14; II Tim. 1:10)

​Alkitab juga mencatat tentang Raja Saul, yang walaupun diperintahkan Allah untuk menghancurkan seluruh bangsa Amalek dan haiwan ternak mereka, memutuskan untuk meluputkan hidup Raja Amalek dan merampas haiwan ternak yang terbaik. Ketika Samuel kemudian menunjukkan kesalahannya, Saul bukan saja tidak bertobat, tetapi berdebat bahawa ia merampas haiwan ternak itu untuk dipersembahkan kepada Allah. Lalu Sameul menegurnya, “Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? Sesungguhnnya, mendengarkan lebih baik pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan… Kerana engkau telah menolak firman Tuhan, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja” (I Sam. 15:22-23)

​Contoh orang yang belajar untuk taat adalah Naaman, pemimpin balatentera Aram dan orang yang terhormat yang menderita kusta. Setelah mendengar tentang seorang nabi di negeri Isreal, ia pergi mencari nabi itu. Elisa menyambutnya dengan menyampaikan pesan: “Pergilah mandi 7 kali dalam Sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir”.

​Awalnya Naaman marah mendengar ini:”Bukankah Abana dan Parpas, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Isreal? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?”

​Namun hambanya membujuk dia dengan berkata,”Seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapa akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir”

​Maka Naaman menurut dan membenam dirinya 7 kali di Sungai Yordan, seperti yang diperintahkan oleh Elisa. Ketaatannya menghasilkan berkat (II Raj. 5:1-14)

​Contoh-contoh di atas menunjukkan bahawa taat kepada Firman Allah adalah sebuah syarat dasar untuk menerima karunia Allah. Dan baptisan Roh Kudus tidak terkecuali.

12.3.2 Taat pada injil agar menerima Roh Kudus

​Untuk menerima Roh Kudus, kita harus percaya kepada Yesus dan taat pada injil. Alkitab mencatat:”Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh. 1:1). Ayat ini mengatakan bahawa Yesus Kristus adalah Firman yang menjadi manusia dan tinggal di antara umat manusia. Ia adalah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat pergi kepada Bapa selain melalui Dia (Yoh. 1:14; 14:6)

​Dari sejarah, kita mengetahui adanya beberapa orang yang seharusnya dapat menuruti Yesus, tetapi tidak melakukannya. Di antaranya adalah sebagian besar orang-orang Yahudi, yang menolak Yesus dan menyalibkan Dia untuk menggenapi pengertian mereka akan Hukum Taurat (Yoh. 19:7). Juga Saulus, yang menganiayai gereja kerana kesalehan yang keliru. Bahkan saat Yesus dibangkitkan, Roh Kudus dicurahkan, dan tanda mujizat diwujudkan untuk bersaksi tentang injil yang diberitakan para rasul (Mrk. 16:19-20; Kis. 2:1-5, 23-33; 5:12-16) banyak orang Yahudi, termasuk Saulus, tetap berkeras hati menolak kebenaran.

​Namun walaupun mendapatkan perlawanan, para rasul terus mengabarkan injil. Mereka menyatakan dengan berani, “Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kananNya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Isreal dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.” Mereka juga menambahkan, “Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua oranf yang mentaati Dia” (Kis. 5:32). Penting untuk diperhatikan, para rasul menggunakan kata “taat” untuk menunjukkan sebuah syarat untuk menerima Roh Kudus.

​Sayangnya sejarah seringkali terulang. Kitab Pengkhotbah berkata:”Apa yang pernah ada aka nada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; taka da sesuatu yang baru di bawah matahari” (Pkh. 1:9). Walaupun hari ini telah nyala bahawa Roh Kudus telah turun dari Syurga dan dibuktikan dengan berbahasa roh (Kis. 10:44-46), banyak denominasi membantah kebenaran alkitabiah ini. Kerana ini nampaknya sama seperti Iblis menipu Adam di Taman Eden, sekali lagi ia menipu orang-orang mengenai kebenaran Roh Kudus.

​Maka kita harus kembali ke kata-kata kunci yang diucapkan para rasul: “Roh Kudus yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia” (Kis. 5:32). Ini menunjukkan bahawa ketika kita menerima dan taat kepada injil yang sepenuhnya, seperti yang diberitakan gereja benar, Allah akan mencurahkan Roh Kudus kepada kita.

12.4 Memuji dengan “Haleluya”

​Tuhan Yesus berjanji kepada murid-muridNya, “Dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannnya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya” (Yoh. 14:13-14). Kata-kata ini mengajarkan kita bahawa kita harus memanggil nama Yesus ketika kita berdoa. Kerana itu jalan terbaik untuk memulai doa kita memohon Roh Kudus adalah dengan berkata, “Dalam nama Tuhan Yesus, berdoa”

​Doa kita untuk memohon Roh Kudus harus dipenuhi dengan pujian kepada Allah yang menganugerahkan karunia ini. Alkitab mengajarkan kita sebuah kata pujian yang dapat kita gunakan- “Haleluya”. Kata ini berasal dari bahawa Ibrani allelouia, yang bererti “Terpujilah Tuhan” (ref. Mzm. 104:35; Why. 19:1). Jadi sebuah doa yang sederhana dapat berisi: ”Haleluya, terpujilah Tuhan Yesus. Kiranya Engkau memenuhiku dengan RohMu” atau sekadar, “Haleluya, terpujilah Tuhan Yesus”

12.4.1 Penggunaan “Haleluya” dalam Alkitab

​Kita banyak menjumpai kata “Haleluya” di Kitab Mazmur, dan dapat dikelompokkan dalam tiga kategori: 1) Yang dimulai dengan “Haleluya” (Mzm. 111-112); 2) yang diakhiri dengan “Haleluya” (Mzm. 104, 105, 115, 116 dan 117); 3) yang dimulai dan diakhiri dengan “Haleluya” (Mzm. 106, 113, 135, 146-150). Mazmur. 113-118 disebut “Haleluya” (Mzm. 106, 113, 135, 146-150). Mazmur. 113-118 disebut “Kelompok Mazmur Hallel”, yang bererti “Mazmur Pujian”. Mazmur 146-150 dimulai dan diakhiri dengan “Haleluya” dan disebut “Mazmur Haleluya” oleh gereja masa awal.

​Di dalam Perjanjian Baru, “Haleluya” muncul empat kali di kitab Wahyu: fasal 19, ayat 1, 3, 4, dan 6. Di tiga ayat pertama, “Haleluya” digunakan untuk memberikan pujian atas kemahakuasaan Allah atas kehancuran Babel dan dibalskannya darah para martir. Di ayat keempat, “Haleluya” digunakan untuk memuji Tuhan sebagai Raja yang berkuasa: ”Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Kerana Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja”(Why. 19:6). Ayat ini memberikan sebuah penggambaran yang tepat akan suara-suara doa yang dipanjarkan dalam bahasa roh di dalam gereja benar.

12.4.2 Menggunakan “Haleluya” untuk doa yang efektif

​Yesus mengajarkan kepada kita: “Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenai Allah. Mereka menyangka bahawa kerana banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan” (Mat. 6:7). Kata “bertele-tele” berasal dari kata bahasa Yunani battologeon, yang bererti “mengulang-ulang dengan malas”1. Kata ini kemungkinan besar berasal dari ungkapan bahasa Aram, yang menunjukkan kesia-siaan dan kata-kata yang diulangi secara mekanis yang diucapkan dalam cara-cara doa penyembah berhala (bukan Yahudi)

​Inti dalam masalah ini adalah, doa yang efektif tidak didasarkan pada panjang doanya atau penggunaan pengulangan. Sebaliknya, doa yang efektif bergantung pada apakah kita berdoa dengan ketulusan dan kesungguhan. Mengetahui hal ini akan membantu kita untuk menyamakan dengan contoh dan pengajaran Alkitab mengenai cara berbeda dalam berdoa: memohon berulang kali, doa yang mendalam dan memuji Allah dengan “Haleluya”. Contohnya kita melihat Tuhan Yesus sendiri berdoa tiga kali di Taman Getsemani, mengatakan kata yang sama berulang-ulang (Mat. 26:44), dan Ia menghabiskan semalaman untuk berdoa di gunung (Luk. 6:12). Kerana itu dalam hal doa, hati kitalah kuncinya.

12.4.3 Menjawab kesalahfahaman

​Ende Hu berbicara secara kritik mengenai gereja-gereja yang menganjurkan penggunaan “Haleluya” secara berulang-ulang dalam doa. Ia mengacu pada praktik yang dilakukan beberapa pendeta yang mengajarkan orang untuk menyebutkan kata ini berulang-ulang dengan cepat dan terus-menerus dalam waktu yang lama, yang membuat diri mereka memasuki keadaan seperti kesurupan dan berbicara tidak menentu, atau bahkan menjadi kerasukan oleh roh jahat. Ia menyebutkan Matius. 6:7 untuk mendukung pendapatnya, dan berkesimpulan: “Kita dapat melihat bahawa ini adalah sebuah kekeliruan, kerana Tuhan Yesus telah memperingatkan murid-muridNya, bahawa apabila mereka berdoa, mereka tidak boleh mengucapkan doa berulang-ulang seperti yang dilakukan orang-orang tidak bertuhan. Kerana itu gaya kharismatik dalam berbahasa roh tidak berasal dari Alkitab.”

​Sayangnya Ende Hu memandang keliru mengenai berdoa meohon Roh Kudus. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan.

​Pertana, ia menyalahertikan maksud dari Matius. 6:7 kerana alasan-alasan yang telah kita sebutkan di awal bagian ini. Memuji Allah dengan kata “Haleluya” berulang-ulang adalah hal yang baik, terutama ketika kita memohon Roh Kudus- selama kita melakukannya dengan hati yang tulus, dan bukan dengan jalan yang sia-sia seperti yang diungkapkan Hu.

​Kedua, seseorang yang sungguh-sungguh menerima Roh Kudus, sadar sepenuhnya dan mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya. Pengalaman ini juga dapat dilihat dan didengar (Kis. 2:33; 8:17-19; 10:44-46; 19:1-7). Kebalikan dari pendapat Hu, orang yang menerima Roh Kudus tidak memasuki keadaan seperti kesurupan.

​Ketiga, kita perlu memahami bahawa berbahasa roh secara alami memang tidak dapat dimengerti, kecuali apabila Tuhan membukakan telinga kita. Alkitab menjelaskan: “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia” (I Kor. 14:2)

12.5 Baptisan air

​Baptisan air mempunyai khasiat mengampuni dosa (Kis. 3:8; 12:16) dan memungkinkan seseorang mempunyai nurani yang baik kepada Allah (I Ptr. 3:21). Baptisan air juga merupakan bagian dari proses yang perlu kita lalui apabila kita mahu menerima Roh Kudus.

12.5.1 Jalan keselamatan

​Ketika Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, Petrus berkhotbah di hadapan orang-orang Yahudi yang melihat kejadian itu. Ia bersaksi bahawa murid-murid telah menerima Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus Kristus, yang telah mereka bunuh dan sekarang telah bangkit. Setelah mendengar kata-katanya, hati mereka terasa pedih dan mereka bertanya kepada Petrus dan para rasul, “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” (Kis. 2:37). Petrus menjawab, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (Kis. 2:38)

​Jawaban Petrus menjelaskan jalan keselamatan- sebuah jalan yang diterangkan berulangkali dalam Kisah Para Rasul. Agar diselamatkan, kita harus melalui: pertobatan, baptisan air untuk menghapus dosa, dan baptisan Roh Kudus- biasanya berurutan, walaupun ada beberapa kasus khusus (seperti Saulus dan Kornelius, yang menerima baptisan Roh Kudus sebelum baptisan air). Maka baptisan air adalah syarat kunci bagi setiap orang yang ingin menerima baptisan Roh Kudus.

12.5.2 Hubungan antasa baptisan air dan baptisan Roh Kudus

​Baptisan air harus mempunyai kesaksian Roh Kudus agar darah Tuhan dapat hadir dalam air (Yoh. 19:34; I Yoh. 5:6-8). Paulus menulis, “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, mahupun orang Yunani, baik budak, mahupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” (I Kor. 12:13). Di ayat ini, Paulus menjelaskan dua hal yang terjadi berurutan. Pertama,ia membicarakan baptisan air: “Sebab dalam satu Roh kita semua… telah dibaptis menjadi satu tubuh.” Sakremen ini harus dilakukan oleh pembaptis yang telah menerima Roh Kudus, kerana Roh Kuduslah yang mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa (Yoh. 20:22-23). Kedua, Paulus menjelaskan mengenai baptisan Roh Kudus: “diberi minum dari satu Roh”. Roh Kudus adalah “air hidup” yang diberikan Tuhan Yesus kepada orang-orang percaya, sehingga mereka tidak lagi merasa haus. Air ini akan menjadi mata air di dalam hati mereka, mengalir kepada kehidupan kekal (Yoh. 4:14; 7:37-39)

​Urutan ini sesuai dengan apa yang dijelaskan Petrus dalam khotbahnya di hari Pentakosta. Selanjutnya kita melihat hal ini digambarkan pada apa yang dialami orang-orang percaya di gereja para rasul. Namun ada beberapa pengecualian. Termasuk di antaranya adalah Saulus yang dibaptis dengan Roh Kudus sebelum ia menerima baptisan air (Kis. 9:17). Di sini Yesus memperlihatkan bahawa Ia telah memilik Saulus untuk menyatakan namaNya kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, raja-raja dan bangsa Isreal (Kis. 9:10-19). Kasus pengecualian lain adalah Kornelius dan keluarganya, yang juga menerima baptisan Roh Kudus sebelum menerima baptisan air. Sekali lagi ini terjadi untuk menunjukkan hikmat Allah, dan menunjukkan kepada orang-orang Kristian dari bangsa Yahudi bahawa karunia keselamatanNya sekarang juga diberikan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (Kis. 10:28, 44-48; 11:1-4, 15-18).

​Hari ini, di Gereja Yesus Benar, kita juga melihat banyak contoh orang-orang yang menerima Roh Kudus sebelum mereka menerima baptisan air. Mereka adalah tanda karunia Allah kepada mereka yang mencari Dia dan gereja benarNya. Pencurahan Roh Kudus menjadi saksi atas injil yang telah mereka terima dan menolong membangun iman mereka.

12.5.3 Cara baptisan air yang benar

​Ketika Paulus bertemu dengan beberapa murid di Efesus, ia bertanya: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” (Kis. 19:2)

​Mereka menjawab: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahawa ada Roh Kudus.”

​Paulus heran dan bertanya-tanya apakah baptisan yang telah mereka terima, entah bagaimana, baptisan yang saleh. Ini kerana di masa hujan awal, orang yang telah menerima baptisan air juga akan menerima baptisan Roh Kudus. Tentu ada alasan yang masuk akal mengapa murid-murid di Efesus belum menerima Roh Kudus (ref. Kis. 8:18-24). Jadi Paulus bertanya kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?”

​Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes”

​Sekarang Paulus mengerti. Ia berkata kepada mereka, “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahawa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus.”

​Paulus kemudian membaptis mereka di dalam nama Yesus. Dan setelah menumpangkan tangan ke atas mereka, Roh Kudus turun kepada mereka, dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat (Kis. 19:1-7)

​Catatan bersejarah ini memberitahukan kepada kita bahawa cara baptisan sangat penting: baptisan ait harus dilakukan sesuai dengan petunjuk Tuhan Yesus dan para rasul. Bila tidak, dosa tidak dapat diampuni, dan Roh Kudus tidak akan diberikan.

​Alkitab mengajarkan cara baptisan air yang benar kepada kita:

i. Dalam nama Yesus
Baptisan air harus dilakukan di dalam nama Yesus (Kis. 2:38; 8:16;10:48; 19:5), kerana selain dengan namaNya, tidak ada nama lain yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kis. 4:12). Baptisan air di dalam nama Yesus mempunyai kuasa untuk menghapus dosa (Kis. 10:43; 22:16; I Yoh. 2:12)

ii. Kepala tertunduk
Saat baptisan, tubuh kita harus sepenuhnya diselamkan ke dalam air, untuk menandakan penguburan kita dengan Kristus (Rm. 6:3-4). Cara baptisan ini dicatat di dalam Alkitab, antara lain: baptisan Tuhan Yesus (Mat. 3:16); baptisan yang dilakukan Filipus kepada sida-sida Etiopia (Kis. 8:36-39); baptisan yang dilakukan Yohanes Pembaptis di Ainon, di tempat yang “banyak air” (Yoh. 3:23)

iii. Diselam seluruhnya
Saat baptisan, tubuh kita harus sepenuhnya diselamatkan ke dalam air, untuk menandakan penguburan kita dengan Kristus (Rm. 6:3-4). Cara baptisan ini dicatat di dalam Alkitab, antara lain: baptisan Tuhan Yesus (Mat. 3:16); baptisan yang dilakukan Filipus kepada sida-sida Etiopia (Kis. 8:36-39); baptisan yang dilakukan Yohanes Pembaptis di Ainon, di tempat yang “banyak air” (Yoh. 3:23)

iv. Pembaptis yang memenuhi syarat
Selain cara yang benar, baptisan air juga harus dilakukan oleh seseorang pembaptis yang memenuhi syarat. Ia haruslah: (a) telah menerima baptisan air yang benar, sesuai dengan Alkitab. Akan menjadi hal yang bertentangan apabila seseorang yang dosa-dosanya sendiri belum diampuni- dan ia sendiri belum ada di dalam Kristus- membaptis untuk penghapusan dosa orang lain; (b) telah menerima baptisan Roh Kudus, untuk menunjukkan bahawa ia diutus oleh Allah (Rm. 10:15; Yoh. 3:34; 20:21-22; Luk. 4:18). Ini kerana kuasa untuk mengampuni dosa terdapat dalam baptisan Roh Kudus (Yoh. 20:22-23)

12.5.4 Banyak gereja tidak membaptis dengan benar

​Hari ini, sebagian besar gereja Kristian mengabaikan cara membaptis yang benar dan sesuai dengan Alkitab. Praktik-praktik umum di antaranya membaptis “di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus; dengan kepala menengadah; dengan percikan air; dan lain-lain.” Semua cara baptisan ini tidak sesuai dengan Alkitab. Hal lainnya adalah orang yang melakukan baptisan air tidak sepenuhnya memenuhi syarat seperti yang telah digariskan oleh Alkitab. Dengan demikian, tidak ada perbedaan antara baptisan-baptisan ini dengan baptisan Yohanes Pembaptis, yang hanya dimaksudkan untuk membimbing orang ke dalam ketobatan. Kerana alasan-alasan ini, baptisan-baptisan seperti itu tidak efektif dalam menghapus dosa, dan kerana itu tidak memungkinkan orang menerima Roh Kudus.

12.6 Penumpangan tangan

​Praktik “menumpangkan tangan” mempunyai makna penting di dalam Alkitab, baik di Perjanjian Lama mahupun Perjanjian Baru. Ada saat-saat tertentu praktik ini selalu dilakukan:

12.6.1 Mempersembahkan korban

​Hukum Perjanjian Lama menyatakan bahawa apabila bangsa Isreal mempersembahkan korban bakaran, orang yang memberikan korban harus menumpangkan tangannya ke atas kepala binatang yang dikorbankan (Kel. 29:10-14; Im. 1:3-4). Tindakan ini adalah sebuah ungkapan kesatuan antara orang yang mempersembahkan korban dengan binatang yang dipersembahkan. Ini menandakan: a) dosa-dosa orang yang mempersembahkan korban akan ditanggung oleh binatang persembahan; b) Binatang itu akan mati menggantikan dirinya.

12.6.2 pemberian berkat

​Di dalam Alkitab, catatan pertama penumpangan tangan untuk tujuan memberkati berkaitan dengan Yakub. Ia menumpangkan tangannya untuk memberkati dua anak Yusuf, Efraim dan Manasye (Kej. 48:8-20). Di dalam Perjanjian Baru, kita melihat Yesus memberkati anak-anak (Mat. 19:13-15; Mrk. 10:13-16)

12.6.3 Menyembuhkan orang sakit

​Sebelum Ia naik ke Syurga, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh” (Mrk. 16:18). Penumpangan tangan dapat menyembuhkan orang sakit, kerana menyampaikan dua hal: kesatuan dan pemberkatan. Penumpangan tangan membuat seorang hamba Tuhan menyampaikan kuasa kesembuhan kepada orang yang sakit, dan sekaligus memberkatinya. Catatan pelayanan Yesus di Perjanjian Bari memperlihatkan kepada kita bahawa Ia menyembuhkan banyak orang sakit dengan cara ini (Mrk. 6:5; 8:22-25; Luk. 4:40; 13:10-13). Ketika Paulus terdampar di Pulau Malta, ia juga menyembuhkan ayah Publius, gubernur Pulau Malta yang sakit demam dan disertri, dengan penumpangan tangan (Kis. 28:7-8)

12.6.4 Membagikan karunia-karunia rohani

​Penumpangan tangan juga mempunyai kuasa untuk membagikan karunia rohani. Musa menumpangkan tangan kepada penerusnya, Yosua, yang kemudian dipenuhi dengan hikmat dan karunia memimpin, sehingga ia dapat memimpin bangsa Isareal (Ul. 34:9). Melalui pengilhaman nubuat, Paulus dan para penatua menumpangkan tangan mereka ke atas Timotius, sehingga ia menerima karunia-karunia rohani untuk tugas penginjilan (I Tim. 4:14; II Tim. 1:6-7)

12.6.5 Sakreman

​Penumpangan tangan juga dilihat sebagai sakremen (Ibr. 6:2). Alkitab mengajarkan kita untuk melakukannya dengan hikmat dan tidak sembarangan (I Tim. 5:22). Contoh-contoh dalam Alkitab antara lain:

. Menahbiskan hamba Tuhan
Dalam Perjanjian Lama, Musa meminta agar Allah menunjuk seseorang untuk mengepalai bangsa Isreal agar mereka “jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala” (Bil. 27:17). Maka Allah berkata kepada Musa, “Ambillah Yosua Bin Nun, seorang yang penuh roh, letaklah tanganmu atasnya… dan berilah dia sebagian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Isreal mendengarkan dia” (Bil. 27:18, 20). Musa melakukan seperti yang diperintahkan Allah dan menahbiskan Yosua di hadapan bangsa Isreal melalui penumpangan tangan (Bil. 27:15-23)

Di dalam Perjanjian Baru, ketika orang-orang Yahudi warganegara Yunani (Helenis) mengeluh kerana orang-orang Yahudi kerana para janda mereka diabaikan pada pelayanan sehari-hari, para rasul mengatakan kepada murid-murid untuk memilih tujuh orang yang terkenal baik, penuh roh dan hikmat. Murid-murid melakukannya dan memilih mereka melalui penumpangan tangan (Kis. 6:1-6)

. Mengutus pekerja
Di dalam gereja para rasul, pertama-tama pekerja harus menerima penumpangan tangan sebelum diutus untuk mengabarkan injil. Kisah Para Rasul mencatat: “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususnya Barnabas dan Saulus bagiKu untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Maka berpuasa dan bertobah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi” (Kis. 13:2-3)

12.6.6 Berdoa memohon Roh Kudus

​Di dalam baptisan Roh Kudus, penumpangan tangan juga merupakan hal yang penting. Alkitab mengatakan, pada saat masa hujan awal, orang-orang percaya seringkali menerima Roh Kudus melalui doa dan penumpangan tangan. Kita melihat contoh-contoh dari:

. Orang-orang percaya di Samaria
Setelah Stefanus mati sebagai martir, gereja Yerusalem mengalami penganiayaan besar. Murid-murid terpencar di seluruh daerah Yudea dan Samaria. Pada masa inilah Filipus pergi ke Samaria untuk mengabarkan injil dengan berani, melakukan banyak tanda dan mujizat. Ketika para rasul di Yerusalem mendengar bahawa orang-orang Samaria telah menerima injil Allah melalui Filipus, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke sana. Ketika para rasul berdoa bagi mereka dan menumpangkan tangan ke atas orang-orang percaya di Samaria, dengan segera mereka menerima Roh Kudus (Kis. 8:1-17)

. Saulus
Pada awalnya, Saulus menentang injil dan menganiayai gereja (Fil. 3:6; ref Yoh. 16:2-3). Ia mendapatkan surat dan imam besar yang memberinya wewenang untuk menangkap orang-orang Kristian di Damsyik dan membawa mereka ke Yerusalem. Di tengah jalan, Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya dan memilihnya untuk menjadi rasul bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Di saat yang sama Yesus menampakkan diri kepada Ananias untuk pergi kepada Saulus. Ketika Ananias menemukannya, ia menumpangkan tangan ke atas kepada Saulus dan berkata, “Saulus, saudaraku, jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus” (Kis. 9:17). Pada saat itulah Saulus menerima Roh Kudus dan kemudian bangkit untuk dibaptis dengan air

. Murid-murid di Efesus
Ketika Paulus pergi ke Efesus, ia bertemu dengan murid-murid yang hanya menerima baptisan Yohanes, dan belum menerima Roh Kudus. Segera Paulus membaptis mereka di dalam nama Yesus dan menumpangkan tangan ke atas mereka. Roh Kudus dengan segera turun kepada mereka dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat (Kis. 19:1-6)

​Semua kejadian di atas memberitahukan kita bahawa orang-orang Kristian di masa awal seringkali menerima Roh Kudus melalui doa dan penumpangan tangan. Hari ini kita dapat melihat karunia yang sama di Gereja Yesus Benar.

12.7 Miskin di hadapan Allah

​Menerima Roh Kudus adalah syarat yang tak dapat dilewatkan untuk dapat masuk ke dalam kerajaan Syurga (Yoh. 3:5; Ef. 1:14). Tuhan Yesus mengajarkan kita mengenai sikap yang benar untuk mencari kerajaan ini: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, kerana merekalah yang empunya Kerajaan Syurga” (Mat. 5:3)

​Miskin di hadapan Allah adalah bersikap rendah hati dan sepenuhnya mengosongkan diri kita, untuk memberikan ruang bagi Roh Kudus untuk memenuhi diri kita dan menuntun kehidupan kita. Patut kita perhatikan, seringkali anak-anaklah yang menerima Roh Kudus lebih mudah dan cepat. Ini sungguh mengingatkan kita akan pesan Tuhan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Syurga” (Mat. 18:3)

12.7.1 Gereja-gereja di Laodikia dan Smirna

​Di dalam Kitab Wahyu, kita melihat bahawa jemaat gereja di Laodika menganggap diri mereka kaya dan tidak kekurangan apa-apa, tidak menyedari bahawa mereka sebenarnya, “melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang” (Why. 3:17). Kata-kata ini menjelaskan keadaan beberapa gereja pada hari ini, yang: tidak mempunyai kebenaran, tetapi mengira mereka mempunyainya- kerana itu mereka miskin; tidak mempunyai Roh Kudus, tetapi menyatakan bahawa mereka mempunyainya- buta; mengira diri mereka kudus, tetapi sebenarnya miskin. Maka Tuhan berkata kepada mereka: “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengelok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan Ia bersama-sama dengan Aku” (Why. 3:20)

​Berbeda dengan Gereja Laodikia, kita mengetahui keadaan gereja di Smirna ketika Tuhan berkata, “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu- namun engkau kaya” (Why. 2:9). Kita harus meneladani contoh gereja ini, miskin di hadapan Allah sehingga kita kaya di mata Allah.

12.7.2 Meninggalkan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran

​Hari ini banyak orang Kristian mempermasalahkan bahasa roh, menyatakan bahawa baptisan Roh Kudus tidak harus disertai dengan bahasa roh. Ada juga orang-orang yang bersikeras bahawa orang menerima Roh Kudus saat ia menjadi percaya kepada Kristus. Yang lain menyatakan bahawa Roh Kudus telah masuk ke dalam hati setiap otang percaya sejak hari Pentakosta. Keyakinan-keyakinan ini menghalangi orang menerima Roh Kudus. Seperti sebuah perabot yang harus dikosongkan terlebih dahulu dari isinya yang lama sebelum diisi dengan yang baru, kita harus mengosongkan ajaran-ajaran Alkitab yang keliru sebelum Roh Kudus dapat memenuhi hati kita.

​Dari catatan mengenai murid-murid di Efesus dalam Kisah Para Rasul. 19, kita melihat contoh orang-orang yang merendahkan diri dengan mengesampingkan pengertian injil mereka yang tidak sempurna. Paulus bertanya kepada mereka tanpa basa-basi: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?”

​Mereka menjawab dengan terus terang, “Belum, bahkan kita belum pernah mendengar, bahawa ada Roh Kudus” (Kis. 19:2)

​Maka Paulus menyedari mengapa mereka belum menerima Roh Kudus, adalah kerana mereka hanya menerima baptisan pertobatan Yohanes. Kerana itu, dia membaptis mereka lagi di dalam nama Yesus (Kis. 19:3-5)

​Sebagian orang Kristian menentang bentuk baptisan ulang apa pun, kerana berasalan bahawa kerana baptisan air menandakan kematian, penguburan dan kebangkitan kita dengan Tuhan, kita harus dapat dibaptis satu kali seumur hidup. Mereka tidak menyedari itu tidak dapat menghapus dosa-dosa kita, dan sama saja dengan tidak dibaptis sama sekali. Pentingnya baptisan air yang benar nampak jelas dari tindakan Paulus menbaptis ulang orang-orang percaya di Efesus: ketika kemudian ia menumpangkan tangan ke atas mereka, mereka menerima Roh Kudus dan berbahasa roh (Kis. 19:6)

12.8 Kekudusan

​Kekudusan adalah syarat penting lain untuk menerima Roh Kudus. Tuhan Yesus mengajarkan kita, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, kerana mereka akan melihat Allah” (Mat. 5:8). Allah itu kudus, dan tanpa kekudusam, orang tidak dapat melihatNya (I Ptr. 1:15-16; Ibr. 12:14) atau menerima karuniaNya (Mzm. 73:1). Ia telah memilih kita dari antara bangsa-bangsa dan memisahkan kita untuk menjadi umat yang kudus. Kerana itu Ia mengharapkan kita dikuduskan dan suci (I Tes. 3:3-7)

​Kita melihat Allah senantiasa menuntut kekudusan dari umatNya, kerana di masa Perjanjian Lama, Ia telah menetapkan agar bangsa Isreal harus menjaga diri mereka tetap kudus dengan memegang ketetapan dan perintahNya (Im. 1:3-4; 11:44-47; Yer. 4:4; 9:25)

​Alkitab mengajarkan kita: “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, kerana dari situlah terpancar kehidupan” (Ams. 4:23). Allah memerintahkan umat pilihanNya di Perjanjian Lama untuk melakukan ini melalui tindakan sunat, memperingatkan bahawa mereka akan dihukum apabila tidak disunat (Yer. 4:4; 9:25). Di dalam Perjanjian Baru, sunat yang sejati tidak lagi berupa tindakan fisik yang ada di luar, tetapi menjadi keadaan rohani yang berhubungan dengan hati kita (Rm. 2:27-29). Sayangnya orang-orang Farisi di masa Yesus mengabaikan hal ini dan menekankan kekudusan yang nampak dari luar saja, dan menelantarkan kekudusan hati mereka. Mereka lebih mementingkan upacara-upacara agama, seperti membasuh tangan sebelum makan, dan mengecam Yesus dan murid-muridNya yang makan tanpa mencuci tangannya. Yesus menegur sikap mereka yang salah dengan berkata, “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan” (Luk. 11:39). Jadi kekudusan berasal dari hati yang murni; dan ini adalah tujuan sesungguhnya di balik segala hukum Allah.

​Patut disebutkan bahawa mempunyai hati yang murni tidak selalu bererti kita harus mencapai tingkat kekudusan yang sempurna, atau benar-benar kudus. Namun ini adalah cara hidup, yang di dalamnya kita senantiasa berusaha untuk hidup kudus. Tersirat sebuah tuntutan di dalamnya agar kita bertobat dengan sepenuh hati apabila kita melakukan dosa. Kita semua manusia, dan tidak ada orang yang sempurna kecuali Allah (Mat. 19:17; Rm. 3:9-12). Jadi yang penting adalah mengejar kekudusan, dan segera bertobat ketika melakukan pelanggaran.

​Kita dapat belajar dari banyak contoh di Alkitab. Ayub duduk dalam debu dan abu untuk bertobat dan akhirnya dapat melihat Allah dengan mata kepalanya sendiri, dan mendapat kesembuhan (Ayb. 42:5-6, 10). Zahkeus, seorang pemungut cukai, bertobat di hadapan Yesus, sehingga diampuni dan diselamatkan (Luk. 19:1-10)

​Allah murah hati dan baik. Ia mahu menyertai mereka yang remuk dan rendah hati, dan yang memegang firmanNya (Mzm. 103: 8-9; Yes. 57:15; 66:2). Alkitab memberitahukan kepada kita bahawa pengorbanan yang Ia kehendaki adalah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk (Mzm. 51:17). Kerana itu kita perlu terus-menerus memeriksa diri kita, meminta kepada Allah untuk menyelidiki hati kita, dan bertobat dari setiap kesalahan (Rat. 3:40; Mzm. 139:23-24)

​Di masa Raja Salomo, Allah berjanji kepada bangsa Isreal: “Berpalinglah kamu kpeada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu” (Ams. 1:23). Hari ini, di masa hujan akhir, siapa saja yang mendengar teguran Allah dan berbalik kepadaNya, akan menerima karunia Roh Kudus. Kita haris terilhamkan oleh roh Daud: “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku… Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” (Mzm. 51:1, 10)

12.9 Iman dan Ketekunan

12.9.1 Iman

​Allah menyukai orang yang beriman dan memberkati mereka dengan menjawab doa-doa mereka: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahawa Allah ada, dan bahawa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibr. 11:6). Penulis Kitab Ibrani menjelaskan bahawa iman adalah “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1). Yesus juga mengajarkan, “apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahawa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu” (Mrk. 11:24)

12.9.2 Allah yang tidak kelihatan

​Hari ini ada banyak orang sulit percaya kepada Allah, kerana mereka tidak dapat melihatNya. Alkitab memang mengajarkan: “Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah” (Yoh. 1:18; ref. Yoh. 4:24). Namun manusia tidak dapat menyangkal keberadaanNya, seperti yang ditunjukkan Paulus: “Sebab apa yang tidak nampak daripadaNya, iaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya, dapat nampak kepada fikiran dari karyaNya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Rm. 1:20). Percaya akan adanya Allah adalah langkah pertama dalam perjalanan iman kita, dan dengan iman, jarak antara Allah dengan kita akan berkurang seiring berjalannya waktu.

​Iman kita juga tumbuh apabila kita memegang erat pengajara-pengajaran Alkitab tentang kasih Allah yang tidak berkesudahan, lemahakuasaanNya, dan kesetiaanNya. Alkitab mengajarkan:
• Allah itu kasih (I Yoh. 4:8). Bukti kasihNya adalah kedatanganNya sebagai manusia untuk menyerahkan nyawaNya demi kita, dan menyelamatkan kita dari maut dan masuk ke dalam kehidupan (Yoh. 3:16; Rm. 5:7-8). Dengan menyedari hal ini, kita dapat merasa yakin bahawa Ia tidak menahan hal apa pun juga untuk kita (Rm. 8:32)
• Allah itu mahakuasa (Kej. 17:1) dan segala hal menjadi mungkin melalui Dia (Mat. 19:26). Alkitab berkata: “Oleh firman Tuhan labgit telah dijadikan, oleh nafas dari mulutNya segala tentaranya” (Mzm. 33:6). Jadi tidak ada hal yang mustahil Dia lakukan demu kita (Kej. 18:14)

• Allah itu setia (Ul. 7:9). Bahkan saat kita tidak setia, Ia tetap setia, kerana Ia tidak dapat menyangkal diriNya sendiri (II Tim. 2:13). Allah berjanji melalui Yesus bahawa apa pun yang kita minta dengan iman, kita akan menerimanya (Mat. 21:22). Jadi kita harus percaya bahawa Ia akan menjawab doa-doa kita.

12.9.3 Orang-orang beriman

​Dari Alkitab, kita mengetahui ada dua orang yang memperlihatkan iman yang luar biasa kepada Yesus. Pertama, ada seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun. Ia mendekati Yesus dan menjamah jubahNya, percaya bahawa ia dapat sembuh dengan melakukannya. Perempuan itu tidak pergi dengan tangan hampa, kerana pemdarahannya langsung berhenti. Yesus berkata kepadanya, “Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” (Mrk. 5:34). Kedua, kita membaca tentang seorang pengawai istana yang anaknya sakit dan sekarat. Ia memohon kepada Yesus untuk pergi bersamanya. Pada saat yang penting itu, Yesus memutuskan untuk tidak menyertai dia, tetapi hanya berkata, “Pergilah, anakmu hidup!” (Yoh. 4:50). Pegawai istana itu percaya dengan perkataan Yesus dan kembali ke rumahnya dengan iman. Berkat dicurahkan kepadanya, kerana hambanya menemui dia di tengah jalan dan mengatakan bahawa anaknya telah sembuh.

12.9.4 Ajaran-ajaran palsu

​Di masa para rasul, ada guru-guru palsu yang menyatakan bahawa kebangkitan adalah hal di masa lampau. Pengajaran mereka menyebar seperti virus yang menghancurkan iman banyak orang (II Tim. 2:17-18; I Kor. 15:12-22). Keadaan serupa dapat ditemukan dalam Kekristianan pada hari ini. Banyak pemimpin gereja menyatakan bahawa Pentakosta telah berlalu. Yang lain berpendapat bahawa Roh Kudus turun satu kali untuk selamanya di hari Pentakosta, dan sejak hari itu Ia terus menyertai orang-orang Kristian. Seperti ajaran-ajaran palsu di masa para rasul, ajaran-ajaran ini telah meresap ke dalam Kekristianan, mengacaukan iman banyak orang dan menghalangi mereka mengalami baptisan Roh Kudus.

​Kita perlu memahami bahawa hari Pentakosta yang asli memang telah menjadi bagian dalam sejarah, tetapi Pentakosta-Pentakosta serupa bermunculan sejak hati itu kerana Roh Kudus terus dicurahkan dengan penuh kuasa kepada umat percaya. Paulus berkata, “Di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu” (Gal. 3:14). Perkataannya memberitahukan bahawa Roh Kudus yang Allah janjikan pasti akan dicurahkan kepada semua orang yang mencari Dia dengan iman, ini terlihat di masa hujan awal, dan terus terjadi di masa hujan akhir. Kita tidak boleh meragukan firman Allah.

12.9.5 Di mana kita harus berdoa?

​Yesus mengajarkan: “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Mat. 6:6). Bila kita melihat ayat ini secara hurufiah, ini bererti kita harus mencari tempat yang tenang untuk berdoa- tempat kita dapat memusatkan perhatian dan tidak terganggu. Namun ini juga menandakan perlunya memasuki ruangan di dalam hati kita, tempat kita dapat berkomunikasi dengan Allah dengan tulus dan sungguh-sungguh.

​Pergi ke tempat yang tenang untuk berdoa adalah kebiasaan yang baik. Namun keadaan hati kita juga penting. Apabila seseorang tidak dapat memusatkan perhatian dan membiarkan fikirannya mengembara, ruangan paling sunyi sekalipun tidak akan berhasil membantu kita memanjatkan doa yang efektif. Sebaliknya, seseorang yang berdoa di tempat umum tetapi melakukannya dengan sepenuh hati, dapat melakukan doa yang menyenangkan hati Allah. Yesus juga tidak mencontoh orang-orang munafik yang senang berdoa dengan berdiri di dalam rumah ibadah dan di sudut jalan, agar mereka dapat dilihat orang lain (Mat. 6:5)

​Yesus seringkali menyingkir dari kota dan kerumunan untuk berdoa di tempat-tempat yang tenang dan damai- kadang-kadang di gunung yang tinggi (Mat. 14:23; Luk. 6:12; 9:28) atau di padang belantara (Mat. 4:1-2; Mrk. 1:35; Luk. 5:16). Pada saat Ia berada di Taman Getsemani, Ia memisahkan DiriNya dari murid-muridNya untuk berdoa di kejauhan dan seorang diri (Mat. 26:36-40; Luk. 22:39-41). Tetapi ini bukan satu-satunya caraNya berdoa-kita juga melihat dalam beberapa kesempatan, Yesus berdoa di hadapan banyak orang (Luk. 3:21; 11:1; Yoh. 11:41-43; 12:27-29). Ia juga memperlihatkan khasiat doa syafaat (Mat. 18:19-20) dan mengajarkan agar rumahNya harus menjadi “rumah doa bagi segala bangsa” (Mrk. 11:17)

​Di masa gereja mula-mula, ada tempat-tempat yang biasa digunakan untuk berdoa (Kis. 10:9; 16:13) dan tempat-tempat lain yang dipilih oleh orang-orang percaya secara spontan (Kis. 21:5; 27:35). Tidak mengherankan, Paulus mengajarkan kita untuk berdoa “di mana-mana” (I Tim. 2:8), menunjukkan bahawa tempat kita berdoa bukanlah hal yang penting, tetapi yang penting adalah berdoa di dalam roh dan di dalam kebenaran (Yoh. 4:24)

12.9.6 Mencari Roh Kudus dengan segenap hati

​Dalam Perjanjian Lama, Allah berbicara kepada umatNya yang ada dalam pembuangan di Babel melalui Nabi Yeremia: “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaKu, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yer. 29:12-13). Kata-kata ini mengingatkan agar kita mencari Allah dengan sungguh-sungguh dan giat. Tanpa Roh Kudus, kita menjadi seperti orang-orang dalam pembuangan yang tidak mampu mengalahkan dosa, kerana walaupun roh kita penurut, tetapi tubuh kita lemah (Rm. 7:14-24; Mat. 26:41). Kita memberikan kuasa kepada kita yang melaluiNya kita dibebaskan dari kuasa dosa dan maut (Rm. 8:1-2, 13; Gal. 5:16). Kita dapat menemukanNya apabila kita berusaha keras memanggilNya dengan sepenuh hati.

12.10 Ketekunan dalam doa

​Ketekunan adalah kunci keberhasilan doa. Di Kitab Roma, Paulus mendorong gereja untuk “bertekun [lah] dalam doa” (Rm. 12:12). Di dalam Alkitab bahasa Inggeris, Paulus menggunakan kata kerja “continue- terus”, yang diterjemahkan dari bahasa Yunani proskartereo dan mempunyai beberapa erti, seperti “menantikan”, “menunggu di suatu tempat”, “meneruskan dengan setia bersama seseorang”, dan “dengan setia bergantung pada seseorang”2.

12.10.1 Contoh-contoh ketekunan

​Ada banyak orang dari berbagai periode dalam sejarah yang menunjukkan sikap ketekunan di dalam doa dan kerananya mendapatkan berkat. Mereka menjadi teladan-teladan yang baik untuk kita. Di antaranya adalah:

i. Abraham
Ketika Abraham mendekati usia 100 tahun, ia menganggap dirinya sedah terlalu tua untuk menjadi ayah atas banyak bangsa, dan begitu juga isterinya telah terlalu tua untuk dapat melahirkan anak (Kej. 17:17). Namun ia percaya dengan janji Allah, menunggu dengan sabar dan tanpa ragu, hingga akhirnya ia menerimanya (Rm. 4:19-21; Ibr. 6:15)

ii. Yakub
Saat ia kembali dari Haran, Yakub bergumul dengan Allah di Pniel sepanjang malam. Yakub tidak bersedia melepaskanNya sampai Ia memberkatinya. Pada saat itu bukannya Allah tidak dapat menang- Allah sangat tersentuh dengan keteguhan Yakub sehingga Ia memilih untuk tidak menang dan mengabulkan permintaan Yakub (Kej. 32:24-30)

iii. Elia
Di masa pemerintahan Raja Ahab, terjafi kekeringan dan kelaparan di negeri Isreal yang berlangsung selama tiga setengah tahun (Luk. 4:25). Elia pergi ke Gunung Karmel untuk berdoa memohon hujan, berlutut dan berdoa tujuh kali. Allah menjawab doanya: angin mulai berhembus, dan langit penuh dengan awan hujan yang kemudian mencurahkan hujan ke atas bumi yang kering (I Raj. 18:41-45; Yak. 5:17-18)

iv. Perempuan Kanaan
Seorang perempuan Kanaan yang anaknya dirasuki setan datang ke hadapan Yesus untuk memohon pertolongan. Awalnya Yesus tidak berkata apa-apa. Ketika Ia menjawab, Ia berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Isreal” (Mat. 15:24) dan juga menambahkan, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” (Mat. 15:26). Yesus menolak permohonannya sebanyak tiga kali, tetapi perempuan Kanaan ini tidak menyerah. Dengan rendah hati ia menjawab, “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya” (Mat. 15:27). Yesus kagum dan memuji imannya, dan memulihkan anaknya.

v. Teman-teman orang lumpuh
Ketika Yesus sedang mengajar di sebuah rumah di Kapernaum, empat orang membawa orang lumpuh dan mencari Dia. Mereka tidak dapat mendekati Yesus kerana terhalang oleh kerumunan orang banyak, tetapi mereka tidak menyerah. Kegigihan mereka terlihat saat mereka memanjat atap rumah untuk membuka jalan agar dapat menurunkan si orang lumpuh. Saat Yesus melihat iman mereka, Ia tergerak untuk mengampuni dosa-dosa si orang lumpuh dan menyembuhkannya (Mrk. 2:1-12)

vi. Gereja mula-mula
Pada saat Raja Herodes menganiayai gereja mula-mula dengan sangat keras, ia memenjarakan Petrus dengan cara yang paling ketat, memerintahkan agar Petrus dibelenggu dengan rantai, dijaga oleh dua penjaga, dan empat pasukan di sisi lain pintu penjara. Gereja bersatu dalam doa memohon keselamatan Petrus. Allah menjawabnya dengan mengutus seorang malaikat untuk menyelamatkan Petrus (Kis. 12:4-19)

12.10.2 Janda yang tidak menyerah

​Tuhan Yesus memberikan sebuah perumpamaan yang mendorong kita untuk berdoa dengan tekun dan tidak jemu-jemu, dan tidak pernah menyerah. Ia berkata, “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun kerana janda itu menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” (Luk. 18:1-5). Di sini Yesus menunjukkan bahawa hakim yang tidak adil dan lalim itu membenarkannya kerana si janda tidak jemu-jemu terus meminta. Ia mengingatkan kepada kita bahawa Bapa kita Syurgawi yang baik dan berbelas kasihan, tentu akan menjawab doa anak-anak yang Ia kasihi, apabila mereka berdoa dengan tekun dan dengan iman.

12.10.3 Kehidupan doa Yesus

​Selain mengajarkan kita berdoa, melalui teladan peribadi Yesus juga menunjukkan bagaimana hidup dengan penuh doa:

• Ia berpusa dan berdoa selama 40 hari dan 40 malam untuk memohon kuasa dari atas, agar Ia dapat memenuhi tugas yang dipercayakan kepadaNya oeh Allah Bapa. Ia dipenuhi dengan Roh Kudus dan mendapatkan kuasa untuk menghadapi cobaan Iblis, dan memulai pelayananNya (Luk. 4:1-15)

• Ia sering berdoa semalaman untuk memohon kepada Bapa untuk terus menolongnya dalam pelayananNya (Mrk. 1:35; Mat. 14:23, 25; Luk. 6:12-13). Kerana itu Ia senantiasa dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang-orang sakit dan mengusir setan (Mrk. 5:30; Luk. 5:17; 6:19; Kis. 10:38)

• Di malam Ia akan ditangkap, Yesus berdoa tiga kali di Taman Getsemani. Di saat penting itu, Ia sangat membutuhkan kekuatan dan kuasa dari Bapa Syurgawi untuk menjalankan rencana keselamatan di kayu salib. Walaupun malaikat-malaikat datang untuk menguatkanNya, Ia terus berdoa, memohon kepada Allah dengan air mata. Alkitab menjelaskan bahawa keringatNya yang jatuh ke tanah adalah seperti tetesan darah. Kerana doaNya yang sangat tekun, Yesus dapat menghadapi maut di kayu salib dan akhirnya bangkit dalam kemuliaan (Mat. 26:36-44; Luk. 22:41-44; Ibr. 5:7; Kis. 2:24)

12.10.4 Senantiasa berdoa memohon Roh Kudus

​Ketekunan dalam doa sangat penting ketika kita memohon Roh Kudus, yang kita butuhkan untuk mendapatkan keselamatan. Yesus menceritakan dua perumpamaan mengenai hal ini, dan keduanya dicatat di Kitab Lukas fasal 11. Perumpamaan pertama menceritakan tentang seseorang yang mempunyai permintaan mendesak kepada seorang teman di tengah malam (ayat 5-8). Perumpamaan kedua menceritakan seorang ayah yang penuh kasih, yang memberikan yang terbaik untuk menjawab permintaan anaknya (ayat 11-12). Di ayat 13, Yesus menyimpulkannya dengan mengajarkan bahawa sama seperti permintaan orang-orang yang dijawab itu, begitu juga Allah akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang berdoa kepadaNya dengan hati yang sama.

​Kepada murid-muridNya, Yesus, “melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang –demikian kataNya-“telah kamu dengar daripadaKu. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”” (Kis. 1:4-5). Yesus juga berkata, “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” (Luk. 24:49). Yesus meminta kepada mereka untuk menunggu waktu yang telah ditentukan Allah dengan kesabaran dan pengharapan. Dan benar, setelah Yesus naik ke Syurga, murid-murid diam bersama-sama di Yerusalem dan “bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama” (Kis. 1:14). Pada akhirnya, di hari Pentakosta, penantian mereka usai: mereka mendengar suara dari Syurga seperti angin yang berhembus, dan mereka dipenuhi dengan Roh Kudus (Kis. 2:1-4)

​Setelah Saulus dipilih oleh Tuhan di tengah perjalanannya menuju Damsyik, ia berpuasa tiga hari dan tiga malam, dan selama itu ia berdoa kepada Allah. Ketika waktunya tiba, Tuhan mengutus Ananias untuk menumpangkan tangan ke atas dirinya, sehingga ia dipenuhi dengan Roh Kudus (Kis. 9:8-19)

12.10.5 Haus akan Roh Kudus

​Penatua Yohanes mengajarkan bahawa ketika kita berdoa memohon baptisan Roh Kudus, kita harus melakukannya dengan rasa haus rohani yang murni (Yoh. 4:10, 13-14)

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, kerana Yesus belum dimuliakan.
​​​​​​​​Yohanes. 7:37-39

Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mahu, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan Cuma-Cuma!
​​​​​​​​Wahyu. 22:17

​Kita perlu belajar dari peringatan Allah kepada jemaat di Laodikia, dan tidak merasa puas hati (Why. 3:14-17). Doa-doa kita harus mencerminkan kerinduan kepada Allah yang sungguh-sungguh. Hati kita haruslah seperti pemazmur yang menginginkan Allah seperti seekor rusa merindukan sungai (Mzm. 42:1). Bila kita berdoa dengan sikap ini, Roh Kudus akan mengalir melalui hati kita.

12.11 Memegang perintah Allah

​Sebagai orang Kristian, kita menunjukkan kasih kita kepada Tuhan kepada memegang perintah-perintahNya. Kita tidak dapat berkata kita mengasihi Allah bila kita melawan perintahNya. Begitu juga, memegang perintah Allah adalah syarat untuk menerima Roh Kudus. Yesus mengajarkan, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh. 14:15-16). Yesus juga berkata, “Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh BapaKu dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriKu kepadanya… Jika seorang mengasihi Aku, Ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia” (Yoh. 14:21, 23)

12.11.1 Beribadah saja tidak cukup

​Dalam Perjanjian Lama, Allah menegur bangsa Isreal melalui Nabi Yesaya dan berkata, walaupun mereka mempersembahkan banyak korban bakaran, Ia tidak berkenan kepada mereka. Malah, Allah tidak sudi melihat ibadah mereka dan tidak mahu mendengar doa-doa mereka yang dipanjatkan dengan tangan terbuka. Masalahnya ada pada tangan-tangan mereka yang penuh dengan kekerasan dan perbuatan yang jahat. Allah menegur bahawa mereka hanya menghormatiNya dengan mulut saja, sementara hati mereka jauh dari Dia. Ia memperingatkan mereka, apabila mereka tidak berhenti melakukan kejahatan dan mulai belajar melakukan hal yang baik, mengejar keadilan dan membebaskan orang-orang yang tertindas, Ia tidak akan diam dekat dengan mereka (Yes. 1:10-17; 29:13). Dari sini kita mendapatkan pengajaran, apabila kita memohon Roh Kudus tetapi kita hidup di dalam dosa, tidak peduli betapa seriusnya kita berdoa, Ia tidak akan menjawabnya.

12.11.2 Perintah untuk saling mengasihi

​Salah satu perintah paling penting yang Yesus ajarkan adalah saling mengasihi, seperti Ia mengasihi kita (Yoh. 13:34; 15:12-14). Sama seperti Yesus yang menyerahkan nyawaNya demi kita, sepatutnya kita juga bersedia menyerahkan nyawa kita demi saudara-saudari seiman di dalam Kristus (I Yoh. 3:16). Contohnya, apabila kita mengasihi dan memperhatikan mereka di masa suka mahupun duka, kita telah menunjukkan kasih kita kepada Tuhan Yesus (Kol. 1:24; 12:25-27)

​Kita melihat kebenaran ini dari perkataan Yesus kepada Saulus, yang sedang menganiayai orang Kristian. Dia berkata, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiayai Aku?”

​Saulus menjawab, “Siapakah Engkau, Tuhan?”

​Tuhan menjawab, “Akulah Yesus, yang kau aniaya itu” (Kis. 9:1-5)

​Perkataan ini menunjukkan bahawa apa pun yang kita perbuat untuk saudara-saudara seiman kita, maka kita melakukannya untuk Tuhan.

​Mengasihi satu sama lain adalah gaya hidup orang Kristian (Yoh. 13:34-35): dengan melakukannya, kita menunjukkan kepada dunia bahawa kita adalah murid-murid Yesus. Kasih adalah penggenapan segala Hukum Taurat dan pengajaran para nabi (Mat. 22:39-40; Gal. 5:14). Jadi Ia yang mengasihi tetangganya, telah memenuhi hukum Taurat. Kita harus senantiasa hidup dengan sedemikian rupa sehingga kita merasa berhutang kasih kepada orang lain, dan mencari kesempatan untuk melunasi hutang itu (Rm. 13:8)

​Penatua Yohanes mengajarkan bahawa orang yang tidak dapat mengasihi saudara-saudari seimannya, tidak dapat menyatakan dirinya mengasihi Allah. Ia berkata, “Jikalau seorang berkata:”Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, kerana barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kiya terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (I Yoh. 4:20-21)

​Kasih mencakup semuanya. Maka Yesus mengajarkan kita bahawa tidak hanya mengasihi Allah dan saudara-saudari seiman, kita juga harus mengasihi musuh kita: ”Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiayai kamu. Kerana dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di Syurga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat. 5:44-45)

12.11.3 Melakukan kasih

​Kasih tidak ditunjukkan hanya melalui kata-kata; tetapi kasih harus dilakukan. Penatua Yohanes berkata:

Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi tutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui, bahawa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar daripada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah.
​​​​​​​​I Yohanes. 3:17-21

​Dia juga memberitahukan kita bahawa tersedia berkat bagi mereka yang mengasihi orang lain:

Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya daripadaNya, kerana kita menuruti segala perintahNya dan berbuat apa yang berkenan kepadaNya. Dan inilah perintahNya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintahNya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahawa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
​​​​​​​​I Yohanes. 3:22-24

​Berkatnya adalah, Allah akan menjawab doa-doa kita dan kita akan menerima apa pun yang kita minta (ref. Yoh. 15:7-10). Ini adalah kebenaran yang penting bagi mereka yang mencari baptisan Roh Kudus.

12.12 Kesimpulan

​Hari ini, Roh Kudus dicurahkan ke semua orang percaya, sama seperti masa gereja para rasul. Namun kita melihat banyak gereja dan denominasi menolak kebenaran ini. Contohnya, mereka menolak berbahasa roh sebagai bukti baptisan Roh Kudus, atau bersikeras bahawa baptisan itu telah terjadi bagi semua orang. Kita perlu meminta Allah untuk membuka hati kita kepada pesan firman Tuhan (ref. Luk. 24:45) sehingga kita dapat memahami kebenaran mengenai Roh Kudus, dan lebih penting lagi, mengalami sendiri baptisan Roh yang indah ini.

Pertanyaan ulasan

1. Mengapa orang harus datang ke gereja benar untuk menerima baptisan Roh Kudus?
2. Mengapa menuruti firman Tuhan itu penting?
3. Apakah yang dikatakan Alkitab mengenai pujian yang berulang-ulang, seperti “Haleluya” saat kita berdoa?
4. Apakah hubungan antara baptisan air dengan baptisan Roh Kudus?
5. Di dalam Alkitab, contoh-contoh apa saja yang terdapat mengenai orang percaya menerima Roh Kudus melalui penumpangan tangan?
6. Mengapa kita harus miskin di hadapan Allah?
7. Mengapa hati kita harus murni?
8. Mengapa kita harus beriman?
9. Mengapa kita harus brdoa dengan sungguh-sungguh?
10. Mengapa tekun berdoa itu penting?
11. Apakah hubungan memegang perintah-perintah Allah dengan berdoa memohon Roh Kudus?

_______________________________________________________________________________________________________

1. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old And New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G945.
2. Ibid. G4342.

​​

Bab 10 Pengilhaman Roh Kudus

10.1 Pendahuluan

​Roh kudus mendirikan Gereja Yesus Benar pada tahun 1917 dan mulai memanggil orang-orang Kristian ke dalam satu kewanan melalui injil yang benar dan sepenuhnya, sesuai dengan penggenapan nubuat Yesus (Yoh. 10:16). Allah meneguhkan pelayanan gereja dengan mencurahkan RohNya kepada orang-orang percaya dan memberikan tanda dan mujizat. Namun beberapa penulis Kristian dari gereja dan denominasi lain meragukan pekerjaan Roh Kudus dan mengkritik pengalaman-pengalaman ini secara terbuka. Kritikan dan mengkritik pengalaman-pengalaman mendasar mengenai apa yang disebut baptisan Roh Kudus dan apa yang disebut pengilhaman Roh Kudus.

​Dalam bab ini, kita akan meluruskan beberapa kesalahfahaman mengenai dua hal ini, dan melihat perbedaan di antara keduanya.

10.2 Beberapa kesalahfahaman umum

Kesalahfahaman 1

Kerana itu aku mahu menyakinkan kamu, bahawa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata:”Terkutuklah Yesus!” Dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku:”Yesus adalah Tuhan” Selain oleh Roh Kudus.
​​​​​​​​I Korintus. 12:3

​Banyak gereja mengutip ayat ini, menyatakan bahawa kemampuan seseorang untuk menyatakan Yesus sebagai Juruselamatnya, adalah bukti yang cukup untuk menentukan bahawa ia telah menerima Roh Kudus. Apa yang tidak mereka sedari, adalah adanya perbedaan antara pekerjaan Roh Kudus untuk mengilhamkan dan menyedarkan orang untuk percaya kepada Yesus (seperti apa yang disebutkan Paulus dalam I Korintus. 12:3), dan baptisan Roh Kudus. Baptisan Roh Kudus adalah janji dari Yesus, yang berkata bahawa Roh Kudus akan datang untuk diam di antara umat percaya selamanya (Yoh. 14:16-17). Kita dapat berkata dengan yakin bahawa semua otang yang telah dibaptis dengan Roh Kudus pertama-tama diilhamkan oleh Roh; namun ini bukan bererti semua orang yang diilhamkan oleh Roh telah menerima baptisan Roh Kudus.

​Dengan jelas kita melihat perbedaan antara pengilhaman Roh Kudus dan baptisan Roh Kudus pada beberapa contoh dari Alkitab.

​Pertama, kita mengetahui bahawa saat Yesus bangkit, Dia muncul di hadapan Thomas yang meragukan kebangkitannya. Melihat Tuhan yang telah bangkit, Dia berseru,”Ya, Tuhanku dan Allahku!” (Yoh. 20:28). Ini adalah contoh seseorang yang memanggil nama Yesus untuk mengakuiNya sebagai Tuhan dan Allahnya, tetapi kita mengetahui bahawa pada hari Pentakosta barulah ia sungguh-sungguh menerima Roh Kudus.

​Kedua, kita mempunyai catatan mengenai jemaat Samaria (Kis. 8:14-17). Mereka menerima injil Yesus Kristus melalui penginjilan yang dilakukan Filipus dan telah menerima baptisan air. Namun mereka belum menerima Roh Kudus sampai para rasul kemudian pergi mengunjungi mereka dan menumpangkan tangan (Kis. 8:14-17)

​Ketiga, dalam catatan para rasul di Efesus, kita melihat bahawa mereka telah percaya di dalam Tuhan saat Paulus bertemu dengan mereka, namun mereka belum menerima Roh Kudus. Malah mereka belum pernah mendengar tentang Roh Kudus. Bahkan setelah Paulus membaptis mereka dalam nama Yesus pun, mereka tidak langsung menerima Roh Kudus; setelah Paulus menumpangkan tangan ke atas mereka, barulah Roh Kudus turun kepada mereka, dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat (Kis. 19:1-6)

Kesalahfahaman 2

Fredrik Wisloff, seorang Teolog Norwegia, menulis:

​Ia [Alkitab] berkata: Semua orang Kristian mempunyai Roh Allah. “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus” (Rm. 8:9)… Siapakah yang membangunkan Anda dari tidur ketidakpedulian Anda? Siapakah yang menyedarkan anda dari dosa-dosa anda? Siapakah yang membawa anda kepada Kristus dan memuliakan Dia?…Bukankah Roh Kuduslah yang melakukan semua ini?
​​​​​​​Fredrik Wisloff (hal. 236-239)

Apa kata Alkitab?

• Catatan Alkitab mengenai jemaat di Samaria (Kis. 8:14-17)dan Efesus (Kis. 19:1-6) bertolak belakang dengan pernyataan Wisloff. Kedua kelompok jemaat ini sudah “dibangunkan” pada saat mereka menjadi Kristian, namun mereka belum menerima Roh Kudus. Setelah menerima baptisan air dan penumpangan tangan dari para rasul, barulah mereka menerima baptisan roh.

• Kebangunan rohani seseorang saat ia menyedari dosa-dosanya, dan kemudian mencari Yesus, sudah jelas merupakan pekerjaan Roh Kudus, kerana Dialah yang menggerakkan orang untuk berbalik kepada Kristus. Namun itu tidak sama, dan bukan merupakan bukti menerima Roh Kudus.

Kesalahfahaman 3

​Wisloff membicarakan jemaat Korintus dengan mengutip I Korintus. 3:16

​“Tidak tahukah kamu, bahawa kamu adalah bait Allah dan bahawa Roh Allah diam di dalam kamu?” Roh Allah tinggal di dalam hati mereka tanpa perlu mereka menyedari kenyataan itu.

​​​​​​​Fredrik Wisloff (hal. 330)

Apa kata Alkitab?

• Saat Roh Kudus turun kepada seseorang, orang itu menyedarinya, begitu juga orang-orang di sekelilingnya (Kis. 2:33). Jemaat Korintus tentu telah mengerti akan hal ini.

• Saat jemaat Samaria menerima Roh Kudus, hal itu jelas terlihat oleh Simon, kerana setelah itu kita mengetahui bahawa dia mencuba untuk membeli kuasa itu (Kis. 8:12-19)

• Ketika Kornelius dan keluarganya menerima Roh Kudus, jemaat Yahudi melihat kejadian itu dan terheran-heran kerana karunia ini juga diberikan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (Kis. 10:45)

• Kata-kata Paulus,”Tidak tahukah kamu, bahawa kamu adalah Bait Allah dan bahawa Roh Allah diam di dalam kamu?” (I Kor. 3:16), tidak menunjukkan ketidaktahuan mereka bahawa mereka telah menerima Roh Kudus, tetapi menunjukkan sikap mereka yang kurang menghargai status mereka dalam Kristus, untuk menjaga diri mereka tetap kudus, dan tidak mendukakan Roh Kudus. Dia menambahkan, “Jika ada orang yang menbinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan Bait Allah itu ialah kamu” (I Kor. 3:17)

Kesalahfahaman 4

Wisloff mengutip tulisan seorang teolog Jerman, Johan Arndt:

​Rasa sakit hati kerana dosa adalah bukti terbaik bahawa Roh Kudus tinggal di dalam hati anda.
​​​​​​​​Fredrik Wisloff (hal. 252)

Apa kata Alkitab?

• Alkitab memang mengajarkan kita bahawa Roh Kudus dapat membuat seseorang meratapi dosa-dosanya; tetapi Dia dapat melakukan hal ini sebelum dia bertobat atau dibaptis dengan Roh Kudus. Kerana itu hal itu bukanlah bukti bukti mutlak bahawa seseorang telah menerima baptisan Roh. Contohnya, kita melihat dalam Alkitab, Roh Kudus menggerakkan orang-orang yang mendengarkan para rasul di hari Pentakosta untuk bereaksi pada injil yang diberitakan Petrus. Tertulis di Alkitab, mereka “sangat terharu” dan terdorong untuk bertanya apakah yang harus mereka perbuat untuk dapat selamat (Kis. 2:37). Di sini Roh Kudus bekerja untuk menyedarkan mereka akan dosa-dosa mereka; tetapi mereka masih perlu bertobat, dibaptis dan menerima Roh Kudus (Kis. 2:38)

• Selain Roh Kudus, hukum atau firman Tuhan juga dapat menggelitik hati nurani orang. Kedua hal ini mempunyai kuasa untuk memperlihatkan perbedaan antara benar dan salah, baik dan jahat (Rm. 2:14-15). Contohnya dalam kitab Roma, Paulus menulis mengenai bagaimana dia menyedari dosa-dosanya melalui hukum Taurat dan pergumulan batinnya (Rm. 7:21-24)

Kesalahfahaman 5

​Pernyataan bahawa siapa yang tidak berbahasa roh belum menerima Roh Kudus terlalu mutlak! Sejak zaman kuno hingga sekarang, telah banyak orang Kristian yang saleh di seluruh dunia yang mengasihi Tuhan, dan banyak yang telah menyerahkan diri mereka menjadi pelayan-pelayan-pelayan Allah yang hebat. Namun mereka semua tidak berbahasa roh: apakah ini bererti mereka tidak mempunyai Roh Kudus?

​​​​​​​Wang Mingdao(hal. 15)

Apa kata Alkitab?

• Mereka yang diilhamkan oleh Roh Kudus dapat mengasihi Tuhan dan mempersembahkan hidup mereka kepadaNya, seperti juga mereka yang telah menerima Roh Kudus. Namun hidup kudus saja bukanlah bukti baptisan dalam Roh.

• Kornelius juga adalah orang yang saleh, melakukan pekerjaan-pekerjaan amak dan berdoa senantiasa kepada Allah. Pelayan-pelayannya sendri bersaksi bahawa Dia adalah orang benar, takut akan Allah, dan dikenal baik oleh Komunitas Yahudi (Kis. 10:1-2, 22). Namun Alkitab mencatat bahawa ia belum menerima Roh Kudus saat Petrus bertemu dengannya. Kornelius sekeluarga baru mendapatkan Roh Kudus saat sedang mendengarkan khotbah Petrus. Baptisan Roh Kudus terwujud dalam berbahasa roh (Kis. 10:44-46)

• Apolos mengenal Alkitab dengan baik; dan setelah mengetahui tentang Yesus, ia mengabarkanNya dengan tekun (Kis. 18:24-25). Ia adalah orang yang mempunyai keberanian dan semangat bagi Allah. Namun kita mengetahui bahawa ia belum menerima baptisan Roh Kudus, kerana Alkitab menyatakan,”Ia hanya mengetahui baptisan Yohanes” (Kis. 18:25). Kita dapat menyimpulkan bahawa setelah Akwila dan Priskila menemuinya untuk menjelaskan injil sepenuhnya kepadanya, barulah ia menyedari akan baptisan Roh Kudus yang datang dari Yesus Kristus (ref. Mat. 3:11; Yoh. 1:32-33; Kis. 2:33)

10.3 Pengilhaman Roh Kudus pada periode berbeda dalam sejarah

​Dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru, kita dapat melihat bukti-bukti pekerjaan Roh Kudus dalam mengilhamkan orang-orang untuk melakukan pekerjaan Allah. Dengan melihat beberapa contoh, kita dapat memperoleh pengertian yang lebih baik mengani perbedaan antara pengilhaman Roh Kudus dan baptisan Roh Kudus.

10.3.1 Periode Perjanjian Lama

​Sejak semula, Allah bermaksud untuk mendirikan kerajaanNya di bumi. Sebagai bagian dari rencanaNya, Ia menciptakan Adam dan memberikan perintah yang harus ia pegang (Kej. 2:16-17). Walaupun Allah mampu menciptakan lebih banyak orang, Ia hanya menciptakan satu saja dengan harapan untuk menghasilkan keturunan ilahi (Mal. 2:15). Sayangnya Adam melanggar perintahNya dan mengakibatkan dosa masuk ke dalam dunia (Rm. 5:12). Manusia kehilangan gambar dan rupa Allah dan jatuh ke dalam keruntuhan moral yang curam, hingga bahkan anak-anak Allah pun mengikuti jalan dunia yang jahat (Kej. 4:8; 19-24; 6:1-4). Hingga pada satu saat, dalam kekesalannya Allah berkata,”RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, kerana manusia itu adalah daging” (Kej. 6:3). Allah hendak meninggalkan manusia dan membiarkan mereka melakukan apa yangmereka kehendaki. Perkataan “RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia” sangat penting. Ini menunjukkan bahawa sebelum kejatuhan umat manusia dalam dosa, Roh Allah senantiasa mengilhamkan anak-anakNya untuk hidup dalam kemurnian dan kekudusan. Namun sekarang, Ia meninggalkan mereka dalam jalan-jalan keduniawian mereka.

​Setelah Adam, kita melihat bahawa sifat pekerjaan Roh Kudus berubah, dari mengilhamkan seluruh umat pilihan Allah, menjadi hanya mengilhamkan segelintir orang pilihan saja. Orang-orang ini Ia gerakkan dengan tujuan untuk mengemban tugas-tugas ilahi khusus, pada saat dibutuhkan.

. Mengilhamkan nabi-nabi

Namun bertahun-tahun lamanya Engkau melanjutkan sabarMu terhadap mereka. Dengan RohMu memperingatkan mereka, yakni dengan perantaraan para nabiMu, tetapi mereka tidak menghiraukannya, sehingga Engkau menyerahkan mereka ke tangan bangsa-bangsa segala negeri.
​​​​​​​​Nehemia. 9:30

Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
​​​​​​​​II Petrus. 1:21

​Di masa Perjanjian Lama, pekerjaan Roh Kudus banyak terlihat dalam pengilhaman para nabi. Ia menggerakkan mereka untuk menyampaikan pesan kepada umat pilihan, dan untuk menuntun mereka ke jalan yang benar (ref. I Sam. 3:21). Alkitab mencatat contoh-contoh berikut:

• Musa, yang memimpin dan menjadi hakim atas bangsa Isreal melalui pimpinan Roh Kudus (Bil. 11:17; Yes, 63:10-12)

• Elisa menerima dua bagian Roh Allah, sehingga ia mampu meneruskan pekerjaan Elia (II Raj. 2:9-15)

• Mikha, diilhamkan untuk menubuatkan kebenaran kepada Ahab, sesuai dengan wahyu Allah. Mikha tidak mahu mengutarakan kata-kata yang sekadar untuk menyenangkan telinga raja (I Raj. 22:13-23)

• Roh Kudus datang kepada Azarya, yang menggerakkannya untuk memberitahukan Raja Asa dan bangsanya untuk menghancurkan patung-patung berhala, memperbaiki mezbah Tuhan dan mengadakan perjanjian untuk mencari Tuhan (II Taw. 15:1-15)

• Roh Kudus datang kepada Yahaziel, untuk menolongnya menyampaikan pesandorongan kepada Raja Yosafat dan bangsanya. Ia berkata kepada mereka agar tidak takut kepada musud-musud mereka, dan mengetahui bahawa Allah akan menyelamatkan mereka (II Taw. 20:14-19)

• Roh Kudus berbicara kepada orang-orang pilihan melalui Yesaya, berkata kepada mereka bahawa hati mereka telah menjadi keras dan telinga mereka sulit mendengar, dan mata mereka tertutup, kerana mereka tidak lagi dapat mengerti firman Allah (Yes. 6:9-13; Kis. 28:25-27)

• Yeremia, yang merasakan firman Tuhan seperti api yang bergelora di dalam hatinya, mendorongnya untuk berbicara (Yer. 20:7-10)

• Roh Allah turun kepada Yehezkiel dan mendorongnya untuk pergi dan memperingatkan bangsa Isreal atas pemberontakan mereka, dan mendesak mereka untuk meninggalkan dosa dan menghindari maut (Yeh. 2:1-7; 3:16-21)

• Roh Allah mengilhamkan Daniel untuk menafsirkan tulisan di dinding untuk Raja Belsyazar, dan menubuatkan kematiannya dan kehancuran kerajaannya (Dan. 5:5-31)

• Roh Tuhan memenuhi Mikha dengan kuasa, keadilan, keperkasaan, untuk menegur bangsa Isreal atas dosa-dosa mereka (Mik. 3:8)

. Mengilhamkan hakim-hakim

Ketika Yosua meninggal, bangsa Isreal kehilangan seorang pemimpin rohani yang sangat penting. Saat mereka menetap di tanah perjanjian, mereka mulai menikmati sebuah kehidupan yang mudah dan berkelimpahan, lupa untuk menghormati dan bersyukur kepada Allah. Lebih parah lagi, mereka mengikuti praktik-praktik jahat yang dilakukan bangsa-bangsa lain dengan menyembah berhala-berhala mereka. Mereka tidak berhasil memisahkan diri mereka dan hidup kudus. Kerana itu Allah bertinfak agar mereka mengubah jalan mereka yang jahat: Allah membiarkan bangsa-bangsa musuh menyerang mereka. Namun Ia juga Allah yang berbelas kasihan: setiap kali mereka bertobat dan berseru kepadaNya memohon pertolongan, Ia senantiasa menjawab doa-doa mereka dengan mengilhamkan hakim-hakim untuk bermunculan dan memimpin menyelamatkan mereka.

Kita melihat bahawa Allah menggerakkan bermacam-macam hakum untuk menyelamatkan umatNya:
• Roh Allah turun kepada Otneil, sehingga dia mampu mengalahkan Kusyan-Risyatiam, Raja Mesopotamia, sehingga bangsa Isreal menikmati 40 tahun kedamaian (Hak. 3:9-11)

• Roh Tuhan datang kepada Gideon, sehingga dia membunyikan terompet untuk memgumpulkan segenap bangsa Isreal melawan orang Midian. Setelah mengalahkan mereka, bangsa Isreal menikmati 40 tahun masa kedamaian (Hak. 6:34-35; 7:19-25; 8:25)

• Roh Tuhan datang kepada Yefta, sehingga dia dapat melawan bangsa Amon. Dia mengalahkan mereka dan menduduki 20 kota (Hak. 11:29-33)

• Roh Tuhan datang dengan penuh kuasa kepada Simson, sehingga dia mempunyai kuasa untuk mencabik seekor singa dengan tangan kosong dan membunuh 1000 orang Filistin hanya dengan menggunakan tulang rahang keledai (Hak. 14:5-6; 15:12-18)

. Mengilhamkan iman

Di dalam Perjanjian Lama, iman-iman diurapi secara khusus untuk melayani Allah. Mereka bertindak sebagai penengah antara Allah dan manusia, mempersembahkan korban untuk pengampunan dosa (Im. 1:3-9; Ibr. 5:1-3; 9:6-7). Sebelumnya peran ini dipegang oleh kepala keluarga. Alkitab mencatat, contohnya, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub dan Ayub, mereka mempersembahkan korban persembahan kepada Allah (Kej. 8:20; 22:13; 26:25; 33:18-20; Ayb. 1:5). Ini terus berlanjut hingga masa Hukum Taurat, ketika tugas-tugas keimanan diberikan kepada Harun dan keturunannya (Kel. 29:9, 29; 40:12-15; Bil. 25:11-13)

Pekerjaan utama para iman adalah mengurus tabut perjanjian dan melakukan upacara-upacara ibadah. Roh Kudus nampaknya jarang mengilhamkan mereka untuk melakukan tugas-tugas khusus. Hanya ada satu catatan alkitabiah yang menyebutkannya: ketika Allah berbicara melalui Zakharia untuk menegur umat pilihan kerana telah melanggar perintah-perintahNya. Nmaun bukannya mendengar, mereka merajam Zakharia sampai mati (II Taw. 24:20-22)

. Mengilhamkan raja-raja

Kerajaan Isreal berdiri melalui pemerintahan Saul (I Sam. 9:17; 10:1). Sebelumnya, Allah sendirilah yang berkuasa atas bangsa Iareal. Namun umat Isreal berkeran hati menginginkan seorang raja, seperti bangsa-bangsa ain. Ada dua alasan mengapa mereka bersikeras. Pertama, kedua anak Nabi Samuel tidak layak untuk memimpin mereka; mereka tidak berjalan di jalan Tuhan, tetapi menerima suap dan memutarbalikkan keadilan (I Sam. 8:1-5). Kedua, bangsa Isreal terus menerus berada di bawah ancaman bangsa-bangsa musuh (I Sam. 8:7; 12:12-18)

Sayangnya, sejarah memperlihatkan bahawa raja-raja Isreal hanya dapat memimpin sampai pada keberhasilan yang terbatas. Contohnya, Saul tidak menaanti perintah Allah, sehingga Allah menolaknya (I Sam. 13:8-15; 15:10-23). Ia digantikan oleh Daud, orang yang mencari hati Allah (I Sam. 16:1-3). Berikutnya, Salomo menjadi raja (I Raj. 1:28-40), tetapi dia jatuh dalam penyembahan berhala kerana isteri-isteri dari bangsa lain. Anaknya, Rehabeam, tidak mahu mendengar nasihat-nasihat tua-tua Isreal dan akhirnya bangsa Isreal terbelah (I Raj. 11:1-13; 12:1-20).

Dari seluruh raja-raja Isreal dan Yehuda, kita melihat bahawa Roh Kudus hanya mengilhami Saul dan Daud. Alkitab mencatat bagaimana Roh Kudus turun ke atas Saul, sehingga dia bernubuat di antara para nabi dan “berubah menjadi manusia lain” (I Sam. 10:6-10); memimpin umat pilihan untuk mengalahkan bangsa Amon (I Sam. 11:1-11). Kita juga melihat Roh Kudus turun dengan penuh kuasa kepada Daud sejak hari dia diurapi menjadi raja (I Sam. 16:13). Roh Kudus mengilhamnya untuk: bernubuat bahawa Kristus akan menjadi raja selama-lamanya, dan orang-orang akan mengikuti satu gembala ini (II Sam. 23:1-5; ref Mzm. 89:20-29; Yeh. 37:24-28); memperlihatkan petunjuk untuk pembangunan Bait Allah, yang kemudian dia berikan kepada Salomo untuk diselesaikan (I Taw. 28:11-12); menyebut Kristus sebagai “Tuhan” dan mengetahui bahawa Ia akan mengalahkan musuh-musuhNya (Mat. 22:42-44; Mzm. 110:1); menubuatkan pengkhianatan Yudas terhadap Yesus (Kis. 1:16; Mzm. 41:9)

. Mengilhamkan orang lain

Selain mengilhamkan para nabi, hakim dan raja, Roh Kudus juga datang kepada beberapa orang lain, untuk memberi mereka kuasa memimpin umat pilihan dan menyelesaikan tugas-tugas khusus. Beberapa di antara mereka adalah:

• Yusuf, yang diberikan hikmat untuk menafsirkan mimpi Firaun dan menubuatkan kejadian-kejadian penting yang akan dihadapi Mesir (Kej. 41:25-32, 37-41)

• Perajin-perajin peralatan iman (Kel. 28:2-3)

• Bezaleel, yang diberikan hikmat, pengertian dan pengetahuan dalam segala macam pekerjaan, untuk membuat tabut perjanjian dan perabotan kemah: rancangan-rancangan seni, kerajinan emas, perak, tembaga, kayu dan batu-batu permata (Kel. 31:2-5; 35:30-33)

• 70 tua-tua Isreal, yang diberikan kuasa untuk menolong Musa menghakimi umat pilihan dan bernubuat (Bil. 11:16-17; 24-25)

• Eldad dan Medad, yang digerakkan untuk bernubuat di dalam kemah (Bil. 11:26-29)

• Yosua, dipenuhi dengan roh hikmat, untuk bertindak sebagai penerus Musa (Bil. 27:15-20; Ul. 34:9)

• Amasai, kepada 30 orang, yang diilhamkan Roh untuk mengetahui bahawa Allah ada di sisi Daud dan memimpin orang-orang untuk mengikuti dia (I Taw. 12:18)

• Orang-orang Yehuda, yang tergerak untuk melakukan apa yang diperintahkan Raja Hizkia dan pemimpin-pemimpin sesuai dengan perintah Tuhan (II Taw. 30:12)
• Elihu, yang menegur Ayub tanpa memihak-mihak (Ayb. 32:15-22)

. Perbedaan ciri pengilhaman dan baptisan Roh Kudus

Walaupun keduanya berasal dari Roh yang sama, pengilhaman Roh Kudus dan baptisan Roh Kudus berbeda dalam hal sifat dan mengeluarkan hasil yang berbeda.

Pengilhaman Roh Kudus terlihat dalam:
• Datang kepada seseorang untuk menolongnya mencapai tugas atau misi tertentu. Setelah selesai, Roh Kudus meninggalkannya (Yeh. 3:22, 24: 37:1)

• Pemberian kuasa Roh kepada seseorang, contohnya, dengan memberikan keberanian, walaupun dalam bahaya kematian. Namun begitu tugas itu selesai, Roh itu pergi, dan orang yang ditinggalkan tidak lagi berbeda dengan orang lain (I Raj. 18:17-46; 19:1-14)

• Pemilihan seseorang untuk menjadi pelayan Allah; orang yang diutus untuk melaksanakan tugas tertentu (Yeh. 2:1-3)

• Tidak adanya bahasa roh (Yunani: glossolalia)

Baptisan Roh Kudus nampak melalui:
• Berbahasa roh (Kis. 10:44-46; 19:6)

• Tetap tinggal bersama orang percaya (Yoh. 14:16-18)

• Kuasa untuk mengubah kehidupan orang percaya dan memberikan kuasa untuk melakukan segala hal melalui Kristus (Kis. 4:19-20; 5:40-42; Rm. 8:2; Gal. 5:16; Ef. 3:16; Fil. 4:13)

• Pemeteraian orang percaya sebagai anak Allah, sebagai pewaris keselamatan, dan mendapatkan bagian dalam kemuliaan bersama Kristus (Rm. 8:15-17; Ef. 1:13-14)

• penengahanNya bagi orang percaya dalam doa (Rm. 8:26-27)

. Mengapa baptisan Roh Kudus?

Dalam Perjanjian Lama, Roh Kudus bekerja untuk mengilhamkan para nabi, hakim, imam, dan raja, sehingga mereka dapat memimpin bangsa isreal untuk berjalan di jalan yang benar. Ada beberapa masa ketika keadaan rohani bangsa Isreal dipulihkan, tetapi pada akhirnya bangsa itu menjadi terlalu bengkok hati sehingga tidak dapat ditolong dengan jalan seperti ini (Yer. 17:9; 13:23). Jalan satu-satunya agar mereka dapat berbalik kepada Allah dan memegang status dan perintahNya, adalah apabila Roh Kudus datang dan hidup di dalam perintahNya, adalah apabila Roh Kudus datang dan hidup di dalam hati mereka. Kerana itu, Allah mengilhamkan nabi-nabiNya untuk menubuatkan masa Ia akan mencurahkan RohNya kepada segenap umat manusia (Yoel. 2:28-29), pada segala suku bangsa dari berbagai macam warna kulit, dan status untuk mengubah hati mereka dari batu menjadi daging. Ia juga akan menuliskan hukum-hukumNya di dalam hati mereka (Yeh. 36:26-27; Yer. 31:31-34). Penggenapan nubuat-nubuat ini akan mewujudkan keinginan Musa yang menggebu-gebu:”Ah, kalau seluruh umat Tuhan menjadi nabi, oleh kerana Tuhan memberi RohNya hinggap kepada mereka !” (Bil. 11:29)

10.3.2 Sebelum turunnya hujan awal

​Sebelum turunnya Roh Kudus masa hujan awal, ada masa transisi antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Orang-orang masuk ke zaman anugerah, yang ditandai dengan kedatangan Yesus Kristus, Juruselamat, ke dunia (Mrk. 1:14-15; Yoh. 4:21-23; Yo. 1:17). Melalui kematianNya di kayu salib, Ia mengakhiri zaman Hukum Taurat (Mat. 11:13; Kol. 2:14-17; Ibr. 9:10). Roh Kudus bekerja di masa transisi ini untuk mengilhamkan orang-orang tertentu untuk menyatakan Yesus sebagai Mesias yang telah lama ditunggu dan menyatakan Yesus untuk menyelamatkan umat manusia. Pekerjaan pengilhaman Roh Kudus di masa ini dijelaskan di bawah ini.

i. Memberitakan kedatangan Yesus ke dunia

Malaikat Gabriel muncul di hadapan Maria untuk menyampaikan berita bahawa ia akan segera memperoleh anak, yang akan ia namai Yesus. Kemudian, saat ia pergi ke rumah Zakharia untuk melihat Elisabet, bayi di dalam rahim Elisabet melonjat pada saat Maria memberikan salam. Elisabet dipenuhi Roh Kudus untuk menyatakan:

Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai Ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku mrlonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.
​​​​​​​​​Lukas. 1:42-45

​Roh Kudus mengilhamkan untuk mengerti akan pentingnya kehamilan Maria dan menggerakkannya untuk menyebutkan bayi itu sebagai “Tuhanku” (Luk. 1:43). Ia yakin pesan dari malaikat itu akan digenapi.

​Saat kita membaca jawaban Maria, yang berbentuk nyanyian pujian yang indah, sekali lagi kita melihat Roh Kudus mengilhamkannya dalam pilihan kata-katanya:

Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira kerana Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, kerana Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan namaNya adalah kudus. Dan rahmatNya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasaNya dengan perbuatan tanganNya dan memcerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggaikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Isreal, hambaNya, kerana Ia mengingat rahmatNya, seperti yang dijanjikanNya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya
​​​​​​​​​Lukas. 1:46-55

ii. Memperlihatkan sekilas pandang pelayanan yang akan dilakukan Yesus

Ketika Yohanes Pembaptis lahir; Ayahnya, Zakharia, dipenuhi oleh Roh Kudus, yang menggerakkannya untuk menubuatkan pekerjaan yang akan dilakukan oleh Yohanes dan juga Yesus:

Terpujilah Tuhan, Allah Isreal, sebab Ia melawat umatNya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hambaNya itu- seperti yang telah difirmankanNya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabiNya yang kudus- untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmatNya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjianNya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkanNya kepada Abraham, bapa leluhar kita, bahawa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepadaNya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapanNya seumur hidup kita.

Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; kerana engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagiNya, untuk memberikan kepada umatNya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Syurga pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.
​​​​​​​​​Lukas. 1:68-79

​Di sini, kita melihat bahawa Zakharia menyampaikan tentang pelayanan Yesus untuk menyelamatkan bangsa Isreal, sesuai dengan perjanjian yang dibuat oleh Allah kepada Abraham. Anak Zakharia, Yohanes, akan melayani sebagai nabi Allah, berjalan sebelum Yesus untuk mempersiapkan jalanNya.

​Kita juga melihat Roh Kudus bekerja menggerakkan Simeon, orang benar dan saleh, yang sedang menantikan penghiburan atas Isreal. Begitu memasuki Bait Allah, Roh Kudus memberitahukan kepadanya siapakah anak yang dibawa masuk oleh orang tuaNya untuk disunat. Ia diilhamkan oleh Roh Kudus untuk menatang Bayi itu dengan tangannya dan memuliakan Allah:

Sekarang, Tuham, biarkanlah hambaMu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firmanMu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang daripadaMu, yang telah engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umatMu, Isreal.
​​​​​​​​​Lukas. 2:29-32

​Melalui Roh Kudus, Simeon juga bernubuat mengenai pekerjaan Yesus. Ia berkata kepada Maris, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Isreal dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan- dan suatu padang akan menembus jiwamu sendiri-, supaya menjadi nyata fikiran hati banyak orang.” (Luk. 2:34-35)

​Di Bait Allah juga terdapat seorang nabiah lanjut usia yang setia bernama Hana, seorang janda berumur delapan puluh empat tahun. Ia menyembah Allah siang dan malam dalam doa dan puasa. Seperti Simeon, ia segera mengetahui siapakah bayi itu. Alkitab mencatat, “Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem” (Luk. 2:38). Dari catatan ini, kita dapat melihat bahawa Roh Kuduslah yang memberitahukan Hana siapakah bayi Yesus, dan menggerakkannya untuk bersaksi kepada orang-orang mengenai Dia.

iii. Menyatakan identiti Yesus

Ketika Yesus datang ke tempat Yohanes Pembaptis sedang melakukan baptisan air, Yohanes menyedari bahawa Ia adalah Mesias. Ia menyatakan:

Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian daripadaku akan datang serorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan ku sendiripun mula-mula tidak mengenai Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Isreal. Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya:”Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya. Dan akupun tidak mengenalNya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atasNya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihatNya dan memberik kesaksian: Ia inilah Anak Allah”
​​​​​​​​​Lukas. 1:29-34

​Sebelumnya Yohanes Pembaptis tidak mengetahui siapakah Mesias. Namun ia melihat Roh Kudus turun kepada Yesus seperti seekor burung merpati dan mendengar suara Allah berbicara menyatakan identitasNya (ref. Luk. 3:21-22). Wahyu secara langsung dari Roh Kudus ini membuat Yohanes dapat menyatakan dengan penuh kuasa bahawa Yesus adalah Anak Allah, yang datang untuk menghapus dosa-dosa di dunia, dan yang akan membaptis orang dengan Roh Kudus.

​Di masa pelayanan Yesus, hanya sedikit orang saja yang menyedari hal ini seperti Yohanes: beberapa mengira Yesus adalah Yohanes Pembaptis; yang lain mengira Ia adalah Elia, Yeremia atau salah satu nabi lainnya. Namun ketika Yesus bertanya kepada Petrus siapakah diriNya, ia menjawab dengan percaya diri:”Engkau adalah Mesias,Anak Allah yang hidup!” (Mat. 16:16). Kata Yesus kepadanya:”Berbahagialah engkau Simon Bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di Syurga” (Mat. 16:17)

​Tuhan Yedsus berkata kepada banyak orang bahawa Ia adalah roh hidup yang telah datang dari Syurga: siapa saja yang minum darahNya dan memakan dagingNya akan mendapatkan kehidupan kekal, dan akan dibangkitkan di hari terakhir. Banyak di antara murid-muridNya tidak mengerti pengajaran ini, dan berkata,”Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (Yoh. 6:60) dan kemudian meninggalkanNya.

​Melihat ini, Yesus bertanya kepada kedua belas muridNya ,“ Apakah kamu tidak mahu pergi juga?” (Yoh. 6:67)

​Petrus kemudian menjawab:”Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahawa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah” (Yoh. 6:68-69)

​Orang-orang lain datang dan pergi kerana mereka tidak sungguh-sungguh mengenal siapakah Yesus, tetapi tidak seperti mereka, Petrus mengenal Tuhan dan menetapkan hati untuk mengikuti Dia hingga akhir. Pengertian Petrus dengan sangat jelas berasal dari pengilhaman Roh Kudus. Ini mengingatkan kata-kata Paulus:”Kerana itu aku mahu menyakinkan kamu, bahawa tidak ada seorangpin yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata:”Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorang pin, yang dapat mengaku:”Yesus adalah Tuhan,” selain oleh Roh Kudus” (I Kor. 12:3)

​Sebagai kesimpulan, di masa perjanjian Lama, dan sebelum pencurahan hujan awal, Roh Kudus dengan giat mengilhamkan orang-orang. Namun pengilhaman Roh ini tidak dapat dikelirukan dengan baptisan Roh. Ada beberapa alasan:

• Pekerjaan Allah yang turun menjadi manusia harus diselesaikan sebelum pekerjaan Allah dalam Roh dapat dimulai: Yesus harus kembali ke Syurga, sebelum Roh Kudus dapat turun. Ini menjelaskan mengapa Ia berkata kepada murid-muridNya:”Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh. 16:7)

• Yesus harus dimuliakan terlebih dahulu: bangkit dari kematian, naik ke Syurga, dan duduk di sebelah kanan Bapa sebelum Ia menurunkan Roh Kudus (Kis. 2:30-33). Kerana itu Yohanes mencatat,”Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru:”Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, kerana Yesus belum dimuliakan.” (Yoh. 7:37-39)

• Yesus harus memegang peran Penengah antara manusia dan Allah, di mana ia akan berdoa kepada Bapa untuk mengirimkan Roh Kudus:”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh. 14:16)

10.3.3 Periode hujan awal

​Di masa hujan awal, kita melihat Roh Kudus bekerja dengan cara yang baru: ia mulai mengilhamkan baik orang percaya mahupun tidak percaya. Khususnya, Ia menggerakkan dengan aktif mereka-mereka yang mendengarkan injil untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka, agar bertobat dan diselamatkan. Di saat yang sama, Ia mengilhamkan mereka yang sudah percaya dan menerima baptisan Roh, untuk terus berjalan di jalanNya dan melakukan pekerjaanNya. Kita sekarang akan melihat dua fungsi Roh Kudus ini.

i. Mendesak orang-orang berbalik kepada Tuhan

Kerana itu aku mahu menyakinkan kamu, bahawa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata:”Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku:”Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.
​​​​​​​​​I Korintus. 12:3

​Perkataan “terkutuklah Yesus” dalam teks Yunani disebutkan sebagai Anathema1 lessous2, yang menunjukkan kutukan yang berasal dari lubuk hati:”Yesus adalah Tuhan” dalam teks aslinya adalah Kurios3leesous,menunjukkan sebuah seruan dari hati. Yang pertama adalah sesuatu yang akan orang dengar dari musuh-musuh Yesus, kerana tidak masuk akal apabila seseorang yang diilhamkan oleh Roh Allah mengutarakan perkataan demikian. Yang kedua adalah kata-kata kesedaran yang diilhamkan Roh Kudus (Mat. 10:32; Rm. 10:9-10)

​Di permukaan, kelihatannya mengakui bahawa “Yesus adalah Tuhan” adalah perkara yang sangat mudah. Apa susahnya menyatakan iman seseorang di hadapan orang lain? Namun apabila kita memperhatikan keadaan masyarakat di masa para rasul, kita akan menyedari bahawa menjadi Kristian, atau menyatakan iman secara terang-terangan, merupakan tentangan besar:

• Banyak orang Yahudi sulit menerima Yesus sebagai Mesias, kerana Ia tidak cocok dengan pengharapan mereka. Alkitab menjelaskan bahawa ia berasal dari latar belakang masyarakat bawah, dan “semaraknyapun tidak ada” (Yes. 52:14; 53:1-3). Selama pelayananNya, Ia seringkali dihadapkan pada keraguan dan pandangan meremehkan (II Kor. 5:16; Mat. 13:53-58)

• Di masa itu, tiap orang Yahudi yang menerima Yesus sebagai Tuhan akan dikeluarkan dari komunitas iman mereka (Yoh. 9:22) dan mungkin juga dianiayai (Kis. 8:1-3; 9:1-2; 22:4; 26:9-11). Mengaku “Yesus adalah Tuhan” setara dengan menyangkal Yahweh sebagai Allah.

• Orang-orang Yunani mungkin telah terpapar dengan filosofi-filosofi berbeda, seperti ajaran Gnostik. Ini membuat mereka sulit menerima bahawa Allah, hakiki yang ilahi, dapat datang dalam rupa manusia untuk mati di kayu salib (I Kor. 1:18-23; I Yoh. 4:2-3)

• Di bawah kekuasaan Romawi, orang yang mengaku “Yesus adalah Tuhan” di depan umum, menghadapi ancaman tuduhan pengkhianatan terhadap Kaisar Romawi. Bila didapati bersalah, ia dapat dijatuhi hukuman mati (I Kor. 12:2-3)

Jadi kita dapat melihat, bahawa apabila dari pengihaman Roh Kudus, hanya aka nada sedikit orang yang percaya kepada Yesus, atau menyatakan iman mereka secara terang-terangan di depan umum.

Namun dari Kisah Para Rasul kita melihat Roh Kudus bekerja secara aktif sejak hari Pentakosta untuk menggerakkan banyak orang untuk bertobat dan menerima injil. Contohnya, kita melihat Roh Kudus mengilhamkan:

• Orang-orang Yahudi, yang merayakan hari raya Pentakosta sehingga mereka menyedari dosa-dosa mereka dan mencari keselamatan melalui Yesus Kristus. Kira-kira 3000 orang menerima baptisan air (Kis. 2:37-41)

• Petrus, untuk menyembuhkan orang yang lumpuh sejak lahir dan berkhotbah tentang Yesus kepada kerumaman irang Yahudi yang terheran-heran melihat mujizat itu. Petrus menegur mereka kerana telah menghukum mati Yesus dan menderak mereka untuk bertobat. Kira-kira 5000 orang menerima Kristus (Kis. 3:12-26; 4:4)

• Orang-orang Yahudi agar percaya kepada Tuhan, kerana mujizat-mujizat yang dilakukan oleh para rasul. Alkitab mencatat bahawa tiap-tiap hari jumlah orang percaya bertambah (Kis. 5:12-14)

• Lidia, sehingga hatinya terbuka oleh injil yang dikabarkan Paulus, dan menerima baptisan air, bersama dengan keluarganya. (Kis. 16:14-15)

• Kepala penjara, yang bertanggungjawab menjaga Paulus dan Silas, sehingga ia bertanya bagaimana caranya ia dapat diselamatkan. Selanjutnya , ia dan seisi keluarganya dibaptis di dalam Tuhan (Kis. 16:30-34)

ii. Memimpin dan mensejahteraan gereja

Gereja masa awal berkembang dengan cepat dari kelompok kecil orang percaya menjadi kekuatan yang besar, yang “mengacaukan seluruh dunia ” (ref. Luk. 12:32; Kis. 17:6). Faktor penting dalam perkembangan yang capat adalah kesediaan jemaat untuk berkorban; mengorbankan kekayaan, hak milik material, keselamatan diri, dan bahkan hidup mereka sendiri. Dalam tindakan-tindakan mereka, kita melihat penggenapan pengajaran Yesus mengenai sikap yang diminta dari setiap orang Kristian:”Setiap orang yang mahu mengikut Aku, Ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Mat. 16:24). “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (Yoh. 12:24)

Dari manakah dorongan ini berasal? Seorang percaya baru dapat mengorbankan dirinya demi Allah apabila ia telah mencapai kesedaran akan Dia dan besar kasihNya sepenuhnya. Kita melihat sikap seperti ini digenapi dalam diri Paulus, yang memahami bahawa tujuannya adalah untuk hidup bagi Kristus (Gal. 2:20; II Kor. 5:14-15).

Dari manakah dorongan ini berasal? Seorang percaya baru dapat mengorbankan dirinya demi Allah apabila ia telah mencapai kesedaran akan Dia dan besar kasihNya sepenuhnya. Kita melihat sikap seperti ini digenapi dalam diri Paulus, yang memahami bahawa tujuannya adalah untuk hidup bagi Kristus (Gal. 2:20; II Kor. 5:14-15). Inilah sebabnya mengapa ia dapat menganggap segala sesuatu sebagai sampah (Fil. 3:8), dan mengapa ia dapat bersukacita di dalam penderitaan (II Kor. 11:23-33; Kol. 1:24; II Tim. 4:6-8). Sikap yang berpusat pada Allah ini hanya dimungkinkan kerana Roh Kudus telah menyentuhnya secara mendalam (Rm. 5:5; Ef. 3:16-19). Dan apabila ini terjadi pada seluruh orang percaya di dalam gereja secara keseluruhan, tak kepalang tanggun gereja akan berkembang dan sejahtera.

Pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta menghasilkan pertobatan dan baptisan atas kurang lebih 3000 orang. Jemaat-jemaat baru mempersembahkan hidup mereka dalam doa di Bait Allah dan juga menjual harta kekayaan mereka, menyerahkan hasilnya ke kaki para rasul untuk memberikan manfaat bagi semua orang. Firman Allah menyebar sebegitu rupa sehingga jumlah bertambah-tambah di Yerusalem, dan bahkan iman-iman juga termasuk di antara mereka (Kis. 2:44-47; 4:32-35; 6:7)

Saat kita membaca catatan luas biasa mengenai jemaat mula-mula, kita melihat kehidupan yang dijalani dalam perbedaan yang sangat kentara dengan keegoisan dunia. Kita dapat menyimpulkan bahawa ini adalah pekerjaan Roh Kudus, yang menggerakkan hati mereka. Jemaat mula-mula ini diilhamkan untuk mengerti akan kasih Tuhan yang besar, dan menjawabnya dengan mengasihi Dia dan saudara-saudari seiman mereka.

Setelah Stefanus mati sebagai martir, gereja di Yerusalem mulai mengalami penganiayaan yang hebat. Selain para rasul, sebagian besar jemaat terserak ke sepenjuru daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang Kristian yang terserak ini terus mengabarkan injil di tengah ancaman atas hidup mereka. Allah mendukung pekerjaan mereka dengan penuh kuasa melalui tanda dan mujizat. Dengan demikian injil kebenaran mencapat Samaria, dan menghasilkan sukacita besar di kota ini. Hal ini bahkan membuat seorang tukang sihir yang dahulu diikuti orang-orang bernama Simon bertobat. Para rasul mengutus Petrus dan Yohanes untuk mengunjungi jemaat Samaria; dan ketika mereka menumpangkan tangan dan berdoa bagi jemaat, mereka menerima Roh Kudus (Kis. 8:1-17). Kejadian ini menandai bagian bersejarah yang seringkali disebut sebagai “Pentakosta Samaria” oleh para teolog.

Murid-murid yang terserak di masa penganiayaan, menyebar ke tempat-tempat sejauh Penisia, Siprus dan Antiokhia. Awalnya, mereka mengabarkan injil hanya kepada orang-orang Yahudi. Namun tidak lama kemudian jemaat dari Siprus dan Kirene datang ke Antiokhia dan mengabarkan injil kepada orang-orang Yahudi. Allah bekerja dengan mereka begitu rupa sehingga ada banyak orang bertobat. Ketika berita tentang injil yang berbuah di Antiokhia sampai kepada Gereja Yerusalem, para rasul mengutus Barnabas ke sana. Ketika ia tiba dan melihat sendiri kasih karunia Allah, ia bersukacita dan mendorong mereka untuk tetap setia dan berdiri teguh di dalam Tuhan (Kis. 11:19-23). Sejak saat itu, Antiokhia menjadi pusat komunitas Kristian dari bangsa-bangsa lain. Kekristinan akhirnya menjadi sebuah iman bagi segala bangsa.

Jadi, dari catatan pekerjaan Allah di Samaria dan Antiokhia, kita menyaksikan kuasa besar Roh Kudus. Di tengah-tengah penganiayaan, injil terus menyebar panjang dan lebar, mencapai Samaria dan dunia bangsa-bangsa bukan Yahudi. Tidak ada yang mampu membendung perkembangan gereja kerana Roh Kudus terus menerus mengilhamkan jemaat untuk mengabarkan injil dan hidup dalam persembahan diri.

iii. Mempercayakan gereja dalam misi yang besar

Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahawa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat- kerana Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat.
​​​​​​​​​Galatia. 2:7-8

​Petrus dipilih Allah untuk menjadi rasul bagi orang-orang Yahudi, semenatara Paulus dipilih untuk menjadi rasul bagi bangsa-bangsa lain. Walaupun pekerjaan mereka dipusatkan pada sasaran jemaat yang berbeda, mereka tidak menginjil hanya kepada kelompok-kelompok itu saja (ref. Kis. 10:44-48; 15:7; 9:19-22; 13:44-46). Lebih lagi, kesamaan kedua rasul ini adalah mereka mengabarkan injil yang sama, diilhamkan oleh Roh Kudus, dan menyedari sepenuhnya apa yang telah dipercayakan Allah kepada mereka.

​Paulus menyebut dirinya sebagai “aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi” (Rm. 11:13) dan menyatakan bahawa tugasnya berasal dari Tuhan Yesus (Kis. 22:21; 26:17-18). Seperti tercatat dalam Alkitab, ia adalah pekerja yang setia, mengemban tugas perintisan yang penting kr berbagai bangsa sampai Ia dipenjarakan (Ef. 3:1; 6:20) dan mati sebagai martir (II Tim. 4:6-8). Ia berhasil menyampaikan pesan Kristian ke banyak kota-kota bukan Yahudi.

​Dalam Galatia. 2:8, kita menemui kata “memberikan kekuatan”. Dalam teks asli Yunani, kata yang digunakan adalah energeo, yang bererti “sedang bekerja” dan “kuasa mujizat”5. Ini memberitahukan kita bahawa Roh Kuduslah yang mengilhamkan Petrus untuk menjadi rasul bagi orang Yahudi dan kuasa dari atas inilah yang memungkinkannya menyelesaikan tugasnya. Begitu juga, Roh Kudus lah yang mengilhamkan Paulus untuk menjadi rasul untuk bangsa-bangsa lain dan memberikan kuasa luar biasa kepadanya untuk melakukan tugasnya. Kerana itu Paulus berkata:
Yaitu bahawa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepadaNya, yang disucikan oleh Roh Kudus. Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah. Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan.
​​​​​​​​Roma. 15:16-18

Segala sesuatu yang membuktikan, bahawa aku adalah seorang rasul. Telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.
​​​​​​​​II Korintus. 12:12

​Sebagai orang-orang Kristian di masa sekarang, kita juga telah dipanggil oleh Allah untuk menjadi bagian dari tubuh Kristus. Seperti bagian anggota tubuh yang mempunyai fungsi-fungsi yang berbeda, kita perlu memahami bahawa kita masing-masing telah dipercayakan dengan berbagai macam karunia dan tugas yang berbeda-beda (I Kor. 12:4-30). Agar tubuh Kristus dapat bertumbuh, kita harus melakukan tugas kita masing-masing dengan bekerja sama satu sama lain (Ef. 4:11-16). Kerana itu kita harus menyedari karunia rohani yang telah Allah berikan kepada kita, dan sifat pekerjaan yang diilhamkan Roh Kudus untuk kita lakkkan. Hal yang penting, kita juga harus mempunyai semangat berkorban seperti pekerja-pekerja di masa gereja awal, seperti Petrus dan Paulus, yang bersedia taat kepada Tuhan hingga akhir (Kis. 21:10-14). Apabila kita melakukan pekerjaan Allah dengan hati yang demikian, maka kuasa Pentakosta akan diwujudkan dalam gereja benar hari ini, kuasa yang sungguh-sungguh dapat menggoncang dunia.

iv. Menubuatkan peristiwa yang akan datang

Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.
​​​​​​​​II Petrus. 1:21

​Ada beberapa nabi di gereja mula-mula yang berbicara melalui pengilhaman Roh Kudus untuk mengungkapkan kehendak Allah kepada murid-murid (Kis. 13:1; 15:32; 21:8-9; Ef. 4:11). Pekerjaan mereka mengingatkan kita pada nabi-nabi di masa Perjanjian Lama. Bila kita melihat dalam Kisah Para Rasul, kita melihat bagaimana Roh Kudus mengilhamkan Agabus untuk menubuatkan kelaparan hebat di seluruh dunia, yang kemudian terjadi di masa pemerintahan Kaisar Klaudius (Kis. 11:27-28)

​Kita juga melihat bahawa Roh Kudus menyampaikan pesan-pesan nubuat kepada Rasul Paulus, menunjukkan apa yang akan ia hadapi dalam pelayanannya. Paulus telah menetapkan dalam Roh untuk pergi ke Yerusalem (Kis. 19:21), tetapi Roh Kudus bersaksi kepadanya bahawa belenggu dan penderitaan menantikannya di tiap-tiap kota. Di Tirus, murid-murid diilhamkan oleh Roh untuk mendesaknya untuk tidak pergi ke Yerusalem (Kis. 21:3-4). Pada akhirnya, di rumah Filipus, Roh Kudus sekali lagi berbicara melalui Agabus, berkata kepadanya bahawa ia akan ditangkap oleh orang-orang Yahudi di kota itu dan ia akan dibawa kepada bangsa-bangsa lain (Kis. 21:8-11). Paulus memahami sepenuhnya apa yang akan terjadi pada dirinya, tetapi demi menyelesaikan pelayanannya, ia menetapkan hati untuk pergi juga. Nubuat-nubuat itu kemudian tergenapi (Kis. 21:27-36)

​Selain menyampaikan hal-hal di masa depan melalui nubuat, Roh Kudus juga mengilhamkan orang-orang melalui penglihatan. Contoh yang terkenal didapat dari pengalaman Yohanes, seperti dicatat dalam kitab Wahyu (Why. 1:1-3). Dalam kitab ini, kita melihat bahawa Roh Kudus memperlihatkan beberapa penglihatan kepada Yohanes, seperti:
• Kemuliaan Tuhan. Ia diperintahkan untuk mencatat seluruh penglihatan yang ia akan lihat ke dalam sebuah kitab, dan mengirimnya ke tujuh gereja (Why. 1:10-16)

• Melihat sebuah takhta terdiri di Syurga, dan di takhta itu duduk Seorang. Ini menandakan bahawa Allah akan menbentangkan karuniaNya, tetapi juga akan melakukan penghakiman (Why. 4:2-3; ref Ibr. 4:16; Mrk. 16:15-16; Yoh. 12:48)

• Penglihatan di padang gurun, seorang perempuan duduk di atas seekor binatang berwarna merah ungu. Ini adalah nubuat mengeai sebuah negara dunia yang kuat, badan politik atau ideology yang akan muncul untuk melawan Allah (Why. 17:3)

• Penglihatan di gunung besar dan tinggi, dan kota yang besar, yang adalah Yerusalem yang kudus, turun dari Syurga dan dari Allah. Roh Kudus memberitahukan Yohanes bahawa ini adalah gereja benar, mempelai perempuan Kristus, dalam segala kemuliaannya (Why. 21:9-26; ref. Ef. 5:31-32)

v. Menguduskan orang-orang percaya

Akan tetapi kami harus selalu mengucap syukur kepada Allah kerana kamu, saudara-saudara, yang dikasihi Tuhan, sebab Allah dari mulanya telah memilih kamu untuk diselamatkan dalam Roh yang menguduskan kamu dan dalam kebenaran yang kamu percayai.
​​​​​​​​II Tesalonika. 2:13

​Menurut ayat Alkitab ini, tahap-tahap keselamatan adalah: panggilan dari Allah, percaya dalam kebenaran, dan pengudusan. Mengenai pengudusan, Paulus menunjukkan bahawa ini berasal dari pengilhaman Roh Kudus (ref. Rm. 15:16; I Ptr. 7:14-24), kerana:
• Melalui Adam, manusia jatuh ke dalam dosa dan menjadi hamba dosa. Jadi seseorang biasa saja ingin melakukan apa yang baik, tetapi ia tidak berdaya melakukannya melalui usaha diri sendiri (Rm. 7:14-24)
• Roh Kudus adalah Roh yang cemburu, yang menbuat orang menyedari dosa-dosanya dan menuntunnya berjalan di jalan yang benar (Yoh. 16:8-9; Gal. 5:17-18; Ef. 4:30)
• Roh Kudus memberikan kuasa dari atas kepada orang percaya, untuk membebaskannya dari kuasa dosa dan maut dan menolongnya membuang perbuatan-perbuatan daging (Luk. 24:49; Rm. 8:2, 13; Gal. 5:16)

Kerana itu pengilhaman Roh Kudus sangat penting dalam pengudusan dan keselamatan orang Kristian. Maka Paulus mengingatkan kita, “Janganlah padamkan Roh” (I Tes. 5:19). Melalui doanya bagi jemaat Korintus, ia juga menunjukkan pentingnya penyertaan Roh Kudus:”Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian” (II Kor. 13:14)

Sebagai kesimpulan, kita dapat melihat dari contoh-contoh di atas bahawa Roh Kudus mengilhamkan banyak orang-orang yang berbeda di masa hujan awal, baik mereka yang telah menerima baptisan Roh Kudus mahupun yang belum menerimanya.

10.3.4 Sebelum turunnya hujan akhir

​Setelah semua rasul-rasul wafat, Roh Kudus hujan awal berhenti terceruh. Terdapat jangka waktu lebih dari seribu tahun sebelum Roh Kudus dicurahkan kembali di awal tahun 1900-an. Di dalam jangka waktu ini, Roh Kudus tidak berhenti bekerja (ref. Yoh. 5:17), tetapi terus mengilhamkan banyak orang-orang Kristian yang saleh. Kita mengetahui ini kerana kita melihat kenyataan bahawa kekristianan sebagai iman keagamaan tidak hilang sama sekali. Sebaliknya, orang-orang terus mendekat kepada Allah dan melayaniNya. Lebih lagi, Roh Kudus sedang mempersiapkan hati orang-orang percaya untuk menerima pencurahan hujan akhir.

i. Mengilhamkan orang-orang percaya untuk berjalan dalam kebenaran

Perjanjian Baru menandai masa anugerah dan pembenaran kerana iman. Melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib, kebenaran Allah diwujudkan di luar Hukum Taurat (Rm. 3:21-28; 8:1-4). Alkitab memberitahukan kepada kita bahawa orang tidak dapat dibenarkan dari memegang Hukum Taurat, tetapi dari iman di dalam Yesus (Rm. 3:20; Gal. 3:22). Namun ini bukan bererti orang-orang Kristian tidak dapat berbuat sesuka hati dan menyukakan diri dalam kedagingan (Gal. 5:13). Sebaliknya, mereka harus menjaga diri agar tetap kudus (II Kor. 6:14-18) dan tidak menyalahgunakan kebebasan yang diberikan Allah. Kita melihat bahawa Paulus menitikberatkan “iman yang bekerja oleh kasih” dan “yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.” Yakobus juga mengajarkan kita bahawa “iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yak. 2:14-16, 26). Segala persyaratan ini jauh melampuai, contohnya, formalitas penyunatan secara fisik (Gal. 5:6; I Kor. 7:19)

Iman seorang Kristian tidak didasari pada kata-kata atau teori, tetapi pada setiap tindakan kita (I Yoh. 3:17-18). Alkitab mengajarkan kita bagaimana menjalani iman kita dalam jalan yang nyata dan praktis:
• Kita harus saling mengasihi, seperti Tuhan Yesus telah mengasihi kita. Apabila kita melakukan ini, orang-orang lain akan mengetahui bahawa kita adalah murid-muridNya (Yoh. 13:34-35)

• Kita harus menjadi garam dan terang dunia. Apabila orang lain melihat perbuatan-perbuatan kita yang baik, mereka akan memuliakan Bapa kita di Syurga (Mat. 5:13-16)

• Kita harus mendengarkan firman Allah dan memegangnya untuk menerima berkat-berkatNya (Luk. 11:27-28)

• Bukanlah pendengar firman yang dibenarkan Allah, tetapi yang melakukan (Rm. 2:13)

• Kita harus menjadi pelaku firman dan bukan pendengar saja, bila tidak, kita hanya akan menipu diri sendiri (Yak. 1:22-25)

• Bila kita tidak berhasil melakukan kehendak Bapa, kita tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan Allah, walaupun kita mengabarkan injik di dalam nama Tuhan Yesus dan melakukan tanda mujizat sekalipun (Mat. 7:21-23)

• Kita harus hidup dalam iman yang murni dan tulus, seperti yang diperlihatkan dalam segala tindakan kita (Fil. 2:12-18; I Tim. 1:5; II Tim. 1:5)

Setelah Roh Kudus hujan awal pergi, maka tak terelakkan, orang-orang Kristian mengalam kekosongan rohani. Kemungkinan besar sebagian orang Kristian tidak menjalani hidup yang kudus. Namun kita mengetahui dari sejarah bahawa terdapat orang-orang Kristian yang saleh, yang hidup dalam kekudusan di masa yang sulit itu, dan membawa kemuliaan nama Tuhan. Para Teolog seringkali menyatakan bahawa orang-orang ini dipenuhi oleh Roh Kudus, walaupun sebenarnya mereka diilhamkan olehNya.

Tidak hanya orang-orang Kristian yang telah dibaptis dengan Roh Kudus yang dapat hidup kudus; mereka yang belum dibaptis juga dapat melakukannya. Ini mengingatkan kita dengan contoh yang sangat dikenal yang tercatat dalam Kisah Para Rasul. Lukas menjelaskannya kepada kita dengan cara ini:

Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. Ia saleh, ia sertai seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam 3 petang, jelas nampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya:”Kornelius!” Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata:”Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu:”Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.”
​​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 10:1-4

​Kornelius dikenal baik kerana perbuatan-perbuatan amal dan ibadahnya kepada Allah. Bahkan hamba-hambanya bersaksi mengenai dirinya, berkata:”Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan Allah, dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi, telah menerima pernyataan Allah dengan perantaraan seorang malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya dan mendengar apa yang akan kaukatakan ” (Kis. 10:22). Kita dapat menyimpulkan bahawa imannya tumbuh dari pengilhaman Roh Kudus, kerana ia baru menerima baptisan Roh Kudus setelah Petrus menginjili keluarga dan dirinya (Kis. 10:44-46)

ii. Mengilhamkan orang-orang percaya untuk memberitakan injil

Sebelum kenaikanNya ke Syurga, Yesus memerintahkan murid-muridNya pergi ke sepenjuru dunia untuk mengabarkan injil keselamatan (Mrk. 16:15). Hari ini tugas itu jatuh kepada kita yang telah dipilih oleh Tuhan kerana kita adalah saksiNya (Luk. 24:48). Kerana itu kita harus berani bersaksi akan segala hal yang telah kita lihat dan dengar (Kis. 4:20) dan membagikan injil dengan Cuma-Cuma, seperti kita juga telah menerimanya dengan Cuma-Cuma (Mat. 10:7-8)

Allah itu benar dan berbelas kasihan. Ia tidak menghendaki siapa pun binasa, tetapi menginginkan semua orang bertobat dan diselamatkan (I Tim. 2:4; II Ptr. 3:9). Untuk mencapai tujuan ilahi ini melalui perjalanan sejarah, Allah memilih bermacam-macam penginjil sesuai dengan kehendak hatiNya untuk melakukan pekerjaanNya, mengilhamkan dan menuntun mereka melalui Roh Kudus. Pekerja-pekerja ini seringkali mengorbankan segalanya demi Dia, kadang-kala juga nyawa mereka. Mereka mencapai hal-hal besar: melakukan perjalanan penginjilan dunia, pergi ke tempat-tempat terpencil, dan kadang juga daerah-daerah yang berbahaya, dan mengalami penderitaan hebat demi Allah. Mereka menegur dosa, mendesak orang untuk menyedari, walaupun pekerjaan-pekerjaan ini sangat besar, ini tidak menandakan bahawa mereka telah dibaptis dengan Roh Kudus. Pekerjaan mereka dapat disamakan dengan pekerjaan para nabi di dalam Perjanjian Lama, yang diilhamkan oleh Roh Allah untuk menyatakan iman yang tidak berakhir. Baik penginjil-penginjil ini mahupun nabi-nabi Perjanjian Lama, keduanya telah mencapai hal-hal yang besar. Tetapi tidak mengalami baptisan Roh Kudus.

Di masa sebelum hujan akhir, gereja mengalami kemunduran rohani. Roh Kudus tidak lagi tinggal di dalam gereja. Injil yang sempurna hilang, dan tidak ada lagi tanda dan mujizat. Namun kekristiaan terus bertahan, dan injil yang terbatas terus diberitakan, di mana misionaris-misionaris menyatakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan mendesak orang-orang untuk bertobat dari dosa-dosa mereka. Ada kemungkinan sebagian pekerja pada masa itu menginjil untuk maksud-maksud pribadi, bukan demi Allah, tetapi kita perlu mengetahui ada banyak pekerja yang setia dan memegang iman yang murni, yang dengan giat mengemban pekerjaan Allah.

iii. Mengilhamkan orang-orang percaya untuk melakukan penginjilan tertulis

Penginjilan tertulis senantiasa memegang peranan penting dalam memperkenalkan injil. Penginjilan ini diterapkan pada gereja mula-mula untuk menyatakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, dan masih digunakan sampai sekarang. Penginjilan ini sangat berguna kerana dapat mencapai orang-orang jauh dan lebarnya, dan dapat bertahan melalui waktu.

Di sepanjang perjalanan sejarah, Allah mamilih banyak orang untuk terlibat dalam pelayanan khusus ini. Alkitab mengatakan kepada kita bahawa orang-orang kudus di masa lampau menulis Kitab Perjanjian Lama melalui pengilhaman dari Allah (II Tim. 3:16; II Ptr. 1:21). Hari kita dapat membaca Alkitab Perjanjian Baru dan pengetahuan mengenai gereja mula-mula,kerana pekerja-pekerja gereja mula-mula menuliskannya ke dalam bentuk literature,bekerja di bawah pengilhaman Roh Allah (Ef. 3:1-5;Why. 1:1-2; I Kor. 7:40). Begitu juga, kerana pekerja-pekerja Allah menyebarkan pesan Yesus Kristus selama berabad-abad ini, maka kekristinan telah menjadi agama yang mendunia pada hari ini.

Orang-orang Kristian di masa sekarang diuntungkan dengan berbagai jenis literature yang sangat kaya, yang merupakan hasil pekerjaan Roh Kudus dalam menggerakkan orang-orang untuk meneruskan pengetahuan ini melalui bentuk tulisan. Contohnya:
• Pembentukan lembaga-lembaga Alkitab di seluruh dunia, dan penerjemahan Alkitab ke berbagai bahasa.

• Kompilasi The Exhaustive Concordance of the Bible oleh James Strong, yang pertama kali diterbitkan di tahun 1890 oleh Abingdon Press,New York. Karya ini memungkinkan mereka yang tidak dapat membaca teks asli untuk menikmati keuntungan yang sama dengan mereka yang dapat membaca teks asli.

• Kompilasi tulisan injil yang menyatakan Yesus Kristus sebagai Juruselamat bagi semua orang di seluruh dunia.

• Penulisan buku-buku referensi yang merinci sejarah dan geografi Alkitab, termasuk penemuan-penemuan arkeologi yang membuktikan intergritas Alkitab.

Semua karya di atas digunakan untuk menceritakan tentang Yesus di seluruh dunia. Walaupun sebagian tulisan hanya menyampaikan injil sebagian saja, kerana penulis-penulisnya hanya mengetahui sebagian mereka telah memenuhi peran yang penting dalam membuka jalan untuk menyingkap kebenaran yang sempurna dan sempurna dan sepenuhnya oleh Gereja Benar.

10.3.5 Periode hujan akhir

​Kita sekarang berada di masa hujan akhir. Pencurahan Roh Kudus yang telah berhenti selama lebih dari seribu tahun, sekarang kembali dialami oleh umat percaya di gereja Benar. Namun kita perlu menyedari bahawa Roh Kudus terus mengilhamkan berbagai denominasi dan orang-orang Kristian, kerana rencana Allah adalah agar injil diberitakan ke seluruh penjuru dunia (Mat. 24:14) dan agar pada akhirnya umat percaya dapat masuk ke dalam kawanan domba Allah yang sejati (Yoh. 10:16)

​Namun ini menjurus pada beberapa pertanyaan: apabila denominasi-denominasi berbeda diilhamkan Roh Kudus, mengapa pengajaran mereka tidak sesuai dengan Alkitab? Mengapa mereka tidak bergabung dengan gereja benar? Ada beberapa alasan. Pertama, banyak denominasi tidak mempunyai kebenaran kerana mereka mewarisi pengajaran-pengajaran dan tradisi yang salah dari pendiri-pendiri mereka. Namun ketika gereja Benar membagikan injil yang seutuhnya kepada mereka, mereka juga akan mempunyai kesempatan untuk mengetahui dan mengikuti kebenaran. Kedua, hanya umat percaya yang saleh dan sungguh-sungguh mencari kebenaranlah, yang akan dipanggil oleh Roh Kudus untuj bergabung menjadi satu kawanan domba bersama gereja benar (Yoh. 10:16). Tiap denominasi atau individu yang menolak kebenaran akan terus menempuh keberadaan yang terpisah dari kawanan benar.

Kesalahfahaman 6

​Apakah gerakan ini (merujuk pada gerakan kharismatik) sungguh-sungguh berasal dari Allah? Ini adalah pertanyaan besar. Pertama, gerakan ini awalnya mengakibatkan ketertarikan besar di gereja-gereja, dan banyak hamba-hamba Tuhan di negara-negara lain menerima karunia yang tidak biasanya, dan beribu-ribu menjadi percaya kepada Tuhan. Injil lali tersebar ke berbagai tempat di seluruh dunia. Pada waktu yang sama, banyak orang percaya dipimpin untuk hidup kudus dan berkemenangan. Di antara mereka adalah pemimpin-pemimpin seperti Monndy, Spurgeon, Torrey, Simpson, Moller, Alexander dan Roberts dan sebagainya. Namun gerakan kharismatik dan hamba-hamba Tuhan ini tidak bersatu, dan kita sulit mempercayai bahawa gerakan ini berasal dari Allah. Orang-orang dalam gerakan ini seringkali menganggap bahawa mereka dipenuhi oleh Roh Kudus, tetapi pekerjaan mereka sebenarnya tidak melampaui pekerja-pekerja yang disebutkan di atas. Diperkirakan hampir satu juta orang berbosa dibawa kepada Tuhan oleh Moody sendirian. Kuasa yang ia terima dari Roh Kudus tidak ada bandingannya. Cuba bayangkan, apakah ada satu saja dari denominasi kharismatik yang dapat menandinginya? Mengapa semua hamba-hamba Tuhan tidak dapat berdatu dengan yang lainnya ?
​​​​​​​​​​Ende Hu (hal. 7)

Apa kata Alkitab?

• Apa yang disebut sebagai gerakan kharismatik (secara kebetulan Gereja Yesus Benar kadang-kadang dimasukkan ke dalam kategori ini) mengajarkan bahawa berbahasa roh adalah bukti baptisan Roh Kudus (Kis. 10:44-46). Gerakan ini memegang nubuat Allah bahawa orang-orang akan menerima Roh Kudus dengan cara ini (Kis. 2:38-39; Yoel. 2:28-29)

• Pekerjaan penginjilan seperti yang dilakukan Moody dalam menuntun berjuta-juta orang menjadi percaya kepada Tuhan di seluruh dunia dan mendorong orang percaya untuk hidup kudus, adalah dikeranakan pengilhaman Roh Kudus, bukan baptisan Roh Kudus.

• Pesan yang disampaikan oleh penginjil-penginjil ini bukanlah injil yang sempurna, kerana injil mereka tidak sepenuhnya, dan kadang-kadang keliru. Namun pelayanan mereka berfungsi untuk mengenalkan Yesus Kristus sebagai Juruselamat bagi dunia dan mendesak orang untuk bertobat. Kerana itu pekerjaan mereka dapat disamakan seperti yang dilakukan Yohanes Pembaptis (Luk. 3:3-6) dan Apolos (Kis. 18:24-28), keduanya membuka jalan untuk sesuatu yang lebih baik.

• Moody dan penginjil-penginjil seperti dirinya memegang kesalahfahaman yang sama mengenai berbahasa roh dan tidak menerima berbahasa roh sebagai bukti baptisan Roh.

• Yesus berkata,”Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akn mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala” (Yoh. 10:16). Yang Yesus maksudkan, ada umat percaya yang akan menjawab panggilan dan pengilhaman Roh Kudus. Mereka akan mencari gereja benar yang telah didirikan oleh Roh, menuruti kebenaran yang diberitakannya, dan berkumpul menjadi satu kawanan.

• Hasil pelayanan seseorang tidak dapat digunakan untuk menunjukkan apabila ia dipenuhi dengan Roh Kudus atau tidak. Apabila kita merenungkan pelayanan pekerja-pekerja di dalam Alkitab yang dicatat sebagai dipenuhi dengan Roh Kudus seperti Petrus dan Paulus, kemungkinan besar mereka tidak membawa orang sebanyak itu kepada Allah seperti penginjil-penginjil di akhir zaman.

• Selain memberikan kuasa kepada seseorang melalui baptisan Roh, Roh Kudus juga dapat mengilhamkan orang untuk melakukan pekerjaan Allah, seperti yang dilakukan nabi-nabi dalam Perjanjian Lama.

• Kita harus menyedari bahawa tidak semua orang bekerja melalui pengilhaman Roh Kudus. Beberapa mungkin bekerja kerana kehendak mereka sendiri, atau kerana motivasi-motivasi yang tidak terpuji (Fil. 1:15-16)

Kesimpulannya, kita dapat melihat bahawa Roh Kudus bekerja giat untuk mengilhamkan pekerja-pekerja Allah, baik di masa Perjanjian Lama, dan juga di masa sebelum pencurahan hujan awal. Setelah masa hujan awal, barulah umat percaya dibaptis dengan Roh Kduus dan mengalami Allah yang diam di dalam hati mereka selamanya (Yoh. 14:16). Pada saat itu, pekerjaan Roh Kudus sangat dinamis, bekerja di dalam hati umat percaya untuk mengilhamkan mereka melakukan kehendak Allah.
Kita juga melihat, bahawa di masa sebelum hujan akhir, saat Roh Kudus tidak turun kepada umat percaya, Ia terus mengilhamkan banyak orang-orang Kristian yang saleh untuk mengabarkan Yesus Kristus dan mempertahankan iman Kristian. Pelayanan mereka dapat disamakan dengan pelayanan Yohanes Pembaptis, yang mengajarkan pertobatan dan membuka jalan untuk pencurahan Roh Kudus (Mat. 3:11; Yoh. 1:32-34)

Pada pekerjaan Allah ini mengingatkan kita akan kata-kata Tuhan Yesus:”BapaKu bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga” (Yoh. 5:17). Kita mengetahui bahawa kata-kata ini tidak menyebutkan tentang pekerjaan penciptaan Allah, kerana alam semesta telah lama selesai diciptakan (Kej. 2:1-3), tetapi menunjukkan pekerjaan penyelamatanNya. Kita melihat Allah bekerja dengan cara ini di sepanjang Perjanjian Lama dan terus melakukannnya di masa sekarang, Ia tidak akab berhenti sampai Ia datang kembali (ref. Ef. 1:14; 4:30)

Menurut nubuatan Nabi Hagai, pekerjaan Roh Kudus di masa hujan akhir akan lebih besar dari sebelumnya (Hag. 2:9). Roh Kudus meneruskan peran gandanya dalam memberikan kuasa kepada orang-orang melalui baptisan Roh Kudus, dan juga menggerakkan mereka melalui pengilhaman Roh Kudus. Ini akan terus menggerakkan mereka melalui pengilhaman Roh Kudus. Ini akan terus berlanjut hingga injil mencapai seluruh perosok bumi dan domba-domba Allah datang dan berkumpul menjadi satu kawanan benar.

10.4 Pandangan umum yang dipegang banyak gereja

​Banyak gereja hingga saat ini dengan keliru melihat pengilhaman Roh Kudus sebagai baptisan Roh Kudus, kerana mereka salah menafsirkan Alkitab dan kurangnya pengalaman rohani. Sebagian lagi tanpa sedar dikacaukan oleh pekerjaan Iblis. Ini terlihat pada penolakan-penolakan emosional terhadap berbahasa roh dari beberapa tempat, yang menyebutnya sebagia ”sekte-sekte berbahasa roh”, “fanatisme”, atau bahkan “ilmu sihir”. Seperti contoh yang telah kit abaca, mereka membandingkan orang-orang Kristian yang berdoa memohon Roh Kudus dengan perilaku sukacita yang berlebihan dari nabi-nabi Baal di masa Nabi Elia (I Raj. 18:27). Jadi kita melihat pendapat-pendapat serius, dan kadang bersifat hujatan ditujukan pada pekerjaan Roh Kudus oleh beberapa gereja yang bersungguh-sungguh membela apa yang mereka kira sebagai kebenaran.

10.4.1 Hujat terhadap Roh Kudus

​Dosa paling berat bukanlah menghujat Anak Manusia, tetapi menghujat Roh Kudus. Yesus memberikan peringatan keras:”Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia itu tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak” (Mat. 12:31-32)

​Mengapa menghujat Roh Kudus lebih berat dosanya daripada menghujat Anak Manusia? Kerana Anak Manusia datang ke dunia dengan status yang lebih rendah: Ia adalah Allah yang menjadi manusia. Tetapi Roh Kudus adalah Allah dalam kemuliaan Nya yang sepenuhnya. Kerana itu, orang-orang Yahudi bersalah kerana telah menghujat Anak Manusia (Yoh. 10:30-33; 19:7), tetapi mereka masih dapat diampuni. Namun setelah Yesus bangkit dan naik ke Syurga, Ia membuktikan kepada semua orang bahawa Ia adalah Allah, yang layak dipuji selama-lamanya. Lebih lagi, setelah Ia memperlihatkan diriNya sebagai Roh Kudus, Ia tidak dapat lagi dihujat.

​Paulus berkata,”Kerana itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman, sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman” (I Kor. 14:22). Di sini, kata “tanda” mempunyai erti “mujizat”6. Seperti mujizat kesembuhan dan pengusiran setan di dalam nama Tuhan Yesus, sebagai tanda dan mujizat yang Yesus katakana akan mengikuti mereka yang percaya kepadaNya (Mrk. 16:17-18). Berbahasa roh adalah sebuah tanda bagi orang-orang yang tidak percaya, untuk memperlihatkan kepada mereka bahawa seseorang telah menerima Roh Kudus (Kis. 10:44-46) dan Allah menyertainya (I Yoh. 3:24). Kerana itu orang-orang yang dengan keras kepala menyatakan bahawa berbahasa roh adalah ilmu sihir, atau tanda kerasukan setan, bersalah kerana telah menghujat Roh Kudus.

10.4.2 Belajar dari nasihat Gamaliel

​Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahawa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangkan bahawa ia berbuat bukti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, kerana mereka tidak mengenal baik Bapa mahupun Aku” (Yoh. 16:2-3). Kata-kata ini digenapi ketika gereja para rasul dianiayai. Mereka yang melakukan penganiayaan terhadap gereja, mengira bahawa mereka sedang melayani Allah dengan sepenuh hati (Kis. 7:54-60; 8:1-3; 12:1-3). Paulus sebelumnya berada di antara mereka dan secara pribadi bertanggungjawab atas kematian banyak orang Kristian (Kis. 22:3-4; Fil. 3:6)

​Di masa-masa pegolakan inilah kita mendengar beberapa kata hikmat yang diucapkan Gameliel, ahli Taurat yang dihormati di kalangan orang Yahudi:

Hai orang-orang Isreal, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!… Kerana itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertinfak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahawa kamu melawan Allah.
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 5:35; 38-39

Nasihat Gamaliel dimaksudkan untuk memenangkan kemarahan Mahkamah Agama. Ia berkata kepada mereka untuk membiarkan para rasul, agar berhati-hati apabila terbukti bahawa mereka ternyata sedang melawan Allah. Nasihatnya ini mengingatkan kita dengan sebuah kenyataan penting: gereja adalah tubuh Kristus (Kol. 1:24), dan siapa yang menganiaya gereja, sebenarnya sedang menganiayai Kristus (Kis. 9:1-5). Dengan begitu, kerana Roh Kudus adalah Roh Allah, sedang menganiayai Allah sendiri. Kita semua dapat belajar dari nasihat Gamaliel untuk tidak menghakimi pekerjaan Roh Kudus dengan sembrono dan tergesa-gesa.

10.4.3 Belajar dari kerendahan hati Apolos

​Apolos adalah pekerja kunci dalam gereja para rasul, yang menjadi perabot Allah yang penuh kuasa dan dihormati di antara jemaat (I Kor. 1:12; 3:4-6; 4:6). Ia adalah orang Yahudi yang lahir di Aleksandria, sebuah tempat pusat kebudayaan dan pengetahuan Yahudi, setara dengan Athena, dan menitik berat pada pembelajaran dan debat umum. Apolos mengenal injil dengan baik dan cakap dalam hal berbicara di depan umum dan perdebatan. Ia mempunyai kemampuan untuk mengajak baik orang Yahudi mahupun Yunani. Saat menerima petunjuk dalam jalan Yesus, dia mulai mengabarkanNya dengan giat di bait-bait Allah.

​Namun Apolos hanya mengetahui baptisan Yohanes, bukan baptisan Yesus. Baptisan Yohanes adalah baptisan pertobatan (Kis. 19:4) kerana tugasnya adalah untuk mendorong orang-orang untuk bertobat (Mat. 3:5-11; Luk. 3:8-14). Sebaliknya, baptisan Yesus adalah baptisan penghapusan dosa (Kis. 2:38; 22:16) dan kelahiran kembali (Tit. 3:5). Lebih lagi, Yesus adalah Dia yang dapat membaptis orang dengan Roh Kudus (Yoh. 1:33; Kis. 1:5). Kerana itu pertobatan bukanlah kelahiran kembali, tetapi sekadar sebuah persyaratan untuk kelahiran kembali. Mereka yang bertobat, tetapi tidak dilahirkan kembali melalui baptisan air di dalam nama Yesus, masih merupakan murid-murid Yohanes. Priskila dan Akwila, yang berasal dari kalangan pembuat tenda rendahan (Kis. 18:2-3), mengisi kekosongan pengetahuan Apolos dan berbicara kepadanya untuk menjelaskan injil dengan lebih tepat kepadanya (Kis. 18:24-26)

​Ada perbedaan antara mengetahui tentang Yesus, dan mengetahui bahawa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Yang pertama adalah pengetahuan yang dapat diketahui siapa saja, dan bahkan dibagikan kepada orang lain. Namun yang terakhir adalah pengetahuan benar yang datang dari iman. Dari catatan tentang Apolos, kita mengetahui bahawa:

• Pengetahuan diperlukan, kerana kita tidak dapat percaya kepada Yesus tanpa mengenalNya. Namun pengetahuan teologi tidak sama dengan iman.

• Dengan pengetahuan dan hati yang tulus, orang dapat mengabarkan injil, dan bahkan mengilhamkan orang lain. Namun tanpa dilahirkan kembali dari air dan Roh (Yoh. 3:5), orang tidak dapat mengabarkan injil yang sempurna.

• Walaupun Apolos adalah orang terpelajar dan cakap dalam seni berdebat, ia masih kurang dalam hal pengetahuan dan iman.

• Apolos mempunyai sikap rendah hati sehingga ia menerima pengajaran dua orang murid yang berasal dari kalangan rendahan.

• Ketika Apolos akhirnya mengerti akan injil Kristus yang sempurna, ia menggunakan pengetahuan dan telentanya untuk membagikan injil itu kepada orang lain.

Kerendahan hati yang terlihat dalam diri Apolos bukanlah satu-satunya kasus. Kita juga melihat sifat ini dalam diri sida-sida Etiopia, yang kepadanya Filipus diutus. Ketika Filipus mendengarnya membaca Kitab Yesaya, Ia bertanya kepada sida-sida itu apakah ia mengerti apa yang sedang ia baca. Jawaban lembut sida-sida itu adalah, sebagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku? (Kis. 8:31). Begitu juga, Lukas menceritakan kepada kita tentang orang-orang di Berea yang “lebih baik hatinya daripada orang-orang Yahudi di Tesalonika, kerana mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian. Banyak di antara mereka yang menjadi percaya.” (Kis. 17:11-12)

Hari ini, terdapat banyak penginjil-penginjil dari gereja-gereja yang tidak mendapatkan penyertaan Roh Kudus. Mereka dapat disamakan seperti Apolos: mereka mungkin terpelajar dan cakap, mengenal Alkitab dengan baik, bersungguh-sungguh dan taat dalam melayani Tuhan. Mereka juga mempunyai talenta untuk mengajar orang lain mengenai kasih Kristus dan prinsip-prinsip kehidupan Kristian; tetapi mereka kekurangan pengertian akan injil keselamatan yang sepenuhnya. Kerana itu mereka tidak dapat mengajarkan orang lain bagaimana dilahirkan kembali dari air dan Roh (Yoh. 3:5), atau bagaimana masuk ke dalam kehidupan yang berlimpah dalam Kristus, atau bagaimana menerima kuasa dari atas untuk mengalahkan dosa (Yoh. 10:10; Luk. 24:49; Rm. 8:1-2, 13)

Kita perlu banyak belajar dari Apolos yang rendah hati, sehingga dapat belajar lebih lagi mengenai Yesus dari orang-orang lain. Apabila kita mempunyai hati dan fikiran yang sama seperti ini, maka kita juga akan diberkati dengan pengertian yang lebih jernih mengenal injil yang sempurna.

10.4.4 Peranan Yohanes Pembaptis

​Yohanes Pembaptisa adalah pekerja perintisan yang bertanggungjawab mempersiapkan jalan Yesus (Yoh. 1:19-23). Apabila kita melihat catatan pelayanannya, kita melihat seseorang yang melayani Allah dengan kerendahan hati yang sangat tinggi, dan seseorang yang dapat memimpin orang kepada Juruselamat.

​Ketika Yohanes melihat Yesus, Ia mengajarkan murid-muridNya untuk mengikuti Kristus:

Pada keesokkan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata:”Lihatlah Anak domba Allah!” Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikuti Yesus.
​​​​​​​​​Yohanes. 1:35-37​

​Kemudian sebuah perdebatan timbul antara murid-murid Yohanes dengan orang-orang Yahudi mengenai pengudusan. Masalah ini mungkin berkaitan dengan baptisan. Murid-murid Yohanes tentu telah menyedari bahawa Yesus menerima baptisan Yohanes (Mat. 3:13-16), dan kerana itu secara teknis Yesus adalah murid Yohanes. Sekarang mereka melihat bahawa Yesus sendiri melakukan baptisan dan mendapatkan perhaian orang-orang Yahudi, yang mulai mengikuti Dia. Kerana itu murid-murid Yohanes datang kepadanya dan mengeluh, “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepadaNya” (Yoh. 3:26)

​Yohanes menjawabnya dengan perkataan:

Tidak ada seseorang yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari Syurga. Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahawa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahuluiNya. Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
​​​​​​​​​Yohanes. 3:27-30

​Yohanes mengerti bahawa ia dan Yesus melakukan tugas yang berbeda. Yohanes bukan Kristus, tetapi ia diutus untuk mendahuluiNya; ia bukan si mempelai laki-laki tetapi sahabat mempelai laki-laki. Bukan hanya ia tidak iri hati kepada Yesus, tetapi Yohanes merasakan sukacita dan kepuasan yang besar. Ia sungguh adalah nabi yang layak di mata Allah.

​Begitu juga, Allah telah lama bekerja dengan banyak gereja yang mempunyai peran seperti Yohanes Pembaptis. Mereka telah menyiapkan jalan bagi gereja benar, yang telah datang untuk mengabarkan injil keselamatan yang sepenuhnya dan sempurna.

10.5 Kesimpulan

​Kita sekarang ada di akhir zaman. Sebentar lagi waktunya akan tiba, saat Kristus akan menerima pengantinnya, yaitu gereja benar. Roh Kudus hujan akhir telah turun, dan kuasa Pentakosta sedang mencapai tiap-tiap sudut bumi. Ia memanggil semua orang untuk mendengarkan dengan rendah hati mengenai injil yang sempurna dan menerimanya kerana ia membawa keselamatan melalui Kristus Yesus.

Pertanyaan ulasan

1. Jelaskanlah mengapa hal-hal berikut ini tidak alkitabiah:
a) Semua orang yang mengaku Yesus sebagai Tuhan telah menerima Baptisan Roh Kudus (ref. I Kor. 12:3)
b) Kesedaran atas dosa dan keinginan untuk mencari Allah dan keselamatanNya adalah bukti bahawa kita telah menerima Roh Kudus.
c) Mempunyai Roh Kudus bukanlah pengalaman yang dapat kita lihat: Paulus haris mengingatkan jemaat Gereja Korintus bahawa Roh Allah tinggal di dalam hati mereka (ref. I Kor. 3:16)
d) Kemampuan berduka atas dosa-dosa kita menunjukkan bahawa kita telah menerima Roh Kudus.
e) Berbahasa roh tidak membuktikan bahawa kita telah menerima baptisan Roh Kudus, namun dibuktikan dengan kemampuan kita untuk mengasihi dan melayani Allah.

2. Berikah penjelasan bagaimana Roh Kudus mengilhami pekerja-pekerja Allah di masa-masa sejarah berikut ini:
a) Di masa Perjanjian Lama
b) Sebelum turunnya hujan awal
c) Di masa hujan awal, dimulai sejal hari Pentakosta
d) Sebelum turunnya hujan akhir
e) Di masa hujan akhir, dimulai sejak tahun 1900-an
3. Apakah pandangan umum dari banyak gereja-gereja di masa sekarang mengenai:
a) Berbahasa roh
b) Gereja benar

_________________________________________________________________________

1. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver. Thomas Nelson Publishers, 1985). G331.
2. Ibid G 2424
3. Ibid G2962
4. Erdman, Charles R., The Acts: An Exposition (Philadelphia: The Westminster Press, 1966)
5. The Complete Words Study Dictionary: New Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1992). G1754
6. Vibe, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nahville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G4592

Bab 09 Baptisan Roh Kudus

9.1 Pendahuluan

​Baptisan Roh Kudus adalah ketika seorang percaya menerima Roh Kudus, yaitu pada saat Roh Kudus datang kepadanya dan hidup di dalam dirinya (Yoh. 14:16-17). Ini dialami pertama kali oleh Petrus dan murid-murid Yesus lainnya di hari Pentakosta (Kis. 2:1-4), dan kemudian oleh umat percaya lainnya, seperti orang-orang Samaria (Kis. 8:14-17), Paulus (Kis. 9:17-18), Kornelius sekeluarga (Kis. 10:44-47) dan orang-orang Efesus (Kis. 19:1-7)

​Alkitab menggunakan berbagai deskripsi mengenai baptisan Roh Kudus:
• Turunnya Roh Kudus atas orang-orang percaya (Kis. 1:8; 8:16; 10:44; 11:15; 19:6)
• Orang-orang percaya dipenuhi oleh Roh Kudus (Kis. 2:4; 9:17)
• Orang-orang percaya menerima Roh Kudus (Kis. 2:38; 8:17, 19; 10:47)
• Roh Kudus dicurahkan atas orang-orang percaya (Kis. 10:45)
• Roh Kudus diberikan kepada orang-orang percaya (Kis. 8:18; 11:17)
• Sebuah karunia (Kis. 2:38; 10:45)
• Sebagai meterai (Ef. 1:13; 4:30)
• Sebuah janji (Gal. 3:14; Kis. 2:39)
• Pencurahan yang berlimpah (Tit. 3:6)

Beberapa penulis Kristian yang berpengaruh dari timur dan barat telah menulis panjang lebar mengenai hal ini. Namun sayangnya, banyak pandangan mereka yang keliru, tetapi kekeliruan ini telah tertanam dalam doktrin Kekristianan secara umum. Contohnya antara lain: Roh Kudus turun satu kali saja di hari Pentakosta, dan terus tinggal dengan umat Kristian sejal hari itu; semua orang percaya telah mempunyai Roh Kudus, buktinya, mereka dapat mengakui bahawa Yesus Kristus adalah Tuhan: berbahasa roh hanyalah salah satu karunia Roh Kudus, dan bukan bukti tunggal seseorang telah menerima Roh Kudus; bahasa yang diutarakan para murid yesus di hari Pentakosta adalah bahasa-bahasa asing; berbahasa roh adalah karunia rohani paling terakhir, yang hilang di masa para rasul.

Dengan Alkitab sebagai referensi, bab ini akan menyelidiki pendapat-pendapat yang diutarakan oleh beberapa penulis.

9.2 Kesalahfahaman umum mengenai baptisan Roh Kudus

Kesalahfahaman 1

Setiap orang yang sungguh-sungguh percaya mempunyai Roh (Rm. 8:9), tetapi itu bukan bererti ia telah menerima baptisan Roh.
​​​​​​​​J.Oswald Sanders (hal. 64)

​Sanders membedakan antara orang yang mempunyai atau menerima Roh Kudus, dengan menerima baptisan Roh Kudus. Ia berpendapat, bahawa mempunyai Roh Kudus adalah pengalaman umum dan otomatis, sementara menerima baptisan Roh Kudus adalah pengalaman yang khusus. Pola fikirnya mengindikasikan bahawa menerima baptisan Roh Kudus nampaknya merupakan keadaan rohani yang lebih tinggi daripada “sekadar” mempunyai Roh Kudus.

Apa kata Alkitab?

​Seperti yang telah disebutkan di awal bab ini, menerima Roh Kudus itu sama dengan dibaptis oleh Roh Kudus. Kita juga melihat, walaupun Alkitab menjelaskan pengalaman ini dengan menggunakan istilah-istilah yang berbeda, bukan bererti ini adalah pengalaman yang berbeda. Contohnya, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” (Kis. 1:5). Ia melanjutkan, “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu” (Kis. 1:8). PerkataanNya menunjukkan bahawa baptisan Roh Kudus dan menerima Roh Kudus adalah hal yang sama.

Kesalahfahaman 2

​Kata “baptisan” dan “dipenuhi” mempunyai erti yang berlawanan. Dalam baptisan, kita dimasukkan ke dalam sebuah elemen. Sementara dipenuhi, elemen itu yang dimasukkan ke dalam diri kita. Dipenuhi bererti Roh adala dalam diri kita. Kata “baptisam” itu sendiri meniadakan segala gagasan tentang penerimaan internal Roh yang dimaksud.
​​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 66)

Apa kata Alkitab?

​Di sini, Sanders memberikan alasan yang nampaknya masuk akal adanya “baptisan” Roh Kudus secara eksternal yang berbeda dengan “pemenuhan” Roh yang internal. Namun kita harus mengerti bahawa Roh Kudus bukanlah sesuatu yang bersifat jasmani, kerana itu tidak dapat dijelaskan dengan konsep-konsep jasmani.

​Sebelum kenaikanNya, Yesus berkata kepada murid-muridNya,”Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” (Kis. 1:5). Alkitab mencatat pemenuhan janji ini dengan kata-kata:”Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus” (Kis. 2:4). Kata-kata ini berlawanan dengan pendapat Sanders mengenai adanya “baptisan” Roh Kudus secara eksternal yang berbeda dengan “penerimaan Roh secara internal.”

Kesalahfahaman 3

Kita tidak mempunyai catatan mengenai seseorang secara pribadi dibaptis dengan Roh. Kita ulangi, kita tidak punya catatan apa pun di Kisah Para Rasul, atau di bagian mana pun dalam injil, mengenai seseorang dibaptis dengan Roh Kudus. Ambil sebagai contoh murid-murid yang Allah gunakan dalam masa para rasul setelah hari Pentakosta. Kepenuhan mereka akan Roh Kudus bukanlah pengalaman pembaptisan; namun pengalaman hari ke hari dalam kehidupan yang penuh pengabdian… Pemenuhan Roh Kudus tidak dapat dikaitkan dengan pengalaman krisis apa pun kerana kita tidak mempunyai sedikit pun bukti bahawa seseorang dipenuhi dengan Roh Kudus menyedari akan hal itu.
​​​​​​​John H. Pickford (hal. 21)

Di sini Pickford berpendapat, bahawa setelah hari Pentakosta: orang-orang tidak lagi perlu dibaptis dengan Roh Kudus, kerana mereka telah dipenuhi oleh Roh Kudus; hanya terdapat catatan alkitabiah mengenai beberapa kelompok orang yang dibaptis dalam Roh, tetapi bukan perorangan. Juga, pemenuhan Roh Kudus tidak berkaitan dengan apa yang ia sebut sebagai “pengalaman krisis” secara pribadi.

Apa kata Alkitab?

• Kisah Para Rasul. 9:17 memberikan contoh khusus mengenai seseorang yang menerima Roh Kudus: Saulus menerima Roh Kudus setelah Ananias diutus kepadanya dan menumpangkan tangan ke atasnya.
• Baptisan Roh Kudus adalah janji Tuhan Yesus (Kis. 1:5) yang dapat dialami semua orang secara pribadi. Ini tidak dapat dianggap sebagai “pengalaman krisis” yang berlebihan. Janji ini disebutkan dalam Alkitab berulangkali:

Dan akupun tidak mengenalNya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: jikalau engaku melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atasNya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
​​​​​​​​​Yohanes. 1:33

Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 11:15-16

Dan ketika aku mulain berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 11:15-16

Ketika kita membaca kitab Kisah Para Rasul, kita menyedari bagaimana baptisan Roh Kudus adalah bagian penting dalam perjalanan iman orang Kristian. Saat Petrus dan Yohanes mengetahui bahawa orang-orang Samaria telah menerima Tuhan, mereka segera mengunjungi orang-orang Samaria untuk menumpangkan tangan ke atas mereka agar mereka dapat menerima Roh Kudus (Kis. 8:14-17). Begitu juga ketika Paulus pergi kr Efesus, pertanyaan pertama yang ia utarakan kepada murid-murid adalah :”Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya” (Kis. 19:2). Ketika mereka menjawab bahawa mereka belum menerimanya, Paulus membaptis ulang mereka di dalam nama Yesus dan menumpangkan tangan kepada mereka (Kis. 19:6)

​Di dua kesempatan ini, para rasul memastikan agar umat percaya dapat menerima Roh Kudus, mereka menumpangkan tangan, bertanya, dan melakukan baptisan air yang benar.

9.3 Bukti menerima Roh Kudus

9.3.1 Dapat dilihat dan didengar

Ketika Paulus sampai ke Efesus, katanya kepada mereka:”Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” Akan tetapi mereka menjawab dia :”Belum, kami belum pernah mendengar, bahawa ada Roh Kudus.”
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 19:2

​Pertanyaan yang diutarakan Paulus kepada jemaat di Efesus dan jawaban yang mereka berikan, menunjukkan bahawa baptisan Roh Kudus selalu disertai dengan tanda tertentu, atau iman yang buta. Alkitab menjelaskan pengalaman itu sebagai pengalaman yang dapat dilihat dan didengar (Kis. 2:33). Namun fakta ini diperdebatkan dengan keras oleh banyak gereja pada hari ini. Dalam meneliti mengapa ini terjadi, kita diingatkan oleh kata-kata Yesus :”Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidal melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu” (Yoh. 14:16-17)

​Kenyataannya, hanya Roh Kudus sendiri yang memungkinkan kita memahami perkara-perkara Roh. Apabila Ia tidak hadir untuk membimbing, sebuah komunitas iman sudah pasti terpaksa menduga-duga, yang mengakibatkan pengajaran-pengajaran yang keliru seperti pernyataan bahawa seseorang langsung menerima Roh Kudus begitu ia menjadi percaya.

​Di bawah ini adalah beberapa kesalahfahaman umum yag berhubungan dengan bukti baptisan Roh Kudus.

Kesalahfahaman 4

Alkitab memang memberitahukan kita bahawa kita harus bertobat dan percaya di dalam Tuhan, agar dosa-dosa kita diampuni (Yoh. 3:18; Kis. 10:43). Ini akan memungkinkan kita menerima Roh Kudus (Kis. 2:38). Kita [ercaya pada firman Tuhan apa adanya; ini bukan menipu diri sendiri, tetapi menghormati firman Allah. Entah kita dapat merasakan adanya Roh Kudus atau tidak, kita semua telah menerima Roh Kudus.
​​​​​​​​​Ende Hu (hal. 16)

Apa kata Alkitab?

• Mengenai pengampunan dosa, tidaklah cukup seseorang sekadar percaya dan bertobat. Bila kita membaca seluruh Kisah Para Rasul. 2:38, kita melihat bahawa pengampunan dosa didapatkan secara langsung melalui baptisan air. Petrus secara khusus memberitakan, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Ende Hu mengabaikan bagian terpenting dalam ayat ini, dan kerananya, meluputkan peran baptisan air dalam pengampunan dosa.
• Di masa para rasul, saat Roh Kudus hujan awal masih dicurahkan, pola yang terjadi adalah mereka yang percaya dalam Yesus, cepat atau lambat menerima Roh Kudus.
• Menerima Roh Kudus adalah sebuah pengalaman yang dapat diketahui baik si penerima mahupun orang-orang lain (Kis. 2:33)

9.3.2 Bukti dari Kisah Para Rasul

​Apakah bukti menerima Roh Kudus? Jawabannya tidak dapat ditemukan dalam keempat kitab injil, kerana mereka hanya mencatat janji mengenai Roh Kudus. Juga tidak ditemukan dalam surat-surat para rasul, kerana dari Kitab Roma hingga Yudas mencatat hal-hal mengenai kehidupan Kristian, apa yang perlu dilakukan umat percaya setelah mereka telah menerima Roh Kudus. Jawabannya juga tidak ditemukan di dalam Kitab Wahyu. Jawabannya ada di Kisah Para Rasul, yang mencatat keadaan-keadaan mengenai turunnya Roh Kudus di gereja para rasul. Kitab ini memberikan tanda-tanda yang membuktikan dengan pasti bahawa seseorang telah menerima Roh Kudus.

9.3.3 Berbicara dalam bahasa roh

​Dari Kisah Para Rasul, kita melihat jelas bahawa tanda menerima Roh Kudus adalah berbahasa roh. Kata Yunani glossa (lidah) atau glossai (lidah-lidah) digunakan dalam tulisan aslinya untuk menjelaskan fenomena ini:1

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 2:4

Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, kerana melihat, bahawa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, bahawa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus.
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 10:44-46

Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 19:6

​Dalam Kisah Para Rasul. 10 dituliskan kejadian yang penting: umat percaya yang disunat, menemani Petrus dalam kunjungannya ke rumah Kornelius. Dengan terkejut mereka menyaksikan keluarga tu menerima Roh Kudus:”sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah” (Kis. 10:46). Setelah itu, ketika Petrus kembali ke gereja Yerusalem, ia melaporkan bagaimana “ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka sama seperti dahulu ke atas kita” (Kis. 11:15), menyebutkan pengalaman para rasul sendiri di hari Pentakosta (Kis. 15:8)

​Dalam Kisah Para Rasul. 8, kita menemukan Simon, yang dahulu adalah seorang tukang sihir, tetapi kemudian menerima injil dan dibaptis. Alkitab mencatat bagaimana saat ia menyaksikan jemaat di Samaria menerima Roh Kudus melalui penumpangan tangan oleh para rasul, ia menawarkan wang untuk mendapatkan kuasa ini

Kemudian keduannya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. Ketika Simon melihat, bahawa pemberian Roh Kudus terjadi oleh kerana rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan wang kepada mereka ,serta berkata:”Barikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus”
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 8:17-19

​Jadi kita melihat bahawa baptisan Roh Kudus dapat didengar dan bukan sesuatu yang tersembunyi dan tidak terlihat. Di hari Pentakosta, baptisan ini berkuasa menarik perhatian banyak orang (Kis. 2:6). Kitab Wahyu menyebutkan kuasa berbahasa roh dengan menyebutkannya sebagai “desau air bah” dan “deru guruh yang dahsyat” (Why. 14:2; 19:6)

9.3.4 Penulis-penulis Kristian yang mengetahui hubungan antara bahasa roh dan baptisan Roh
Kudus

​Sejumlah penulis Kristian mengemukakan pendapat tentang hubungan atara berbahasa roh dan baptisan Roh Kudus:

​Roh Kudus dianggap sebagai karunia istimewa yang tidak selalu menyertai baptisan dan iman. Orang-orang Samaria tidak dianggap sebagai orang-orang yang “menerima Roh Kudus” saat mereka “menerima firman Allah”. Mereka telah percaya dan dibaptis, tetapi ketika Petrus dan Yohanes pergi dan mendoakan mereka, barulah karunia Roh diturunkan (Kis. 8:14-17). Nampak jelas bahawa beberapa pengaruniaan atau pengalaman istimewa ini terlihat dengan kasat mata. Hal yang sama malah muncul dengan lebih jelas lagi dalam tulisan mengenai murid-murid Yohanes yang ditemukan Paulus di Efesus (Kis. 19:1-7). Tidak hanya mereka belum “menerima Roh Kudus” saat mereka percaya, tetapi setelah mereka dibaptis di dalam nama Kristus, ketika Paulus menumpangkan tangan kepada mereka, baru “turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat” (ayat 6). Di sini Nampak jelas bahawa karunia Roh dianggap sama seperti karunia penuh mujizat dalam berbahasa roh dan bernubuat.
​​​​​​​​G. B. Stevens (hal. 433)

​Iman gereja dalam Roh berasal dari pengalamannya yang nyata. Di titik awal karir gereja, kemungkinan di hari Pentakosta, para murid menyedari sebuah kuasa baru yang bekerja di dalam diri mereka. Perwujudannya yang paling kentara pertama-tama adalah glossolalia, “berbahasa roh”, dapat dimengerti; dan baik mereka yang dipenuhi kuasa ini mahupun mereka yang melihat dan mendengar manfestasi ini diyakinkan akan kuasa dari dunia yang lebih tinggi telah masuk ke dalam kehidupan mereka, memberikan mereka kemampuan untuk berbahasa roh dan karunia-karunia lain, yang nampaknya merupakan sesuatu yang berbeda dari karunia biasa yang telah mereka miliki sebelumnya. Orang-orang yang sebelumnya Nampak biasa-biasa saja tiba-tiba mampu berdoa dan berbicara dengan penuh kuasa, dan suasana hati yang tinggi yang mereka perlihatan saat berdoa kepada Ynag Tak Kelihatan.
​​​​​​​​A.B. MaDonald (hal. 40)

​Di awal studi saya mengenai Baptisan Roh Kudus, saya menyedari bahawa dalam banyak hal mereka yang dibaptis “berbahasa roh” dan pertanyaan yang sering kali menghinggapi fikiran saya : Bila seseorang dibaptis dalam Roh Kudus, apakah ia tidak akan berbahasa roh? Teapi saya tidak melihat ada yang berbahasa roh, dan saya seringkah bertanya-tanya, adakah oranf pada hari ini yang benar-benar dibaptis dengan Roh Kudus?
​​​​​​​​R.A. Torrey

​Di bukunya yang terkenal, Leviathan, Thomas Hobbes menulis tentang kejadian-kejadian dalam Kisah Para Rasul.8, ketika orang-orang Samaria yang telah dibaptis, mengalami “karunia-karunia itu, yang adalah tanda-tanda Roh Kudus, yang pada saat itu memang menyertai semua jemaat sejati”. Ia menguraikan sifat “tanda-tanda” itu dengan mengutip Markus. 16:17-18:”Mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh”

​Kita melihat bahawa beberapa penulis, dan sebagai tambahan, beberapa bapa gereja mula-mula, seperti Chrysostom, Constaninople, Irenaeus, Tertullian, Justin Martyr, dan Origen, melihat sebuah kaitan antara menerima Roh Kudus dengan berbahasa roh. Namun, kesan yang diungkapkan Hobbes dan Torrey adalah bahawa fenomena ini tidak lagi ada di gereja masa sekarang.

9.3.5 Para penulis Kristian yang menentang bukti barbahasa roh

​Tidak semua penulis Kristian menerima hubungan antara berbahasa roh dengan baptisan Roh Kudus, atau khususnya berbahasa roh sebagai tanda khusus menerima Roh Kudus. Di antara penentang-penentang yang paling keras adalah J. Oswald Sanders.

Kesalahfahaman 5

​Ketika tiga ribu orang dipenuhi dengan Roh Kudus pada hari Pentakosta, kita tidak mempunyai catatan mengenai karunia seperti itu (yaitu berbahasa roh). Itu juga tidak disebutkan ketika lima ribu orang menjadi jemaat mula-mula, juga tidak disebutkan ketika Roh Kudus diturunkan ke orang-orang Samaria dalam Kisah Para Rasuh. 8. Sepanjang masa pelayanan Paulus seperti yang dicatat dalam Kisah Para Rasuh, tidak pernah disebutkan karunia yang menyertai kuasa Roh Kudus, kecuali pada kejadian dalam Gereja Korintus.
​​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 73)

Apa kata Alkitab?

• Kitab Kisah Para Rasul tidak mencatat 3000 orang percaya yang dibaptis pada hari Pentakosta,”dipenuhi oleh Roh Kudus”. Kerana itu tidak ada alasan bagi Lukas, penulis Kisah Para Rasul, untuk menulis mereka berbahasa roh.

• Orang-orang percaya di Samaria menerima Roh Kudus ketika Petrus dan Yohanes pergi mengunjungi mereka, berdoa dan menumpangkan tangan kepada mereka. Walaupun Alkitab tidak secara hurufiah menyebutkan bahawa mereka berbahasa roh, kita dapat menyimpulkan ini terjadi ketika kita membaca:”Ketika Simon melihat, bahawa pemberian Roh Kudus terjadi oleh kerana rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan wang kepada mereka, serta berkata:’Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang , ia boleh menerima Roh Kudus’” (Kis. 8:18-19). Kata-kata Simon menunjukkan bahawa ia menyaksikan sesuatu yang kasat mata dan secara langsung.

• Petrus sendiri telah menerima Roh Kudus di hari Pentakosta, dan kemudian melihat pencurahan Roh Kudus pada Kornelius sekeluarga, dan berdasarkan pengalaman-pengalamannya ini, Petrus memastikan bahawa murid-murid di Samaria juga telah menerima Roh Kudus. Tidak masuk akal baginya untuk menggunakan kriteria lain, selain dari berbahasa roh, untuk mengambil kesimpulan itu.

• Ketika Kornelius dan keluarganya menerima Roh Kudus, orang-orang percaya yang bersunat yang mengikuti Petrus melihat mereka menerima Roh Kudus, “sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah” (Kis. 10:46)

• Ketika Petrus kembali ke Yerusalem untuk melaporkan tentang Kornelius dan keluarganya, ia bersaksi, “ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita” (Kis. 11:15)

• Kitab Kisah Para Rasul tidak mencatat seluruh kejadian mengenai penerimaan Roh Kudus oleh orang-orang percaya, namun menampilkan sebuah ikhtisar. Contohnya, ia tidak mencatat kapan dan di mana 3000 jemaat baru dalam Kisah Para Rasul 2 menerima Roh Kudus, atau 5000 jemaat di Kisah Para Rasul 5. Tetapi apakah itu bererti mereka tidak menerima Roh Kudus dan langsung berbahasa roh di sana, atau di kemudian hari? Contohnya pada Kisah Para Rasul. 9:17 yang mencatat bahawa Saulus menerima Roh Kudus, tetapi tidak secara khusus menyebutkan bahawa ia berbahasa roh. Namun saat kita membaca suratnya kepada gereja Korintus, Nampak jelas bahawa ia berbahasa roh:”Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa… Aku mengucap syukur kepada Allah, bahawa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih daripada kamu semua.” (I Kor. 14:14, 18)

Kesalahfahaman 6

​Penghilangan (untuk menyebutkan berbahasa roh) secara khusus menarik perhatian dalam surat kepada jemaat di Efesus, yang diberitakan daftar karunia dari Kristus yang telah naik ke Syurga untuk membangun GerejaNya. Walaupun Kitab Roma ditulis lebih dahulu dan memberikan referensi khusus untuk pelayanan, tetapi tidak ada referensi tentang “berbahasa roh”. Apakah tidak ada berbahasa roh pada hari ini? Kita tidak akan secara dogmatis menyatakan bahawa perwujudan karunia ini tidak mungkin terjadi pada hari ini, tetapi kita akan berkata bahawa pada kebanyakan kasus di mana dinyatakan demikian, akan melanggar keadaan yang diterapkan untuk melakukannya kerana memberikan banyak bukti bahawa itu adalah kepura-puraan dan tidak mumi.
​​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 73)

Apa kata Alkitab?

• Gereja-gereja di Efesus dan Roma kemungkinan besar telah lama berdiri saat masa penginjilan Paulus yang ke-tiga dank e-empat (Kis. 19:1-10; Kis. 28:16-31). Kerana itu mereka tentu mengetahui pengajaran dasar bahawa berbahasa roh adalah bukti menerima Roh Kudus, maka Paulus tidak melihat perlunya mengajarkan hal itu dalam surat-suratnya kepada kedua gereka ini. Tujuan penulisan surat kepada jemaat Efesus, sesungguhnya adalah untuk menyorot pekerjaan Kristus dalam kehidupan umat percaya; dan tujuan penulisan surat kepada jemaat Roma adalah untuk mengemukakan masalah pembenaran oleh iman dan perlunya pepegang hukum setelah pembenaran (Rm. 3:31)

• Berbahasa roh yang menyertai baptisan Roh Kudus adalah untuk membangun diri sendiri (I Kor. 14:4), bukan untuk membangun gereja secara keseluruhan. Kerana itu berbahasa roh tidak disebutkan dalam daftar karunia rohani yang dapat membangun gereja-gereja di Efesus dan Roma, atau di gereja mana pun. Contohnya, ketika Paulus membicarakan sejumlah karunia-karunia tertentu dalam I Korintus. 12, karunia-karunia yang ia sebutkan adalah karunia yang membangun jemaar:”Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama” (I Kor. 12:7). Satu karunia yang secara khusus disebutkan adalah “karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh” kata dengan bahasa roh dan perlu diterjemahkan. Karunia ini tidak dapat disamakan dengan berbahasa roh , yang merupakan bukti menerima Roh Kudus dan membangun orang yang menerimanya (I Kor. 14:4). Bahasa roh yang diucapkan dalam doa pribadi kepada Allah tidak perlu diterjemahkan (I Kor. 14:2, 28) kerana Roh sendiri yang berdoa bagi orang percaya dengan “keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (Rm. 8:26-27)

• Karunia-karunia rohani yang disebutkan dalam Surat Efesus merujuk pada peran-peran pelayanan yang sekali lagi, membangun gereja secara umum:”Dan Ia lah yang memberikan baik rasul-rasul mahupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus” (Ef. 4:11-12). Tidak ada alasan bagi Paulus untuk membahas bahasa roh yang fungsinya untuk membangun diri sendiri.

• Menurut Sanders, kejadian berbahasa roh hari ini adalah “kepura-puraan dan tidak murni”, tetapi ia tidak menyediakan penjelasan mengapa demikian, atau apa keuntungan yang mungkin didapat dari praktik demikian. Namun apabila memang ada kejadian-kejadian “bahasa roh yang pura-pura”, perhatian kita haruslah untuk menyingkapkan sumbernya. Ini adalah seturut dengan nasihat Penatua Yohanes:”Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia” (I Yoh. 4:1). Nabi-nabi palsu juga dapat melakukan tanda dan mujizat untuk menyesatkan orang-orang pilihan (Mat. 24:4; I Yoh. 4:1). Bila kita tidak dapat membedakan apa yang berasal dari Allah dan apa yang bukan berasal dari Allah, ujungnya kita mungkin tidak lagi percaya dengan kuasa Allah dan berhenti berdoa memohon Roh Kudus.

Kesalahfahaman 7

​Bagaimana dengan doktrin yang sekarang telah meluas, bahawa begitu banyak orang Kristian belum pernah menerima baptisan Roh Kudus, dan semuanya harus mencarinya sampai mereka mengalaminya? Yang saya dapat katakana, adalah pengajaran seperti itu tidak berasal dari Perjanjian Baru, dan penyebaran ajaran ini membawa banyak orang ke dalam belenggu dan kegelapan. Kesalahan ini mungkin disebabkan kerana mencampuradukkan kepenuhan Roh Kudus dengan baptisan Roh Kudus, tetapi terlebih lagi, saya rasa, kerana keinginan untuk menghubungkan yang satu dengan yang lain, yaitu berkat karunia Roh dengan karunia berbahasa roh.
​​​​​​​​W. Graham Scroggie (hal. 14)

Apa kata Alkitab?

• Pengajaran untuk mencari dan berdoa memohon Roh Kudus secara pribadi diajarkan oleh Tuhan Yesus (Luk. 11:9-13; Kis. 1:4-5) dan dilakukan oleh gereja masa awal (Kis. 1:14; 2:1; 8:14-17; 19:1-7). Jauh dari hidup dalam belenggu dan kegelapan seperti yang dinyatakan Scroggie, mereka yang mencari Roh Kudus dengan jalan ini akan mendapatkan upah kemerdekaan sejati (Rm. 8:1-2) dan jaminan untuk masuk ke dalam kerajaan Allah (Yoh. 3:5)

• Pernyataan Scroggie menunjukkan kesalahfahaman mendasar atas apa yang disebut sebagai baptisan Roh Kudus dan kepenuhan Roh Kudus, sifat dan tujuan berbahasa roh.

Kesalahfahaman 8

​Secara kebetulan, hal yang jelas-jelas menunjukkan bahawa manifestasi Roh merupakan hal yang tidak biasa atau pengalaman yang kadangkala terjadi adalah saat Petrus terkejut melihat pencurahan Roh Kudus pada bangsa-bangsa lain seperti yang terjadi pada orang-orang Yahudi. Mengapa Petrus terheran-heran apabila pengalaman berbahasa roh ini merupakan pengalaman umum orang Kristian? Ingatlah bahawa banyak orang dari bangsa lain telah menjadi percaya di antara masa Pentakosta dan kunjungan Petrus kepada keluarga Kornelius, seperti Nikolaus dari Anthiokia dan sida-sida Ethiopia (Kis. 6:5; 8:36-39). Bila “pengalaman baptisan Roh Kudus” ini adalah hal yang umum terjadi, Petrus tentu telah melihat banyak orang dari bangsa lain berbahasa roh seperti juga orang-orang Samaria dan Yahudi. Itu akan membuat keterkejutannya dengan apa yang terjadi di rumah Kornelius tidak bererti. Bagaimana ia dapat lupa bila Pentakosta telah menjadi pengalaman umum orang-orang percaya?
​​​​​​​​Jonn H. Pickford (hal. 18)

Apa kata alkitab?

• Berbahasa roh adalah perwujudan utama yang menyertai pencurahan Roh Kudus di masa para rasul, seperti yang telah dilustrasikan dalam catatan di Kisah Para Rasul. Ini adalah pengalaman mendasar orang-orang percaya (ref. Kis. 10:47; 11:15)

• Kornelius dan keluarganya adalah jemaat pertama dan kalangan bangsa-bangsa lain (Kis. 11:1, 18), dan bukan “orang-orang lain” seperti yang disebutkan Pickford.

• Nikolius dari Anthiokia adalah orang yang belum lama masuk ke dalam agama Yahudi (Kis. 6:5) dan termasuk di antara tujuh murid “yang penuh oleh Roh Kudus”, yang ditunjuk untuk melayani meja (Kis. 6:3-6). Sida-sida Ethiopia juga bukan dari bangsa lain kerana kita melihat bahawa ia pergi kr Yerusalem untuk beribadah (Kis. 8:27). Jadi ia kemungkinan besar merupakan orang yang baru masuk ke dalam agama Yahudi. Hal yang penting adalah, kita tidak melihat adanya keberatan atau ekspresi keterkejutan dari orang-orang Kristian Yahudi saat kedua jenis orang ini menerima injil.

• Pada Kisah Para Rasul. 8:1-25, kita melihat Filipus (dan kemudian juga Petrus dan Yohanes) mengabarkan injil kepada orang-orang Samaria, menggenapi nubuat Yesus (Kis. 1:8). Sekali lagi, kita melihat bahawa pertobatan mereka kepada Kristus tidak memicu keberatan dari orang-orang Kristian bangsa Yahudi, seperti dalam kasus Kornelius. Orang-orang Samaria juga merupakan bangsa Yahudi (ref Yoh. 4:9), bukan bangsa lain. Mereka berasal dari keturunan yang sama dengan bangsa Yahudi (lihat Yoh. 4:12), menyembah Allah yang sejati, membaca lima kita pertama dalam Perjanjian Lama, dan memegang tradisi-tradisi keagamaan yang sama, misalnya persunatan.

• Petrus dan jemaat-jemaat dari kalangan bersunat yang menyertai dia terkejut dan terheran-heran, bukan kerana Roh Kudus turun, tetapi kerana itu terjadi pada keluarga bukan Yahudi:”Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, kerana melihat, bahawa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga” (Kis. 10:45). Petrus dapat melihat bahawa penebusan Allah sekarang telah diberikan juga kepada bangsa-bangsa lain dan segera membaptis mereka (Kis. 10:47-48). Saat Petrus kembali ke Yerusalem dan bertemu dengan tentangan-tentangan dari kalangan bersunat- yaitu bangsa Yahudi (Kis. 11:2), ia membela tindakannya itu dengan menjelaskan tentang apa yang telah terjadi. Merasa puas dengan laporan Petrus, mereka “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”(Kis. 11:18)

Kesalahfahaman 9

​Berbahasa roh dikaruniakan sebagai sebuah tanda (Kis. 2:7-8; I Kor. 14:22). Perjanjian Baru menunjukkan tanda-tanda yang menyertai pengaruniaan Roh Kudus itu bersifat sementara… Tidak ada yang setara dengan pengalaman berbahasa roh modern di Alkitab… Paulus memberikan penjelasan mengenai pengalaman-pengalaman ini seperti yang kita lihat dalam gerakan berbahasa roh. Ia menyiratkan adanya kehilangan kendali emosional.
​​​​​​​​John H. Pickford (hal. 40-41)

Apa kata Alkitab?

• Ayat-ayat Alkitab yang disebutkan Pickford tidak memberikan bukti yang menunjukkan bahawa berbahasa roh adalah tanda yang bersifat sementara.

• Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, kita melihat bahawa Paulus bersyukur kepada Allah kerana dia “berkata-kata dalam bahasa roh” lebih daripada mereka. Selanjutnya, dia memberitahu mereka untuk tidak melarangnya (I Kor. 14:18, 39).

• Tidak ada bukti di dalam Alkitab yang menunjukkan bahawa Paulus pernah menjelaskan bahawa berbahasa roh berhubungkan dengan kehilangan kendali emosional. Selain itu, alasan Pickford tidak sesuai dengan penjelasan Paulus mengenai kebiasaannya sendiri (I Kor. 14:18) dan pesannya untuk tidak melarang berbahasa roh (I Kor. 14:39). Hal ini juga menimbulkan pertanyaan: apakah pengalaman Pentakostta hanyalah sekadar pengalaman emosional?

Kesalahfahaman 10

​Teriakan-teriakan dan jingkat-jingkatan kegilaan nabi-nabi Baal dalam usaha mereka yang gila-gilaan saat memohon lidah-lidah api mengingatkan salah satu penderitaan yang menantikan mereka yang menerima pengalaman baptisan ini (I Raj. 18:22-28). Orang yang tergerak untuk mengomentari fanatisme seperti itu dengan kata-kata Elia, “Panggilan lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga.”
​​​​​​​John H. Pickford (Hal. 26)

Apa kata Alkitab?

• Pickford melontarkan sebuah analogi yang sangat disesalkan. Kita tidak mungkin memperbandingkan nabi-nabi Baal yang berterial-teriak kepada allah-allah palsu mereka dengan orang-orang Kristian yang memohon Roh Kudus kepada Allah yang sejati.

• Saat kita membaca pendapat Pickford, kita diingatkan pada peringatan keras Yesus:”Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni. Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak” (Mat. 12:31-32)

Kesalahfahaman 11

​Untuk memenuhi janji Allah, Roh Kudus diberikan kepada mereka yang percaya, sehingga mereka berbahasa roh. Hari ini, ada banyak hal yang dapat membuktikan kebenaran injil. Kerana itu mujizat, berbahasa roh, dan sebagainya tidak lagi diperlukan seperti di masa para rasul… Berbahasa roh seperti yang dicatat dalam Alkitab dalam pengalaman orang-orang kudus di masa awal. Hari ini kita tidak lagi perlu mencari pengalaman seperti itu.
​​​​​​​Wang Mingdao

Apa kata Alkitab?

• Di masa hujan awal, Allah memberikan Roh Kudus kepada mereka yang percaya. Dengan jalan ini, ia menggenapi janji yang pernah Ia ucapkan melalui Nabi Yoel. (Yoel. 2:28-32) dan Yesus (Mrk. 16:16-17). Umat Percaya di masa sekarang, yaitu masa hujan akhir ini, masih dapat memperoleh penggenapan janji ini.

• Berbahasa Roh adalah bukti menerima Roh Kudus (Kis. 10:44-46). Barkata bahawa berbahasa roh tidak lagi diperlukan, sama saja dengan berkata bahawa orang tidak perlu menerima Roh Kudus.

9.3.6 Tanda-tanda yang dapat dilihat dan didengar

​Walaupun berbahasa roh adalah bukti utama menerima Roh Kudus. Alkitab juga menandakan bahawa seringkali ada tanda-tanda yang dapat dilihat yang menyertai berbahasa roh. Ini digambarkan dengan baik oleh kejadian-kejadian yang dicatat pada Kisah Para Rasul 2. Di hari Pentakosta, beberapa orang Yahudi yang menyaksikan murid-murid yesus menerima Roh Kudus, mengolok-olok mereka dengan berkata,”Mereka sedang mabuk oleh anggur manis” (Kis. 2:13). Mereka mendengar murid-murid berdoa dalam bahasa roh dan menyaksikan sesuatu yang dapat mereka lihat sehingga mereka segera menyimpulkan bahawa murid-murid itu sedang mabuk. Maka Petrus menyangkal hal ini, dengan berkata,”Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, kerana hari baru pukul 9” (Kis. 2:15). Ia melanjutkannya dengan menyampaikan khotbah untuk membuktikan bahawa apa yang mereka lihat adalah penggenapan membuktikan bahawa apa yang mereka lihat adalah penggenapan nubuat Nabi Yoel (Yoel. 2:28-32) dan perwujudan kemuliaan Yesus Kristus. Saat menyampaikan pencurahan Roh Kudus oleh Yesus, Petrus memberitahukan mereka, “Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkanNya apa yang kamu lihat dan dengar di sini” (Kis. 2:33)

​Di masa hujan akhir sekarang ini, kita sungguh patut bersyukur bahawa kita dapat mengalami kuasa dan pencurahan Roh Kudus yang sama. Menerima Roh Kudus dapat diihat dan didengar, sama seperti pada hari Pentakosta. Namun sayangnya banyak orang menyangkai dan bahkan mengolok-olok karunia Allah.

​Yesus pernah memberitahukan Nikodemus bahawa ia harus dilahirkan kembali. Nikodemus tidak mengerti pengajaran ini, merasa bingung, dan bertanya,”Bagaimana mungkin seorang dilahirkan kalauia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” (Yoh. 3:4)

​Yesus lalu menjelaskan,”Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh.” (Yoh. 3:6)

​Nikodemus masih belum dapat mengerti dan bertanya-tanya kelahiran seperti apa yang dimaksud Yesus. Maka Tuhan menjelaskan lebih lanjut, dengan menggunakan analogi angin untuk menjelaskan seperti apakah dilahirkan dari Roh melalui baptisan Roh Kudus:”Janganlah engkau heran, kerana Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mahu, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh” (Yoh. 3:7-8). Di ayat-ayat ini, kata berbahasa Yunani pneuma digunakan untuk menyebutkan “angin” dan “Roh”3.

​Perkataan Yunani ini mengungkapkan bahawa:

• Roh Kudus seperti angin yang bertiup ke mana ia kehendaki. Tidak ada orang yang dapat mengendalikan atau mencegah pekerjaan Roh.
• Sama seperti mata manusia yang tidak dapat melihat angin, mata manusia juga tidak dapat melihat Roh Kudus: dari mana Ia datang, atau di mana Ia pergi.
• Saat angin bertiup, kita dapat mendengar suaranya, dan kita dapat melihat gerakan benda-benda yang ditiupnya. Begitu juga, saat Roh Kudus memenuhi seseorang , kita mendengar ia berbahasa roh dan melihat gerakan tubuh yang diilhamkan oleh Roh Kudus.

Singkatnya, kata-kata Yesus menunjukkan bahawa baptisan Roh Kudus disertai oleh tanda-tanda yang kelihatan dan juga dapat didengar:

9.4 Fungsi berbahasa roh

​Berbahasa Roh mempunyai 4 fungsi penting: sebagai perantaraan, sebagai tanda bagi orang-orang yang belum percaya, untuk membangun diri sendiri, dan untuk membangun jemaat.

9.4.1 Perantaraan

​Sebagai orang Kristian, kita semua mempunyai kelemahan. Di antaranya: ketidakmampuan untuk memahami atau memenuhi kehendak Allah (Rm. 11:33), merasa lenah rohani, dibelenggu oleh keinginan-keinginan daging, dan meninggalkan Allah. Di saat-saat seperti itu, kita seringkali tidak tahu bagaimana berdoa, atau apa yang mahu didoakan. Bahasa akal manusia juga mempunyai batasan-batasan: kita dapat berdoa dengan akal budi manusia, tetapi kita semua pernah mengalamai saat ketika kata-kata tidak lagi cukup untuk menyampaikan fikiran dan perasaan kita yang paling dalam kepada Allah. Untungnya, kerana kemurahanNya, Allah memberikan kita Roh Kudus untuk membantu kita berdoa.

​Begitu juga, Roh menolong kita dalam kelemahan. Kita tidak tahu apakah yang sepatutnya kita doakan, tetapi Roh Kudus sendirilah yang menjadi perantara bagi kita dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan. Ia yang menyelidikan hati manusia, mengetahui maksud Roh itu, kerana Roh itu berdoa bagi orang-orang percaya sesuai dengan kehendak Allah (Rm. 8:26-27).

​Di sini Paulus menggunakan kata Yunani sunantilambano untuk “membantu”. Kata ini bererti “berdiri di sisi untuk membantu mengangkat”, “bantu memikul”, dan “membantu secara umum”4. Roh menolong kita untuk berdoa dengan mendoakan kita, sesuai dengan kehendak Allah, dengan bahasa yang melampaui kata-kata manusia. Allah mengetahui fikiran Roh dan menerima perantaraanNya. Kerana itu apabila kita berdoa dalam bahasa roh, kita yakin Allah mendengar doa-doa kita (Yoh. 5:14-15)

​Mereka yang telah menerima Roh Kudus dan mengalami berbahasa roh akan mengerti nilai dorongan Alkitab untuk “berdoalah dalam Roh Kudus” (Yudas 20) dan “Berdoalah setiap waktu di dalam Roh” (Ef. 6:18). Doa dalam Roh mempunyai kuasa untuk mendekatkan kita kepada Allah.

​Namun doa dalam bahasa roh tidak menghilangkan perlunya berdoa dalam pengertian manusia. Paulus berkata,”Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku, aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku” (I Kor. 14:14-15). Kedua jenis doa ini mempunyai fungsinya masing-masing dalam ibadah.

9.4.2 Tanda bagi orang-orang yang belum percaya

Kerana itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman.
​​​​​​​​​I Korintus. 14:22

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi namaKu, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.
​​​​​​​​​Markus. 16:17

​Kata Yunani “tanda”, semeion, seringkali digunakan dalam konteks mujizat dan tanda keajaiban5. INi kata yang sangat cocok digunakan berhubungan dengan berbahasa roh, kerana berbahasa roh dimaksudkan untuk bersaksi kepada orang-orang tidak percaya bahawa seseorang telah menerima Roh Kudus, dan Allah menyertai orang itu (I Yoh. 3:24)

​Kita melihat kuasa atas tanda ini dalam menyedarkan prang-orang Yahudi yang ada di Yerusalem untuk menantikan hari Pentakosta. Tanda ini menarik perhatian banyak orang kepada murid-murid yang sedang berdoa berbahasa roh. Pada awalnya mereka merasa takjub dan keheranan, tetapi segera kemudian mereka mengerti bahawa murid-murid itu telah menerima baptisan Roh Kudus. Akibatnya, mereka bertobat, percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat mereka, dan dibaptis untuk mendapatkan pengampunan dosa (Kis. 2:5-7, 37-41). Berbahasa Roh membuktikan kepada orang-orang Yahudi bahawa nubuat-nubuat mengenai Roh Kudus telah digenapi. Berbahasa roh juga memberikan kesaksian bahawa Yesus Kristus telah bangkit dari kematian dan naik ke syurga. Kerana itu, dengan berani Petrus menyatakan:”Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami smeua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, aka dicurajlanNya yang kamu lihat dan dengar di sini” (Kis. 2:32-33). Paulus juga menambahkan, “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (I Kor. 15:14)

9.4.3 Membangun Diri sendiri

​Bahasa roh yang diutarakan melalui pengilhamkan Roh Kudus bukanlah bahasa duniawi; bahasa ini adalah bahasa syurgawi atau bahasa rohani, dan membangun orang yang menggunakannya:”Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun jemaat” (I Kor. 14:4). Berbahasa roh mempunyai kuasa untuk mengankat dan mengubahnya.

​Ada orang-orang Kristian yang menganggap bahawa membangun diri sendiri itu egois dan berpendapat bahawa lebih mulia mencari karunia-karunia yang dapat membangun gereja. Namun Yesus mengajarkan kita sebaliknya, seperti yang dapat kita lihat dalam kejadian yang melibatkan Marta dan Maria (Luk. 10:38-42). Sementara Marta sibuk melayani Yesus, Maria duduk dengan tenang di kaki Yesus untuk mendengarkan ajaran-ajaranNya. Saat Marta mengeluhkan hal ini kepada Tuhan, ia berkata kepadanya bahawa Maria telah mengambil pilihan yang lebih baik (Luk. 10:38-42). Di sini, pelajaran yang dapat dipetik bagi umat percaya adalah, walaupun tentu saja melayani Allah itu penting, namun membangun diri sendiri juga tidak kalah pentingnya.

​Kita melihat pelajaran ini diterapkan oleh Rasul Paulus, yang menulis:”Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (I Kor. 9:27) Prinsipnya, bila seseorang ingin membangun gereja, pertama-tama ia harus membangun dirinya sendiri terlebih dahulu (Rm. 2:29). Paulus menghabiskan seluruh hidupnya melayani orang lain untuk “menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuhNya, yaitu jemaat” (Kol. 1:24), namun ia berhati-hati agar ia sendiri tidak mengabaikan pembangunan rohaninya sendiri.

Kesalahfahaman 12

​Seseorang penulis berkebangsaan jepun, Kurosaki Koukichi,berpendapat bahawa beberapa orang Kristian memegang pandangan seperti ini mengenai berbahasa roh:”Ia yang dipimpin oleh Roh Kudus mengucapkan misteri-misteri di dalam Roh, kerana itu tidak ada orang yang dapat memahaminya. Kerana itu, orang yang berbahasa roh berbicara hanya kepada Allah.”

​Si penulis menyatakan bahawa mereka yang memegang pandangan seperti itu tidak mungkin: mengetahui fikiran dan motivasi seseorang yang berbahasa roh; mengerti apakah baptisan Roh Kudus; mengalami sendiri berbahasa roh.

Apa kata Alkitab?

• Berbahasa roh adalah bukti utama baptisan Roh Kudus. Bahasa Roh diucapkan kerana Roh Kudus yang menggerakkannya; bukan sebuah anting atau tipuan.

• Orang yang berbahasa roh, berbicara kepada Allah, dan memperlihatkan kepedulian apa pun kepada yang lain, dan pernyataan demikian tidak konsisten dengan harapan Paulus agar semua umat percaya berbahasa roh (ref. I Koe. 14:5)

• Penulis kemungkinan besar mengelirukan berbahasa roh dengan ucapan bahasa roh untuk berkata-kata (lihat bagian 9.5 “Karunia Roh Kudus yang membangun gereja”)

• Walaupun orang yang berbahasa roh tidak dapat dimengerti oleh orang lain atau dirinya sendiri, doa berbahasa roh tetap mempunyai erti.

Kesalahfahaman 13

​(Mengacu pada I Kor. 14:4) Barangsiapa berbahasa roh membangun dirinya sendiri, tetapi barangsiapa bernubuat membangun jemaat… Orang-orang yang mempunyai kasih akan melakukan yang terakhir.
​​​​​​​​Kurosaki Koukichi

Apa kata Alkitab?

• Baptisan Roh Kudus yang dibuktikan dengan berbahasa roh, adalah syarat mendasar untuk mendapatkan keselamatan. Berbahasa roh mengutungkan orang percaya melalui pembangunan diri sendiri. Barulah apabila kita mendapatkan karunia ini, kita dapat mulai mencari karunia-karunia lain yang membangun jemaat, seperti karunia bernubuat.

• Pendapat penulis benar, apabila secara khusus ditujukan pada keadaan gereja Koritus, namun kata-kata Paulus tidak cocok untuk diterapkan pada umat Kristian secara umum.

• Jemaat Korintus telah menerima baptisan Roh Kudus dan berbahasa roh; sebagian jemaatnya juga mempunyai karunia-karunia khusus dalam berkata-kata dalam bahasa roh. Namun, masalahnya adalah mereka kurang mengasihi dan menggunakan karunia-karunia berbahasa roh mereka dengan cara-cara yang menonjolkan karunia mereka, sehingga membuat kekacauan di dalam gereja. Kerana itu Paulus menulis I Korintus. 12 hingga 14 untuk mengingatkan mereka mengenai kasih sebagai dasar atas segala karunia yang membangun jemaat.

• Dalam I Korintus. 14, Paulus memberikan sebuah tata aturan kepada gereja mengenai penggunaan bahasa roh di saat beribadah: mereka yang berkata-kata dalam bahasa roh hanya melakukannya apabila ada yang mengertikannya. Lebih lanjut, mereka harus melakukannya dengan tertib. Apabila tidak ada yang mengertikan, mereka sebaiknya menggunakan karunia berbahasa roh dalam doa untuk membangun diri.

• Di fasal 14, Paulus juga mendesak gereja Korintus untuk mengambil langkah yang lebih jauh dalam mengejar karunia bernubuat. Karunia ini memampukan seseorang untuk menyampaikan pesan Allah dalam kata-kata yang dimengerti manusia melalui pengilhaman Roh Kudus. Ini membangun jemaat, dan kerana itu “lebih berharga” daripada karunia berbahasa roh.

• Membaca fasal 14, kita mengerti bahawa ada peran untuk semuanya: doa berbahasa roh yang digunakan dalam doa untuk membangun diri sendiri, karunia khusus dalam bahasa roh untuk berkata-kata, dan karunia bernubuat.

9.4.4 Membangun gereja

Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bila mana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu yang seorang mezmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahawa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkanya. Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.
​​​​​​​​​I Korintus. 14:26-28

​Saat kita berdoa dalam bahasa roh, kita berbicara kepada Allah, bukan manusia. Tidak ada orang yang mengerti bahasa roh, termasuk orang yang berdoa menggunakannya (I Kor. 14:2). Namun apabila dibutuhkan, Allah mengaruniakan karunia kepada orang percaya untuk mengertikan bahasa roh (I Kor. 12:10) sehingga orang-orang dapat mengerti dan dibangun. I Korintus. 12 dan 14 membicarakan mengenai karunia Roh Kudus yang membangun jemaat. Termasuk di dalamnya adalah “berkata-kata dengan bahasa roh” dan “menafsirkan bahasa roh” (I Kor. 12:10)

​Sayangnya, di Gereja Korintus, jemaat tidak menggunakan karunia rohani mereka dengan sepatutnya: mereka menggunakan karunia rohani berbahasa roh untuk berbicara kepada jemaat, walaupun tidak ada yang menafsirkannya. Kerana itu Paulus menegur mereka, dengan berkata,”Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong… dan tidak mencari keuntungan diri sendiri” (I Kor. 13:4-5), dan menambahkan bahawa kasih mengejar “kepentingan orang banyak” (I Kor. 10:33). Paulus mengajarkan kepada mereka, walaupun mereka berkumpul untuk beribadah, mereka harus melakukan segala hal untuk kebaikan bersama:

Bila mana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.
​​​​​​​​​I Korintus. 14:26

Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih daripada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga daripada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.
​​​​​​​​​I Korintus. 14:5

Kerana itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.
​​​​​​​​​I Korintus. 14:13

​Kerana itu kita perlu memperhatikan, walaupun karunia bernubuat dapat membangun jemaat, berkata-kata dalam bahasa roh, apabila ditafsirkan, juga dapat membangun jemaat. Paulus memberikan tata aturan yang jelas kepada Gereja Korintus mengenai penggunaan bahasa roh saat ibadah gereja, untuk memastikan ibadah berjalan dengan tertib dan sopan.

9.5 Karunia Roh Kudus yang membangun gereja

​Di masa sekarang, banyak gereja percaya bahawa berdoa dalam bahasa roh hanyalah satu dari serangkaian karunia rohani, bukan sebagai bukti menerima baptisan Roh Kudus. Kerana itu mereka menderung berpendapat bahawa mereka telah mempunyai Roh Kudus, walaupun tidak berdoa dalam bahasa roh.

​Berdoa dalam bahasa roh tentunya adalah sebuah karunia rohani, kerana seseorang tidak dilahirkan dengan kemampuan itu, dan ia juga tidak memperlajarinya. Namun banyak orang tidak menyedari bahawa Alkitab membicarakan dua jenis bahasa roh: 1) bahasa roh yang diberikan kepada semua orang saat menerima baptisan Roh Kudus; 2) “berkata-kata dalam bahasa roh” untuk berkhotbah, yang merupakan karunia khusus yang diberikan Allah sesuai dengan kehendakNya (I Kor. 12:11). Karunia kedua ini adalah “untuk kepentingan bersama” (I Kor. 12:7), dan itu bererti untuk membangun jemaat secara keseluruhan. Sejumlah besar penulis dan gereja Kristian telah lama salah menafsirkan Alkitab, mengira bahawa kedua jenis bahasa roh ini sama.

​Kita akan menyelidikan beberapa pendapat yang dikemukakan oleh penulis-penulis Kristian, untuk menghilangkan kesalahfahaman seputar kedua jenis bahasa roh ini.

Kesalahfahaman 14

​Penelitian atas I Korintus fasal 12 dab 14 menunjukkan bahawa berbahasa roh adalah karunia terakhir, terendah dan tidak perlu secara khusus dikejar, kerana kegunaannya sangat sedikit. Berbahasa roh tidak akan dijelaskan seperti demikian apabila tanda ini merupakan tanda khusus menerima baptisan Roh Kudus. Nubuat menempati urutan yang lebih tinggi dan paling patut dikejar kerana karunia ini dimaksudkan untuk membangun jemaat. “Aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, daripada beribu-ribu kata dengan bahasa roh” kata Paulus. Karunia berbahasa roh tidak diturunkan kepada semua orang-orang kudus, dan ini nampak jelas dari pertanyaan, Adakah mereka semua berkata-kata dalam bahasa roh?” yang jawabnya adalah “Tidak”
​​​​​​​​J.Oswald Sanders (hal. 73)

Apa kata Alkitab?

• Sanders dengan keliru menyamakan karunia berbahasa roh yang diberikan kepada setiap orang percaya yang telah menerima Roh Kudus dengan karunia “berkata-kata dengan bahasa roh” untuk menyampaian khotbah. Karunia yang pertama adalah tanda khusus baptisan Roh Kudus (Kis. 10:44-46), sementara karunia yang terakhir adalah salah satu dari sekian banyak karunia rohani yang diberikan Allah untuk membangun gereja dan jemaat, dan diberikan seturut dengan kehendakNya (I Kor. 12:8-10). Maka semua yang telah menerima baptisan Roh Kudus akan dapat berbahasa roh, tetapi tidak semuanya mempunyai karunia khusus untuk berkata-kata, yaitu berkhotbah, dalam bahasa roh.

• Di fasal 12 dan 14 dalam I Korintus, kita melihat bahawa bahasa roh yang disebut Sanders sebagai “karunia terakhir, terendah” dan dituliskan bersama dengan “karunia untuk menafsirkan bahasa roh” (I Kor. 12:10, 30; I Kor. 14:26-28), sebenarnya adalah bahasa roh untuk berkhotbah. Karunia ini berjalan bersamaan dengan karunia menafsirkan bahasa roh untuk membangun gereja.

• Ketika Paulus melontarkan pertanyaan-pertanyaan retorik: “Adakah mereka semua berkata-kata dalam bahasa roh?” dan “untuk menafsirkan bahasa roh?” (I Kor. 12:30), ia sedang menjelaskan bahawa tidak semua orang akan mempunyai karunia khusus untuk berkhotbah dalam bahasa roh.

• Paulus mendorong kita untuk secara khusus mengejar karunia bernubuat (I Kor. 14:1, 39): untuk menyampaikan pesan Allah dalam kata-kata pengertian manusia melalui pengilhaman Roh Kudus. Karunia ini adalah untuk membangun jemaat. Namun ia juga mengingatkan bahawa ada peran di dalam gereja untuk berkata-kata dalam bahasa roh, yang apabila disertai dengan penafsiran, juga dapat membangun jemaat (I Kor. 14:5, 12-13)

• Dalam I Korintus 14, Paulus menunjukkan bahaawa ada sebuah pesan baik untuk bahasa roh dan kata-kata pengertian manusia:”Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan akal budiku” (I Kor. 14:15). Ia menambahkan, bahawa walaupun ia dapat memilih di antara keduanya, ia lebih suka berkata-kata dalam pengertian manusia saat mengajar di depan jemaat, kerana ia merasa bahawa ini memberikan lebih banyak manfaat kepada jemaat. Maka ia berkata,”Aku mengucap syukur kepada Allah, bahawa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih daripada kamu semua ” (I Kor. 14:18-19)

Kesalahfahaman 15

​Tanda ini [merujuk pada karunia berbahasa roh] bersifat sementara. Di dalam pengajaran tentang karunia-karunia di I Korintus 12, Paulus menyebutkan karunia berbahasa roh dan kemudian menegaskan bahawa “bahasa roh akan berhenti” (I Kor. 13:8). Ia menutup fasal itu dengan menunjukkan bahawa berbahasa roh akan berlalu pada masa ia hidup, “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih” (I Kor. 13:13)
​​​​​​​​​John H. Picford (hal. 22)

Apa kata Alkitab?

• Berbahasa roh, jauh dari sifat sementara, adalah pengalaman yang terus berlanjut. Karunia ini diwujudkan terus menerus oleh setiap orang percaya yang telah menerima Roh Kudus. Paulus sendiri menyatakan bahawa ia berkata-kata dengan bahasa roh lebih daripada jemaat Korintus (I Korintus. 14:8) Dan mengajarkan jemaat agar tidak melarangnya (I Kor. 14:39)

• Kata-kata Paulus :”bahasa roh akan berhenti” (I Kor. 13:8), tidak mengacu pada berhentinya bahasa roh pada masa Ia hidup, tetapi pada saat Yesus datang kembali. Ini adalah saat orang-orang percaya akan bertemu dengan Allah muka dengan muka, dan kerana itu, tidak lagi perlu berbahasa roh.

• Hingga kelak Yesus datang kembali, kerunia-karunia rohani, termasuk berbahasa roh, aka terus mempunyai peranan yang penting. Alkitab mengajarkan kita bahawa saat Ia datang kembali, bahasa roh akan berhenti, seperti juga karunia bernubuat dan pengetahuan, memberikan jalan kepada “yang sempurna” (I Kor. 13:8-12)

• Paulus menjelaskan mengenai kasih kerana ini adalah masalah karunia-karunia rohani yang dihadapi Gereja Korintus. Jemaat mempunyai karunia-karunia rohani yang berbeda-beda, termasuk karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi sayangnya tidak dilakukan dengan kasih. Kepada mereka, Paulus mengingatkan bahawa kasih lebih besar daripada bahasa roh, dan kasih itu tidak berkesudahan. Saat mengatakan hal ini, ia tidak bermaksud bahawa hanya kasih yang dibutuhkan, atau berbahasa roh sama sekali tidak diperlukan, tetapi yang ia maksudkan, keduanya harus berjalan beriringan.

Kesalahfahaman 16

​Menghadapi pertanyaan mengenai bahasa roh, Paulus menunjukkan bahawa karunia ini adalah karunia yang kecil dan terbatas (I Kor. 14:1, 4, 19, 22; 12:29-30)
​​​​​​​​​John H. Picford (hal. 40)

Apa kata Alkitab?

• Tidak seperti Pickford, Alkitab tidak memberikan referensi apa-apa mengenai karunia-karunia “kecil”: semuanya dibutuhkan untuk membangun jemaat (I Kor. 12:7-11, 29-30). Paulus memberikan analogi tubuh manusia dan gereja yang seluruh jemaatnya mempunyai peran masing-masing dan perlu bekerja sama untuk mencapai kebaikan bersama (I Kor. 12:14-22; Ef. 4:16)

• Walaupun Paulus mendorong jemaat Gereja Korintus untuk mengejar karunia bernubuat, ia juga membicarakan tentang perlunya berbahasa roh (I Kor. 14:18, 39). Ia tidak meninggikan satu karunia dan merendahkan yang lain. Malah ia mendorong mereka untuk berbahasa roh, tetapi menambahkan bahawa mereka harus mengejar karunia-karunia lainnya, seperti bernubuat, yang dapat membangun jemaat (I Kor. 14:4-5)

9.6 Penafsiran Alkitad dari I Korintus. 14

​Orang-orang Kristian yang menyakini bahawa berbahasa roh adalah salah satu karunia yang kurang penting dari sekian banyak karunia rohani, seringkali mengutip I Korintus fasal 12 dan 14. Namun apabila kita membaca fasal-fasal ini dengan hati-hati, kita melihat bahawa Paulus membedakan dengan jelas antara berbahasa roh yang menandakan baptisan Roh Kudus dengan karunia khusus untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

​Jadi apabila kita ulangi, ada karunia berbahasa roh yang menyertai baptisan Roh Kudus, dan merupakan tanda baptisan Roh Kudus (Kis. 2:4; 10:44-46; 19:6). Bila tanda ini tidak ada, kita dapat menyimpulkan bahawa seseorang belum menerima Roh Kudus. Paulus merujuk pada karunia ini saat ia membicarakan dirinya sendiri “berdoa dengan bahasa roh” (I Kor. 14:14) atau “berdoa dengan rohku” (I Kor. 14:15). Bahasa roh diucapkan kepada Allah, dan bukan kepada manusia, dan kerana itu tidak membutuhkan penafsiran. Tidak ada orang yang dapat mengerti bahasa roh, yang berdoa dalam roh pun tidak (I Kor. 14:2). Seperti yang disebutkansebelumnya, bahasa ini: mengucapkan hal-hal yang rahasia (I Kor. 14:2), membangun orang yang berdoa menggunakannya (I Kor. 14:4), dan tanda bagi orang-orang yang belum percaya (I Kor. 14:22)

​Kedua, ada jenis berbahasa roh yang berbeda untuk berkhotbah. Bahasa Roh ini diucapkan kepada jemaat dan merupakan karunia khusus yang bertujuan untuk mengajar dan membangun kemaat. Bahasa Roh ini harus ditafsirkan untuk mengetahui ertinya (I Kor. 14:27)

​Namun seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jemaat Gereja Korintus menggunakan karunia berbahasa roh mereka dengan tidak sepatutnya. Contohnya, mereka berkata-kata dalam bahasa roh kepada jemaat, walaupun tidak ada yang menafsirkannya. Kerana itu Paulus menulis I Korintus fasal 14 untuk menegur praktik mereka yang tidak tertib. DI fasal ini, ia menyebutkan hal-hal ini:

• Orang yang bernubuat, yaitu yang menyampaikan pesan Allah dengan kata-kata manusia melalui pengilhaman Roh Kudus untuk membangun jemaat, lebih besar daripada orang yang berkata-kata dalam bahasa roh tetapi tidak ada yang menafsirkannya (I Kor. 14:4-5)

• Bahasa roh yang disampaikan kepada jemaat tidak dapat membangun siapapun apabila tidak ditafsirkan (I Kor. 14:6)

• Alat-alat musik saja menghasilkan bunyi-bunyi yang berbeda, sehingga yang mendengar dapat mengetahui sebuah lagu (I Kor. 14:7)

• Bila sebuah nafiri tidak menghasilkan bunyi yang terang, tidak ada orang yang bersiap-siap berperang (I Kor. 14:8)

• Bila seseorang berkata-kata dalam bahasa roh kepada jemaat tanpa ada yang menafsirkan, tidak ada orang yang dapat mengerti apa yang ia sampaikan; itu akan menjadi seperti orang yang berkata-kata ke udara (I Kor. 14:9)

• Ada banyak macam bahasa di dunia, semuanya mempunyai ertinya sendiri-sendiri. Mereka yang tidak mengerti bahasa itu menjadi seperti orang-orang asing di hadapan orang yang berbicara, begitu juga sebaliknya (I Kor. 14:10-11)

• Di dalam gereja, lebih baik mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti ketimbang beribu-ribu kata dalam bahasa roh (I Kor. 14:19)

• Bila orang tidak percaya melihat jemaat berkumpul di gereja dan berkata-kata dalam bahasa roh satu sama lain, mereka akan melihatnya sebagai kegilaan (I Kor. 14:23)

• Di gereja, segala hal harus dilakukan untuk membangun, dan berbahasa roh tidak terkecuali (I Kor. 14:12, 26)

• Karunia nabi takluk kepada nabi. Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera (I Kor. 14:32-33)

Berkata-kata dalam bahasa roh untuk berkhotbah adalah salah satu dari antara banyak karunia rohani, yang bertujuan untuk membangun jemaat. Roh Kudus mencurahkan karunia ini kepada siapa yang Ia kehendaki (I Kor. 12:8-11); tidak semua orang yang mempunyai Roh Kudus akan mendapatkannya. Kerana itu, ketika Paulus menyebutkan karunia ini, ia membicarakannya berhubungan dengan karunia-karunia lain, khususnya karunia untuk menafsirkan bahasa roh (I Kor. 14:26-27; I Kor. 12:10, 28, 30). Ini secara jelas memisahkannya dari bahasa roh yang menandai baptisan Roh Kudus.

Jemaat Gereja Korintus menyalahgunakan karunia-karunia rohani mereka, dengan menggunakannya untuk menonjolkan diri mereka di hadapan orang-orang. Kerana itu di fasal yang sama, Paulus menyampaikan tata aturan berikut ini dalam hal penggunaan bahasa roh saat beribadah:

• Hanya dua, atau paling banyak, tiga orang berkata-kata dalam bahasa roh (ayat 27)
• Jemaat bergiliran ketika berkata-kata dalam bahasa roh (ayat 27)
• Bahasa roh harus ditafsirkan (ayat 27)
• Bila tidak ada yang menafsirkan, orang harus tetap diam di gereja, menahan diri berkata-kata dalam bahasa roh kepada jemaat. Ia hanya boleh “berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah” (ayat 28)

Karunia “berkata-kata dalam bahasa roh” memungkinkan seseorang berbicara kepada jemaat ketika ada yang menafsirkan (I Kor. 14:27-28). Namun pada beberapa kesempatan mungkin seseorang tiba-tiba didorong oleh Roh Kudus untuk menyampaikan pesan dari Allah (ref. Ayb. 32:17-22; Yer. 20:9). Pada saat demikian, Allah akan menunjuk seseorang untuk menafsirkannya, mungkin orang itu sendiri,mungkin orang lain. Paulus menasihati, di kesampatan sepert itu, pembicara pertama yang berbahasa roh harus diam untuk memungkinkan orang yang menafsirkannya berbicara. Dengan demikian, jemaat dapat bernubuat secara bergiliran sehingga semua orang dapat belajar dan terbangun (I Kor. 14:30-31)

Paulus menulis kepada jamaat Korintus, menasihati mereka untuk menjaga ketertiban ketika jemaat berkumpul sehingga segala sesuatu dapat dilakukan untuk membangun (I Kor. 14:26). Ia berkata, “Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi. Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera… Segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur” (I Kor. 14:32-33, 40). Namun Paulus tidak menginginkan mereka salah faham dan tidak menyukai, atau bahkan melarang berkata-kata dalam bahasa roh. Kerana itu ia menambahkan, “Janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh” (I Kor. 14:39). I juga membagikan pengalamannya sendiri kepada mereka, “Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa… Aku akan berdoa dengan rohku… Aku mengucap syukur kepada Allah, bahawa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dan pada kamu semua” (I Kor. 14:14-15, 18)

Kesalahfahaman 17

​Ada banyak perkumpulan kharismatik yang katanya jemaatnya dipenuhi Roh Kudus, tetapi semuanya nampak tidak tertib. Kalau mereka tidak berteriak-teriak dengan keras, mereka menyanyi-nyanyi dengan keras, menyebutkan nyanyian roh. Lalu ada di antara mereka yang memperlihatkan ketidaktertiban yang lebih kecil, dengan secara bersamaan berbahasa roh saat beribadah atau berbahasa roh dalam kelompok kecil. Dapatkah keadaan seperti ini ditemukan dalam Alkitab? Bahkan di fasal 14 dalam I Korintus, yang banyak mendiskusikan masalah berbahasa roh, berbahasa roh saat beribadah tidak dianjurkan. Hanya dua, atau paling tiga orang yang boleh berbicara, dan mereka harus melakukannya bergiliran dengan diikuti oleh orang yang menafsirkan. Begitu juga kita membaca di ayat 33, “Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi dalami sejahtera”. Kekacauan bukan berasal dari Allah, dan kita harus mengingati bahawa Allah kita adalah Allah damai sejahtera
​​​​​​​​Ende Hu (hal 7-8)

Apa kata Alkitab?

• Tentu ada masalah dalam ketertiban apabila jemaat berteriak-teriak histeris secara emosional di gereja. Namun kita perlu mengakui bahawa ada beberapa tindakan yang murni diilhamkan oleh Roh Kudus.

• Fenomena menyanyi dalam roh dicatat dalam Alkitab: Paulus berkata, “Aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku” (I Kor. 14:15). Ia juga mengajarkan kita untuk ”berkata-kata” [lah] seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani” (Ef. 5:19; ref. Kol. 3:16). Menyanyi dalam roh dimungkinkan oleh Roh Kudus dan bukan tanda kekacauan.

• Ketika Paulus menasihati gereja untuk hanya mengizinkan dua atau toga orang berbicara dalam bahasa roh (I Kor. 14:27), ia sedang membicarakan penggunaan bahasa roh untuk berkhotbah, bukan bahasa roh dalam doa pribadi. Kita tidak akan berfikir untuk membatasi jumlah orang percaya yang berdoa bersama di gereja dengan bahasa pengertian manusia, begitu juga kita tidak membatasi jumlah orang yang berdoa dalam bahasa roh.

• Tulisan “Sabab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi dalami sejahtera” oleh Paulus, ditujukan kepada Gereja Korintus yang tidak tertib dalam beribadah, yang terjadi kerana mereka menggunakan bahasa roh untuk berkhotbah kepada jemaat tanpa ada yang menafsirkannya, dan mereka tidak bergiliran.

• Paulus tidak pernah melarang berbahasa roh. Apa yang ia lakukan adalah memberikan sebuah tata aturan kepada gereja untuk menggunakan karunia ini dengan sepatutnya. Dengan hati-hati ia berkata, “Janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh” (I Kor. 14:39)

9.7 Pengalaman Pentakosta

​Pentakosta, yang juga disebut sebagai hari raya “Tujug Minggu” (ref. Kel. 34:22; Ul. 16:10), menandai berakhirnya panen. Pada bahasa Yunani, Pentakosta bererti “ke-50”, kerana Pentakosta jatuh pada hari ke-50 setelah Paskah, dihitung dari hari ke-2 perayaan itu (Im. 23:15-17)6. Di masa itu, perayaan ini adalah perayaan yang paling semarak dan membawa orang-orang Yahudi dari segala penjuru dunia bersama-sama berkumpul di Yerusalem. Allah memilih Pentakosta pertama setelah kebangkitan dan kenaikan Kristus untuk mencurahkan Roh KudusNya yang kudus kepada orang-orang perjanjian baru. Dengan demikian, Pentakosta mendapatkan makna dan kepentingan yang baru.

​Berbahasa roh adalah sebuah tanda yang dramatis, membuat orang-orang Yahudi dari berbagai penjuru dunia terheran-heran dan ingin melihat apa yang sedang terjadi. Ini menyediakan kesempatan yang baik bagi Petrus untuk bersaksi bahawa pencurahan Roh Kudus yang baru saja mereka saksikan, terjadi kerana Yesus Kristus yang telah mereka salibkan telah bangkit dan dimuliakan (Kis. 2:22-23, 30-33). Dengan demikian, injil keselamatan sampai pada pendengar pertama yang dimaksud [yaitu Yerusalem], sesuai dengan rencana Allah (Kis. 1:8).

Kesalahfahaman 18

​Banyak gereja melihat ayat-ayat pada Kisah Para Rasul. 2:1-13 sebagai sebuah kejadian ketika murid-murid Yesus tidak berbicara dalam bahasa roh, tetapi dalam bahasa-bahasa asing, menyatakan bahawa inilah yang didengar orang-orang Yahudi yang datang ke Yerusalem. Mereka juga menyimpulkan bahawa orang-orang Kristian yang pada hari ini mengaku berbicara dalam bahasa roh, mengucapkan bahasa yang tidak dapat dimengerti, jadi pengalaman ini berbeda dengan pengalaman Pentakosta di masa para rasul.

Apa kata Alkitab?

​Ketika Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, walaupun bahasa yang diucapkan para rasul dapat dimengerti, kita dapat menyimpulkan itu bukan bahasa-bahasa asing kerana beberapa alasan ini:

• Kita melihat Roh Kudus memenuhi murid-murid Yesus dan menggerakkan mereka untuk “berkata-kata dalam bahasa lain” (Kis. 2:4). Kemudian Paulus menjelaskan bahasa roh sebagai mengucapkan hal-hal yang rahasia kepada Allah (I Kor. 14:2). Namun bahasa roh membawa pesan yang mempunyai erti yang dapat diungkapkan apabila ditafsirkan (I Kor. 14:27-28). Apa yang terjadi di hari Pentakosta adalah, Allah memberikan kemampuan untuk menafsirkan bahasa roh kepada orang-orang Yahudi yang mendengarnya. Ini membuat mereka mendengarkan para murid Yesus “berkata-kata dalam bahasa [kita] sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah” (Kis. 2:11). Ini adalah pekerjaan yang dilakukan Roh Kudus dalam memberikan tanda kepada orang-orang Yahudi (I Kor. 14:22). Pekerjaan ini menghasilkan pertobatan mereka: hati nurani mereka tersentuh, mereka bertobat, dan dibaptis di dalam nama Yesus Kristus (Kis. 2:37-41).

• Kemampuan untuk menafsirkan bahasa roh adalah sebuah karunia yang diberikan oleh Allah sesuai dengan kehendakNya (I Kor. 12:10-11, 30; 14:26-28). Kadang-kadang karunia ini diberikan sebagai karunia yang bersifat sementara apabila diperlukan agar orang dapat mendengar dan mengerti isi pesan khusus dari Allah. Ini adalah apa yang dialami oleh orang-orang Yahudi di hari Pentakosta. Kita juga melihat bagaimana orang-orang percaya dari bangsa Yahudi yang datang ke rumah Kornelius menerima karunia yang sama: Roh Kudus membuat mereka mendengar Kornelius dan keluarganya “berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah” (Kis. 10:44-46).

• Dari pengalaman kita mengetahu bahawa ketika sekelompok orang, walaupun hanya kelompok kecil, berbicara sekaligus, orang-orang lain mengalami kesulitan untuk mendengar dan mengerti apa yang sedang diucapkan. Kesulitan ini menjadi sangat besar ketika ini terjadi pada kelompok yang berjumlah besar. Di hari Pentakosta, ada 120 orang murid yang dipenuhi oleh Roh Kudus, semuanya berbahasa roh di saat yang sama. Campuran suara-suara dan tingkat kebisingan yang terjadi mungkin sangat besar. Namun yang mengejutkan, di tengah-tengah keadaan seperti itu orang-orang Yahudi yang datang ke Yerusalem dari sekitar 15 negara, mendengar murid-murid berbicara dengan bahasa negara mereka masing-masing (Kis. 2:8). Tidak hanya itu, mereka dapat memahami isi pesan itu, yaitu “perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah” (Kis. 2:11)

• Terdapat hal yang menarik pada catatan “orang-orang Yahudi yang saleh” (Kis. 2:5). Ini adalah orang-orang saleh yang telinganya dibuka oleh Allah sehingga dapat mengerti bahasa roh dalam bentuk bahasa mereka sendiri (Kis. 2:5-12). Sebaliknya, ada “orang lain” (Kis. 2:13) yang tidak mengerti apa yang sedang diucapkan murid-murid, dan mengejek mereka sebagai orang-orang yang sedang mabuk. Kerana itu kita dapat menyimpulkan bahawa bila bahasa roh yang diucapkan murid-murid adalah bahasa-bahasa asing, maka baik orang-orang Yahudi yang saleh mahupun orang-orang ini tentu dapat mengerti apa yang sedang diucapkan murid-murid Yesus.

Kesalahfahaman 19

​Di hari Pentakosta, perlu dicatat bahawa bahasa itu bukanlah bahasa yang tidak dikenali, tetapi dalam beberapa bahasa dari berbagai negara yang berkumpul pada saat itu. Sejauh yang dituliskan dalam Alkitab, ini tidak pernah terjadi lagi.
​​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 72)

Kesalahfahaman 20

​Karunia berbahasa roh pada hari Pentakosta adalah bahasa tertentu dari orang-orang tertentu untuk menyampaikan injil kepada mereka (Kis. 2:6-11). Pentakosta berdiri sendiri. Baptisan Roh Kudus tidak pernah dimaksudkan sebagai pengalaman yang berulang.
​​​​​​​​John H. Pickford (hal. 12 dan 14)

Kesalahfahaman 21

​[Mengacu pada Kisah Para Rasul. 2:1-4] Ketika orang-orang percaya dipenuhi oleh Roh Kudus, mereka berbicara dengan bahasa lain. Dalam keadaan kesurupan, mereka mengucapkan bahasa-bahasa dari negara-negara lain yang mereka sendiri tidak mengerti, tetapi dimengerti oleh orang-orang dari bangsa mereka masing-masing… Setelah hari Pentakosta, fenomina bahasa roh terjadi di Gereja Korintus dan tempat-tempat lain. Walaupun mereka juga “berkata-kata dalam bahasa roh”, ini bukan lagi fenomena Pentakosta, kerana fenomena ini bukan tanda yang selalu menyertai pencurahan Roh Kudus, tetapi sebuah fenomena yang telah berakhir. Kerana itu, mereka yang berharap membangkitkan kembali mujizat khusus ini di masa sekarang, telah keliru menganggap bahawa ketiadaan mujizat ini menandakan tidak adanya Roh Kudus. Mereka telah keliru memahami erti sesungguhnya dari pencurahan Roh Kudus. Roh Kudus yang telah turun pada hari Pentakosta masih terus bersama kita hingga hari ini.
​​​​​​​​Kurosaki Koukichi

​Pendapat para penulis di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
• Di hari Pentakosta, murid-murid mengucapkan bahasa-bahasa yang berbeda dari negara-negara asal orang-orang Yahudi yang datang ke Yerusalem.
• Ketika murid-murid berbicara dengan bahasa-bahasa asing, mereka ada dalam keadaan kesurupan.
• Fenomena pada hari Pentakosta adalah perwujudan khusus pencurahan Roh Kudus
• Roh Kudus yang dicurahkan pada hari Pentakosta terus tinggal bersama orang-orang Kristian hingga hari ini.
• Kita tidak biasa menyamakan ketiadaan tanda berbahasa roh dengan ketiadaan Roh Kudus.
• Pengalaman berbahasa roh di masa sekarang berbeda sama sekali dengan fenomena di hari Pentakosta.

Apa kata Alkitab?

• Murid-murid Yesus berkata-kata dalam bahasa roh, bukan bahasa-bahasa asing. Orang-orang Yahudi dari negara-negara lain mengerti apa yang mereka ucapkan kerana Allah memberikan mereka karunia sementara untuk menafsirkannya. Kejadian serupa terjadi ketika rumah tangga Kornelius menerima Roh Kudus, dan orang-orang percaya dari bangsa Yahudi mendengar mereka “berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah” (Kis. 10:46)

• Ketika murid-murid Yesus berkata-kata dalam bahasa roh, mereka tidak sedang berada dalam keadaan “kesurupan”. Sebaliknya, fikiran mereka segar dan jernih, kerana mereka menyedari bahawa orang-orang di sekeliling mereka merasa takjub dan sebagian ada yang mengejek-ejek mereka (Kis. 2:5-8; 13-15)

• Berbahasa roh adalah tanda pasti bahawa seseorang telah menerima Roh Kudus (Kis. 10:46). Bahasa roh tidak selalu harus dapat dimengerti (I Kor. 14:2). Ketika jemaat Efesus berbahasa roh, tidak ada tanda-tanda bahawa ada orang yang mengerti bahasa itu, tetapi mereka dipastikan telah menerima Roh Kudus (Kis. 19:1-6)

• Pencurahan Roh Kudus menjadi fenomena yang umum terjadi, setiap kali disertai dengan berbahasa roh. Ini menjadi tema utama injil seperti yang diberitakan para rasul. Contohnya, Petrus mendesak orang-orang Yahudi untuk bertobat dan dibaptis agar mereka juga dapat menerima karunia ini (Kis. 2:38)

• Ada lima kejadian baptisan Roh Kudus dicatat dalam Kisah Para Rasul (Kis. 2:4; 8:17; 9:17; 10:44; 19:6), menunjukkan bahawa pengalaman Pentakosta terulang, membuktikan bahawa ini bukanlah kejadian khusus.

9.8 Karunia menafsirkan bahasa roh

​Karunia menafsirkan bahasa roh dapat ditemukan di antara umat percaya di gereja benar hari ini. Apabila kita melihat di dalam Alkitab dan pada pengalaman-pengalaman jemaat Gereja Yesus Benar, kita melihat bahawa ada beberapa cara Roh Kudus membuat seseorang mengerti bahasa roh:

• Seperti pada kejadian yang dialami orang-orang Yahudi yang saleh di hari Pentakosta, Allah membuat orang yang mendengar dapat mendengar bahasa roh dengan bahasa mereka sendiri.

• Allah menyingkapkan erti bahasa roh kepada pendengar setelah ia yang bebicara selesai mengutarakannya.

• Orang yang berkata-kata dalam bahasa roh tidak mengerti ertinya pada saat ia mengucapkannya, tetapi kemudian Allah membuatnya mampu menafsirkan pesan itu.

• Orang menafsirkan setelah ia berbicara dalam bahasa roh, kalimat per kalimat.

• Orang yang berkata-kata dalam bahasa roh mengerti apa yang sedang ia katakana, tetapi mengetahui bahawa Roh Kudus akan menggerakkan orang lain untuk menafsirkannya. Dalam kejadian seperti ini, orang yang menafsirkannya akan datang ke muka untuk mengertikan pesan berbahasa roh. Pesan yang disampaikan akan sama persis dengan apa yang difahami oleh orang yang berbicara dalam bahasa roh.

• Orang yang berbicara dalam bahasa roh tidak mengerti ertinya, tetapi Allah menggerakkan orang kedua untuk menafsirkannya.

9.9 Kesaksian jemaat Gereja Yesus Benar

9.9.1 Kesaksian 1

​Kesaksian ini mengenai Saudara Chen Ah Gui dari Desa Boai, Propinsi Heping di Taichung, Taiwan. Saudara Chen jatuh sakit kerana tetanus pada tanggal 26 July 1959 dan tidak dapat bangun dari tempat tidurnya. Walaupun dia dirawat oleh tiga doctor berbeda, mereka tidak berhasil mengubatinya. Pada akhirnya dia memutuskan untuk menghentikan pengubatan medis, dan berdoa kepada Allah memohon belas kasihan dan kesembuhan. Di saat yang sama, gereja mendoakannya.

​Pada saat sebuah sesi doa, seorang saudari bernama Lin Qiu Ju menafsirkan bahasa roh sendiri dalam dialek asli suku Taiwan pengunungan. Pesannya adalah :”Ada dosa dalam kelompok ini.” Mendengar ini, jemaat bertobat. Namun doa-doa untuk Saudara Chen tetap tak terjawab.

​Pada sesi doa lain, Saudari Lin sekali lagi menafsirkan bahasa rohnya, berkata, “Di antara uang berdoa ada orang yang telah melakukan dosa mematikan. Orang ini harus diusir. Ia tidak boleh turut berdoa.” Ketika hal ini diselidiki, pesan ini terbukti benar; mereka mendapati seseorang diantara mereka telah melakukan dosa. Gereja menuruti Roh Kudus dan memberhentikan keanggotaan orang ini.

​Ketika mereka berdoa kembali untuk Saudara Chen, dia mulai membaik: pernapasan, air muka dan keadaannya secara umum mulai pulih. Lalu pada saat sesi doa pagi, Saudari Kin menafsirkan bahasa roh untuk menyampaikan pesan kepada Saudara Chen:”Sekarang kamu akan disembuhkan dari sakitmu” Sejak hari itu, Saudara Chen mengalami pemulihan yang cepat: dia dapat makan, duduk, berdiri dan akhirnya dapat berjalan. Tidak lama kemudian dia sembuh total.

9.9.2 Kesaksian 2

​Di tahun 1927, ketika Gereja Yesus Benar baru didirikan di Taiwan, jemaat Taichung mengadakan kebaktian mereka di lantai atas sebuah tempat usaha milik Penatua Filemon Kuo. Pada saat itu, hanya ada sedikit pendeta, sehingga gereja menugaskan jemaat untuk bergiliran menyampaikan khotbah. Setelah kebaktian, pendeta-pendeta akan memberikan komentar kepada jemaat yang berkhotbah.

​Pada hari Sabat siang, seorang saudara bernama Yang Gui Chuan baru saja selesai menyampaikan khotbah dan sedang turun dari mimbar, dan tiba-tiba ia didorong oleh Roh Kudus untuk berkata-kata dalam bahasa roh kepada Diaken Qian. Saudara Yang berbicara dengan tegas dan penting, menunjukkan jarinya ke arah Diaken Qian dengan sikap seperti orang menegur. Namun Saudara yang tidak mengerti apa yang sedang ia katakan, dan ia juga tidak mengerti apa yang sedang dia lakukan.

​Setelah Saudara Yang selesai berbicara, Diaken Qian berdiri dan berkata kepada jemaat,”Apa yang baru saja saya dengar adalah sebuah pesan dalam dialek Fujian. Saudara Yang berkata kepada saya, ‘walaupun kamu ada di Taiwan, hatimu ada di Fujian. Kamu harus menginjil di Taiwan dengan sepenuh hati’”.

​Saudara Yang adalah orang asli Taiwan, dan tidak dapat berbicara dialek Fujian. Tambah lagi, saat ia berbicara kepada Diaken Qian, jemaat mendengarnya berbicara dalam bahasa roh. Namun Roh Kudus menggerakkan Diaken Qian mendengar bahasa roh itu sebagai bahasa dialeknya sendiri. Jemaat kemudian mengerti bahawa Diaken Qian, yang berasal dari Fujian, China, merasa rindu dengan kampung halaman, sehingga tidak dapat memusatkan perhatian pada pelayanan di gereja. Roh Kudus menegurnya, mengingatkannya untuk tetap waspada dan menyelesaikan tugas dari Tuhan. Mendengar pesan ini, Diaken Qian dengan rendah hati bertobat dan menjadi lebih giat dalam melakukan pekerjaan Allah.

9.9.3 Kesaksian 3

​Pada suatu sore di tahun 1927, Taichung, Taiwan, Penatua Gideon Hunag sedang memimpin kebaktian. Di penghujung kebaktian, jemaat berlutut unutk berdoa memohon Roh Kudus. Saudara Yang Gui Chuan dipenuhi oleh Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa roh. Ia dipenuhi oleh Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa roh. Ia mengerti makna bahasa roh ini, tetapi mengetahui bahawa Allah akan menetapkan makna bahasa roh ini, tetapi mengetahui bahawa Allah akan menetapkan orang lain untuk menafsirkannya. Setelah doa selesai, orang yang mendengar dan mengerti bahawa roh itu merasa Roh Kudus mendesaknya untuk menafsirkan, tetapi tidak merasa cukup berani untuk berdiri.

​Saudara Yang lalu berkata kepada jemaat, “Ada seorang saudara di antara kita yang dapat mengerti bahasa roh yang saya ucapkan saat berdoa. Mohon untuk tidak merasa takut untuk berdiri dan menafsirkannya.”

​Terdorong oleh kata-kata itu, Saudara Yang Quan (ayah Yang Gui Chuan) berdiri dan menyampaikan pesan ini:”Kerana iman Henokh terangkat, supaya ia mengalami kematian” (ref. Ibr. 11:5)

​Allah mengetahui sejak dahulu bahawa Saudara Yang Quan merasa ragu mengenai berbahasa roh, dan memberikan pesan khusus kepadanya melalui Roh Kudus untuk menguatkan imannya.

9.9.4 Kesaksian 4

​Pada saat kebaktian sore beberapa bulan kemudian, saat jemaat sedang berlutut berdoa memohon Roh Kudus,Saudara Tsai Mou Huang dari Taiwan masuk ke dalam aula. Roh Kudus menggerakkan Saudara Yang Gui Chuan untuk menafsirkan bahasa rohnya sendiri kepada jemaat, “Ada seseorang di antara jemaat yang telah melakukan dosa mematikan.”

​Ketika gereja menyelidiki hal ini, gereja mendapati bahawa Saudara Tsai telah melakukan perzinahan. Dia lalu diberhentikan keanggotaannya.

9.9.5 Kesaksian 5

​Di tahun 1947, Gereja Yesus Benar baru saja berdiri di Korea. Jemaatnya sangat sedikit, dan tidak ada pendeta. Jemaat tidak mengenal Alkitab dengan baik dan kelaparan akan Firman Allah. Tantangan khusus yang dihadapi gereja adalah membeda-bedakan ajaran sesat. Untungnya, Roh Kudus memberikan karunia menafsirkan bahasa roh kepada Saudari Bai Ren De di Kimchun.

​Sejak September tahun itu dan beberapa tahun kemudian, Roh Kudus menggerakkan Saudari Bai untuk menafsirkan bahasa rohnya sendiri untuk membangun jemaat. Di tiap kesempatan,hal-hal berikut ini terjadi:
• Dia pertama-tama berdoa dalam bahasa roh, setelah itu bahasa rohnya berubah untuk menungkinkannya berkhotbah.
• Setelah berkhotbah dalam bahasa roh, dia sendiri menafsirkannya dalam bahasa Korea. Dia tidak mengerti bahasa roh yang dia ucapkan saat dia mengucapkannya. Dia baru mengerti ertinya saat Roh Kudus menggerakkannya untuk menafsirkannya.
• Roh Kudus mengilhaminya untuk menafsirkan bahasa roh dengan pelan-pelan dan jelas, sehingga jemaat dapat mengerti pesan yang disampaikan.
• Dia pertama-tama menafsirkan pesan Alkitab dan kemudian memberikan referensi-referensi Alkitab yang berkaitan dengan pesan itu. Ketika pendengar menyelidiki apa yang telah dia tafsirkan, mereka mendapati kata-katanya sesuai dengan Alkitab.

Yang mengherankan, Saudari Bai sendiri tidak mengenal Alkitab dengan baik. Lebih lagi, pesan-pesan yang dia sampaikan melalui pengilhaman Roh Kudus dapat memenuhi kebutuhan gereja dan jemaat di tiap kesempatan.

9.9.6 Kesaksian 6

​Di bulan September 1947, Saudara Pei Xiang Long dan Pu Chang Huan sedang membicarakan masalah baptisan air dan baptisan Roh Kudus dengan seorang penatua dari Gereja Presbiterian. Di waktu yang sama, Saudari Bai Ren De sedang mengasingkan diri ke pegunungan untuk berdoa dengan ditemani beberapa jemaat. Bersama-sama mereka memohon kepada Allah untuk memimpin pekerjaan penginjilan yang sedang dilakukan oleh kedua saudara ini.

​Setelah selesai berdoa, Saudari Bai menafsirkan bahasa rohnya sendiri untuk menyingkapkan pesan berikut: “Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehNya, tetapi dunia tidak mengenalNya. Ia datang kepada milik kepunyaanNya, tetapi orang-orang kepunyaanNya itu tidak menerimaNya. Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya” (ref. Yoh. 1:9-12)

​Mendengar ini, Saudara Hong Chong Pei segera meninggalkan pegunungan untuk mencari Saudara Pei dan Saudara Pu. Dia membagikan pesan dari Roh Kudus ini kepada mereka, dan berpesan bahawa Gereja Yesus Benar adalah tubuh Kristus; dunia akan menolak gereja ini seperti mereka menolak Allah. Namun mereka yang menerima injil benar yang diberitakan oleh gereja akan mendapatkan berkat, kerana Allah akan menjadikan mereka anak-anakNya.

9.9.7 Kesaksian 7

​Pada bulan Februari 1949, baptisan air dilakukan di sebuah sungai di dekat Gereja Kimchuan, Korea. Setelah baptisan, jemaat kembali ke gereja untuk berdoa.

​Saat berdoa, Roh Kudus menggerakkan Saudari Bai Ren De untuk menafsirkan bahasa rohnya sendiri. Pesannya: “Dalam Dia kamu telah disunat, sunat Kritus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, kerana dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggarannmu dan oleh kerana tidak disunat secara lahirlah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesuadah Dia mengampuni segala pelanggaran kita” (ref. Kol. 2:11-13)

​Roh Kudus berbicara melalui bahasa roh untuk mengajar orang-orang percaya di Kimchun secara pribadi tentang kebenaran baptisan air: bahawa baptisan air mempunyai kuasa untuk menghapus dosa, dan menandai kematian, penguburan dan kebangkitan seseorang bersama Kristus.

9.9.8 Kesaksian 8

​Saudara Pei Xiang Long adalah benih pertama penginjilan di Korea. Dia menjadi Kristian di Osaka, Jepun pada tahun 1941. Di bulan Januari 1945, dia kembali ke Korea, dan dengan gigih mengabarkan kebenaran. Dia juga berdoa dengan tekun agar Gereja Yesus Benar dapat berdiri di sana. Namun di tahun 1951 dia melepaskan pelayanan untuk berbisnes. Dua tahun kemudian, bisnesnya bangkrup dan ia menghadapi hutang yang bertimbun-timbun. Pada suatu malam, saat dia sedang membaca Alkitab, ia membaca Mazmur. 94:12. Saat membacanya, dia menangis penuh pertobatan.

​Enam bulan kemudian, Saudari Bai memberinya sebuah pesan dari Roh Kudus:”Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus bersukacita oleh berbagai-bagai pencubaan, Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu- yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fanam yang diuji kemurniannya dengan api- sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diriNya. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihatNya. Kamu bergembira kerana sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, kerana kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu” (ref. I Ptr. 1:6-9)

​Saudara Pei sangat terhibur oleh pesan-pesan ini, dan kembali melanjutkan pelayanan dengan semangat yang lebih besar untuk Tuhan.

9.9.9 Kesaksian 9

​Kemudian muncul masalah yang berkembang di Gereja Korea. Saudara Pu Chang Huan didapati bersikap tidak sopan dengan jemaat perempuan.

​Di hari yang sama pada tahun 1953, saat Saudara Pei Xiang Long menerima pesan penghiburan dari Roh Kudus, Saudari Bai menafsirkan pesan berbeda untuk Saudara Pu:”Hal ini harus kamu lakukan, kerana kamu mengetahui keadaan waktu sekarang, yaitu bahawa saatnya telah tiba bagi kamu untuk bangun dari tidur. Sebab sekarang keselamatan sudah lebih dekat bagi kita daripada waktu kita menjadi percaya. Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapilah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya” (ref. Rm. 13:11-14)

​Namun, sayang sekali, bahkan setelah mendengarkan pesan Roh Kudus ini pun, Saudara Pu tidak mahu bertobat. Dua atau tiga tahun kemudian ia melakukan dosa perzinahan dan dikeluarkan dari gereja.

Pertanyaan Ulasan

1. Apakah baptisan Roh Kudus?
2. Jelaskan bukti menerima Roh Kudus.
3. Jelaskan kegunaan berbahasa roh yang berbeda.
4. Apakah perbedahan antara berdoa dalam bahasa roh dengan berkata-kata dalam bahasa roh?
5. Mengapa Allah memilih hari Pentakosta untuk mencurahkan Roh Kudus yang dijanjikanNya?
6. Apa yang salah dalam pandangan-pandangan berikut ini?
a) Setiap orang percaya menerima Roh Kudus, tetapi belum tentu dibaptis dengan Roh Kudus.
b) Orang percaya dapat dipenuhi Roh Kudus, tanpa perlu dibaptis oleh Roh Kudus.
c) Tidak ada catatan Alkitab mengenai orang menerima Roh Kudus.
d) Orang tidak perlu merasakan apa-apa saat ia menerima Roh Kudus.
e) Pengalaman jemaat Samaria membuktikan bahawa orang dapat menerima Roh Kudus tanpa perlu berbahasa roh.
f) Berbahasa roh bukanlah pengalaman umum di masa para rasul, seperti dibukitkan oleh keterheranan jemaat Yahudi saat Kornelius dan keluarganya berbahasa roh.
g) Berbahasa roh adalah tanda yang sementara di masa para rasul, dan tidak lagi dialami oleh orang-orang Kristian.
h) Paul berkata bahawa berbahasa roh adalah tanda ketiadaannya pengendalian diri.
i) Pertanyaan Paulus “Apakah semuanya berbahasa roh” menunjukkan bahawa berbahasa roh hanyalah salah satu dari banyak karunia rohani.
j) Paulus berkata bahawa berbahasa roh adalah karunia yang lebih rendah dan terbatas.
k) Gereja-gereja yang jemaatnya berteriak dalam doa dan menyanyikan nyanyian-nyanyian rohani, sedang menunjukkan perilaku yang menunjukkan kekacauan dan ketidaktertiban (ref. I Kor. 14:33)
l) Paulus mengajarkan bahawa seluruh jemaat tidak boleh berbahasa roh di waktu yang sama: hanya dua atau toga yang boleh melakukannya, saat ada yang menafsirkan, dan mereka harus bergiliran (I Kor. 14:27-28)
m) Bahasa roh yang diucapkan di hari Pentakosta bukanlah bahasa rohani, tetapi bahasa-bahasa asing.

_________________________________________________________________________

1. the Complete Word Study Ductionary: New Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1992). G1100.
2. Whcliffe Bible Encycloprdia, eds. Pfeiffer, Charles F., Vos, Howard, F. and Rea, John (Chicago: Moody Press, 1975)
3. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dixtionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985).G4151.
4. Ibid. G4878
5. Ibid. G4592
6. Wycliffe Bible Encyclopedia, eds. Pfeiffer, Charles F., Vos, Howard, F. and Rea, John (Chicago: Moody Press, 1975)

Bab 08 Pencurahan Roh Kudus

8.1 Pendahuluan

​Alkitab memberitahukan kita bahawa Allah itu setia dan memelihara perjanjianNya dengan umatNya (Ul. 7:9). Alkitab juga berkata bahawa jika kita tidak setia, Dia tetap setia, kerana Dia tidak dapat menyangka diriNya sendiri (II Tim. 2:13)

​Allah telah berjanji melalui nabi-nabi Perjanjian Lama untuk mencurahkan Roh KudusNya kepada umat manusia dan memberitahukan kapan Ia akan melakukannya. Ketika waktu penggenapannya sudah dekat, Dia mengutus AnakNya, Yesus Kristus untuk meneguhkan firmanNya.

8.2 Turunnya hujan awal

​Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus Kristus kepada orang-orang setelah Allah memperlihatkan siapakah Yesus kepadanya. Ia menyatakan, bahawa walaupun ia membaptis mereka dengan air untuk pertobatan (Mat. 3:11), Yesus akan membaptis mereka dengan Roh Kudus (Yoh. 1:32-33). Melalui Yesus, nubuat-nubuat zaman dahulu yang diucapkan oleh nabi-nabi telah siap untuk digenapi.

8.2.1 Nubuat-nubuat mengenai hujan awal

Aku akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir.
​​​​​​​​​Ulangan. 11:14

Baiklah kita takut akan Tuhan, Allah kita, yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim mahupun hujan pada akhir musim.
​​​​​​​​​Yeremia. 5:24

​Masa hujan awal dan akhir adalah lambang-lambang turunnya Roh Kudus. Alkitab New King James Version menyebutkan dua masa ini sebagai hujan “awal” dan “akhir”, sementara New International Version menyebutkan mereka sebagai hujan “musim gugur” dan “musim semi”(Yer. 5:24; Yak. 5:7). Untuk menghapus kebingungan pada dua edisi Alkitab ini, kita cukup mengetahui bahawa hujan “awal” turun saat musim gugur, tepat sebelum waktunya menabur benih, sementara hujan “akhir” turun saat musim semi, sebelum waktu panen tiba. Apabila kita menaruh dua masa ini ke dalam konteksnya, kita menyedari bahawa pencurahan Roh Kudus pada murid-murid Yesus adalah hujan awal. Tiba tepat sebelum gereja masa awal mulai menebarkan benih injil ke seluruh pelosok dunia (Kis. 1:8)

Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan RohKu ke atas keturunanmu, dan berkatKu ke atas anak cucumu.
​​​​​​​​​Yesaya. 44:3

​Dalam Yesaya. 44:3, yang dimaksud dengan “keturunanmu” adalah keturunan Yakub (Isreal), seperti yang idtunjukkan dalam Yesaya. 44:1, ketika Allah mengucapkan, “hai Yakub, hambaKu, dan hai Isreal, yang telah Kupilih!”

Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapanKu dan peraturan-peraturan dengan setia; maka mereka akan menjadi umatKu dan Aku akan menjadi Allah mereka.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 11:19-20

​“Mereka” dalam Yehezkiel. 11:19-20 menunjukkan bangsa Isreal, kerana dalam Yehezkiel. 11:15, Allah berkata,”Hai anak manusia, penduduk-penduduk Yerusalem berkata tentang semua saudara-saudaramu, tentang kaum kerabatmu dan segenap kaum Isreal dalam keseluruhannya.”

kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya
​​​​​​​​​yehezkiel. 36:26-27

​“Kamu” pada Yehezkiel. 36:26 sekali lagi menunjukkan bangsa Isreal, seperti yang ditunjukkan pada Yehezkiel. 36:22:”Oleh kerana itu Kukatakan kepada kaum Isreal: Beginilah firman Tuhan Allah: Bukan kerana kamu Aku bertindak, hai kaum Isreal.”

Aku akan memberikan RohKu ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 37:14

​“Kamu” di dalam Yehezkiel. 37:14 menunjukkan bangsa Isreal, kerana dalam Yehezkiel/ 37:11, Allah berkata, “Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Isreal.”

aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetap Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
​​​​​​​​​Matius. 3:11

​Dalam Matius. 3:11, “kamu” menunjukkan orang-orang Yahudi seperti ditunjukkan dalam Matius. 3:5, yang mengatakan, “Maka datanglah kepadanya (Yohanes Pembaptis) penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.”

​Nubuat-nubuat mengenai pencurahan Roh Kudus di atas ditujukan pada bangsa Isreal (orang Yahudi). Nubuat-nubuat ini menunjukkan masa hujan awal yang dimulai saat hari Pentakosta, ketimbang masa hujan akhir (ref. Yeh. 39:29; Zak. 12:10)

8.2.2 Catatan tentang turunnya hujan awal

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan nampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang berlebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
​​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 2:1-4

​Kisah Para Rasul. 2 menjelaskan pencurahan pertama Roh Kudus dengan sebuah penglihatan lidah-lidah api, suara angin yang menderu-deru dan suara orang-orang yang berkata-kata dalam bahasa roh. Seluruh 120 murid mengalami angin rohani yang “bertiup ke mama ia mahu” (Yoh. 3:8). Angin ini tidak dapat dilihat, tetapi dapat dirasakan dan didengar. Yohanes. 3:8 memberitahukan bahawa baptisan Roh Kudus adalah sebuah pengalaman yang dapat diketahui, baik oleh yang menerima Baptisan Roh Kudus, mahupun mereka yang ada di sekitarnya (ref. Kis. 4:31; Why. 19:6)

​Roh Kudus juga disebutkan sebagai “roh yang membakar” (Yes. 4:3-4). Ia mempunyai kuasa untuk mengobarkan kembali hati yang dingin dan keras, membuat mereka bersinar seperti matahari pagi. Seperti api, Roh Kudus menghasilkan panas dan cahaya dan bersifat menyatukan. Ia memurnikan umat percaya dari dosa-dosa mereka dan mengikat hati mereka menjadi satu.

​Penglihatan pada hari Pentakosta mengajarkan beberapa pengajaran rohani yang penting. “Lidah-lidah api” melambangkan bahasa roh yang diucapkan murid-murid (Kis. 2:3-4). Hal ini merupakan bukti seseorang telah dilahirkan dari Roh (Kis. 2:33) dan bertindak sebagai tanda bagi orang-orang yang belum percaya (ref. I Kor. 14:22). Dari sudut pandang lain, mereka yang telah dilahirkan dari Roh Kudus mendapatkan kuasa untuk menyampaikan Firman Allah kepada dunia yang belum percaya. Ini bererti Roh menjadikan kita saksi-saksi yang cakap dan penuh kuasa untuk mengabarkan injil Kristus (ref. Kis. 1:8)

​Setelah Tuhan Yesus naik ke syurga, murid-murid menuruti perintahNya untuk tetap tinggal di Yerusalem dan menunggu kuasa dari atas (Luk. 24:49; Kis. 1:4-5, 12-15). Di hari Pentakosta, Allah mendengar doa-doa mereka dan memenuhi mereka dengan Roh KudusNya, sehingga mereka berbicara dalam bahasa roh. Pada saat itu ada banyak orang Yahudi dari berbagai pelosok berkumpul di Yerusalem untuk menghadiri perayaan Pentakosta. Mereka takjub dan keran, kerana mereka mendengar murid-murid berbicara tentang perbuatan Allah yang luar biasa dengan bahasa mereka sendiri. Allah mengadakan mujizat dengan membuka telinga mereka sehingga dapat mengerti misteri-misteri yang diucapkan dalam bahasa roh (Kis. 2:8-12; ref. I Kor. 14:2). Orang-orang Yahudi lain yang tidak terlalu peduli (“orang lain” dalam Kisah Para Rasul. 2:13) tidak dapat mengerti bahasa roh itu mengatakan bahawa murid-murid Yesus sedang mabuk (Kis. 2:13)

​Namun Rasul Paulus menjelaskan kebingungan itu dengan mengutip ucapan Nabi Yoel, sehingga orang-orang menyedari bahawa mereka baru saja menyaksikan pencurahan Roh Allah yang menggenapi nubuat-nubuat kuno (Kis. 2:16-21; Yoel. 2:28-32). Lebih lanjut, Petrus mendesak mereka untuk bertobat dan dibaptis di dalam nama Yesus untuk menghapus dosa mereka, dan menyakinkan mereka bahawa mereka juga akan menerima karunia Roh Kudus (Kis. 2:37-39). Hasilnya, 3000 orang menjawab khotbah Petrus dengan menerima baptisan air: Mereka kemudian dengan sepenuh hati mengikuti pengajaran para rasul dengan terus-menerus berkumpul dan bersekutu (Kis. 2:40-42). Kejadian-kejadian ini menandai kelahiran gereja awal. Sejak saat itu Roh Kudus dicurahkan di mana pun para rasul menginjil (Kis. 8:17; 10:44; 19:6)

8.3 Roh Kudus berhenti turun

​Seperti disebutkan dahulu, dua musim hujan utama di Isreal adalah: 1) hujan awal, yang turun sebelum masa menabur; 2) hujan akhir, yang turun sebelum masa panen. Dua musim ini menandakan dua masa Roh Kudus turun kepada umat manusia. Masa pertama terjadi 2000 tahun yang lalu, pada hari Pentakosta, dan menandakan berdirinya gereja para rasul. Masa kedua adalah masa hujan akhir saat sekarang: Roh Kudus telah memulihkan gereja Allah dan bersiap untuk menual.

​Di daerah Palestina, ada masa musim dingin di antara masa hujan awal dan akhir, yang ditandai dengan hujan dan salju. Iklim ini melambangkan keadaan rohani gereja awal segera setelah para rasul wafat, Roh Kudus tidak lagi turun kerana gereja telah meninggalkan Allah dan kebenaranNya. Namun seperti hujan dan salju yang kadang-kadang turun di musim dingin, Roh Kudus terus bekerja dengan cara-cara lain (Yoh. 5:17). Contohnya, kita melihat Roh Kudus mengilhami orang-orang untuk menerjemahkan Alkitab, memelihara teks-teks injil dan mengkanonisasi Alkitab.

8.3.1 Nubuat-nubuat mengenai berhentinya pencurahan Roh Kudus

Aku akan mematahkan kekuasaanmu yang kaubanggakan dan akan membuat langit di atasmu sebagai besi dan tanahmu sebagai tembaga. Maka tenagamu akan habis dengan sia-sia, tanahmu tidak akan memberi hasilnya dan pohon-pohonan di tanah itu tidak akan memberi buahnya.
​​​​​​​​​Imamat. 26:19-20

​Di ayat ini, kata “langit di atasmu sebagai besi” menjelaskan bagaimana kangit akan menutup pintunya. “Tanahmu sebagai tembaga” menunjukkan tanah yang akan menjadi kering dank eras kerana tidak adanya hujan. Imamat. 26:14-16 telah menjelaskan bahawa Allah akan melakukan ini ketika orang-orang pilihan tidak taat atau memberontak melawan Dia:

Tetapi jikalau kamu tidak mendengarkan Daku, dan tidak melakukan segala perintah itu, jikalau kamu menolak ketetapanKu dan hatimu muak mendengar peraturan-peraturanKu, sehingga kamu tidak melakukan segala perintahKu dan kamu mengingkari perjanjianKu, 16 maka Akupun akan berbuat begini kepadamu.
​​​​​​​​​Imamat. 26:14-16

​Dalam erti rohani, bangsa Isreal yang adalah bangsa pilihan Allah merupakan penggambaran gereja Allah (ekklesia di bahasa Yunani). Ekklesia bererti sebuah “kumpulan orang banyak”, tetapi banyak teks penting, termasuk Kitab-kitab Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani, menggunakan ekklesia untuk mengertikan kata Ibrani qahal, yang bererti kumpulan umat perjanjian Allah dalam Perjanjian Lama (lihat Ul. 23:2-9; ref. “rumah ibadat” dalam Yak. 2:2). Kerana itu ditutupnya langit-langit di atas Isreal menandakan bagaimana Roh Kudus akan berhenti turun pada gereja setelah masa para rasul.

​Kemerosotan rohani pada gereje setelah wafatnya para rasul mengakibatkan Roh Kudus meninggalkan gereja. Bila kita melihat catatan sejarah, tidak heran bila kita melihat tanda-tanda bahasa roh hilang bersama dengan perginya Roh Kudus. Seperti tubuh tanpa nyawa, gereja mengalami kematian rohani (Yak. 2:26). Lebih lagi tanpa Roh Allah, gereja tidak dapat menghasilkan buah roh (Gal. 5:22-23). Walaupun umat percaya berusaha hidup seturut dengan injil, sebagian bahkan menerapkan gaya hidup petapa dan tinggal di biara-biara, mereka tidak dapat menghasilkan buah yang dikehendaki Allah. Lebih parah lagi, sebagian pemimpin gereja sibuk terlibat dalam kekuasaan dan politikm dan mengabaikan keadaan rohani jemaat mereka. Hari ini, orang-orang Kristian memikul akibat dari ribuan tahun sejarah gereja. Kita harus memahami alasan mengapa terjadi kemerosotan rohani pada gereja setelah masa para rasul Reformis Martin Luther menyedari bahawa tradisi dan sejarah gereja harus dikesampingkan untuk tujuan yang lebih tinggi, yaitu mengejar kebenaran. Ini terus menjadi masalah kunci bagi komunitas. Kristian hari ini: mereka harus membuang ajaran-ajaran palsu yang masuk ke dalam gereja setelah wafatnya para rasul.

​Pertanyaannya, apakah kita akan dapat memulihkan iman rasul-rasul yang mula-mula? Walaupun sebagian orang Kristuan merasa ini adalah hal yang tidak mungkin, kita tahu bahawa kita dapat bersandar pada Roh Kudus untuk memungkinkannya. Hanya Dia yang mempunyai kuasa untuk memulihkan dan mengumpulkan tulang-tulang kering umat Allah (Yeh. 37:1). Memulihkan sesuatu yang telah lama mati sungguh merupakan hal yang sulit, namun Yesus mengajarkan kita, “bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin” (Mat. 19:26)

Hati-hatilah, supaya jangan hatimu ke bukit-bukit gundul dan lihatlah! Di manakah engkau tidak pernah ditiduri? Di penggir jalan-jalan engkau duduk menantikan kekasih, seperti seorang Arab di padang-gurun. Engkau telah mencemarkan begeri dengan zinahmu dan dengan kejahatanmu. Sebab itu dirus hujan tertahan dan hujan pada akhir musim tidak datang. Tetapi dahimu adalah dahi perempuan sundal, engkau tidak mengenal malu.
​​​​​​​​​Yeremia. 3:2-3

​Ulangan 11:16-17 memuat sebuah peringatan dari Allah: Ia akan menimpakan kekeringan ke atas umatNya apabila mereka berpaling dari Dia dan menyembah allah-allah lain. Sayangnya, kita dapat melihat dari sejarah, bangsa Isreal tidak mendengarkan peringatan ini, dan Allah terpaksa mengingatkan mereka akan sikap mereka yang memberontak. Contohnya, kita melihat bagaimana Raja Ahab membuat bangsa Isreal menyembah berhala. Ketidaksetiaan yang amat kentara ini memurkalan Allah sebegitu rupa sehingga Ia menghentikan embun dan hujan selama tiga setengah tahun (I Raj. 17:1, 7; 16:30-33; Yak. 5:17). Sayang sekali bangsa Isreal tidak belajar dari kesalahan mereka, kerana kemudian Nabi Yeremia harus menegur mereka kembali kerana berlaku sperti perempuan sundal. Seperti sebelumnya, mereka berpaling dari Allah yang sejati dan menyembah allah-allah palsu (Yer. 2:10-25; 3:6-14)

​Dari sejarah, kita melihat gereja awal dimulai di dalam kuasa Roh Kudus, tetapi pada akhirnya kehilangan visi dan kasihnya kepada kebenaran. Kesesatan ini sampai pada titik ketika Paus Katolik Roma bahkan menyebut dirinya sendiri sebagai “Wakil Kristus di bumi” dan terang-terangan menerima sujudan dan sembahan dari umat percaya. Gereja juga mulai mengizinkan pemyembahan patung Yesus, para rasul, para orang kudus, dan Maria. Kerana penyimpangan-penyimpangan ini, Roh Kudus kebenaran tidak lagi menyertai gereja, sehingga tidak ada lagi tanda-tanda berbahasa roh. Mada berhentinya pencurahan Roh Kudus dimulai tidak lama setelah wafatnya para rasul hingga permulaan abad ke-20, ketika Gereja Yesus Benar didirikan.

​Hari ini komunitas Kristian perlu menangkap kembali visi dan kasihnya kepada kebenaran, dan mencari Roh Kudus. Walaupun orang-orang Kristian mungkin tanpa sedar melakukan pemyembahan berhala, mereka masih dapat jatuh dalam perangkap pemyembahan para ahli teologi, penginjil dan pemimpin gereja. Sebagian denominasi bahkan menamai gereja mereka dengan nama-nama orang yang mendirikan mereka, secara efektif menaruh perhatian pada manusia ketimbang Allah, padahal Yesus berkata kepada kita bahawa gereja adalah gerejaNya, bukan milik manusia (Mat. 16:18)
​Allah adalah Allah yang cemburu, jadi segala kemuliaan dan hormat haruslah ditujukan kepadaNya. Rasul-rasul di masa gereja awal, seperti Petrus dan Paulus, mereka penuh dengan karunia rohani, namun Tuhan yang hanya menggunakan mereka sebagai perabot untuk mewujudkan kemuliaan Allah. Sayangnya, kerana kelemahan mereka, umat manusia cenderung menaruh perhatian pada orang yang melakukan mujizat daripada Allah yang memberikan kuasa itu. Para rasul dengan hikmat berhati-hati untuk tidak menerima sedikit pun pujian atau sembahan dari orang lain (Kis. 10:25-26; 14:11-15) Kita semua patut melakukan yang terbaik dari teladan mereka.

dibuatNya sungai-sungai menjadi padang gurun, dan pancaran-pancaran air menjadi tanah gersang, tanah yang subur menjadi padang asin, oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya.
​​​​​​​​​Yeremia. 14:2-4

​Di masa Nabi Yeremia, bangsa Isreal berulang kali memberontak melawan Allah. Perilaku mereka menyebabjan murka Allah menyala-nyala sehingga Ia tidak mahu mendengarkan seruan mereka dan menolak persembahan mereka. Sebaliknya, Allah menyatakan bahawa Ia akan menjawab doa-doa mereka dengan pedang, kelaparan dan penyakit sampar (Yer. 14:7-12). Kata-kata ini memperlihatkan keadaan hyang dihadapi gereja setelah masa para rasul, saat umat geraja tidakvmenaati kehendak dan perintah Allah, dan menyimpang dari kebenaran. Karena dosa-dosa inilah Roh Kudus tidak lagi dicurahkan.

​Sebelum Ia naik ke syurga, Yesus mengembankan tugas kepada murid-muridNya untuk pergi ke segala bangsa. KataNya, “ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). Yesus memastikan mereka bahawa Ia tidak akan meninggalkan mereka. Nmaun bila kita membaca dengan hati-hati, kita melihat bahawa Yesus mencatatkan sebuah syarat: murid-murid harus mengajarkan orang-orang untuk melakuakn segala yang telah Ia perintahkan. Dengan kata lain, Ia akan senantiasa menyertai gereja apabila mereka memegang firmanNya. Sayang sekali kita melihat gereja setelah masa para rasul secara perlahan meninggalkan ajaran-ajaran Tuhan, dan kerana itu Roh Kudus, yang adalah Roh kebenaran, tidak lagi dapat tinggal dengan mereka.

​Saat Yesus masih melayani di bumi, Ia berkata:

Jikalau kamu mengasih Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran… Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, Ia akan dikasihi oleh BapaKu dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriKu kepadanya…. Jika seorang mengasihi Aku, Ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
​​​​​​​​Yohanes. 14:15-17, 21, 23

​Terdapat sebuah amsal yang mengajarkan, “berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu dan memberitahukan perkataanku kepadamu” (Ams. 1:23). Kita harus menyedari pentingnya tinggal di dalam kebenaran dan dalam perintaj-perintah Tuhan Yesus.

​Banyak gereja-gereja saat ini telah meninggalkan pengajaran Alkitab. Kebenaran-kebenaran doktrin dasar seperti Roh Kudus, baptisan air, basuh kaki, hari Sabat dan Perjamuan Kudus telah diabaikan atau dikesampinhkn demi kemudahan atau kompromi. Kembali kepada kebenaran sangatlah penting di hari-hari terakhir ini, begitu juga menyedari perlunya kembali ke satu kawanan sejati, yang kepadanya adalah Yesus Kristus (Yoh. 10:16)

8.3.2 Gambaran awal mengenai berhentinya pencurahan Roh Kudus

​“Dan Aku berkata kepadamu, dan kataKu ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Isreal ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri” (Luk. 4:25). Di masa Nabi Elia, langit-langit ditutup kerana Raja Ahab telah meninggalkan Allah dan mengakibatkan umat Isreal menyembah Baal (I Raj. 16:30-33; 18:17-18)

​Hujan melambangkan Roh Kudus. Mengetahui ini, langit-langit yang tertutup menggambarkan bagaimana Roh Kudus akan berhenti turun kepada umat Allah. Penutupan langit-langit selama tiga setengah tahun menandai berhentnya pencurahan Roh Kudus selama beberapa waktu (ref. Why. 11:2). Seperti Allah menahan hujan kerana pemberontakan Raja Ahab dan bangsa Isreal, begitu juga Roh Kudus akan berhenti tercurah selama beberapa waktu di antara masa hujan awal dan akhir, kerana pemberontakan gereja melawan Allah setelah masa para rasul.

8.3.3 Sejarah mengenai berhentinya pencurahan Roh Kudus

​Menjelaskan sejarah mengenai berhentinya pencurahan Roh Kudus secara rinci adalah tugas yang sangat sulit, kerana beberapa alasan. Pertama, Alkitab seringkali berbicara dengan nubuat dan penggambaran, dan kita tidak dapat menanyakan nabi-nabi yang mengucapkannya, apakah yang dimaksudkan Allah mengenai segala aspek dalam nubuat-nubaut itu. Bahkan walaupun misalnya kita dapay menggunakan mesin waktu dan bertanya langsung kepada mereka, kemungkinn besar mereka ucapkam. Kedua, kita tidak mempunyai catatan sejarah akurat yang merinci kepan tepatnya Roh Kudus meninggalkan gereja dan sebab musababnya secara khusus. Ini disebabkan kerana catatan-catatan sejarah, yang dicatat dan diarsipkan oleh Gereja Katolik, Roma, gereja-gereja Reformis, dan gereja penginjilan non-denominasi, semuanya memegang pandangan bahawa Roh Kudus tidak pernah meninggalkan komunitas Kristian sejak hari Pentakosta.

​Kita tahu bahawa ketika Yohanes menulis Kitab Wahyu, yang seingkalu dianggap sebagai kitab yang terkahir ditulis dalam Kanon Perjanjian Baru (sekitar 90-100 Masehi), Roh Kudus belum meninggalkan gereja awal. Namun kiya tahu bahawa gereja sudah mulai menghadapi masalah-masalah serius dan pengajaran-pengajaran palsu (Lihat Wahyu. 2 hingga 3). Terakhir, dengan kemunduran terus menerus dari kebenaran, Roh Kudus pergi, kemungkinan besar tidak secara tiba-tiba, tetapi perlahan-perlahan seiring terseretnya gereja ke dalam kemerosotan rohani.

​Lebih lanjut, di abad ke-2 dan ke-3, Nampak bahawa gereja setelah masa para rasul mencuba mengekang apa yang mereka lihat sebagai kegiatan kharismatik di perkumpulan-perkumpulan gereja local. Namun apa yang dilakukan gereja dengan maksud baik, mungkin telah mengayunkan bandul kea rah sebaliknya, dan dengan demikian memadamkan oekerjaan Roh Kudus. Akibatnya adalah kemunduran dalam pengalaman rohani, yang mungkin dapat menolong memperdalam iman umat percaya. Sejarah menggambarkan bagaimana gereja tidak dapat dipimpin oleh Roh, dan pada akhirnya membuat Roh Kudus meninggalkan gereja sepenuhnya. Sayangnya, banyak orang Kristian hari ini terus memandang remeh pengalaman-pengalaman rohani, atau meragukannya. Mengetahui hal ini, kita perlu mengingat peringatan Rasul Paulus, agar jangan memadamkan Roh (I Tes. 5:19)

​Saat Rasul Yohanes menulis surat-suratnya, sebuah ajaran sesat yang disebut Gnostik mulai menyebar ke dalam gereja. Mereka yang tertipu dengan ajaran ini meninggalkan gereja (I Yoh. 2:19). Para pendukung ajaran Gnostik percaya bahawa pengetahuan (gnosis, dalam bahasa Yunani) adalah cara untuk mendapatkan keselamatan, dan lebih penting daripada gaya hidup Kristian. Mereka juga percaya bahawa keilahian dapat berhubungan dengan dunia jasmani, dan kerananya menyangkal kebangkitan kembali Yesus Kristus (sebuah ajaran sesat yang dikenal sebagai Docetisme). Yang paling merusak dalam ajaran ini, adalah pandangan bahawa tindakan umat percaya tidak ada hubungannya dengan keselamatan mereka (sebuah pandangan yang secara kebetulan masih dipegang orang Kristian hari ini, saat mereka menekankan secara elstrim bahawa keselamatan sepenuhnya kerana karunia Allah). Ajaran sesat ini mengakibatkan banyak orang percaya berjalan dengan kehidupan yang tidak kudus, menggunakan “pengetahuan” mereka sebagai tameng dosa.

​Kamus Bergambar Nelson memberikan gambaran sekilas tentang pandangan dan praktek Gnostik pada masa gereja mula-mula:

​Paham Gnostik juga mengajarkan bahawa manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Kerana tubuh dan jiwa adalah bagian dari keberadaan duniawi manusia, mereka bersifat jahat. Di dalam jiwa ini adalah roh, satu-satunya bagian ilahi dalam diri manusia. “Roh” ini tidur dan tidak menyedari apa-apa, dan harus dibangunkan dan dibebaskan dengan pengetahuan.

​Menurut ajaran Gnostil, tujuan keselamatan adalah agar roh dibangunkan oleh pengetahuan, sehingga manusia yang ada di dalam dapat dibebaskan dari penjara kedagingannya dan kembali ke dunia terang, saat jiwa disatukan kembali dengan Allah. Saat jiwa ke terangkat, ia perlu menembus ruang kosmik yang memisahkannya dari tujuan surgawinya. Ini juga dicapai dengan pengetahuan. Seseorang harus mengerti rumus-rumus tertentu yang hanya diungkapkan kepada orang yang telah dibangunkan.

​Perilaku etis di antara penganut Gnostik sangat berbeda satu sama lain. Sebagian berusaha memisahkan diri mereka dari segala hal yang jahat agar tidak ternodai. Paulus mungkin menentang pandangan seperti itu dalam ITimotius. 4:1-5. Para penganut Gnostik lain mengambil bentuk kebebasan. Bagi mereka, pengetahuan bererti kebebasan untuk turut serta dalam segala macam kenikmatan. Banyak di antara mereka beralasan, kerana mereka telah menerima pengetahuan ilahi dan telah diberitahukan tentang sifat ilahi mereka, maka tidak ada masalah dengan bagaimana mereka hidup.

​Ajaran Gnostik masuk ke dalam banyak gereja lokal, menjangkiti mereka seperti birus menular: Walaupun para rasul seperti Yohanes menentang ajaran ini, gereja tidak mampu menghapus pengaruhnya secara menyeluruh. Sebelum diadakannya Sidang Nicea, banyak pendukung-pendukung ajaran Gnostik bahkan disambut di Konstantinopel dan Roma, titik-titik kekuasaan gereja mula-mula. Hanya setelah adanya hasil dari Sidang Nicea, ajaran Gnostik secara berlahan, walaupun tidak sepenuhnya, dihapus dari gereja.

​Sebagian besar ahli Alkitab yakin bahawa Yohanes menulis Kitab Wahyu di antara tahun 95 dan 96 Masehi, mendekati akhir abad pertama. Yohanes menerima Wahyu dari Allah saat ia berada dalam pembuangan di Pulau Patmos. Setelah menerima Wahyu itu, Yohanes mengirim surat ke tujuh gereja: Efesus, Smirna, Pergamos, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia (Why. 1:9-11). Surat-surat ini berisi pesan-pesan kuat dari Tuhan kepada umatNya: Ia memuji sebagian gereja, tetapi menegur yang lain kerana kurangnya kasih meninggal (menjelang awal abad ke-2), gereja telah kehilangan inti kepemimpinan rohaninya, tidak lagi dipimpin oleh Roh Kudus, dan semakin bersifat sekular dan polotis. Kesalahan gereja yang paling fatal adalah meninggalkan kebenaran yang telah diletakkan oleh Yesus dan para rasul. Perginya Roh Kudus dari gereja tidak lagi dapat dihindari. Kita dapat menyimpulkan pencurahan Roh Kudus berhenti sepenuhnya setelah abad ke-3 Masehi.

8.4 Turunnya hujan akhir

Bila awan-awan sarat ,mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi.
​​​​​​​​​Pengkhotbah. 11:3

​Pada erti rohani, ketika “awan-awan sarat mengandung hujan”, ini bererti turunnya Roh Kudus semakin dekat. Kerana ada musim yang telah ditentukan untuk turunnya hujan awal, maka tentu ada musim yang telah ditentukan untuk hujan akhir:

​Kitab Pengkhotbah mengatakan:

​Untuk segala sesuatu ada masanya,
​Untuk apapun di bawah langit ada waktunya.
​Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal,
​Ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
​Ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan;
​Ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
​Ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa;
​Ada waktu untuk meratap, ada waktu untuk menari;
​Ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu;
​Ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dan memeluk;
​Ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi;
​Ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;
​Ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit;
​Ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara;
​Ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci;
​Ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai.
​​​​​​​​​Pengkhotbah. 3:1-8

​Allah maha pengasih dan murah hati. Walaupun gereja setelah masa para rasul telah meninggalkan iman mereka kepadaNya, sehingga Roh Kudus meninggalkan mereka, murkaNya tidak berlangsung selamanya. Pada waktunya, Allah sekali lagi akan mencurahkan Roh KudusNya kepada mereka yang percaya kepadaNya. Alkitab berkata:

Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milikNya sendiri; yang tidak berlahan dalam murkaNya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. Kiranya Engkau menunjukkan setiaMu kepada Yakub dan kasihMu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpaj kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!
​​​​​​​​​Mikha. 7:18-20

8.4.1 Nubuat-nubuat mengenai hujan akhir

Pada waktu itu Tuhan mengangkat pula tanganNya untuk menebus sisa-sisa umatNya yang tertinggal.
​​​​​​​​​Yesaya. 11:11

​Di masa Perjanjian Lama, umat pilihan Allah seringkali memberontak melawan Dia. Mereka pada akhirnya menghadapi pembuangan di antara bangsa-bangsa lain. Namun Allah berjanji, bahawa pada suatu hari Ia akan mengulurkan tanganNya keduakalinya untuk mengumpulkan dan memulihkan umatNya.

​Kemudian Allah memberikan anugerah keselamatanNya kepada umatNya melalui sebuah perjanjian baru yang dibuat dengan darah Yesus. Ia mengutus Yesus untuk membawa kembali domba-domba Isreal yang tersesat (Mat. 10:5) dan untuk menyelamatkan umat manusia (Mat. 28:19). Pencurahan Roh Kudus di masa hujan akhir adalah sebuah sejarah yang terulang kembali di tingkatan rohani: rencana keselamatan Allah dan pengumpulan umatNya, hal-hal yang dahulu dinubuatkan jauh sebelum pembaruan gereja Allah, juga akan terjadi pada umat Allah yang tersebar di masa Perjanjian Baru.

​Abraham mempunyai dua jenis keturunan, yaitu yang jasmani dan yang rohani (Kej. 20:17). Bangsa Isreal adalah keturunan Abraham yang jasmani, sementara umat pilihan Perjanjian Baru, yaitu gereja benar, adalah keturunan Abraham yang rohani (Gal. 3:29). Namun seluruh janji Allah kepada Abraham akan digenapi pada waktunya. Seperti bangsa Isreal melihat penggenapan nubuat-nubuatNya, begitu juga gereja benar.

​Nabi Yesaya bernubuat, “Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas. Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan” (Yes. 32:15). Walaupun nyatanya bangsa Isreal memberontak melawan Allah dan menjadi seperti padang belantara rohani, Allah berjanji akan memulihkan mereka. Begitu juga gereja setelah masa para rasul, yang kehilangan penyertaan Roh Kudus saat ia menyimpang dari kebenaran, suatu hari akan menghasilkan buah lagi. Jadi Yesaya bernubuat, “Sebab Tuhan menghibur Sion, menghibur segala reruntuhannya; Ia membuat padang gurunnya seperti taman Eden dan padang belantaranya seperti taman Tuhan. Di situ terdapat kegirangan dan sukacita, nyanyian syukur dan lagu yang nyaring” (Yes. 51:3)

Kemudian daripada itu akan terjadi, bahawa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu.
​​​​​​​​​Yoel. 2:28-31

​Petrus mengutip nubuat Yoel setelah Roh Kudus dicurahkan dengan hebat pada hari Pentakosta, yang menandai dimulainya masa hujan awal (Kis. 2:17-21). Namun dua ayat terakhir pada nubuat mengenai kejadian-kejadian kosmologis masih harus terjadi di hari-hari terakhir, sebelum Yesus datang keduakalinya.

Mintalah hujan daripada Tuhan pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikan kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
​​​​​​​​​Zakharia. 10:1

​Hujan akhir melambangkan Roh Kudus yang akan mendirikan gereja benar di akhir zaman. Ayat ini atas adalah nubuatan Alkitab yang paling jelas menjelaskan pencurahan Roh Kudus oleh Allah di masa hujan akhir: siapa yang datang ke gereja benar dan berdoa memohon Roh Kudus akan menerimanya.

​Selain nubuat-nubuat yang disebutkan di atas, ada beberapa nubuat lain yang juga menjelaskan pencurahan hujan akhir (seperti contoh, lihat Ul. 11:14; Yeh. 39:29; Hos. 6:3; Yoel. 2:23; Za. 4:6; 8:12) (Lihat Bab 7 untuk informasi lebih lanjut)

8.4.2 Penggambaran dan tanda mengenai hujan akhir

Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turunm dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.
​​​​​​​​Yakobus. 5:17-18

Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
​​​​​​​​Maleakhi. 4:5-6

​Nabi Yesaya, yang berdoa memohon hujan untuk umat pilihan, merupakan penggambaran gereja di masa hujan akhir. Ada beberapa alasan yang mendukung hal ini. Pertama, pekerjaan Elia adalah menuntun umat pilihan menjauhi penyembahan berhala, dan kembali kepada pengajaran Allah. Dengan demikian ia memastikan pengampunan Allah dan kembalinya hujan (I Raj. 18:17-21, 39-45). Pekerjaannya sejajar dengan gereja benar di akhir zaman: mengejar kebenaran, menuntun umat percaya menjauhi ajaran sesat, dan berdoa agar umat pilihan menerima Roh Kudus. Kedua, Elia menggambarkan Yohanes Pembaptis: keduanya mempunyai roh dan kuasa yang sama untuk mengembalikan umat pilihan kepada Allah (Mat. 17:10-13; Luk. 1:15-17). Seperti Yohanes Pembaptis mendahului Tuhan Yesus, menuntun umat Allah untuk bertobat dan mempersiapkan mereka menerima Tuhan (Yes. 40:3-5), begitu juga gereja benar menuntun orang-orang untuk bertobat dan menyiapkan mereka untuk kedatangan Tuhan yang keduakalinya (Why. 21:2, 9-10)

Mereka akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi.
​​​​​​​​Yesaya. 61:4

HatiKu akan baik kembali dan Aku akan berpaling kepadamu dan kamu akan dikerjakan dan ditaburi. Aku akan membuat manusia banyak di atasmu, yaitu segenap kaum Isreal dalam keseluruhannya; kota-kota akan didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhan akan dibangun kembali.
​​​​​​​​Yehezkiel. 36:9-10

Beginilah firman Tuhan Allah: Pada hari Aku mentahirkan kamu dari segala kesalahanmu, Aku akan membuat kota-kota didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhanmu, Aku akan membuat kota-kota didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhan akan dibangun kembali. Tanah yang sudah lama tinggal tandus akan dikerjakan kembali, supayajangan lagi tetap tandus di hadapan semua orang yang lintas daripadamu. Sebaliknya mereka akan berkata: Tanah ini yang sudah lama tinggal tandus menjadi seperti taman Eden dan kota-kota yang sudah runtuh, sunyi sepi dan musnah, sekarang didiami dan menjadi kubu. Dan bangsa-bangsa yang tertinggal, yang ada di sekitarmu akan mengetahui, bahawa Akulah yang tertinggal, yang ada di sekitatmu akan mengetahui, bahawa Akulah Tuhan, yang membangun kembali yang sudah musnah dan menanami kembali yang sudah tandus. Aku, Tuhan , yang mengatakanya dan akan membuatnya.
​​​​​​​​Yehezkiel. 36:33-36

​Di masa Perjanjian Lama, umat pilihan Yehuda dan raja-raja mereka tidak taat kepada Allah. Akibatnya Bait Allah yang didirikan Salomo dihancurkan, dan bangsa Isreal dibuang ke Babel (II Raj. 25:8-12). Setelah melalui masa pembuangan selama 70 tahun, Allah menggerakkan Raja Koresh dari Persia untuk menggenapi apa yang telah diucapkanNya dahulu melalui nabi-nabi: Orang-orang Yahudi akan kembali ke tanah nenek moyang mereka untuk membangun kembali Bait Allah (II Taw. 36:17-23; Yes. 44:28; Yer. 25:11-12). Hal-hal yang terjadi pada Bait Allah secara fisik menggambarkan hal serupa yang akan terjadi pada Bait Allah rohani, yaitu gereja Allah (I Kor. 3:16-17; I Ptr. 2:5): gereja Allah akan didirikan, dihancurkan, dan dibangun kembali.

Maka berbicarakan ia, katanya:”Inilah firman Tuhan kepada Zerubabei, bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan melainkan dengan rohKu, firman Tuhan semesta alam”
​​​​​​​​Zakharia. 4:6

​Di tahun 538 sebelum Masehi, Raja Koresh mengizinkan orang Yahudi untuk kembali ke tanah asal mereka untuk membangun kembali Bait Allah. Dasar Bait Allah diletakkan pada tahun 536 sebelum Masehi, namun tidak lama setelah perintah ini dikeluarkan, orang-orang Yahudi menghadapi tentangan dari musuh-musuh mereka, sehingga pembanguan terhenti. Penundaan ini terus berlansung hingga tahun kedua Raja Darius dari Persia (Ez. 4:1-24). Di masa pemerintahan Raja Darius, Allah berbicara kepada Zerubabel (pemimpin sipil) melalui Nabi Zakharia untuk menyatakan bahawa pembangunan kembali Bait Allah harus dipimpin oleh Roh Kudus, dan dengan begitu, segala rintangan akan dapat dilalui.

​Pesan yang dinyatakan kepada Zerubabel adalah hal yang harus diperhatikan oleh gereja benar akhir zaman. Gereja harus bersandar pada Roh Kudus untuk mengatasi segala rintangan dan membangun kembali gereja Allah.

Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan “yang memperbaiki tembok yang tembus”, “yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni”
​​​​​​​​Yesaya. 58:12

Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kata.
​​​​​​​​Amos. 9:11

Perintahnya kepadanya: Ambillah perlengkapan ini, pergilah dan taruhlah itu di dalam bait suci yang di Yerusalem, dan biarlah rumah Allah dibangun di tempatnya yang semula.
​​​​​​​​Ezra. 5:15

​Dari sudut pandang rohani,”membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad” menggambarkan bagaimana gereja benar hari ini harus membangun kembali gereja yang telah jatuh setelah masa para rasul. Maka kemunculan kembali Roh Kudus di awal abad ke- 20 menunjukkan kehendak Allah untuk memulihkan gerejaNya, yang telah lama jatuh dari kebenaran. Nubuat-nubuat mengenai “membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala” dan “dibangun di tempatnya yang semula” menggambarkan bagaimana gereja benar di akhir zaman harus membangun dasar yang sama seperti dasar gereja awal yang murni, yaitu “dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Yesus Kristus sebagai batu penjuru” (Ef. 2:19-20). Pemulihan gereja benar berjalan seiring dengan pemulihan iman rasul-rasul.

​Ketika Zerubabel sedang memimpin umat Allah kembali ke tanah asal mereka untuk membangun kembali Bait Allah, Allah telah memerintahkan dia melalui Nabi Zakharia, bahawa pembangunan kembali Bait Allah hanya dapat dilakukan dengan kuasa Roh Kudus (Zak. 4:6). Ini mengingatkan kembali ucapan Tuhan Yesus:”Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh. 16:13). Ini mengajarkan kita bahawa pertolongan dan pimpinan Roh Kudus tidak dapat dikesampingkan untuk dapat mencapai misi memulihkan gereja ke dasarnya yang mula-mula.

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
​​​​​​​​Yehezkiel. 47:1

​Di sini, Bait Allah menandakan Tuhan Yesus (Yoh. 2:21), sementara air yang keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci menandakan Roh Kudus yang diutus oleh Yesus (Yoh. 7:37-39; 17:7). Yehezkiel. 47:3-5 menjelaskan tingkat air yang terus bertambah, yang awalnya setinggi lutut, namun kemudian menjadi sebuah sungai yang tidak dapat diseberangi. Tinggi air yang meningkat menandakan kuasa dan tenaga Roh Kudus hujan akhir yang terus bertambah. Seperti yang telah kita pelajari, pekerjaan Roh Kudus di masa hujan awal dimulai dengan kuasa yang hebar, namun perlahan menurun dan akhirnya berhenti. Ini Nampak kontras dengan pekerjaan Roh Kudus di masa hujan akhir yang dimulai dalam skala kecil, namun akan terus membesar hingga kedatangan Tuhan yang kedua, saat Yesus akan menerima pengantinNya, yaitu gereja (Why. 21:2; 9-10). Seperti yang dinubuatkan dalam Alkitab,”Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula” (Hag. 2:9)

8.4.3 Tempat hujan akhir akan turun

​Roh Kudus hujan awal pertama-tama turun di Yudea, tenpat kelahiran Yesus Kristus. Yudea ada di antara tiga benua besar: Asia Eropa dan Afrika. Dari situ Roh Kudus mulai turun kea rah barat mengikuti arah injil. Pola perjalanan dari timur ke barat ini terulang di masa hujan akhir.

​Alkitab mencatat beberapa nubuat, penggambaran dan tanda yang semuanya menandakan bahawa Roh Kudus pertama-tama akan turun kepada umat manusia dari arah timur.

. Kedatangan Anak manusia

Oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera.
​​​​​​​​​Lukas. 1:78-79

​“Mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut” adalah orang-orang berdosa yang tidak mahu bertobat dan hidup dalam kegelapan rohani; orang-orang ini membutuhkan terang, kehidupan, dan jalan kedamaian. “Surya pagi” berasal dari kata Yuhani Anatole, yang bererti “terbit”, dan sering digunakan untuk menandakan arah timur (ref. Mat. 2:1), atau terbitnya matahari1. Hal ini menggambarkan dengan baik misi Tuhan Yesus untuk membawa terang kepada mereka yang duduk dalam kegelapan dan bayang-bayang maut. Lebih lagi, seperti matahari yang terbit di arah timur dan terbenam di barat, orang-orang dari timurlah yang akan melihat terang terlebih dahulu.

Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
​​​​​​​​​Matius. 24:27

​Roh Kudus adalah Roh “Anak Manusia”. Di sini, “kilat” dapat menandakan Roh Kudus dan juga kebenaran. Kerana kilat memancar dari sebelah timur dan bersinar hingga ke barat, maka Roh Kudus bergerak bersama-sama dengan kebenaran injil, yang secara historis telah menyebar dari timur ke barat. Bila dilanjutkan lagi, “kedatangan Anak Manusia” menunjukkan kedatangan Yesus sebagai Roh Kudus (Mat. 16:28; ref. Yoh. 14:16)

. Berkat Sem

Terpujilah Tuhan, Allah Sem. Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem.
​​​​​​​​​Kejadian. 9:26-27
​Secara tradisi, keturunan Nuh telah dihubung-hubungkan dengan daerah dan orang-orang yang dibagi ke dalam tiga garis besar, dan yang bertemu di daerah Palestina: Sem di timur, Yafet di utara dan barat, dan Ham di Mesir dan Afrika2. Kata “Allah Sem” menunjukkan bagaimana keturunan Sem suatu hari nanti akan menerima berkat khusus dari Allah melalui pemyembahan mereka kepada Tuhan, dan dari sini, kita dapat menyimpulkan bahawa bangsa Isreal kuno berasal dari keturunannya (ref. Kej. 11:10-27; Luk. 3:23-36)

​Di masa hujan awal, Roh Kudus pertama-tama turun di Yerusalem pada keturunan Sem (orang-orang Yahudi), sehingga merekalah yang pertama menerima berkat khusus Allah. Namun pada akhirnya karunia dan kebenaran Allah tidak dibatasi hanya pada keturunan Sem, tetapi juha diberikan kepada orang-orang dari segala bangsa, termasuk keturunan Ham dan Yafet.

​Alkitab mencatat:”Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet” yang merupakan pernyataan nubuatan mengenai keturunan Yafet. Kita hanya dapat mengira-ngira erti fi balik nubuat ini, yang mungkin menunjukkan kemajuan teknologi dan perluasan wilayah yang diberikan kepada keturunan Yafet. Sejarah keturunan Yafet adalah sejarah peradaban barat, yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan imperialism. Namun nubuat “Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-lemah Sem”, kemungkinan besar menunjukkan sebuah nubuat yang bersifat rohani ketimbang jasmani. Ada sebuah petunjuk bahawa keturunan Yafet, walaupun mereka mempunyai sejarah dan tradisi religious yang panjang, suatu hari akan datang dan beribadah bersama dengan keturunan Sem, sehingga menerima berkat-berkat yang telah dinubuatkan Nuh.

. Taman Eden

Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur, disitulah ditempatkanNya manusia yang dibentukNya itu.
​​​​​​​​​​Kejadian. 2:8

​Taman Eden menggambarkan gereja benar yang dibangun oleh Roh Kudus. Ada beberapa petunjuk yang mendukung hal ini:

• Allah menyediakan setiap tanaman sebagai makanan bagi binatang, serangga, dan burung-burung di udara (Kej. 1:30). Taman Eden adalah tempat kedamaian dan harmoni, bebas dari binatang-binatang pemangsa. Keadaan ini dapat ditemukankembali di dalam gereja benar, tempat Roh Kudus memperbarui hati kita (ref. Yes. 11:6-9; Tit. 3:5)
• Allah menciptakan manusia sebagai laki-laki dan perempuan sesuai dengan gambar dan rupaNya, dan menempatkan mereka di dalam taman (Kej. 1:27). Di gereja benar, manusia yang dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru yang kudus, suci dan berkenenaran (II Kor. 5:17; Tit. 3:5; Kis. 22:16; Rm. 8:2; Ef. 4:24)
• Ada pohon kehidupan di dalam taman (Kej. 2:9) yang buahnya dapat memberikan kehidupan kekal (Kej. 3:22). Begitu juga di gereja benar, terdapat pohon kehidupan (Why. 22:2, 14), yang memberikan kehidupan kekal kepada mereka yang memasuki gerbangnya (Yoh. 3:5, 16; Gal. 5:25)
• Ada banyak pohon buah-buahan di dalam taman yang memberikan buah-buahan yang baik dan enak dimakan (Kej. 2:9). Di gereja benar, orang-orang percaya yang dipenuhi dengan Roh Kudus dapat menghasilkan buah Roh (Yoh. 15:5; Gal. 5:22-23; Kid. 4:12-14)
• Terdapat banyak sekali emas dan batu-batu permata di dalam taman (Kej. 2:11-12). Begitu juga umat percaya di gereja benar, yang telah melalui ujian iman yang begitu rupa, mampu mewujudkan iman yang dapat disamakan dengan emas murni dan batu permata (I Ptr. 1:6-7; Why. 21:18-21; Ayb. 23:10)
• Ada empat sungai yang mengalir melalui kebun dan mengairinya (Kej. 2:10-14). Roh Kudus di gereja benar dapat disamakan seperti sungai yang selalu mengalir, dan mereka yang minum dari sungai ini tidak akan haus lagi (Yoh. 4:13-14; 7:37-39; Why. 22:1)
• Allah senantiasa berbicara dengan manusia di dalam taman Eden (Kej. 3:8). Di gereja benar, Roh Allah menyebabkan orang-orang percaya memperoleh persekutuan yang dekat dengan Allah (Why.21:3; Yoh. 14:16-17; I Yoh. 3:24)

Taman Eden diciptakan di sebelah timur (Kej. 2:8), dan gereja para rasul dibangun di
sebelah timur. Demikian juga, Roh Kudus hujan akhir telah mendirikan gereja benar akhir zaman di sebelah timur (Why. 7:2)

ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
​​​​​​​​​Kejadian. 3:24

​Ketika Adam dan Hawa diusir keluar dari Taman Eden, Allah menempatkan kerub dengan api membara yang menyambar ke segala arah, untuk menjala jalan menuju pohon kehidupan di sebelah timur taman. Eden ada di sebelah timur.Arah Timur biasa dihubungkan dengan terbitnya matahari, dan nubuat-nubuat mengenai arah timur adalah tanda-tanda alkitabiah yang menunjukkan bahawa keselamatan akan berawal dari sebelah timur. Malah, Alkitan telah dengan jelas mencatat bahawa kemuliaan Allah, dan bahkan Anak manusia sendiri, akan bergerak dari timur ke barat (Lihat Mat. 24:27). Lebih lagi, kita melihat dari Kisah Para Rasul. 1:8, penyebaran injil di masa para rasul bergerak dari timur ke barat, yang akhirnya di Roma (lihat Kis. 28:14)

. Penglihatan Bait Allah oleh Yehezkiel

Allah menunjukkan beberapa penglihatan Bait Allah yang baru kepada Yehezkiel. Di fasal.43, ia dibawa ke sebuah gerbang yang menghadap sebelah timur:

Lalu dibawanya aku ke pintu gerbang, yaiu pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur. Sungguh, kemuliaan Allah Isreal datang dari sebelah timur dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu dan bumi bersinar kerana kemuliaanNya.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 43:1-2

​Yehezkiel mendengar suara Allah seperti “suara air terjun”. Ini mengingatkan kita pada suara doa dalam bahasa roh yang dapat didengar di gereja benar saat ini; suara yang menyerupai air terjun (ref. Why. 19:1, 6). Yehezkiel menjelaskan gerbang Bait Allah yang menghadap ke arah timur dan kedatangan kemuliaan Allah dari timur, yang masuk melalui gerbang itu dan memenuhi Bait Allah (Yeh. 43:4). Penggambaran ini cocok dengan apa yang kita tahu mengenai jalan sejarah turunnya Roh Kudus baik di masa hujan awal mahupun hujan akhir. Roh pertama-tama turun di arah timur dan berlanjut kea rah barat.

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur, sebab Bait Suci juga menghadap ke timur, dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 47:1

​Dalam penglihatan ini, Yehezkiel melihat air yang keluar dari bawah ambang pintu Bait Allah, yang kemudian menjadi sungai yang besar. Penglihatan ini melambangkan kehadiran Roh Allah yang terus bertambah (lihat bab 3 untuk informasi lebih lanjut). Air itu mengalir ke arah timur, yaitu ke bagian depan Bait Allah.

. Penglihatan Penatua Yohanes

Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya :”Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!”
​​​​​​​​​Wahyu. 7:2-3

Penatua Yohanes mendapatkan penglihatan seorang utusan Allah, malaikat yang membawa sebuah meterai. Meterai ini adalah “meterai Allah yang hidup”, yang melambangkan Roh Kudus (Ef. 1:13; 4:30). Dari sini kita dapat menyimpulkan bahawa utusan Allah yang membawa Roh Kudus, turun dari timur untuk memeteraikan umat Allah untuk menyongsong hari penebusan.

. Nubuat Yesaya

Sebab itu memuliakanlah Tuhan di negeri-negeri timur, nama Tuhan Allah Isreal, di tanah-tanah pesisir laut!
​​​​​​​​​Yesaya. 24:15

​Nubuat Yesaya menyebutkan Yesus Kristus, Juruselamat kita, akan muncul di dalam sinar fajar seperti juga Roh Kudus. Cahaya matahari terbit dari timur ke barat, dan demkian juga akan disebarkan ke segala bangsa sehingga mereka dapat memuliakan nama Tuhan yang kudus.

8.4.4 Sejarah mengenai turunnya hujan akhir

​Masa hujan akhir dimulai di awal tahun 1900-an dan ditandai dengan pemcurahan Roh Kudus, bersamaan dengan pengungkapan kebenaran dan berdirinya gereja benar. Ini semua terjadi di sebelah timur, negeri China, sesuai dengan nubuat-nubuat yang dituliskan dalam Alkitab. Bagian ini menampilkan sebuah ikhtisar urutan kejadian yang memberikan sejarah singkat berdirinya Gereja Yesus Benar dan kejadian menjelang pendiriannya, seperti peran gerakan Pentakosta, yang dimulai di Amerika Syarikat dan menjadi sebuah fenomena dunia.

. Permulaan gerakan Pentakosta

Kitab Kisah Para Rasul seringkali disebut sebagai “Kisah Roh Kudus”, kerana masa para rasul adalah masa Roh Kudus bekerja dengan penuh kuasa di tengah-tengah gereja awal. Seluruh kegiatan gereja dipusatkan pada kehendak dan pimpinanNya. Namun seperti yang telah kita jelaskan, pada abad ke-2 dan ke-3, setelah para rasul wafat, gereja awal mengalami kemunduran, dan Roh Kudus meninggalkan gereja. Dari catatan sejarah kita mengetahui bahawa Roh Kudus meninggalkan gereja kerana gereja menyimpang dari kebenaran dan menjadi sekular dan korup. Walaupun kita tidak dapat menyebutkan kapan tepatnya Roh Kudus pergi, kita tahu dari ketiadaan kebenaran dalam gereja, kepergianNya telah berlangsung melalui kurun waktu yang sangat panjang. Dari Alkitab kita mengetahui bahawa gereja tanpa kebenaran tidak dapat memperoleh karunia penyertaan Roh Kudus.

Tidak heran, pada masa-masa menjelang awal 1900-an, banyak orang Kristian telah menjadi tawar hati dengan ibadah resmi. Namun sebagian orang tetap berpegang pada pengajaran Alkitab dan tisak meninggalkan persekutuan di dalam nama Yesus (Ibr. 10:25). Maka denga sikap ini, di awah abad ke-20 banyak orang Amerika berkumpul di rumah-rumah dan kelompok-kelompok kecil untuk beribadahdan mencari kebenaran di Alkitab. Perkumpulan-perkumpulan kecil ini merupakan percikan awal gerakan pemulihan yang kemudian bermunculan di sepernjuru Amerika. Di waktu itulah terdengar laporan-laporan mengenai berbahasa roh di berbagai tempat, seperti Kansas, Texas dan Oklahoma. Seiring bertambahnya laporan kejadian ini, panggilan bagi orang-orang Kristian kepada iman para rasul semakin kuat. Sebagai hasil dari kegiatan penginjilan mereka, gereja-gereja baru bermunculan di seluruh Amerika, bersamaan dengan kegiatan-kegiatan pelatihan penginjilan dan penginjilan ke luar Amerika.

. Permulaan gerakan Pentakosta seluruh dunia dari Amerika

Pada bulan April 1906, sekelompok jemaat Afrika-Amerika dari Los Angeles, Amerika Syarikat, yang dipimpin oleh William J. Seymour, mulai mengadakan pertemuan-pertemuan doa di sebuah rumah untuk berdoa memohon baptisan Roh Kudus dan berbicara dalam bahasa roh. Tidak lama, berita itu tersebar luas, dan banyak orang mulai mengikuti pertemuan-pertemuan itu. Tidak lama, rumah itu penuh dan tidak lagi dapat menampung bertambahnya jumlah orang yang ikut serta, dan pertemuan dipindahkan ke sebuah gedung di Jalan Azusa. Dalam kurun waktu tiga tahun, pertemuan ini, yang mereka sebut sebagai “Misi Iman Rasuli” Jalan Azusa, mengadakan tiga kebaktian sehari, tujuh hari seminggu. Sepanjang masa itu, ribuan orang Kristian mengaku telah menerima baptisan Roh Kudus.

Di situ, jemaat juga melaporkan mujizat-mujizat, seperti penyembuhan penyakit dan pengurisan setan. Di bulan September 1906, Misi Iman Rasuli menyebarkan selebaran gratis The Apostolic Faith ke seluruh dunia untuk menyatakan berita pemulihan iman di Jalan Azusa dan pentingnya baptisan Roh Kudus, yang dibuktikan dengan berbahasa roh. Orang-orang Kristian dari seluruh dunia menanggapi berita itu dengan mengunjung Jalan Azusa. Banyak di antara mereka ini kemudian kembali ke Negara mereka masing-masing untuk menyatakan pesan Pentakosta, dan sebagian pada akhirnya menjadi misionaris-misionaris di luar Amerika. Kejadian-kejadian ini menandai permulaan gerakan Pentakosta di dunia.

. Penyebaran gerakan Pentakosta ke Eropa
Di tahun 1906, Thomas Ball Barratt dari Norwegia kembali dari Amerika untuk mengadakan salah satu dari banyak pelayanan Pentakosta pertama di Eropa. Dari Norwegia, Barratt pergi mengunjugi Swedia, Inggris, Irlandia, Skotlandia, Perancis, Jerman, Denmark, Belanda, dan Italia. Kemudian ia pergi lebih jauh ke Negara-negara seperti Australia, Rusia, tanah Palestina, Siria, India dan China untuk memimpin gerakan-gerakan Pentakosta lainnya.

. Gerakan Pentakosta di India dan Afrika Selatan

Tahun 1905, bermunculan laporan-laporan bahawa ratusan anak-anak menerima Roh Kudus dan berbahasa roh dari misi penginjilan Mukti di Pandita Ramabai, Pune, India. Di antara laporan-laporan itu, adalah laporan pencurahan karunia rohani, seperti penafsiran bahasa roh, san pemyembuhan melalui penumpangan tangan. Hal-hal serupa dilaporkan di sebuah sekolah khusus anak laki-laki di Na Ton, dan sekitar 65 orang murid diyakini telah menerima baptisan Roh Kudus.

Di tahun 1909, George Berg menginjil di Kottarakara dan Adoor, dua kota besar di India, Segera setelah itu, Thomas B. Barratt pergi ke Coonoor, dan Gerakan Pentakosta mulai tersebar di wilayah selatan India. Sebagai hasilnya, beberapa jemaat Pentakosta terbentuk di Kerala tahun itu.

Pelayanan penginjilan di Afrika Selatan dipimpin oleh John Graham Lake, yang meninggalkan usahanya untuk menginjil ke sana. Di bulan April 1908, Ia memimpin tim penginjilan Berjumlah besar ke Johannesburg, dan ia mulai menyebarkan pesan-pesan Pentakosta di sana. Muncul beberapa laporan mengenai banyak orang menerima Roh Kudus, bersama dengan kesaksian-kesaksian tentang tanda dan mujizat.

. Pembentukan badan koordinasi penginjilan

Sebelum tahun 1910, penginjil-penginjil yang pergi ke luar negeri seringkali meninggalkan karir dan usaha mereka demi melayani Tuhan. Orang-orang percaya yang lain, yang juga mempunyai visi yang sama dengan mereka, akan menyokong penginjil-penginjil ini secara kewangan. Namun saat itu masih belum ada jaringan organisasi yang menangani jenis pekerjaan seperti ini. Barulah kemudian berdiri persekutuan. Sebagai tambahan, seminari-seminari teologi didirikan di Amerika Utara dan Selatan untuk menyediakan pelatihan. Menurut Laporan Tahunan 1937 Majelis Pentakosta, jumalh penginjil yang diutus oleh seminari-seminari ini berjumlah 3086 pengijil. Seminari yang terlibat antara lain Uni Iman Rsuli, Majelis Allah, Majelis Pentakosta, dan Gereja Allah. Di negeri China Daratan, organisasi-organisasi penginjilan Pentakosta ini disebut sebagai “kelompok berbahasa roh” kerana mereka mengabarkan berbahasa roh sebagai bukti tunggal menerima Roh Kudus.

Pada awalnya, tujuan organisasi-organisasi penginjilan Pentakosta ini adalah untuk membuat sebuah struktur untuk menyatukan seluruh gereja-gereja Pentakosta dan menggalakkan penginjilan. Namun perebutan kekuasaan mulai menyusup masuk ke dalam gerakan ini. Tidak lama, beberapa gereja Pentakosta mulai mengabarkan bahawa berbahasa roh barulah perwujudan awal baptisan Roh Kudus, dan setelah itu berbahasa roh tidak mutlak diperlukan. Gereja-gereja bertindak lebih jauh dengan melarang berbahasa roh dalam ibadah-ibadah umum.

. Gerakan Pentakosta di China

Gerakan Pentakosta mencapai negeri China sekitar 1907. Majelis Pentakosta bersama dengan Uni Iman Rsuli mendirikan Uni Iman Rsuli di Shanghai. Di tahun 1908, seorang pendeta Amerika bernama Morris menerbitkan The Hong Kong Pentecostal Truth Joutnal yang menyatakan bahawa berbahasa roh adalah bukti telah menerima Roh Kudus.

Sekitar tahun 1911, seorang pendeta Amerika bernama Wendelson sedang aktif menginjil di propinsi Shanxi, China utara. Ia menerbitkan surat khabar bernama Herald of the Gospel Truth dan mendirikan Uni Iman Rasuli di Shanxi. Di dalam surat khabarnya, Wendelson mengabarkan perlunya berdoa memohon Roh Kudus. Kemudian ia pergi ke Beijing dan mengubah nama Uni Iman Rasuli menjadi “Majelis Allah”, yang kemudian menjadi “Gereja Allah”. Beberapa waktu berselang, penerbitan surat khabar berhenti, yang digantikan dengan penerbitan traktat injil. Namun seiring berjalannya waktu, gereja-gereja Pentakosta yang ia dirikan berllau dari sejarah.

Sejarah memperlihatkan kepada kita, banyak gereja-gereja Kristus mempunyai kecenderungan terpecah belah. Srjak masa Reformasi dari Gereja Katolik Roma oleh Martin Luther, gereja mulai terpecah-pecah hingga beribu-ribu denominasi. Di antara gereja-gereja Pentakosta sendiri terdapat berates-ratus gereja dan kelompok, masing-masing mempunyai perbedaan tertentu dalam doktrin mereka. Tidak diragukan lagi perpecahan dan kekacauan di dalam dunia Kristian ini akan terus berlanjut kerana tidak adanya bimbingan Roh Kudus.
Namun beberapa kali penting muncul dari kejadian-kejadian di Amerika dan gerakan-gerakan Pentakosta di seluruh dunia. Salah satunya adalah perpindahan besar orang-orang Kristian dari gereja-gereja yang telah dicampuri oleh pengaruh-pengaruh dan tradisi duniawi. Kedua adalah pemulihan iman Kristiani secara global. Ketiga adalah pembaruan kesedaran (setidaknya untuk sementara) akan pengajaran Alkitab bahawa berbahasa roh adalah bukti telah menerima Roh Kudus. Keempat adalah mulai terbentuknya jalan menuju pendirian Gereja Yesus Benar di China, melalui pencurahan Roh Kudus masa hujan akhir, bersama dengan pewahyuan injil yang lengkap dan sempurna, sesuai dengan Alkitab.

8.5 Sejarah awal Gereja Yesus Benar

​Dibandingkan dengan gereja-gereja lain, Gereja Yesus Benar tidak banyak dikenal. Namun ia memperoleh berkat kerana dipercayai dengan kebenaran Alkitab, yang mencakup jalan keselamatan. Dalam banyak hal, pendirian Gereja Yesus Benar berbeda dari kemunculan-kemunculan denominasi lain. Gereja Yesus Benar harus dibedakan dari gereja-gereja Pentakosta lainnya, kerana ia secara langsung didirikan oleh Roh Kudus masa hujan akhir, dan mendapatkan wahyu kebenaran Alkitab secara langsung oleh Roh Kudus, kebenaran yang hingga sekarang tidak dipegang sepenuhnya oleh gereja-gereja.

​Gereja Yesus Benar mempunyai keyakinan bahawa tugasnya adalah untuk membagikan injil yang sepenuhnya kepada semua orang dan membawa orang-orang kepada Allah (I Yoh. 4:6; II Yoh. 9). Doktrin-doktrinnya adalah pengajaran para rasul dan nabi-nabi, dengan pengajaran Kristus sebagai intisarinya (Ef. 2:19-22; Kis. 2:42; Mat. 28:20; Yoh. 8:31). Dengan jalan menyaksikan kebenaran yang ia kabarkan, terdapat tanda-tanda dan mujizat (Mrk. 16:20; Ibr. 2:4)

​Gereja Yesus Benar tidak didirikan oleh manusia, kerana Roh Kuduslah yang mendirikannya. Namun ada beberapa pekerja penting di dalam sejarah awalnya. Tiga di antaranya adalah : Zhang Ling Sheng, Sarnabas Zhang, dan Paul Wei. Berikut ini adalah garis besar pelayanan mereka.

8.5.1 Pelayanan Zhang Ling Sheng

​Nama asli Zhang Ling Sheng adalah Zhang Bin. Ia berasal dari Propinsi Wei di Shangdong, China. Di tahun 1900, Saat ia berumur 37 tahun, ia bergabung dengan Gereja Presbiterian dan menjadi anggota di sana selama 10 tahun, termasuk 3 tahun sebagai diaken.

​Anak tertua Zhang Ling Sheng, Puquan, mengajar bahasa Jerman di sebuah sekolah umum di Shanghai. Di tahun 1909, Pendeta Ding dari Uni Rasuli membawa Pequan ke gerejanya, dan Puquan mengatakan bahawa ia menerima Roh Kudus di sana. Kembali ke Shandong saat liburan sekolah, Puguan bersaksi kepada ayahnya mengenai Roh Kudus dan injil yang telah ia terima. Zhang Ling Sheng menjadi percaya kerana kesaksian anaknya.

​Di bulan September 1909, Zhang Ling Sheng pergi ke Uni Iman Rasuli di Shanghai, dan ia mengaku dosa dan bertobat dari dosa-dosanya. Di waktu yang sama, ia mulai berdoa memohon Roh Kudus dengan tekun. Ia tetap berada di Uni Iman Rasuli selama lebih dari 20 hari. Namun, walaupun ditumpangi tangan oleh pendeta-pendeta, ia tidak menerima Roh Kudus.

​Zhang Ling Sheng kembali ke Shandong dan terus berdoa dengan tekun memohon Roh Kudus selama lebih dari 50 hari. Padaakan akhirnya, di pangi hari tanggal 31 Januari 1910, ia menerima Roh Kudus dan berbahasa roh. Pada saat itulah Roh Kudus mengatakan kepadanya untuk mengubah namanya dari Zhang Bin menjadi Zhang Ling Sheng, yang bererti “dilahirkan dari Roh”. Di saat yang sama Roh Kudus menyuruhnya untuk memegang hari Sabtu, hari ketujuh, sebagai hari Sabat Kudus.

​Di tahun yang sama, Zhang Ling Sheng pergi ke Suzhou dan menerima baptisan air. Baptisan itu dilakukan di sebuah danau oleh pendeta-pendeta dari Uni Iman Rasuli. Sejak saat itu, ia bertekad untuk mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan. Ketika ia kembali ke Shandong, ia mendirikan “Gereja Sejati Yesus” di desa Xinzhuanggtou, propinsi Wei. Tuhan menghujani berkat-berkat dalam pelayanan gereja, sehingga banyak orang menerima baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Banyak anggota juga mendapatkan berkat-berkat karunia rohani, di antara mereka adalah Barnabas Zhang.

​Di tahun 1014, Zhang Ling Sheng pergi ke Beijing. Di sana ia menerima penumpangan tangan Pendeta Wendelson dan Penatua Kui dari Uni Iman Rasuli. Ia juga ditahbiskan sebagai penatua di Uni Iman Rasuli.

​Di tahun 1916, Zhang Ling Sheng mengajukan usul kepada Pendeta Wendelson agar Uni Rasuli memegang hari Sabtu sebagai hari Sabat. Wendelson setuju, dan Uni Iman Rasuli mulai memegang hari Sabat sejak tanggal 1 Juli tahun itu. Perubahan besar ini diberitakan pada Herold of the Gospel Truth edisi ke-13.

​Di musim semi 1918, Zhang Ling Sheng pergi ke Gereja Yesus Benar di Tianjin. Di sana ia berkenalan dengan Paul Wei, dan bersama-sama mereka memegang dan menguduskan hari Sabat. Mereka berdua Nampak jelas mempunyai hati dan fikiran yang sama. Paul Wei menumpangkan tangannya kepada Zhang Ling Sheng dan mengutusnya dengan kuasa Roh Kudus untuk mengabarkan kebenaran ke gereja-gereja Kristian lainnya, untuk menuntun mereka kembali kepada kebenaran. Sejak saat itu, Zhang Ling Sheng menjadi rakan sekerja Paul Wei yang setia.

​Pada bulan Februari 1919, Zhang Ling Sheng dan Barnabas Zhang pergi kr Tangjiazhuang, sekitar 200 kilometer dari desa Xizhuangtou di Propinsi Wei. Di sana, banyak orang menerima baptisan Roh Kudus, bahkan sebelum menerima baptisan air. Di tanggal 27 Februari 1919, sekitar 30 orang meminta dirinya dibaptis. Di saat out, Zhang Ling Sheng dan Barnabas Zhang memutuskan untuk saling membaptis dengan kepala tertunduk sebelum mulai membaptis yang lain. Cara baptisan ini, yaitu dengan kepala tertunduk, sebelumnya telah diwahyukan Roh Kudus kepada Paul Wei (ref. Rm. 6:5; Yoh. 19:30)

​Di bulan Maret 1919, Paul Wei pergi ke Shandong dan mulai melayani bersama Zhang Ling Sheng. Mereka bersama-sama menerbitkan edisi ke-2 surat khabar Correct the Truth of All Nations Times. Pada bulan Oktober 1919, mereka kembali pergi ke Beijing, dan bertemu dengan Li Xiao Feng dan Liang Qin Ming. Dengan pertolongan mereka, Paul Wei dan Zhang Ling Sheng mulai menerbitkan surat khabar secara rutin.

​Pada tanggal 29 Oktober 1919, Paul Wei dalam keadaan sekarat. Saat itu Zhang Ling Sheng dan Liang Qin Ming berada di sisi tempat tidurnya, dan sebelum meninggal, Paul Wri menumpangkan tangan ke atas mereka dan mentahbiskan mereka sebagai penatua untuk meneruskan pelayanan.

​Zhang Ling Sheng meneruskan penginjilan ke Nanjing, Changsha dan beberapa tempat lain di China. Nama yang ia berikan untuk gereja adalah:”Gereja Yesus Benar-Gereja yang memperbaiki iman segala bangsa”. Di musim semi 1920, ia pergi ke Beijing untuk mengundurkan diri dari pelayanannya sebagai penatua di Uni Iman Rasuli. Setelah itu ia kembali ke Shandong untuk melakukan pelayanan di sana.

8.5.2 Pelayanan Barnabas Zhang

​Barnabas Zhang sebelumnya bernama Zhang Dianju. Ia berasal dari Xizhuangtou di Propinsi Wei, Shangdong, China. Ia adalah seorang petani dan pedagang barang antic. Di tahun 1910, Zhang Ling Sheng mengunjungi desanya dan mengabarkan injil pertobatan, pengampunan dosa dan baptisan Roh Kudus. Isterti Barnabas Zhang sangat tergerak oleh pesan injil dan menjadi percaya. Ia juga mulai bersaksi untuk Tuhan. Awalnya Barnabas Zhang menolak pesan injil, namun pada akhirnya ia juga menjadi percaya, bertobat dari dosa-dosanya dan mulai berdoa memohon karunia-karunia rohani.

​Pada pagi hari di tanggal 14 April 1911, Barnabas Zhang mengucikan diri ke sebuah tempat terpencil. Saat di sana, ia mendengar sebuah suara dari Syurga yang berkata,”karunia keselamatan untuk semua orang di akhir zaman akan bangkit dari timur ke barat.”

​Mendengar pesan ini, ia segera berlutut dan berdoa. Tidak lama kemudian, ia menerima Roh Kudus dan berbahasa roh.

​Zhang Ling Sheng membaptis Barnabas Zhang dan seisi keluarganya di dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian Zhang Ling Sheng secara khusus mengajar Barnabas Zhang selama kira-kira tiga hingga empat tahun. Kemudian, setelah melakukan banyak doa puasa, Barnabas Zhang ditahbiskan sebagai penatua.

​Di bulan Maret 1916, Barnabas Zhang sedang berjalan, dan tiba-tiba ia mendengar Tuhan berkata kepadanya, “Engkau harus mengabarkan injil ke Selatan. Aku akan memberimu kuasa besar.”

​Pada bulan April 1916, Tuhan memerintahkannya untuk mengganti namanya dari Zhang Dianju menjadi Barbanas Zhang. Di bulan Angust 1917, Roh Kudus menuntunnya untuk mengabarkan injil di berbagai propinsi di China, di bagian selatan Shandong, tempat banyak gereja kelak akan berdiri.

​Pada bulan Februari 1919, Barnabas Zhang dan Zhang Ling Sheng menginjil di Tangjiazhuang. Roh Kudus bekerja dengan penuh kuasa: banyak orang menerima baptisan air dan baptisan Roh Kudus. Di tanggal 27 Februari 1919, Barbanas Zhang dan Zhang Ling Sheng membaptis satu sama lain dengan kepala menunduk, sebelum mulai membaptis kira-kira 30 orang.

​Maret 1919, Paul Wei menginjil di berbagai propinsi di sepanjang daerah Shandong bersama-sama Zhang Ling Sheng. Pada tanggal 3 Mei 1919, di akhir dua hari KKR di Xishuangtou, propinsi Wri, 21 orang dibaptis di dalam nama Tuhan Yesus. Di saat itu, Barbanas Zhang menetapkan hati untuk menjadi penginjil. Ia juga membuat sebuah bendera putih bujur untuk menjadi penginjil. Ia juga membuat sebuah bendera putih bujur sangkar, yang di atasnya ia menuliskan nama gereja: “Gereja Yesus Benar- Gereja yang memperbaiki iman segala bangsa.” Ia seringkali berdoa dan berpuasa beberapa kali sebelum pergi untuk menginjil.

​Barnabas Zhang menetapkan hati untuk mengikuti teladan Paul Wei, pergi ke sepenjuru dunia untuk membagikan kebenaran injil ke denominasi-denominasi lain. Di musim gugur 1919, bersama dengan Guo Changkai dan Liang Qinming, Ia memulai perjalanan melalui delapan propinsi di China untuk mengabarkan injil selama Sembilan bulan. Mereka bersama-sama membangun gereja-greja di 42 tempat dan membaptis lebih dari 2000 orang.

​Pada tanggal 30 Oktober 1923, pelayanan penginjilan Barbanas Zhang membawanya ke Fuzhou. Di pertengahan Nopember, ia menginjil beberapa anggota Gereja Advent Hari ketujuh. Kemudian di Desa Kegong, ia pergi ke rumah Thomas Guo, tempat anggota-anggota Gereja Advent Hari Ketujuh berkumpul. Setelah mendengarkan injil kebenaran, sekitar 12 orang, termasuk Thomas Guo, Abel Qian, Jin Fusheng, menjadi percaya dan dibaptis. Malam itu, mereka mengambil bagian dalam Perjamuan kudus, dan banyak orang menerima Roh Kudus. Mereka bersama-sama memutuskan untuk mengadakan kebaktian pengabaran injil selama 3 hari untuk mengucapkan syukur atas karunia Allah. Selama KPI, 22 orang menerima Roh Kudus. 93 orang menerima baptisan air di hari ketiga.

​Kemudian mereka menyewa sebuah rumah untuk digunakan sebagai tempat ibadah. Ini menandai awal mula pendirian gereja di Fuzhou. Tiga anggota kemudian ditahbiskan sebagai penatua, dan tujuh orang sebagai diaken.

​Dari bulan June hingga August 1925, Barnabas Zhang menginjil selama seminggu di Wenzhou. Allah bekerja dengan penuh kuasa, menyembuhkan banyak orang sakit. Secara keseluruhan, 131 orang dibaptis, dan lebih 50 orang menerima Roh Kudus. Barnabas Zhang kembalu ke Fuzhou di antara bulan September dan Oktober. Saat ia ada di sana, ia menghadiri konferensi Perwakilan Pripinsi yang diadakan oleh berbagai gereja setempat (sepanjang dua tahun itu, lebih dari 60 gereja telah berdiri di proponsi Fuzhou. Sebagai hasilnya, konferensi ini diadakan untuk memungkinkan perwakilan-perwakilan dari gereja setempat untuk bertemu dan membicarakan pelayanan gereja).

​Pada tanggal 3 Maret 1926, Barnabas Zhang menunpang kapal terbang di Xiamen untuk pergi ke Taiwan dengan maksud untuk mengabarkan injil ke sana. Teman sekerjanya antara lain Thomas Guo, Luke Gao, dan Chen Yuanqian. Bersama tim penginjilan ini, juga ikut beberapa orang Taiwan yang telah percaya dari Zhangzhou dan Xiamen. DI antara mereka adalah Huang Chengcong, Wu Daoyuan, Wang Qinglong, dan Huang Xingming. Di tanggal 6 Maret 1926, tim penginjilan mencapai desa Xianxi di Zhangzhou, desa kelahiran Huang Chengcong. Di sini sejumlah besar anggota Gereja Presbiterian menerima kebenaran. Di musim gugur 1925, Huang Xiuling, ayah Chengcong, mulai menginjil saat ia kembali ke Taiwan. Banyak sanak-saudaranya yang menjadi percaya. Di tanggal 11 Maret 1926, 62 orang percaya dibaptis di desa Xianxi. Dua penatua dan dua diaken juga ditahbiskan di sana. Kejadian-kejadian ini memandai awal berdirinya gereja di Xianxi.

​Pada tanggal 16 Maret 1926, tim penginjilan melanjutkan perjalanan ke Niutiaowan di Jiayi, dan di sana diadakan KKR selama 3 hari. Lebih dari 30 anggota Gereja Presbiterian menjadi percaya dan dibaptis. Ini menandai awal berdirinua gereja di Niutiaowan.

​Pada tanggal 3 April 1926, diadakan KPI selama 3 hari di Qingshui, Taichung. Sebagian besar dari mereka yang hadir, sekali lagi adalah anggota Gereja Presbiterian. Pada tanggal 6 April 1926, 11 orang dibaptis, menandai awal berdirinya gereja di Qingshui.

​Pada tanggal 12 April 1926, Barnabas Zhang kembali ke China dan Jilang dengan sebuah kapal bernama “Kaicheng”. Selama perjalanan penginjilan 40 hari ini, lebih dari 100 orang telah dibaptis, dan tiga gereja berdiri. Melalui berkat-berkat Allah, Gereja Yesus Benar telah mencapai Taiwan.

​Konferensi Perwakilan Nasional Khusus Ke-5 diadakan di China dari tanggal 1 hingga 12 September 1929. Barnabas Zhang terpilih sebagai anggota komite di kantor pusat gereja. Selama konferensi, dikeluarkan sebuah ketetapan untuk meninjau sejarah gereja Yesus Benar. Namun Barnabas Zhang merasa tidak puas dengan hasilnya. Di bulan Oktober 1929, kantor pusat menugaskannya untuk melayani di Guangzhou. Tidak lama kemudian, secara pribadi ia mendirikan gereja pecahannya sebagai “Gereja Yesus Benar di China” dan menunjuk dirinya sendiri sebagai kepala pengawas. Ia juga mulai menerbitkan surat Khabar The Trumpet Times.

​Sejak saat itu dan seterusnya, Barnabas Zhang dengan segala upaya berusaha menentang pekerjaan Gereja Yesus Benar. Di beberapa kesempatan, kantor pusat mengutus perwakilan untuk menasihatinya untuk bertobat dan kembali ke Gereja Yesus Benar. Namun ia dengan penuh keyakinan menyatakan dirinya sebagai pendiri dan kepala Gereja Yesus Benar dan tidak mahu bertobat. Sebagai akibatnya, ketika Konferensi Perwakilan Nasional Khusus Ke-6 diadakan dari tanggal 1 hingga 9 Mei 1930, Gereja Yesus Benar memperhentikan keanggotaan Barbanas Zhang.

8.5.3 Pelayanan Paul Wei

​Awalnya, Paul Wei bernama Wei Enbo. Ia berasal dari Propinsi Rongcheng di daerah Baoding, Hebei, seorang pedagang tekstil dan mempunyai took Enxinyong (yang bererti “Iman dan Karunia Kekal”). Ia juga pemilik took kedua bernama Enzhenhua (yang bererti “Anugerah atas Orang-orang China”).

​Di tahun 1902, keluarga Paul Wei yang berjumlah 4 orang pindah ke Beijing untuk menjalankan usaha teksil. Pada saat inilah Wang Deshun, orang percaya dari Majelis London, membimbing Paul Wei untuk mencari kebenaran di Ciqikou. Paul Wei menghadiri kebaktian gereja di sana selama kira-kira setahun. Di musim gugur 1904, ia dan keluarganya dibaptis oleh Pendeta Mi Zhiwen di Majelis London di Shuangqigan. Mereka dibaptis dengan cara percikan air. Setelah dibaptis, Paul Wri dan keluarganya senantiasa meluangkan waktu dari usaha mereka untuk menghadiri kebaktian di Majelis London setiap hari minggu. Mereka memperlihatkan kasih yang besar kepada orang-orang lain, seringkali mempersembahkan wang untuk menolong sesama jemaat yang kekurangan.

​Saat mendekati musim dingin tahun 1904, Paul Wei menyewa sebuah took di Dongchashihu, di luar kota Chongwenmen, dan disana ia menjual wol dan barang impor. Di musim panas 1905, ia membuka took lain, yang ia namakan Enxinyong. Seperti yang biasa ia lakukan, ia menutup tokonya setiap hari minggu untuk membawa segenap keluarga, teman, pegawai dan muridnya untuk menghadiri kebaktian di gereja.

​Di penghujung tahun 1904, setelah melunasi seluruh tagihan-tagihannya, Paul Wei menyedari bahawa ia mempunyai sejumlah tekstil senilai ribuan dolar. Ia mengusulkan kepada Pendeta Mi dari Majelis London, agar wang itu bersama dengan persembahan-persembahan lainnya, digunakan untuk mendirikan sebuah gereja China yang independen. Pendeta Mi setuju, dan bersama-sama mereka mendirikan gereja. Paul Wei mulai menjual sebagian propertinya dan mempersembahkan hasil penjualannya untuk gereja, dengan total nilai 3000 dolar. Pada saat yang sama, ia mendorong jemaat lainnya untuk memberikan persembahan untuk pembangunan gereja. Gereja yang dibantu pendiriannya oleh Paul Wei ini menjadi salah satu gereja independen bangsa China di daerah utara.

​Pada tahun 1915, Shi Lieming dan Wei Dianqing, keduanya warga Shanghai dan anggota Gereja Advent Hari ke-Tujuh, pergi ke Beijing. DI sana, mereka melakukan diskusi yang panjang dengan Paul Wei mengenai hari Sabat. Hasilnya Paul Wei memahami perlunya memegang hari Sabtu sebagai hari Sabat.

​Di bulan Jun 1916, Paul Wei sakit keras kerana nyeri dada, batuk-batuk dan asma. Walaupun telah menjalani pengubatan baik dan pengubatan barat mahupun timur, kesihatannya tidak bertambah baik. Di tanggal 14 September, Penatua Xin Shengming dari Uni Iman Rasuli membesuk di tokonya. Ia berkata,”kamu harus menetapkan diri untuk tidak mengandalkan pengubatan. Saya akan mengurapimu dengan minyak, menumpangkan tangan kepadamu dan berdoa bagimu, dan kamu akan sembuh.”

​Ketika Paul Wei mendengarnya, ia percaya Yesus akan menyembuhkannya. Mereka pergi ke lantai atas took untuk berdoa keesokan harinya, Penatua Xin membawa Paul Wei ke Uni Iman Rasuli di Dongcheng untuk bertemu dengan Pendeta Wendelson, seorang misionaris Amerika. Walaupun saat itu Paul Wei tidak mengenalnya mereka kelak menjadi sahabat baik. Beberapa hari setelah pertemuan itu, Paul Wei sembuh sepenuhnya dari sakitnya. Ia dan isterinya kemudian dibaptis oleh Pendeta Wendelson.

​Paul Wei digerakkan oleh Roh Kudus dengan kuat setelah bertemu dengan Wendelson, yang memungkinkan mempunyai pengertian yang lebih baik tentang Alkitab. Ia juga mulai memegang hari Sabat, seperti yang dilakukan Uni Iman Rasuli saat itu. Kemudian kebaktian-kebaktian gereja seringkali diadakan di lantai atas took Enxiyong. Roh Kudus dicurahkan kepada yang hadir di banyak kesempatan. Pada suatu hari, saat Paul Wei berdoa, ia juga menerima baptisan Roh Kudus dan berbahasa roh. Allah Nampak jellas memberkatinya kerana telah menyediakan tokonya sebagai tempat ibadah. Tiga bulan kemudian, ia membuka cabang baru di Qianmenwai, Damochang.

​Paul Wei menyaksikan banyak mujizat dari Allah. Di bulan April 1917, Huiying, anak perempuannya, jatuh sakit dan sekarat Saat Paul Wei mendoakannya, ia mendengar suara yang berkata, “Anak perempuanmu sembuh.” Dan benar, begitu ia selesai berdoa, putrinya pulih. Di kesempatan lain, ia sedang bersiap-siap untuk tidur, saat ia melihat setan yang memimpin sekelompok setan-setan yang lebih kecil berdiri di hadapannya. Paul Wei mengusir setan-setan itu di dalam nama Yesus Kristus, dan melihat mereka kocar-kacir saat ia mengucapkannya. Melalui pengalaman-pengalaman yang terjadi dalam rentang waktu yang pendek itu, Paul Wei menyedari bahawa Allah telah memberikan kuasa dan wewenang untuk menyembuhkan yang sakit dan mengusir setan.

​Di tanggal 23 Mei 1917, sekali lagi Allah berbicara kepada Paul Wei, “kamu harus berpuasa selama 39 hari. Kamu tidak akan mati kelaparan.” Mempercayai kata-kata ini, ia memulai berpuasa, dan menggunakan waktu untuk berdoa dan menulis. Ia juga menginjil di tepi-tepi jalan dan melakukan baptisan air di Sungai Tuan, yang kita-kira 7 kilometer jauhnya. Dalam masa puasa itu, Ia seringkali hanya tidur selama tiga jam per hari.

​Di tanggal 25 Mei, Paul Wei meninggalkan Beijing untuk menginjil di Huangcun. Tanggal 28 Mei, saat ia sedang berdoa, ia mendengar suara dari syurga yang berkata,”Kamu harus menerima baptisan Yesus!” Dipimpin oleh Roh Kudus, Paul Wei pergi kr arah Sungai Dahongmen, persisi di luar Yongdingmen. Ia berlutut di dalam air dan berdoa. Sekali lagi, suara keras berkata,”Kamu harus dibaptis dengan kepala menunduk!” Paul Wei menuruti perintah ilahi itu dan menerima baptisan air dengan kepala menunduk. Dengan cara ini, ia dibaptis oleh Roh Kudus sendiri. Saat ia mengangkat kepalanya dari air, ia melihat Tuhan berdiri di dalam kemuliaan di hadapannya. Paul Wei merasa seluruh jiwa dan raganya kini kudus. Setelah keluar dari air, ia pergi ke dalam hutan, dan kembali mendapatkan penglihatan Tuhan Yesus. Pada saat itulah Yesus memerintahnya untuk mengubah namanya dari Endo menjadi Paul. Yesus juga memerintahkannya untuk memperbaiki pengajaran-pengajaran denominasi lain. Sejak saat itu, Paul Wei menetapkan hati untuk mempersembahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan dan menyelesaikan tugas yang dipercayakan kepadanya.

​Pada tanggal 30 Mei 1917, Roh Kudus menyatakan doktrin-doktrin ini kepada Paul Wei:
• Baptisan Roh Kudus adalah syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.
• Baptisan air harus dilakukan dengan diselamkansepenuhnya, dengan cara yang sama seperti saat Yesus dibaptis.
• Baptisan air harus dilakukan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, dan bukan “di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.”
• Hari Sabat adalah hari ke-tujuh dalam satu minggu, yaitu hari Sabtu, bukan minggu.
• Kata berbahasa China Shangdi (bererti “kaisar syurgawi”) dan “tianzhu” (bererti tuhan atas langit) tidak boleh digunakan untuk menyebutkan Allah. Hanya Shen (“Allah”) atau Zhenshen (“Allah yang Benar”) yang boleh digunakan.

Pada tanggal 14 Jun, dia mengirimkan doktrin-doktrin di atas kepad kira-kira 48 gereja.

Di tanggal 1 July, Paul Wei mendapatkan kuasa oleh Roh Kudus di akhir puasa 39 harinya. Saat berapa di tempat terpencil, sekali lagi Tuhan Yesus muncul di depannya, kali ini bersama Musa dan Elia di sisiNya. Tanggal 2 July, Roh Kudus menyuruhnya meninggalkan Huangcun dan kembali ke Beijing melalui Nanyuan; bekerja bersama Deli Zhao untuk mengabarkan kebenaran; dan mengandalkan kuasa Tuhan Yesus untuk memperbaiki kekeliruan-kekeliruan doktrin gereja-gereja lain.

Pada tanggal 6 July, Paul Wei pergi ke Uni Iman Rasuli di Xinglonglie untuk berbicara dengan Pendeta Wendelson. Ia mendesak Wendelson untuk mendengarkan wahyu dari Roh Kudus untuk menerima baptisan air dengan kepala menunduk dan diselam sepenuhnya.

Pada tanggal 18 July, Wang Deshun, orang yang sebelumnya membawa Paul Wei ke Uni Iman Rasuli, menerima baptisan air di Sungai Dahongmen. Deshun kemudian menjadi rakan sekerja Paul Wei. Tanggal 10 August 1917, gereja telah berdiri di tiga tempat HUangcun, Nanyuan, dan Beijing.

Dari bulan August sampai September, Paul Wei melakukan banyak mujizat dengan kuasa Roh Kudus:
• Tanggal 19 August, suami dari seorang wanita tua dari Xigu, Tianjin, datang meminta tolong kerana isterinya dirasuki siluman ular selama 38 tahum. Paul Wei dan John Li pergi mengunjungi isterinya dan mengusir setan itu di dalam nama Tuhan Yesus, dan membaptis 3 anggota keluarga mereka.
• Tanggal 2 September, Paul Wei sedang berkhotbah di sebuah kuil di Weishangzhuang, saat ia bertemu dengan orang buta. Digerakkan oleh Roh Kudus, Paul Wei bertanya, “Apakah kamu percaya Yesus dapat memulihkan matamu?” Orang buta itu menjawab, “Saya percaya” Paul Wei lalu mendoakannya, menumpangkan tangan, dan mendengar Roh Kudus memberitahukannya, “ia sudah sembuh” Segera, orang buta itu sembuh dan dapat melihat.
• Di bulan September dan Oktober, Paul Wei pergi dari Beijing ke banyak kota, menyembuhkan orang-orang sakit, mengusir setan, dan mengabarkan injil ke segala tempat.
• Tanggal 5 Oktober, terdapat orang bisu dari Dazhongfuhu di Xingbujie, Beijing, yang bernama Sun Zizhen, menemui Paul Wei untuk dibaptis. Paul Wei mengusir roh bisu di dalam nama Tuhan Yesus, dan pada saat itu Sun Zizhen dibaptis, orang itu menerima Roh Kudus, berbahasa roh, dan menyanyikan nyanyian-nyanyian roh. Di hari yang sama, mereka mengabarkan mujizat itu melalui surat khabar lokal The Capital Daily. Berita itu tersebar luas untuk kemuliaan nama Tuhan. Sun Zizhen lalu memutuskan untuk melayani bersama Paul Wei.

Tanggal 11 November 1917, Paul Wei pergi ke Rongcheng untuk menjual sebagian tanahnya agar wangnya dapat digunakan untuk membangun gereja yang baru, mencetak pamphlet, dan menerbitkan buku berjudul “Kesaksian-kesaksian tentang Roh Kudus”. Di tanggal 16 November, ia menjual dua setengah hektar tanahnya seharga 46 dolar untuk membiayai pengeluaran penginjilannya. Tanggal 27 Novermber, ia menjual lagi sebidang tanahnya seharga 100 dolar untuk membiayai pengeluaran rakan-rakan sekerjanya dan biaya penerbitan buku.

Tanggal 2 Januari 1918, Paul Wei menulis sebuah surat kepada kepala Polisi, Inspektur Wu, untuk meminta izin menggunakan took Enzhenhua di Damochang menjadi Gereja Yesus Benar. Sejak saat itu, gereja secara rasmi disebut “Gereja Yesus Benar”.

Bulan Maret 1918, Wendelson menulis sebuah pemgumuman di edisi ke-18 Herald of the Gospel Truth untuk menyatakan kembalinya memegang hari Minggu sebagai hari sabat. Paul Wei merasa sedih melihat Wendelson mengalah dengan tekanan dari luar.

Paul Wei mencetak sekitar 8000 buah traktat injil dan mengirimnya ke berbagai tempat. Traktat-tarktat ini memuat kesaksian bagaimana ia telah menemukan kebenaran dan menyatakan pelayanan Gereja Yesus Benar. Saat itu, ia tidak lagi ingin meneruskan usaha teksilnya, jadi ia menjual seluruh sisa persediaan teksilnya dengan harga murah dan melunasi seluruh tagihan-tagihan usahanya. Sekarang ia siap meneruskan pekerjaan Allah.

Tanggal 1 Februari, Paul Wei menerbitkan edisi pertama News Journal of the Church Which Correts the Faith of All Nations, yang ia bagikan ke banyak tempat di China. Sebagai hasilnya, ia menerima banyak surat balasan, Ini juga membuka jalan bagi pendirian Gereja Yesus Benar di berbagai propinsi di China. Di bulan Maret 1919, ia mulai mengabarkan injik ke propinsi-propinsi di Shandong, bekerja sama erat dengan Zhang Lingsheng. Kemudian ia menerbitkan edisi kedua.

Mulai tanggal 3 Mei, diadakan KKR selama 2 hari di Xizhuangtou, di propinsi Wei, dan saat itu 21 orang dibaptis di dalam nama Tuhan Yesus. Paul Wei kembali ke Beijing di bulan July.

Di awal Oktober, Zhang Lingsheng, Liang Qinming, dan Li Xiaofeng bertemu di dalam kesempatan yang menyedihkan; Paul Wei menjelang kematiannya. Tanggal 29 Oktober, ia dalam keadaan sekarat. Zhang Lingsheng dan Liang Qinming ada di sisinya. Melalui wahyu Roh Kudus, Paul Wei menumpangkan tangan dan memberkati mereka, menugaskan mereka untuk meneruskan pekerjaannya untuk mengabarkan kebenaran. Pendeta Wendelson juga mengunjungi Paul Wei; saat ia menggenggam tangan Paul Wei, kedua orang itu menangis. Pada pukul 4 sore lewat beberapa minit, Paul Wei tertawa sambil berseru, “Lihat! Malaikat-malaikat telah datang!” Dengan kata-kata itu, ia meninggal dunia.

8.5.4 Kesimpulan

​Ini adalah ikhtisar singkat pelayanan pekerja-pekerja awal Gereja Yesus Benar. Walaupun Zhang Lingsheng, Barnabas Zhang dan Paul Wei tidak diragukan lagi adalah pekerja-pekerja yang penting, gereja tidak memandang mereka sebagai pendiri. Namun mereka adalah hamba dan pelayan Tuhan yang dipanggil untuk menjadi tangan dan kakiNya dalam membangun dasar gereja. Kita semua yang menikmati hasil jernih lelah mereka haruslah menghargai mereka dan meneruskan pekerjaan yang mereka wariskan, agar kita dapat memperlihatkan kemuliaan gereja Allah di akhir zaman.

Pertanyaan Tinjauan

1. Huraikan bukti alkitabiah mengenai turunnya hujan awal.
2. Huraikan nubuat-nubuat mengenai berhentinya pencurahan Roh Kudus.
3. Huraikan penggambaran-penggambaran berhentinya pencurahan Roh Kudus.
4. Mengapa Roh Kudus tidak lagi dicurahkan setelah masa para rasul berlalu?
5. Huraikan nubuat-nubuat mengenai pencurahan Roh Kudus hujan akhir.
6. Huraikan penggambaran-penggambaran mengenai pencurahan Roh Kudus hujan akhir.
7. Buat table waktu yang memperlihatkan urutan kejadian yang menandai berdirinya Gereja Yesus Benar.
8. Buat table waktu yang memperlihatkan urutan kejadian dalam gerakan Pentakosta sedunia.
9. Apakah misi Gereja Yesus Benar dalam hubungannya dengan gereja dan denominasi Kristian lain?

_________________________________________________________________________

1. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr. William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Tesrament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G395.
2. Ahoroni, Yohanan et al., The Macmillan Bible Atlas. Completely Revised Third Edition (New York, Toronto: Maxmillan 1993)

​​​​​

Bab 07 Janji akan Roh Kudus

7.1 Pendahuluan

​Alkitab menjelaskan janji tentang Roh Kudus secara luas melalui pesan-pesan dari nabi-nabi Allah dalam Perjanjian Lama dan Baru, dan melalui pengajaran Yesus Kristus sebelum dan sesudah penyalibanNya.

7.2 Janji Roh Kudus dalam nubuat

​Allah menjanjikan pencurahan Roh Kudus sejak zaman dahulu melalui nabi-nabiNya dan menggenapi janji itu saat waktunya tiba. Kadang-kadang kita harus bersabar untuk melihat nubuat Allah digenapi: mungkin tidak terjadi sepanjang ribuan tahun. Namun kita harus berpegang teguh pada rasa percaya bahawa seluruh nubuat Allah akan digenapi.

​Pada bagian ini kita akan melihat nubuat-nubuat yang diberitakan oleh beberapa nabi di zaman-zaman berbeda dalam sejarah Alkitab.

7.2.1 Nubuat Musa

Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir
​​​​​​​​​Ulangan. 11:14

​Allah menjanjikan hujan ke atas tanah, orang-orang pilihan; tanah yang terdiri dari bukit-bukit dan lembah, yang memerlukan pemeliharanNya dalam bentuk hujan awal dan hujan akhir. Di sini, hujan awal menunjukkan hukan musim gugur, sementara hujan akhir adalah hujan musim semi, yang datang tepat sebelum masa panen (Im. 26:4). Satu-satunya syarat untuk mendapatkan anugerah ini adalah apabila mereka memelihara hukum-hukum Allah (Ul. 11:10-11).

​Dari rujukan tentang hujan awal dan hujan akhir ini, kita mendapatkan banyak pengajaran rohani. Kekerasan dan kekeringan tanah sebelum hujan turun dapat diumpamakan seperti keadaan hati manusia. Hanya dengan pemcurahan Roh Kuduslah tanah dapat dibasahi dan digemburkan sehingga benih kebenaran dapat tumbuh dan berkembang (Yeh. 36:26-27) dan menghasilkan buah roh (Gal. 5:22-23). Hujan awal atau hujan musim gugur yang mendahului musim menabur, melambangkan pemcurahan Roh Kudus untuk mendirikan gereja masa para rasul (Kis. 2:1-4, 41). Hujan akhir atau hujan musim semi yang mendahului masa panen, melambangkan pencurahan Roh Kudus untuk mendirikan gereja benar di akhir zaman. Sekarang kita ada pada masa akhir, dan Roh Kudus sedang memeteraikan umat Allah untuk mempersiapkan kedatangan Yesus yang keduakalinya (Why. 7:2; Ef. 1:13; Mal. 4:5).

7.2.2 Nubuat Daud

Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumahNya; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenanganMu.
​​​​​​​​​Mazmur. 36:8

​Ayat ini menggambarkan sebuah perjamuan kebenaran di rumah Tuhan. Alkitab memberitahukan kita bahawa mereka yang mencari kebenaran tidak akan kelaparan (ref. Amo. 8:11; Yer. 15:16). Sungai kesenangan Allah adalah rujukan mengenai Roh Kudus. Ini adalah satu dari banyak contoh Alkitab yang menggunakan aliran air dan sungai sebagai lambang untuk menjelaskan Roh Kudus. Contohnya, Yesus memberitahukan kita bahawa Roh Kudus akan menjadi mata air yang memancar sampai ke dalam kehidupan kekal, sehingga mereka yang meminumnya tidak akan merasa haus lagi (Yoh. 4:13-14). Ia menambahkan, dari hati orang-orang percaya, Roh Kudus akan mengalir seperti mata air kehidupan yang memuaskan mereka (Yoh. 7:37-39).

​ Dalam Mazmur. 36:8, “mereka” menandakan “anak-anak manusia” yang disebutkan di ayat sebelumnya (36:7). Kerana itu turunnya Roh Kudus adalah sesuatu yang mempengaruhi seluruh umat manusia. Ini telah diteguhkan melalui pencurahan Roh kepada baik orang Yahudi mahupun bangsa-bangsa lain selama masa gereja awal, dan begitu juga, pada hari ini (ref. Kis. 11:15-18; ref. Kis. 10:34-35; Rm. 3:20).

7.2.3 Nubuat Salomo

Berpalinglah kamu kepada teguranku!
Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu
Dan memberitahukan perkataanku kepadamu.
​​​​​​​​​Amsal. 1:23

​Walaupun Raja Salomo adalah penulis Kitab Amsal, “aku” dalam nubuat ini bukan Salomo, tetapi Yesus Kristus. Ada beberapa alasan yang mendukung hal ini. Pertama, secara realistis Salomo tidak mungkin membicarakan pencurahan rohnya sendiri kepada orang lain; roh manusia tidak dapat diberikan kepada orang lain. Kedua, ayat 20 menjelaskan bahawa “aku” adalah perwujudan hikmat. Krtiha, Amsal. 8:12, 22 dan 23 juga menceritakan perwujudan hikmat sebagai Yesus Kristus. Jadi Amsal. 1:23 menggambarkan mereka yang mendengar teguran Kristus, bertobat dan menerima Roh Kudus. Dalam Perjanjian Baru, Kisah Para Rasul. 5:32 menguatkan hal ini, dengan mengajarkan kita bahawa mereka yang taat kepada Allah akan menerima Roh KudusNya.

7.2.4 Nubuat Yesaya

Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, apabila Tuhan telah membersihkan kekototan puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah,-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.
​​​​​​​​​Yesaya. 4:3-4

​Di ayat ini, “roh yang mengadili” dan “roh yang membakar” adalah sebutan Roh Kudus. “Kekotoran putri Sion” menunjukkan kecemasan-kecemasan umat Allah, dan “setiap orang di Yerusalem yang tercatat” adalah umat Allah yang layak menerima kehidupan kekal.

​Hari ini mungkin kita bertanya-tanya bagaimana gereja Allah akan dapat menjadi kumpulan yang kudus dan disucikan sepenuhnya. Namun ketika saatnya tiba, pengudusan gereja dan keselamatan bagi umat percaya akan digenapi. Ini hanya akan terjadi setelah Allah mencurahkan Roh Kudus (yaitu “roh penghakiman” dan “roh pembakaran”) untuk menggenapi pekerjaan pengudusanNya (II Tes. 2:13; ref. Yes. 1:25)

​(Untuk penjelasan lebih lanjut tentang ayat ini, silakan melihat Bab 3 yang membahas perlambangan api)

Sampai dicurahkan kepada kita Roh daro atas:
Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan,
Dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.
​​​​​​​​​Yesaya. 32:15

​Pada ayat di atas, baik “padang gurun” dan “kebun buah-buahan” mewakili hati manusia. Padang gurun adalah sebuah lading tandus yang tidak terpelihara, yang dapat disamakan seperti keadaan roh manusia yang kering. Ini berbeda dengan kebun buah-buahan yang menghasilkan dan merupakan lambang roh yang penuh kehidupan. Kenyataan bahawa padang gurun dapat menjadi kebun buah, merupakan kesaksian atas kuasa Roh Allah sebagai pemicu perubahan rohani kita. Apabila Ia masuk ke dalam hati kita, Ia mengubah hidup yang dahulu kering menjadi berkelimpahan.

Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari tetapi tidak ada,
Lidah mereka kering kehausan;
Tetapi Aku, Tuhan, akan menjawab mereka,
Dan sebagai Allah orang Isreal Aku tidak akan meninggalkan mereka.
Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul,
Dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran;
Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga
Dan memancarkan air dari tanah kering.
​​​​​​​​Yesaya. 41:17-18

​Saat musim hujan di daerah Palestina, tanah menerima banyak hujan. Namun bebatuan kapur yang menyerap air membuat air segera terserap, sehingga tanah menjadi kering di masa-masa tertentu setiap tahun. Ada beberapa bukti yang menunjukkan kadang-kadang air menjadi langka, sehingga bangsa Isreal harus membelinya dengan wang (lihat Ratapan. 5:6)1. Bagi mereka yang kehausan, air sama berharganya dengan kehidupan.

​Namun nubuat dalam ayat 17 memberitahukan kita bahawa orang miskin dan sengsara tidak akan merasa haus selamanya, kerana Allah berbelas kasihan kepada mereka. Ini mengingatkan kita kepada kata-kata Yesus, “Mintalah, maka akan diberika kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Mat. 7:7). Bila kita merasakan kehausan rohani di hati kita, rasa haus kerana tidak mempunyai Allah, kita harus mencariNya dengan tulus. Dengan begitu, Roh Kudus menjadi mata air kehidupan di dalam diri kita untuk memuaskan rasa haus.

​Dalam Yesaya. 41:18, baik “padang gurun” dan “tanah kering” mewakili hati manusia. “Sungai”, “mata air” dan “telaga” mewakili Roh Kudus. Hati manusia seringkali penuh dengan kegelisahan, kesusahan dan keputusasaan. Namun Allah berjanji bahawa Roh Kudus yang Ia curahkan akan mengubah itu semua menjadi harapan dan kehidupan.

Lihat, AKu hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara. Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihanKu.
​​​​​​​​​Yesaya. 43:19-20

​Sungai biasanya tidak ditemukan di tengah-tengah gurun pasir, namun Allah berjanji bahawa hal luar biasa ini akan terjadi. Bila kita membaca ayat ini dengan seksama, sungai ini mengalirkan air secara khusus kepada orang-orang pilihan Allah. Mereka yang bukan milik Allah tidak mendapat bagian dalam karunia ini. Begitu juga, Yesus memberitahukan murid-muridNya bahawa mereka akan menerima Roh Kudus, yang tidak dapat diterima oleh dunia (Yoh. 14:16-17)

Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh Ku ke atas keturunanmu, dan berkatKu ke atas anak cucumu.
​​​​​​​​​Yesaya. 44:3

​Ayat ini dapat dibagi menjadi dua bagian: Bagian pertama membahas anugerah Roh Kudus dari Allah kepada mereka yang merindukanNya; bagian kedua menjelaskan bagaimana Allah akan mencurahkan RohNya kepada kaum Yakub (Isreal) sehingga mereka mendapatkan berkat. Dari sini kita mengetahui, seperti halnya bangsa Isreal, selain merupakan milik Allah, kita juga harus merindukan RohNya dengan tulus.

Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang mempunyai wang, marilah! Terimalah gandum tanpa wang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!
​​​​​​​​​Yesaya. 55:1

​Karunia Allah ini besar, dan yang lebih baik lagi, karuniaNya diberikan kepada semua orang dengan Cuma-Cuma. Bila kita sungguh-sungguh haus, kita dapat datang dengan rendah hati ke hadapan Tuhan, agar Ia dapat memuaskan dahaga kita dengan air kehidupan. Dalam kitab Wahyu, kita membaca:”Roh dan pengantin perempuan itu berkata:’Marilah!’ Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata:’Marilah!’ Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mahu, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan Cuma-Cuma ” (Why. 22:17).

7.2.5 Nubuat Yehezkiel

Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, 20 supaya mereka hidup menurut segala ketetapanKu dan peraturan-peraturanKu dengan setia.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 11:19-20

​Menurut nubuatan Yehezkiel, turunnya Roh Kudus menggenapi dua hal. Pertama, Ia menyatukan umat Allah, yaitu gereja (Ef. 4:3). Di mata Allah, kesatuan umatNya sangat penting (Yos. 7:1-26; Yoh. 10:16). Kedua, Roh menguatkan umat Allah dengan roh yang lembut dan taat, sehingga mereka dapat menaati hukum dan peraturan Allah, dan mendapatkan sukacita dan berkat-berkatNya.

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 RohKu akan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 27 Roh Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 36:26-27​

​Ayat ini serupa dengan ayat terakhir: Yehezkiel menyebutkan “roh yang baru” dan “RohKu” untuk menunjukkan Roh Allah.

Aku akan memberikan RohKu ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 37:14

​Yehezkiel. 37:1-4 menjelaskan bagaimana Yehezkiel melihat sebuah penglihatan tulang-tulang kering di sebuah lembah. Bila kita membaca dari ayat. 11 dan seterusnya, kita mengetahui bahawa tulang-tulang ini melambangkan bangsa Isreal. Kerana itu penglihatan Yehezkiel adalah sebuah nubuat yang menggambarkan keselamatan bangsa Isreal, sebuah kebenaran rohani yang kemudian juga dinyatakan kepada Rasul Paulus (Rm. 11:25-27)

​Sepanjang sejarah Isreal, mereka seringkali mengeraskan hati terhadap kehendak Allah. Di Perjanjian Baru, kekerasan hati ini Nampak dalam penolakan terhadap Yesus Kristus sebagai Juruselamat sehingga Ia disalibkan (Kis. 2:22-24; 3:13-15). Mereka juga menolak injil para rasul, sehingga injil itu diberikan kepada bangsa-bangsa lain (Kis. 13:46; 28:16-29). Namun Allah setia dan tetap teguh, Ia tidak melupakan janjiNya kepada Abraham. Setelah “jumlah bangsa-bangsa lain” genap, Ia akan menyelamatkan Isreal, memulihkan mereka secara rohani dan memberikan kehidupan yang baru kepada mereka (Rm. 11:25-27).

“Aku tidak lagi menyembunyikan wajahKu terhadap mereka, kalau Aku mencurahkan RohKu ke atas kaum Isreal”, demikianlah firman Tuhan Allah.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 39:29

​Dari fasal. 39 ayat 28 dan seterusnya, Nubuat Yehezkiel menceritakan pencurahan Roh Kudus yang harus dimengerti dalam konteks janji pemulihan Allah atas bangsa Isreal. Janji ini nampaknya menunjukkan pemcurahan Roh Kudus di masa hujan akhir (musim semi), bukan hujan awal (musim gugur). Gereja Benar Allah, umat pilihanNya, sudah berdiri oleh kerana hujan akhir (musim semi). Oleh kerana itu, kita semua yang ada di gereja benar hari ini harus mempunyai rasa tanggungjawab untuk mengabarkan injil kepada bangsa Isreal. Penglihatan tulang-tulang dari Yehezkiel (Yeh. 37:1-4) dan nubuat Paulus tentang pemulihan bangsa Isreal (Rm. 11:25-27) akan digenapi pada waktunya. Dan bila waktunya tiba, akan ada pencurahan Roh Allah yang berkelimpahan.

7.2.6 Nubuat Hosea

Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenali Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.
​​​​​​​​​Hosea. 6:3

​Sebelum fajar tiba, kegelapan malam meliputi bumi seperti kain kafan. Saat sinar matahari akhirnya menembus kegelapan itu, Nampak seakan-akan terang membangunkan dunia. Mnegingat terang melambangkan Roh Kudus, apabila kita mencari Allah dengan sepenuh hati, RohNya akan masuk ke dalam diri kita untuk membangunkan hati kita dan mengusir kegelapan.

​Untuk menerima panen yang baik, lading-ladang di daerah Palestina membutuhkan pencurahan hujam musim semi yang berlimpah. Di Alkitab, “curahan” dan “hujan musim semi” melambangkan Roh Kudus dan menyebutkan pencurahan karuniaNya. Hujan musim semi melambangkan pencurahan Roh Kudus di masa akhir, saat Allah akan mencurahkan RohNya kepada umatNya, agar mereka dapat menghasilkan buah rohani.

7.2.7 Nubuat Yoel

Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah kerana Tuhan Allahmu! Sebab telah diberikanNya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkanNya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.
​​​​​​​​​Yoel. 2:23

​“Bani Sion” dalam Yoel. 2:23 menunjukkan umat pilihan Allah dalam Perjanjian Lama mahupun Perjanjian Baru. Yoel mendorong umat Allah untuk bertobat sehingga Allah dapat memberikan hujan kepada mereka. Isreal telah berbuat berdosa dan mengakibatkan kekeringan di seluruh Palestina; namun Yoel menubuatkan bahawa Allah akan mengirimkan hujan sekali lagi, sebagai bukti pengampunanNya.

​Berbincara secara alkitabiah, kekeringan jasmani melambangkan kekeringan rohani bangsa Isreal, saat Roh Allah tidak lagi turun. Kekeringan rohani bererti terputus dari karunia Allah, akibat dari ketidaktaatan dan pemberontakan manusia. Sejarah menunjukkan bahawa Roh Kudus meninggalkan gereja setelah masa para rasul berlalu, kerana kebenaran injil dinodai oleh tradisi manusia, penyembahan berhala, dan politik (ref. Mat. 13:33). Perginya Roh Kudus terlihat dengan tidak adanya berbahasa roh di gereja, yang merupakan bukti berdiamnya Roh Kudus (ref. Kis. 2:4; 10:45; 11:15; 15:8; 19:2, 6; I Kor. 14:21)

​Namun nubuat Yoel memberikan harapan kepada kita bahawa Allah tidak akan murka untuk selamanya. Ia menunjukkan bahawa Roh Kudus yang Ia janjikan, akan sekali lagi dicurahkan dengan berkelimpahan kepada umat pilihanNya. Seperti kedatangan hujan menunjukkan berlalunya murka Allah, begitu juga pencurahan Roh Allah, setelah masa kekeringan yang berkepanjangan, menunjukkan sebuah masa penuh karunia dan sukacita.

Kemudian daripada itu akan terjadi, bahawa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu.
​​​​​​​​​Yoel. 2:28-29

​Bagian pada nubuat Yoel itu menjelaskan pencurahan Roh Kudus yang dijanjikan. Nubuat inilah yang dimaksud Petrus dalam khotbahnya pada hari Pentakosta, segera setelah Roh Kudus dicurahkan ke atas gereja Allah (Kis. 2:16-21; ref. Yoel. 2:28-32).

​Ada dua hal penting yang perlu kita cermati. Pertama, Roh Allah dicurahkan ke atas seluruh umat manusia. Allah tidak membatasi siapa saja yang dapat menerima Roh Kudus, tidak memandang suku bangsa, jenis kelamin, umur, atau strata sosial. Syarat satu-satunya adalah menerima kebenaran dan memohon Roh Kudus. Kedua, nubuat, mimpi dan penglihatan adalah beberapa cara Allah memperlihatkan diriNya kepada manusia. Mereka yang menerima Roh Kudus dapat menerima pernyataan-pernyataan yang indah ini.

7.2.8 Nubuat Zakharia

Inilah firman Tuhan kepada Zerubabel bunyinya :”Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan RohKu, “ firman Tuhan semesta alam.
​​​​​​​​​Zakharia. 4:6

​Zerubabel adalah anak Sealtiel, bupati Yehuda (Hag. 1:1). Ia hidup di masa pemerintahan Raja Koresh dari Persia tahun 536 sebelum Masehi. Menggenapi nubuat-nubuat pembangunan kembali Bait Allah yang dahulu didirikan Raja Salomo (Yes. 44:28; Ez. 1:1-6), Zerubabel mendapatkan ijin Raja Koresh untuk memimpin 50,000 orang kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali Bait itu (Ez. 2:2; 64-65). Namun kerana menghadapi penolakan dan tentangan dari musuh-musuh bangsa Yehuda di masa pemerintahan Raja Ahasyweros (Artahsasta I) dari Persia, sampai-sampai mereka mengirimkan surat tuduhan kepada raja, pekerjaan pembangunan ini terhenti. Orang-orang Yahudi menjadi tawar hati (Ez. 4:4-5, 7, 23), namun Nabi Zakharia berbicara dengan penuh kuasa kepada mereka dan mengobarkan kembali semangat mereka untuk melanjutkan pembangunan (Ez. 5:1-2)

​Zakharia. 4:6 mengajarkan kita untuk bersandar kepada kuasa Roh Kudus. Umat Allah bersandar pada Roh Kudus untuk menghadapi gangguan saat membangun kembali Bait Allah. Demikian juga pada hari ini kita haris bersandar kepadaNya untuk menghadapi hambatan apa pun dalam hidup kita. Usaha manusia, talenta, dan kerja keras tidak selalu membawa keberhasilan. Kita juga membutuhkan Roh Allah.

​Bait Allah di masa Perjanjian Lama menggambarkan gereja di masa Perjanjian Baru. Kehancuran Bait Allah yang didirikan Salomo menggambarkan gugurnya gereja masa awal yang telah didirikan oleh Roh Kudus masa hujan awal (musim gugur).

​Zerubabel bersandar pada kuasa Roh Kudus untuk menghadapi penolakan dan tentangan dalam membangun kembali Bait Allah. Hari ini, Roh Kudus mempunyai peran penting yang sama dalam menolong gereja benar untuk dapat menang menghadapi hambatan-hambatan yang mungkin menghalangi mereka mewujudkan iman, kebenaran dan kuasa yang ada dalam gereja para rasul.

Melainkan Aku akan menabur damai sejahtera. Maka pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya dan langit akan memberi air embunnya. Aku akan memberi semuanya itu kepada sisa-sisa bangsa ini sebagai miliknya.
​​​​​​​​​Zakharia. 8:12

​Embun adalah symbol Alkitab melambangkan Roh Kudus. Saat Roh turun ke atas padang gurun yang melambangkan hati manusia, Ia akan mengubahnya menjadi lading yang subur. Penggambaran ini menjelaskan pembaruan kehidupan yang akan diperoleh umat percaya di dalam Tuhan. Secara nubuat, “sisa dari umat ini” menjelaskan umat Allah yang akan tersisa setelah masa penganiayaan besar: mereka yang akan mempunyai bagian dalam keselamatanNya di masa-masa terakhir (Rm. 9:27, 29; 11:5, 25-27).

​Zakharia. 8:12 menubuatkan Roh Kudus masa hujan akhir, yaitu ketika gereja benar yang didirikan oleh Roh Kudus, akan menyatakan kebenaran Kristus kepada umat pilihan Allah, yaitu bangsa Isreal Allah tidak akan melupakan mereka, dan mereka juga akan menikmati berkat-berkat dari janjiNya dalam Kristus.

Mintalah hujan dari Tuhan pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
​​​​​​​​​Zakharia. 10:1

​Hujan turun di musimnya, yang akan datang pada waktunya. Zakharia berkata, ketika hujan akhir tiba, Ia kan datang dengan kekuatan, dengan “awan-awan pembawa hujan deras” yang akan mengakibatkan “hujan lebat”. Nubuat ini menunjukkan bahawa ketika hujan ini tiba, mereka yang meminta kepada Allah dengan tulus akan menerima kepenuhan Roh Kudus.

Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh pemohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.
​​​​​​​​​Zakharia. 12:10

​Di ayat ini, Zakharia menubuatkan tentang Roh Kudus dan Yesus Kristus. Istilah “Roh pengasihan dan Roh permohonan” menunjukkan dua sifat Roh Kudus. Walaupun bangsa Isreal terus-menerus memberontak melawan Allah dan menolak Yesus sebagai Kristus, Allah tetap menjanjikan turunnya Roh Kudus kepada mereka suatu hari nanti. Dari nubuat Zakharia, kita mengetahui bahawa ketika waktunya tiba, bangsa Isreal akan mengetahui bahawa mereka harus menaruh harapan mereka kepada Juruselamat, yang telah mereka salibkan, dan mereka akan meratapi dosa-dosa mereka.

7.2.9 Nubuat Maleakhi

Sesungguhnya Aku akan mengutus Nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
​​​​​​​​​Maleakhi. 4:5-6

Nubuat ini menunjukkan turunnya Roh Kudus di akhir zaman, di masa hujan akhir, dan memberikan tiga pengajaran penting:

Pertama, kita membaca tentang “hari Tuhan yang besar dan dahsyat”, yang merupakan akhir zaman. Di hari itu, Allah akan menghancurkan dunia dengan api, kerana murkaNya dan penghakiman atas dosa-dosa dunia (Ze. 1:18; II Ptr. 3:10-12). Alkitab berulangkali menyatakan bahawa akhir zaman akan menjadi hari yang besar dan mengerikan (Yes. 13:6-16; Yoel. 2:31; Ze. 1:14-17; Why. 6:12-17). Yesus berkata, akhir zaman akan terlihat seperti ketika Lot melarikan diri dari kota Sodom yang dibakar dengan api belerang. Akhir zaman akan sampai pada kita dengan tiba-tiba dan tak terduga. Kerana itu kita tidak boleh terkecoh dengan rasa aman yang keliru, mengira dunia ini tidak akan berakhir. (Luk. 17:28-30).

Kedua, sebelum hari Tuhan yang besar dan mengerikan, Allah akan mengutus Nabi Elia ke dunia untuk memenuhi tugas keselamatanNya. Kedatangan Elia menggambarkan pekerjaan dua nabi di dua masa:
1) Masa pertama ditandai dengan pernyataan injil keselamatan. Tuhan Yesus memulai pelayanaNya di bumi dengan menyatakan, “Waktunya telah genap; kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” (Mrk. 1:14-15). Ia menyebutkan Yohanes Pembaptis sebagai “Elia yang akan datang” (Mat. 11:14; 17:10-13). Munculnya Yohanes Pembaptis memenuhi nubuat Yesaya, yang menyebutkan bahawa seseorang akan datang untuk menyiapkan jalan Tuhan (Yes. 4:3; Mat. 3:3). Tentu saja Yohanes Pembaptis bukanlah Nabi Yesaya bereinkarnasi; dan begitu juga, nubuat Maleakhi hanya berbicara secara kiasan. Yohanes Pembaptis dijelaskan dengan cara ini kerana ia mempunyai roh dan kuasa Elia (Luk. 1:17). Pekerjaan Yohanes, seperti Elia, adalah untuk mengajak orang-orang kembali kepada Allah. Yohanes menyatakan keselamatan Allah dan mendesak orang-orang untuk bertobat, dan dengan begitu memenuhi tugasnya sebagai pembuka jalan bagi Kristus (Mat. 3:3).
2) Masa kedua menandai terpenuhinya rencana keselamatan Allah. Bila kita mengingat kembali, Elia adalah nabi yang berdoa memohon hujan setelah masa kekeringan sepanjang tiga setengah tahun (Yak. 5:17-18). Perananya akan dibutuhkan kembali pada pendirian gereja akhir zaman, di tengah-tengah kekeringan rohani di seluruh dunia. Ini adalah masa hujan akhir, dan gereja benar Allah mengemban pekerjaan Nabi Elia,, bertindak sebagai pembuka jalan bagi Tuhan sebelum kedatanganNya kedua kali. Tugas gereja benar adalah menuntun orang kembali kepada Allah dan dengan demikian, menggenapi rencana keselamatanNya (Why. 7:1-3; 21:2)

Ketiga, nubuat Maleakhi membicarakan hubungan bapa-anak. “Bapa” melambangkan Allah (Ef. 4:6) dan “anak-anak” melambangkan umat manusia. Kata-kata nubuatnya mempunyai penjelasan terselubung mengenai kutukan yang menimpa numi sebagai akibat dosa Adam. Saat orang tua pertama kita, Adam dan Hawa, memberontak melawan Allah, Allah mengutuk tanah dan mengisir mereka dari Taman Eden (Kej. 3:17; 22-24). Sebagai akibatnya, kehidupan dan Roh Allah meninggalkan umat manusia. Barulah setelah Yesus Kristus mati bagi kita, kita didamaikan kembali dengan Allah (Kol. 1:20-22; Ef. 2:20-22).

Dosa mengasingkan manusia dari Allah, dan gereja tidak terkecuali. Maka patut diulangi, kemunduran gereja mula-mula merusak hubungan harmonis antara Allah dengan umatNya, sehingga terjadi kekeringan rohani. Tanpa kebenaran, Roh Kudus, yang adalah Roh Kebenaran, tidak dapat tinggal.

Nabi Elia menandakan munculnya gereja benar di akhir zaman. Gereja Benar, yang memberi kesaksian kebenaran dalam roh dan firman, dapat memulihkan dan menyembuhkan hubungan antara Allah dengan manusia, mencondongkan hati Bapa kepada anak-anakNya, dan hati anak-anak kepada Bapa mereka. Gereja benar mempunyai roh dan kuasa Elia; mempunyai keberanian untuk berperang melawan yang jahat, dan mempunyai kuasa untuk mengalahkan nabi-nabi palsu (I Raj. 18:19-40; ref. Gal. 1:7-9; Yud. 3). Melalui Roh Kudus, gereja Allah dapat mengubah hati yang penuh dosa sehingga orang dapat sungguh-sungguh memegang dan tunduk pada hukum dan ketentuan Allah (Yeh. 36:26-27).

7.2.10 Nubuat Yohanes Pembaptis

Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian daripadaku lebih berkuasa daripadaku dan aku tidak layak melepaskan kasutNya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
​​​​​​​​​Matius. 3:11

​Sepanjang pelayanan Yohanes Pembaptis, ada banyak orang Yahudi menyangka Ia adalah Kristus. Namun ia selalu menyangka hal ini, menjelaskan bahawa ia diutus hanya untuk menyiapkan jalan bagi Kristus (Yoh. 1:19-20; 3:28). Ia juga mengatakan, walaupun ia membaptis orang-orang dengan baptisan pertobatan (Kis. 19:3-4),namun Ia yang datang setelah dirinya akan membaptis dengan Roh Kudus (Mat. 3:11). Dari sini kita mengetahui bahawa rencana Allah adalah mengutus dahulu Yesus Kristus ke dunia, sebelum mencurahkan Roh KudusNya.

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya:”Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasNya. Dan akupun tdak mengenalNya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu tueun ke atas seseorang dan tinggal di atasNya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.”
​​​​​​​​​Yohanes. 1:32-33

​Awalnya, Yohanes Pembaptis tidak mengetahui bahawa Yesus adalah Kristus. Namun Bapa Syurgawi menyatakan jati diri Yesus kepadanya melalui penglihatan Roh Kudus turun kepada Yesus seperti seekor burung merpati. Barulah kemudian Yohanes mengetahui bahawa Yesuslah yang akan membaptis umat Allah dengan Roh Kudus (Mat. 3:16). Kejadian ini memenuhi nubuat-nubuat Yesaya mengenal kedatangan Mesias; Yesus sungguh adalah Yang Diurapi oleh Allah (Yes. 11:1-2; 42:1; 61:11)

​Yohanes Pembaptis adalah nabi terakhir dalam Perjanjian Baru kerana dengan kedatangan Yesus, dibuat perjanjian yang baru antara Allah dan umatNya (Mat. 11:3, 13). Nubuat-nubuat Perjanjian Lama mengenai Roh Kudus akan mempunyai erti penting yang baru melalui pekerjaan dan pelayanan Tuhan Yesus Kristus.

7.3 Janji-janji dari Tuhan Yesus

​Allah tidak hanya menyampaikan janji pencurahan Roh Kudus melalui nabi-nabi di masa kuno saja, namun Ia juga datang ke dunia sebagai Yesus Kristus (ref. Ibr. 1:1) untuk menyatakan injil keselamatan dan secara langsung menjanjikan Roh Kudus. Ada banyak ayat di dalam Alkitab yang mencatat janji Yesus mengenai Roh Kudus. Di bagian ini, ayat-ayat dibagi menjadi dua kategori: janji yang disampaikan di masa sebelum ia disalibkan, dan janji yang disampaikan setelah Ia disalibkan.

7.3.1 Janji-janji yang disampaikan sebelum Yesus disalibkan

Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di syurga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya.
​​​​​​​​​Lukas. 11:13

​Untuk mendorong kita tetap tekun saat memohon Roh Kudus, Yesus menyampaikan dua perumpamaan yang dicatat di dalam Kitab Lukas (Luk. 11:5-12). Di perumpamaan pertama, seseorang meminta roti dari temannya di tengah malam. Temannya sudah lama tertidur, begitu juga anak-anaknya (ayat. 5-8). Kerana ketekunan orang itu yang tak padam-padam, temannya mengalah dan memberikannya roti sebanyak yang ia butuhkan. Perumpamaan kedua membandingkan naluri bapa syurgawi yang memberikan hal-hal yang baik kepada anak-anaknya, dengan kerelaan Bapa Syurgawi yang lebih besar untuk memberikan Roh Kudus (ayat. 11-12). Setelah Yesus menyampaikan dua perumpamaan ini, Ia menutupnya dengan menyampaikan bahawa semua doa-doa yang tulus dan tekun untuk memohon Roh Kudus akan dijawab pada waktunya, kerana Allah telah menjanjikannya (ayat. 13). Jadi Allah tidak hanya sahabat terdekat kita (Ams. 18:24; Yoh. 15:15), Ia juga adalah Bapa Syurgawi kita, yang mencintai kita dengan sangat, dan tidak akan menahan hal-hal yang baik dari kita (Ef. 4:6; I Yoh. 4:8; Mzm. 103:13).

Apabila orang menghadapi kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakana untuk membela dirimu. Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakana.
​​​​​​​​​Lukas. 12:11-12

​Yesus menubuatkan bahawa murid-muridNya nanti akan dibawa ke hadapan rumah-rumah ibadah dan penguasa-penguasa untuk dihakimi, namun Ia menghibur mereka dengan mengatakan bahawa mereka tidak perlu kuatir dengan apa yang mereka ucapkan, kerana Roh Kudus sendiri yang akan mengajarkan mereka. Dari kata-kata ini, kita mengetahui bahawa Roh Kudus, yang adalah Penolong yang setia, akan menengahi bagi kita. Di tulisan Yunani Perjanjian Baru yang asli, Roh Kudus adalah parakletos, yaitu, seorang penasihat yang kuat dan pembela umat percaya. Yesus menjanjikan bahawa Roh Kudus akan menasihati dan membela kita.

Jawab Yesus kepadanya:”Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup”.
​​​​​​​​​Yohanes. 4:10

​Ayat ini mencatat sebuah percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria. Ia bercerita tentang “karunia Allah” kepadanya, yaitu Roh Kudus (I Kor. 6:19; Kis. 10:44-45; 11:15-17). Ucapan Yesus “Engkau telah meminta kepadaNya (Yesus), dan Dia telah memberikan kepadamu air hidup”, menunjukkan betapa pentingnya memohon Roh Kudus dengan sungguh-sungguh. Yesus menyebutkan Roh Kudus sebagai “air hidup” dan “mata air” untuk menjelaskan kemampuanNya melegakan rasa haus rohani.

​Banyak orang di masa pelayanan Yesus tidak mahu mendekatiNya kerana mereka tidak menyedari bahawa Ia adalah Kristus, Juruselamat umatNya. Bila perempuan Samaria menyedari siapakah Yesus tentu sejak awal ia bersikap jauh berbeda. Namun Yesus tahu persis apa yang ia perlukan dan dengan senang hati membuka hatinya memperlihatkan rasa haus rohaninya dan menasihatinya di manakah ia dapat memperoleh air hidup. Tindakan Yesus menunjukkan kasihNya kepada umat manusia: Ia ingin melegakan hati kita dan mencurahkan karuniaNya di dalam hidup kita.

Jawab Yesus kepadanya:”Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
​​​​​​​​​Yohanes. 4:13-14

​Di sini Yesus berbicara tentang air hidup, yang mempunyai sifat yang berbeda dengan air yang ditimba perempuan Samaria. Ia berkata bahawa mereka yang minum dari sumur itu akan haus kembali, tetapi mereka yang minum air hidupNya tidak akan merasa haus lagi. Air yang Ia sediakan akan menjadi sebuah mata air, yang mengalir menuju kehidupan kekal. Firman Yesus ini memberikan pengajaran rohani yang penting: segala sesuatu di dunia ini, seperti kekayaan, status, dan ketenaran akan berlalu (I Ptr. 1:24), dan mereka hanya dapat memuaskan diri kita sementara saja. Seperti minum dari mata air buatan manusia, air hanya dapat memuaskan dahaga kita sebentar saja. Berbeda dengan Roh Kudus pemberian Yesus yang tidak terbatas: Ia dapat memuaskan dahaga rohani kita pada tingkatan yang lebih dalam,yaitu menuju kehidupan kekal. (Yes. 49:10; Yoh. 6:35; Why. 7:16; ref. Yes. 58:11)

​Pada awalnya pandangan perempuan Samaria ini terbatas oleh pengertiannya yang bersifat fisik. Ia terheran-heran dengan air seperti apa yang dapat memuaskan dahaganya seperti yang dijelaskan Yesus. Namun Yesus membuatnya melihat bahawa apa yang Ia tawarkan dapat memuaskan dahaga rohanunya; dan begitu ia mengerti hal ini, ia meninggalkan buyung airnya dan mengikuti Yesus (Yoh. 4:28)

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru:”Barangsiapa haus,baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, kerana Yesus belum dimuliakan.
​​​​​​​​​Yohanes. 7:37-39

​Pada ayat di atas dari Kitab Yohanes, “hari terakhir, yaitu puncak perayaan itu”, kemungkinan besar menunjukkan hari setelah hari ketujuh Hari Raya Pondok Daun, yang merupakan upacara terakhir orang Yahudi sebelum pulang kembali ke Yerusalem (Im. 23:33-39). Hari ke-delapan ini adalah Sabat yang kudus, hari pertemuan kudus dan tidak boleh ada pekerjaan yang dilakukan. Ketika Yesus:”berdiri dan berseru”, memperlihatkan usahaNya untuk menyadarkan: Ia didorong oleh Roh untuk menyerukan kebenaran. Saat Ia menyatakan “Seperti yang dikatakan kitab suci…,” Ia tidak mengutip ayat-ayat tertentu, tetapi merujuk pada pesan keseluruhan dalam Perjanjian Lama (Yes. 12:3; 44:3; 55:1; Yeh. 47:9; Zak. 14:8; ref. Why. 7:17; 22:1, 7).

​Setiap tahun hari raya Pondok Daun diadakan pada hari ke-15 bulan ke-7, dan merupakan hari raya yang diadakan untuk mengenang kehidupan nenek moyang bangsa Isreal di padang gurun (Im. 23:41-43). Selama hari raya, pada siang hari para iman akan membawa sebuah kandil dari emas yang berisi dua setengah liter air ke Kolam Siloam, dengan diikuti orang-orang dan kelompok musik Sembari berjalan mereka bernyanyi:”Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan” (Yes. 12:3). Sembari bernyanyi mereka akan mengambir air dan membawanya ke bait Allah untuk dipercikkan ke sisi barat mezbah.

​Mereka melakukan hal ini dengan menuangkan air dari kandil emas ke dalam sebuah baskom perak yang penuh dengan lubang. Orang-orang akan berkumpul, bersukacita dan bersyukur saat mengingat air yang disediakan Allah kepada nenek moyang mereka di Rafidim, saat air mengalir keluar dari sebuah batu (Kel. 17:1-6; Mzm. 78:15-16). Saat mereka merenungkan kejadian ini, kita dapat membayangkan bahawa mereka telah mendengar dalam hati mereka, seruan-seruan sukacita nenek moyang mereka saat mereka menyaksikan penyediaan air kehidupan yang sangat ajaib dari Allah.

​Oleh Wahyu dari Roh Kudus, Paulus menjelaskan bahawa batu melambangkan Kristus; dan sumber air hidup yang keluar dari batu menunjukkan Roh Kudus (I Kor. 10:4). Hari ini kita harus minum dari Roh yang sama, kerana kita adalah satu tubuh dalam Kristus. Yesus berseru-seru di hari terakhir pada hari raya itu untuk mengajarkan kebenaran yang penting ini: bila kita haus, kita harus mendekat kepadaNya untuk mendapatkan air kehidupan. Air kehidupan ini adalah kehidupan dan berkat kita (Why. 22:1)

​“Haus” dalam Yohanes. 7:37-39 bukanlah haus secara jasmani tetapi haus rohani (Amos. 8:11). Yesus menawarkan solusinya dengan berkata,”Biarkan dia datang kepadaKu dan minum,” kerana Ia sendiri adalah mata air kehidupan bagi kita. Mereka yang haus rohani dapat datang kepadaNya, dan Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang akan melegakan mereka dari rasa haus.

​Kelimat yang mengandung syarat “Barangsiapa haus” menunjukkan bahawa mungkin ada orang yang tidak merasa haus. Ini mengingatkan kita pada Gereja Laodikia yang disebutkan dalam Kitab Wahyu, yang merasa puas secara rohani (Why. 3:17). Semakin lama ada banyak orang Kristian pada hari ini yang sebenarnya haus rohani, tetapi tidak menyedarinya, atau tidak melakukan apa-apa untuk melegakannya.

​Yohanes. 7:37-39 menjelaskan sebuah kebenaran penting mengenai waktu turunnya Roh Kudus. Ayat-ayat ini menyatakan bahawa Roh Kudus belum diturunkan kerana “Yesus belum dimuliakan”. Di sini kemuliaan Yesus adalah kematian, kebangkitan dan kenaikanNya (Yoh. 12:16, 23; 13:32; 17:1). Kerana itu, hanya apabila semua hal ini digenapi, barulah pencurahan Roh Kudus dimulai (Kis. 2:1-4, 33). Jadi Yohanes. 7:37-39 sungguh adalah janji kedatangan Roh Kudus.

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenai Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.
​​​​​​​​​Yohanes. 14:16-18

​Kata “Penolong” adalah salah satu sebutan Roh Kudus (lihat Yoh. 14-16) dan menggambarkan peranNya sebagai guru, penolong, pemberi kekuatan, penghibur, dan pembela untuk kita (lihat Bab 2 untuk petunjuk lebih lanjut). Yesus mengatakan kepada murid-muridNya, “Dia (Allah) akan memberi kamu Penolong yang lain”, yang menunjukkan bahawa Yesus sendiri adalah seorang penolong. I Yohanes. 2:1 menggunakan istilah yang sama saat menjelaskan Yesus sebagai “Pembela”. Yesus adalah seorang penolong di masaNya di bumi, begitu juga Roh Kudus, yang akan melanjutkan pelayananNya. Yesus menghibur murid-muridNya dengan berkata kepada mereka bahawa Roh Kudus akan menyertai mereka selama-lamanya. Walaupun secara jasmani Ia harus meninggalkan mereka, Roh Kudus tidak akan meninggalkan mereka.

​“Roh Kebenaran” adalah sebutan lain dari Roh Kudus, menunjukkan sebuah sifat penting Roh Allah (I Yoh. 5:7; Yoh. 1:14). Ia memberikan kesaksian kebenaran (Yoh. 15:26; 14:6) dan membimbing kita untuk mengerti kebenaran (Yoh. 16:13)

​“Dunia” pada Yohanes. 14:17 tidak menunjukkan semua orang di dunia, tetapi hanya mewakili mereka yang tidak mahu percaya. Orang yang tidak percaya tidak dapat menerima Roh Kudus, kerana mereka tidak dapat menjadi Anak Allah dan dilahirkan kembali dalam Roh (Yoh. 1:12)

​Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Kerana Dia (Roh Kudus) tinggal bersama kamu, dan akan ada di dalam kamu” (Yoh. 14:17-18). Di sini, ada 2 hal khusus yang penting: Pertama, kepada murid-murid Ia berkata,”Aku datang kembali kepadamu” tidak dapat dicampuradukan dengan kedatanganNya yang kedua. (Mat. 28:20; Yoh. 14:20-21, 23). Kedua, dari dua pernyataanNya kita mengetahui bahawa Roh Kudus adalah Roh Kristus. Yesus mengatakan hal-hal ini saat Ia masih hidup dan berada di tengah-tengah murid-muridNya secara jasmani; namun Ia menjelaskan kepada mereka, bahawa setelah kenaikanNya, Ia akan datang dan tinggal bersama mereka dalam Roh. Apabila mereka mengerti firmanNya sepenuhnya pada saat itu, sudahlah pasti mereka akan sangat terhibur.

​Jadi Yesus mengatakan terlebih dahulu kepada murid-muridNya bahawa untuk sementara waktu Ia akan meninggalkan mereka (Yoh. 13:31-33; 16:16). Ia menjelaskan bahawa Ia akan mempersiapkan sebuah tempat bagi mereka, dan akan datang kembali untuk membawa mereka ke tempat Ia akan pergi (Yoh. 14:1-3). Walau demikian, murid-muridNya masih bersedih. Mungkin mereka merasa cemas akan seperti apa hidup mereka tanpa Tuhan, kerana Yesus telah menghabiskan begitu banyak waktu bersama mereka bertahun-tahun. Mungkin mereka kuatir, siapa yang akan mengajar kami? Siapa yang akan menuntun kami? Siapa yang akan menguatkan kami saat kami lemah? Yesus memahami rasa takut mereka dan berjanji tidak akan meninggalkan mereka seperti anak yatim: Ia akan mengutus seorang penolong yang akan tinggal bersama dengan mereka, yang akan melanjutkan pekerjaanNya.

Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.​
​​​​​​​​​​Yohanes. 14:26

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
​​​​​​​​​​Yohanes. 16:13

​Yesus berkata kepada murid-muridNya bahawa Roh Kudus akan membuat mereka dapat mengingat ajaran-ajaranNya (Yoh. 14:26). Dari kata-kataNya ini, kita mendapatkan beberapa pengetahuan:
• Walaupun Yesus mengajarkan banyak hal kepada murid-muridNya semasa di bumi, mereka tidak mengingat apa-apa. Namun Yesus berkata bahawa apabila Roh Kudus telah datang, Ia akan memberi mereka kemampuan untuk mengingat segala pengajaranNya sehingga mereka dapat menggunakannya untuk bersaksi bagi Dia.
• Pengajaran-pengajaran Yesus mengandung banyak pengertian rohani yang tidak selalu dapat difahami murid-muridNya pada saat mereka mendengarnya (Yoh. 16:12). Namun setelah menerima Roh Kudus, mereka akan mengingat pengajaran-pengajaran itu, dan begitu juga makna rohaninya.
• Yesus kadang-kadang menubuatkan masa depan, yang sekali lagi, tidak dapat selalu difahami murid-muridNya. Namun Roh Kudus akan mengingatkan kata-kataNya dan ertinya begitu nubuat-nubuat itu digenapi (Luk. 24:6-9; Yoh. 2:19-22)
Sudahlah jelas, Roh Kudus adalah pembimbing pribadi orang percaya kepada kebenaran. Tuhan Yesus mengajarkan kita bahawa firmanNya adalah roh dan hidup (Yoh. 6:63). Nabi Yesaya menjelaskan Firman Tuhan sebagai kata-kata di dalam sebuah kitab yang dimeteraikan (Yes. 29:11). Dan Penatua Yohanes berkata, “Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kami terima daripadaNya. Kerana itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapanNya mengajar kamu tentang segala sesuatu- dan pengajaranNya itu benar, tidak dusta- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia” (I Yoh. 2:27). Semua firman ini menunjukkan bahawa pekerjaan Roh Kudus adalah untuk mengajar dan membukakan Firman Allah; tanpa Roh Kudus, tidak ada yang dapat memahami hikmat Allah (I Kor. 2:10-11)

Roh Kudus menyatakan banyak kebenaran rohani. Contohnya, dalam surat-surat para rasul, ada banyak catatan nubuat Yesus mengenai hal-hal di masa depan, yaitu nubuat-nubuat yang menurut catatan Alkitab, tidak pernah diungkapkan maksudnya kepada murid-muridNya saat Ia masih bersama dengan mereka di bumi. Jadi, bagaimana para murid dapat mengerti erti nubuat-nubuat ini? Kita hanya dapat menyimpulkan bahawa mereka dapat melakukannya, kerana Roh Allah mengajarkan dan menyatakan erti nubuat-nubuat itu kepada mereka, setelah mereka menerima baptisan Roh Kudus.

Contohnya, kepada para rasul Roh Kudus menyatakan bahawa :
• Bangsa-bangsa lain akan menjadi pewaris janji keselamatan seperti mereka (Ef. 3:3-6; Rm. 9:24-26)
• Ketika kepenuhan bangsa-bangsa lain tercapai, yaitu saat gereja dari pemberontakan dan penyesatan dari dalam gereja sendiri. Orang-orang tidak tunduk hukum, anak-anak durhaka akan muncul (II Tes. 2:3-4; II Tm. 3:1-5). Sebagian orang percaya akan meninggalkan iman mereka dan mengikuti ajaran-ajaran sesat dan ajaran setan-setan, seperti melarang pernikahan dan tidak makan makanan-makanan yang diijinkan Allah (I Tim. 4:1-3; II Ptr. 2:1)
• Saat Kristus datang kembali, sebagian orang percaya tidak mengalami kematian jasmani; mereka dengan segera diubah ke dalam bentuk rohani (I Kor. 15:51-55; I Tes. 4:15-17). Dan pada hari yang sama, langit dan bumi dan segala isinya akan dihancurkan dengan api (II Ptr. 3:10)

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
​​​​​​​​​​Yohanes. 15:26

​Yesus mengajarkan bahawa Roh Kudus memberikan kesaksian bagi Dia melalui pekerjaan dan pesan para rasul. Contohnya, Roh akan bersaksi bahawa:
• Yesus bangkit, naik ke Syurga, dan akan datang kembali (Yoh. 16:7; 14:3)
• Roh Kudus adalah Roh Kristus, dan tidak ada perbedaan di antara keduanya (Yoh. 14:8)
• Saat baptisan airm darah Tuhan Yesus yang berharga ada di dalam air, untuk membasuh dosa-dosa kita, sebuah kebenaran yang merupakan misteri rohani (I Yoh. 5:6-8; Yoh. 19:34; Ef. 1:7; Kis. 22:16)
• Umat percaya adalah anak-anak Allah (Rm. 8:16)
• Yesus adalah Anak manusia dan juga Anak Allah (Rm. 1:3-4)
• Yesus adalah Pemimpin kepada hidup yang dibangkitkan Allah dari antara orang mati (Kis. 3:15)
• Yesus telah naik ke syurga menjadi Raja, Juruselamat dan Tuhan atas Penghakiman (Kis. 5:30-32; 10:42-43)
• Suatu hari nanti, Yesus akan dinyatakan dalam api yang berkobar, bersama dengan segenap malaikatNya (II Tes. 1:7-10)

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
​​​​​​​​​​Yohanes. 16:7

​Murid-murid merasa sedih saat Yesus berkata bahawa Ia akan meninggalkan mereka (Yoh. 16:5-6). Namun Ia berkata bahawa itu adalah demi kebaikan mereka, kerana:
• Bila Ia tidak naik ke syurga, Roh Kudus tidak akan turun.
• Roh Kudus akan memberikan kekuatan yang hebat kepada mereka dan menguatkan iman mereka dan juga pekerjaan Allah (Luk. 24:49)
• Saat hidup di bumi sebagai manusia, pekerjaan yang dapat Yesus lakukan terbatas. Namun apabila Roh Kudus telah datang, Ia akan memberikan kuasa kepada murid-murid untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih luar biasa daripadaNya (Yoh. 14:12)
• Berbicara secara jasmani, Yesus adalah manusia dan cepat atau lambat memang harus meninggalkan murid-murid. Berbeda dengan Roh Kudus yang adalah roh, Ia tidak akan meninggalkan mereka.
• Saat di bumi, Yesus hanya dapat mengajar, menolong, menguatkan, menghibur, menengahi dan membela murid-muridNya secara “eksternal”. Apabila Roh Kudus sudah datang, yaitu Roh Yesus sendiri, Ia akan melakukan pekerjaan yang sama, tetapi kali ini dari dalam hati murid-murid itu sendiri, dan memberikan pengaruh yang lebih besar

Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku.
​​​​​​​​​​Yohanes. 16:16

​Ayat ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah nubuat Yesus mengenai kematianNya, ketika murid-murid tidak lagi melihatNya. Bagian kedua mengenai kebangkitanNya dan kemudian turunnya Roh Kudus. Kita dapat memperoleh beberapa pengetahuan penting dari bagian kedua:
• Yesus menyebutkan kematianNya sebagai perpisahan yang sementara dengan murid-muridNya. Memang, pada hari ketiga, setelah kematianNya, Ia bangkit dan muncul kembali di hadapan mereka (Yoh. 13:31-33; 16:17-22)
• Bila kita membaca Yohanes. 16:16 dengan seksama, kita mengetahui bahawa Roh Kudus adalah Roh Yesus. Yesus berjanji pada murid-muridNya bahawa mereka akan melihatNya lagi, kerana Ia pergi kepada Bapa (yaitu naik ke syurga). Murid-murid akan “melihat” Nya lagi ketika mereka menerima Roh Kudus pada hari Pentakosta.

Membaca Yohanes. 16:16 bersamaan dengan Yohanes. 16:23 dapat Nampak membingungkan apabila kita idak menyedari bahawa Roh Kudus adalah Roh Yesus. Yesus berkata kepada murid-muridNya bahawa di hari itu (masa setelah kenaikan Yesus), mereka tidak lagi perlu bertanya kepadaNya, kerana Roh Kudus akan secara pribadi mengajar mereka (Yoh. 16:23; ref. Yoh. 16:13; I Yoh. 2:20,27)

7.3.2 Janji-janji yang diucapkan Yesus setelah kebangkitanNya

Maka kata Yesus sekali lagi:”Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mrngutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata:”Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”
​​​​​​​​​Yohanes. 20:21-23

​Ayat-ayat ini memperlihatkan tiga hal kunci. Pertama, Yesus mengingatkan murid-muridNya bahawa Ia diutus oleh Bapa untuk menyatakan injil Kerajaan Allah, untuk mendamaikan anak-anak Allah dengan Bapa Syurgawi mereka. Demikian juga sekarang Yesus mengutus murid-muridNya dalam kuasa dan kekuatan Roh Kudus untuk mengabarkan injil Kerajaan Allah.

​Kedua, Yesus mengembusi murid-muridNya dan berkata, “terimalah Roh Kudus”. Kata-kata Yesus tidak menunjukkan pencurahan Roh Kudus saat itu, namun merupakan sebuah janji tentang apa yang akan datang. Kita mengetahui hal ini demikian kerana saat itu Yesus belum dimuliakan sepenuhnya (yaitu ditinggikannya Yesus setelah naik ke syurga; ref Yoh. 7:39; Kis. 1:4, 6-9; 2:1; 5:31; Flp. 2:9-10). Lebih lagi, sebelumnya Ia telah memberiahukan bahawa bila Ia tidak pergi, Penolong tidak akan datang (Yoh. 16:7)

​Ketiga, Yesus berjanji pada murid-muridNya, bahawa mereka akan menerima kuasa untuk mengampuni dosa dan juga menahan dosa melalui Roh Kudus. Manusia tidak dapat mengampuni dosa, kerana kuasa manusia terbatas di hadapan Allah. Kuasa untuk mengampuni ataupun menahan dosa ada di dalam Roh Kudus. Namun Yesus mempercayakan kuasa besar ini kepada gereja, tempat kediamanNya.

Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.
​​​​​​​​​Lukas. 24:49

​Di ayat ini, penggunaan kata “sampai” mengajarkan kita bahawa mereka yang berdoa dengan tekun dan tulus memohon Roh Kudus, pada akhirnya akan menerima Roh Allah. Ungkapan “kekuasaan dari tempat tinggi” menunjukkan bahawa Roh Kudus adalah yang memberikan kekuatan: Ia menguatkan kehidupan rohani orang dan juga memberi kuasa dan kekuatan untuk melakukan pekerjaan Allah. Ketika Yesus naik ke syurga, “apa yang dijanjikan BapaKu”, yang disampaikan oleh para nabi dan Yesus sendiri, pada akhirnya digenapi.

Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
​​​​​​​​​Matius. 28:20

​Di ayat ini, kata ganti orang pertama “Aku” yang pertama adalah Yesus Kristus. Firman yang menjadi manusia (Yoh. 1:14); “mereka” adalah gereja, yang akan dibangun di atas dasar doktrin para rasul (Ef. 2:20); sementara kata “Aku” yang kedua adalah Roh Tuhan Yesus, Roh Kudus, yang akan Ia utus setelah kenaikanNya ke syurga.

​Pekerja-pekerja Allah harus mengabarkan injil dengan setia dan seturut dengan Alkitab. Roh kebenaran akan menyertai gereja, yang mengabarkan injil yang benar dan sepenuhnya, hingga akhir zaman seperti yang dijanjikan Yesus dalam Matius. 28:20. Gereja mana pun yang mengabarkan injil yang keliru akan menjadi seperti nabi-nabi palsu, yang membawa orang-orang dengan buta kepada kematian rohani mereka (Mat. 23:15-16). Alkitab dengan jelas mengutuk mereka (Gal. 1:6-9)

​Banyak gereja dan denominasi pada hari ini, termasuk yang mempunyai sejarah dan tradisi yang panjang, telah mengabaikan injil keselamatan yang sepenuhnya, seperti yang telah ditentukan dalam Alkitab. Sangat disayangkan kebenaran kadag-kadang dikompromikan kerana alasan-alasan yang berbeda, termasuk hal-hal umum. Orang Kristian tentu bertanggungjawab untuk memperlihatkan kasih dan menerima orang lain; namun tidak boleh sampai mengkompromikan kebenaran . Kasih benar tidak dapat bersukacita tanpa adanya kebenaran (I Kor. 13:6)

​Gereja yang tidak disertai dan dituntun oleh Roh Kudus, tidak akan mempunyai kebenaran, dan tidak dapat menuntun orang lain kepada keselamatan. Kerana itu kita harus mengingati dorongan Yesus untuk memegang teguh kebenaran :”Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh. 14:15-16)

Pada suatu hari ketika Ia makin bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang – demikian kataNya- “telah kamu dengar daripadaKu. 5 sebab Yohanes membaptis dengan air tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”
​​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 1:4-5

Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggal.
​​​​​​​​​Lukas. 24:49

​Lukas. 24:49 dan Kisah Para Rasul. 1:4-5 ditulis oleh Lukas untuk mencatat janji Yesus mengenai Roh Kudus (ref. Luk. 1:3; Kis. 1:1). Ia mencatat perkataan Yesus kepada murid-muridNya bahawa Roh Kudus akan datang “tidak lama lagi”. Kata-kata Yesus mendorong mereka untuk bersabar, dan mempercayai bahawa Bapa syurgawi akan memenuhi janjinNya.

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke hujung bumi.
​​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 1:8

​Yesus menjelaskan Roh Kudus sebagai “kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49). Kerana itu, setiap orang yang menerima pencurahan Roh Kudus dapat dipenuhi dengan kekuatan rohani. Roh Kudus mempunyai peran kunci dalam perjalanan iman pribadi orang Kristian, dan juga dalam pelayanan gereja. Roh Kudus mengemban beberapa fungsi penting:
• Roh Kudus mengutus pekerja-pekerja untuk melakukan pekerjaan penginjilan (Rm. 10:14)
• Ia membagikan talenta dan kuasa untuk pelayanan gereja. Kerana itulah Rasul Paulus bermegah dalam kuasa Roh, bukan kerana kemampuannya sendiri (Rm. 15:19; I Kor. 2:4)
• Ia memberikan wewenang kepada gereja untuk mengampuni dan menahan dosa (Yoh. 20:23). Para pekerja tidak melangkahi wewenang dan kehendak Allah. Hanya Allahlah yang dapat mengampuni dosa dan wewenang manusia tanpa wewenang Allah tidak dapat melakukan hal ini. Kerana itu gereja hanya dapat mengampuni dosa sepanjang gereja diberikan wewenang untuk melakukannya oleh Roh Kudus, dan gereja harus melakukannya seturut dengan prinsip-prinsip yang telah ditentukan di dalam Alkitab.
• Roh Kudus memampukan gereja mengerti kebenaran dan menjelaskannya dengan tepat kepada yang lain (I Kor. 2:11)

Begitu kita mengerti pentingnya Roh Kudus dalam kehidupan iman dan pelayanan kita, kita akan menyedari mengapa Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk pertama-tama menerima kuasa dari tempat tinggi, sebelum mereka pergi untuk bersaksi demi Dia. Begitu juga, bila kita hendak mengabarkan injil ke pelosok-pelosok bumi, pertama-tama kita harus diberikan kuasa oleh Roh Kudus. Ini adalah kebenaran yang harus kita turuti bila kita ingin berhasil untuk Allah.

Pertanyaan ulasan

1. Sebutkan lima nubuat yang diucapkan nabi-nabi Perjanjian Lama yang berhubungan dengan kedatangan Roh Kudus. Kutip ayat Alkitab yang berkaitan.
2. Sebutkan lima janji Yesus yang berhubungan dengan Roh Kudus. Kutip ayat Alkitab yang berkaitan.

________________________________________________________________________

1. Unger, Merrill F., The New Unger’s Bible Dictionary, ed. Harrison, R.K. (Chicagi: Moody Press, 1988)