Mengasihi Musuh

Ayat Alkitab: (Lukas 6: 27-36)

  • Siapakah adalah musuh?

(1)   Orang yang bertentangan terhadap kita dengan niat hati berdendam.

(2)   Orang yang menfitnah kita dengan niat yang jahat. (Mazmur 41: 6)

(3)   Orang yang menganiayai kita. (Mazmur 42: 10)

◎ Haruslah ingat: Musuh anda tidak semestinya musuh Tuhan ! (Kisah Para Rasul 9: 13-15)

  • Mengapakah harus mengasihi musuh?

(1)   Menuruti kasih Tuhan. (Efesus 5: 1-2; Lukas 6:36; 1 Yohanes 4; 8)

(2)   Menjadi anak-anak Tuhan. (Lukas 6:35; Matius 5: 44-45)

(3)   Untuk menghapuskan permusuhan, haruslah kalahkan kejahatan dengan kebaikan. (Roma 12: 21; 1 Petrus 4: 8)

(Manusia membalas kejahatan dengan kejahatan, ingin menghapuskan musuh tetapi akhirnya musuh menjadi banyak; dendam dan kebencian semakin lama semakin mendalam. Hanya kebaikan yang dapat menghilangkan rasa dendam dan kebencian dalam hati musuh.  Dendam dan kebencian hilang, maka hilanglah juga musuh.)

(4)   Demi menikmati keamanan, haruslah mengubahkan permusuhan kepada persahabatan. (2 Raja 6: 19-23; 1 Samuel fasal 24, 26)

◎ Kerana apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya; Yang ditabur (dihulur) ialah kebaikan dan persahabatan, yang dituai (dinikmati) ialah damai dan sukacita. (Galatia 6: 7-8)

◎ Kristus ialah Raja Damai, Kerajaan Kristus seharusnya merupakan kerajaan yang damai. (Yesaya 9:6; Roma 14: 17)

◎Perbuatan mengasihi musuh dan mengubahkan permusuhan kepada persahabatan, adalah membuka jalan bagi Kerajaan Kristus; serta perbuatan yang menghapuskan Si Jahat. (Matius 6: 10; 1 Yohanes 3: 8) Tindakan ini adalah mengerjakan pekerjaan suci bagi Tuhan.

  • Bagaimanakah mengasihi musuh?

(1)   Haruslah dahulu menghapuskan dendam dan kebencian dalam hati.

◎ Membuat renungan: Kepentingan “mengasihi musuh”.

◎ Memahami bahawa: “Sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (tidak memahami kebenaran), maka memberikan pengampunan. (Lukas 23:34; Markus 11: 25-26)

◎ Menyedari bahawa: segala hal adanya kehendak Tuhan, maksud Tuhan pada asalnya adalah yang baik; haruslah mempunyai satu hati yang tahu bersyukur untuk menghapus dendam dan kebencian. (1 Korintus 2: 9-10, 14-15; 2 Samuel16: 5-10, 12; Kejadian 50: 19-20)

(2)   Berdoa untuk musuh. ( Matius 5: 44; Kisah Para Rasul 7: 59-60)

(3) Memberikan bantuan yang ikhlas apabila musuh menghadapi kesusahan (bantuan asal dari kasih yang melebihi keperluaannya, barulah dapat mengerakkan hatinya). (Roma 12: 20-21; Amsal 25: 21-22; Rujuk 2 Raja-raja 6: 20-23)

  • Jangan sekali-kali mempunyai hati yang ingin membalas kejahatan dengan kejahatan, kerana kejahatan asal dari tangan orang jahat (1 Samuel 24: 13); Seharusnya bertoleransi. (Roma 12: 19)

Rujukan: (Kejadiaan 26: 14-33)

Membalas kejahatan dengan kejahatan tidak dapat mengenapi kehendak Tuhan yang indah, sebaliknya menyebabkan diri jatuh dalam jaringan Syaitan. Janganlah bergembira juga kerana musuh jatuh. (Amsal 24: 17-18; Mazmur 35: 12-13)

(4)   Dalam hal mengasihi musuh, haruslah melakukan penyempurnaan rohani dengan baik pada masa-masa biasa supaya ketika menghadapinya tidak terasa kekurangan kekuatan.

Kesimpulan:

(Roma 12:21) Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

(Amsal 16:7) Jikalau Tuhan berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia.

(Matius 5: 43-48) Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu.

(Dibaca : 661 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *