Rasul Paulus berkata : “Senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubur yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala fikiran dan menaklukkannya kepada Kristus ( II Kor 10 : 4-5 ). Tujuan kita berjuang adalah untuk menawan hati manusia agar manusia menyingkirkan niat jahat sebaliknya kembali taat semula kepada Kristus. Usaha ini adalah sesuai dengan amanat Tuhan untuk menyatakan FirmanNya dalam pemberitaan Injil ( Tit 1 : 3 ). Ia juga lahir dari kasih kepada orang ramai. Catatan Kitab : Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan. Kalau engkau berkata : “Sungguh, kami tidak tahu hal itu!” Apakah Dia menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya dan membalas manusia menurut perbuatannya?” ( Ams 24 : 11-12 ). Tugas menyelamatkan orang dalam kesusahan adalah berdasarkan kasih. Ia juga kewajipan bagi orang benar. Kita sudahpun menerima anugerah keselamatan Tuhan dengan percuma, maka kita juga patut memberi dengan percuma supaya orang lain dapat menerima anugerah keselamatan dan menikmati kegembiraan bersama kita.

DIRAMPAS KELUAR DARI API

Alkitab mencatatkan : “Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka keluar dari api” ( Yud 23 ). Manusia di dunia sedang bergelut dalam dosa seperti dikepung dalam lautan api. Jika ,mereka tidak dirampas keluar dengan segera, maka tiada pengharapan bagi mereka untuk hidup. Oleh itu, tugas menyelamat orang dosa ini adalah amat mustahak dan tidak boleh ditangguhkan. Sama seperti yang dikatakan oleh Yakobus : “Jika ada di antara kamu yang menyimpang dari Kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik. Ketahuilah bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa ( Yoh 5 : 19-20 ).

Dahulu Lot tinggal di dalam kota yang penuh dengan dosa. Tuhan ingin memusnahkan kota itu dengan api maka diutusNyalah malaikat untuk menyelamatkan Lot dan isteri serta anak-anak perempuannya. Malaikat mendesak Lot dan berkata : “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua-dua anakmu yang ada di sini supaya engkau jangan mati lenyap kerana kedurjanaan kota ini”. Lot tidak ingin pergi. Disebabkan belas kasihan Tuhan, Lot dan isterinya serta anak-anak perempuannya, dituntun oleh malaikat keluar dari kota dan selepas menuntun mereka keluar, malaikat berkata : “Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang dan janganlah berhenti di mana-mana juga di lembah, larilah ke pergunungan supaya engkau jangan mati lenyap” ( Kej 19 : 15-17 ). Peristiwa malaikat menyelamatkan Lot sekeluarga dengan merampas mereka keluar dari kota adalah satu teladan yang baik bagi kita untuk memberitakan injil dan menyelamatkan orang sesat.

Pada suatu kali Yesus sedang berjalan di atas air. Murid-muridNya sangat terkejut tetapi Yesus berkata : “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Petrus berkat : “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepadaMu  berjalan di atas air”. Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak : “ Tuhan, tolonglah aku!” segera Yesus mengulurkan tanganNya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah (Mrk 4 : 35-41). Petrus mula tenggelam ke dalam air sebab dia kurang percaya dan masih ragu-ragu tetapi Yesus segera datang menyelamatkannya. Kita melihat manusia di dunia yang ketakutan dalam dosa dan lautan pahit, bolehkah kita tidak segera mengulurkan tangan untuk menarik mereka?

Ketika Paulus dan Silas berada dalam penjara di Filipi, mereka berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Tuhan pada waktu tengah malam. Banduan-banduan lain turut mendengarkan mereka. Tiba-tiba terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu semua banduan. Apabila kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh diri. Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring : “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semua masih ada di sini. Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gementar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Dia menghantar mereka keluar sambil berkata: “Tuan, apakah harus aku perbuat supaya aku selamat?” Jawab mereka : “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu”. Kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh luka mereka. Ketika itu juga dia dan keluarganya memberi diri dibaptis ( Kis 16 : 25-33 ). Jika Paulus tidak melarang kepala penjara daripada membunuh diri ketika itu juga, dapatkah dia dan seisi rumahnya menerima anugerah keselamatan? Itulah yang dikatakan “menyelamatkan manusia sama seperti memadamkan api” tidak boleh dilengah-lengahkan.

HARUS MENJADI SEORANG PENJAGA

Tuhan berfirman kepada Yehezkiel: “ Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bila mana engkau mendengarkan sesuatu firman daripadaKu, peringatkanlah mereka atas namaKu. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya tetapi Aku akan menurut pertanggungan jawab atas nyawanya daripadamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh kerana engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya daripadamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup sebab ia mau menerima peringatan dan engkau telah menyelamatkan nyawamu” ( Yeh 3 : 17-21 ). Melalui Firman Tuhan ini, memberitahu kita akan beratnya tanggungjawab seorang penjaga yang menurut perintah. Ia bukan saja melibatkan nyawa orang lain tetapi, melibatkan kerja-kerja yang dilaluinya. Jika ia tidak sedaya upaya melaksanakan tanggungjawabnya, maka ia akan dituntut oleh Tuhan. Oleh itu, tidak kira sama ada baik atau tidak waktunya, haruslah berusaha memberitakan Injil untuk melaksanakan tugas diri sendiri.

Tuhan Yesus berkata: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu ( Yoh 20 : 21 ). Tuhan Yesus berkata lagi: “ Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” ( Mrk 16 : 15 ). Ini adalah tugas penting yang diamanatkan kepada kita untuk dikerjakan dengan sedaya upaya. Paulus berkata: “ jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Kalau andai kata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi kerana aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku” ( I Kor 9 : 16-17 ). Untuk menyelesaikan tugas yang dipertanggungkan oleh Tuhan! Paulus tidak menghiraukan lagi kepentingan nyawanya walaupun dia sudah tahu penjara menunggunya. Dia hanya ingin mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadanya untuk memberi  kesaksian tentang Injil kasih karunia Tuhan ( Kis 20 : 23-24 ). Tugas memberitakan Injil adalah satu tugas untuk meneruskan tugas Tuhan Yesus menyelamatkan manusia di dunia. Ia juga merupakan satu tugas yang mulia, sesuai dengan tenaga dan pengorbanan yang dikeluarkan dengan berpatutan. Tepat seperti yang tercatat dalam kitab: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa khabar baik!” ( Rm 10 : 15 ).

MENCARI DOMBA YANG SESAT

Tuhan Yesus mengutus 12 orang muridNya memberitakan Injil kepada domba-domba yang sesat dari umat Israel  (Mat 10 : 6) dan memberi  satu perumpamaan dengan berkata: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita kerana sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan ( Luk 15 : 4-7 ). Seorang berdosa yang bertobat adalah seperti  {seorang anak yang hilang kembali ke rumah bapanya. Bapa itu berkata: “Anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali”. Maka bersukacitalah mereka sekeluarga ( Luk 15 : 20-24 ).

Zakheus, kepala pemungut cukai menerima Yesus tetapi semua orang yang melihat hal ini bersungut-sungut dan berkata: “Ia menumpang di rumah orang yang dosa”. Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan keberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, kerana orang inipun anak Abraham sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” ( Luk 19 : 1-9 ). Ada suatu kali lagi, orang ramai juga bersungut-sungut kepada Yesus kerana Dia turut makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Bukan orang sihat yang memerlukan tabib tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa supaya mereka bertobat” ( Luk 5 : 29-32 ). Dari itu, kita ketahui Tuhan Yesus sangat mengambil berat tentang hal untuk mencari orang-orang yang sesat itu. Dia tidak rela salah seorang hilang dan sesat. Dia rela semua orang diselamatkan dan memperolehi pengetahuan akan Kebenaran ( I Tim 2 : 4 ). Dia tidak menghendaki seorang binasa melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat ( II Ptr 3 : 9 ). Dia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk Kebenaran. Oleh bilurNya kita telah sembuh. Sebab dahulu kita sesat seperti domba, tetapi sekarang kita telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwa kita ( I Ptr 2 : 24-25 ). Kita haruslah meneladani usaha Kristus mencari kembali domba yang sesat.

SEMANGAT BERKORBAN DEMI DOMBA

Tuhan adalah Allah kita yang benar dan kitalah dombaNya dan umatNya ( Mzm 95 : 7 ). Tuhan adalah gembala kita dan menjaga kita dengan rapi ( Mzm 23 : 1-6 ). Tuhan berfirman melalui Nabi Yehezkiel: “Beginilah firman Tuhan Allah: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-dombaKu dan Aku mencarinya seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba tu tercerai dari kawanan dombanya, beginilah Aku akan mencari domba-dombaKu dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya, Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, dialur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring di rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel…yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan ( Yeh 34 : 11-16 ). Tuhan begitu teliti menjaga kawanan dombaNya, Ia menjadi teladan baik bagi kita. TuhanYesus juga berkata : “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sorang upahan yang bukan gembala dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala itu menerkam dan mencerai-cerikan domba-domba itu. Ia lari kerana ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-dombaKu dan domba-dombaKu mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan  Aku memberikan nyawaKu bagi domba-dombaKu ( Yoh 10 : 11-15 ).Gembala yang baik mengasihi domba-dombanya dan ada kerelaan untuk berkorban demi domba-dombanya. Kita juga patut  seperti Petrus yang mengasihi domba-domba Tuhan dan menjaga mereka dengan teliti ( Yoh 21 : 15-17 ). Petrus faham akan tanggungjawab yang diserahkan Tuhan kepadanya. Demikian dia menasihati kita: Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah dan jangan kerana mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu ( I Ptr 5 : 2-4 ). Kita juga adalah gembala yang baik kerana mencontohi semangat Tuhan berkorban untuk dombaNya dan menunjukkan kasih untuk menjaga dombaNya bukan kerana paksa tetapi dengan kerelaan hati untuk memberi makan kepada kawanan dombaNya. Apabila Kepala Gembala iaitu Tuhan Yesus muncul, pasti kita akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

KATA-KATA AKHIR

Orang mati dapat dihidupkan, tulang-tulang yang sudah putih dapat ditumbuhkan dagingnya adalah satu karunia yang terbesar. Orang sesat dibawa kembali, menyelamatkan jiwa rohaninya dari mati adalah karunia yang lebih agung. Roh Tuhan diturunkan ke atas diri Nabi Yehezkiel dan membawanya ke luar serta menempatkannya di tengah-tengah lembah. Lembah-lembah itu penuh dengan tulang-tulang. Tuhan membawanya melewati sekeliling tulang-tulang itu. Bnayak tulang-tulang yang bertaburan di lembah itu dan kelihatan amat kering. Tuhan menyuruhnya untuk bernubuat mengenai tulang-tulang itu dengan berkata: “Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman Tuhan ! Beginilah firman Tuhan Allah kepada tulang-tulang ini : Aku memberi  nafas hidup  di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi  urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan”. Lalu dia pun bernubuat menurut perintah Tuhan. Ketika dia bernubuat, kedengaranlah suara, suatu suara berderak-derak dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Dia melihat dengan mengamati-amatinya, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya. Kemudian kulit menutupinya tetapi mereka belum bernafas. Tuhan berfirman kepadanya: Bernubuatlah kepada nafas hidup itu, bernubuatlah, hai anak manusia dan katakanlah kepada nafas hidup itu: Beginilah firman Tuhan Allah: Hai nafas hidup, datanglah dari keempat penjuru angin dan berhembuslah ke dalam orang-orang yang terbunuh ini, supaya mereka hidup kembali. Yehezkiel pun menurut perintah Tuhan untuk bernubuat, lalu nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentera yang sangat besar ( Yeh 37 : 1-10 ). Orang yang hidup di dalam dunia yang penuh dosa tidak ada jiwa rohani. Dalam pandangan Tuhan, mereka ini adalah seperti tulang-tulang yang kering. Kita diutus memberitakan Injil untuk bernubuat bagi mereka, membentukkan mereka, dimasuki nafas hidup agar mereka hidup semula dengan menerima anugerah keselamatan dan berdiri menjadi tentera Kristus. Orang sesat yang dirampas keluar dari api mendapat kelahiran kembali agar mereka berjalan di atas jalan orang hidup di hadapan Tuhan ( Mzm 11 : 6-9 ).

Yakobus berkata: “Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”. Orang sesat yang dirampas keluar dari api adalah untuk menyelamatkan rohnya. Ini adalah kebajikan yang baik. Kita lebih lagi patut berusaha melakukannya. Ia berdosa walaupun tahu harus berbuat baik tetapi tidak melakukannya. Apatah lagi, kita yang telah diamanahkan demikian, bukankah kita lebih patut berusaha melakukan perkara yang diperkenankan oleh Tuhan ?

(Dibaca : 421 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *