Krisis & Tindak Balas Umat Pilihan Zaman Akhir (2)

Bagaimanakah menghadapi Krisis Zaman Akhir?

 

Pada masa kini, kuasa menentang Tuhan, menganiaya gereja telahpun muncul. Ia sedang mengembangkan sempadannya, iblis akan mengambil kesempatan sebelum kedatangan hari kiamat, melancarkan peperangan yang terbesar, dan penganiayaan yang terhebat (Wah 6:3,4; 13:7). Yang melakukan Pembinasa keji pada akhir zaman telahpun muncul. Bagaimanakah umat pilihan Tuhan harus menghadapinya?

  • Orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan

Pada ketika ketibaan malapetaka besar zaman akhir, kita haruslah melarikah diri ke pegunungan Tuhan, iaitu Bukit Sion yang rohani, Gereja Tuhan (Yes 2:2-3). Di situlah tempat yang paling selamat, juga merupakan kota Tuhan yang hidup, iaitu Yerusalem Syurgawi, di situlah adanya beribu-ribu malaikat, adanya jemaat anak-anak sulung yang namanya terdaftar di syurga, dan Tuhan yang menghakimi semua orang, dan roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, dan Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan darah pemercikan (Ibr 12:22-24). Oleh itu, sebelum malapetaka besar, hendaklah menerusi darah Yesus yang bernilai, yang menjadi pengantara antara Tuhan dan manusia, masuk ke dalam gereja benar agar dapat terpelihara.

  • Jangan mengasihi akan dunia (Mrk 13:15-16)

Orang yang sedang di peranginan di atas rumah “janganlah ia turun dan masuk” untuk mengambil sesuatu dari rumahnya, dan orang yang sedang di ladang “janganlah ia kembali” untuk mengambil pakaiannya. Ia adalah merujuk kepada sewaktu kedatangan malapetaka, ia adalah pantas, dan membinasakan, hendaklah segera mengambil peluang untuk melarikan diri, agar jangan kehilangan nyawa. Kini pada zaman akhir, dunia akan berlalu dengan pantas, jangan mengasihi akan segala sesuatu di dunia ini. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. (I Yoh 2:15). Namun, memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kitapun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (I Tim 6:6-10; Luk 21:34-36). Oleh itu, sebelum ketibaan malapetaka besar, hendaklah berjaga-jaga, jangan tersandung dalam material duniawi (Luk 17:29-32; Ibr 12:16-17)

  • Jangan menghamilkan nafsu (Mrk 13:17)

Pada hari-hari melarikan diri daripada malapetaka, celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu. Yang menghamil atau menyusu tidak dikira sebagai berdosa, cuma pada ketika hari kesukaran melarikan diri, adalah kesukaran atas kesukaran. Terhadap pengajaran rohani, ia adalah merujuk kepada penghamilan nafsu, tidak bertumbuh menjadi orang dewasa, maka tidak dapat berdepan dengan penganiayaan pada masa kelak (Yak 1:15; Rom 8:3; Gal 4:9; Ibr 5:12-13), kerana yang masih anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan (Ef 4:14); bagaimanakah dapat berdiri teguh dalam penganiayaan besar? Dengan itu, kita hendaklah menanggalkan manusia lama dahulu yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan. Mengenakan manusia baru yang menurut gambar rupa Tuhan, di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Ef 4:22-24), barulah tidak kehilangan dalam malapetaka besar. Hendaklah hati berkobar-kobar dalam melayani Tuhan (Mrk 13:18).

  • Percaya dengan mendalam bahawa pasti akan menerima belas kasihan Tuhan (Mrk 13:19-20)

“Pembinasa keji” dan “siksaan seperti yang belum pernah terjadi dan yang tidak akan terjadi lagi” adalah berkaitan. Sekiranya peperangan besar ini dilanjutnya masanya, maka tiada seorang manusia yang membawa tubuh jasmani dapat hidup. Ini adalah siksaan yang belum pernah terjadi dan tidak akan terjadi. Tetapi demi umat pilihan, Tuhan mempersingkat waktunya. Syukur Tuhan, Tuhan masih berbelas kasihan dalam amarahNya, tidak memperhentikan kasihNya terhadap pemercaya. Oleh itu, apabila kita terjatuh dalam penderitaan, hendaklah percaya dengan sedalam-dalamnya bahawa Tuhan kita akan menjaga, memelihara; seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus yang merasainya: ” Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. (II Tim 4:17-18)

  • Hendaklah memohon hikmat untuk membedakan alam rohaniah

Sebelum kedatangan Tuhan, dunia akan mengalami kekacauan yang besar, gereja akan dianiaya oleh iblis, dirosakkan teruk; umat pilihan menanti-nantikan kedatangan Tuhan siang dan malam, pada ketika itu, syaitan akan menpergunakan kebangkitan mesias palsu dan nabi palsu, untuk melakukan pelbagai tanda ajaib dan mujizat, dan segala perkara aneh yang palsu, bahkan di hadapan manusia, menyuruh api diturunkan dari langit ke bumi (II Tes 2:9; Wah 13:11-14). Pada waktu itu, manusia yang dalam penderitaan, demi mendapatkan sandaran, sekiranya tidak berwaspada, ataupun demi menyelamatkan nyawa diri sendiri, seperti orang yang terjatuh dalam lautan dan mencari kayu apung untuk menyelamatkan diri, dan terkena pada jerat si jahat. Dengan itu, hendaklah memohon kepada Tuhan supaya kita mempunyai hikmat untuk membedakan alam rohaniah, barulah dapat mencegah diri disesatkan.

Kedatangan semula Tuhan, seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, setiap mata akan melihat Dia, dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia, Dia datang secara terus terang. Bukan datang secara tersembunyi di sini atau di sana, atau di padang gurun atau di dalam rumah (Mat 24:24-27; Wah 1:7). Oleh itu, tidak kira sekarang atau kelak, sekiranya ada orang yang menggelar dirinya adalah Mesias, nabi palsu, gereja palsu yang muncul atau memberitakan injil yang berlainan daripada kebenaran Alkitab, tidak kira betapa besarnya tanda mujizat dan keajaiban yang dapat dilakukannya, jangan disesatkan dan percaya kepadanya (Gal 1:6-7; II Tes 2:4; II Kor 11:4).

(Dibaca : 478 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *