Saat Senang Dan Susah

“ Maka Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia:” Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi daripada itu,jika esok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang daripada mereka itu.” – I Raja-raja. 19: 2

Kalimat itu membuat Elia kabur melarikan diri. Ketika Ratu Izebel mengancam untuk membunuhnya, Elia menjadi begitu takut sehingga ia meminta Tuhan mengambil nyawanya. Mengapa ini terjadi? Elia selalu Nampak begitu kuat dalam iman- bukankah ia menentang 450 nabi- nabi Baal dan menghabisi mereka semua di Gunung Karmel?

Seberapapun kuatnya Elia, pada akhirnya, ia juga seorang manusia. Seperti dia, kita juga mempunyai kelemahan, dan mempunyai batas. Di hari yang satu kita merasa kuat, tetapi esoknya rubuh begitu saja. Allah melihat kelemahan-kelemahan kita dan akan memberikan pertolongan. Allah mengutus seorang malaikat 2 kali dan menyediakan Elia roti dan air. Kedua kalinya, si malaikat mendesaknya untuk makan dan melanjutkan perjalanan. Seperti itu juga, kita harus melanjutkan perjalanan iman ini, betapa pun sulit rasanya. Seperti yang kita tahu, jalan menuju Syurga sangat sempit dan sulit, sementara jalan menuju kebinasaan sangat lebar.

Ketika meneruskan perjalanan iman ini, kita mungkin menjadi seperti Elia, mencari Allah di tempat-tempat yang salah. Elia mengira Allah akan menampakkan diriNya dalam fenomena alam yang dahsyat, seperti angin, gempa bumi atau api. Tetapi Allah datang dalam bentuk suara yang lemah lembut( I Raj. 19: 12). Ketika kita mencariNya dengan hati yang tenang, di sana Ia menunggu.

Kita dengan mudah dapat terkena” sindrom Elia”, mengira hanya kita saja yang sangguh-sungguh melayani Allah, dan hanya kita saja yang benar. Ini adalah konsep yang salah. Allah menjawab pertanyaan Elia,” Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.”( I Raj. 19: 18). Maka, lain kali ketika kita merasa sendirian saat melayani Allah, ingatlah bahawa ada saudara-saudari seiman yang juga sama-sama berjuang demi Allah. Sesungguhnya kita tidak sendirian. Ada ribuan saudara yang telah Allah sediakan untuk melayaniNya.

Renungan:

Apakah anda menderita” sindrom Elia”? Apa yang dapat anda lakukan untuk menghilangkannya?

(Dibaca : 472 kali)


Gereja Yesus Benar Sabah

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Comment

 

— required *

— required *