Keinginan Daging VS Keinginan Roh

“Kerana keinginan daging adalah maut,tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera” (Roma 8:6)

Nafsu kedagingan tidak sama dengan kebutuhan fisik tubuh kita. Nafsu kedagingan adalah keinginan dari hati kita untuk berbuat dosa. Sumbernya adalah sifat dosa yang ada dalam diri kita.

Hidup dalam tubuh ini bererti rentan dengan keinginan-keinginan ini, yang akan menjurus pada simulasi yang menyukarkan sifat dosa dalam hati kita. Seorang yang hidup dalam kedagingan, memusatkan fikirannya untuk memuaskan hasrat kedagingannya; ia dengan tanpa takut akan mengikutinya.

Roh Kudus dalam diri kita bertolak belakang dengan hasrat kedagingan kita, dan akan berperang total melawan hasrat ini untuk memimpin kita ke dalam hidup yang seturut dengan Allah. Kerana itu, orang yang berkerohanian tinggi, memusatkan fikirannya untuk mengikuti bimbingan dan pimpinan Roh Kudus untuk hidup dalam kekudusan.

Makan ketika kita lapar adalah kebutuhan manusia untuk bertahan hidup, dan tidak dapat dianggap sebagai pemenuhan keinginan fisik kita. Namun, melanggar perintah Allah demi mengisi perut, adalah mengikuti sifat dosa. Dengan menggunakan ukuran ini,apa yang dilakukan Adam ketika ia makan segala macam buah di Taman Eden bukanlah dosa. Tetapi ketika Adam memakan buah terlarang, ia dikutuk. Setelah Yesus berpuasa 40 hari dan 40 malam, Ia lapar dan ingin makan. Iblis menyuruhNya untuk mengubah batu menjadi roti. Ajakan Iblis bukanlah kehendak Allah, tetapi kehendak Iblis; Yesus menolak permintaan ini dan mengalahkan pencobaan Iblis.

Adam mengikuti keinginan tubuhnya dan melalaikan perintah Allah. Ia membiarkan hasrat kedagingannya menaklukkan dirinya, dan akibatnya adalah maut. Yesus mengikuti petunjuk Roh dan menghormati firman Allah. Ia memperlihatkan kerohanian yang lebih tinggi, yang menghasilkan kehidupan dan kedamaian. Hari ini, kita hidup di dalam dunia yang serong dan generasi yang semakin terakhluk buruk; godaan Iblis ada di mana-mana. Kita harus lebih kokoh dalam kerohanian kita. Mematikan hasrat kedagingan kita bererti berjalan seturut dengan Roh Kudus yang dari Allah di dalam segala hal. Bila kita dapat melakukan ini, kita berpegang pada hidup, damai dan sukacita yang kekal!

Renungan:

Bagaimanakah anda dapat memastikan agar anda terus mengikuti Roh Kudus dalam segala hal?

(Dibaca : 69 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *