Hits: 40

“…tinggalkanlah kasutmu dari kakimu,sebab tempat,di mana engkau berdiri itu,adalah tanah yang kudus”-Keluaran.3:5

Beberapa tahun yang lalu, ketika mencari kegiatan-kegiatan yang enak dilakukan dalam liburan keluarga, kami mengunjungi sebuah musium yang unik. Siapa yang menyangka, bahawa di dunia ini ada sebuah musium sepatu itu, saya menyedari ketertarikan manusia dengan aksesori kaki sungguh beragam dan hampir tak terbatas.

Sepatu merupakan salah satu bagian yang menyatu dalam kehidupan kita. Setiap kali kita hendak keluar rumah, kita selalu ingat untuk memakai sepatu atas alas kaki. Kita tidak dapat pergi jauh dari pintu rumah tanpa mengenakannya! Pada tingkatan dasar, sepatu merupakan sebuah bentuk perlindungan untuk kaki kita, dari kotoran, panas, dingin, atau benda-benda yang dapat melukai.

Ketika Musa dipanggil Allah dari semak yang menyala-nyala (Kel.3:4), sebelum ia diizinkan untuk datang mendekat ke hadapan Allah, perintah Allah yang pertama kepada Musa adalah melepaskan kasutnya, kerana tempat Musa berdiri adalah tanah yang kudus, Musa harus berdiri di hadapan Allah denga bertelanjang kaki.

Apapun pandangan kita tentang alas kaki secara rohani, Allah meminta kita berdiri di hadapanNya tanpa mengenakannya sama sekali.

Apakah maksud perintah ini? Hati dan fikiran kita adalah sebab utama kita ada di posisi kita sekarang. Kerana itulah, “Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan” (Ams.4:26-27) Bila kita menanggalkan alas kaki kita di hadapanNya, kita menanggalkan keinginan dan kehendak kita sendiri, menanggalkan perlindungan peribadi kita dan kita tidak lagi dapat berjalan meninggalkanNya.

Maka kita semua perlu mengawasi diri kita senantiasa. Kita harus selalu meneliti iman kita: apakah kita berdiri dengan teguh di tanah yang kudus, di hadapan Allah; atau kita tanpa sedar sedang berjalan membelok untuk mengikuti jalan kita sendiri?

Saat kita memakai alas kaki ketika meninggalkan rumah, biarlah itu menjadi peringat bagi kita untuk menanggalkannya di hadapan Tuhan kita di setiap waktu.

Renungan:

Sudahkah anda menanggalkan alas kaki anda di hadapan Allah?

(Dibaca : 255 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *