Hits: 10

“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku,selama masih siang;akan datang malam,di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja”-Yohanes.9:4

Tuhan Yesus mempunyai pandangan yang luas dalam tugasNya dan bagaimana Ia harus menggunakan sepenuh waktuNya di bumi untuk menyelesaikan tugas penyelamatanNya.

Saat mengunjungi negeri Tiongkok, saya mengagumi bagaimana Allah telah menuntun gerejaNya melalui masa-masa yang sangat sulit. Saya mengunjungi daerah-daerah yang terdapat gereja kita dengan berates-ratus gereja kita dengan berates-beratus ribu anggota, hanya di satu propinsi.

Kerana penasaran bagaimana gereja dapat bertahan hidup melalui Revolusi Republik Rakyat China, saya bertanya kepada seorang pekerja kudus senior yang pernah menyaksikan dan mengalami masa-masa sulit itu. Ia mengatakan kepada saya, bahawa ktika gereja mengunsi menjadi gerakan bawah tanah, Alkitab-alkitab dibakar oleh pemerintah, dan pekerja-pekerja kudus ditahan.

Namun ketika nampaknya gereja sudah dihancurkan (baik tempat, mahupun gereja dalam erti jemaat), banyak para saudari mempertaruhkan nyawa mereka dengan mengunjungi jemaat dari rumah ke rumah untuk mengembalakan mereka. Mereka berdiri dengan teguh di tengah masa-masa yang susah, dan pekerjaan Allah tetap teguh dan berkemenangan di hadapan tekanan penindasan.

Kerana kebebasan untuk beribadah sangat terbatas, jemaat menjadi lapar dan haus akan makanan rohani. Ketika pada akhirnya penganiayaan berlalu dari gereja-gereja di China, dan kehidupan mulai membaik, pekerja kudus ini menyedari bahawa ujian-ujian yang dilalui gereja sebenarnya sebuah hal yang baik untuk iman jemaatnya. Ia bersedih kerana setelah orang-orang di China mulai menikmati kebebasan beribadah, rasa lapar mereka akan firman Tuhan dan semangat untuk melayaniNya malah mulai menurun.

Sambil mendengar cerita pekerja kudus ini, saya tidak dapat menahan diri untuk merenungkan betapa kita telah memandang remeh kebebasan kita untuk beribadah dan melayani Allah. Orang-orang merindukan pelayanan dalam Tuhan dan rindu mendekat kepadaNya juseru ketika mereka tidak mempunyai kebebasan untuk melakukannya. Ironis! Apa yang dialami oleh gereja-gereja di China memberikan sebuah pengajaran mengenai nilai kebebasan dalam hubungan kita dengan Allah dan gerejaNya, seringkali kita pandang kecil.

Saat ini hari masih siang. Kita harus memegang setiap kesempatan dan melakukan pelayanan bagiNya sebelum malam tiba, dan kesempatan itu tidak lagi mengunjungi kita.

Renungan:

Apakah perbedaan-perbedaan yang dapat terjadi dalam pelayanan dan iman anda apabila anda merenungkan bahawa anda tidak berkuasa atau waktu?

(Dibaca : 150 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *