Bukan Makanan Sisa

“Kecaplah dan lihatlahm,betapa baiknya Tuhan itu!”- Mazmur.34:9a

Aku membuka pintu kulkas. Makana itu ada di bagian paling pinggir di belakang. Aku mencari-cari pilihan lain. Walaupun mungkin itu bukanlah pilihan yang sihat, di dalam fikiranku, aku tahu aku harus menghabiskannya. Dengan menggerutu aku meraih piring yang berisi makanan sisa itu.

Tidak ada yang suka dengan makanan sisa. Namun sudahkah kita, sengaja atau tidak, menempatkan Allah sebagai “makanan sisa” dalam kehidupan kita? Kita menyediakan waktu untuk sekolah, bekerja, keluarga, teman-teman, bahkan untuk hiburan. Tidak ada waktu yang kita buang untuk “waktuku”. Namun sesampainya pada “waktu Allah” dalam doa dan membaca Alkitab, kita melihatnya seperti “makanan sisa” dan kelihatannya kita harus memaksakan diri untuk melakukannya. Berdoa dan membaca Alkitab hanyalah sekadar salah satu daftar menjemukan dalam “to do list” kita.

Bagaimana biasa Tuhan atas langit dan bumi, Pemberi kehidupan,ditempatkan di urutan paling bawah sebagai “makanan sisa” ? Mungkin kerana sedikit kesibukan, sedikit kemalasan, atau sedikit dari keduanya.

Mungkin sudah waktunya untuk mencapai bagian pinggir belakang di kulkas kehidupan kita. Mungkin sudah waktunya kita membersihkan piring yang berisi doa-doa setengah hati dan membaca Alkitab dengan tergesa-gesa. Mungkin sudah waktunya kita menyediakan piring yang berisi makanan favorite kita: waktu yang indah bersama Allah.

Ketimbang mengesampingkna “waktu Allah” dengan berlapis-lapis alasan, mari kita mengedepankan usaha untuk menyelipkan waktu doa dalam jadual kita. Daripada kita mencari-cari makanan cepat saji yang disediakan berlimpah oleh media dan dunia, mari kita mencari makanan organic, padat yang ditemukan dalam firman Allah. Janganlah kita mendorongNya ke bagian pinggir belakang “kulkas” kita, tetapi iarlah kita meraih Alkitab kita sebelum kita meraih mouse, remote control, atau telefon genggam.

Renungan:

“Makanan-makanan cepat saji” seperti apa yang seringkali kita konsumsi?

Sebutkanlah masa tertentu saat anda menyedari dan mampu menyediakan waktu anda khusus untuk Allah.

(Dibaca : 107 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *