Kidung Untuk Tuhan

“Berkata-kata seorang kepada yang lain dalam mazmur,kidung puji-pujian nyanian rohani.Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.” – Efesus.5:19

Saat berkunjung ke rumah nenek, aku bertanya kepadanya, apakah yang biasanya ia lakukan setiap hari. Di antara kegiatan-kegiatan yang ia sebutkan adalah “membaca Alkitab” dan “memainkan alat muzik”, Di meja makan terdapat sebuah pipa kayu bergelantungan di dalamnya. Dengan menggoyangkan setiap pipa seperti sebuah loceng, sebuah nada berbunyi. Aku tidak sungguh-sungguh tertarik dengan nada-nada yang ia mainkan, ataupun sungguh-sungguh mendengarkannya, sampai ketika di tengah permainan lagu itu aku menyedari apakah yang sebenarnya sedang dinyanyikan nenekku dengan alat muzik itu.

Itu adalah lagu “Tekun Berdoa” Kemudian ia memainkan beberapa nada dengan harmonikanya.  “Yesus Disalib”, “Menuju ke Syurga” dan beberapa lagu lain. Semuanya lagu-lagu kidung. Aku dapat menduga bahawa hanya lagu-lagu kidunglah yang ada di kepalanya dan ia senang sekali memainkan lagu untuk Tuhan.

Muzik adalah sebuah bentuk ungkapan perasaan dalam kehidupan kita, entah melalui ipod di waktu kita jalan-jalan sore atau dari radio di mobil kita. Muzik seperti apakah yang biasanya ada dalam kepala kita dan didendangkan melalui mulut kita? Di manakah firman Allah kita tempatkan dalam lagu-lagu yang kita dengarkan?

Muzik adalah bagian yang penting dalam pemyembahan kepada Allah dalam kehidupan sebagian besar orang-orang kudus di masa lalu. Daud adalah seorang pemuzik yang berbakat, yang sering menciptakan lagu untuk Tuhan, menyanyikan dan menulis banyak lagu untuk memuji dan mengagungkan, dan bersuka dalam kebenaran Allah. Pada Mazmur.119:54, Daud menulis, “ketetapan-ketetapan Mu adalah nyanian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing.”

Bagi kita-kita yang hanya menyanyikan lagu kidung saat berkebaktian seminggu sekali, melibatkan Allah lebih banyak dalam kehidupan sehari-sehari adalah hal yang perlu kita lakukan. Kita harus belajar untuk lebih suka dalam firman yang diucapkan Allah dan mengurangi lirik-lirk yang diilhami oleh manusia.

Pertemuanku dengan nenek telah mengungkapkan nilai muzik yang diilhami oleh firman Allah. Lagipula, lirik-lirik lagu ini adalah kata-kata yang akan membawakan kita sukacita dan ketenteraman di sepanjang hari kita. Lirik-lirik ini jugalah yang akan kita nyanyikan selama-lamanya di Syurga.

Renungan:

Ambillah waktu sejenak untuk melihat lagu-lagu seperti apa yang seringkali anda dengar. Seberapa banyak di antara itu semua, yang berpusat pada Allah?

(Dibaca : 328 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *