Doktrin Roh Kudus

DAFTAR ISI

Kata pengantar

Bab 1: Siapakah Roh Kudus?
​1.1 Pendahuluan
​1.2 Kepribadian Roh Kudus
​1.3 Siapakah Roh Kudus
​1.4 Menyelidiki konsep tentang ke- Allah- an
​1.5 Beberapa pertanyaan sulit
​1.6 Referensi tentang ke- Allah- an di dalam Alkitab
​1.7 Kesimpulan

Bab 2: Sebutan-sebutab Roh Kudus
​2.1 Pendahuluan
​2.2 Roh Kudus
​2.3 Roh Kebenaran
​2.4 Penolong dan Penghibur
​2.5 Roh hikmat dan wahyu
​2.6 Sebutan lain Roh Kudus

Bab 3: Lambang Roh Kudus
​3.1 Pendahuluan
​3.2 Lambang-lambang dalam Alkitab

Bab 4: Roh Kudus dan Gereja
​4.1 Pendahuluan
​4.2 Definisi Gereja
​4.3 Sifat gereja
​4.4 Asal mula gereja
​4.5 Pekerjaan Roh Kudus di gereja
​4.6 Roh Kudus memberikan karunia-karunia rohani
​4.7 Peran Roh Kudus dalam menyatukan gereja benar
​4.8 Satu gereja benar
​4.9 Bagaimana kita dapat mengenali gereja benar?
​4.10 Mencari Gereja Benar
​4.11 Kesimpulan

Bab 5: Roh Kudus dan Umat Percaya
​5.1 Pendahuluan
​5.2 Roh Kudus dan pembenaran
​5.3 Roh Kudus dan pengudusan
​5.4 Roh Kudus dan keselamatan
​5.5 Roh Kudus memulihkan status kita sebagai anak-anak Allah
​5.6 Roh Kudus memberi jaminan warisan Syurgawi
​5.7 Roh Kudus memberikan pengharapan yang hidup
​5.8 Roh Kudus menuntun kita kepada seluruh kebenaran
​5.9 Roh Kudus memberi kuasa
​5.10 Roh Kudus menengahi untuk kita
​5.11 Kesimpulan

Bab 6: Pekerjaan Roh Kudus
​6.1 Pendahuluan
​6.2 Roh Kudus menginsafkan dunia akan dosa
​6.3 Roh Kudus membawa orang-orang berdosa kepada Tuhan
​6.4 Roh Kudus mengampuni dosa
​6.5 Roh Kudus menyelamatkan manusia dari dosa
​6.6 Roh Kudus memberikan hidup
​6.7 Roh Kudus menghukum dosa
​6.8 Roh Kudus mengutus para pekerja

Bab 7: Janji akan Roh Kudus
7.1 Pendahuluan
7.2 Janji Roh Kudus dalam nubuat
7.3 Janji-janji dari Tuhan Yesus

Bab 8: Pencurahan Roh Kudus
​8.1 Pendahuluan
​8.2 Turunnya hujan awal
​8.3 Roh Kudus berhenti turun
​8.4 Turunnya hujan akhir
​8.5 Sejarah awal Gereja Yesus Benar

Bab 9: Baptisan Roh Kudus
​9.1 Pendahuluan
​9.2 Kesalahfahaman umum mengenai baptidan Roh Kudus
​9.3 Bukti menerima Roh Kudus
​9.4 Fungsi berbahasa Roh
​9.5 Karunia Roh Kudus yang membangun gereja
​9.6 Penafsiran Alkitab dari 1 Korintus 14
​9.7 Pengalaman Pentakosta
​9.8 Karunia menafsirkan bahasa Roh
​9.9 Kesaksian jemaat Gereja Yesus Benar

Bab 10: Pengilhaman Roh Kudus
​10.1 Pendahuluan
​10.2 Beberapa kesalahfahaman umum
​10.3 Penglihatan Roh Kudus pada periode berbeda dalam sejarah
​10.4 Pandangan umum yang dipegang banyak gereja
​10.5 Kesimpulan

Bab 11: Kesalahfahaman Mengenai Baptisan Roh Kudus
​11.1 Pendahuluan
​11.2 Pentakosta tidak akan pernah terulang kembali
​11.3 Semua orang percaya mempunyai Roh Kudus
​11.4 Mencari baptisan Roh Kudus tidaklah perlu
​11.5 Kesimpulan

Bab 12: Menerima Roh Kudus
​12.1 Pendahuluan
​12.2 Menemukan Roh Kudus di Gereja Benar
​12.3 Taat pada kebenaran
​12.4 Memuji Tuhan dengan “Haleluya”
​12.5 Baptisan Air
​12.6 Penumpangan tangan
​12.7 Miskin di hadapan Allah
​12.8 Kekudusan
​12.9 Iman dan ketekunan
​12.10 Ketekunan dalam doa
​12.11 Memegang perintah Allah
​12.12 Kesimpulan

Bab 13: Dipenuhi Roh Kudus
​13.1 Pendahuluan
​13.2 Definisi dipenuhi Roh Kudus
​13.3 Buah dari kepenuhan Roh Kudus
​13.4 Bagaimana kita dapat dipenuhi Roh Kudus?

Bab 14: Membedakan Roh Kudus dan Roh Jahat
​14.1 Pendahuluan
​14.2 Bukti-bukti baptisan Roh Kudus
​14.3 Bukti-bukti menerima Roh Jahat
​14.4 Pengalaman orang-orang yang menerima roh jahat
​14.5 Bagaimana menghindari gangguan roh jahat
​14.6 Kesimpulan

Bab 15: Kesaksian-kesaksian Peribadi
​15.1 Pendahuluan
​15.2 Sukacita yang tak terukur
​15.3 Diilhamkan kerana perubahan suami saya
​15.4 Kuasa Roh Kudus
​15.5 Mendapatkan pengendalian diri melalui Roh Kudus
​15.6 Berdoa dengan ketekunan
​15.7 Cahaya yang bersinar
​15.8 Menerima Roh Kudus mendorong saya untuk dibaptis
​15.9 Menjadi orang yang baru
​15.10 Menutup pintu
​15.11 Disembuhkan melalui baptisan Roh Kudus
​15.12 Belajar bagaimana berdoa dari pamphlet injil

Bab 16: Kesaksian-kesaksian dari seluruh dunia
​16.1 Pulang ke Rumah
​16.2 Aku menerima Roh Kudus
​16.3 Kerana setiap orang yang meminta, menerima
​16.4 Kasih Allah atas Anak Sulung kami
​16.5 Panggilan Tuhan
​16.6 Aku menemukan iman yang sesungguhnya
​16.7 Tuhan menjamahku
​16.8 Dipanggil keluar dari dunia
​16.9 Diubah oleh Roh
​16.10 Aku akan pergi satu kali lagi
​16.11 Tuhan membuka jalan bagiku
​16.12 Yesus menjaga milikNya hingga akhir
​16.13 Dari belenggu Setan kepada Kristus
​16.14 Tidak ada tenungan yang mempan
​16.15 RohNya menuntunku

Bibliografi
​Daftar kutipan
​Referensi

PRAKATA
Maka kata Yesus sekali lagi:”Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata:” Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”- Yohanes. 20: 21-23

​Mengenai ayat ini, banyak orang Kristian berpendapat, murid-murid telah menerima Roh Kudus pada saat Yesus mengembusi mereka. Pendapat ini merupakan bagian dari keyakinan yang dipegang secara luas dalam dunia Kekristianan pada hari ini- yaitu barangsiapa percaya dan menerima Tuhan Yesus dalam hatinya, telah memilih Roh Kudus yang diam-diam tinggal di dalam dirinya. Dengan kata lain, mereka percaya bahawa semua orang Kristian sedah mempunyai Roh Kudus. Namun ada orang-orang lain yang percaya pada baptisan Roh Kudus, tetapi berpendapat bahawa itu bukan pengalaman yang akan dialami oleh setiap orang percaya.
Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang – demikian kataNya- “ telah kamu dengar daripadaKu. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”- Kisah Para Rasul. 1: 4-5
​Sebelum Ia naik ke Syurga dari Bukit Zaitun, Tuhan Yesus memberitahukan murid-muridNya bahawa mereka akan segera dibaptis dengan Roh Kudus. Dan memang benar. Beberapa hari kemudian pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan dengan penuh kuasa. Murid-murid menerima Roh Kudus dan mulai berbicara dengan bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan Roh itu kepada mereka.
​Sayangnya, banyak orang Kristian berfikir bahawa baptisan Roh Kudus, yang membuat para rasul dapat berkata-kata dengan bahasa lain, merupakan kejadian yang bersifat terbatas. Bagi mereka, permasalahannya bukan pada apakah orang percaya menerima Roh Kudus atau tidak, namun lebih kepada apakah ia dibaptis dengan Roh Kudus. Mereka berpendapat bahawa dua hal ini merupakan pengalaman yang berbeda, dan berkata bahawa seorang percaya menerima Roh Kudus pada saat ia percaya kepada Tuhan; tetapi ia belum tentu menerima baptisan Roh Kudus dan berbahasa roh, kecuali apabila Allah memberikan karunia ini.
​Pertanyaannya, apakah kepercayaan ini benar?

Jika kita membaca di dalam Alkitab, kita dapat melihat bahawa sebelum Tuhan Yesus disalibkan, Ia memberikan sebuah janji kepada murid-muridnya,” Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran”(Yoh. 14: 16-17). Ia juga berkata,” Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu ,”(Yoh. 16:7)
​Saat kita membaca ayat-ayat ini, kita perlu menyedari bahawa ketika Yesus mengembusi murid-muridNya dan berkata,” Terimalah Roh Kudus.” Ia belum naik ke Syurga. FirmanNya menunjukkan bahawa Roh Kudus(Penolong) belum datang kepada manusia dan kata-kataNya dimaksudkan untuk menyakinkan janjiNya kepada murid-murid. Namun akan tiba waktunya janji itu akan digenapi- Roh Kudus akan dicurahkan kepada setiap murid yang percaya kepadaNya, dan bersedia mengikuti Dia hingga akhir.
​Dari Alkitab, kita dapat mengetahui bahawa Roh Kudus datang setelah Yesus terangkat ke Syurga. Roh Kudus turun dengan penuh kuasa pada hari Pentakosta untuk tinggal di dalam diri orang percaya(I Kor. 6: 19-20) dan di dalam gereja Allah( I Kor. 3:16; II Kor. 6: 16)
​Belum kitab Kisah Para Rasul, kita melihat ketika Petrus pergi ke rumah Kornelius dan memberitakan Injil kepada seisi keluarganya, mereka semua menerima Roh Kudus, bahkan ketika Petrus masih berbicara. Petrus dan orang-orang Kristian dari bangsa Yahudi yang menyertainya “ mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah”( Kis. 10: 46) Lalu kata Petrus,” Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?”( Kis. 10: 47)
​Setelah itu, ketika mereka kembali ke Yerusalem, jemaat dari bangsa Yahudi berselisih dengannya kerana dia berkumpul bersama-sama dengan bangsa-bangda bukan Yahudi. Petrus menceritakan kepada mereka apa yang telah terjadi, dan berkata,” dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan:” Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus ””( Kis. 11: 15-16). Dari peristiwa ini, kita mengetahui bahawa ketika Kornelius dan seluruh keluarganya menerima baptisan Roh Kudus, apa yang mereka alami dapat didengar- mereka berkata-kata dalam bahasa roh.
​Alkitab memberitahukan kita bahawa Allah adalah Roh (Yoh. 4: 24). Jadi bagaimana orang dapat sungguh-sungguh mengenal Dia? Kerana Dia adalah Roh, kita menyedari bahawa kecuali Ia membuka mata kita, kita tidak dapat mengetahui perkara tentang Allah. Dari Alkitab kita mengetahui, contohnya, bahawa misteri tentang apalah keselamatan akan diberikan baik kepada orang Yahudi ataupun orang-orang bukan Yahudi melalui penyaliban Yesus tersembunyi selama berabad-abad. Sebelum Yesus mati, tidak ada orang yang memahami perkara Rohani, sehinnga mereka hanya dapat menggunakan hikmat duniawi. Ini keranakan manusia tidak dapat mengetahui perkara-perkara Allah, kecuali apabila Ia memberitahukannya melalui Roh KudusNya.( I Kor. 2: 6-16)

​Beberapa orang Kristian memanfaatkan Firman Allah untuk mencapai tujuan mereka sendiri. Namun seberapapun menyakinkan dan menyentuh pendapat mereka, kata-kata mereka tetaplah kata-kata manusia dan tidak dapat memungkinkan orang menyentuh kehidupan yang terdapat di dalam Firman Allah( I Tes. 2: 13; I Yoh. 1: 1-4). Apabila kita menerima Roh Kudus dan tunduk pada pimpinanNya, barulah kita dapat dituntun kepada seluruh kebenaran( Yoh. 16: 13). Melalui Roh Kudus, kita dapat menyelidiki hal-hal tersembunyi dari Allah; mendapatkan intisari pesan di dalam Alkitab; menafsirkan makna Alkitab; dan mengajarkan Firman Allah kepada orang lain dengan tepat, untuk memberikan kesempatan kehidupan rohani kepada mereka.
​Segala ajaran yang telah disebutkan berkaitan dengan Roh Kudus dan ajaran-ajaran lain, dibahas secara rinci dalam adaptasi dari buku Risalah Mengenai Roh Kudus yang ditulis oleh Penatua Hsieh Sun Tao. Edisi Bahasa Inggeris dari buku ini diberi nama The Doctrine of the Holy Spirit yang diterbitkan oleh Departemen Literatur Majelis Internasional.
​Doktrin Roh Kudus pertama kali diterbitkan oleh Majelis Pusat Gereja Yesus Benar Taiwan pada tahun 1966. Buku ini kemudian mengalami perbaikan dan diterbitkan kembali tahun 1985. Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan Roh Kudus dan menafsirkan ayat-ayat Alkitab, dengan menggunakan Alkitab sebagai refenrensi.
​Majelis Internasional telah menerjemahkan hasil karya Penatua Hsieh ke dalam berbagai bahasa. Tantangan yang besar ada pada sumber-sumber kutipan yang digunakan untuk menjamin keotentikan dan ketepatan kutipannya.
​Buku Doktrin Roh kudus yang merupakan adaptasi dari buku Penatua Hsieh, diterbitkan khusus untuk pembaca berbahasa Malaysia. Untuk edisi Bahasa Malaysia ini, beberapa pekerja terlibat dalam penerjemahan, editing dan pemeriksaan kembali.
​Puji syukur dan kemuliaan bagi Tuhan atas pertolonganNya sehingga pekerjaan ini dapat diselesaikan. Kami juga berterima kasih kepada setiap pihak yang terlibat, mulai dari penerjemahan, editor, pemeriksa akhir, perancang grafis, dan yang lainnya. Selain itu, anggota Tim Sensor Majelis Internasional dengan baik hati memberikan masukan pada kerangka-kerangka awal buku ini.
​Kiranya Allah senantiasa mencurahkan berkat-berkatNya, sehingga melalui penerbitan buku ini, jemaat dapat mempunyai pengertian yang lebih mendalam tentang pentingnya doktrin Roh Kudus. Kita juga berdoa agar setiap orang dapat belajar bagaimana mendapatkan kepenuhan Roh Kudus agar kehidupan rohani mereka dapat bertumbuh mengasihi Tuhan, meningkatkan iman mereka dan memegang teguh kebenaran.
​Marilah kita semua menyambut dan menerima Roh Kudus ke dalam hati kita, agar kita dapat mengalami kasih karuniaNya yang berkelimpahan.

Jabatan Kesusasteraan Ibu Gereja Sabah

(Dibaca : 270 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *