Bahagian 10: Kelakuan Dan Rupa Diaken Rohani ~ Pelayan Allah

Bahagian 10: Kelakuan Dan Rupa Diaken Rohani ~ Pelayan Allah

Nas kitab: 6:1-13

[1]      Pergunakan Kesempatan Yang Ada Untuk Membalas Kasih Karunia Tuhan (6:1-2)

i. Nasihat rasul.

‘Sebagai temat-teman sekerja, kami menasihatkan kamu’ (1a).

‘Jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima’ (1b).

Δ Memperolehnya dengan cuma-cuma, berikanlah juga dengan cuma-cuma.

ii. Allah sendiri menasihati.

Sebab Allah berfirman:

¬    “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan,  Aku akan menolong engkau” (2a).

Δ Kalimat ini adalah peringatan dari Allah sendiri kepada manusia: ‘Bagaimana Aku menyelamatkan kamu ~ ingatlah bagaimana kamu menerimakan kasih karuniaKu’ (Why 3:3a).

­“Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari  penyelamatan itu” (2b).

Δ Mengingatkan para pemercaya agar pergunakan setiap kesempatan untuk memberitakan Injil.

Δ Allah berfirman: “Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu” (Why 3:8).

Δ Kehendak Allah ialah supaya semua orang diselamatkan (II Ptr 3:9; I Tim 2:4).

[2]      Setia Menjadi Pelayan Tuhan (6:3-7)

i. Aspek negatif.

– “Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung” (3a).

‘Tersandung’ maksud menyebabkan orang menentang disebabkan kita melakukan yang tidak sopan ataupun merugikan orang.

“Supaya pelayanan kami jangan sampai dicela” (3b).

Δ Terjemahan Li Zhen Zhong: Dalam hal apapun, terhadap sesiapapun…..supaya jangan kami dianggap cerewet.

Δ Awasi diri dan berjaga-jaga supaya jangan orang lain mempunyai alasan memfitnah kita dan supaya jangan kita menjadi rintangan menghalangai orang lain percaya kepada Injil.

ii. Aspek positif.

“Kami tunjukkan bahawa kami adalah pelayan Allah” (4).

Δ Tidak berlagak, tidak berpurua-pura, tidak memegah-megahkan diri  “Menjadi hambamu oleh kerana kehendak Yesus” (4:5).

iii. Demi Tuhan, bertahan dalam penderitaan (4-5).

– Dari segi jiwa: menahan dengan penuh kesabaran, dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran.

­Dari segi jasmani: dera, penjara, kerusuhan.

– Dari segi ekonomi: berjerih payah, berjaga-jaga, berpuasa.

Δ Versi Li Zhen Zhong: bekerja keras, kurang tidur, kurang makanan.

iv. Perlakuan akhlak (6).

– Aspek kenikmatan material: kemurnian hati (6a).

Pengkayaan dan amalan pengetahuan kebenaran: pengetahuan kesabaran (6b).

– Terhadap orang lain: kemurahan hati, dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik (6c).

– Aspek perjuangan rohani: pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah, dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang atau mempertahankan (7).

Terjemahan bahasa Cina: pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan di sebelah kiri dan kananmu.

‘Senjata-senjata keadilan di sebelah kiri dan kanamu’    Terjemahan En Gao: Dengan senjata keadilan di kedua-dua tangan kanan dan kirimu (6:7).

Δ Tuhan membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, Ia membalas kepadaku sesuai dengan  kesucian tanganku di depan mataNya (Mzm 18:21-25).

– Aspek mulia dan hina: dihormati, dihina, diumpat, dipuji (6:8).

[3]     Kasih Karunia Yang Ajaib (6:8-10)

i. Ketika dianggap penipu, namun dipercayai.

Δ Kekadangnya kita memimpin kawan-kawan simbaptisan selangkah demi selangkah seolah-olah menggodainya, namun itu adalah berdasarkan motif yang murni, ikhlas, yakni mengarahkannya kepada Tuhan.

ii. Sebagai orang tidak dikenal namun terkenal (9a).

iii. Sebagai orang nyaris mati dan sungguh kami hidup (9b).

Δ Terjemahan baru: Dikatakan bahawa kami telah mati, pada hakikatnya kami masih hidup.

iv. Sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati (9c).

v. Sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita (10a).

Δ Sebab aku yakin bahawa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Rm 8:18).

vi. Sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang (10b).

vii. Sebagai orang yang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu (10c).

Δ Sewaktu di dunia, Paulus tidak memiliki suatu apapun. Namun di dalam Tuhan ia memiliki segala-galanya, di mana Allah membekalinya tepat waktunya berdasarkan iman orang-orang tertentu.

[4]     Berkomunikasi Dengan Hati Terbuka Dan Jujur Ikhlas (6:11-13)

i. Secara mesra: “Hai orang Korintus!” (11a).

  1. Berkata benar di dalam kasih: “Kami telah berbicara terus terang kepada kamu” (11b).
  2. Menerimakan orang dengan hati terbuka: “Hati kami terbuka lebar-lebar” (11c).
  3. Dan bagi kamu ada tempat yang luas di dalam hati kami, tetapi bagi kami hanya  tersedia tempat yang sempit di dalam hati kamu (12).

“Maka sekarang, supaya timbal balik…” (13a).

“Aku berkata seperti kepada anak-anakku” (13b).

(Dibaca : 737 kali)


Gereja Yesus Benar Sabah

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Comment

 

— required *

— required *