“Tuhan, Apakah Yang Harus Kuperbuat?”

“Tuhan, Apakah Yang Harus Kuperbuat?”

[Hsu Tong Lin]

 Prakata

Nama asal Paulus ialah Saulus. Pada suatu kali, dalam perjalanannya ke Damsyik untuk menganiaya para pemercaya, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia sehingga ia tidak dapat melihat lalu ia bertanya: “Siapakah Engkau, Tuhan?” Setelah ia faham bahwa Tuhan Yesus telah memilih dan memanggilnya, seketika itu juga ia sedar akan amanatnya lalu memohon kepada Tuhan memberi petunjuk kepadanya: “Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?”

Jawab Tuhan: “Bangunlah dan pergilah ke kota Damsyik, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat”. Tuhan telah menentukan Ananias untuk menumpangkan tangan ke atasnya lalu ia dapat melihat serta memberitahu kepadanya apa yang harus diperbuat mulai dari waktu itu (Kis 22:6-10, 14, 15; 9:1-22). Hari ini, kita yang telahpun dipilih Tuhan, harus juga memahami: “Apakah yang harus kuperbuat?”

[1]      Haruslah Faham Apakah Yang Harus Diperbuat?

i. Jemaat adalah keluarga Allah yang hidup, jadi haruslah tahu bagaimana harus hidup di dalam rumah Allah! (I Tim 3:15).

 Awasi segala perbuatan rumah tangga, makanan kemalasan tidak dimakan (Ams 31:27).

‚ Peringati selalu hal-hal Bapa (Luk 2:49).

ƒ Jadilah seorang hamba yang setia dan berakal budi (Mat 24:45, 46; 25:14-30).

„ Jadilah pengurus yang baik dari kasih karunia Allah (I Ptr 4:9-11).

ii. Jemaat adalah tubuh Kristus (Ef 1:23; I Kor 12:12-13).

Anggota-anggota haruslah saling memperhatikan, saling menghormati dan saling melayani (I Kor 12:14-28).

‚Haruslah setiap anggota rapih tersusun, masing-masing tunaikan pekerjaan pelayanan bagi pembangunan tubuh Kristus (Ef 4:11-16; Rm 12:3-8).

Setiap anggota mempunyai darah, Roh dan firman Kristus – yakni hidup Kristus (kasih) yang disalurkan akan dinampakkan dalam setiap orang (Ef 5:2; I Yoh 4:7-13; I Kor 16:14).

iii. Tuhan mengutus kerja untuk setiap orang melalui Ibu Gereja, melalui gereja tempatan (Kis 9:6; 13:2,3; 8:14-15; 15:1, 2; 16:4, 5)

Dilantik urap sebagai para penatua atau diaken (kis 6:2-6; Tit 1:5-9; I Tim 4:11-16; Kis 20:28-31).

‚Menjawat tanggungjawap sebagai ahli jawatankuasa gereja: penguasa gereja, penguasa hal ehwal am, penguasa kewangan.

ƒMenjawat tanggungjawap pelbagai jenis kerja suci: pendidikan agama, pemimpin kebaktian, penterjemah, pengiring muzik, pemimpin kidung, kerja sambutan, lawatan, menjaga kenderaan gereja …… atau AJK perhimpunan, AJK Injil, AJK Kesusasteraan, AJK Perpustakaan dan lain-lain jenis kerja suci.

iv. Penginjilan peribadi: Memimpin orang menganut ke dalam Tuhan adalah tanggungjawap yang mesti ditunaikan oleh setiap orang (I Ptr 2:9; Mrk 16:15, 16; 5:18-20).

Memberitakan Injil adalah tanggungjawap setiap orang yang dikaruniai Roh Kudus (Luk 4:18, 19;  Kis 1:8; Yoh 20:21-23).

‚Tuhan Yesus membicarakan firman dengan perempuan Samaria (Yoh 4:7-30).

ƒKesaksian perempuan Samaria (Yoh 4:39-42).

„Andreas membawa abangnya Simon untuk berjumpa Tuhan (Yoh 1:41-42).

…Filipus bersaksi kepada sahabatnya Natanael (Yoh 1:45-46).

Filipus memberitakan Injil kepada sida-sida (Kis 8:26-28).

[2]      Kerja Tepat Waktunya, Jangan Bertangguh-Tangguh (Luk 16:24-28)

i. Sewaktu kita baru menerima kasih karunia Tuhan (Mrk 5:18-20; I Ptr 2:9), saksikan apa yang telah dilihat dan apa yang didengar (Kis 4:19-20).
ii. Selama pihak lain memerlukannya (II Raj 5:1-3; Kis 12:5).
iii. Bekerjalah selama masih hidup (Pkh 9:10; 12:1-8).
iv. Bekerjalah selama hari masih siang (Yoh 9:4).

¨ Pergunakanlah setiap kesempatan untuk bekerja demi Tuhan (Pkh 9:11; Gal 6:10; I Kor 15:58).

[3]     Semangat Kerja Yang Seharusnya Ada

i. Menurut kehendak Tuhan: taat kepada utusan gereja (I Ptr 5:2; Yoh 21:15-17; Kol 3:22-24).
ii. Dengan sukarela: mempunyai semangat menyangkal diri dan tekad tahan derita (I Ptr 5:2; I Kor 9:16-17; Kis 20:22-24).
iii. Jadikan diri sebagai teladan: jadi teladan kawanan domba (I Ptr 5:3; Yoh 10:3-4; I Kor 9:27).
iv. Rendahkanlah diri: rela menjadi hamba semua orang, melayani Tuhan (I Kor 9:19; Kis 20:19-21; Mrk 10:42-45).

¨ Tertulis di dalam Alkitab: sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Kerana barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia (Rm 14:17-18).

Kesimpulan

Setelah Paulus memahami ‘apa yang harus diperbuat’ buat seumur hidupnya, ia menganggap Kristus yang jauh ternilai manakala segala sesuatu yang lain sebagai sampah bahkan setia sepenuhnya dalam tanggungjawap sendiri. Menjelang saat-saat akan meninggal dunia, ia penuh dengan pengharapan rasa terjamin akan upahnya dan menyanyikan Lagu Kemenangan: Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya! (II Tim 4:7-8). Semoga kita semua akan meneladani semangat kerja Paulus, mengakhiri amanat yang diserahkan Tuhan, maka kita akan beroleh sukacita pada hari kita memberi pertanggunganjawap (Mat 25:21-23).

(Dibaca : 655 kali)

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *