2. Hal Pembasuhan Kaki

I.       ASAL USUL

1.      Didirikan oleh Tuhan (Yoh 13 : 1-20).

2.      Tuhan berpesan/memerintahkan untuk melakukannya demikian (Yoh 13 : 15).

3.      Tuhan berjanji, apabila melakukannya akan memperoleh berkat (Yoh 13 : 16-17).

II.     MAKNA

1.      Sakramen yang bersifat memberi nasihat.

    • Nasihat tersebut terutama sangat penting di dalam pelaksanaannya.

a.      Nasihat Kasih.

    • Pembasuhan kaki menyatakan Kasih Tuhan yang tak terbatas terhadap muridNya (Yoh 13 : 1).
    • Maka kita pun harus saling mengasihi (Yoh 13 : 34-35;  15 : 12-15;  Ruj : 1 Yoh 3 : 16-18).

b.      Nasihat Kudus.

    • Sakramen Pembasuhan kaki menyatakan permohonan Tuhan yang kudus terhadap muridNya (Yoh 13 : 10-11).
    • Air melambangkan Kebenaran (Firman).  (Ef 5 : 26-27;  Yoh 17 : 17, 19;  Mzm 119 : 9).
    • Kaki melambangkan perbuatan (Ams 4 : 14, 26-27).
    • Maka setelah menerima baptisan harus berhati-hati dalam perbuatan (1 Ptr 1 : 15-16;  Yoh 13 : 10).  Mandi mengumpamakan baptisan.
    • Umat terdapat umat yang Kudus (Kis 9 : 13;  Ef 1 : 1;  Flp 1 : 1;  Kol 1 : 2;  Rm 1 : 7).

Bangsa yang kudus (1 Ptr 2 : 9).

Saudara yang kudus (Ibr 3 : 1).

Dan sebutan lainnya.

c.      Nasihat melayani orang dengan rendah hati.

    • Dengan sikap seperti seorang hamba Tuhan melaksanakan pembasuhan kaki. (Yoh 13 : 4-5;  Luk 22 : 24-27).
    • Sistem Gereja berbeza dengan sistem negara (Mrk 10 : 42-45).
    • Hendaklah kita saling melayani dengan rendah hati (Yoh 13 : 12-14;  Rm 12 : 10, 16;  Flp 2 : 3;  1 Ptr 5 : 5-6;  4 : 10).

d.      Nasihat mengampuni.

    • Bahkan Tuhan juga membasuh kaki Yudas yang akan menjual Dia (Yoh 13 : 11, 18-19, 21-30;  Ruj : Yoh 6 : 64, 70-71).

Menyatakan Kasih Tuhan yang agung (Mzm 41 : 9).

Maka kita harus mencontohi Tuhan, yakni saling mengampuni (Kol 3 : 12-13;  Ef 4 : 30-32;  Mat 6 : 12, 14-15;  18 : 21-35).

2.      Mempunyai bagian dengan Tuhan (Yoh 13 : 6-10).

Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku (Yoh 13 : 8).

a.      Pembasuh adalah mewakili Tuhan (Yoh 13 : 16, 20).  Kedua ayat ini adalah ayat yang penting dalam pelaksanaan upacara.

Perhatikan kata “Utus”, hal ini bukanlah ditujukan kepada umat Kristian semuanya, melainkan menunjukkan kepada hamba Tuhan, orang yang diutusNya (Iaitu Penginjil, Diaken dan Penatua).

    • “Utus” dalam Yoh 13 : 16 : mempunyai persamaan kata dengan Rasul dalam bahasa aslinya.

b.      Perkataan “Tidak mendapat bagian dalam Tuhan” adalah mengandung erti tidak mendapat bagian dalam Syurga (Ef 2 : 12).

III.    CARA

1.      Mengutus orang iaitu mengajarkan Penginjil sebagai wakil Tuhan untuk membasuh kaki orang yang baru percaya (Yoh 13 : 14-17).

a.      Harus mencontohi teladan Tuhan (Yoh 13 : 15-17).

b.      Harus dalam Nama Tuhan Yesus (Kol 3 : 17).

Dalam Nama Tuhan, menyatakan mewakili Tuhan.

2.      Penerima Baptisan harus menerima dengan hati yang bersyukur (Yoh 13 : 20).

Setelah dibaptis harus menerima Sakramen Pembasuhan Kaki (Yoh 13 : 10).

    • Yoh 13 : 15-20.  Adalah perintah mengenai pelaksanaan Sakramen Pembasuhan Kaki yang berbeza dengan pelaksanaan upacara saling membasuh kaki.
    • Yoh 13 : 12-14.  Adalah nasihat mengenai saling membasuh kaki, yang diutamakan salain harus melaksanakan upacaranya secara nyata, bahkan harus dapat mengamalkan secara nyata makna dari semangat dan pengajaran upacara saling membasuh kaki tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Sakramen Pembasuhan Kaki dan upacara saling membasuh kaki ini tidak boleh terpengaruh oleh adat duniawi dan arus zaman (Ams 30 : 5-6;  Mat 15 : 9;  Tit 1 : 13-14).

IV.    ERTI KEROHANIAN

    • Melambangkan cara hidup Tuhan melayani manusia (Flp 2 : 6-8).
    • Meninggalkan perjamuan : meninggalkan takhta di Syurga.
    • Menanggalkan jubah : membuang kemuliaan.
    • Mengikat kain di pinggang : mengambil rupa seorang hamba, lahir sebagai manusia.
    • Membasuh kaki : melayani manusia.

Maka dari itu, Pembasuhan Kaki oleh Tuhan adalah gambaran hidup Tuhan yang melayani manusia dengan rendah hati (Mrk 10 : 45).

Hendakah kita hidup bersama menaruh fikiran dan perasaan yang terdapat dalam Tuhan Yesus Kristus (Flp 2 : 5;  1 Yoh 3 : 16).

(Dibaca : 436 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *