Huraian Singkat Dari Kitab Pengkhotbah:Pasal 7 – 9

21) Renungkanlah hari kesudahan manusia (7:1-4)

7:1 Dikatakan pula dalam Alkitab: “Nama baik lebih berharga daripada kekayaan besar” (Ams 22:1), kerana itu kita harus menghargai nama baik. “Minyak yang mahal” menunjukkan bahawa bagi bayi yang baru dilahirkan, setelah dibasuh, diurapi dengan suatu minyak yang mahal atas tubuhnya (Ruj Yeh 16:9; Rut 3:3), yakni semerbak yang bersifat sementara yang termasuk materi yang melambangkan suatu kelahiran, namun yang demikian tidak dapat dibandingkan dengan suatu semerbak daripada semangat yang kemudian dipancarkan melalui nama baik dan tidak akan binasa.

Apabila orang masih hidup nama baiknya akan goyah dan tidak menentu. Kerana itu manusia harus “meninggalkan suatu nama yang harum untuk turun temurun”, janganlah “kerana suatu perbuatan yang tercela sehingga mendapat caci-maki selama-lamanya”.

Apa yang dikatakan nama, bukan menunjukkan nama yang hampa, melainkan menunjukkan suatu nama baik yang datang daripada iman serta budi pekerti yang baik.

7:3 Ruj.  II Kor 7:10-11; Mat 5:4, 6.

Kita harus ingat, bahawa suatu hari kesudahan bagi diri kita akan tiba, kerana itu segeralah percaya Tuhan bagi orang yang belum percaya (II Kor 6:2; Ams 27:1);peliharalah diri sendiri bagi yang sudah percaya, juga lebih

  • Banyak pekerja bagi Tuhan, lebih banyak lakukan kebajikan tetapi persiapkan untuk dunia yang akan datang (Ibr 6:10).

22) Mendengar hardikan orang berhikmat lebih baik daripada mendengar nyanyian orang bodoh (7:5-7)

7:5 “Nyanyian”: Menunjukkan nyanyian yang hina. Kerana itu kita harus hindari nyanyian hina juga perkataan yang ksosng dan sembrono (Efe 5:4).

7:7 “Pemerasan”: Dalam terjemahan lain “penindasan”. Lagi pula orang berhikmat khuatir dipermainkan oleh orang fasik.

23) Hendaklah panjang sabar (7:8-10)

7:8 “Suatu hal”: Dapat diterjemahkan menjadi “perkataan”. Atau nas tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut: “Keberhentian perkataan (berdiam diri), lebih baik daripada memulai perkataan (berbicara)”. Yang bersamaan dengan suatu peribahasa barat: Speech is silver, silence is gold (berkata adalah perak, berdiam diri adalah emas) (Ruj Ams 17:28).

7:10 Janganlah bersungut-sungut, tetapi sabarlah atas keadaan susah sekarang ini.

24) Suatu kebaikan bagi yang beroleh hikmat (7:11-14)

7:11 “Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan”: Pada terjemahan lain “adalah baik apabila hikmat disertai warisan”, namun sebaliknya tidaklah baik jika berhikmat tetapi miskin (6:7-9; 9:13-16).

7:13 Ruj 1:15. Bahawa manusia tidak dapat menolak suatu pengaturan daripada nasib yang telah diatur oleh Allah.

7:14 “Supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya”: Supaya manusia tidak tahu apa yang akan terjadi (Ams 27:1; Yah 4:14). Kerana apa yang diatur oleh Allah, tidak dapat ditafsirkan oleh manusia, dan meramalnya, oleh kerana itu asalkan taat kepada Allah serta ikuti perkembangannya ke arah mana agar dapat sentosa.

25) Hadapilah zaman yang berliku-liku ini dengan hikmat (7:15-18)

7:15 Terdapat suatu kontradiksi di atas bumi (8:14; Ayb 21:6-21, 27-33).

7:16 Mengenai kejahatan di atas bumi, harus kenal suatu keadaan, tidak menurut kemampuan sendiri, tetapi membetulkannya dengan cara paksa, tunggulah suatu saat dan pengadilan dari Allah (8:5-6).

7:17 Lagi pula janganlah kerana melihat suatu kejahatan serta kontradiksi kemudian lakukan suatu tindakan yang hanya mendatangkan malang bagi dirinya, dan menjadi seorang yang bodoh atas kefasikannya.

7:18 “Memegang yang satu”: Jangan terlampau berbuat jahat.

“Juga tidak melepaskan yang lain”: Jangan terlalu saleh.

  • Kita harus percaya dan meyakini keadilan Allah, menunggu waktu serta penghakiman Allah, dan janganlah mendahului Allah dalam melakukan sesuatu. Tapi jangan berkompromi dengan kejahatan pula. Bila perlu “korbankanlah jiwa raga kita demi keadilan/kebenaran” (Mat 15:25-26; Dan 3:16-18; 6:10).

26) Janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang (7:19-22)

7:19 Besarlah kekuatan daripada hikmat (9:18a; Ams 24:3-7).

7:20 Di bumi tidak ada seorang yang sempurna.

7:21 Segala sesuatu yang diucapkan orang, terlebih perkataan-perkataan yang mengutuk engkau, janganlah engkau perhatikan (I Kor 4:3-5), berilah maaf kepada orang lain.

7:22 Tanyalah hati nurani diri kita, maka akan tahu bahawa kita pun pernah melaknati orang beberapa kali.

27) Sukar untuk menemukan orang yang tulus/jujur (7:23-29)

7:23-24 Sulit untuk mengejar suatu hikmat, sulit menyelami kebenaran dari segala sesuatu.

7:25-26 Hanya dapat diketahui bahawa adanya perempuan jalang merupakan suatu kenyataan, serta tipu dayanya bagaikan perangkap dan belenggu (Ams 5:3-6; 7:22-23; 22:14).

7:27-29 Sulit ditemukan seorang laki-laki yang tulus dari seribu orang laki-laki, mengenai perempuan yang tulus satu pun tidak ditemukan dari sekian banyak perempuan. Bagi Salomo mempunyai seribu isteri/gundik, mungkin seorang perempuan yang tulus tidak dapat ditemukan dari antara mereka (Ruj Yer 17:9). Tidak hanya demikian bahkan ia sendiri pun telah disesatkan untuk berbuat dosa (I Raj 11:4-8).

28) Kepatuhan kepada raja (8:1-9)

8:1 Mohonlah cahaya milik rohaniah (kebaikan dari dalam) (Ruj Kis 6:15; II Kor 3:7-18).

8:2 Ruj Rm 1:1, 2, 5; Tit 3:1; I Ptr 2:13, 14, 17.

8:3 “Janganlah tergesa-gesa perdi dari hadapannya”: Yakni jangan tunjukkan suatu sikap yang tidak mematuhi (10:4; Ruj Neh 2:1-2). Sekalipun terhadap raja lalim juga patuhi dengan sabar, tapi tunggulah waktu serta penghakiman dari Allah (Ruj I Ptr 2:18; Kol 3:22-25).

8:5 “Mengetahui waktu dan pengadilan”: “Pengadilan” atau juga “penghakiman”, yakni waktu serta penghakiman Allah (Ruj Ams 5:12-13).

8:6 Ruj 3:1.

8:7 Bahawa manusia tidak mengetahui apa yang akan terjadi.

8:8 “Angin”: Sesuai dengan kitab asal, juga dapat diterjemahkan menjadi “roh”. Bahkan jiwa raja pun ada di tangan Allah.

“Dalam peperangan”: Pada terjemahan lain “prajurit”.

“Kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya”: Raja lalim yang cenderung berbuat jahat, dengan cara kelalimannya pun tidak dapat menolong dirinya, kerana Allah akan menghakimi dia.

8:9 “Ketika orang yang satu menguasai orang yang lain hingga ia celaka”: Walaupun demikian, lagi pula tidak luput dari pengadilan/penghakiman dari Allah.

29) Nescaya Allah akan menghakimi umat manusia (8:10-13)

8:10 Bahawa di atas bumi terdapat suatu yang kontradiksi dan hal-hal yang tidak masuk akal (7:15; 8:14).

8:11-13 Bagi penulis percaya mutlak terhadap penghakiman dan keadilan Allah. Pada nas 12a merupakan suatu fakta dari suatu hasil pengamatannya, namun bagi pengarang tetap meyakini keadilan Allah. Tidaklah oleh kerana fakta tersebut sehingga mempengaruhi iman dia, yang merupakan kemaha besaran bagi imannya.

“Aku tahu” adalah suatu kalimat yang paling berkekuatan dalam kitab tersebut, tahu yang bertolak daripada iman, dan bukan atas pengamatannya.

“Seratus kali hidup lama” (ayat 12) adalah fakta, “tidak akan panjang umar” (ayat 13) yakni pengakuan daripada iman. Apabila kita sekarang melihat dari terang Perjanjian Baru, sungguh tidak akan panjang umur bagi orang fasik (hidup kekal). Akan tetapi pada zaman Perjanjian Lama, terdapat iman sedemikian rupa, sungguh mengkagumkan. Ayub pun mempunyai iman yang menyerupai iman semacam itu (Ayb 17:6-9).

30) Tidak ada yang lebih baik daripada makan dan minum dan bersukaria dalam hidup (8:14-15)

8:14 Ruj 7:15; 8:10

8:15 Ruj 2:24-25; 3:12-13, 22; 5:18-20.

 31) Suatu kehidupan yang tidak dapat diselami (8:16-17).

8:16-17 Lihat 3:11, manusia tidak dapat menelaah perbuatan Allah.

32) Bahawa orang-orang yang benar dan orang-orang yang berhikmat semuanya ada di tangan Tuhan (9:1)

9:1 “Dan perbuatan-perbuatan mereka”: Tidak hanya nasib mereka, bahkan tingkah langkah mereka pun ada di tangan Allah.

“Baik kasih mahupun kebencian, ada di tangan Allah”: Baik kasih atau kebencian mereka terhadap orang lain, serta kasih atau kebencian orang lain terhadap mereka, semuanya ada di tangan Allah. Allah dapat menguasai hati manusia (Ruj Flp 2:13; Ezr 1:1-5; 6:22; 7:27; Neh 7:5; Est 6:1-3; Ams 21:1). Misalnya, Yusuf dibenci kemudian dijual, semuanya menurut kemahuan Allah (Kej 45:5-8). Agar dalam segala sesuatu dapat mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Rm 8:28).

33) Semua orang akan menuju alam orang mati (mati) (9:26)

9:2-3 Maut akan sama menimpa semua orang (2:14-17).

9:4-6 Setelah mati hampalah segala sesuatunya, oleh kerana itu bagi manusia perlu perhatikan hal ini.

9:4 “Anjing”: Merupakan binatang yang hina.

“Singa”: Adalah binatang yang terhormat.

34) Hidup dengan bersukaria dan giatlah bekerja selama kita masih hidup (9:7-10)

9:7 Ruj 2:24-25; 3:12-13, 22; 5:18-20; 8:15.

9:8 Yakni menjaga kebersihan pakaian dan menghiasi kepala.

  • Peliharalah kebersihan dalam hati kita pada hari ini juga (Why 19:7-9) dan dengan kepenuhan Roh Kudus (Efe 5:18).

9:10 Selama masih hidup, lakukanlah dengan giat apa yang perlu kita kerjakan, terlebih pekerjaan bagi Allah, kerjakanlah sedini mungkin (Yoh 9:4).

35) Allah menguasai atas waktu dan nasib manusia (9:11-12)

9:11

9:12 “Waktunya”: Hari kematian (8:8) atau waktu atas datangnya suatu malapetaka/keberuntungan.

36) Kesia-siaan bagi orang miskin tapi berhikmat (9:13-16)

9:14 “Tembok-tembok pengepungan”: Pada terjemahan lain “suatu tangga”. Alat yang digunakan waktu diadakan penyerbuan terhadap sebuah kota/benteng pada zaman dahulu, yakni suatu menara pengamat yang dapat digerakkan yang dapat mencapai ketinggian tembok pelindung, pada tingkap atas dapat ditempatkan salah seorang pemanah untuk melancarkan serangan-serangan ke dalam kota.

9:16 Pada 9:11 menerangkan bahawa keterbatasan hikmat kerana suatu kesempatan, dalam nas tersebut menerangkan bahawa terbatasnya hikmat oleh kerana suatu situasi dan kondisi.

37) Kebaikan daripada hikmat (9:17:18)

9:17 “Teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh”: Perkataan-perkataan dari seorang raja gila.

9:18 “Orang yang keliru”: Seorang berhikmat dapat menolong banyak orang, sebaliknya seorang berdosa dapat menyusahkan banyak orang (Ruj Yos 7:1-12, 20-25).

(Dibaca : 2685 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *