Huraian Singkat Dari Kitab Pengkhotbah:Pasal 4 – 6

9) Terdapat segala penindasan di atas bumi (4:1-3)

10) Kesia-siaan dalam mendapat iri hati dari seseorang (4:4-6)

4:4 Kerana mencapai suatu prestasi, kemudian diirii oleh orang, inipun kesia-siaan.

4:5 Mencemoohkan kemalasan orang yang bodoh (Ams 6:6-11; 26:13-16; II Tes 3:10).

4:6 Merupakan suatu yang baik dalam hidup aman dan tenteram disertai rasa cukup (I Tim 6:6-8; Ams 30:8-9). Adalah hampa jika melakukan sesuatu dengan jerih payah yang berlebihan namun hanya mendatangkan iri hati (4), adalah kebodohan kerana sangat malas sehingga tidak dapat makanan (5), bila dapat tenang disertai rasa cukup merupakan suatu yang baik (6). Sang penulis usulkan memilih jalan sedang.

11) Kesia-siaan dalam hidup sendirian/kesepian (4:7-12)

4:8 “Kesia-siaan bagi yang tidak tahu menikmati suatu kenikmatan dan yang hanya seorang sendirian, ia tidak mempunyai anak laki-laki atau saudara laki-laki dan tidak henti-hentinya ia berlelah-lelah.

4:9-12 Mengungkapkan tentang kebaikan dari pada kegotong-royongan (Ruj Mzm 133:1; Ams 17:17; 18:24; 27:10).

12) Kesia-siaan daripada nama baik (4:13-16)

4:13 Kukuhnya seorang raja tua, yang tidak mahi diberi peringatan lagi.

4:15-16 Bagi raja yang baru mula-mula mendapat nama baik dari banyak orang dan memerintahkan rakyatnya, tetapi kemudian khalayak ramai tidak menyukainya lagi, oleh sebab itu nama baik pun tidak dapat diandalkan.

 13) Takutlah akan Allah (5:1-7)

4:17 “Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah”: Kerana di mana Allah hadir adalah tempat kudus (Kel 3:5; II Ptr 1:18). Kita pun harus menjaga langkah kita bila datang ke aula Gereja, dengan tenang mendengar firman Tuhan, poula harus mengenakan pakaian yang rapih.

“Menghampiri untuk mendengar”: Sewaktu kita datang ke Gereja juga harus menghampiri untuk mendengar, dan juga harus dengan cermat membezakan apa yang kita dengar (I Kor 14:29).

“Korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh”: Tidaklah berguna atas ibadah orang-orang bodoh secara formil yang tidak mendengar serta melakukan firman Tuhan, adalah yang dibenci oleh Allah (I Sam 15:22; Yes 1:11-17; Yer 7:21-23; Hos 6:6; Am 5:21-24; Mi 6:6-8; Mzm 50:7-14).

5:1 Jagalah mulut kita di hadapan Allah.

5:2 Disebabkan oleh banyak perkataan hingga menunjukkan kebodohannya (Ams 10:19; 17:27-28).

5:3-5 Jika bernazar jangalah menunda-nunda memnuhinya (Ul 23:21-23).

5:6 “Mimpi”: Dapat menunjukkan suatu khayalan atau apa yang didambakan tidak akan kunjung tiba. Nas tersebut pada terjemahan lain “mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah”.

14) Jangalan heran apabila orang miskin ditindas (5:8-9).

5:7 “Pejabat tinggi yang satu mengawasi yang lain”: Menunjukkan Allah (Ruj Kol 4:1). “Yang lebih tinggi”: Pada kitab asal ialah kata majmuk yang menunjukkan atasan.

5:8 Bagi sebuah negara harus berlandaskan pertanian (ada yang mengertikan dalam pengertian yang lain dan terjemahan yang berbeza).

15) Kesia-siaan bagi orang yang kaya-raya (5:9-11)

5:9 Ketidakpuasan hati manusia (1:8).

5:11 Orang kaya yang tidak dapat tidur nyenyak, tidaklah lebih baik daripada para pekerja yang badannya sihat walafiat disertai dengan ketenteraman (Ruj Ams 15:16-17; 17:1).

16) Tiga kemalangan bagi orang kaya-raya (5:12-16)

5:12 Suatu kemalangan yang menjadi kecelakaannya sendiri.

5:13 Kemalangan kerana binasanya/hilangnya kekayaan (“Oleh” atau diterjemahkan menjadi “lagi pula”) (Yak 1:10-11).

5:14-16 Kemalangan mengenai apa yang diperoleh sepanjang hidupnya namun tidak diperolehnya dari jerih payahnya suatupun yang dapat dibawa dalam tangannya sewaktu ia pergi/meninggal (Ayb 1:21; I Tim 6:7-8).

  • Kumpulkanlah harta kita  di Sorga (Mat 6:19-21; 19:21-22; I Tim 6:17-19).

17) Tidak ada yang lebih baik daripada makan minum dan menikmati segala sesuatu (5:17-19)

5:17-19 Merupakan sikap periang dari penulis (2:24; 3:12-13, 22), namun bersenang-senang semacam ini adalah kenikmatan di bawah karunia Allah, tetapi bukanlah menuruti segala nafsu semata.

18) Suatu kemalangan bagi orang yang dikaruniakan kekayaan, harta benda dan kemuliaan, anak banyak, usia panjang tetapi tidak dikaruniai kuasa untuk menikmatinya (6:1-16)

6:2 Suatu kemalangan bagi yang dikaruniai kekayaan, harta dan kemuliaan tetapi tidak dapat menikmatinya.

6:3-6 Suatu kemalangan bagi yang banyak anak, umur panjang, namun tidak dapat menikmatinya.

19) Kesia-siaan bangi yang berhikmat tetapi miskin dihadapan orang (6:7-9)

6:8 Suatu kehampaan bagi yang berhikmat namun ia miskin (Ruj 9:11).

6:9 Menikmati sesuatu dalam kenyataan lebih baik daripada menuntut sesuatu yang sia-sia belaka.

20) Kesia-siaan tentang adanya manusia (6:10-12)

6:10 “Apapun yang ada, sudah lama disebut namanya”: Segala sesuatu diciptakan oleh Allah, lagi pula Allah yang memberikan namanya (Yes 40:26). Bila demikian, manusia hanyalah manusia belaka, yang tidak dapat melampaui nilai yang telah ditetapkan sebagai manusia.

“Dan sudah diketahui siapa manusia”: Bagi manusia tidak lain hanyalah debu (Kej 3:19; Mzm 90:3).

“Manusia” dari kitab asalnya adalah “adam”, dan “adam” pada kitab asal ialah yang berbentuk angka ganjil “adamah” (adam). Yang menyatakan manusia hanyalah sekeping tanah/debu. Lagi pula “debu” pada kitab asalnya adalah :remuk redam”, “elemen”.

“Yang lebih kuat daripadanya”: Menunjukkan Allah. Manusia diciptakan oleh Allah, dan nasibpun ditentukan oleh Allah, bagi siapapun tidak dapat menentangnya (Yes 45:9-10; Rm 9:20-21).

6:11 “Kata-kata”: Yang bererti bahawa segala sesuatupun menjemukan, tidak akan habis dikatakan”.

6:12 Kehampaan dalam kehidupan bagaikan bayangan, lagi pula tidak tahu nasib diri sendiri. Demikian bodoh serta tidak berharganya manusia, kerana itu takutlah akan Allah.

(Dibaca : 682 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *