Hits: 65

Pendahuluan
Allah  terus membangun dan mempersiapkan kita dan mengaruniakan Roh Kudus kepada kita sebagai jaminan, supaya kita hidup adalah kerana percaya, bukan kerana melihat. (2 Korintus 5: 5-7)

A. Yang diminta manusia adalah yang dapat dilihat

1. Manusia meminta bukti untuk percaya.

∆  Zakharia berkata: “Bagaimana aku tahu, bahawa hal ini akan terjadi?” (Lukas 1:13-20)

∆ Tomas berkata: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”  (Yohanes 20:25)

∆ Mereka yang kenyang kerana telah makan roti berkata: “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?” (Yohanes 6:29-30)

∆  Yesus berkata: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.” (Yohanes 4:48)

2. Orang yang tidak percaya akan mengejek dan memperolok-olokkan.

∆ Serdadu-serdadu berkata: “Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib, supaya kita lihat dan percaya.”  (Markus 15:32)

 ∆ Sesungguhnya orang ini telah melihat, mereka pun tidak  percaya. (Yohanes 6:36, 12:37) (Lukas 22: 67 )

B. Belajar “Melihat kerana iman”

1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1-2)

2. Mengalami dan mengetahui  Allah dengan  mata hati. (Efesus 1:18-23)

3. Elia percaya kepada firman Tuhan, telah mendengar “bunyi derau hujan”. (I Raja-raja 18:1,41-46)

4. Kerana iman maka Musa telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja, ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. (Ibrani 11:27)

5. Telah melihat dan memahami “kemah tempat kediaman di bumi” dan “tempat  kediaman di sorga yang kekal”, sebab itu, berusaha supaya berkenan kepada Tuhan. (2 Korintus 5:1-9)

C. Membantu orang lain supaya  dapat  melihat  Allah

1. Berdoa meminta Tuhan membuka mata hati seseorang. (Efesus 1:15-18)

 ∆ Elisa berdoa supaya Tuhan membuka mata bujang itu, sehingga ia malihat.” (2 Raja-raja 6:15)

2. Mempergunakan perkataan yang diajar oleh Roh. (1 Korintus 2:13)

∆ Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?”. (Kis 8:31)

 ∆ Jangan menghakimi saudaramu yang lemah iman, menasihati dan mengajar dalam segala hikmat. (Roma 14:1-6) (Kolose 1:28)

3. Memelihara kekudusan diri, tidak bercacat, memuliakan Tuhan. (Matius 5:13-16) (1 Petrus 2:12)

∆ Kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan, memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada pada kamu. (1 Petrus 3:15)

∆ Dengan demikian semua orang akan tahu, bahawa kamu adalah murid-murid-Ku, iaitu jikalau kamu saling mengasihi. (Yohanes 13:35)

Kesimpulan

1. Kita diselamatkan dalam pengharapan.  Kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. ( Roma 8:24)

2. “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yohanes 20:28-29) “Jikalau engkau percaya, engkau akan memlihat kemulian Allah.” (Yohanes 11:40)

(Dibaca : 707 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *