Mendapat Ketenangan Dalam Tuhan

Kitab Bacaan : Mat  11 : 28 – 30

Pendahuluan : Dari 3 ayat suci ini, kita dapat melihat janji Tuhan kepada orang yang datang mendekatiNya , ayat 28 merupakan janji Tuhan kepada semua orang yang letih lesu dan berbeban berat, Tuhan berkata: “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Ayat 29 – 30 merupakan janji Tuhan kepada pekerja suci, Tuhan berkata : “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, kerana Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan bebanKu pun ringan.” Kita sebagai hamba Tuhan mendapat janji Tuhan yang berganda, kita pasti mendapat ketenangan dalam Tuhan jika kita melakukan hal menurut perintah Tuhan.

  1. Apa itu ketenangan
    1. Ketenangan tubuh jasmani: Enam hari harus melakukan segala pekerjaan, hari ketujuh meletakkan beban berat, menikmati ketenangan Tuhan  (Kel 20 : 8 – 11). Serahkan beban kehidupan penyakit tubuh jasmani kepada Tuhan (Flp 4:6 – 7)
    2. Ketenangan rohani : Serahkan segala kekuatiran kepada Tuhan, sebab Tuhan memelihara kita (1 Ptr 5:7). Dosa kejahatan dapat dibersihkan oleh darah Tuhan yang bernilai, kerohanian yang duka dapat dihiburkan oleh Tuhan Yesus, kita dapat menikmati damai sejahtera dan sukacita daripada penyertaan Tuhan.
    3. Ketenangan jiwa : Orang yang mati dalam Tuhan, telah beristirehat dari jerih lelah, jiwa kembali kepada Tuhan menikmati ketenangan (Why 14:13 , Ibr 4:9 – 11).  Bersama dengan Tuhan buat selama-lamanya , tiada letih lesu, ratap tangis, penyakit dan kematian.
    4. Bagaimana mendapat ketenangan dalam Tuhan
      1. Datang kepada Tuhan, Tuhan akan memberi  kelegaan kepada kita ( Mat 11 : 28 )
        1. Datang kepada Tuhan ( Yoh 16 : 33 )
  • Orang yang tidak rela mendekati Tuhan , bagaimana mendapat ketenangan dalam Tuhan?
    1. Tuhan memberi kelegaan kepada kita ( Kej 2 : 1 – 3 )
  • Sesiapa pun tidak dapat memberi  kelegaan kepada kita, hanya dengan bersandar kepada Tuhan baru memperoleh kelegaan.
    1. Harus pikul kuk Tuhan dan belajar pada Tuhan, maka jiwamu akan mendapat ketenangan.
    2. Memikul kuk Tuhan.
    3. Kuk Tuhan adalah enak dan beban Tuhan adalah ringan. ( Mat 11 : 30 )

Sewaktu kita merasai beban kita terlalu berat sehingga tidak berdaya memikulnya, merasai kuk yang dipasang terlalu sukar, harus kita menyelidiki kuk yang dipasang merupakan kuk Tuhan atau kuk manusia ? Kuk yang dipasang oleh manusia sememangnya suatu beban berat (Kel 1 : 11 – 14).  Maka, melakukan kerja suci harus memikul kuk yang dipasang oleh Tuhan, baru dapat menikmati ketenangan.

  1. Jangan memikul kuk seorang diri dalam kerja suci.

Seperti Musa juga sukar untuk memikul beban berat seorang diri (Kel  18 : 13 – 26).2 Kesudahan memikul kuk seorang diri menjadikan diri sendiri dan saudara-saudari lelah6, orang yang melihat dari tepi juga akan menegur hal demikian tidak baik ( Kel 18 : 17 – 18).

  1. Teman sekerja harus memikul kuk Tuhan bersama-sama ( Flp 4 : 3 )

Melayani Tuhan dengan sehati dan bekerjasama dalam pekerjaan, teman sekerja pasti dapat merasai semakin melayani semakin manis rasanya.  Melayani Tuhan dengan sehati, hanya terdapat jerih payah dalam pekerjaan dan tiada kebimbangan dan kerisauan, juga mendapat pengalaman bahawa jerih payah dalam Tuhan tidak sia-sia (1 Kor 15 : 58). Terdapat tidak sedikit teman sekerja yang merasai melayani Tuhan sangat letih, sebab yang paling utama ialah tiada sehati antara teman sekerja, juga ditambahkan kurang perancangan dalam kerja suci, banyak hal tidak dapat diselesaikan tepat pada waktunya, pada masa ini jika pekerja suci dapat belajar daripada Tuhan Yesus, mempunyai hati yang lemah lembut dan rendah hati, menyelesaikan masalah tepat pada waktunya, maka Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk memupuk kemajuan gereja ( Rm  8 : 28 ; Kis 6 : 1 – 7 ).

  1. Belajar teladan Tuhan
    1. Lemah lembut.  Orang yang lemah lembut baru mendapat ketenangan dalam hati.

Hati Tuhan Yesus lemah lembut dan rendah hati, tidak mengucapkan sepatah kata celaan pun di atas kayu salib, rela menderita bagi kita.  Orang yang lemah lembut baru dapat tinggal tenang, orang yang  demikian  baru  mendapat  kekuatan  baru  (Yes 30 : 15).  Orang yang berhati lemah lembut, kata-katanya juga lemah lembut, dapat dibawa bincang dengan orang lain dalam pekerjaan, maka dapat bekerjasama dengan sukacita melalui perbincangan yang baik (Kol 4 : 6 ; Ams 25 : 15 , 15 : 22), semua orang bersukacita baru dapat menikmati ketenangan dalam hati yang diberikan Tuhan. Orang yang senang naik angin, perkataannya pun pedas, senang membangkitkan pertengkaran sewaktu perbincangan dalam mesyuarat, susah mencapai kata sepakat dalam banyak hal, lama-kelamaan, teman sekerja tidak rela menyertai mesyuarat, maka kerja suci akan dihalang, hati semua orang tidak mendapat ketenangan.

  1. Rendah hati. ( bukan menunjukkan perbuatan rendah hati )

Tuhan Yesus meninggalkan teladan melayani orang dengan rendah hati kepada kita, membasuh kaki murid-murid ( Yoh 13 : 1 – 17 ).  Kita harus membelajari kerendahan hati Tuhan, selaku pekerja suci, tidak kira apa jenis kerja yang disediakan gereja kepada kita, kita harus taat dengan rendah hati.  Jika menganggap ini adalah perkara yang hina, tidak harus dilakukan oleh saya, jadi sewaktu anda melakukan kerja, hati tidak akan mendapat ketenangan dari Tuhan. Tuhan menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati  ( Yak  4 :  6 ).

Kesimpulan : Seorang pekerja suci harus terlebih dahulu menikmati ketenangan dari Tuhan, kemudian baru berkongsi kebaikan Injil dengan orang lain. Jika pekerja suci belum merasai ketenangan yang manis dalam Tuhan, maka harus menyelidiki diri sendiri, melihat masih ada apa masalah dalam perlayanan, adakah kita belum menyerahkan beban berat dan kekuatiran kepada Tuhan ?  Atau teman sekerja tidak dapat sehati memikul kuk yang dipasang Tuhan dalam perlayanan?  Atau sewaktu teman sekerja memikul kuk yang dipasang Tuhan, belum belajar meneladani Tuhan?  Harus mencari sebab tepat pada waktunya, menyelaraskan sikap perlayanan, menikmati ketenangan yang diberikan Tuhan, menyampaikan saksian yang baik bagi Tuhan.

(Dibaca : 628 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *