Adakah anda berada di dalam Gereja Benar?

Seandainya terdapat seseorang yang datang meminta anda agar melibatkan diri dalam sebuah persatuan ataupun organisasi, anda mungkin menanyakan tentang fungsi-fungsinya dan juga penubuhannya sebelum anda memberikan persetujuan. Sebagai seorang yang bertanggungjawab, anda mungkin sedar akan kewajipan-kewajipan yang bakal ditemui apabila anda melibatkan diri dalam mana-mana unit sosial. Jika kita telah diberikan begitu banyak pertimbangan untuk pemilihan sosial – yang hanya berkenaan kebendaan dunia yang fana ini – berapa banyak pula penelitian yang harus kita pertimbangkan terhadap pemilihan gereja yang berkaitan kehidupan kita pada masa kini, masa depan dan juga kehidupan yang kekal?

Kristianiti adalah hidup dan kematian serta kebangkitan Yesus Kristus yang tersirat di dalam hati serta jiwa setiap umat Kristian di dalam kehidupan seharian mereka. Agama Kristian bukan hanya satu set kepercayaan sahaja, ia adalah kehidupan. Ia adalah suatu kepercayaan bahawa ia perlu dilalui, dialami serta dinyatakan dalam perbuatan. Sebagai para Kristian, gereja yang kita tergolongkan memainkan suatu peranan yang penting dalam membantu kita membentuk kehidupan Kristian kita. Adalah penting bagi kita untuk tergolong dalam gereja yang berisikan doktrin-doktrin keselamatan – Gereja yang benar – di mana kesudahannya pasti akan memimpin kita ke Kerajaan Sorga. Soalan-soalan yang perlu kita tanyakan pada diri kita sendiri buat masa kini adalah: Adakah kita berada di dalam Gereja yang benar di mana doktrin-doktrinnya benar-benar bersesuaian dengan Kitab Suci? Bagaimana kita mengetahui sama ada kita berada di Gereja yang benar atau tidak? Adakah terdapatnya gereja-gereja “palsu”? Marilah kita mengkaji di dalam Alkitab untuk memperolehi jawapannya – kita akan bermula dengan pencarian kita dari Gereja Rasul pada peringkat yang awal.

(A) Gereja Peringkat Awal

1) Permulaan Gereja peringkat awal.

Selepas penyaliban dan kebangkitanNya, Tuhan Yesus menampakkan diriNya kepada rasul-rasul untuk suatu jangkamasa yang berjumlah 40 hari, di mana Ia menghuraikan tentang Kerajaan Tuhan dan memberikan mereka arahan-arahan berkenaan Roh Kudus. Rasul-rasul telah disuruh agar jangan meninggalkan kota Yerusalem, melainkan menanti dengan sabar akan penurunan Roh Kudus yang telah dijanjikan untuk mereka. Namun demikian, murid-murid telah salah faham terhadap kata-kata dengan menyangka ianya bermaksud Tuhan akan memulihkan Kerajaan bagi Israel. Jawapan dari Tuhan adalah, “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke hujung bumi” (Kisah Para Rasul 1:7-8).

2) Amanat-amanat Gereja peringkat awal.

Sebelum Yesus diangkat naik ke Sorga, Dia telah mengamanatkan dua amanat yang penting kepada Gereja. Amanat yang pertama adalah: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Markus 16:15). Amanat yang kedua melibatkan bangunan rohani Gereja: “Gembalakanlah domba-dombaKu” (Yohanes 21:16). Untuk membolehkan Gereja melaksanakan tugas-tugas yang begitu besar, Yesus berjanji akan menurunkan Roh Kudus ke atas mereka agar mereka memperolehi kekuatan rohani untuk memberitakan Injil. Kekuasaan Roh juga diberikan kepada mereka untuk melakukan tanda-tanda mujizat yang besar di dalam namaNya.

3) Pengasasan Gereja peringkat awal.

Pada hari Pentakosta, Roh Kudus turun ke atas murid-murid. Kedatangan Roh Kudus telah dibuktikan dengan tanda-tanda yang dapat didengar (angin) dan yang dapat dilihat (api): “Tiba-tiba dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh Kudus itu kepada mereka untuk mengatakannya” (Kisah Para Rasul 2:2-4). Pada hari tersebut, terdapat tiga ribu jiwa telah dibaptiskan setelah mendengar nasihat rasul Petrus. Para pemercaya tersebut telah mengasaskan dasar Gereja peringkat awal pada zaman rasul (Kisah Para Rasul 2:1-4, 40-42, 46-47). Gereja telah diasaskan mulai masa itu dan adalah di dalam linkungan tahun 30 Selepas Masehi.

4) Perkembangan Gereja peringkat awal.

Pembaptisan Roh Kudus telah memberikan jemaat peingkat awal keberanian untuk memberitakan Firman Tuhan dan juga untuk bersaksi tentang kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Murid-murid berterusan memberitakan Injil berleluasan dan jauh, membaptiskan para pemercaya dan mengasaskan gereja-gereja. Persekutuan mereka adalah: “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda” (Kisah Para Rasul 4:22-23). Mereka telah disatukan dalam satu kefahaman, dengan satu hati dan satu pikiran apabila mereka bertemu setiap hari di dalam bait. Akan tetapi, timbul pula penganiayaan terhadap Gereja peringkat awal, dan terdapatnya penganiayaan di dalam serta di luar Yerusalem. Namun demikian, Firman Tuhan tidak dihalangi. Semasa tiga perjalanan penginjilan rasul Paulus, Injil telah disebarkan ke keseluruhan empayar Roma (Kisah Para Rasul 4:4; 8:1, 4; 13:1-3; 28:23-24, 30-31).

5) Kemelesetan Gereja peringkat awal

Apabila Tuhan masih bersama dengan murid-muridNya, Dia telah memberi amaran kepada mereka berkenaan injil palsu dengan mengungkapkan perumpamaan tentang lalang di antara gandum (Matius 13:24-30). Injil telah diumpamakan oleh gandum yang telah ditaburkan di dalam jiwa manusia, dan lalang adalah pengajaran-pengajaran palsu yang ditanamkan oleh Syaitan. Jikalau lalang itu dicabut keluar, kemungkinan gandum itu akan tercabut bersama. Oleh itu, kedua-dua gandum dan lalang dibenarkan tumbuh bersama-sama sehinggalah sampai waktu menuai, iaitu kedatangan Kristus yang kedua kali. “Lalang” itu akan dibuang ke dalam perapian Neraka manakala “gandum” akan dikumpulkan dan dibawa masuk ke Kerajaan Sorga.

Di zaman para rasul, Syaitan telahpun memutarbalikkan Injil. Ini menjelaskan mengapa Paulus begitu marah terhadap jemaat-jemaat Galatia yang begitu cepat menyimpang dari Kristus untuk mengikuti suatu injil lain (Galatia 1:6-9). Paulus memberikan amaran: “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari Sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia” (Galatia 1:8).

6) Pembangunan kembali Gereja peringkat awal

Nabi Amos bernubuat: “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala” (Amos 9:11). Nabi Yesaya juga bernubuat: “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Tuhan Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalanNya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem” (Yesaya 2:2-3). Ini melambangkan pembangunan kembali Gereja sehinggalah Kristus datang sekali lagi pada Hari yang Terakhir.

B) Prospek Gereja Sebelum Hari Yang Terakhir

Menurut Alkitab, terdapat tiga tanda yang besar:-

1) Pencurahan Roh Kudus Hujan Akhir.

Di Palestin, hujan turun dalam dua musim: hujan awal sebelum musim sejuk (hujan pada musim luruh) dan hujan akhir sebelum musim panas (hujan pada musim bunga). Hujan melambangkan Roh Kudus. Ia menandakan bahawa kerja Roh Kudus meliputi dua waktu. Hujan awal telahpun turun semasa zaman rasul, manakala masa yang kita lalui pada masa kini merupakan hujan akhir (Yoel 2:23, 28-29).

2) Pengetahuan rohani akan bertambah (Daniel 12:4; Yohanes 14:26)

Melalui pimpinan Roh Kudus, kesemua pemercaya akan mencapai penyatuan dalam iman serta pengetahuan Kristus Yesus sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali (1 Korintus 2:10-13; Yohanes 16:12-13; Efesus 4:13). Kita akan berkongsi kepercayaan di mana cuma adanya satu Tuhan, satu iman dan satu baptisan (Efesus 1:10; 4:4-6).

3) Pembangunan Kembali Gereja Benar akan berjaya

Yesus Kristus akan menguduskan serta membersihkan Gereja benar dengan memandikannya dengan air dan Firman, supaya Ia dapat “menempatkan jemaat di hadapanNya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela” (Efesus 5:26-27). 

C) Kesatuan Gereja Benar 

1) Satu-satunya Tuhan Kristus

Keunikan sifat Gereja benar sebagai satu-satunya tubuh Kristus telah dibuktikan oleh ayat-ayat Alkitab:

  • “Satu tubuh dan satu roh…” (Efesus 4:4).
  • “Kerana roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, kerana kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu” (1 Korintus 10:17).
  • “Kerana sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, mahupun orang Yunani, baik budak, mahupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh” (1 Korintus 12:12-13). 
  • “… jemaat yang adalah tubuhNya” (Efesus 1:22-23).
  • “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita kerana kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuhNya, yaitu jemaat” (Kolose 1:24).

Ayat-ayat Alkitab di atas memikulkan bukti yang Jemaat adalah tubuh Kristus. Oleh kerana hanya terdapat satu Kristus, maka hanya terdapat satu tubuh – Gereja benar yang mempunyai “satu iman, satu baptisan dan satu roh” di mana Yesus Kristus adalah Tuhannya dan seseorang itu boleh diselamatkan melaluiNya. Yesus pernah berkata: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup! Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Oleh itu, seseorang hanya boleh menerima hidup kekal melalui Gereja benar.

2) Yesus Kristus adalah kepala tubuh – Gereja

Yesus berkata, “Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala” (Yohanes 10:16). Paulus juga berkata, “Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh…supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan” (1 Korintus 12:22, 25). Yesus Kristus adalah kepala tubuh dan Kristus tidak pernah terbagi-bagi (1 Korintus 1:13). Perhubungan Kristus dengan Gereja adalah perhubungan di antara suami isteri. Hanya terdapat satu gereja yang wajar bagiNya – Gereja benar.

Mencarikan Gereja Yang Benar

Wahai para pembaca, adakah kalian merasakan kehidupan ini tidak berbaloi? Adakah kalian seringkali berasa bingung dan sesat, sama seperti seorang anak mengembara di jalan-jalan dengan berjiwakan perasaan yang takut serta cemas dan yang tidak dapat mencarikan jalan untuk pulang? Adakah kalian beharap agar dapat melepaskan segala beban berat batiniah yang diletakkan oleh orang lain ke atas diri kalian? Adakah kalian idamkan suatu kehidupan yang bermakna? Jika ada, sila segera menyertai Gereja benar! Akan tetapi, dari denominasi-denominasi Kristian yang begitu banyak, yang manakah adalah Gereja yang benar? Demi keselamatan kita, marilah kita meninjau dari ayat-ayat Alkitab untuk mencarikan kriteria sebuah Gereja yang benar!

(Dibaca : 507 kali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *