Bab 16 Kesaksian-kesaksian dari seluruh dunia

16.1 Pulang ke rumah

“Ada lagi padaKu domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suaraKu dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala” (Yoh. 10:16)

Saudari Margaret Han adalah seorang sekretaris di sebuah perusahaan manufaktur, dan guru Sekolah Minggu Gereja Anglikan di Katedral Santa Andreas, dan mengajar di Pusat Perluasan Bedok. Beberapa tahun yang lalu Roh Kudus menuntunnya masuk ke Gereja Yesus Benar. Berikut ini adalah kesaksian indah Saudari Margaret tentang bagaimana ia mengenal Gereja Benar.

Haleluya! Di dalam nama Yesus saya bersaksi.

Saya mengenal agama Kristian sejak saya masih sekolah. Pada masa itu, saya hanya mengikuti pertemuan persekutuan yang diadakan oleh pemuda untuk Kristus.

Setelah menyelesaikan sekolah, tante jauh saya mendorong saya untuk bergabung dengan gerejanya (Katedral Santa Andreas) dari denominasi Anglikan. 2 tahun kemudian saya dibaptis dan menjadi jemaat Gereja Anglikan.

Pada pertengahan bulan April 1983, saya berkenalan dengan Alvin Lee (Ia adalah jemaat Gereja Yesus Benar). Alvin menjelaskan berbagai doktrin Alkitab kepada saya, seperti Hari Sabat, basuh kaki, dan Allah Esa yang benar. Setelah beberapa kali berdiskusi dan berdebat, saya memutuskan untuk pergi ke Gereja Yesus Benar untuk melihatnya sendiri.

Tanggal 13 Mei 1983, Jumaat malam saya pergi ke Gereja Yesus Benar untuk pertama kalinya. Saya terkejut dengan cara mereka berdoa. Hari berikutna (hari Sabat), saya pergi lagi untuk melihat bagaimana jemaat memegang hari Sabat. Pada hari Minggu, seperti biasa saya mengikuti kebaktian di Gereja Anglikan. Saat saya menceritakan tentang Gereja Yesus Benar kepada beberapa jemaat, mereka menasihati saya agar berhati-hati kerana ada banyak ajaran sesak.

Kemudian pada hari Rabu sore, pada saat pulang ke rumah dari bekerja, saya merasakan sesuatu yang menyuruh saya untuk mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Benar. Saya menurutinya. Pada saat sesi doa yang pertama, saya digerakkan oleh Roh Kudus. Ini adalah pengalaman pertama saya akan kasih karunia Allah yang telah menghujankan berkat-berkatNya kepada saya dengan berkelimpahan.

Hari jumaatnya, Gereja Yesus Benar mengadakan Pertemuan Tahunan Kerohanian Pemuda. Pada hari yang sama, Gereja Anglikan juga mengadakan Pertemuan Tahunan Olahraga Pemuda. Pada saat berjalan pulang, sekali lagi saya merasakan sesuatu yang mengingatkan saya untuk pergi ke Gereja Yesus Benar. Saya menurutinya lagi. Sore itu saya diajak untuk ikut berdoa memohon Roh Kudus. Dengan ragu-ragu saya masuk ke aula dan duduk di bangku paling belakang. Sebelum doa dimulai, pemimpin kebaktian mengajak jemaat untuk maju ke depan. Seorang saudari mendorong saya maju, tetapi saya tidak mahu dan bahkan saya berkata, tidak perlu maju ke depan kerana Allah maha ada. Ia meninggalkan saya sehingga saya dapat berdoa sendiri. Saat doa dimulai, saya hanya duduk dan mengamati. Kemudian saya mencuba berlutut untuk memohon Roh Kudus. Saya memulainya di dalam nama Yesus dan berdoa demikian: “Tuhan, bila Roh Kudus yang mereka beritakan itu benar, dan sungguh-sungguh dari Engkau, mohon beri saya Roh Kudus juga” Saya mengucapkan “Haleluya” berulang kali, dan lidah saya mulai mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti. Gerakan Roh Kudus mengharukan saya. Tiba-tiba ada sebuah kilatan cahaya muncul, dan saya dapat melihat Seseorang yang berjubah sangat putih berdiri di depan saya, dan Ia menyambut saya. Saya tidak dapat melihat wajahNya kerana terlalu terang, tetapi saya dapat merasakan sukacita yang tidak dapat saya jelaskan dan belum pernah saya alami. Setelah doa selesai, saya tidak memberitahukan pemimpin kebaktian tentang apa yang saya alami. Malam itu saya menginap di gereja, dan esoknya mengikuti doa pagi. Pada saat itulah Pendeta Chong menumpangkan tangan dan menyatakan bahawa saya telah menerima Roh Kudus.

Sungguh Tuhan telah menampakkan diriNya kepada saya. Tetapi perjuangan untuk mengenalNya dengan sepenuhnya barulah permulaan. Musuh Allah, Iblis, memulai misinya untuk menghancurkan saya.

Pada suatu malam, saya diundang oleh Alvin Lee dan isterinya, Lynn, untuk datang ke rumah mereka untuk mengikuti Pemahaman Alkitab dan berdoa. Malam itu saya menginap di rumah mereka. Pada saat saya beristirehat di kamar, tiba-tiba muncul sebuah bola mata yang sangat besar di langit-langit di atas, dan mata itu memelototi saya dengan keras. Suasana menjadi sangat mencekam. Kemudian dua sosok muncul dan masuk ke dalam kamarm yang ternyata adalah Alvin dan Lynn. Namun kelegaan saya segera berubah menjadi kengerian kerana mereka mencuba mencekik saya! Pada saat itulah saya mendengar ketukan pintu dan saya terbangun dengan ketakutan. Saya membuka pintu dan menemukan Lynn yang asli mengetuk pintu untuk membangunkan saya agar saya pergi bekerja. Pagi itu saya merasakan sangat mengantuk sampai saya tertidur di kantor selama beberapa jam. Malamnya saya menginap lagi di rumah mereka. Kerana tidak ingin diganggu lagi, saya memohon Tuhan melindungi saya. Puji Tuhan, saya tidur dengan damai.

Serangan secara langsung dengan rasa takut dan tipuan gagal kerana ketenteraman yang diberikan Tuhan. Namun serangan yang lebih terselubung dirancangkan oleh si jahat. Pada suatu sore, saya sendirian di rumah dan merasa tertekan, dan saya memikirkan betapa banyak hal yang telah terjadi. Walaupun saya menyedari Gereja Anglikan tidak memegang kebenaran yang sempurna, saya masih merasa saya milik gereja itu. Merasa bingung, saya memohon pertolongan kepada Tuhan. Dalam doa, saya bersyukur Ia telah menuntun saya ke Gereja Benar dan memberikan Roh Kudus yang amat berharga bagi saya. Tetapi saya berkata kepadaNya bahawa saya tidak tahan meninggalkan gereja saya yang dahulu, dan saya merasa setidaknya saya harus pergi ke sana lagi dan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka. Masih merasa tertekan setelah berdoa, saya lalu membaca Alkitab. Saat saya membuka Alkitab, mata saya jatuh pada ayat-ayat dalam Lukas. 9:59-62, “Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata:”Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah kerajaan Allah di mana-mana”. Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikuti Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahuludengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk kerajaan Allah.””

Sejak hari itu, saya tidak pernah kembali lagi ke Gereja Anglikan. Pada tanggal 29 August 1983, saya dibaptis dan menjadi bagian dari Gereja Yesus Benar.

Kiranya segala kemuliaan bagi Tuhan Yesus Kristus!

Margaret Han Woon Faun, Singapora

16.2 Aku menerima Roh Kudus

Saya sangat ingin membagikan kasih Allah kepada semua orang. Ini sulit dijelaskan. Saya merasakan kasih karunia Allah yang luar biasa berlimpah dan diberkati dengan pengertian benar akan firmanNya, kehendakNya, dan saya berharap dapat memberikan pengertian yang sama kepada anda. Saya merasa mempunyai banyak hal yang ingin saya bagikan. Tahukah anda, Allah itu sungguh, luar biasa. Dan Dia selalu ada di sana memperhatikan kita, dengan tanganNya terbuka lebarm menunggu untuk memeluk kita dengan tanganNya yang penuh kasih dan menjaga kita dari segala macam kecelakaan,selamanya. Yakobus. 4:8 berkata, “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu” Ia sedang menantikan anda, dan Ia sungguh-sungguh mengasihi anda. Bagaimana kita dapat mengerti kasih yang Ia berikan kepada kita? Bagaimana kita dapat membalas kesabaranNya, penantianNya, kerinduanNya kepada kita? KasihNya sempurna, tak tertandingi, dan melampaui pemahaman manusia.

Saya mengetahui kasihNya kerana saya menerima Roh Kudus. Saat saya berdoa memohon Roh Kudus, saya meninggalkan segala-galanya. Seorang saudara di gereja pernah mengajarkan saya untuk berdoa dengan keras- ini adalah hal yang tidak mahu saya lakukan kerana saya merasa orang lain akan mendengar, dan mereka akan mengetahui apa yang saya katakana. Tetapi setelah itu saya melakukannya tanpa memikirkan hal ini. Saya hanya bertekad untuk melakukannya, dan saya mengaku dosa di hadapanNya dengan suara keras. Itu semua terasa benar. Hanya ada Tuhan dan saya, tidak ada orang lain di dalam percakapan itu- sebuah hubungan yang pribadi antara Dia dan saya. Yang aneh, tidak orang yang mendengar apa pun yang saya katakana, dan saya tidak merasa mereka menyedari bahawa saya sedang berdoa dengan suara keras. Sungguh merupakan doa yang didengar hanya oleh Tuhan.

Setelah mengaku dosa, saya dapat merasakan tangan saya bergerak naik turun. Saya berdoa, “Mohon beri saya Roh KudusMu!”, dan saya mulai berkata-kata dalam bahasa roh. Saya tidak dapat mengungkapkan dengan sepenuhnya betapa sukacita hati saya. Ini terjadi saat doa sebelum khotbah dimulai, dan berhenti berdoa terasa cukup sulit. Lalu saat khotbah sebentar lagi usai, saya merasa cukup kuatir apabila saya berusaha berdoa kembali, dan Roh Kudus ternyata sudah tidak ada. Saya merasa gugup. Tetapi saat sya berlutut untuk doa penutup kebaktian, belum saya selesai mengucapkan, “Haleluya, di dalam nama…,” saya kembali berkata-kata dalam bahasa roh. Saya merasa sangat gembira, penuh dengan sukacita, dan rasanya tidak ada yang dapat mendukakan saya, dan rasanya sangat damai. Ini merupakan perasaan yang sangat indah.

Ketika saya pulang, saya berdoa lagi sebelum makan malam. Nampaknya saya berdoa selama sejam. Dengan terheran-heran, saya selesai berdoa tepat setelah semua orang selesai makan. Satu jam? Saya berfikit, “Tidak mungkin! Rasanya saya berdoa hanya sebentar!”

Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dari lubuk hati yang paling dalam, kerana Ia telah menjawab doa saya begitu cepat. Saya sungguh mengetahui bahawa Ia ada di sana, senantiasa menunggu kita memohon Roh Kudus. Apabila kita percaya kepada FirmanNya, Ia akan memberikan kepada mereka yang meminta kepadaNya. Bila kita meminta dengan hati yang sungguh-sungguh bertobat dan rendah hati, Ia mendengar: Ia tidak menolak siapa pun. Ini adalah janjiNya.

Heather MacDonald- Elgin, Edinburgh, UK.

16.3 Kerana setiap orang yang meminta, menerima

Di tahun 1984, keluarga saya dibaptis di Gereja Yesus Benar. Saat itu saya masih remaja. Saya tidak mengerti pentingnya pendidikan agama. Saya tidak rajin pergi ke gereja. Akibatnya, saya tidak mengerti firman Tuhan. Jemaat seringkali menbesuk saya. Setelah dibesuk, saya akan berkebaktian sekali 2 kali, tetapi setelah itu tidak berkebaktian lagi.

Saat saya memasuki tahun pertama kuliah, saya mulai mencari Tuhan. Saya belajar bahawa saya harus menerima Roh Kudus sebagai jaminan keselamatan saya. Tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya berdoa memohon Roh Kudus, dan menjadi kuatir. Teman ngobrol saya mengajak saya pergi ke gereja Kharismatik. Saya pergi mengikutinya. Saya sangat senang ketika pembicaraan di gereja itu adalah bagaimana cara berdoa memohon Roh Kudus. Pembicara berkata, bahawa Roh Kudus akan memenuhi saya bila saya berdoa dengan tangan diangkat ke atas dan wajah menghadap ke atas, sambil berkata, “Haleluya”. Ketika Pendeta menumpangkan tangan ke atas kepala saya, saya jatuh ke belakang, tetapi saya tidak merasakan Roh Kudus memenuhi diri saya. Saya berdiri dan merasa sedikit malu. Saya memperhatikan orang-orang lain yang berdoa. Ada seorang anak laki-laki yang jatuh ke lantai. Ia berteriak-teriak dengan penuh kesakitan dan mulutnya berbusa. Saya pulang ke rumah dengan rasa bingung.

Saya menceritakan kejadian ini kepada seorang guru agama di Gereja Yesus Benar. Setelah saya mendengar penjelasannya, saya merasa malu di hadapan Tuhan dan segenap saudara-saudari seiman. Begitu besar rasa bersalah yang saya rasakan, saat itu juga saya menangis. Saya pulang ke rumah dan berdoa, memohon pengampunan Tuhan.

Pagi berikutnya, saya merasa rasa bersalah dan malu saya terangkat. Saya bersyukur kepada Tuhan yang telah menjawab doa saya. Saya berjanji pada diri sendiri saya tidak akan lagi pergi berkerbaktian di gereja lain.

Di tahun 1988, saya mengikuti KKR siswa di Gereja Jakarta. Di satu malam, saya bermimpi. Di dalam mimpi, saya sedang berdoa di padang rumput. Tiba-tiba ada tiupan angin yang disertai suara keras. Saya sedikit bergoyang tertiup angin, tetapi tidak terjatuh. Kerana kekuatan angin itu, tubuh dan lidah saya bergetar. Saya mendapatkan mimpi yang sama kedua kalinya. Sungguh aneh. Pagi berikutnya, saya pergi ke gereja dengan keyakinan saya akan menerima Roh Kudus. Saya berdoa dengan iman dan semangat yang besar. Ketika saya mengucapkan “Haleluya”, tubuh dan lidah saya tiba-tiba bergetar-getar. Saya tidak dapat mengendalikan lidah saya ataupun mengerti kata-kata yang keluar dari mulut saya. Saya menangis dan hati saya penuh dengan sukacita kerana Tuhan telah menjawab dosa saya. Setelah berdoa, saya merasa sangat sukacita.

Saya yakin Tuhan Yesus sungguh mengasihi anak-anakNya. Kita harus percaya bahawa doa-doa kita akan didengar oleh Tuhan dan harus tetap tekun dalam doa. Tuhan kita sungguh Tuhan yang hidup!
Henry- Banjarmasin, Indonesia

16.4 Kasih Allah atas Anak Sulung Kami

Saya dibesarkan di keluarga Kristian. Orang tua saya adalah jemaat dari suatu gereja di Taiwan. Isteri saya, Helen, juga menerima baptisan 10 tahun lalu di gereja lain. Ketika kami masih berkebaktian di gereja kami masing-masing, kita tidak pernah mendengar kesaksian tentang penglihatan, mimpi, dan mujizat. Dan terlebih lagi, kami tidak mengetahui banyak tentang Roh Kudus, apalagi mengalaminya. Ini semua berubah setelah kami dituntun masuk ke dalam Gereja Yesus Benar. Oleh kerana kasih karunia Allah, kami mulai mengalami hal-hal yang indah. Pertama, kami menganggap ini semua sebagai hal yang pribadi, dan bukan sesuatu yang dapat dibicarakan. Namun kemudian seorang hamba Tuhan mengatakan bahawa kami harus membagikan pengalaman ini kepada orang-orang lain, untuk bersaksi bagi Tuhan, untuk mendorong orang-orang yang belum percaya dalam pencarian mereka akan Tuhan, dan menguatkan iman saudara-saudari seiman.

Ini adalah salah satu pengalaman kami.

Andrew adalah anak sulung kami. Ketika ia berumur 4 tahun, ia mulai mengalami pendarahan hidung yang kronis kerana alergi. Pendarahan ini dapat muncul kapan saja, bahkan ketika ia tidur, dan ini semakin bertambah parah setiap tahun. Di musim semi 1993, penyakit ini bertambah parah kerana tingginya tingkat kandungan serbuk sari di daerah Bay Area. Ini sangat menyakitkan anak kami. Di sekolah, hidungnya selalu dibebat, matanya merah, dan mukanya bengkak. Ia sulit tidur kerana ia merasa seperti sedang dicekik. Ia akan gelisah sepanjang hari dan sering menangis. Kami telah mencuba berbagai macam pengubatan, tetapi semuanya tidak dapat menyembuhkan alerginya.

Pada suatu malam, setelah Andrew akhirnya dapat tidur di pukul dua dini hari, saya dan isteri tidak dapat tidur. Kami sangat menguatirkan Andrew. Dalam kesedihan yang luar biasa, kami berlutut untuk berdoa kepada Tuhan Yesus, memohon agar Ia menjaga anak kami, dan menyembuhkannya. Saat kami pergi tidur, saya bermimpi. Di dalam mimpi, Tuhan kita sedang menggendong Andrew dalam pelukanNya dengan penuh kasih sayang. Saat saya menyampaikan mimpi ini kepada Helen keesokkan harinya, kami merasa sangat yakin Andrew akan segera sembuh dari alergi parahnya. Dan memang benar, setelah beberapa hari, hidungnya mulai bersih dan ia mulai dapat bernafas dengan normal. Allah sungguh telah mendengar doa kami, dan berbelas kasihan kepada kami dan anak kami.

Pada tanggal 25 Disember 1993, kami sekeluarga mengikuti KKR di Gereja San Jose. Pada salah satu doa siang, Andrew mendapatkan penglihatan saat ia berdoa. Ia melihat Tuhan Kita Yesus Kristus dengan jubah putih yang bersinar-sinar, wajahNya terang dan penuh kemuliaan. Yesus berjalan di antara jemaat dan menumpangkan tanganNya ke atas beberapa orang, termasuk Andrew. Ketika Andrew melihatNya berlalu meninggalkannya, dengan suara pelan ia berkata,”Aku di sini” Lalu seekor merpati terbang memasuki aula dan mendarat di bahu Andrew. Pada saat itu juga Andrew menerima Roh Kudus dan mulai berkata-kata dalam bahasa roh. Wajahnya bercucuran air mata tetapi merasa sangat damai dan tenang.

Pagi hari berikutnya, ketika Andrew berdoa bersama kami, ia melihat Tuhan Yesus kembali. Tuhan kita datang kepadanya dan memandanginya. Andrew menangis. Ketika Tuhan pergi, seekor merpati dengan bintang yang penuh kemuliaan di kepalanya terbang kepada Andrew. Merpati itu membawa sebuah kotak hadiah di kakinya, dan menjatuhkan kotak itu di bahu Andrew. Kemudian merpati itu pergi ketika doa usai. Sebelumnya, saat Andrew menceritakan penglihatannya itu malam sebelumnya, kami tidak mengerti apa maksud penglihatan itu. Tetapi ia menceritakan penglihatan yang kedua, kami menyedari Andrew telah menerima karunia Roh Kudus.

Tuhan kita berbelas kasihan dengan keluarga kami dan memberkati kami dengan berkelimpahan kerana kasih karuniaNya yang besar. Kami selalu menguatirkan Andrew, dan senantiasa mendoakannya. Kami memohon pimpinan Tuhan untuk membawa Andrew menjadi anakNya. Tuhan kami mendengar doa-doa kami dengan karunia yang paling besar- Ia memberikan Roh Kudus kepada Andrew.

Puji syukur bagi Tuhan kita Yesus Kristus, kerana kasih dan anugerahNya telah memberikan kami banyak pengalaman yang berpengajaran. Puji-pujian, kemuliaan dan hormat bagi Tuhan kita selama-lamanya,amin!

Geoff Lee- San Jose, USA

16.5 Panggilan Tuhan

Haleluya, saya syukur kepada Tuhan kerana kasihNya yang luas biasa memampukan saya untuk menyampaikan kesaksian pribadi bagaimana Yesus memanggil saya ke dalam kawanan dombaNya. Dengan kasihNya yang lemah lembut dan belas kasihan yang amat besar, Tuhan Yesus memintal benang merah keselamatan di sepanjang hidup saya. Kiranya segala kemuliaan diberikan kepada nama Yesus yang kudus, Tuhan kita semesta alam.

Di bulan Oktober 1987, saya diajak pergi ke Gereja Yesus Benar di Telok Kurau, Singapura. Segera setelah menginjakkan kaki melawati pagar gereja, saya merasakan kedamaian yang meluap-luap di udara. Saya merasakan suatu perasaan aneh seperti pulang ke rumah. Ini adalah pertama kalinya saya melihat seluruh jemaat berdoa dalam bahasa roh, dan suaranya seperti malaikat-malaikat bercakap-cakap dengan penuh sukacita. Ketika saya menyanyikan kidung nombor 296 untuk pertama kalinya, air mata membanjiri wajah saya, sembari melihat prosesi Perjamuan Kudus. Saya sangat tergerak oleh kasih dan kebaikan yang terwujud di antara saudara-saudari di gereja.

Kunjungan ke-3 saya ke gereja adalah pada saat Pertemuan Penginjilan di tanggal 18-20 Disember 1987. Saya merenungkan pesan-pesan injil yang terkandung dalam berbagai khotbah mengenai keselamatan. Di sore terakhir Pertemuan Penginjilan itu, diadakan doa khusus untuk memohon Roh Kudus. Mereka yang ingin menerima karunia syurgawi yang berharga ini dapat datang ke depan untuk menerima penumpangan tangan dari pada penatua dan diaken. Saya maju ke depan dan berlutut. Saya tidak tahu bagaimana caranya berdoa, dan terus mengucapkan berulang-ulang: “Haleluya, puji Tuhan!” Namun di dalam hati, saya berseru-seru kepada Tuhan, “Tuhan! Apakah Roh Kudus yang sedang saya mohonkan saat ini? Roh Kuduskah Engkau? Mohon Engkau anugerahkan karunia ini sehingga aku percaya kepada Engkau sepenuhnya”

Tiba-tiba sebuah kekuatan yang besar turun ke dalam diri saya, dan segera hati saya menyala oleh api sukacita yang tidak terucapkan! Rasanya seakan-akan sebuah aliran turun dari Syurga ke bumi, dan saya dapat merasakan Tuhan memeluk diri saya dengan penuh kelembutan dalam kasihNya yang besar. Minyak Roh Kudus menyulut roh dalam diri saya, dan api Allah mengobarkan jiwa saya dengan panas yang keluar dari lubuk hati saya. Tubuh saya mulai bergoncang-goncang dan lidah saya berputar dalam bahasa yang terdengar asing oleh saya. Dan tiba-tiba saya menyedari bahawa Allah telah menjawab doa saya yang sederhana ini. Puji Tuhan!

Setelah memahami dasar-dasar kepercayaan Gereja Yesus Benar, saudara-saudari di gereja mendorong saya untuk menerima baptisan air pada tanggal 27 Disember, seminggu setelah Pertemuan Penginjilan. Kerana keluarga saya akan pindah ke Kanada beberapa bulan kemudian, saya harus mengambil kesempatan berharga ini. Namun orang tua saya yang beragama Budha melarang saya menjadi Kristian. Ada banyak ketidaksefahaman di dalam keluarga kami. Saya hanya melalui doa sajalah saya dapat menemukan kedamaian.

Di pagi hari 27 Disember 1987, pergumulan dalam diri saya mencapai puncaknya. Akhirnya saya berkata kepada 2 adik perempuan saya mengenai keputusan saya untuk menunda baptisan air saya ke lain waktu. Namun hati saya penuh dengan kesedihan. Sebelum kami meninggalkan rumah untuk pergi ke gereja, saya memandangi pagar apartment kami, dan hati saya yang penuh dengan kepedihan berseru, “Tuhan! Tolong beritahuku apa yang harus kulakukan!” Tiba-tiba saya melihat salib yang bersinar-sinar penuh kemuliaan muncul dari pagar putih dengan cahaya yang ajaib, cemerlang dan murni! Penglihatan itu hilang dalam beberapa detik, dan saya terbengong-bengong. Bagaimana mungkin, orang berdosa yang hina seperti saya, berdiri di hadapan cahaya yang kudus? Saya belum pernah melihat cahaya yang begitu cemerlang, yang berasal dari Syurga dan bukan dari dunia yang fana ini. Itu adalah Cahaya Benar. Segala cahaya dari dunia ini sangat gelap dibandingkan dengan cahaya ini. Kedamaian menggantikan kesedihan dalam hati saya, dan saya memahami maksudNya.

Diam-diam kami pergi meninggalkan apartmen dan orang tua kami yang masih tidur di lantai 23. Kami memencet tombol lift dengan tergesa-gesa, takut tiba-tiba orang tua kami muncul di belakang. Namun tiga lift yang biasanya sangat cepat, entah bagaimana terus diam di lantai dasari Minggu pagi itu. Kami mulai panic, tetapi akhirnya salah satu lift akhirnya mulai naik. Setelah kami bergegas masuk ke dalam lift, sebuah kejadian aneh muncul. Lift yang kami tumpangi berhenti di setiap lantai; pintu lift terbuka dan tertutup perlahan-lahanm tetapi tidak ada orang yang menunggu lift! Rasa takut meliputi kami, dan kami merasa terperangkap di tengah-tengah ketinggian oleh suatu kekuatan kegelapan. “Kak, Iblis sedang berusaha menghentikan kita…” kata adik saya dengan suara bergetar. Ketika lift mencapai lantai 17 dan pintu perlahan-lajan terbuka, saya berteriak, “Ayo, cepat keluar!. Kami segera berlari kea rah tangga darurat menuju lantai dasar, seakan sedang melarikan diri dari kejaran setan-setan.”
Ketika kita akhirnya sampai di gereja, saya penuh dengan rasa aman dan damai yang meliputi kami bertiga. Merenungkan kembali penglihatan salib dan kejadian aneh di lift, saya memutuskan utuk menerima baptisan air untuk keselamatan jiwa saya.
Pagi itu, di antara kami yang akan menerima baptisan, terdapat seorang anak balita yang sedang sekarat. Ia menderita masalah jantung mematikan dan sudah tak tertolong lagi. Matanya terbelalak dan ia harus diberi makan dengan infus. Orang tuanya bergelantungan pada secercah pengharapan, agar Yesus menyelamatkan anak mereka. Segenap jemaat secara khusus mendoakan anak ini.
Baptisan air adalah titik balik yang penting dalam hidup saya. Saat saya melangkah berat melalui air laut, hati saya terbeban oleh segenap dosa di masa lalu saya. Di hadapan Tuhan saya mengaku diri sebagai orang berdosa, sungguh tidak layak mendapatkan kasih karuniaNya yang besar, dan dengan penuh penyesalan saya bertobat dari seluruh dosa saya. Saat saya mncul kembali dari dalam air, hati saya melonjak dan langkah-langkah saya terasa ringan sambari saya memulai langkah-langkah saya bersama Yesus. Tuhan kita telah membasuh dosa-dosa saya seluruhnya dengan darahNya yang berharga, dan memberikan saya kehidupan yang begitu baru dan murni, sehingga saya merasa sepenuhnya dilahirkan kembali!
Setelah baptisan air, jemaat yang baru menerima baptisan itu menerima Sakremen Pembasuhan Kaki dan Perjamuan Kudus. Ketika kebaktian usai, saya berkeliling gereja mencari anak balita yang baru saja dibaptis itu, dan saya tercengang-cengang melihat mujizat di depan saya! Anak yang sekarat itu menyapa saya dengan mata yang bersinar-sinar dan wajah merona, sementara ibunya terisak-isak penuh rasa syukur menyuapinya dengan bubur. Orang tuanya menamai dia Musa. Kuasa penyembuhan Yesus yang penuh kekuatan digenapi dengan anak itu di depan mata kepala saya sendiri, dan ini sungguh membangkitkan iman seluruh jemaat yang hadir. Saya sungguh yakin Allah telah menuntun saya ke Gereja Benar. Haleluya!!
Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang ku ingin: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati baitNya.
Mazmur. 27:4

Constance Lin- Los Angeles, USA

16.6 Aku menemukan iman yang sesungguhnya

Dalam nama Tuhan Yesus saya bersaksi tentang bagaimana saya menemukan iman yang sesungguhnya. Pertama-tama, saya perkenalkan diri saya, nama saya Stephane (red: baca Stefan), saya berasal dari Gereja Yesus Benar Paris.
Waktu itu saya baru selesai kuliah dan sedang menjalankan wajib militer saya. Pada waktu kuliah, saya bertemu dengan Saudara Soung Tyan, yang kemudian menjadi teman terdekat saya. Di tahun terakhir masa kuliah di Perancis Selatan, kami tidak pernah membicarakan Agama secara serius. Tetapi setelah saya meninggalkan Perancis dan bekerja di Inggris selama 6 bulan, Saudara Soung selalu datang berkebaktian di Gereja Yesus Benar Perancis kerana ibunya adalah jemaat di gereja tersebut. Saudara Soung bercerita kepada saya bahawa gereja ini membawa damai sejahtera baginya dan saudara-saudarinya saling mengasihi. Saat saya kembali lagi ke Perancis, Saudara Soung memberitahukan bahawa dia telah memperoleh Roh Kudus, yang digambarkan seperti air terjun yang dicurahkan ke dalam tubuh dan juga ditambahkan, “Ini sesuai dengan Alkitab, kamu harus datang!” Saya mempercayai dia, tetapi setelah beberapa minggu, saya menjadi curiga. Saya ingin mengetahui apakah dia sedang dalam bahaya atau telah bergabung dengan sebuah sekte penganut ajaran sesat.

Pada bulan November 1995, saat pertama kali saya datang ke Gereja Yesus Benar, saya mulai mencari tanda-tanda dan ciri-ciri yang mencolok dari sebuah permujaan, tapi saya hanya menemukan dinding putih. Saya cuba perhatikan apakah gereja itu tamak akan wang, tapi saya tidak menemukan acara kolekte persembahan. Lalu saya mencari “Sang Guru” dan saya bertemu dengan Pendeta YM Yang, yang sedang menyibukkan dirinya dengan Alkitab. Saya perhatikan khotbahnya dengan baik, dan saya merasa bahawa khotbahnya sangat serius dan menarik. Tetapi pada saat berdoa, saya tidak dapat berkonsentrasi berdoa kerana suaranya berisik. Jadi saya memutuskan untuk menghadiri kebaktian 3 kali untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik. Saya berfikir, mungkin Yesus adalah Tuhan yang telah saya percayai selama ini. Saya tahu, hidup tanpa Tuhan adalah hampa dan tidak bererti. Saya mempunyai perasaan bahawa saya sedang diuji oleh Tuhan. Kadang saya berbicara sendiri, “Malaikat, saya tahu engkau sedang mengawasiku” Saya selalu merasa bahawa hidup adalah suatu proses belajar dan harus melewati banyak ujian. Tetapi kepercayaan yang fanatic, ibadah yang berlebihan dan kolekte yang memakai nama Tuhan telah mendiskreditkan agama Kristian di mata saya.

Ketika saya menghadiri kebaktian yang kedua kali, saya merasa sukacita ketika berdoa dan saya merasakan adanya suatu energy pada wajah saya. Saya melihat cahaya dan kepala saya seperti disoroti. Tadinya saya mengira mereka memasang generator magnet di dinding. Tapi kemudian, saat saya berdoa di markas tentera, saya merasakan adanya pengalaman yang sama.
Lalu saya berfikir, mungkin Alkitab benar-benar berisi Firman Allah. Saya ingin memastikan hal ini, jadi saya mengimani Matius. 7:7, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” Saya mulai berdoa dan membaca Alkitab.

Beberapa minggu kemudian, saya merasa masih lemah dalam iman, dan saya berdoa kepada Tuhan untuk menolong saya. Suatu hari saat saya sedang duduk di meja kerja dan menutupi mata dengan tangan saya, saya mendapat penglihatan. Saya melihat sebuah gambar geometris yang besar seperti jarring yang indah. Langit penuh ribuan bintang berwarna biru, sebuah bintang hijau, sebuah bintang putih dan sebuah salib bernyalakan api. Awalnya saya tidak tahu tapi kemudian saya mengerti bahawa api itu melambangkan Roh Kudus. Hari itu saya merasakan sesuatu yang hangat di atas kepala saya. Sesungguhnya perasaan itu selalu saya rasakan setiap kali saya memikirkan Yesus. Saya masih sering melihat bahaya itu ketika saya berdoa. Pada bulan Maret 1996, saya dibaptis bersama dengan Saudara Soung dan seorang saudari dari Jerman.

Saya mulai mengabarkan injil kepada banyak orang di sekitar lingkungan saya, tapi kelihatannya tidak efektif. Setelah merenungkannya, akhirnya saya sedar bahawa saya masih belum menerima Roh Kudus, saya merasa bahawa saya bukanlah saksi Yesus. Saya menghentikan usaha saya untuk mengabarkan injil, kemudian saya mendapat penglihatan lagi. Saya melihat sebuah kaki dari emas tapi saya tidak mengerti maksudnya. Satu minggu setelah saya menghenti mengabarkan injil, pada hari Sabat saya menerima baptisan Roh Kudus di rumah. Kemudian saya mengerti bahawa penglihatan kaki emas itu adalah melambangkan pesan Allah: “Betapi indahnya kaki-kaki yang mengabarkan khabar baik!” Oleh sebab itu seharusnya kita tidak perlu bimbang untuk mengabarkan injil selama kita mempunyai kebenaran. Saya mulai melakukan penginjilan pribadi lagi dan teman-teman di Angkatan Darat mulai tertarik. Saya merasa bahawa Tuhan memakai saya, Dia selalu membantu saya membuka hati orang-orang yang teman meminta saya berdoa bersamanya. Pada saat berdoa, saya dapar merasakan gerakan Roh Kudus. Kemudian ada 5 orang lagi dari markas Angkatan Darat yang bergabung dengan kami dalam kegiatan Pemahaman Alkitab dan dia. Dua di antara mereka sudah menerima Tuhan Yesus.

Saya sungguh bersyukur kepada Tuhan atas semua yang telah Dia berikan kepada saya sejak saya lahir dan atas pint anugerah keselamatan yang dibukankanNya bagi saya.

Di Perancis, kami hanya memiliki satu gereja, yaitu di Paris, dengan jumlah anggota 55 orang. Gereja Yesus Benar harus menyelamatkan lebih banyak jiwa lagi. Janganlah anda lupa untuk mendoakan semua gereja yang ada supaya kita dapat menjadi penjala-penjala manusia. Semoga Tuhan mengutus lebih banyak pekerja. Bgai satu-satunya Tuhan yang bijak, segala kemuliaan melalui Yesus Kristus. Amin

Stephane Pelard- Guillaume, Paris, Perancis

16.7 Tuhan menjamahku

Dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya bersaksi. Saya dilahirkan di Kamboja, dan datang ke Amerika Syarikat pada tahun 1981 sat berumur 9 tahun. Dari tahun 1975 sampai 1979, terjadi pembantaian di Kamboja: dari 6 juta penduduknya, 3.5 juta orang mati selama tahun-tahun itu. Setiap hari, orang-orang mati kerana kelaparan atau hukuman mati- bahkan juga sanak saudara dan orang-orang yang saya sayangi. Saya selalu bertanya pada diri sendiri, Tuhan macam apa yang menciptakan manusia, dan kemudian membiarkan mereka mati seperti itu? Bagaimana Tuhan ini biasa menjadi Tuhan yang baik? Tak biasakah Dia melihat orang-orang ini sekarat?

Setelah datang ke Amerika Syarikat, saya mulai mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk yang selalu sama setiap malam. Lima roh jahat merenggut saya; dan roh jahat mengikat tangan saya, dua yang lain mengikat kaki saya, dan yang satunya mencekik saya. Saya menjadi takut tidur. Setelah dewasa, saya menerima dua atau tiga pekerjaan sekaligus kerana tidak ingin tidur. Sepanjang waktu itu, saya begitu ketakutan dan kesepian.

Tuhan-tuhan penuh gelombang

Saya sudah mencari kebenaran dan mencari Tuhan sepanjang hidup saya, namun hati saya masih merasa kesepian. Saya berkata pada diri sendiri, hidup harus lebih baik dari ini. Sewaktu kuliah, saya menghadiri pesta-pesta tempat saya melihat orang-orang berdansa, minum, dan menikmati begitu banyak kesenangan. Saya bilang, wow, ini yang namanya kebahagian, eh? Jadi selama tahun pertama dan kedua kuliah, saya berkeliaran dan minum dan berdansa. Kalau pergi ke pesta, saya pasti naik ke pentas dan menari seperti orang gila. Orang-orang akan meneriakkan nama saya, “Vuthy! Vuthy!” Tetapi saya tidak biasa menemukan kebahagiaan. Akhirnya, saya berkata pada diri sendiri, ini bukanlah jalannya.

Saya hampir dikeluarkan dari sekolah pada tahun kedua kuliah. Ketika menyedari apa yang terjadi pada diri saya, saya sedikit menenangkan diri, tetapi tetap merasa sangat kesepian. Saya mendapatkan pekerjaan dan punya penghasilan, dan itu akan membuat saya bahagia. Tetapi setelah lulus dan mendapatkan pekerjaan yang bagus, hati saya tetap terasa hampa.

Mencari kebenaran

Sepangang waktu itu saya masih terus mencari kebenaran, tetapi tidak berhasil. Saya pernah pergi ke sebuah gereja Kristian, di sana saya dibaptis untuk pertama kalinya. Tetapi Tuhan tidak menggerakkan saya dan saya tidak melihat adanya Tuhan di gereja itu, jadi tidak lama kemudian saya tinggalkan. Setelah itu, ibu saya membawa saya ke Gereja berbahasa Yunani tempat saya dibaptis untuk kedua kalinya. Tetapi saya selalu jatuh tertidur setiap kali pergi ke sana, sebab mereka bicara dalam bahasa Yunani dan saya tidak biasa memahami apa yang mereka bicarakan.
Setelah meninggalkan gereja kedua ini, saya berkata pada diri sendiri, lupankan saja, Tuhan itu tidak ada. Saya pusatkan saja perhatian pada pekerjaan. Salah satu rakan sekerja adalah anggota Gereja Yesus Benar. Suatu hari dia melihat Alkitab di atas meja saya, lalu mengajak saya menghadiri Pemahaman Alkitab (PA). Saya fikir, kenapa tidak, toh tak ada ruginya, dan pergi ke PA tersebut. Di hujung acara, ketika mereka berlutut dan berdoa dalam bahasa roh, saya betul-betul ketakutan.
Salah satu saudari-saudari itu pasti sudah mendoakan saya, kerana minggu berikutnya saya tidak sabar ingin pergi ke PA. Setelah pertemuan itu, saya merasa Tuhan menggerakkan saya. Saya mulai menghadiri PA, dan kemudian mengikuti kebaktian gereja secara ritun. Saya merasa bahawa Tuhan ada di sana, meskipun kami Cuma berkumpul di sebuah kemah doa. Saya mulai berdoa dengan sungguh-sungguh setiap malam kerana saya merasakan gerakan Tuhan. Setiap ajaran Alkitab yang saya pelajari dan saya ikuti selalu benar adanya.

Tuhan menjamahku

Suatu malam ketika saya sedang tidur, kuasa Tuhan datang pada saya dan berkata, “Vuthy, bangun dan berdoalah” Jadi saya menjawab, “Baiklah” dan mulai berdoa.

Saya berkata, “Haleluya”, dan ada kuasa yang datang ke dalam diri saya, dan saya mulai berkata-kata dalam bahasa roh. Saya mulai menangis bahagia kerana merasakan begitu banyak kasih dan kemurahan dari Tuhan. Inilah pertama kalinya hati saya merasakan sukacita, dan saya tahu ini berasal dari Tuhan. Selama doa tersebut Tuhan membuatkan saya menyedari orang macam apa saya ini, dan semua hal-hal berdoa yang telah saya lakukan sewaktu SMU dan kuliah dulu.

Ketika saya sedang berkata, “Tuhan menggerakkan saya untuk berkata, “Buku 1 Petrus”. Saya bahkan tidak tahu di mana letak I Petrus dalam Alkitab. Jadi saya bangun, menyalakan lampu, dan membuka I Petrus, fasal 1. Sewaktu membaca, firman Tuhan menjadi hidup, nyaris seperti berbentuk tiga dimensi. Setiap firman datang pada saya seolah benda hidup, dan benar-benar menyentuh saya.”

Peperangan rohani

Beberapa hari kemudian, mimpi-mimpi buruk saya datang lagi. Sudah beberapa tahun saya tidak mendapatkan mimpi-mimpi buruk itu. Mereka masih lima roh jahat yang sama, dan kali ini mereka mencekik saya kuat-kuat. Saya tidak boleh bernafas, tidak boleh berteriak, tidak boleh menjerit. Tetapi saya berkata, “Dalam nama Tuhan Yesus Kristus” dan mereka pun pergi.
Saya bertanya pada saudara-saudari di gereja mengapa saya masih mendapatkan mimpi buruk walaupun telah menerima Roh Kudus. Mereka bertanya apakah di rumah saya ada berhala. Saya memang punya patung emas kecil berbentuk kepala, dan mereka menyuruh saya untuk membuangnya. Jadi dalam nama Tuhan Yesus Kristus, saya membuangnya ke toilet.
Malam berikutnya saya bermimpi buruk lagi, tetapi kali ini hanya ada satu roh. Roh hitam besar ini mencekik saya dan saya tidak dapat melihat wajahnya. Betul-betul menakutkan kerana ini merupakan sesuatu yang baru. Saya berkata, “dalam nama Tuhan Yesus Kristus,” dan balas mencekik roh itu. Saya membalikkan roh tersebut di atas ranjang, dan melihat bahawa wajahnya rusak berat dan penuh cacing. Lalu tiba-tiba ia menghilang.

Sekali lagi, saya bertanya pada saudari di gereja kenapa saya masih mengalami mimpi buruk. Saya tidak tahu apa yang menyebabkannya, saya merasa tidak punya apa-apa lagi di rumah. Dia bilang sebaiknya saya memeriksa ulang. Jadi saya mencari dan mencari, dan akhirnya menemukan patung kepala lain yang dulu diberikan oleh ibu saya. Saya sudah lupa bahawa patung itu ada di dalam kotak harta saya. Jadi sekali lagi di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, saya membuangnya ke toilet.

“Praktek” ayah saya

Setelah dibaptis di Gereja Yesus Benar, saya mulai bercerita pada ayah saya tentang Tuhan. Ayah saya berumur 73 ahun. Sejak masih muda di Kamboja, ia sudah memraktekkan ilmu sihir. Seisi kota tahu bahawa tidak ada seorang pun boleh membunuhnya dengan tembakan atau tusukan. Ketika masih kecil, saya merasa bangga akan hal ini, tetapi tidak begitu memercayainya.
Ketika keluarga saya datang ke Amerika pada tahun 1981, kami diperlakukan dengan luar biasa buruk. Rumah kami dibakar 2 kali. Pada kebakaran yang kedua, ayah saya keluar dan berkelahi dengan para pembakar rumah kami. Salah seorang di antaranya berusaha memukul ayah saya dengan tongkat baseball, tetapi ayah saya mengangkat tangan dan mematahkan tongkat itu menjadi dua. Setelah itu, saya mulai percaya bahawa ayah saya benar-benar menggunakan ilmu sihir.

Kali pertama ayah saya pergi ke gereja Kristian setelah datang ke Amerika, ia kadi sakit parah dan hampir mati. “Sesembahan” ilmu sihirnya memperingatkan bahawa ia akan membunuh ayah saya jika tetap pergi ke gereja. Jadi dari tahun 1981 sampai 1999, ayah saya tidak pernah pergi ke gereja lagi.

Pada bulan Jun 1999, saya pergi memancing bersama ayah saya. Pada waktu itu saya sudah mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Benar secara rutin. Saya benar-benar percaya bahawa Tuhan itu ada dan saya merasakan kasihNya. Jadi saya berkata pada diri sendiri, ini kesempatan bagus untuk membicarakan Tuhan kepada ayah saya. Saya berkata, “Selama ini aku belum pernah meminta ayah melakukan apa pun. Tapi saya sudah menemukan Tuhan, dan saya ingin ayah datang ke gereka 5 kali saja. Kalalu setelah 5 kali ayah tidak merasakan apa pun, ayah tidak perlu datang lagi.” Dia sepakat, “Baiklah anak, saya akan datang demimu”
Malam itu, keponakan saya berada di kamar ayah. Tiba-tiba ia menjerit-jerit, “Kakak, Nenek, ada yang ingin membunuhku!” Ayah saya melihat ke sekeliling tapi di sana tidak ada siapa-siapa. Lalu ia sedar bahawa itu adalah sesembahannya. Esoknya ia menceritakan hal ini kepada saya, tetapi saya memintanya untuk tidak khawatir kerana Tuhan itu Mahakuasa, dan hanya Dialah yang dapat mengambil nyawa manusia.

Menyingkirkan masa lalu

Jumat berikutnya pada saat PA, saya bertanya kepada saudara-saudari apa yang harus saya perbuat dengan semua peralatan berhala di kamar ayah saya. Mereka menyarankan supaya saya berdoa dan membuangnya, tapi siapa yang berani masuk ke kamarnya dan membuang semua itu? Ayah saya tidak akan melakukannya dan saya tidak cukup beriman untuk melakukannya sendiri. Jadi satu-satunya hal yang boleh kita lakukan adalah berdoa.

Puji Tuhan, Sabtu itu ayah saya datang ke gereja. Setelah berdoa, saya menanyakan bagaimana perasaannya. Ia berkata, “Aku kedinginan dan gemetaran” Saya berfikir, sepertinya ada yang tidak beres. Benar saja, saya mendapati bahawa ia mengenakan kalung berliontin kepala besar. Jadi saya memberitahukan, “Itu sumber masalahnya, Ayah harus membuangnya. Ayah harus membuang semua berhala di kamar ayah juga, kalau benar-benar ingin berdoa kepada Tuhan.”
Jadi dengan bantuan Tuhan, ayah saya membuang semua peralatan berhalanya (termasuk kalungnya) dan ia mulai berdoa setiap malam.

Hidup baru

Sabat berikutnya, ayah saya datang ke gereja dan sekali lagi berlutut berdoa. Saya tidak pernah menjelaskan kepadanya seperti apa Roh Kudus itu. Setelah berdoa, ia berkata bahawa ia merasakan getaran di sekujur tubuhnya, dan rasanya sangat nyaman. Saya benar-benar bersyukur pada Tuhan.

Di minggu itu juga, kaki kiri ayah terasa amat sakit sampai-sampai tidak boleh jalan. Ia tidak mengerti mengapa hal ini boleh terjadi pada dirinya. Dalam perjalanan ke gereja ia berkata kepada saya, “Kalau Tuhanmu itu Tuhan yang benar, biarlah Dia menyembuhkan kakiku” Jadi saya berfikir, “Tuhan, kita sudah mendapatkan dia” Ayah saya adalah orang yang memegang kata-katanya. Saya tahu bahawa yang harus kami lakukan hanyalah beriman dan berdoa, maka Tuhan akan menyembuhkannya.
Kakinya sakit selama seminggu, lalu pada suatu malam ia terbangun sambil berteriak kesakitan. Begitu terbangun, ia merasakan ada kuasa yang bergerak dari telapak kaki menuju lututnya, dan ia boleh berjalan. Ia memanggil saya dan menceritakan hal ini, membuat saya merasa sangat bahagia. Saudara-saudari di gereja sudah berdoa begitu giat untuknya.

Dalam perjalanan ke kebaktian Sabat berikutnya, ia berkata kepada saya, “Nak, aku akan mengikuti imanmu; aku sudah bilang pada ibumu bahawa aku akan mengikuti imanmu dan mengikuti Tuhanmu” Saya benar-benar bersyukur pada Tuhan. Ayah saya sudah menyemba berhala seumur hidupnya, sama seperti kakak-nenek dan buyut-buyutnya. Baginya, percaya Tuhan dan datang ke gereja adalah suatu mujizat.

Sekarang ayah , ibu, dan saudara laki-laki saya sudah mengikuti kebaktian Sabat secara rutin. Kasih dan kemurahan Tuhan jauh melampaui pemikiran saya. Kalau kita berdoa dengan kesungguhan hati dan iman, segala sesuatu menjadi mungkin melalui Tuhan. Segala kemuliaan dan pujian hanya bagi Tuhan Yesus.

Vuthy Nol- Mantia- Boston, Massachusettes, USA

16.8 Dipanggil keluar dari dunia

Saya dibesarkan di sebuah keluarga dengan tradisi kepercayaan yang usianya amat tua, yang dimulai sejak awal tahun 1600-an di Perancis, dan saya dididik dalam sekolah dengan basis kepercayaan tersebut. Meskipun demikian, selama setahun-tahun saya merasakan suatu kehampaan dalam hati saya. Saya merasa bahawa ada sesuatu yang hilang, bahawa ada suatu kekosongan dalam hidup saya, tetapi saya tidak dapat memastikan apakah itu.

Ketika saya bergabung dalam kemiliteran, saya melepaskan kepercayaan saya dan tidak lagi pergi ke gereja sesering yang biasa saya lakukan. Tetapi bersyukur kepada Tuhan kerana ketika saya menikah, isteri saya, seorang anggota Gereja Yesus Benar, dengan sabar menunggu dan mencucurkan banyak air mata dalam doa-doanya untuk saya. Setelah 15 tahun, Tuhan akhirnya mulai bekerja dalam hati saya. Dia mulai menunjukkan apa yang saya butuhkan untuk mengisi kekosongan dalam diri saya.
Keluarga saya mulai mengadakan pemahaman Alkitab di rumah kami setiap hari Sabat pagi. Anak-anak saya telah dibaptis di Gereja Yesus Benar, dan saya tidak berkeberatan dengan keinginan isteri saya untuk meningkatkan kehidupan kerohanian mereka. Isteri saya dan anak saya, Randy, telah menerima Roh Kudus dan berbicara dalam bahasa lidah, dan meskipun saya tidak keberatan mereka berdoa dengan cara ini, saya tidak dapat memaksa diri saya untuk memohon karunia ini. Saya merasa bahawa saya perlu berpegang pada kepercayaan lama saya dan berdoa dengan cara yang telah diajarkan kepada saya.

Setelah menyelesaikan pelajaran Alkitab pagi hari kami, saya akan berlutut, dan isteri saya akan meminta saya untuk berdoa dengan nyaring. Tetapi saya akan berkata, “Tidak, saya akan berdoa dengan cara saya” Jadi saya berdoa dengan pengertian, dalam hati. Saya mengucapkan bermacam-macam doa yang pernah diajarkan kepada saya dulu.

Penglihatan pertama

Saya berdoa seperti ini selama beberapa waktu sampai suatu Sabat pagi, ketika sesuatu terjadi. Kami telah merencanakan untuk pergi ke Gereja Yesus Benar di Pasifica, Califonia, untuk menghadiri kebaktian kebangunan rohani. Isteri saya ingin agar anak kami yang paling kecil, Sean, yang saat itu masih bayi, dibaptis. Saya berulang kali berkata, “Ok, kita tentu akan pergi” Tetapi dalam hati saya sama sekali tidak ingin pergi. Saya berusaha mencari alasan untuk menghindar, sehingga mereka dapat pergi sendiri dan saya boleh tinggal di rumah. Kerana saya masih berada dalam kemiliteran, saya fikir saya dapat berbohong dan mengatakan bahawa permohonan saya untuk liburan belum disetujui. Tetapi Tuhan tahu hati kita, dan Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Sekali Tuhan memilih anda, tidak aka nada jalan kembali.

Ketika kami berlutut untuk berdoa pagi itu, isteri saya berkata lagi kepada saya, “Ayolah, kenapa kau tidak berdoa dengan suara keras saja? Bilang saja”Haleluya, puji Tuhan!” Katakan dengan suara keras, terus berulang-ulang” Tetapi saya berkata, “Tidak, jangan ganggu aku, aku tidak akan berdoa dengan cara itu. Aku akan berdoa dengan caraku sendiri.”

Tapi begitu kami berlutut untuk berdoa, saya mengalami sesuatu yang tidak pernah saya alami sebelumnya. Kalau anda memberitahukan bahawa saya akan mengalami pengalaman seperti itu, saya tidak akan percaya.

Ketika saya berlutut untuk berdoa, Tuhan memberi saya penglihatan. Saya melihat diri saya sedang berlutut dalam sebuah lingkaran cahayam dan di tepi lingkaran ada 6 sosok yang mengenakan jubah biarawan, dengan kerudung menutupi muka mereka. Di tangan mereka ada pedang yang menyala-yala. Dan mereka bergerak mendekati saya.

Saya tidak pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya, jadi hal pertama yang saya lakukan adalah membuka mata. Tetapi ketika saya membuka mata, saya tidak melihat hal yang aneh. Kemudian saya menutup mata, dan penglihatan itu kembali lagi. Hal ini menakutkan saya. Saya teringat akan pelajaran Alkitab kami bahawa kita dapat mengusir setan dalam nama Yesus, jadi saya berkata, “Haleluya, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, setan pergilah!” Saya tidak menyedari bahawa saya mengatakannya dengan suara yang keras. Keluarga saya yang memberitahu saya kemudian.

Tiba-tiba keenam sosok gelap itu digantikan 6 sosok putih yang agung. Saya merasa sangat hangat dan tersentuh, sangat aman dan tenteram. Pada saat itu doa berakhir.

Saya tidak ingin menceritakan penglihatan ini kepada keluarfa saya, kerana hal ini sungguh-sungguh aneh dan baru bagi saya. Tetapi keluarga saya tahu bahawa sesuatu telah terjadi, kerana mereka mendengar saya berseru “Haleluya!” dengan nyaring. Jadi mereka bertanya, “Ayah, apa yang terjadi?” Saya berkata, “Oh, taka da apa-apa” Tetapi mereka berkata, “Tidak, pasti ada! Ayah meneriakkan “Haleluya” terus menerus, beberapa kali” Kemudian saya menceritakan apa yang saya lihat, dan isteri saya berkata, “Tuhan sedang berusaha memberitahumu sesuatu. Kita perlu berdoa lagi”.

Penglihatan kedua

Begitu saya berlutut untuk berdoa lagi, penglihatan yang lain datang. Dalam penglihatan ini, saya melihat diri saya berada dalam sebuah kapal kayu tua, seperti kapal-kapal di zaman Alkitab. Kapal itu dan lautan di sekitarnya sedang terbakar. Saya amat takut; saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan.
Saya memandang ke kejauhan dan melihat sebuah pulau hijau yang indah. Kemudian saya melihat bahawa keluarga saya sedang berdiri di pulau itu, dan isteri saya sedang menggendong putra bungsu kami. Mereka memberi isyarat agar saya bergabung dengan mereka . Tetapi saya berfikir, bagaimana saya dapat bergabung dengan mereka. Lautan sedang terbakar, kapalnya sedang terbakar, dan tidak ada jalan agar saya dapat mencapai mereka.

Kemudian tiba-tiba saya mendengar sebuah suara berkata, “Carilah maka kamu akan menemukan, mintalah maka kamu akan menerima, dan ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu” Saya memandang ke arah pulau itu, dari mana suara itu berasal, dan di belakang keluarga saya ada satu sosok putih yang indah. Saya tidak dapat melihat wajahNya, tetapi saya tahu bahawa itu adalah Tuhan Yesus. Dia berdiri di belakang mereka, merangkulkan tanganNya pada mereka. Rasa takut saya hilang, dan saya melihat diri saya pergi melalui laut yang terbakar itu. Begitu saya tiba, saya mulai menangis seperti seorang bayi. Doa berakhir pada saat itu.
Saya menangis selama 30 atau 40 minit setelah itu. Isteri saya beberapa kali menanyakan apa yang saya lihat, dan saya menceritakan penglihatan itu kepadanya. Dia bertanya, “Menurutmu apa yang ingin disampaikan Tuhan kepadamu?” Saya berkata, “Kita akan pergi ke San Francisco. Kita perlu pergi dan aku perlu dibaptis untuk pengampunan dosaku.”

Karunia Roh Kudus

Jadi kami pergi ke Califonia untuk menghadiri kebaktian kebangunan rohani. Saya sebelumnya tidak pernah mengalami begitu banyak orang yang berdoa dalam bahasa lidah dengan begitu banyak sukacita dan begitu banyak air mata tercurah, seperti yang saya alami dalam doa pagi petama kebaktian kebangunan rohani itu. Hal itu sangat menghibur saya. Saya benar-benar dapat merasakan Roh Kudus bekerja, bukan hanya di antara jemaat, tetapi juga dalam diri saya. Saya dapat merasakan diri saya digerakkan oleh Roh Kudus.

Putri saya, saat itu berusia 13 tahun, menerima Roh Kudus waktu doa pagi itu. Ketika Saya melihat wajahnya dan betapa berseri-serinya dia, dan ketika saya mendengar kesaksiannya tentang betapa bahagia dan sukacitanya dia, saya membuat sebuah tekad bahawa hal ini adalah sesuatu yang harus saya alami sendiri.

Jadi waktu doa berikutnya, di penghujung sore, saya datang ke baris terdepan untuk berdoa. Begitu berdia, saya berusaha untuk berkonsentrasi pada Tuhan Yesus di kayu salib dan pada semua penderitaan yang Ia tanggung untuk saya. Saya memikirkan semua dosa yang telah saya perbuat dalam hidup saya, dan merendahkan diri di hadapanNya untuk memohon pengampunan dariNya.
Pendeta datang untuk menumpangkan tangan pada saya waktu berdoa. Begitu tangannya hampir menyentuh kepala saya, hawa panas dari tangannya mulai meresap ke dalam hati saya. Saya mulai berkeringat, dan suatu cahaya putih yang mulia bersinar melalui sisi kanan kepala saya dan turun ke dalam hati saya. Ketika cahaya itu keluar lagi, segala masalah, kesedihan, dan keputuasaan saya ikut dibawa keluar.

Saya mulai menangis dan berkata-kata dalam bahasa lidah yang tidak dapat dimengerti. Lidah saya mulai berputar, dan saya tahu bahawa Roh Kudus memenuhi saya. Saya tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya. Saya memuji Tuhan dan sangat berterimakasih atas karunia Roh KudusNya yang begitu berharga.

Dari hamba menjadi teman

Selama hari-hari terakhir minggu itu sebelum saya dibaptism setan mulai bekerja dengan hebat untuk mencegah saya melakukan apa yang saya tahu adalah kehendak Tuhan. Saya mulai mengalami sakit kepala yang paling parah dan memuakkan setiap hari. Ada saat-saat saya tidak dapat tidur dan bahkan tidak dapat membuka mata. Bersyukur pada Tuhan, isteri saya menyedari apa yang sedang terjadi. Dengan lembut, tapi tegas, dia membujuk saya pergi ke aula untuk mengikuti pelajaran. Secara berangsur-angsur, setelah 3 hari, sakit kepala saya hilang dan dengan bantuan Allah peperangan melawan setan itu dapat dimenangkan.
Putra saya dan saya dibaptis pada tanggal 5 Jun 1985 di Lautan Pasifik, dan sejak saat itu hidup kami dipenuhi dengan berkat-berkat yang tidak henti. Kami juga mengalami pencobaan dan kesengsaraanm tapi kami tahu bahawa Tuhan Yesus ada bersama kami, dan Dia membimbing kami dalam setiap langkah kehidupan kami. Melalui Dia, semua dosa kami telah dihapuskan, kehidupan kekal kami ada dalam tanganNya, dan suatu hari nanti kami akan bersama dengan Dia di Syurga.

Sungguh merupakan berkat dan sukacita yang besar untuk mengetahui bahawa Tuhan telah memanggil saya dari dunia untuk menjadi temanNya. Dalam Yohanes. 15:15-16, Tuhan Yesus berkata, “Aku tidak menyebut kamu lagi hambam sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, kerana Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang Kudengar dari BapaKu. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu”.

Saya memuji dan amat bersyukur kepada Tuhan Yesus atas anugerah kasihNya yang begitu indah. Biarlah segala kemuliaan hanya bagi namaNya yang kudus!

Richard Solgot- Tampa, Florida, USA

16.9 Diubah oleh Roh

Dalam pergumulan antara baik dan jahat, saya sedari bahawa dengan doa dan kasih karunia Tuhan, kita dapat menang melawan dunia. Saya sungguh-sungguh berterima kasih kepada Allah atas peryertaanNya di dalam kehidupan saya. Dia telah membuka mata saya pada jalanNya yang ajaib. Saya ingin membagikan kesaksian saya untuk membantu orang lain mengatasi pergumulan mereka antara baik dan jahat.

Melawan dosa tanpa kekuatan rohani

Dalam beberapa bulan terakhir ini, saya berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan. Saya berkata pada diri sendiri untuk berkebaktian, walaupun saya merasa tidak menyukainya. Saya membaca Alkitab dan terbitan-terbitan gereja lain. Saya seringkali merenungkan tentang Allah dan memohon agar Ia mengampuni dosa-dosa saya dan memberikan lebih banyak iman.
Melalui masa-masa ini, saya menyedari betapa lemah rohani saya dan saya selalu melakukan dosa ke manapun saya pergi bersama dengan sekelompok teman-teman saya yang tidak percaya. Walaupun saya menolak cobaan dan tidak pergi bersama mereka, saya tahu iman saya lemah.

Pada suatu malam, saya akhirnya terjatuh dan saya pergi bersama teman-teman itu, tetapi bersyukur kepada Tuhan, Ia menghindari saya dari dosa terhadapNya. Saat saya kembali ke rumah pada dini hari, saya merasakan kekosongan yang luar biasa. Saat saya keluar dari mobil dan hendak membuka pintu rumah, sebagian diri saya merasa enggan masuk. Entah kerana apa, saya merasa terdorong untuk pergi ke gereja.

Saat saya tiba di gereja, saya naik ke lantai dua, di atas aula. Saat saya duduk di sana, saya merenungkan semua dosa-dosa yang telah saya lakukan dalam kehidupan ini.

Dikuatkan oleh kasih seorang saudari

Beberapa jam kemudian, saat saya masih merenungkan dosa-dosa saya, saya mendengar suara orang berdoa di aula. Saya menengok untuk mengetahui siapa dia, dan saya melihat seorang saudari sedang berdoa. Dahulu, ia pernah mendorong saya untuk berdoa memohon Roh Kudus. Ia bahkan menawarkan diri untuk berdoa bersama saya, dan berkata bahawa ia datang ke gereja jam 8 pagi setiap hari untuk berdoa. Saya menjawab bahawa saya mungkin akan ikut berdoa, tetapi saya sebenarnya tidak pernah meniatkan hal itu.

Saat saya melihatnya berdoa, merasa malu kerana tidak bergabung dengannya dalam doa. Saya tahu bahawa ia mungkin melihat mobil saya di lapangan parkir gereja, dan berharap saya ikut berdoa. Jadi saya turun dan berdoa bersamanya. Saat saya berlutut, saya menangis. Saya meratapi segala dosa saya dan memohon agar Tuhan mengampuni saya. Saya menetapkan hati untuk tetap diam di gereja hari itu sampai saya menerima Roh Kudus. Tetapi ketika menyedari bahawa aka nada katekisasi pagi itu, saya pulang ke rumah pada jam 10.

Kira-kira tengah hari, sebelum saya pergi tidur, saya terdorong untuk menuliskan segala kelemahan yang ingin saya tinggalkan. Saya merasakan keinginan yang menyala-nyala untuk mengubah diri saya, sehingga saya menuliskan kelemahan-kelemahan saya: KEANGKUHAN, EGOISME, KETIDAKBAIKAN, KETIDAKSABARAN, KEMALASAN.

Saat berbaring di tempat tidur, saya memikirkan betapa saya harus mempunyai lebih banyak damai sejahtera dan kasih kepada sesama jemaat. Tiba-tiba saya merasakan desakan luar biasa untuk bangun dan berdoa. Kerana alasan-alasan yang tidak dapat saya jelaskan, tiba-tiba saya merasakan kebutuhan yang amat sangat akan Tuhan, sehingga saya bangun dan mulai berdoa. Begitu saya berlutut, saya menangis bercucuran air mata. Saya merasakan kepedihan yang mendalam saat saya memikitkan hidup saya yang penuh dengan dosa. Saya bukan orang yang mudah menangis, tetapi saat itu saya menangis seperti anak kecil.

Menerima Roh Kudus

Dalam doa itu, saya mengucapkan “Haleluya” semakin kencang dan saya mulai kuatir apabila saya mengganggu tetangga-tetangga saya. Pada saat itu juga, saya mulai memikirkan Raja Daud. Walaupun ia adalah seorang raja, Daud tidak malu-malu menyanyikan pujian kepada Allah di depan semua orang. Walaupun ia nampak bodoh di mata banyak orang, ia merendahkan dirinya di hadapan Allah dan tidak memikirkan apa yang akan dikatakan orang tentang dirinya.

Pada saat itu juga saya menyedari bahawa saya terlalu menguatirkan apa yang akan orang fikirkan tentang diri saya. Yang sesungguhnya lebih penting adalah apa yang Allah fikirkan tentang diri saya. Jadi saya memutuskan untuk mengabaikan pandangan orang, dan mencari Allah dengan sungguh-sungguh dalam doa. Begitu saya mengabaikan pandangan orang dan memusatkan diri pada Allah, tangan saya mulai bergetar dan lengan saya bergoncang. Tetapi saya merasa ragu apakah ini adalah Roh Kudus. Saya berfikir, mengapa Tuhan masih mengasihi dan mengampuni saya, orang berdosa ini?

Setiap kali saya merasa ragu, gerakan Roh Kudus mereda dan saya memohon kepada Allah untuk memberikan lebih banyak iman dan kekuatan agar tidak meragukan Dia. Saya merasa seperti ada di dalam peperangan rohani. Saat saya bergumul dalam iman, saya juga memohon agar Tuhan menolong dan mengampuni saya, orang berdoa ini?

Dalam doa itu, saya merasakan bahawa saya bukanlah apa-apa, dan heran mengapa dahulu saya menyombongkan diri. Saya seringkali menganggap kesombongan itu hal yang diperbolehkan selama tidak diperlihatkan. Sekarang saya mengerti bahawa Allah tidak menyukai segala bentuk kesombongan dalam hati kita.

Saya harus sujud dan menyembah Allah dengan muka menyentuh tanah kerana saya tidak dapat menghadapNya secara langsung. Saya dipenuhi sukacita yang begitu berlimpah kerana Allah masih mengasihi orang berdosa seperti saya. Saya memohon agar Allah tetap mengingatkan saya atas kesalahan-kesalahan saya, dan agar saya tetap ingat akan kasih karuniaNya yang luar biasa.
Saya tidak menjelaskannya, tetapi saya sungguh-sungguh memahami sepenuhnya tinggi, luas dan dalamnya kasih Allah. Betapa lebat dan ajaib Tuhan kita! Di masa lalu, saya seringkali mendengarkan firman di dalam Alkitab, tetapi saya tidak pernah merasa sepenuhnya memahaminya, sampai saya mengalamiNya sendiri. Ia membuka mata rohani saya, dan banyak hal dalam Alkitab tiba-tiba dapat saya fahami dan nampak hidup. Sekarang nampak jelas bagi saya, bahawa tidak ada hal apa pun di dunia ini yang lebih penting daripada Allah.

Kuasa doa

Saya sungguh merasakan bahawa setiap doa kepada Allah, setiap kita merenungkan Dia, dan setiap kata “Haleluya” bererti. Selama kita berjuang, Ia akan melihat hati kita dan menolong kita melalui hari-hari kegelapan kita. Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepada kita.

Sebelum saya menerima Roh Kudus, saya telah mencoba berbulan-bulan untuk menjadi orang yang baik. Tetapi di titik terendah dalam hidup rohani saya, saya merasakan Tuhan mengangkat diri saya.

Saya seringkali memikirkan investasi saham saya, ingin mengendarai mobil mewah, dan menikah. Ketika saya menerima Roh Kudus, segala hal di dunia ini tidak lagi penting dibandingkan Roh Kudus.

Apa yang ingin saya lakukan sekarang adalah untuk bersandar kepada kehendak Allah. Saya tahu ini senantiasa akan menjadi sebuah pergumulan, kerana ada pertempuran rohani di dalam diri kita. Saya memohon agar Allah senantiasa melindungi saya untuk tidak kembali ke dalam kehidupan saya yang lama, dan mengingatkan saya akan belas kasihan dan karuniaNya yang ajaib.
Melalui pengalaman ini, saya berharap untuk dapat mendorong anda bahawa mengalami Tuhan di dalam doa akan mengangkat anda secara rohani dalam perjalanan iman anda. Ia akan mengangkat anda dan memperbarui iman anda kepadaNya. Kiranya segala puji dan hormat dipersembahkan kepada Allah yang penuh kasih dan penuh belas kasihan. Amin.

Benjamin Yang- Irvine, California, USA

16.10 Aku akan pergi satu kali lagi

Teman baru

Pada musim gugur 1999, saya meninggalkan Taiwan menuju San Francisco untuk melanjutkan pendidikan. Di salah satu laboratorium computer sekolah, saya berteman dengan seseorang yang bekerja si sana, dan ketika dia tahu bahawa saya baru saja tiba di Amerika Syarikat, dengan rumah dia menawarkan bantuan.

Saya mengira bahawa dia begitu bersemangat memperhatikan saya kerana dia menyukai saya. Tapi herannya, saya kemudian menyedari bahawa dia juga suka menolong orang lain. Perilakunya membingungkan saya.

Kerana dibesarkan di kota besar; saya diajar untuk curiga pada orang dan terbiasa untuk berbohong demi kebaikan. Juga, kerana bekerja sebagai wartawan untuk sebuah majalah, saya sudah bertemu dengan banyak orang sukses dan dari pengalaman-pengalaman mereka, saya cepat belajar tentang sisi buruk masyarakat.

Jadi saya tidak berharap akan bertmeu dengan orang selugu teman saya. Saya memutuskan bahawa dia pasti menjalani kehidupan yang sengsara. Tetapi setelah secukup lama memperhatikan dirinya, saya dapat melihat ternyata dia hidup dengan sangat bahagia. Dan setiap kali sesuatu yang baik terjadi, dia akan mengucap syukur kepada Tuhan.

Saya yakin bahawa orang harus bekerja keras dengan mengandalkan diri sendiri dan tidak bersandar kepada Tuhan. Lagipula, apakah Tuhan sungguh-sungguh ada? Saya sudah pergi ke berbagai lembaga keagamaan yang berbeda dan tidak pernah merasakan adalah Tuhan.

Perjumpaan pertama

Saya masih ingat saat itu hari jumaat malam ketika saya pergi ke gereja bersama teman ini.
Pengkhotbah menyebutkan banyak mujizat untuk membuktikan keberadaan Tuhan tetapi saya tidak terlalu memikirkan khotbah tersebut. Sebaliknya, saya ingin bertanya apakah dia dapat membuktikan bahawa mujizat-mujizat ini berasal dari kekuatan sepranatural.

Pengkhotbah melanjutkan, “setiap orang telah berdosa. Kita harus mengakui dosa-dosa kita di hadapan Tuhan, berdoa memohon Roh Kudus, dan kelak kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Syurga. Pada waktu seseorang menerima Roh Kudus, dia akan berbicara dalam bahawa yang tidak dikenal.”

Saat itu, saya menyedari bahawa saya mungkin sudah melangkah ke dalam semacam pemujaan.
Ketika khotbah berakhir, pengkhotbah mengundang setiap orang maju ke depan mimbar untuk berdoa. Dia berkata, “Yang sakit atau yang ingin memohon Roh Kudus dapat maju ke depan, dan para hamba Tuhan akan membantu menumpangkan tangan. Kalau anda berdoa kepadaNya dengan suara yang keras, Tuhan akan mengabulkan permohonan anda.” Melihat semua orang berdiri dan maju ke depan, saya menguatkan hati dan maju juga.

Kami berlutut dan waktu semua orang mulai berdoa, saya langsung mengerti apa maksudnya waktu pengkhotbah meminta jemaat berdoa dengan suara keras. Saya dikejutkan oleh suara doa dalam bahasa lidah, dan ketakutan saya bahawa saya sudah pergi ke gereja yang salah pun semakin terbukti.

Saya terus-menerus berfikir, “Kenapa doanya selesai?” Kerana seumur hidup belum pernah berlutut sealam ini, saya berkeingat dan merasa hampir pingsan. Maka saya berdoa kepada Tuhan, “Tolong hentikanlah doa ini segera. Aku tidak ingin pengsan dan menanggung malu.”

Syukur kepada Tuhan, saya rasa ini adalah mujizat pertama saya, yaitu saya berlutut selama 30 minit dan tidak pengsan. Tapi di dalam hati saya bersumpat bahawa saya tidak akan pernah pergi ke sana lagi.
“Kau harus mengalami iman”.

Setelah itu, teman saya berkata,”Kau harus mengalami iman”. Saya menjawab, “Bagaimana caramu mengalami iman?” Katanya, “Kalau kau menerima Roh Kudus, kau akan tahu bahawa Tuhan ada, dan banyak pertanyanmu akan terjawab.”
Lalu dengan yakin dia berkata, “Alkitab berjanji kepada kita: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu. Carilah, maka kamu akan mendapat. Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Asal kau mahu berdoa, Tuhan pasti akan memberimu Roh Kudus.”
`saya masih sangat meragukan keberasaan Roh Kudus. Saya fikir biasanya orang mencari Tuhan di waktu ingin disembuhkan dari penyakit atau waktu mengalami kesulitan hidup.

Saya sangat puas dengan kehidupan saya dan tidak dapat menemukan satu hal yang perlu saya minta dari Tuhan. Saya tidak merasa telah melakukan dosa apa pun yang perlu dimintakan ampunan dari Tuhan. Sepanjang pengetahuan, saya tidak membutuhkan pengampunan Tuham, dan tidak punya satu pun alasan untuk percaya kepadaNya.

Mujizat saya sendiri

Meskipun saya terus mempertanyakan agamanya, teman saya tidak pernah putus asa mengajak saya ikut kebaktian. Jadi, saya memberitahunya, “Aku akan pergi satu kali lagi. Tapi kalau aku tidak merasakan adanya Tuhan, tolong jangan cuba-cuba lagi meyakinkanku bahawa Tuhan ada atau memintaku pergi ke gereja.”
Saya pergi ke gereja lagi pada hari Sabat. Waktu saya berlutut berdoa dan berkata, “Haleluya! Puji Tuhan”, tangan saya mulai bergetar sedikit.

Sekarang saya merasa ingin tahu.
Untuk memastikan bahawa saya tidak menggerakkan tangan saya sendiri, saya memutuskan untuk pergi ke gereja pada minggu berikutnya.

Pada hari Sabat pagi berikutnya, saya bangun dengan perasaan bahawa hari ini saya akan menerima Roh Kudus. Dan seorang saudara membawakan khotbah pagi yang amat menyentuh dan menggugah perasaan saya.

Yang lebih ajaib adalah saya dapat langsung membuka Alkitab untuk mencari ayat yang dia sebut. Bahkan saudari yang menolong saya membuka Alkitab bertanya, “Apakah anda orang Kristian? Itukah sebabnya anda begitu terbiasa dengan Alkitab?”
Saya belum pernah membaca Alkitab. Ketika khotbah berakhir, saya merasakan desakan untuk berdoa. Jadi teman saya menyarankan, “Sebelum makan siang ada sesi doa selama 30 minit di kapel” Saya memutuskan untuk ikut sesi doa.

Saya berlutut di pojok yang tidak ditempati satu orang pun dan berdoa, berkata, “Haleluya! Puji Tuhan!” Tangan saya mulai bergetar sedikit seperti waktu itu. Saya berfikir, “Kalau Tuhan ada, biarlah aku merasakan Dia dan memberiku Roh Kudus.”

Waktu berfikir begitu, saya merasakan seberkas cahaya menyinari saya dari belakang seperti arus hangat. Tangan saya bergetar lebih kencang, dan saya mulai berbicara dalam bahasa yang tidak dikenal.

Pada saat itulah saya merasakan suatu yang indah memasuki hati saya: kesejahteraan saya dan berkat-berkat dalam kehidupan saya bukanlah berasal dari keberuntungan ataupun ketekunan saya sendiritetapi dari anugerah Tuhan yang Dia berikan kepada saya dengan cuma-cuma.

Dalam doa, saya memikirkan hubungan saya dengan orang lain. Saya menyedari bahawa saya sering mengalami pertentangan kepentingan dengan orang lain, dan saya harus berjuang untuk mengasihi dan membantu mereka. Tuhan telah membuka mata saya untuk melihat betapa seringnya kepentingan saya sendiri lebih diutamakan daripada kepentingan orang lain.

Semakin khusuk saya berdoa, semakin saya menyedari bahawa saya adalah orang yang berdosa sama seperti semua orang lain. Akhirnya jelaslah bagi saya bahawa Tuhan sungguh-sungguh ada di dunia ini. Dia mengetahui kebimbangan saya. Hanya Dialah yang dapat merendahkan hati saya dan dalam sekejap, menunjukkan betapa tidak berertinya diri saya dan betapa saya perlu mengetahui dosa-dosa saya sendiri.

Tuhan membuka hati saya untuk memahami bahawa dosa bukanlah ditetapkan oleh standar modal ataupun hukum manusiu. Jika saya bukan milik Tuhan, saya adalah budak dosa dunia ini. Dan hanya melalui Yesus Kristuslah dosa-dosa saya dapat diampuni dan dibersihkan.

Pada saat yang sama, Tuhan mengizinkan saya untuk memahmi satu pelajaran yang jauh lebih besar daripada dosa- kasihNya kepada saya.

Saya menjadi milikNya

Ketika saya menyedari bahawa Tuhan telah mengubah hati saya, air mata saya mulai mengalir tak terbendung, tetapi sukacita dalam hati saya tidaklah serupa dengan apa pun yang pernah saya alami sebelumnya.
Saya merasa seperti domba sesat yang telah menemukan jalan pulang. Ketika lonceng untuk mengakhiri doa berbunyi, saya baru sedar bahawa saya sudah berdoa selama 30 minit. Setelah pengalaman yang ajaib ini, akhirnya saya percaya bahawa inilah gerejaNya, kerana Tuhan tinggal di dalamnya. Puji Tuhan!

Saya pun menjadi milikNya ketika menerima baptisan pada bulan Oktober 2000.
Roh Kudus menguatkan saya sehingga saya mahu menyelidiki Alkitab dengan rela dan aktif. Saya tahu bahawa hanya dengan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatlah saya dapat menerima sukacita dan damai yang benar.

Sebelum percaya kepada Tuhan, saya merasa diri bahagia dan diberkati. Tetapi setelah bertobat, saya benar-benar mengerti apa yang dimaksud dengan kebahagiaan benar. Beriman kepada Tuhan ternyata begitu mencerahkan.

Dia hampir seperti pengawal yang siaga setiap saat dan psikiater yang memperhatikan masalah-masalah sayan tanpa meminta bayaran. Yang lebih ajaib lagi adalah saya tidak perlu mengatakan apa pun. Tuhan sudah mengetahui apa yang saya butuhkan melalui doa-doa saya dan Dia menghibur saya dengan Roh Kudus.

Sering, saya mendapati bahawa apa yang Tuhan berikan jauh melampaui dan jauh lebih banyak dari apa yang saya doakan.
Seberapa mampukah manusia? Dapatkah kita benar-benar mengendalikan hidup kita? Saya tidak pernah membayangkan bahawa suatu hari saya akan bersaksi bagi Tuhan. Kita tidak boleh menarik kesimpulan mentah tentang hal-hal yang tidak kita fahami.

Tuhan ada di dalam dunia ini. Melalui Roh Kudus yang tinggal di dalam hati, kita dapat merasakan kehadiranNya, asalkan kita memberi diri kita kesempatan untuk menerima dan percaya kepadaNya.
Kiranya segala pujian dan kemuliaan hanya bagi Bapa Syurgawi kita. Amin.

Iris Chiang- Garden Grove, California, USA

16.11 Tuhan membukan jalan bagiku

Masa kecilku

Kedua orang tua saya berasal dari Kurahashi, sebuah pulau kecil di daratan Seto, perairan Laut Hiroshima.
Selama perang Dunia ke-2, ayah saya ditugaskan ke Singapura, dan kembali ke Jepun dengan beberapa luka. Ibu saya berkata ia mendengar dan menyaksikan sendiri ledakan bom atom di Hiroshima. Paman saya meninggal dunia kerana pemboman tersebut. Semua ini terjadi sebelum saya dilahirkan.

Kerana hidupa di Hiroshima begitu sulit, ayah saya mengikuti program pengelolaan pertanian dan kami pun pindah ke Jumonji, sebuah tempat di Kyushu. Di sinilah saya dan saudara laki-laki saya dilahirkan, yaitu pada tahun 1951 dan 1953
Kehidupan penduduk di sana sangat sederhanam bahkan tanpa fasilitas seperti listrik. Ketika saya berumur 3 tahun, Jumonji menjadi pangkalan latihan tentera Amerika, maka kami pindah kembali ke Hiroshima, tempat saya tumbuh dan menetap hingga tamat sekolah menengah atas. Setelah saya lulus dari Institut di Osaka, saya bekerja selama 5 tahun, dan pada tahun 1980 saya bergabung dengan Tim sukarelawan Jepun.

Salama pelatihan,saya pergi ke Kuil Zen, namun saya tidak mengerti pengertian Zen tentang penyengkalan diri dan rasanya dengan mengendalkan kekuatan saya sendiri saya tak akan pernah mengerti konsep tersebut.

Mengenal agama-agama lain

Dalam suatu penugasan, saya dikirim ke Filipina, di mana agama yang dominan di sana adalah Katolik. Kerana ingin tahu, saya beberapa kali pergi ke gereja, namun tidak pernah terpanggil untuk percaya. Saya merasa kepercayaan gereja-gereja di sana lebih menekankan tradisi gereja daripada Alkitab.

Setelah saya meninggalkan Filipina, saya pergi ke Indonesia. Saya pergi ke tempat ibadah agama mayoritas di sana dan menyenmbah Allah. Saat itu, saya merasa saya tidak cocok mempunyai hubungan dengan agama.

Saya pernah mengirim surat elektronik tentang Alkitab ke seorang teman yang telah saya kenal lebih dari 20 tahun. Dia berkata, “Tidak perlu berbicara tentang Alkitab. Saya adalah seorang Kristian, dan juga seorang penganut Budha.” Saya berpendapat sama seperti dia: Saya fikir dunia di hadapan saya adalah segalanya. Namun bersyukur pada Tuhan, Ia memelihara saya terlepas dari ketidakpedulian saya.

Ketika saya tinggal di Taiwan, beberapa kali saya mengunjungi Gereja Yesus Benar. Saya merasa, gereja ini berbeda dengan gereja-gereja Katolik, Islam dan gereja Kristian lainnya yang pernah saya kunjungi. Perasaan yang ada sulit dilukiskan dengan kata-kata bahkan sampai sekarang perasaan itu masih sama.

Saya berkata pada diri saya, “Bila saya ingin masuk ke suatu gereja, biarlah saya masuk ke Gereja Yesus Benar” Sulit untuk menerangkannya, tapi ada suatu perasaan dekat dengan Tuhan di gereja ini. Namun, tidak lama kemudian saya kembali ke kehidupan duniawi saya dan lupa akan kehadiran Tuhan.
Saya punya kebiasaan minum-minum dan seringkali sulit menghentikan kebiasaan itu. Walaupun saya akan menyesalinya besok, namun saya tidak dapat menghentikannya. Rasanya seperti jatuh ke dalam kubangan dan tidak boleh keluar lagi.
Hidup seperti tenggelam dalam lingkaran setan, sampai saya menghadapi bencana di kemudian hari.

Tuhan adalah tempat perlindungan

Pada hari yang sama saat perusahaan saya bangkrut, putra saya mengalami kecelakaan. Segalanya terjadi begitu mendadak sehingga saya menjadi takut. Saya tidak tahu harus bagaimana. Saat itulah saya meninggalkan konsep dunia dan dengan tegas kembali ke Gereja Yesus Benar.

Sejujurnya saat itu saya tidak mempunyai pilihan lain selain pergi ke gereja. Saya mulai mendekatkan diri kepada Tuhan. Saya sungguh-sungguh merasakan bahawa Tuhan adalah tempat perlindungan kita. Ketika saya di Taiwan, saya merasakan kasih dan kehangatan Tuhan melalui rangkulan kasih saudara-saudari seiman. Air mata kerap membasihi wajah saya setiap kali saya menyanyikan lagu pujian atau saat berdoa kepada Tuhan. Saya tidak tahu seseorang dapat mengeluarkan begitu banyak air mata. Sepertinya air mata ini mencuci semua kekejian saya di masa lalu sehingga saya dapat merasakan kedamaian yang dalam di hati saya.

Kerana saya tidak memiliki wang untuk memberikan anak-anak saya buku pelajaran, seragam sekolah, atau kebutuhan hidup lainnya, maka kami tinggal dengan adik ipar saya. Meskipun keadaannya demikian, hati saya damai kerana saya hidup dengan bersandar pada Firman Tuhan (Mat. 6:25). Beberapa orang memiliki segalanya di dunia ini, seperti status dan kekayaan, tapi ingin mengakhiri hidupnya sendiri kerana mereka tidak memiliki harapan ataupun kekuatan untuk terus hidup. Bagi mereka, segala sesuatunya adalah sia-sia, kerana mereka tidak mengenal firmanNya.
Seperti Raja Salomo berkata di kitab Pengkhotbah, dunia adalah kesia-siaan tanpa pengenalan akan Firman Allah. Yang patut disyukuri adalah bahawa firmanNya adalah roti hidup bagi kita. Berjalan denganNya, kita tidak pernah perlu mengetahui bahawa bagaimana rasanya tidak dapat menjalani hidup. Saya bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati untuk segala anugerahNya.

Mengalami Dia

Mungkin sulit sekali untuk seseorang yang tidak beragama dapat mengerti bahawa iman dikuatkan oleh pengalaman hidup. Namun saya sungguh percaya adanya dunia spiritual kerana pengalaman saya dengan Roh Kudus.

Saya ingat pertama kali saya datang ke Gereja Yesus Benar, saya berfikir cara mereka berdoa sungguh lucu dan aneh. Kerana saat itu saya belum menerima Roh Kudus, saya berdoa dengan bahasa akal, “Halleluya, puji Tuhan.”
Suatu kali ketika saya sedang tidur, saya bermimpi melihat suatu cahaya yang sangat terang muncul dan mengelilingi seluruh tubuh saya. Saya merasa seperti melayang di udara, dan penuh sukacita dalam hati. Tidak ada kata-kata yang dapat melukiskan perasaan saat itu.

Setelah saya menerima Roh Kudus, saya menyedari bahawa saya tidak lagi sama dengan diri saya yang dulu, dan saya mengambil keputusan untuk dibaptis di Gereja di Osaka. Saya ingin darah Tuhan membasuh dosa saya dan saya dapat meninggalkan diri saya yang lama dan lahir baru secepatnya.

Dalam penerpangan ke Osaka, saya mendapati diri saya menatap keluar jendela kea rah laut di mana saya akan dibaptis. Saya sangat mengerti, di bawah matahari tidak ada tempat di mana saya dapat bersandar selain pada Yesus sendiri.
Perlindungan Tuhan

Pada awalnya ketika saya dan keluarga pindah dari Taiwan ke Okinawa, saya tidak mempunyai pekerjaan. Tapi bersyukur pada Tuhan, kemudian saya medapatkan pekerjaan. Sayasepenuhnya mempercayakan hidup saya pada Tuhan dan menaikkan ucapan syukur bersama keluarga setiap hari.

Di Okinawa, saya bertemu seorang jemaat gereja yang baru datang dari China untuk belajar di sekolah bahasa Jepun. Kami mengadakan kebaktian Sabat bersama dan saling membantu satu sama lain.

Segalanya adalah perencanaan Tuhan yang cermat, kerana Dia telah menyiapkan jalan bagi kita (Mzm. 139:3). Pada suatu masa ketika anak-anak kami masih kecil, kami tidak mampu memberi makan mereka, namun sungguh ajaib, Allah mengatur orang lain untuk menolong kami.

WaktuNya sungguh tepat. Selain Tuhan, siapa yang dapat membantu kami seperti itu? Pada waktu lain, ketika saya sedang dalam perjalanan ke tempat kerja, saya mengendarai motor dan sampai pada suatu tikungan yang tajam. Penglihatan sangat buruk kerana saat itu hujan deras, dan saya saat menundukkan kepala untuk menghindari hujan, sebuah mobil tiba-tiba muncul.

Saya tidak cukup cepat bereaksi dan kami bertabrakan langsung. Saya mrasa sungguh tak berdaya dan berteriak, “Haleluya!” Saya mendapati diri saya terbaring di tengah jalan dengan motor saya terlempar di tepi jalan. Mengherankan, saya luput dari kecelakaan itu tanpa cedera yang bererti.

Pengemudi mobil juga sangat terkejut dan bertanya, “Apakah kamu baik-baik saja?” Kemudian dia pun pergi. Walaupun sayalah yang melanggar garis pembatas jalan dan menabrak mobilnya, dia tidak pernah mempermasalahkannya ataupun meminta ganti rugi kerosakan kenderaannya.

Ketika saya memeriksa diri saya lebih teliti, ternyata kaos kaki saya sobek da nada beberapa goresan ringan. Bahkan sampai hari ini, saya masih sungguh bersyukur kepada Tuhan. Memamng perlindungan Tuhan jauh di luar pengertiaan manusia.

PimpinanNya

Saya mempunyai satu pengalaman lain yang mengherankan ketika Tuhan memimpin seorang pemuda dari China kepada saya. Saya bertemu denganya pada hari minggu di sebuah kantor pos. Dia ingin membeli kartu telepom. Tapi di kantor pos tersebut tidak menjual karta tekepom itu. Dia berbicara kepada saya dalam bahasa Inggris dan saya memjawabnya dengan bahasa mandarin.

Saya melihat dia membawa Alkitab dan saya merasa dia akan mahu ikut bersama dengan kami percaya dalam Tuhan. Segera saja saya mengajaknya ke Ghokusen-do, tempat isteri saya bekerja. Sulit dipercaya waktu itu saya sungguh berani. Saya tidak begitu ingat apa yang hendak saya lakukan waktu itu, namun saya hanya memikirkan satu hal: “Saya harus membawanya menemui isteri saya.”

Isteri saya dengan hangat memperkenalkan kebenaran firman Tuhan kepada pemuda itu. Dalam waktu kemudian dia dibaptis dan menjadi saudaraz seiman dalam Tuhan.

Kerana hanya ada sedikit jemaat di Okinawa, kunjungan saudara-saudari seiman dari gereja lain sungguh menguatkan kami. Juga kunjungan penginjilan mengingatkan kami untuk berinisatid dalam mengejar kebenaran dalam Alkitab.
Bagi saya, kunjungan-kunjungan ini seperti mengisi kembali baterai iman. Saya sungguh bersyukur kepada Tuhan atas pimpinan dan mengizinkan saya mengalami penyertaan dan perlindungan Nya. Amin.

Takehana Reiji- Tokyo, Jepun

16.12 Yesus menjaga milikNya hingga akhir

Pertama kalinya

Perjalanan saya kepada Kristus dimulai ketika saya masih berumur 10 tahun. Seorang teman mengajak ibu, kakak dan saya sendiri ke gerejanya. Si pengkhotbah mengabarkan pesan sederhana: “Terimalah Yesus ke dalam hati anda, dan anda akan masuk ke Syurga; kalau tidak, anda akan masuk ke neraka” Dan kita melakukan apa yang diberitahukan penkhotbah itu- menerima Yesus dan mengucapkan dao sederhana.

Sifat saya dalam pengalaman itu sedikit nakal, tetapi beberapa tahun kemudian saya berusaha untuk memahami Tuhan dan berdoa kepadaNya, dan saya mencoba untuk menjadi orang yang baik. Saya tidak dapat berkata saya sungguh-sungguh merasakan kasih Tuhan pada saat itu. Yang saya ketahui, tugas saya adalah menjadi orang yang baik dan Allah ada di suatu tempat menjadi Allah.

Lalu kenyamanan hidup mulai meninggalkan kami. Saya berkuruk. umur 17 tahun ketika ayah dan saya menghidap infeksi sinus kompleks. Infeksi ini sangat tersembunyi sehingga kami berdua tidak menyedari bahawa perlahan-lahan tingkat gula dalam darah kami naik hingga tingkat yang berbahaya. Saya menjadi tertekan dan nilai-nilai pelajaran saya ambruk. Saya meninggalkan teman-teman baik saya, dan dengan segera terlibat dalam ubat-ubatan terlarang di tempat bermain seberang gereja.
Infeksi ini menjangkiti saya selama beberapa tahun dan kehidupan saya terus semakin terpuruk. Saya telah kehilangan apa pun yang saya ketahui tentang Tuhan. Saya terpisah dari keluarga dan mempunyai anak luar nikah. Pada akhirnya ubat untuk infeksi sinus saya ditemukan, dan walaupun saya masih menderita dari kerusakan permanen yang diakibatkan infeksi, tingkat gula darah saya kembali normal dan saya kembali lagi sihat.

Tidak lama berselang, pendeta saya yang dahulu mengajak saya kembali ke gerejanya. Saya pergi, dan ajaibnya, saya bertobat dengan penuh penyesalan kerana telah meninggalkan iman.

Saya mulai mengejar Tuhan dengan tekad yang tinggi. Saya sekarang telah diberikan kesempatan hidup keduakalinya, dan sungguh-sungguh bersyukur. Saya menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari membaca Alkitab, dan Roh Allah menjadikan

FirmanNya hidup di dalam hati saya.
Hati dan jiwa saya nampaknya memusatkan perhatian pada ajaran Yesus untuk memberi. Lebih lagi, teman baik saya yang menjadi orang tua asuh beberapa puluh anak-anak di beberapa negara asing, senantiasa mengajarkan saya untuk terus memberi. Jadi saya menyakini bahawa beramal kepada orang-orang miskin akan menjadi cara saya untuk membalas kasih Tuhan, dan saya rindu membagikan harta kekayaan saya bagi mereka.

Dengan cara saya sendiri

Saya tidak pernah mendengar karunia rohani sebelumnya, tetapi pada suatu hari saya mengikuti sebuah kelompok Kristian yang semuanya berdoa dalam bahasa roh. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, tetapi saya mengingat pendeta berkata bahawa ia mempunyai Sembilan karunia rohani.

Saya didorong ke depan oleh beberapa orang. Dengan segera, si pendeta mendekati saya dan menaruh tangannya ke perut sayam dan berdoa bagi saya. “Apa yang dia lakukan?” Fikir saya. Pada saat itu, perut saya nampak menonjol kerana efek samping penyakit saya. Namun yang penting, banyak orang maju ke depan dan mendoakan saya. Saya merasakan kekuatan hebat ini datang meliputi saya.

Saya dipenuhi dengan kasih yang berkelimpahan, sehingga sulit dijelaskan selain berkata bahawa saya tenggelam dalam kasih Tuhan. Selama 3 hari saya berjalan-jalan dengan berkata, “Tuhan memberkatimu” kepada setiap orang. Saya belum pernah merasakan kasih Tuhan seperti ini sebelumnya, dan saya ingin membagikannya dengan semua orang. Yang saya fikirkan hanyalah betapa Tuhan mengasihi saya. Perut saya sepenuhnya sembuh dalam waktu beberapa hari- hampir-hampir sebagai bonus saja.

Saya menyedari bahawa Allah sungguh nyata dan melakukan mujizat, dan saya telah banyak melihatnya, dan saya mulai menyakini bahawa tujuan saya sebagai Kristian adalah untuk percaya kepada firman Yesus dengan iman, dan melihat mujizat-mujizatNya terjadi.

Lalu iman saya mengalami tentangan. Infeksi sinus telah mengalami kerosakan permanen, dan saya sering mengalami sensasi remuk yang mengerikan. Saya sedang jatuh cinta dan ingin menikah, tetapi saya tidak mahu menikah dengan keadaan kesihatan yang buruk. Jadi saya mulai berdoa kepada Tuhan dan mengucapkan ayat-ayat Alkitab berulang-ulang. Saya berpuasa selama beberapa bulan- 2 atau 3 hari seminggu. Saya melanjutkan tahun berikutnya,dan tahun berikutnya. Tetapi tidak ada yang terjadi.
Hubungan saya dengan Tuhan menjadi kering, walaupun saya terus beribadah. Saya mengangkat tangan di gereja walaupun orang lain tidak melakukannya, tetapi saya sendiri mempertanyakan keadaan rohani saya.
Doa-doa saya menjadi tambah pasrah kerana saya merasa Tuhan tidak mendengarkan saya. Dan akhirnya, di satu malam, di tengah kesakitan yang luas biasa, saya menyerah dan tidak pernah lagi meminta apa pun juga kepada Tuhan.

Melalui RohNya

Lalu saya bertemu dengan seorang gadis yang saya ketahui beribadah di gereja bernama Gereja Yesus Benar. Awalnya saya melihat nama gereja itu keren. Gadis itu tidak pernah datang ke acara PA, jadi saya dengan berani mengadakanya di kantor kami, untuk Tuhan yang nampaknya tidak saya kenal. Tetapi ada sesuatu yang berbeda pada dirinya. Ia mempunyai rasa sukacita, damai dan keyakinan yang tidak saya miliki. Nampaknya ia mempunyai kepastian dalam iman yang ada dengan sendirinya.

Jadi saya berkaya kepadanya, saya ingin pergi ke gerejanya. Kunjungan saya ke Gereja Yesus Benar pada saat itu bertepatan dengan kebaktian khusus.

Saya sungguh menyukai gereja ini, dan semua orang berdoa dalam bahasa roh. Saya menyukai berdoa dalam bahasa roh di gereja saya yang dahulu, tetapi bahasa roh saya berbeda.

Sebelum saya datang ke GYB, saya mengira saya telah mengenal Tuhan. Ya, memberi kepada orang miskin, fikir saya, dan berbahasa roh. Dan pada saat yang sama, saya telah memberi kepada orang-orang miskin dari apa yang saya miliki, tetapi saya tidak merasakan apa-apa. Apa yang terjadi? Bukankah ini mestinya menjadi sebuah tingkat tertinggi dalam pengalaman Kristiani saya?

“Dan sekalipun saya membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku” (I Kor. 13:3)
Lalu hal-hal mulai berubah. Di minggu yang sama, di Gereja Yesus Benar diadakan KKR. Pada saat berdoa, saya bertanya-tanya kenapa mereka berhenti berdoa, kerana mulut saya mulai terasa letih. Saya berhenti berdoa dan ingin meninggalkan barisan depan, tetapi saya malah didorong untuk terus berdoa dalam bahasa roh! Saya ingin melakukannya, tetapi saya sudah lelah.

“Berdoa dalam bahasa roh”

Di depan aula itu lalu saya mengucapkan doa singkat di dalam hati. “Roh Kudus, tolonglah saya” Belum selesai saya mengucapkannya, sebuah tekanan melalui tubuh saya. Lidah saya mulai berputar-putar secepat kipas angin, dan tubuh saya bergoncang dan bergetar. Bahasa roh yang saya ucapkan sungguh berbeda dengan yang biasa saya lakukan, dan bukan saya yang mengucapkannya!

Saya pulang ke rumah dan mencoba berdoa sendirian. Apa yang terjadi, fikir saya. Bukankah saya sudah mempunyai Roh Kudus? Tetapi saya tidak dapat berhenti berdoa dalam Roh. Sukacita dan rasa damai dalam doa itu sungguh menyejukkan hati saya. Tidak lama, saya menangis dalam doa saya, dan menyanyikan nyanyian roh. Saya merasakan kasih Allah yang sungguh dalam.

Jaminan Allah

Saya merasakan hubungan yang dalam dengan Tuhan saat menemukan gerejaNya, dan menyesal telah bersumpah tidak mahu lagi memohon pertolongan Tuhan. Kata-kata sembrono yang telah saya ucapkan di masa lalu menyusahkan nurani saya.
Tetapi suatu hari, saat saya gelisah dengan masalah ini, saya mendengar suara Tuhan berkata, “Aku tidak akan meninggalkanmu” Saya menangis. Juruselamat tetap mengasihi saya. Tentu saja, bukanlah Ia telah memberikan Roh Kudus?

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”” (Rm. 8:15)
Tiba-tiba saya menyedari apa ertinya menjadi orang Kristian. Bukan soal memberi kepada orang-oranf miskin, atau menginjil, atau mengangkat tangan saat beribadah. Tetapi semata-mata mengenai Tuhan, mengenai saya menjadi milikNya. Saya harus menjadi milikNya seperti seorang anak adalah milik BapaNya dan untuk tunduk kepada Nya. Apabila Ia hendal melakukan sesuatu yang baik di dalam hidup saya, saya akan membiarkanNya melakukannya dan menyerahkan segala kemuliaan kepadaNya.

Puji Tuhan, saya dibaptis di Gereja Yesus Benar setahun kemudian. Walaupun sungguh baptisan air merupakan pengalaman paling indah dalam hidup saya, kesaksianNya mencuci bersih dosa-dosa saya, tetapi saya juga merasakan kepastian besar dalam suaraNya, “Aku tidak akan meninggalkanmu” Sekarang saya sungguh-sungguh mengetahui bahawa Yesus akan memelihara milikNya hingga akhir, tidak peduli di manakah mereka, atau dari gereja mana mereka memulai iman mereka, atau bagaimana mereka tersesat mencoba mencari Dia.

“Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tanganNya. BapaKu, yang memberikan mereka kepadaKu, lebih besar daripada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” (Yoh. 10:28-29)

Paulus berkata, “Sebab aku yakin, bahawa baik maut, mahupun hidup, baik malaikat-malaikat, mahupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, mahupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, mahupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Rm. 8:38-39)

Sekarang saya dapat berkata bahawa injil yang sepenuhnya sangat penting untuk mendapatkan keselamatan. Ketika saya berjalan menyeberangi jalan dari gereja pertama yang saya kunjungi, dan saat remaja terlibat dalam ubat-ubatan terlarang, tidak ada orang yang berusaha menghentikan saya. Tidak ada kuasa Allah yang menolong saya untuk mengalahkannya. Dan begitu juga, ketika iman saya meninggalkan kebenaran, tidak ada yang dapat menyelamatkan saya. Saya hanya sekadar mengikuti isi khotbah.

Saya bersyukur kepada Tuhan yang telah memelihara Gereja Yesus Benar dalam iman yang sejati, Sehingga jemaatnya dapat terus memperlajari FirmanNya dan tetap setia hidup di dalam ROh. Gereja ini tidak melangkah menjauhi kebenaran, atau mencoba menyenangkan Tuhan dengan cara-cara manusia. Tuhan telah menjaganya dalam kebenaranNya oleh RohNya dan kasihNya.
Saya berdoa agar kita semua dapat terus di dalam Dia hingga akhir. Amin

Robert Cass- Edmonton, Canada

16.13 Dari belenggu setan kepada Kristus

Merasakan campur tangan Tuhan

Saya dilahirkan sebagai orang Katolik, tetapi keluarga saya mulai mengikuti gereja Kharismatik di tahun 1980-an. Pada saat itu, saya hanyalah seorang bocah, tetapi hati saya haus akan tujuan ilahi dalam hidup yang lebih tinggi.

Ibu saya tidak memperbolehkan saya untuk pergi ke gereja, kerana saya harus menjaga rumah. Tetapi puji Tuhan, oleh kerana keinginan saya yang tulus, walaupun tidak rutin, saya diperbolehkan untuk mengikuti kebaktian di gereja Khrismatik.

Tahun 1992, saya meninggalkan rumah dan tinggal bersama tante saya kerana keluarga saya sangat miskin dan tidak mampu membiayai wang sekolah saya. Sebaliknya, tante saya menjalankan pengelolaan bir di rumahnya. Pada waktu itu, saya tidak boleh terus-menerus pergi ke gereja kerana saya harus membantu usaha tante.

Tanpa dukungan dalam iman saya, saya merasa putus asa dan mulai mengembangkan kebiasaan minum-minuman keras. Kebiasaan ini mengakibatkan radang lambung, dan membuat saya sangat sulit untuk makan dan minum, kerana radang itu terasa sangat sakit setiap kali saya makan.

Semasa itu, saya berkelahi dengan seorang laki-laki yang telah mencuri beberapa barang saya, sehingga dia harus dirawati di rumah sakit. Kerana perbuatan ini, saya menghadapi tuntutan pengadilan kerana penganiayaan, dan diharuskan hadir dalam pengadilan begitu orang itu keluar dari rumah sakit. Keluarga orang itu mengumpulkan wang untuk menggugat saya.
2 kejadian ini mengingatkan saya tentang apa yang say abaca dalam injil Lukas. Tahun 1990. Saudara laki-laki saya memberikan sebagian dari Alkitab yang berisi ijil Lukas, tetapi saya tidak membacanya secara teliti sampai 2 tahun kemudian.

Melalui injil Lukas ini, saya mulai mengenal Yesus secara lebih pribadi. Saya percaya, bahawa seperti halnya Yesus telah menyembuhkan orang-orang sakit dan melepaskan mereka dari belenggu Iblis (orang-orang berdosa), saya pun dapat dilepaskan. Di rumah, taka da orang yang boleh menyelamatkan saya.

Iman perempuan yang menderita pendarahan (Mrk. 5:25-34) sangat mendorong semangat saya dan saya mulai mencari Tuhan di rumah dan mengakui segala dosa saya dalam doa.

Suatu hari, saya menghadiri kebaktian gereja di kampung saya. Sebelum kebaktian di mulai, setiap orang berlutut dan berdoa dan saya menceritakan masalah saya kepada Tuhan.

Puji Tuhan, setelah kembali dari gereja, sakit radang lambung saya hilang. Sejak hari itu dan seterusnya, oleh kerana kuasa Tuhan, sya boleh berhenti minum alcohol. Walaupun teman-teman dan keluarga minum-minum di hadapan saya, saya tidak merasa sulit untuk berhenti minum, kerana saya boleh merasakan kuasa Tuhan bekerja di dalam diri saya. Saya juga bersaksi kepada mereka tentang bagaimana Yesus telah menolong saya.

Saya tetap berdoa kepada Tuhan mengenai kasus pengadilan dengan lelaki yang telah saya lukai itu. Ajaibnya, Tuhan campur tangan . Keluarga lelaki itu berselisih pendapat di antara mereka mempermasalahkan pengumpulan dana untuk membiayai kasus pengadilan. Kasus pun ditutup persidangan. Hal ini menguatkan iman saya dan mendorong saya untuk lebih mencintai Tuhan.

Mencari kebenaran yang sepenuhnya

Tahun 1995, saya mulai membaca Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu. Saya mencari-cari kebenaran dengan tekun. Pada waktu itu, saya hanya dapat mengikuti kebaktian di suatu gereja pada hari Sabtu atau hari Minggu.
Dengan mempelajari Alkitab, saya belajar tentang Roh Kudus, basuh kaki, baptisan air, hari Sabat, Perjamuan Kudus, dan bagaimana semua ini berhubungan dengan keselamatan. Saya tidak boleh menemukan ajaran yang lengkap mengenai sakremen-sakremen ini di gereja-gereja mana pun yang telah saya kunjungi. Tetapi saya merasa bahawa ini adalah doktrin yang penting dalam Firman Tuhan.

Saya berpuasa dan berdoa supaya Tuhan memimpin saya kepada gereja yang memberitakan seluruh kebenaran menurut Alkitab. Saya yakin bahawa hanya dengan mengenai kebenaran yang lengkap barulah seseorang boleh masuk ke dalam kerajaan Tuhan. Seperti yang Tuhan Yesus sendiri firmankan, “Bukan setiap orang yang berseru kepadaKu: Tuhan! Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Syurga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di Syurga” (Mat. 7:21)

Saya juga berjanji kepada Tuhan, seperti Dia telah membawa seseorang untuk membagi kebenaran kepada saya, dengan cara yang sama saya pun akan membagi kebenaranNya kepada orang lain.

Selama berdoa dan berpuasa itu, Tuhan menunjukkan tiga penglihatan kepada saya.
Dalam penglihatan pertama, saya memegang Alkitab dan saya berada di studio penyiaran radio di atas gunung yang sangat tinggi dan saya sedang berkhotbah. Pesan saya disalurkan seperti siaran radio ke seluruh wilayah Kenya.
Dalam penglihatan kedua, saya melihat dareah pegunungan di mana saya berdiri di atas gunung tertinggi. Saya memegang mikrofon dan saya sedang berkhotbah kepada semua orang yang ada di Kenya.
Dalam penglihatan yang terakhir, saya sedang memancing ikan bersama dengan orang lain di danau yang sangat besar. Kami semua berada diperahu yang sama dan ketika kami menebar jala kami menangkap banyak ikan yang ukurannya berbeda-beda.

Setelah menangkap ikan, kami perlu menjualnya.
Saya baru menyedari erti dari 3 penglihatan ini setelah saya mengikuti Gereja Yesus Benar. Di bawah bimbingan Roh Kudus, saya mengerti bahawa menurut kitab Yesaya Fasal 2, Tuhan akan mendirikan BaitNya di gunung yang tertinggi dan kebenaran pun akan diberitakan dari bait tersebut kepada segala bangsa. Menebarkan jala itu seperti sedang berkhotbah kepada orang-orang. Satu kapal di dalam penglihatan saya itu mengacu pada satu gereja benar dan satu jalan itu mengacu pada satu iman.

Datang ke Gereja Benar

Pada bulan Oktober 1997 pada hari Sabtu, saya mengunjungi salah satu gereja Pentakosta di Kamwala. Dari kunjungan itu saya mendapatkan kepastian bahawa mereka memegang hari Sabat dan juga memberitakan tentang Roh Kudus. Maka saya mengunjungi gereja itu lagi hari Sabat berikutnya untuk melihat apakah mereka juga memberitakan tentang Perjamuan Kudus, basuh kaki dan baptisan air.

Akan tetapi, jemaat yang menjawab pertanyaan saya pada hari Sabat sebelumnya tidak hadir. Saya memutuskan untuk kembali untuk ketigakalinya pada hari Sabat berikutnya. Kerana biasanya saya tidak kembali ke gereja yang sama lebih dari 2 kali, jadi kali ini saya berdoa secara khusus kepada Tuhan.

Di dalam doa, saya memutuskan untuk bertanya kepada jemaat gereja itu walaupun jemaat yang saya kenal tadi tidak hadir. Saya juga memutuskan untuk tidak kembali ke gereja itu jikalau mereka tidak memberitakan kebenaran yang lengkap.
Sungguh ajaib, di saat kebaktian baru akan dimulai, Pendeta Ko dan 2 saudara bernama Cornell dan Selvanus dari Gereja Yesus Benar datang untuk pertama kalinyanya ke Kamwala. Ketika Pendeta Ko berdiri untuk berkhotbah, dia mulai dengan menanyakan jemaat mengenai ilmu dasar kepercayaan Gereja Yesus Benar.

Ketika Pendeta Ko mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu kepada jemaat, sepertinya seakan-akan yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu. Setelah selesai bertanya, Pendeta Ko mulai mengajarkan tentang hari Sabat dan juga 4 doktrin yang lain, yaitu Roh Kudus, Perjamuan Kudus, baptisan air dan basuh kaki.

Kerana anugerah Tuhan, ketika kami berlutut berdoa, saya menerima Roh Kudus. Setelah saya kembali untuk mempelajari lebih banyak lagi pada Sabat siang itu dan pada Minggu paginya, barulah saya menyedari bahawa saya hanya menerima sebagian kecil dari kebenaran sebelum saya datang ke gereja ini.

Pada Sabat berikutnya, kebaktian Sabat ke-4 yang saya hadiri, saya melihat bahawa seluruh jemaat pun telah sungguh-sungguh menerima kebenaran yang lengkap, maka saya memutuskan untuk bergabung dengan mereka untuk mengikuti kebaktian secara rutin. Pada tanggal 19 Jun 1998, saya menerima baptisan air.

Memberitakan injil

Saya tetap berdoa dengan bahasa roh dan bersukacita dalam Roh, membagikan kebenaran yang telah saya terima kepada orang lain. Tetapi pada waktu bersamaan, saya mengalami siksaan dalam keluarga Katolik tante saya.
Sebagai contoh, oleh kerana saya teguh dengan ajaran untuk tidak bekerja di hari Sabat, tidak aka nada makanan bagi saya di hari Sabtu. Walaupun saya tidak diperbolehkan makan, tetapi saya tidak merasa lapar. Sebaliknya saya merasa kenyang sepertinya saya telah makan.

Pada masa itu, ayat dalam injil Matius mendorong semangat saya, “Berbahagialah orang yang dianiayai oleh sebab kebenaran kerana merekalah yang mempunyai Kerajaan Syurga” (Mt. 5:10). Ayat iti menyakinkan saya lebih lanjut tentang pentingnya menjalin hubungan dengan Tuhan lebih dari hubungan saya dengan sesama manusia.

Saya juga ingat akan janji saya kepada Tuhan untuk membagikan kebenaran kepada orang lain, jadi saya bertekad untuk membantu memberitakan injil.

Pada bulan November 1998, saya pergi menginjil ke Awendo bersama dengan saudara yang lain. Orang yang dahulu mencuri dan saya lukai, kebetulan ada di sana. Jadi kami membagikan kebenaran kepadanya. Dia dan isterinya pun datang menghadiri kebaktian gereja kita.

Tetapi dia tidak melanjutkan imannya- dia mencuri sepeda orang lain. Dia lalu ditangkap dan akhirnya meninggal di penjara. Walaupun dia memilih untuk meninggalkan kebenaran, saya bersyukut telah diberika kesempatan untuk menjalankan tugas saya kepada Tuhan dengan membagikan kebenaran kepadanya, dan mengamalkan ajaran pengampunan.

Pada tahun 2000, saya pulang ke kampung halaman utnuk memberitakan kebenaran. Pada tanggal 25 Mac 2000. 4 orang menerima kebenaran dan kami memulai persekutuan bersama. Salah satunya adalah ibu saya, orang yang sebelumnya telah bertekad untuk tidak meninggalkan kepercayaannya pada Gereja Kharismatik.

Pada tanggal 13 Jun 2000, ibu saya menjadi orang pertama yang dibaptis di Ogondo. Tahun berikutnya, pada tanggal 19 Mei, tempat kebaktian baru didirikan di Kibanga. Di kedua tempat ini, 62 jemaat menerima baptisan air.
Alkitab mengatakan bahawa Yesus memberikan nyawaNya domba-dombaNya (Yoh. 10:15). Saya merasakan bahawa Yesus telah menyelamatkan jiwa saya dan melepaskan saya dari segala pergumulan dan penyakit saya. Dia juga telah menuntun saya untuk mengetahui apa yang harus saya perbuat bagiNya. Barangsiapa tinggal di dalam Kristus, harus melangkah seperti Kristus yaitu mencari kebaikan dan keadilan (I Yoh. 2:6)

Saya harus terus bersyukut kepada Tuhan, dan selama saya masih hidup di dunia ini, saya harus bertekad untuk memberitakan kebenarannyaNya kepada semua orang kerana ada begitu banyak domba yang belum menjadi satu kawanan denganNya (Yoh. 10:16). Sejak sekarang, saya mengarahkan fikiran kepada Kristus dan menantikan kedatanganNya pada akhir zaman.
Biarlah segala kemuliaan dan kuasa bagi Tuhan dan semoga segala bangsa dapat mengenal namaNya. Amin.

Clement Titus Adede- Ongongo, Kenya

16.14 Tidak ada tenungan yang Membran

Saya berasal dari keluarga non- Kristian, dan sejak kecil diajar untuk rajin beribadah. Tetapi, walaupun rajin beribadah, saya tidak merasa kalau Than itu ada dalam kehidupan saya.

Pada tahun 2001, saya bekerja sebagai babby-siter di salah satu keluarga jemaat Gereja Yesus Benar. Kemudian saya dibawa ke gereja dan diperkenalkan pada agama Kristian oleh keluarga itu. Setelah beberapa bulan mendengarkan firman Tuhan, saya mulai mengenal kebenaran dan jalan keselamatan. Setiap malam saya selalu berdoa memohon Roh Kudus di rumah, kerana saya tahu bahawa Roh Kudus itu Roh Allah yang dapat menyelamatkan kita dan membawa kita masuk ke dalam Kerajaan Syurga.
Kurang lebih 6 bulan mendengarkan firman Tuhan, saya menjadi percaya dan yakin kalau Tuhan Yesus itu benar-benar ada. Pada suatu kebaktian Jumaat malam, saya ikut maju ke depan untuk berdoa memohon Roh Kudus. Pendeta menumpangkan tangan di atas kepala saya yang terus berdoa mengucapkan “Haleluya, Haleluya.” Tak lama kemudian lidah saya bergetar dan mengucapkan kata-kata dalam bahasa lain yang saya sendiri tidak tahu apa ertinya. Lalu tangan saya bergerak-gerak sendiri, dan hati saya terasa tenang dan damai; begitu sukacitanya samapi tidak boleh diutarakan dengan kata-kata.

Ketika bel tanda doa selesai berbunyi, seketika itu juga bahasa asing itu berhenti dengan sendirinya. Pendeta memberitahukan bahawa saya telah menerima Roh Kudus. Sejak saat itu, setiap kali berdoa saya selalu memakaia bahasa roh, dan saya merasa hidup saya semakin tenang dan damai. Saya merasakan bahawa Tuhan Yesus hidup dalam diri saya dan selalu menyertai seriap langkah saya.

Beberapa bulan kemudian, saya minta dibaptis, yang dilaksanakan pada tanggal 14 September 2002. Kurang lebih delapan bulan setelah dibaptis dan ikut Tuhan Yesus, saya mengalami cobaan yang berat, kerana ibu saya meninggalkan dunia. Saya pulang ke kampung halaman saya di Kediri, dan selama satu bulan di sana, saya berdoa dengan cara sembunyi-sembunyi kerana belum berani berterus terang kepada keluarga. Pada suatu hari, sewaktu saya sedang berdoa di dalam kamar, tiba-tiba ayah saya masuk. Memergoki saya pun berterus-terang kepada keluarga bahawa saya sekarang beragama Kristian. Mendengar hal itu, seisi keluarga sangat marah dan memusuhi saya, terutama ayah, yang begitu marahnya sampai tidak mahu bicara dengan saya.

Kira-kira 2 minggu kemudian, saya diberi air putih yang sudah diberi mantera oleh paranormal. Saya tidak boleh minum air putih lain kecuali air yang sudah disediakan itu. Jadi setiap kali mahu minum, saya selalu berdoa dalam hati agar Tuhan Yesus menyertai saya. Selama di kampung saya hanya minum air putih itu, bahkan sampai sekarang pun kalau saya pulang, pasti disediakan air yang sudah dimanteral itu.

Setelah saya beberapa hari minum air itu, si paranormal datang ke rumah. Saya disuruh duduk didepannya, lalu didoakan. Saya tetap tenang, dan di dalam hati saya terus berdoa. Saya percaya bahawa Tuhan Yesus yang ada di dalam diri saya akan selalu melindungi saya. Setelah beberapa minit berdoa, si paranormal berkata kepada ayah: “Anak bapak sudah tidak boleh lagi berbalik pada agama yang lama. Dia sudah percaya pada Tuhan yang lain.”

Setelah satu bulan di kampung, saya kembali ke Jakarta, tapi tidak langsung ke tempat kerja, melainkan mampir dulu ke rumah Bibi. Sampai di rumah Bibi, Bibi mengajak saya pergi, katanya mahu diajak ke rumah saudara. Tapi ternyata saya dibawa ke rumah seorang paranormal. Setibanya di sana, paranormal itu bertanya kepada saya, “Kamu agama apa?”
“Saya agama Kristian”, Jawab saya

Mendengar itu si paranormal berkata, “Pantas saja dari tadi saya merasa panas, semakin kamu dekat ke rumah saya, saya merasa semakin panas.”

Saya pun disuruh menatap mata paranormal itu dan mengikuti kata-kata yang diucapkannya. Tetapi saya tidak mengikuti perintahnya kerana dalam hati saya ada yang berkata, “Jangan ikuti, jangan ikuti.” Sampai memandang mata paranormal itu, saya terus berdoa di dalam hati. Akhirnya si paranormal tidak kuat memandang mata saya, lalu mengatakan kepada Bibi bahawa saya sudah tidak boleh berbalik ke agama yang lama dan lebih percaya pada agama yang baru. Paranormal itu juga mengatakan bahawa di dalam diri saya ada hawa sejuk dan sinar teramat terang yang melindungi saya.

Sampai saat ini pun, ayah masih belum merelakan saya memeluk agama Kristian. Berbagai macam cara beliau lakukan agar saya boleh kembali ke agama lama. Setiap malam Jumaat, ayah dan paranormal di kampung terus berdoa dan membaca-baca mantera. Bahkan baju saya pun dibawa ke rumah paranormal itu untuk diberi mantra. Puji Tuhan, kerana Roh Kudus bekerja, saya di sini tidak merasakan apa-apa dan tidak ada sesuatu pun terjadi pada diri saya. Memang ayah tidak mengusir secara langsung ataupun tidak mengakui saya sebagai anaknya, tapi secara halus ayah menentang agama saya.

Kerana segala yang saya alami ini, saya makin bersyukur pada Tuhan Yesus kerana Tuhanlah yang melindungi dan bekerja dalam diri saya, sehingga segala macam roh jahat tidak dapat mengganggu saya seperti kata Firman Tuhan: tidak ada mantera ataupun tenungan yang mempan terhadap Yakub (Bil. 23:23)

Dengan bersandar pada Tuhan dan menjalankan firman Tuhan, kita yakin dan percaya bahawa Roh Allah sendiri yang akan bekerja dalam hidup kita. Oleh kerana itu kita harus rajin berdoa, jangan sampai kita berputus asa dalam memohon Roh Kudus. Biarpun sudah bertahun-tahun lamanya memohon dan sampai sekarang Tuhan belum juga mencurahkan Roh KudusNya, kita yakin bahawa sesuatu janji Firman Tuhan: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Luk. 11:9). Kiranya firman ini dapat menguatkan iman kita dan mendorong kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus, Juruselamat kita.

Selain itu, Tuhan Yesus pun berkenan memberikan penglihatan yang membuat saya semakin percaya bahawa Dia benar-benar ada dan sungguh merupakan Juruselamat kita umat Kristian, dan ROh KudusNya selalu menjaga kita walaupun kita tidak menyedarinya, asalkan kita senantiasa bersandar pada Tuhan Yesus.

Pengihatan pertama terjadi pada suatu malam di hari Khamis tahun 2003, saat saya sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba saja saya berdiri di suatu tempat yang amat gelap dan sempit. Sewaktu saya berjalan dan terus berjalan, jalan yang saya lalui semakin melebar dan menjadi terang sekali. Di hujung jalan, saya melihat seseorang yang sedang duduk di atas kerusi dari emas yang indah sekali. Di kanan dan kiriNya, nampak banyak orang berpakaian putih yang sedang menyanyikan puji-pujian. Saya tahu bahawa Dia adalah Tuhan Yesus yang duduk di atas tahta Kerajaan Syurga. Saya berusaha untuk memandang wajah Tuhan tetapi tidak dapat, kerana wajahNya tertutup oleh sinar yang sangat terang. Kemudian tangan Tuhan Yesus ditulurkan kea rah saya. Saya berusaha untuk memegang tanganNya, tetapi untuk menyentuh pun tidak dapat.

Yang kedua terjadi beberapa bulan kemudian pada tahun yang sama, melalui sebuah mimpi. Saya melihat banyak orang sedang berkumpul membentuk lingkaran. Di antara orang-orang itu ada saya dan Nyonya, majikan saya. Tiba-tiba dari bawah kami keluarlah api yang sangat besar membakar kami semua. Dari arah depan, Nyonya mengajak saya untuk mengatakan “Haleluya! Haleluya!” Heran sekali, semua orang yang berkumpul di tempat itu terbakar sampai hangus, bahkan sampai tidak kelihatan seperti manusia lagi, tetapi kuasa Tuhan sungguh aneh dan ajaib. Tuhan Yesus melindungi saya dan Nyonya sehingga sedikit pun kita tidak terbakar, tidak terluka, dan tidak merasa panas. Puji dan syukur hanya bagi Tuhan Yesus.

“Kita tahu sekarang, bahawa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Rm. 8:28). Sebab segala sesuatu adalah dari Dia dan oleh Dia, bagi Dialah kemuliaan samapi selama-lamanya.
Haleluya, amin!

Any Mulyani- Sunter, Jakarta

16.15 RohNya menuntunku

Saya dibesarkan dalam keluarga yang menganut agama leluhur. Kemudian saya merantau ke Kalimantan Timur dan pada tahun 1984 dibaptis di salah satu gereja di sana. Tahun 1985 saya kembali ke Makasar kerana bapa sakit diabetes yang berkomplikasi dengan kerosakan ginjil. Penyakitnya makin lama makin parah, sampai memutuskan untuk berubat ke Belanda, tetapi tidak sembuh juga.

Kerana merasa penyakitnya sudah tidak tertolong lagi, Bapa minta dicarikan pendeta untuk didoakan. Seorang pendeta datang mendoakan, dan tak lama kemudian bapa dibaptis dengan baptisan percik. Kira-kira seminggu kemudian bapa meninggal, pemakamannya dilayani oleh gereja itu, kerana pendetanya adalah suami sepupu saya. Sejak itu saya sering beribadah di gereja itu.

Tetapi sejak sering beribadah, saya merasa kehidupan saya bertambah berat, anak-anak saya yang 5 orang sakit bergantian. Sampai akhirnya untuk membeli beras pun harus dibantu oleh kakak ipar. Saya jadi jarang kebaktian. Mula-mula sebulan 2-3 kali saja, lalu menjadi sebulan sekali, akhirnya tidak kebaktian sama sekali.
Setelah tidak kebaktian, ekonomi mulai membail. Saat itulah saya memutuskan tidak akan beribadah lagi, bahkan isteri pun, yang sejak kecil aktif di gereja lainnya, saya larang beribadah. Tetapi secara sembunyi-sembunyi dia masih suka pergi beribadah, sehingga saya memarahinya dengan kata-kata yang cukup kasar. Tetapi isteri saya tetap saja rajin beribadah dan selalu mendoakan saya.

Sepuluh tahun tidak beribadah, keadaan ekonomi terus membaik. Tetapi pada tahun 1995, saya mendapat penyakit; perut saya terasa sakit sekali, kalau buang air besar keluar darah segar. Setahun lebih berubah ke mana-mana- Doctor, sinshe, bahkan dukun- tidak ada perubahan. Akhirnya pergi ke doctor spesialis penyakit dalam. Setelah menunggu selama hampir 2jam, tibalah giliran saya diperiksa.

Setelah memeriksa cukup lama, doctor (masih termasuk family) berkata, “Kamu gila, tidak sakit apa-apa mahu ke doctor” Saya tersinggung dan menjawab, “Doctor yang gila, kalau tidak sakit, buat apa menunggu sampai hampir 2 jam! Saya ke sini tidak gratis, tahu!”

Tapi doktor tetap menyatakan tidak ada kelainan atau tanda-tanda adanya penyakit pada diri saya, sementara keluhan yang saya rasakan masih terus berlanjut. Saya jadi sering berandai-andai: cuba kalau punya wang, tentu boleh pergi ke Singapura atau PRC untuk berubat, pasti boleh sembuh. Tengah malam, kalau memperhatikan anak-anak yang sedang tidur, hati saya merasa sedih sekali; kalau saya mati, hidup mereka pasti sengsara.

Lalu seorang ahli keluarga menganjurkan untuk berdoa kepada Tuhan setiap tengah malam. Dia memberi ayat referensi dari Kitab Yohanes. 1:5; 7. Walaupun tidak pernah membaca Alkitab, saya menuruti sarannya. Setiap tengah malam, saya bangun utnuk berdoa. Minggu ketiga berdoa, ada gangguan: ada raksasa yang ingin mencekik saya, tetapi saya mengelak ke belakang. Malam berikutnya, ada suara orang mengedor-gedor pintu, tetapi begitu pintu dibuka, tidak ada siapa-siapa.

Suatu malam saya bermimpi: saya sedang berdoa, lalu ada seseorang yang menghampiri dan berkata, “Berdoa jangan seperti itu; lihat saya!” Orang itu lalu berlutut dengan kedua tangan tertangkap rapat (selama ini saya berdoa dengan posisi bersila atau duduk di atau pembaringan dengan kedua telapak tangan terbuka) Setelah terbangun, saya mencuba berdoa berlutut dengan kedua tangan tertangkup. Ternyata rasanya lebih nyaman (Belakangan, ketika pertama kali datang ke Gereja Yesus Benar, saya melihat jemaat berdoa dengan cara yang sama seperti yang diajarkan kepada saya dalam mimpi itu.)

Setelah berdoa 40 hari, sekali lagi saya mendapat mimpi: tiba-tiba seorang yang berpakaian putih datang menghampiri. Saya tidak dapat membedakan apakah dia perempuan atau laki-laki. Dia memegang perut bahagian kanan saya yang sakit. Mula-mula tangannya terasa dingin, lalu berubah jadi hangat. Lalu dia menusuk dan membedah perut saya; isi perut saya diambil lalu diperasnya. Rasanya sakit sekali sampai saya terbangun dari tidur. Begitu terbangun, saya langsung bersorak, “Aku sembuh! Aku sembuh!” Dan semua ubat-ubatan dari doctor, sinshe, mahupun dukun, saya buang. Sejak itu penyakit saya memang tidak pernah kembuh lagi, tapi saya tetap tidak pergi beribadah ke gereja.

Sekian lama tidak ke gereja, saya tidak pernah berfikir boleh beribadah lagi. Bahkan pernah, selama satu bulan lamanya saya sering mendengar suara panggilan sembahyang pada jam-jam yang aneh; bukan pada jam sembahyang, malah pernah pada pukul 3 pagi. Suaranya merdu sekali, sungguh menggetarkan hati. Salah satu saudara mama sampai berkata, “Saya sendiri belum pernah mendengarnya. Tuhan memanggilmu masuk agama saya” Saya memang sempat mempertimbangkannya.

Lalu suatu hari seorang tetangga memperkenalkan saya pada seorang jemaat Gereja Yesus Benar. Saudara itu kemudian sering datang menginjili saya dan bercerita tentang Roh Kudus. Bersama seorang saudara lain, dia sering datang untuk bincang-bincang dan mengajarkan tentang Alkitab dan cara berdoa. Katanya, berdoa itu harus dalam nama Tuhan Yesus, dengan sepenuh hati memohon Roh Kudus. Cukup mengulang-ulang kata “Haleluya”. Saat menerima Roh Kudus, badan akan bergetar dan kidah akan terus berputar. Saya bertanya, “Apa seperti kesurupan?” Mereka bilang, “Tidak, kita tetap sedar sepenuhnya.”

Kerana itu saya penasaran juga. Suatu malam saya mencobanya. Setelah 20 minit mengucapkan “Haleluya”, tiba-tiba lidah saya seperti hidup sendiri, bergetar tanpa henti, bibir seperti kena sengat listrik, persis seperti cerita mereka.

Setelah itu terjadi perubahan pada diri saya. Saya jadi senang membaca Alkitab, sehari biasa 3-4 kali, walau saya melakukannya dengan sembunyi-sembunyi, takut kalau dipergoki oleh isteri yang selama ini saya larang ke gereja. Kemudian saya pergi menemui pendeta ke Gereja Yesus Benar untuk memastikan apakah saya memang sudah menerima Roh Kudus. Ternyata memang sudah, tetapi kerana saya berdoa dengan mulut tertutup sesuai dengan kebiasaan di rumah (sebab takut terdengar oleh isteri), beliau mengajari saya berdoa dengan suara keras.

Puji Tuhan, akhirnya pada tanggal 20 Jun 2000 saya bersama mama an 3 oran anak saya menerima sakreman baptisam. Lalu pada tanggal 30 September 2000, sepupu saya juga menerima baptisan, dan 2 orang anak saya yang lain menerima baptisan pada tanggal 24 Februari 2001, sementara isteri saya dibaptis pada tanggal 25 Jun 2005.

Haleluya! Saya bersyukur atas kemurahan Tuhan yang telah memilih saya menjadi umatNya. Saya berusaha menjadi anak Tuhan yang baik dan giat dalam pekerjaan Tuhan. Kiranya kesaksian ini boleh memuliakan namaNya. Amin!

Hengki Lisal- Makasar

Bab 15 Kesaksian-kesaksian Peribadi

15.1 Pendahuluan

​Bab ini memperlihatkan beberapa kesaksian untuk memberikan sebuah gambaran kepada para pembaca mengenai pengalaman-pengalaman orang-orang percaya yang menerima Roh Kudus.

​Perlu ditekankan, pengalaman tiap-tiap orang berbeda: beberapa jemaat mempunyai pengalaman yang lebih kuat yang diberikan Allah kepada mereka daripada jemaat-jemaat lain. Namun satu ciri yang senantiasa ada dan umum di dalam pengalaman semua jemaat adalah mereka semua berkata-kata dalam bahasa roh pada saat menerima baptisan Roh Kudus. Ini adalah bukti mutlak menerima Roh Kudus, seperti yang ditunjukkan di dalam Alkitab.

​Kiranya Roh Allah menerangi hati anda dan mengilhamkan anda untuk memohon Roh Kudus di Gereja Yesus Benar, seperti orang-orang ini.

15.2 Sukacita yang tak terukur (oleh Lin Wu Zhen)

​Di tahun 1929, saya membuka praktek pengobatan di Xikou, Taiwan. Sya tidak mengenal agama Kristian dan tidak pernah mendengar nama Yesus. Walaupun saya seorang doctor, saya tidak mampu menyembuhkan isteri saya yang menderita asma selama bertahun-tahun.

​Pada suatu hari, saudara ipar saya yang bernama Tsai Hai Dao berkata kepada saya, “Gereja Yesus Benar mengabarkan injil di Dalin. Gereja itu mempunyai Roh Kudus, dan orang-orang yang sakit dapat pergi ke sana untuk memperoleh kesembuhan. Bawa saudara perempuan saya ke sana agar ia dapat sembuh dari asma.”

​Namun kata-kata ini menyebalkan hati saya, dan saya langsung menegurnya.

​Beberapa hari kemudian, saya pergi ke Dalin untuk mengunjungi teman baik saya, Zhu Kuo. Saat saya tiba di sana, saya melihatnya membaca majalah Holy Spirit Times. Ia berkata kepada saya dengan penuh rasa tertarik, “Di sini ada berita yang sangat menarik: artikel ini membicarakan tentang Gereja Yesus Bnear, yang berasal dari China,dan berbeda dengan gereja-gereja lain. Jemaatnya mempunyai Roh Kudus dapat berbahasa roh. Mereka bahkan dapat mengusir setan dan menyembuhkan sakit. Gereja ini pasti gereja yang benar.”

​Saya menjawab, “Kamu bicara omong kosong. Bagaimana biasa orang flosofis dan pintar seperti kamu, yang tidak percaya dengan ipar saya, dan tidak percaya dengan dewa-dewa, biasa sebodoh saudara ipar saya, Hai Dao? Pernahkah kamu pergi ke toko bunga yang tidak kepada orang-orang betapa pandai kemampuan pengubatan kita, dan betapa mujarab ubat-ubatan kita dibandingkan yang lain. Tidak berbeda dengan agama: gereja mana yang tidak menyatakan diri sebagai yang benar dan yang dapat menyelamatkan dunia? Saya tidak mahu percaya.”

​Tetapi Zhu Kuo bersikeras, “Gereja Yesus Benar pastilah berbeda dengan gereja-gereja lain. Belum lama ini saya juga tidak mahu percaya, tetapi saya melihat dengan mata kepala sendiri beberapa pasien saya percaya dan mendapatkan kesembuhan. Ini sebabnya saya ingin mencari tahu lebih banyak.”

​Penasaran dengan perkataan teman saya ini, saya menjawab, “Mungkin ada sesuatu di balik hal ini. Beritahu saya apabila kamu mahu pergi ke sana- saya akan pergi denganmu”

​Tiga hari setelah kembali ke rumah, pada tanggal 8 April 1929, saudara ipar saya Hai Du membawa Penatua Seiki Suda dari Jepun, dan Saudara Hai Qing Tsai (yang kemudian dikenal sebagai Diaken Shen Ming Tsai) ke rumah saya. Penatua menjelaskan, “Tuan Kuo berkata kepada saya bahawa anda mahu mengetahui lebih banyak tentang kebenaran, dan itu sebabnya kami ada di sini”

​Mendengar ini, saya segera mengajak teman-teman untuk bergabung dengan kami, muntuk mendengar pesan mereka. Penatua lalu menyampaikan khotbah dalam bahasa Jepun yang diterjemahkan diaken ke bahawa Taiwan. Setelah mereka selesai, mereka meminta isteri dan anak-anak saya untuk berlutut di tempat tidur dan berdoa. Ia meminta mereka untuk percaya di dalam hati dan mengajarkan mereka doa sederhana: “Haleluya! Tepujilah Tuhan Yesus. Kami memohon agar Roh Kudus memenuhi hati kami.” Penatua dan diaken lalu berdoa di dalam bahasa roh yang tidak saya mengerti. Saya juga melihat tubuh mereka bergetar.

​Lima minit berdoa, saya menyedari adanya sebuah kekuatan yang mengangkat isteri saya beberapa inci dari atas tempat tidur. Ia meloncat-loncat dengan lututnya, dan memukuli dadanya sendiri. Isteri saya mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti. Saya merasa ngeri- saya berfikir, apabila ia terus melakukan hal ini, ia akan merusak paru-parunya dan mati. Jadi saya naik ke atas tempat tidur untuk menghentikannya. Melihat kekuatiran saya, penatua menaruh tangannya ke atas kepala isteri saya, dan berkata, “Amin”. Isteri saya kemudian menjadi tenang. Ia keringatan, tetapi tersenyum. Yang mengejutkan, ia nampaknya tidak ada dalam kesakitan, dan malah nampak segar dan tenang. Ia berkata, “Saat berdoa, saya melihat cahaya yang sangat terang menyinari saya.”

​Diaken Tsai menjawab, “Puji Tuhan atas kasih karuniaNya. Ia telah melihat cahaya kemuliaan.”

​Pada saat itu saya tidak mengerti apa yang ia maksud. Cahaya apa yang dilihat isteri saya?

​Sebelum mereka pergi, penatua dan diaken berkata kepada saya, “Bila anda percaya kepada Yesus dengan tulus, anda juga dapat menerima Roh Kudus, bahkan tanpa perlu kami tumpangi tangan.”

​Malam itu, sebelum kami tidur, isteri dan anak saya berdoa. Sekali lagi, mereka dipenuhi Roh Kudus dan berkata-kata dalam bahasa yang tidak dimengerti. Dan sekali lagi, isteri saya meloncat-loncat dengan lututnya.

​Setelah berdoa, saya berkata kepadanya, “Kamu tidak sehat. Mengapa harus berdoa sebegitu keras?”

​Ia menjawab, “Saya ingin berdoa kerana rasanya enak- lebih enak daripada meminum ubat. Saya juga dapat merasakan kesihatan saya membaik.”

​Tidak lama, isteri dan anak saya menerima baptisan air. Saya juga mulai mengikuti kebaktian di gereja dan belajar Alkitab dengan tekun. Perlahan-lahan, kasih Allah membuka hati saya untuk mengerti kebenaran. Lalu pada tanggal 20 Mei 1929, giliran saya yang dilahirkan menjadi manusia baru. Hari ini, sepuluh orang yang menerima baptisan air, termasuk teman saya, Zhu Kuo, saudara ipar saya, Tsai Hai Dao, dan beberapa guru dan orang-orang yang menghadapi berbagai macam penyakit. Banyak penduduk desa yang penasaran turut serta untuk melihat-lihat. Mereka mengejek kami, “Bagaimana mungkin orang-orang berpendidikan seperti kalian percaya dengan Yesus?”

​Setelah baptisan air, kami kembali ke gereja untuk menerima sakremen pembasuhan kaki dan perjamuan kudus. Kamu semua merasa sangat terharu dengan kasih Allah. Kemudian kami berdoa bersama memohon Roh Kudus. Pada saat berdia, Penatua Gideon Huang menumpangkan tangan ke atas kepala saya, dan saya dapat merasakan kehangatan turun ke atas kepala saya, dan saya dapat merasakan kehangatan turun ke kepala saya. Saya merasa sukacita, tetapi tidak mendapatkan Roh Kudus.

​Keesokkan hari pada waktu sore, kami pergi keluar ke padang di belakang rumah kami untuk berdoa. Langit nampak gelap kerana baru saja turun hujan. Kami tidak dapat berlutu kerana tanah masih basah, jadi kami berdoa dengan berdiri. Setelah beberapa minit, dalam keadaan sedar, saya merasakan kaki saya bergerak dan menyedari adanya sebuah rasa hangat di dalam diri saya. Saya dapat mengetahui saya akan segera menerima Roh Kudus, dan mengencangkan genggaman tangan saya agar tidak bergerak-gerak. Saya juga dengan sedar berusaha mengucapkan kata-kata doa saya dengan hati-hati, agar saya tidak berbahasa roh. Namun saya tidak dapat menahan kuasa Roh Kudus- saya mulai mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti. Pada saat yang sama, tubuh saya mulai terangkat dari tanah oleh Roh. Saya menari dan berbalik, tangan saya tersebar di kanan dan kiri saya. Di depan, saya dapat melihat cahaya yang seerang siang hari.

​Saya belum pernah mengalami sukacita seperti itu pada malam saya menerima Roh Kudus. Saya tidak akan menukarnya dengan apa pun juga dalam dunia ini.

15.3 Diilhamkan kerana perubahan suami saya (oleh Yang Shu Zhen)

​Ada masa-masa saya tidak mengenal Yesus Kristus dan menyembah berhala. Saya hidup dalam kemiskinan di sebuah desa. Suami saya mempunyai kesihatan yang jelek dan tidak mampu bekerja. Ia juga mempunyai temperamen yang buruk dan sering memukuli saya hingga jatuh sakit. Saya merasa putus asa dan sendirian. Tetapi saya bersyukur kepada Allah atas kasihNya kerana dalam masa-masa itu, Ia menyelamatkan suami saya (yang kemudian menjadi Diaken Tsai Shen Ming) dan saya sendiri.

​Di tahun 1928, suami saya pergi ke Tainan di Taiwan, untuk mencari pengubatan. Di sana ia dipimpin oleh Tuhan untuk mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Benar. Setelah mempelajari doktrin-doktrin, ia dibaptis, meninggalkan Gereja Presbiterian yang selama ini ia ikuti. Segera setelah itu, ia menerima Roh Kudus dan menjadi orang yang sama sekali baru. Ketika ia kembali ke desa kami, ia mulai mengabarkan injil dengan penuh semangat mengenai pekerjaan Roh Kudus di Gereja Yesus Benar. Tetapi saya tidak berani menyakini ia telah sungguh-sungguh berubah dan mengabaikan apa yang ia katakana. Namun saya mengamati sifat dan tingkah lakunya selama beberapa hari, dan melihat sebuah perbedaan yang sangat drastic.

​Suatu hari, seorang penatua dari Gereja Yesus Benar datang ke desa kami untuk mengadakan baptisan air. Pada saat itulah saya memutuskan untuk percaya dan dibaptis. Saat suami saya menanyakan alasan saya, saya menjawab, “Saya ingin agar dosa-dosa saya dihapuskan; agar saya dapat berubah, dan hidup dalam kehidupan yang baru”. Mendengar ini, suami saya menjadi sangat gembira. Pada saat dibaptis, saya melihat cahaya kemuliaan bersinar di depan saya. Setelah itu saya merasakan seolah-olah ada beban berat, yang selama ini saya pikul, terangkat. Saya merasa sangat ringan- seperti orang yang merdeka. Saya merasa sangat gembira dan terus menerus mengucapkan “Haleluya“.

​Pada saat berjalan pulang, saya berdoa berkali-kali: lima kali di tengah perjalananl tiga kali di rumah, saat mencuci baju, dan lima kali saat memasak makan malam. Apada akhirnya, setelah saya selesai memasak dan menunggu keluarga berkumpul di meja makan, saya berdoa lagi. Kali ini, saya menerima Roh Kudus: saya berkata-kata dalam bahasa roh dengan keras dan seluruh tubuh saya bergetar. Suami saya yang ada di ruangan lain mendengar saya berdoa, dan turut berdoa bersama saya. Saya dipenuhi Roh Kudus. Sukacita yang saya alami seperti mata air yang hidup, mengalir ke dalam diri saya.

​Setelah menerima baptisan air dan Roh Kudus, saya merasa seperti dibebaskan dari belenggu dosa dan dukacita. Sekarang saya merasa sukacita dan damai. Dan sebagai bonus, Allah memberikan saya kesihatan yang baik.

​Saya tidak akan pernah melupakan kejadian saat saya menerima Roh Kudus. Puji Tuhan, Ia terus hidup di dalam diri saya- senantiasa mengajar saya, menenangkan dan memastikan keselamatan saya. Dan saya akan terus bersandar kepadaNya dan menyerahkan diri ke dalam pimpinanNya, agar saya dapat berjalan di dalam jalan Tuhan, melayani Dia dan menantikan kedatanganNya keduakalinya dalam kemuliaan.

15.4 Kuasa Roh Kudus (oleh Chen Yang Zheng)

​Saya dilahir dari sebuah keluarga yang menjalani berbagai macam agama, tetapi keluarga saya pindah ke Shima di Propinsi Longxi untuk membuka usaha. Di musim dingin tahun 1921, saya kembali ke rumah untuk menikah. Isteri saya adalah orang Kristian dan lulusan dari sekolah Kristian. Saya ingat pada saat kami menikah, ia tidak mahu sujud menyembah altar leluhar kami. Namun setelah lewat beberapa waktu, ia terpengaruh dengan praktik-praktik agama dalam keluarga kami.

​Saya menjalani usaha menjual buah-buahan kering dan permen. Di tiap akhir tahun, saya pergi ke Shanghai HangZhou untuk mengurusi leuangan. Di perjalanan-perjalanan bisnes ini, saya seringkali bergaul di tempat-tempat yang berhubungan dengan minum-minuman keras, berjudi, dan prostitusi. Secara khusus saya suka dengan permainan mahyong, dan berjudi dari sore hiingga dini hari selama satu hingga dua hari bukanlah hal baru bagi saya. Walaupun kadang-kadang merasakan hari bukanlah hal baru bagi saya. Walaupun kadang-kadang merasakan seperti perasaan sesal, saya tidak dapat melepaskan diri saya dari kecansuan ini. Saya juga menelantarkan isteri saya yang menunjukkan kemarahan dan ketidaksetujuaannya dengan berdiam diri.

​Di bulan Januari 1931, beberapa orang dari desa saya: Chen Meng Lan, Li Chen, Ou Yu Chun, dan orang-orang lain yang kecanduan berat dengan ganja, menerima berita tentang Gereja Yesus Benar di Putian. Mereka mendengar bahawa orang-orang mengalami berbagai jenis penyakit dan kecanduan mendapat kesembuhan di sana. Putus asa dalam usaha mereka untuk meninggalkan kecanduan, mereka melakukan perjalanan panjang ke Putian. Beberapa bulan kemudian, mereka kembali- dan mereka berubah sama sekali, nampak sihat dan penuh semangat. Bersama mereka terdapat Diaken Lucius Shiao, yang datang untuk berdoa, dan seringkali, dengan sangat berkumpul setiap hari untuk berdoa, dan seringkali, dengan sangat keras. Kebaktian mereka kadang-kadang terus berlanjut hingga tengah malam. Secara pribadi saya menganggap tingkah laku mereka sangat aneh, juga melihat nama gerejanya dengan hina, terutama pada kata “benar”. Menurut saya, mereka hanya sekumpulan orang-orang yang terlalu bosan dan tidak punya kerjaan. Jadi saya tidak mahu memperhatikan mereka.

​Beberapa waktu kemudian isteri saya jatuh sakit keras kerana komplikasi setelah melahirkan. Keadaannya semakin parah, dan mulai merasakan kesakitan yang hebat di perutnya. Ia menjalani pengubatan salama 6 bulan, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Ia mulai kehilangan berat badan dan nampak pucat. Saya tidak dapat berbuat apa-apa. Pada saat itu Diaken Shiao ada di desa kami, menyembuhkan orang-orang sakit dengan doa. Para tetangga mendesak saya untuk mengundangnya untuk mendoakan isteri saya, tetapi saya menolak. Namun akhirnya kami mengadakan rapat keluarga, dan diputuskan saudara ipar saya, Xu Tian You, seorang doctor dan pelaku akupuntur, dan saya sendiri, pergi mengunjungi Diaken Shiao.

​Saat kami bertemu dengan Diaken Shiao, saya bertanya kepadanya, “Benarkah anda dapat menyembuhkan penyakit, Tuhan Shiao?”

​Ia menjawab, “anda Keliru- saya bukan doctor. Yesus lah yang menyembuhkan.”

​Saya terkejut mendengar jawabannya, namun saya berkata, “Saya tidak peduli apakah anda atau Yesus. Isteri saya sakit keras. Dapatkan anda menolong saya?”

​Diaken Shiao menjawab, “Jika anda percaya, maka segala hal mungkin di dalam Tuhan Yesus. Saya tidak akan bertanya seberapa para h penyakit isteri anda, kerana apabila anda percaya, maka ia akan sembuh.”

​Saya menjawab, “Bila ia sembuh kerana doa anda, kami pasti percaya.”

​Tetapi ia berkata, “anda sendiri harus beriman, maka doa-doa anda akan berkhasiat.”

​Ketika kembali ke rumah, kami memutuskan untuk mengundang Diaken Shiao untuk mendoakan isteri saya. Dengan segera ia datang ke rumah kami. Sebelum berdoa, ia meminta saya mengambil segelas air dingin. Permintaan ini mencemaskan saya, kerana saya mendengar bahawa air dingin tidak baik untuk kesihatan isteri saya. Walaupun demikian, dengan setengah hati saya menuangkan air dingin ke cengkir yang kecil.

​Saat berdoa, saya merasa khusus mengawasi Diaken Shiao, untuk melihat apakah ia menggunakan ilmu-ilmu sihir, tetapi yang saya lihat, ia hanya berdoa dengan sungguh-sungguh. Saya mendengarnya memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkan isteri saya, agar banyak orang percaya, dan gereja dapat didirikan di sini. Sikapnya nampak sangat tulus dan tenang.

​Setelah berdoa, Diaken Shiao memberikan air dingin untuk diminum isteri saya. Ia berkata, “Allah pasti berbelas kasihan kepada isteri anda. Ia akan memperhatikan dan menyembuhkannya.”

​Ia menjawab, “Saat berdoa, saya melihat cahaya yang terang dan penuh kemuliaan’ ini membuktikan bahawa Allah telah mendengar doa kita.”

​Saya berbalik dan bertanya kepada orang-orang yang berdoa bersama kami, apakah mereka melihat cahaya terang, tetapi tidak ada yang melihatnya. Saya sekarang mulai kuatir ilmu sihir yang dilakukan melibatkan air dingin untuk diminum isteri saya. Saya terus merasa cemas setelah Diaken Shiao pergi.

​Malam itu, saya memperkirakan keadaan isteri saya bertambah parah dan tidak dapat tidur. Namun ajaib, isteri saya tidur dengan tenang sampai esok harinya. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah saya lihat sejak isteri saya jatuh sakit. Saya bertanya apakah ia merasakan sakit. Ia menekan-nekan perutnya, dan berkata, “Saya jauh merasa lebih baik. Saya tidak merasakan kesakitan.”

​Saya merasa sangat gembira dan segera pergi menceritakan hal ini kepada Diaken Shiao.

​Ia berkata, “Sudah saya katakana kemarin, Allah akan menolongnya.”

​Saya lalu mengundangnya kembali ke rumah untuk berdoa lagi. Kali ini, ketika ia meminta air dingin, saya membawa lebih banyak. Diaken Shiao tersenyum dan berkata, “Iman anda telah tumbuh.”

​Kami berdoa setiap hari selama 7 hari, dan di hari ke-7, isteri saya telah sembuh sepenuhnya, dapat keluar dari tempat tidur.

​Melihat mujizat ini, saya tidak lagi meragukan Allah. Sebaliknya saya menaruh hormat dan percaya kepadaNya. Lalu pada tanggal 15 Mei 1931, saya sekeluarga dibaptis di dalam Gereja Yesus Benar. Hari itu, Diaken Shiao mengadakan baptisan air kepada 33 orang. Pada saat baptisan air berlangsug, 2 orang saudari mendapat penglihatan burung-burung yang sangat terang berterbangan di udara, yang kemudian hilang setelah baptisan selesai. Diaken Shiao menjelaskan bahawa penglihatan ini menunjukkan bahawa Roh Kudus akan segera turun.

​Memang benar, setelah kami kembali ke gereja dan berlutut untuk berdoa, Roh Kudus turun dengan penuh kuasa. Kami dapat mendengar suara-suaranya seperti suara petir dan air terjum, dan dapat merasakan lantai bergetar. Pengalaman itu sangat hebat, sampai-sampai salah satu jemaat bernama Xu Yei Jiu mengira gedung gereja sedang runtuh, dan langsung berlari diri keluar. Setelah berdoa, kami mendapati separuh dari orang-orang yang menerima baptisan air hari itu, mendapatkan Roh Kudus. Kamu terbenam dalam sukacita.

​Saya adalah salah satu dari mereka yang menerima Roh Kudus. Pada saat kami berdoa, saya merasakan seperti setruman kecil, seakan ada aliran eletrik mengalir ke seluruh tubuh saya, sehingga saya bergetar. Lalu saya berkata-kata dalam bahasa roh, mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti. Saya merasakan sukacita.

​Sejak hati itu, saya terus menggunakan bahasa roh setiap kali saya berdoa. Tambah lagi, dengan bersandar pada Roh Kudus, saya dapat mengendalikan kebiasaan-kebiasan buruk, termasuk 10 tahun kecanduan merokok. Saya akhirnya merasa dibebaskan dari beban saya yang berat.

​Ibu mertua saya juga menerima Roh Kudus. Sebelumnya ia kecanduan gereja selama gelapan, dan tubuhnya lemah dan kurus. Setelah menerima Roh Kudus, ia dapat meninggalkan kecanduannya dan mendapatkan kembali kesihatannya. Ia juga mulai mengikuti ibadah gereja dengan taat.
​Saya bersyukur kepada Allah kerana kasihNya, menyelamatkan kami sekeluarga dari dosa dan penderitaan. Ia telah memberkati kami dengan kedamaian jasmani dan rohani. Saya tidak dapat melupakan kasih karuniaNya.

15.5 Mendapatkan pengendalian diri melalui Roh Kudus (oleh Hsieh Jin Kun)

​Ketika kedua orang tua saya meninggal, saya jatuh dalam depresi. Saya juga menderita temperamen buruk yang tidak dapat saya kendalikan. Pada suatu hari, seorang teman dari Gereja Yesus Benar berkata, “Apabila kamu percaya kepada Yesus, dan menerima Roh Kudus, kami akan dapat merasa sukacita, apa pun keadaanmu.”

​Walaupun tidak sepenuhnya yakin, kata-kata ini cukup membujuk saya untuk mengikuti salah satu kebaktian. Saat saya tiba di sana, saya mengamati jemaatnya berdoa dengan kata-kata yang tidak saya mengerti, dan tubuh mereka bergoncang-goncang. Saya pulang ke rumah dengan bingung.

​Lalu tiba saat liburan sekolah di musim panas tahun 1957, sehingga saya dapat istirehat dari pekerjaan mengajar. Saya mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Benar di Tai Chung (Taiwan) selama 2 bulan, memperlajari kebenaran dan berdoa memohon Roh Kudus. Namun saya merasa tidak mampu menemukan apa yang saya cari, sehingga ketika sekolah dibuka kembali di musim gugur, saya tidak lagi berkebaktian. Apa yang tidak saya ketahui, apabila Allah berbelas kasihan kepada seseorang, Ia tidak akan meninggalkannya, walaupun orang itu berhenti mencari Dia.

​Satu bulan setelah sekolah dibuka, saya mengalami beberapa kesulitan pribadi, dan memutuskan untuk kembali ke gereja. Saat itu sedang diadakan Persekutuan Rohani Musim Gugur. Saya mengikuti kebaktian doa pagi, dan pada saat itu oendeta mendorong jemaat dengan kata-kata Tuhan Yesus: “Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yoh. 7:37-38). Saya ingin mendapatkan Roh Kudus dan merasakan sesuatu seperti kekuatan yang mendorong saya untuk berjalan ke depan aula untuk berdoa bersama keluarga saya yang juga ada di sana. Saat berdoa, saya menangis. Namun saya tahu saya belum menerima Roh Kudus, kerana saya tidak berkata-kata dalam bahasa roh. Tetapi sekarang saya tahu bagaimana rasanya digerakkan oleh Roh.

​Sejak saat itu, saya berdoa lebih giat dan kadang-kadang merasakan sebuah energy yang memancari dari diri saya, membuat tubuh saya bergoncang. Di gereja, saya membiasakan diri pergi ke ruang doa untuk memohon Roh Kudus, entah ada pendeta atau penatua yang menumpangkan tangan atau tidak, agar saya dapat menerima Roh Kudus. Tetapi waktunya belum tiba.

​Walaupun pada saat berdoa saya digerakkan oleh Roh Kudus, saya masih kesulitan memahami khotbah pada saat kebaktian, walaupun itu semua didasarkan pada Alkitab. Jadi sayan memutuskan untuk mengikuti kebaktian dan kegiatan yang diadakan denominasi-denominasi lain di Tai Chung, berusaha belajar lebih banyak tentang Alkitab. Tapi di saat yang sama saya tetap hadir dalam kebaktian kesaksian di hari Rabu malam di Gereja Yesus Benar.

​Pada tanggal 18 Jun 1958, saya memutuskan untuk mendaftarkan diri menerima baptisan air di Gereja Yesus Benar. Namun satu hari sebelum hari baptisan, seorang teman Kristian dari denominasi lain berkata, “Baptisan tidak menghapus dosa-dosamu- itu semua diampuni ketika kamu percaya.”

​Kata-kata itu membuat saya sangat bingung, dan saya berubah fikiran mengenai menerima baptisan air. Sebaliknya, saya berdoa kepada Tuhan memohon bimbingan dengan berkata, “Tuhan Yesus yang penuh belas kasihan, saya yakin Engkau dapat menyelamatkan saya, tetapi mohon beri saya tanda agar saya tahu bahawa saya dapat percaya kepadaMu. Tuntun saya agar saya dapat bersaksi kepada keluarga saya. Berbelaskasihanlah kepada saya.”

​Hari berikutnya, dua saudara dari Gereja Yesus Benar datang mengunjungi saya: Saudara Kuo dan Saudara Lee. Saudara Lee membagikan kesaksian bagaimana ia percaya dan menerima baptisan air. Ia lalu mendorong saya untuk mengikuti kebaktian doa pagi esok, untuk berdoa memohon Roh Kudus. Pada saat itu, saya masih merasa tidak yakin apakah Gereja Yesus Benar memberitakan kebenaran, tetapi tetap memutuskan untuk pergi.

​Pada tanggal 25 Jun, saya mengikuti kebaktian doa pagi. Ada sekitar 10 orang termasuk Saudara Lee. Setelah kebaktian, kami pergi ke ruang doa untuk memohon Roh Kudus. Saudara Tsai sudah ada di sana, dan ia sedang menyanyikan lagu yang sangat indah- sebuah nyanyian roh. Sebelumnya saya sudah mendengar tentang nyanyian roh, tetapi ini adalah pertama kalinya saya mendengarnya dengan telinga saya sendiri. Saya tidak memahami apa yang ia nyanyikan dan hanya dapat mengenali “Haleluya”. Bahasanya tidak seperti bahawa Taiwan, Jepun, Mandarin atau English. Kedengarannya menurut saya seperti bahawa Ibrani. Dari apa yang saya tahu, Saudara Tsai bahkan tidak masuk sekolah menengah atas. Jadi mana mungkin ia dapat menyanyikan lagu bahasa Ibrani yang sangat indah? Saat saya memikirkan hal ini, saya kemudian menyedari bahawa tentu Allah itu ada. Apa yang saya saksikan adalah sesuatu yang sungguh-sungguh ajaib- bukti bahawa Allah itu nyata. Mengapa selama ini saya meragukan dan menolakNya?

​Air mata penyesalan membanjiri mata saya saat saya melutut untuk berdoa. Saat saya berdoa, saya dapat merasakan ada rasa hangat di dalam diri saya. Saya terus berdoa selama kira-kira 20 minit, sampai saya tidak dapat lagi menangis. Saya merasakan sukacita yang besar di dalam hati saya- seperti saya sedang masuk ke dalam pelukan Allah Bapa. Setelah berdoa, Saudara Lee tidak berkata apa-apa selain mendorong saya untuk kembali ke gereja setelah bekerja, untuk berdoa kembali.

​Setelah selesai bekerja, saya dengan segera ke gereja untuk mengikuti doa sore. Saat kebaktian berakhir, saya pergi ke ruang doa untuk memohon Roh Kudus. Setelah berdoa, Saudara Lee mengumumkan kepada para jemaat: “Ia telah menerima Roh Kudus tadi pagi, sekarang Saudara Lee memastikannya.”

​Setelah beberapa waktu, saya dapat melihat diri saya berubah: Saya dapat bangun pagi untuk mengikuti doa pagi sebelum bekerja, padahal sebelumnya saya terbiasa terlambat untuk hal apa saja; saya mulai mengerti apa yang say abaca di Alkitab; telinga saya terbuka mendengarkan khotbah dan saya dapat mengendalikan temperamen saya. Juga ada waktu-waktu ketika menghadapi kesulitan kewangan, saya dapat menemukan ketenteraman di dalam Roh Kudus. Namun ada satu masalah yang belum selesai: saya masih belum menerima baptisan air. Ini dikeranakan saya belum tahu bagaimana menyelesaikan pertentangan dengan praktik-praktik kepercayaan keluarga saya yang menyembah roh nenek moyang dan berhala.

​Di pertengahan August, saat KKR siswa diadakan, Penatua Lin bertanya kepada saya, “Apakah ada masalah pribadi yang belum dapat kamu selesaikan? Sebab, apabila kamu tidak segera dibaptis, Roh Kudus akan meninggalkanmu, kerana Ia tidak dapat tinggal terus menerus di dalam seseorang yang dosa-dosanya belum dihapuskan.”

​Saya tidak tahu harus berkata apa. Yang dapat saya fikirkan adalah apa yang terjadi apabila saya jatuh dalam sifat kemarahan dan depresi kembali.

​Terima kasih pada Tuhan atas kasih karuniaNya, saya akhirnya menerima baptisan air di Gereja Yesus Benar Tai Chung pada tanggal 16 November. Sekarang saya dapat memulai hidup yang baru di dalam Kristus.

15.6 Berdoa dengan ketekunan (oleh Aher Zhu)

​Haleluya! Puji Tuhan, saya menerima Roh Kudus di tahun 1954, saat saya masih berumur 16 tahun.

​Saya dibesarkan dalam lingkungan Gereja Yesus Benar dan tumbuh dalam kasih dan karunia Tuhan. Sebagai anak-anak, saya mendengarkan cerita-cerita Alkitab dan menyanyikan kidung pujian. Saya juga mengetahui pentingnya menerima Roh Kudus- tanpa Roh Kudus, seseorang tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Syurga. Saya sering menyaksikan sukacita saudara saudari dalam Kristus di sekitar saya ketika mereka menerima Roh Kudus. Kerana itu saya turut memohon Roh Kudus dan terus memegang kesempatan, seperti pada saat KKR. Tetapi walaupun berdoa dengan keras, saya masih belum menerimaNya.

​Di musim gugur tahun 1954, Gereja Yesus Benar Mei San di Taiwan mulai mengadakan kebaktian doa di hari Jumaat malam, sehingga jemaat dapat berdoa secara khusus untuk memohon Roh Kudus. Kerana kasih karunia Allah, selalu saja ada jemaat yang menerima Roh Kudus di tiap kebaktian. Pada suatu malam, banyak anak-anak menerima Roh Kudus- mereka berbahasa roh dan tubuh mereka bergetar kerana digerakkan Roh. Mereka semua nampak gembira. Saya berfikir bilakah giliran saya. Saat saya pulang malam itu, saya bertekad untuk berdoa dengan tekun hari Jumaat berikutnya, dan tidak mahu pulang sampai saya menerima Roh Kudus.

​Pada hari Jumaat, 27 November, saya pergi ke gereja dengan penuh semangat, seperti seorang prajurit yang maju ke medan perang. Saat saya berlutut untuk berdoam saya berkata kepada diri sendiri, saya tidak akan berhenti untuk berdoa, saya berkata kepada diri sendiri, saya tidak akan berhenti berdoa sampai saya menerima Roh Kudus! Dengan tekad ini, saya berdoa terus tanpa henti hingga kurang lebih 2 jam. Saat itu semua kegiatan gereja telah selesai, dan semua orang sudah pulang ke rumah. Tinggal saya sendirian di gereja. Dengan menangis saya memohon belas kasihan Tuhan untuk memperoleh Roh KudusNya. Haleluya! Tuhan menjawab doa saya: Saya mulai berkata-kata dalam bahasa roh, tubuh saya mulai bergoncang. Kerana sudah larut malam, saya berhenti berdoa dengan rasa sukacita. Hari berikutnya, saya kembali ke gereja untuk berdoa. Setelah berlutut selama kira-kira 5 minit, sekali lagi saya dipenuhi Roh Kudus dan berbahasa roh.

​Sejak saat itu, saya menjadi semakin bersemangat di dalam Tuhan, dan iman saya tumbuh bertambah kuat. Saya menjadi sangat suka berdoa- bahkan berkali-kali berdoa setiap hari rasanya tidak pernah cukup. Saya merasa menyukai air rohani yang mengalir dari Tuhan: air itu menyegarkan saya dan membuat jiwa saya seperti tidak akan lapar dan haus lagi. Roh Kudus juga menuntun saya dalam kehidupan sehari-hari: Ia menolong saya melalui kesulitan, dan mengalahkan dosa dan kelemahan.

​Saya bersyukur kepada Tuhan atas kasih karuniaNya dan berharap agar saudara-saudari juga dapat membagikan pengalaman ini.

15.7 Cahaya yang bersinar (oleh Zhen Dong Hao)

​Saya tumbuh dalam keluarga yang menyembah berhala. Terutama ayah saya, dia sangat bersemangat dan mengikuti berbagai upacara keagamaan. Sebagai anak, saya mengikuti dia dan melakukan hal yang sama. Pada saat itu kami hidup dekat dengan Gereja Yesus Benar, yang tidak terlalu saya ketahui selain dari suara doanya yang sangat keras saat berkebaktiaan. Namun tented an paman saya adalah jemaat Gereja Yesus Benar dan seringkali mengabarkan tentang Yesus Kristus kepada ayah saya. Akibatnya, saya saya pergi ke gereja untuk mengetahui lebih banyak, dan saya menemaninya dalam kunjungan-kunjungan ini.

​Pada suatu hari, seorang penatua dari gereja datang mengunjungi rumah kami. Saat ia melihat ayat saya sedang merokok, ia mengatakan kepadanya bahawa gaya hidup Kristian adalah harus menahan diri dari merokok dan minum-minum. Mendengar ini ayah saya tersinggung, dan tidak mahu lagi datang ke gereja. Saat itu saya tidak tahu mengapa ia tidak lagi datang ke gereja; yang saya tahu, saya tidak lagi dapat pergi ke sana.

​Beberapa waktu kemudian, saya terena malaria dan sakit keras. Ayah saya sangat kuartir dan mencari-cari doctor untuk mengubati saya. Pada saat yang sama, tante saya mendoakan saya. Segera kemudian, saya sembuh. Saya pribadi yakin bahawa kesembuhan saya adalah kerana doa-doa tante saya; namun ayah menganggapnya sebagai jasa doctor dan tidak mengakui ini adalah pekerjaan Allah.

​Kita mempunyai tetangga seorang jemaat Gereja Presbiterian, yang suatu hari datang ke rumah kami untuk menginjili ibu saya. Ibu saya tertarik dan mengikuti kebaktian gereja. Tidak lama, kedua orang tua saya dibaptis di Gereja Presbiterian. Pendeta sering mengunjungi kami di rumah untuk mengajak saya ke gereja, tetapi kerana malu-malu, saya tidak mahu pergi. Ibu saya juga sering mendesak saya pergi bersamanya ke gereja, tetapi saya selalu menolak, tidak mahu berkelana di tempat yang tidak saya kenali.

​Tetapi suatu hari saya berkata kepadanya: “Kerana itu sangat ingin saya pergi ke gereja, apakah ibu menginjinkan saya pergi ke Gereja Yesus Benar? Gerejanya dekat dengan rumah, da nada tante dan paman di sana.”​

​Ibu menjawab, “Baiklah. Lagi pula, semua gereja sama saja.”

​Maka sejak saat itu saya mulai mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Benar.

​Pada tanggal 22 November 1953, saya menerima baptisan air pada saat diadakan KKR. Tante saya menghadiahkan Alkitab dan menasihati saya untuk berdoa memohon Roh Kudus. Sejak hari itu dan seterusnya, saya berdoa dengan giat, tetapi tidak menerima Roh Kudus.

​Lalu beberapa hari setelah KKR, saya tidak sengaja mendengar tetangga saya yang sudah tua berkomentar, “Jemaat Gereja Yesus Benar berdoa begitu keras dan tubuh mereka bergoncang-goncang. Pastilah mereka semua dihipnotis oleh si nenek tua itu.”

​Saya sudah sering mendengar komentar-komentar seperti itu; nenek tua yang mereka maksud adalah Diakenis Cheng. Tetapi saya tidak dapat berhenti memikirkan kata-kata ini dan bahkan mulai merasa sedikit takut setiap kali saya berlutut dan berdoa.

​Tahun berikutnya, pada tanggal 5 May 1954, seorang saudari di gereja jatuh sakit, dan semua jemaat mendoakannya. Pada suatu sesi doa, saya melihat cahaya terang dan mulai berkata-kata dalam bahasa roh, dan tubuh saya mulai bergetar. Saya merasa sangat gembira- rasanya tidak dapat diuraikan. Pada saat itu Diakenis Cheng tidak ada di gereja kerana sedang melayani di tempat lain. Ini membuat saya menyedari bahawa apa yang dikatakan tetangga saya tidak benar. Saya pulang dengan penuh sukacita, dan tak sabar untuk memberitahukan ibu tentang berita ini. Yang saya tidak ketahui, saya akan segera menghadapi pelawanan dan masalah di rumah.

​Ketika pendeta dari Gereja Presbiterian mendengar bahawa saya mengikuti kebaktian di Gereja Yesus Benar, ia berkata kepada ibu saya, “Mengapa kamu membiarkan anakmu kebaktian di sana?”

​Maka sejak saat itu, ibu saya marah apabila saya pergi ke gereja dan mencoba untuk mencegah saya pergi. Saya berusaha mengabaikan semarahannya, menganggap itu semua akan berlalu begitu saja, tetapi masalah ini malah bertambah parah.

​Pada suatu hari, saat tante saya berkunjung ke rumah, ibu saya berkata kepada Tuhan, seringkali dengan kucuran air mata. Membutuhkan doa yang tak jemu-jemu selama setahun-tahun, tetapi akhirnya Tuhan menjawab doa saya- seluruh keluarga saya akhirnya menjadi jemaat Gereja Yesus Benar.

​Hari-hari ini, saya merasa penuh dengan sukacita dan ketenteraman dari Roh Kudus (ref. Kis. 9:31; Ibr. 1:9), walaupun di tengah-tengah masa sulit dan penyakit. Saya hanya ingin bersyukur kepada Tuhan atas kasih karuniaNya dan Roh KudusNya. Kiranya semua kemuliaan diberikan kepadaNya.

15.8 Menerima Roh Kudus mendorong saya untuk dibaptis (oleh Lin Xian Sheng)

​Saya dibesarkan dalam keluarga yang menyembah berhala, dan ibu saya sangat taat memegang kepercayaan ini. Namun saya juga banyak berkenalan dengan orang-orang Kristian saat saya bertumbuh besar: paman saya adalah penatua di Gereja Yesus Benar; tetangga kami adalah orang Kristian, yang sering mengajak saya dan ibu untuk mengikuti kebaktian keuarga di rumahnya; saya mengikuti Sekolah Minggu dengan sepupu di Gereja Presboterian di Jia Yi; dan saya juga mengunjungi gereja Jepun saat saya belajar di Tokyo. Setelah menyelesaikan sekolah, saya kembali ke Taiwan untuk bekerja sebagai guru.

​Selama liburan musim panas di tahun 1937, saya pulang ke rumah di Jia Yi. Pada satu sore, saya dengan sepupu berjalan melawati Gereja Yesus Benar dan kami sepakat untuk masuk ke dalam untuk mengikuti kebaktian. Setelah menyanyikan kidung rohani, jemaat berlutut untuk berdoa, sementara kami hanya duduk dan melihat-lihat. Pada saat berumur lebih muda, kesan saya mengenai doa di Gereja Yesus Benar, adalah mereka yang berdoa pastilah ada dalam suatu bentuk hipnotis; jadi saya selalu menghindari kebaktian di sini. Namun sekarang saat saya mengamati jemaat yang berdoa, saya melihat sebagian berdoa dalam bahasa roh, tetapi ada sebagian lain yang berdoa dengan kata-kata pengertian. Sebagian berdoa dengan tubuh bergoncang, tetapi yang lain hanya berlutut dan tetapi diam. Saya menyedari bahawa selama ini saya keliru memandang tentang doa. Lalu tiba-tiba saja, saya merasakan sebuah kekuatan dari atas yang mendorong saya untuk berlutut dan berdoa, jadi saya melakukannya. Setelah mengalami hal ini, saya mulai mengikuti kebaktian setiap hari. Dan saya juga mulai berdoa memohon Roh Kudus.

​Setelah musim panas lewat, saya kembali bekerja di sekolah. Pada satu sore tanggal 5 Oktober, seorang saudara dari Gereja Yesus Benar datang mengunjungi saya. Ia telah mendengar dari salah satu teman saya, bahawa saya mengikuti kebaktian di gereja. Ia menyarankan saya berdoa bersama di asrama. Setelah berdoa selama 5 minit, saya merasakan sebuah kekuatan datang dari atas, dan saya mulai berdoa dengan bahasa aneh, entah Inggeris atau bahasa lain yang saya tidak mengerti. Penatua Lin Wu Zhen pernah membagikan beberapa kesaksian mengenai menerima Roh Kudus kepada saya, dan sekarang saya mengalaminya sendiri. Setelah berdoa, saya menulis surat dengan hati bersyukur kepada Diaken Tsai Shen Ming, untuk memberitahukannya bahawa saya telah menerima Roh Kudus. Tercantum dalam surat, keinginan saya untuk menerima baptisan air di Jia Yi. Puji Tuhan atas kasih dan tuntunanNya, saya dibaptis oleh Diaken Tsai di hari Sabat berikutnya, di sebuah sungai kecil di Ba Zhang.

​Pengalaman saya mengingatkan saya tentang pengalaman jemaat di masa para rasul. Sebagian menerima Roh Kudus dan berbahasa roh, sebelum menerima baptisan air (Kis. 10:44-48); sebagian lagi menerima tangan (Kis. 8:15-17; 19:1-7). 2 pengalaman ini terlihat di Gereja Yesus Benar pada hari ini. Saya bersyukur kepada Tuhan atas kasihNya, sehingga Ia memberikan RohNya terlebih dahulu kepada saya. Ia apa yang ada di dalam hati saya: apabila saya tidak menerima Roh Kudus dahulu, saya mungkin tidak percaya dan masih berjalan di jalan yang keliru.

​Pada tanggal 1 Oktober 1941, saya mempersembahkan nazar yang saya buat setelah menerima baptisan air. Puji Tuhan, ini senantiasa menjadi panggilan yang paling indah. Haleluya!

15.9 Menjadi orang yang baru (oleh Wu Yang Dao)

​Alkitab mengajarkan kita bahawa menerima Roh Kudus menandakan: (a) Adam yang lama, yang merupakan milik daging, menjadi Adam yang baru, yang merupakan milik Roh (I Kor. 15:22; Yoh. 3:3, 5; Kol. 3:9-10); (b) Kita dibebaskan dari belenggu Iblis, dan menjadi milik Kristus (I Yoh. 5:19; Rm. 8:9-10); (c) kita tidak lagi menjadi budak dosa, tetapi menjadi anak-anak Allah (Gal. 4:4-7); (d) kita mendapatkan jaminan warisan Syurgawi (Ef. 1:13-14). Ajaran-ajaran Alkitab ini menunjukkan betapa pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan orang Kristian. Pengajaran yang paling penting adalah, Roh Kudus diperlukan untuk mendapatkan keselamatan kita.

​Ayah saya meninggal di usia muda, dan begitu juga 5 saudara laki-laki saya. Masa kecil saya penuh dengan kemiskinan dan pemderitaan. Keluarga kami menyembah berhala, sehingga sejak kecil saya menemani ibu dan saudara perempuan saya ke kuil di masa-masa upacara keagamaan. Setelah semakin dewasa, saya mengejar kerenaran dan harta, mengorbankan kesihatan saya. Kata-kata Paulus menggambarkan kehidupan yang saya jalani sebelum saya mengenal Kristus- saya “dahulu sudah mati kerana pelangaaran-pelanggaran dan dosa-dosa [saya]. [Saya] hidup di dalamnya, kerana [saya] mengikuti jalan dunia ini, kerana [saya] hidup di dalamnya, kerana [saya] angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang berkerja di antara orang-orang durhaka” (Ef. 2:1-2). Saat berumur 29 tahun, saya bertemu dengan salah satu teman saya, Dr. Jiang, sedang membaca Alkitab. Saya mengejeknya, “Kamu orang yang sangat berpendidikan. Mengapa kamu tertarik membaca Alkitab?”

​Ia menjawab, “Kamu harus memcoba membacanya sendiri, lalu kamu akan menyedari betapa indahnya itu.”

​Mendengarnya, saya mulai membaca Alkitab, dimulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Roma. Puji Tuhan, Ia membuka hati saya untuk memahami apa yang sedang saya baca. Saya tersentuh dengan beberapa ayat khusus. Contohnya, ketika saya membaca: “Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” (Rm. 7:19). Saya dapat mengenali pengumulan pribadi saya sendiri, dan ini menolong saya untuk mengetahui bahawa ada orang lain yang juga mengalaminya. Saya juga menemukan ayat: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh kerana Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Rm. 5:8). Ayat ini membuka mata saya untuk melihat kebesaran kasih Allah, dan ini menggerakkan saya untuk percaya kepadaNya.

​Pada saat itu, saya juga tertarik dengan ayat di dalam Alkitab yang membicarakan tentang Roh Kudus: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia. Tetapi kamu mengengal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu” (Yoh. 14:16-17). Saya percaya dengan Roh Kudus dan kata-kata Yesus; tetapi di dalam fikiran saya terbit pertanyaan, bagaimana seseorang dapat mengetahui apakah ia menerima Roh Kudus? Saya bertanya dengan Dr. Jiang, tetapi dia mengakui tidak mengetahui jawapannya.

​Belakangan saya melontarkan pertanyaan yang sama kepada beberapa teman Kristian, dan jawaban mereka, “ketika kamu mengerti Alkitab dan melakukan perbuatan-perbuatan baik, ini menunjukkan bahawa kami telah menerima Roh Kudus.” Saya mendengarkan jawaban mereka, tetapi tidak sepenuhnya merasa puas. Tetapi puji Tuhan atas pengaturanNya. Ia segera menuntun saya untuk menemukan jawaban yang tepat.

​Suatu hari, saya sedang duduk di sebuah kereta, saat saya melihat dua penumpang membicarakan tentang Alkitab. Saya melihat Alkitab mereka penuh dengan coretan dan garis bawah, sehingga memberikan kesan bahawa mereka sudah lama menjadi Kristian.

​Saya bertanya kepada mereka, “Hari ini hari Sabtu, kalian mahu pergi ke mana?”

​Mereja menjawab, “Kami memegang hari Sabat di hari Sabtu- kami pergi ke gereja.”

​Kami bertiga mulai berdiskusi tentang hari Sabat, dan saya kemudian menyedari mereka sudah terbiasa dengan ajaran Alkitab. Saya lalu bertanya, “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus?”

​Salah satu di antara mereka, bernama Saudara Xu, menjawab, “Ya, saya menerima Roh Kudus setelah berdoa selama 3 tahun, sejak dibaptis dengan air. Bila kamu mahu menerimanya, datanglah ke Gereja Yesus Benar dengan kami untuk mempelajari kebenaran.”

​Saat saya mendengar undangan ini, saya merasa sangat gembira.

​Saya pergi dengan kedua saudara ini ke Gereja Yesus Benar di Li San, dan saya bertemu dan berbincang dengan Diaken Chen. Ia menolong saya untuk memahami bahawa menerima Roh Kudus adalah pengalaman yang dapat dilihat dan didengar (ref. Kis. 2:33; 8:17-18; 10:46). Saya meminta untuk dibaptis, tetapi ia mendorong saya untuk mempelajari Alkitab lebih lanjut.

​Akhirnya, tanggal 5 Agustus 1951 saya dibaptis. Setelah itu saya mulai berdoa dengan tekun 3 kali sehari memohon Roh Kudus, menggunakan kata-kata, “Haleluya! Puji Tuhan Yesus” (ref. Why, 19:5-6). Tetapi satu bulan berlalu, dan saya masih belum mengalami apa-apa. Setiap kali pendeta membesuk, saya selalu bertanya, “Mengapa saya masih belum menerima Roh Kudus?”

​Beberapa waktu kemudian, saya mengikuti KKR yang dipimpin oleh Penatua Jian dan Diaken Yang. Mereka mendorong saya, “Kami akan membantu anda berdoa, tetapi Tuhan Yesus yang memberikan Roh Kudus. Jadi anda harus berdoa dengan tulus.”
​Mendengarnya, saya memutuskan untuk berdoa di ruang doa saat istirehat makan siang. Di salah satu sesi doa, sekelebat saya dapat merasakan sebuah tiupan angin yang hangat melalui saya.

​Pada satu sore, kira-kira jam enam, dua hamab Tuhan berdoa bersama-sama saya. Penatua Jian menumpangkan tangan ke atas kepala saya, dan tiba-tiba saya merasakan kekuatan turun ke atas kepala saya, dan turun ke seluruh tubuh saya. Saya merasa sangat gembira, seakan saya berada di Syurga. Saya juga dapat merasakan sesuatu yang seperti aliran air di dalam diri saya. Lalu lidah saya mulai berputar, dan saya mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti (ref. Yoh. 7:37-38; I Kor. 14:2). Saya merasa panas, berkeingat, dan tubuh saya mengoncang kerana diilhamkan Roh Kudus. Tetapi saya tetap sedar sepenuhnya, dan mengetahui apa yang sedang terjadi. Saya mengetahui bahawa saya telah menerima Roh Kudus.

​“sebab kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.” (Rm. 14:17). Setelah menerima Roh Kudus, saya menjadi orang yang baru. Hal pertama yang saya sedari, sekarang saya mengalami sukacita di dalam Roh. Rasa sukacita ini tidak terkira- lebih baik daripada lulus ujian, menikah, atau menjadi ayah pertama kalinya. Sukacita ini sungguh ajaibm dan tidak berubah kerana kejadian apa pun juga (Kis. 16:25). Anda hanya dapat memahaminya apabila anda mengalaminya sendiri.

​“Tetapi apabila Ia datangm yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh. 16:13). Perubahan kedua adalah semangat akan Firman Allah. Saya mempelajari Alkitab, dan melalui pimpinan Roh Kudus, saya mulai mengerti perbedaan antara Firman Allah dengan hikmat manusia (Mat. 15:8-9). Dengan semangat ini, saya mulai bersaksi lagi bagi Allah di setiap kesempatan.

​“Yaitu bahawa saya boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepadaNya, yang disucikan oleh Roh Kudus” (Rm. 15:16). Perubahan ketiga adalah sifat saya. Di masa lalu, saya mempunyai banyak kelemahan: temperamen buruk, tidak mahu mengakui kesalahan, berbohong, sering kuatir, dan tidak mempunyai kedamaian. Puji Tuhanm setelah menerima Roh Kudus, saya meninggalkan ini semua, dan mulai menghasilkan buah Roh Kudus (Gal. 5:22-23)

​Ada perkataan yang berbunyi: “Ilmu pengetahuan didasarkan pada percobaan ilmiah, sementara iman didasarkan pada pengalaman” Kita perlu mengalami sendiri Roh Kudus, untuk merasakan karunia syurgawi ini (Ibr. 6:4), yang hanya dapat ditemukan di Gereja Yesus Benar.

15.10 Menutup pintu (oleh John Yang)

​Pada saat saya berusia 5 hingga 6 tahun, saya memutuskan untuk mengikuti kakak ipar saya, jemaat Gereja Presbiterian, untuk menjadi Kristian. Saya mengaguminya kerana ia sanagt baik dan penuh kasih. Salah satu anaknya adalah seorang majelis gereja, dan 4 perempuan dalam keluarganya menikah dengan pendeta.

​ Saat saya berusia delapan tahun, saya pergi kr Shanghai dan beribadah di sebuah gereja- tetapi lebih bermaksud untuk bertemu dengan gadis-gadis daripada mempelajari Firman Tuhan. Setelah beberapa tahun, saya kembali ke Taiwan.

​Saya berencana untuk bepergian kembali: kali ini ke Guang Dong.Tetapi mengelang keberangkatan, seorang teman dari Gereja Yesus Benar mengajak saya mengikuti kebaktian. Saat saya sampai di sana, saya kagum dengan khotbah-khotbah yang jauh lebih kuat daripada yang pernah saya dengar sebelumnya. Saya juga mengamati si pengkhotbah senantiasa merujuk pada Alkitab.

​Setelah itu, saya mengikuti lebih banyak kebaktian kerana saya menikmatinya. Namun ada satu hal yang tidak saya mengerti-doanya. Di gereja saya melihat beberapa orang yang cukup terkenal dan berpendidikan tinggi, berlutut untuk berdoa, mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti, dan tubuhnya nampak bergoncang. Beberapa bahkan menyanyi di dalam doa mereka (yang kemudian saya ketahui sebagai nyanyian roh), sementara yang lain menepuk tangan mereka dan mereka semua berdoa dengan keras. Saya melihatnya sebagai hal yang aneh, tetapi di saat yang sama juga ajaib.

​Pada suatu hari Sabat, seorang pengurus gereja, Diaken Zhu Mui Ming dari Taichung sedang berkhotbah di gereja. Saya sangat tergerak mendengarkan khotbahnya sehingga saya berlutut untuk berdoa bersama jemaat untuk pertama kalinya. Tiba-tiba saya merasakan sebuah kekuatan turun dari ats kepada saya, dan tubuh saya mulai bergoncang-goncang, sementara tangan saya mulai bertepuk tangan tanpa saya suruh. Pada saat yang sama, saya menyedari lidah saya berputar-putar. Saya mengucurkan air mata sukacita, kerana sekarang saya mengerti bagaimana rasanya menerima baptisan Roh Kudus.

​Setelah menerima Roh Kudus, saya menjadi sedar akan dosa saya di masa lalu, dan menyedari bahawa saya adalah orang yang berdosa jadi saya meminta dibaptis. Saya berbicara dengan Diaken Zhu, yang kemudian menjelaskan doktrin-doktin Alkitan dasar kepada saya, termasuk cara baptisan yang benar, hari Sabat, dan sakremen basuh kaki. Setelah mendengar ajaran-ajaran ini, saya meminta dibaptis agar dosa-dosa saya dapat dibersihkan dan saya dapat menjadi milik Kristus dan menjadi anakNya (Kis. 2:28; Gal. 3:27). Diaken Zhu dengan gembira setuju untuk membaptis saya.

​Hari berikutnya, saya menerima baptisan air di sungai setempat. Setelah itu saya merasakan beban dosa saya terangkat, dan saya telah disucikan. Namun saya terkejut, kerana ketika saya kembali ke gereja untuk berdoa, saya tidak lagi mengalami Roh Kudus seperti sebelumnya. Dengan gelisah saya meminta nasihat Diaken Zhu. Ia berkata, “Beberapa orang percaya kepada Yesus setelah memperlajari dan memahami kebenaran, sementara yang lainnya percaya kerana penyakit mereka disembuhkan. Tetapi kalau kamu, kamu belum mengerti kebenaran sepenuhnya, dan kamu juga tidak disembuhkan dari sakit apa pun. Tetapi Tuhan mengasihimu dan menginginkan kamu datang kepadaNya, dan itulah sebabnya Ia membuatmu mengalami Roh Kudus terlebih dahulu” (ref. Kis. 10:44-47). Saya sarankan kamu terus berdoa dengan giat, dan kamu pasti menerima Roh Kudus lagi. (ref. Luk. 11:13)

​Saya mengikuti nasihat Diaken Zhu dan mulai berdoa dengan tekun. Tetapi 25 hari setelah baptisan air, saya masih belum menerima Roh Kudus. Saya mulai meneliti diri sendiri, untuk mencoba memahami alasannya. Saya berkesimpulan bahawa saya tidak berdoa dengan sepenuh hati. Ini dikeranakan saya menumpangkan di rumah orang lain, dan saat saya berdoa di kamar saya, syaa tidak berani berdoa dengan suara keras, kalau-kalau ada orang yang mengetahui apa yang saya lakukan. Saya sering kali berhenti berdoa apabila saya mendengar ada orang yang mendekati pintu kamar saya. Akhirnya saya memutuskan untuk menutup pintu dan menguncinya agar dapat berdoa dengan sungguh-sungguh (ref. Mat. 6:6)

​Puji Tuhan, dalam doa berikutnya, saya kembali dipenuhi Roh Kudus- kali ini jauh lebih kuat dari sebelumnya. Saya terangkat dari tempat tidur saya tempat saya berlutut dan saya bergerak ke sana ke mari. Saya juga mulai meloncat-loncat dengan lutut saya. Saya juga dapat merasakan kekuatan mengalir dari dalam diri saya. Saya berkata-kata dalam bahasa roh dan menyanyi-nyanyi roh.

​Penatua Yang Ling Quan yang tinggal di sebelah, mendengar suara-suara ini dan datang untuk melihat apa yang sedang terjadi. Orang-orang di rumah juga mulai mengetuk-ngetuk pintu kamar saya, ingin masuk, tetapi Penatua Yang meminta mereka agar tidak mengganggu saya, agar saya dapat dipenuhi Roh Kudus. Saya menyedari semua kejadian ini dan apa yang dikatakan orang-orang di luar kamar. Saya berdoa selama satu jam dan merasakan sukacita dan kedamaian yang amat sangat.

​Sejak hari itu, saya terus menerus berdoa, tidak ingin Roh Kudus meninggalkan saya lagi. Kehidupan saya juga berubah. Saya dahulu adalah remaja yang pemurung dan pesimis, kerana kematian ibu saya waktu saya masih berusia 9 tahum, dan bahkan berfikit untuk bunuh diri. Sekarang saya merasa damai oleh kerana kasih Tuhan Yesus yang sangat besar. Yang jauh lebih penting, saya menerima Roh Kudus, yang menjadi jaminan kehidupan kekal. Saya merasa menjadi orang yang saling senang di dunia.

​Saya tidak jadi berangkat bepergian, dan sebaliknya hidup damai di dalam negeri kerana saya berfikir akan lebih mudah untuk memelihara iman saya. Beberapa waktu kemudian ayah dan saudara saya (saudara saya adalah seorang pendeta Gereja Presbiterian selama 20 tahun), bersama dengan keluarganya, datang ke Gereja Yesus Benar. Mereka semua pun menerima Roh Kudus.

​Kemudian saya merasakan Allah memanggil saya untuk mengambil pekerjaan yang paling bererti: menjadi pelayan injil kselamatan. Ini kerana saya mengerti bahawa injil yang dikabarkan Gereja Yesus Benar adalah kebenaran yang “telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yud. 3; ref. Ef. 1:13-14; ref. Mrk. 16:17-20), dan yang dsertai dengan kesaksian tanda dan mujizat.

​Saya berharap dan berdoa agar Tuhan memperlihatkan karunia keselamatanNya kepada teman-teman saya, keluarga dan juga para pembaca. Hari-hari terkahir sudah tiba. Saat Roh Kudus hujan akhir masih dapat diperoleh, kita harus mencariNya di gereja benar.

15.11 Disembuhkan melalui baptisan Roh Kudus (oleh Jian Yi Zhen)

​Di tahun 1928, saya bekerja di Jia Yi, Taiwan. Mengikuti teladan teman-teman, saya memuaskan diri dalam perjudian dan minum-minuman keras. Akibatnya, kesihatan saya menjadi tidak bail. Pertama, saya menderita asma, tetapi setahun kemudian menderita juga TBC. Walaupun sudah menghabiskan banyak wang yang pada pengubatan bart mahupun tradisional, keadaan saya bertambah parah dalam jangka waktu 3 tahun. Di dalam masa-masa itu, saya mengunjungi kuil-kuil budha dan juga mengunjungi ahli-ahli sihir, tetapi tidak ada orang yang dapat menolong saya. Saya menjadi sangat sakit sehingga saya tidak dapat bangun dari tempat tidur, tidak dapat makan dan minum. Tubuh saya menjadi sangat kurus. Saya kehilangan wang dan teman-teman yang dapat saya lakukan hanyalah menantikan kematian saya.

​Pada saat-saat paling gelap itu, seorang jemaat Gereja Yesus Benar mendekati isteri saya dan berkata, “Ada Tuhan di Gereja Yesus Benar. Ia mempunyai kuasa untuk menyembuhkan penyakit dan mengusir setan. Tidak peduli berapa parah penyakit suamimu- yang perlu kamu lakukan adalah beriman dan berdoa.”

​Ketika isteri saya menyampaikan hal ini kepada saya, saya sulit menerimanya. Namun saya menyedari bahawa ia juga sangat menderita kerana harus mengurusi saya siang dan malam. Jadi saya setuju dengannya untuk meminta pertolongan demi saya. Dengan gembira, ia menghubungi gereja untuk memohon agar jemaat datang ke rumah kami untuk mendoakan.

​Di sore hari tanggal 1 Disember 1931, sekitar 8 jemaat gereja datang ke rumah kami. Saya terbaring di tempat tidur, tetapi mereka meminta saya untuk menutup mata, melipat tangan dan berdoa, dengan berkata, “Haleluya! Puji Tuhan Yesus!”

​Saya berdoa 2 kali dengan cara ini, dan pada doa yang kedua, saya dapat tertidur pulas. Tetapi tiba-tiba di tengah makam, ada dua tangan yang penuh pulu muncul: satu menekan saya dari belakang, satu menekan dada saya.

​Sebuah suara berkata, “Sudah saya bilang, kamu jangan percaya. Tetapi kamu masih saja melakukannya” Ini terjadi 3 kali, dan setiap kali itu saya tidak dapat bergerak.

​Lalu akhirnya saya berteriak, “Haleluya”, dan tangan-tangan itu kenyap. Saya terbangun dengan berkucuran keringat. Saya lalu menyedari bahawa itu adalah setan yang mencuba menghentikan saya percaya pada Yesus, dan ini membuat saya sedar bahawa pesan injil yang dikabarkan Gereja Yesus Benar adalah kebenaran. Sejak laj mengalami hal ini, jemaat-jemaat datang ke rumah saya tiap malam untuk mengadakan kebaktian keluarga. Secara perlahan kesihatan saya pulih, dan setelah satu minggu, saya sudah dapat keluar dari tempat tidur.

​Di hari ke-10, saya meminta Saudara Kuo, salah satu jemaat tua yang datang membesuk: “Saat Saudara berdoa tiap malam, saya melihat saudara berkata-kata dengan bahawa yang tidak saya mengerti, dan saya melihat tubuh saudara bergoncang. Apa yang terjadi?”

​Ia menjawab, “Ini terlihat pada orang yang telah menerima Roh Kudus. Tuhan Yesus berjanji bahawa mereka yang percaya kepadaNya akan menerima Roh Kudus. Berbahasa Roh adalah bukti menerima Roh Kudus” (ref. Yoh. 7:38-39; Kis. 10:44-46)

​Saya bertanya, “Dapatkah saya menerima Roh Kudus?”

​Ia menjawab, “Apabila saudara berdoa dengan tulus, saudara akan menerima Roh kudus. Dan jugam ke atas seseorang yang penuh dengan Roh Kudus menumpangkan tangan ke atas kepala saudara, saudara dapat menerima Roh Kudus dengan lebih mudah” (ref. Kis. 8:17-18)

​Saya memikirkan jawaban ini, tetapi saya tidak mahu ada orang yang menumpangkan tangan ke atas kepala saya. Lagipun, saya telah mendengar bahawa saudara Kuo mempunyai kuasa tertentu yang membuat orang bergoncang-goncang setiap kali ia menumpangkan tangannya kepada mereka. Saya harus berdoa sendiri- dengan begitu, saya tidak akan meragukan Allah.

​Saudara Kuo menambahkan, “Saudara dapat berdoa memohon Roh Kudus sendiri, tetapi saudara harus tekun.”

​Begitu mereka pergi, saya berkata kepada isteri saya, “Mala mini saya akan berdoa memohon Roh Kudus, jadi jangan ganggu saya bahkan apabila kamu melihat hal-hal yang aneh terjadi. Dapatkah kamu menolong saya berdoa juga?”

​Ia bersetuju, dan lalu saya masuk ke kamar untuk berdoa di atas tempat tidur. Kerana saya masih belum cukup kuat untuk berlutut berdiri, saya berlutut duduk. Saya mulai dengan berdoa dengan suara pelan kerana saya masih merasa lemah, tetapi setelah berdoa 10 minit, saya berdoa dengan suara keras. Setelah 20 minit, saya mengalami sebuah kekuatan turun dari atas, seperti aliran elertik, menyentuh kepala saya. Lalu lidah saya mulai bergetar, dan saya dapat merasakan perasaan hangat di dalam diri saya. Lalu lidah saya mulai berputar dan saya mulai berkata-kata dalam bahasa roh. Seluruh tubuh saya juga bergetar, dan saya mulai meloncat-loncat hingga 4 atau 5 inci dari tempat tidur. Saya terus berdoa seperti ini selama 20 minit.

​Isteri saya ketakutan melihat apa yang terjadi, dan membuatnya mengulangi beberapa komentar yang diucapkan para tetangga beberapa hari sebelumnya: “Mengapa kamu mahu percaya dengan ajaran Gereja Yesus Benar? Ada banyak orang yang sebelum percaya, adalah orang-orang yang normal, tetapi kemudian menjadi gila.”

​Isteri saya mengira saya benar-benar sudah gila. Namun ia tidak berani menghentikan saya.

​Pada saat itu pakaian yang saya pakai sudah basah kerana keringat, dan saya merasa perlu berhenti berdoa untuk berganti pakaian. Ketika fikiran ini muncul, tubuh saya berhenti bergerak- Tuhan jelas-jelas tahu apa yang sedang saya fikirkan.

​Setelah berdoa, bukannya ganti baju, saya malah segera pergi mencari jemaat gereja, untuk memberitahukan bahawa saya telah menerima Roh Kudus. Ketika mereka mendengarnya, mereka mengucapkan syukur kepada Tuhan dan kembali bersama saya untuk berdoa. Seklai lagi, saya dipenuhi Roh Kudus.

​Mereka berkata, “Sungguh, kamu telah menerima Roh Kudus, seperti kami.” Dan memuji Tuhan. Sejak hari itu, kami mengadakan kebaktian keluarga di rumah saya setiap sore.

​Setelah satu bulan berlalu, pada tanggal 9 Januari 1932, saya pergi ke Gereja Yesus Benar di Dalin untuk menerima baptisan air dalam darah Tuhan Yesus. Dosa-dosa saya dibersihkan hari itu, dan saya dapat meninggalkan kehidupan lama saya yang penuh dengan perjudian, minum-minum dan rokok. Dan juga saya sembuh sepenuhnya dari TBC. Saya telah menemukan kebenaran janji Tuhan Yesus: “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28)

​Walaupun saat itu saya masih berumur 30 tahun, saya tidak berharap dapat berumur panjang, kerana tubuh saya sudah sangat lemah kerana penyakit dan tidak makan dengan baik. Pada suatu hari, saya berdoa kepada Tuhan untuk memohon agar Ia mengizinkan saya hidup sampai umur 50 tahun, agar saya dapat bersaksi demi Dia. Puji Tuhan, Ia mendengar doa saya dan memberikan kedamaian yang melampaui segala pengertian (Flp. 4:6-7). Pada saat saya menulis kesaksian ini, Ia telah memberikan saya tambahan 35 tahun, dan kesihatan saya selama ini lebih baik daripada masa muda saya. Ini, sekali lagi, adalah kuasa dan karunia yang ajaib dari Tuhan.

​Bagaimana mungkin saya dapat membalas apa yang telah Allah berikan kepada saya? Dan bagaimana saya dapat memuliakan namaNya? Saya mengutip mazmur Daud, ketika ia memuliakan Tuhan:

Pujilah Tuham, hai jiwaku! Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujillah Tuhan, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikanNya!
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
Dia yang menebus hidupmu dari lubang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali
​​​​​​​​Mazmur. 103: 1-5

15.12 Belajar bagaimana berdoa dari pamphlet injil (oleh Lee Ling Shi)

​Pada suatu hari, tahun 1935, tetangga saya bernama Tuan Su (Diaken Su Lin Gan) memberikan sebuah pamphlet injil kepada saya untuk dibaca. Pamflet itu berjudul Mengabarkan Khabar Baik, dan diterbitkan oleh Gereja Yesus Benar Taiwan. Pamflet itu membicarakan tentang Roh Kudus. Saya membacanya seluruhnya dengan hati-hati dan sangat tergerak. Menerima Roh Kudus nampaknya merupakan sebuah pengalaman yang sangat indah, sehingga saya juga ingin percaya kepada Yesus.

​Saya belum pernah pergi berkebaktian di Gereja Yesus Benar, dan tentu saja, belum pernah melihat orang berdoa memohon Roh Kudus. Tetapi sekarang saya mempunyai dorongan yang kuat untuk berdoa. Pamflet itu menunjukkan sebuah doa: “Haleluya, puji Tuhan Yesus. Mohon penuhi hati saya dengan Roh Kudus.” Saya melakukan doa pertama kalinya menggunakan kata-kata ini, dengan diam-diam jam 5 petang, saya berdoa lagi dengan pelan-pelan selama satu jam, tetapi tidak terjadi apa-apa. Namun saya tidak menyerah dan bertekad untuk berdoa tiga kali sehari: pagi, siang, dan malam. Tiga hari kemudian, dengan lutut bengkak-bengkak, saya masih belum menerima Roh Kudus. Tetapi ajaib, pada siang hari ke-4, saya akhirnya menerima Roh Kudus.

​Pada saat itu, saya terus berdoa berulang-ulang, “Haleluya, puji Tuhan Yesus. Mohon penuhi saya dengan Roh Kudus.” Tiba-tiba saya merasakan sebuah aliran kehangatan turun ke atas kepala saya, dan berlanjut ke seluruh tubuh saya, sehingga tubuh saya bergoncang. Pada saat yang sama, lidah saya mulai berputar-putar, dan saya mengucapkan kata-kata yang tidak saya mengerti (ref. I Kor. 14:2). Saya merasa sangat gembira dan bersemangat, rasanya begitu ringan dan nyaman. Namun saya masih dapat mendengar apa yang terjadi di sekeliling saya, sehingga saya tahu saya dalam keadaan sedar dan awas. Saya terus berdoa selama kurang lebih satu jam.

​Setelah menerima Roh Kudus, saya diam-diam mengikuti kebaktiandi Gereja Yesus Benar Jia Yi, dan kemudian di Ming Xiong. Saya juga membeli Alkitab agar saya dapat mempelajari Firman Tuhan.Sayangnya, ketika nenek, ayah, paman, dan seluruh keluarga mengetahui saya telah menjadi Kristian, mereka menjadi sangat marah. Nenek saya adalah penganut Budha yang sangat taat, dan menentang keras agama Kristian. Sebagai cucu laki-laki yang paling tua, apa yang telah saya lakukan sangat tidak dapat diterima. Berikutnya saya menghadapi kritikan dan tekanan hebat untuk meninggalkan iman saya. Yang hanya dapat saya lakukan adalah berdoa terus menerus dan bersandar pada Roh Kudus untuk membukakan jalan.

​Puji syukur kepada Tuhan atas belas kasihanNya, keluarga saya akhirnya menerima iman saya. Lebih lagi, dua hingga tiga tahun kemudian, nenek saya bahkan mahu berdoa, dan akhirnya menerima Roh Kudus. Ia melihat cahaya kemuliaan dan dipenuhi dengan sukacita. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk percaya kepada Yesus, dan meminta agar ayah dan paman saya membakar seluruh patung-patung berhala yang ada di rumah kami. Beberapa waktu kemudian, seluruh keluarga kami yang berjumlah 20 anggota keluarga, percaya kepada Tuhan.

​Kerana kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, Ia telah memimpin seseorang seperti saya, yang tidak pernah ke gereja sebelumnya, untuk percaya kepadaNya, dan menerima Roh Kudus- semata-mata kerana pamphlet penginjilan. Tidak hanya itu, tetapi Ia telah membawa seluruh keluarga saya ke dalam iman. Apabila saya menengok ke belakang, saya melihat betapa Allah itu ajaib dan penuh kasih. Saya berharap Ia juga memimpin anda, seperti Ia memimpin keluarga saya.

Pertanyaan ulasan

1. Apakah kesan anda dengan bab ini?
2. Apabila anda telah menerima Roh Kudus, tuliskanlah kesaksian anda.
​​

Bab 14 Membedakan Roh Kudus dan Roh Jahat

14.1 Pendahuluan

​Dari bab-bab sebelumnya, kita dapat melihat banyaknya pemikiran yang keliru mengenai baptisan Roh Kudus. Ini telah mengakibatkan penyampaian pengajaran yang keliru oleh beberapa pemimpin gereja, yang mengatakan kepada jemaat mereka bahawa memohon Roh Kudus adalah sesuatu yang tidak perlu, atau menerima Roh Kudus tidak harus disertai dengan berbahasa roh, atau seseorang menerima Roh Kudus saat ia menerima Kristus.

​Menambahkan kekacauan ini, sejak awal abad ke-20 hingga sekarang, terfapat kekurangan pengetahuan pada sebagian komunitas Kristian mengenai bagaimana membedakan antara Roh Kudus dengan roh jahat. Kerana itu sebagian hamba Tuhan melarang jemaat mereka agar tidak memohon Roh Kudus, kalau-kalau secara tidak sengaja mereka menerima Roh Jahat. Lebih parah lagi, ada beberapa orang yang mengajarkan bahawa berbahasa roh adalah bukti kerasukan roh jahat.

​Di bagian lain, terdapat pemimpin-pemimpin gereja-gereja Pentakosta, seperti Morihiko Yamada1, yang berpendapat bahawa Allah tidak akan pernah membiarkan roh jahat merasuki mereka yang memohon Roh Kudus, dan menasihatkan jemaat untuk tidak menguatirkan hal ini.

​Sesungguhnya terdapat masalah-masalah pada segala kepercayaan yang telah disebutkan di atas, dan ini menyesatkan dan membingungkan orang. Yang perlu kita lakukan adalah kembali kepada pengajaran Alkitab untuk melihat apakah yang diajarkan mengenai dunia roh- khususnya, tanda-tanda yang dihubungkan dengan menerima Roh Kudus, dan juga roh jahat. Yang terutama, kita harus memohon hikmat kepada Allah agar kita dapat membedakan roh-roh (I Kor. 12:10)

14.2 Bukti-bukti baptisan Roh Kudus

​Pertama, kita harus membaca apa yang dicatat di dalam Alkitab mengenai tanda-tanda yang berhubungan dengan baptisan Roh Kudus. Kita diharapkan dapat memahami dengan lebih jelas mengenai apakah kebenaran-kebenaran Alkitab, dan apakah yang sebenarnya merupakan pemahaman yang keliru. Dengan begitu, orang-orang percaya yang masih memohon Roh Kudus, dapat melakukannya dengan iman dan keyakinan. Kita harus mengerti bahawa Roh Kudus yang dijanjikan, yang diberika kepada orang-orang percaya di masa para rasul, juga diberika kepada orang-orang percaya pada hari ini (Kis. 2:38-39)

14.2.1 Memuji Tuhan

Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Kerana Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja”
​​​​​​​​Wahyu. 19:6

​Ayat ini menyebutkan kata “Alleluia” (atau “Haleluya”), yang merupakan kata Ibrani yang bererti “Terpujilah Tuhan” (Mzm. 104:35). Kata ini tepat untuk digunakan dalam ibadah kita kepada Allah, kerana Ia patut kita puji. Malaikat-malaikat dan pengikutNya memuji Dia; dan segala ciptaan memuji Dia kerana Ia menciptakan mereka dengan kuasa perintahNya. Orang yang dipenuhi Roh Kudus akan memuji Allah dari hatinya dan akan meninggikan Dia dengan “Haleluya” (Mzm. 148:1-14)

14.2.2 Berbahasa roh dan menyanyikan nyanyian rohani

Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.
​​​​​​​​I Korintus. 14:15

​Saat Paulus berkata, “Aku akan berdoa dengan rohku” yang dimaksudkan adalah berdoa di dalam bahasa roh (I Kor. 14:14). Ia juga berkata, “Aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku”, yang juga menyebutkan bahasa roh (Ef. 5:19; Kol. 3:16). Kata Yunani untuk “nyanyian roh” adalah odais pneumatikais, dari ode yang bererti “lagu”2, dan pneumatikos yang bererti “rohani”3.

​Paulus juga berbicara tentang nyanyian roh dalam surat-suratnya kepada jemaat Efesus (5:18-20). Di dalamnya, ia menghubungkan nyanyian roh dengan kepenuhan dan ilham Roh Kudus.

​Referensi nyanyian roh juga ditemukan dalam Kitab Wahyu. Dijelaskan tentang nyanyian baru yang dinyanyikan oleh empat mahluk dan dua puluh empat tua-tua, masing-masing memainkan sebuah kecapi: “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru” (Why. 5:9). Ini juga memberitahukan kita bahawa nyanyian ini tidak seperti lagu-lagu duniawi, dan hanya dikenal oleh sekelompok orang yang khusus: “Tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain daripada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi” (Why. 14:3)

14.2.3 Perasaan sukacita

​Kisah Para Rasul mencatat bagaimana murid-murid menjawab berbagai ujian dan cobaan selama pelayanan mereka: “Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus” (Kis. 13:52). Dari ayat ini, kita melihat hubungan jelas antara kepenuhan Roh Kudus dengan perasaan sukacita. Ini tidak mengherankan apabila kita merenungkan bahawa sukacita adalah salah satu sifat buah Roh Kudus (Gal. 5:22)

​Roh Kudus juga disebut sebagai “minyak sebagai tanda kesukaan” (Ibr. 1:9) Dahulu, Yesaya menubuatkan bahawa Yesus Kristus akan datang ke dunia untuk membagikan minyak kepada mereka yang berkabung (Yes. 61:3). Kerana itu pada saat ini Roh Kudus bekerja untuk mengangkat dan menghibur kita di saat-saat penderitaan (I Tes. 1:6). Apabila Roh Kudus memenuhi orang percaya saat ia berdoa, sukacita yang membuncah kadang dapat terwujud dalam bentuk tawa rohani.

14.2.4 Menghasilkan buah Roh

​Tuhan Yesus berkata:

Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik,ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik… Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenai mereka.
​​​​​​​​Matius. 7:17-18, 20

​Ia juga berkata, “orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat” (Mat. 12:35). Dengan kata lain, cara untuk menentukan apakah sesuatu atau seseorang itu baik atau jahat dapat lihat dari hasilnya. Orang dapat menyamar dan berpura-pura baik dalam jangka waktu tertentu, tetapi pada akhirnya mereka akan memperlihatkan sifat aslinya.

​Roh Kudus adalah “kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49; Kis. 1:8) yang dapat membebaskan orang dari Hukum dosa (Rm. 8:2; II Kor. 3:7) dan memperbarui dirinya (Tit. 3:5; II Kor. 5:17; II Tes. 2:13). Hasilnya, orang percaya akan dapat menghasilkan buah Roh Kudus: “tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” (Gal. 5:22-23)

14.3 Bukti-bukti menerima Roh jahat

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
​​​​​​​​I Yohanes. 4:1

​Kita tidak dapat menganggap bahawa semua roh berasal dari Allah, atau orang percaya tidak mungkin menerima roh jahat. Pada kenyataannya, apabila terdapat kekurangan pengetahuan dan kemampuan untuk membedakan, Iblis mempunyai kesempatan untuk membingungkan orang, terutama apabila iman mereka belum matang. Kita harus melihat bukti-bukti dari Alkitab dan juga belajar dari pengalaman-pengalaman jemaat gereja Yesus Benar untuk membedakan antara pekerjaan Roh Kudus dengan pekerjaan roh jahat.

14.3.1 Tidak mengakui bahawa Yesus telah datang sebagai manusia

Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahawa Yesus Kristus telah datang sebagai mansuia, berasal dari Allah, dari setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahawa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
​​​​​​​​I Yohanes, 4:2-3

​Saat Penatua Yohanes menulis surat I Yohanes, ajaran Gnostik semakin menjadi suatu ajaran yang lazim. Ajaran Gnostik percaya bahawa semua benda fisik secara alami bersifat jahat, dan hanya Allah saja yang baik. Mereka berteori, kerana Allah itu baik, Ia tidak dapat, dan tidak akan datang ke dalam dunia fisik. Ini bererti mereka tidak percaya bahawa “Firman itu telah menjadi manusia” (Yoh. 1:14), dan berpendapat Anak Allah tidak mungkin mati di kayu salib. Pengajaran seperti ini berlawanan dengan injil keselamatan dan merupakan bukti pekerjaan roh jahat.

​Hari ini, terdapat ajaran serupa yang disebut “teologi baru”, yang menyebar dengan pesat di dunia barat. Sebenarnya ajaran ini tidak benar-benar baru, dan merupakan kebangkitan ajaran-ajaran sesat di masa lalu. Contohnya, beberapa orang Kristian pada masa ini menentang sifat ilahi Yesus, keasliaan mujizat-mujizatNya, kebangkitanNya, kenaikanNya, dan kedatanganNya kedua kali kelak. Kita harus berhati-hati dengan ajaran-ajaran seperti ini.

14.3.2 Berbicara tentang hal-hal duniawi

Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
​​​​​​​​I Yohanes. 4:5

​Yesus memberitahukan bahawa Rohlah yang memberikan hidup, daging tidak memberikan keuntungan. Ia juga berkata bahawa perkataanNya, “adalah roh dan hidup” (Yoh. 6:63). Kerana itu, pekerjaan Roh Kudus adalah untuk memberitahukan injil yang bersifat rohani, dan didasarkan pada hikmat Allah, dan bukan hikmat manusia (I Kor. 2:1-7). Sebaliknya, Iblis yang merupakan raja atas dunia ini, bekerja keras untuk mencegah orang-orang menerima terang injil untuk menyebarkan pesan yang didasarkan pada hikmat-hikmat dunia, yng menarik hati orang-orang dunia (II Tim. 4:3-4). Ajaran seperti itu tidak mempunyai kuasa untuk memberikan hidup kepada pendengarnya. Sayangnya, kita melihat banyak gereja sekarang ini telah jatuh ke dalam perangkap dan menyebarkan ajaran ini.

14.3.3 Tidak mendengarkan gereja benar

Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, Ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami, itulah tandanya Roh Kebenaran dan roh yang menyesatkan.
​​​​​​​​​I Yohanes. 4:6

​Penatua Yohanes menunjukkan cara yang jelas untuk mengetahui apakah seseorang adalah milik Allah- dengan melihat apakah ia mendengarkan gereja benar (I Yoh. 2:18-19). Yesus juga menunjukkan bahawa domba yang sungguh adalah milikNya akan mendengarkan suaraNya dan akan masuk ke dalam satu kawanan (Yoh. 10:16). Ini juga sesuai dengan pengajaran Paulus: “Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi ” (I Kor. 14:32)

​Di masa para rasul, hanya ada satu gereja, iaitu gereja benar, yang menyatakan bahawa ia adalah milik Allah melalui beberapa bukti terutama: penyertaan Roh Kudus (Rm. 8:9), berdasarkan kebenaran (Ef. 2:20-22), dan kesaksian dari tanda dan mujizat (Mrk. 16:20; Ibr. 2:4). Gereja Benar hari ini mempunyai ciri-ciri yang sama. Yang terutama, seperti gereja para rasul, gereja benar hari ini bersifat tunggal. Alkitab menjelaskan bahawa hanya ada satu tubuh Kristus, dan satu Roh Kudus (Ef. 4:4). Kristus tidak mungkin terbagi-bagi, gereja benar mengajarkan hanya kebenaran semata (II Kor. 1:18-19); Tidak masuk akal apabila satu Roh menghasilkan berbagai kepercayaan yang bertolak belakang (Ef. 4:5)

14.3.4 Berbisik-bisik dan berkomat-kamit

Dan apabila orang berkata kepada kamu: “Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit,” maka jawablah: “Bukankah suatu bangsa patut meminta kepada allahnya? Atau haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang-orang mati bagi orang-orang hidup?”
​​​​​​​​Yesaya. 8:19

​Di sini, Nabi Yesaya berbicara mengenai para pemanggil arwah dan para peramal yang melakukan praktik jahat mereka pada masa Perjanjian Lama. Berbisik-bisik dan berkomat-kamit adalah tanda-tanda roh jahat yang merasuki mereka. Tanda-tanda ini nampak pada orang-orang yang kerasukan setan yang dibawa ke Gereja Yesus Benar untuk diberikan pertolongan. Saat hamba Tuhan mengusir roh jahat di dalam nama Yesus Kristus, suara-suara ini hilang.

14.3.5 Berteriak, kejang-kejang, mulut berbusa, dan jatuh

Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggocang-gongcangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mahu meninggalkannya.
​​​​​​​​​Lukas. 9:39

​Ayat ini memberikan gambaran jelas mengenai orang yang dirasuki roh jahat: mereka dapat berteriak-teriak, kejang, mulut mengeluarkan busa, dan jatuh. Yang mencemaskan, tanda-tanda ini disaksikan di beberapa gereja kharismatik, dan orang-orng yang memperlihatkan tanda-tanda ini dikira sedang digerakkan oleh Roh Kudus.

14.3.6 Kehilangan kesedaran

​Kehilangan kesedaran biasa terjadi pada orang yang kerasukan setan. Dalam keadaan itu, ia dapat dipaksa oleh roh jahat itu untuk melakukan hal-hal yang tidak ia sedari. Kita melihat contoh ini dalam catatan orang Gerasa yang dirasuki setan (Mrk. 5:1-15). Alkitab mencatat bahawa ia: meninggalkan rumah dan tinggal di tengah kuburan (ayat 2-3); tidak dapat tenang, berteriak-teriak siang dan malam (ayat 5); menyayat-nyayat dirinya dengan batu (ayat 5); menunjukkan kekuatan yang ajaib (ayat 3); tidak mengenal tata karma kesopanan, berjalan-jalan dengan telanjang (ayat 15)

​Sekali lagi, beberapa tanda ini dapat dilihat di dalam sebagian gereja-gereja kharismatik, dan mengira bahawa jemaatnya telah menerima Roh Kudus. Mereka tidak menyedari bahawa yang seharusnya mereka lakukan adalah mengusir roh jahat di dalam nama Yesus.

14.3.7 Tinggi hati

​Melalui para nabi, Allah menyayangkan pemberontakan Iblis:

Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar.
​​​​​​​​​Yesaya. 14:12

Gambar dari kesempurnaan engkau, hikmat dan maha indah. Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahanna diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
​​​​​​​​​Yehezkiel. 28:12-14

​Tinggi hati adalah salah satu sifat Iblis. Jadi tidak mengherankan apabila seseorang menerima Roh jahat memperlihatkan sifat ini. Sifat ini dapat terlihat dalam beberapa cara: keinginan mendapatkan kedudukan, pujian, pujaan dan sanjungan berlebihan dari orang lain; tidak mahu tunduk pada kebenaran, atau nasihat; mengaku-aku telah menerima wahyu pribadi dari Allah untuk mengadakan perubahan drastic di gereja; menegur dan menghakimi sesama saudara seiman dan bahkan mengaku dirinya sebagai Kristus, atau seorang nabi, atau rasul.

14.3.8 Tanda-tanda lain

​Tanda-tanda lain pekerjaan roh jahat di dalam diri seseorang adalah: perasaan-perasaan sudah dan terganggu (I Sam. 16:14-15, 23); berkata-kata tidak karuan dan tidak masuk akal, atau melukai orang lain (I Sam. 18:10-11); menyulut pertikaian, iri hati dan ketidaktenteraman (Why. 16:14; Yak. 3:14-16); ketidak-kudusan dan amoralitas (Why. 18:2-3; II Ptr. 2:2, 18); menentang kebenaran (II Tim. 4:1; Why. 2:24; II Ptr. 2:1); bersuara-suara aneh; tanda-tanda gangguan fisik, seperti muntah-muntah pucat, atau merasa kedinginan.

14.3.9 Menghadapi pekerjaan roh jahat

​Apabila tanda-tanda ini muncul, tindakan yang perlu dilakukan adalah menghentikan doa orang yang bersangkutan, dan apabila perlu, mengusir roh jahat di dalam nama Yesus (Mrk. 1:25-26; 9:25-26)

​Namun Alkitab menunjukkan bahawa pekerjaan setan kadang-kadang sulit diketahui. Dikatakan, “Iblispun menyamar sebagai malaikat terang” (II Kor. 11:14; ref. Kis. 16:10-18). Kadang kala pekerjaannya dapat sangat tersamar dan penuh tipu muslihat, sehingga kita hanya dapat mengenalinya apabila kita mempunyai karunia untuk membedakan roh dan pengalaman dalam hal dunia roh.

14.4 Pengalaman orang-orang yang menerima roh jahat

​Dalam bukunya, “Rahasia menerima Roh Kudus”, Morihiko Yamada mengkhususkan satu bagian untuk menceritakan kesaksian orang-orang yang dikatakan menerima Roh Kudus. Namun apabila kita meneliti tanda-tanda yang dilaporkan dengan seksama, kita mengetahui bahawa orang-orang ini sebenarnya dipengaruhi roh jahat. Namun kerana ketidakmampuan mereka untuk membedakan roh jahat, apa yang mereka alami secara keliru dianggap sebagai bukti baptisan Roh Kudus.

​Dengan melihat beberapa kutipan dari buku itu, kita menemukan tanda-tanda dengan jelas menunjukkan pekerjaan roh jahat.

14.4.1 Kehilangan kesedaran akan keadaan sekitar

Kutipan 1

​Pada saat kebaktian malam, saya sedang duduk dan berdoa bersama-sama dengan saudara-saudari seiman. Pemimpin kebaktian berkata, “Apa pun yang kita minta dari Tuhan, akan dikabulkan dan kita haus menerimanya dengan penuh syukur”. Saya menyakini kata-katanya dan saya berucap, “Haleluya” denga pelan-pela dan berulang kali. Tidak lama setelah itu, saya jatuh dengan muka di bawah ke atas kasur… menurut orang lain, saya jatuh, mengangkat kedua tangan saya, dan berulang kali memegang dan melepas tangan saya. Lalu tiba-tiba ada suara keras dan tangan saya mulai bertepuk tangan sambil memuji Tuhan dalam bahasa roh.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 263)

​Kalimat kunci yang memperlihatkan sebuah petunjuk tentang apa yang terjadi di sini adalah “menurut orang lain”. Ini menunjukkan bahawa setelah ia jatuh, ia tidak lagi menyedari apa yang ia lakukan.

Kutipan 2

​Saya merasa sedang menari dan ingin terbang. Saat saya berdiri, kata-kata pujian keluar dengan sendirinya dari mulut saya. Yang saya tahu, tangan dan kaki saya bergerak-gerak, tetapi saya tidak benar-benar tahu apa yang saya lakukan. Setelah berdoa, seseorang bertanya kepada saya, “Apakah Anda pernah mengikuti khusus menari?” Saya jawab, “Tidak”. Mereka mengatakan bahawa saya bergerak ke sana ke mari, memegang kedua lengan baju saya, saya menyanyikan nyanyian-nyanyian roh dan menari-nari mengelilingi aula gereja.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 266)

Kutipan 3

​Di satu malam, pada tanggal 29 Maret, saya sedang berdoa bersama Bapak Yamada di Gereja Kitab Suci di Jepun. Pada saat berdoa, saya tiba-tiba dipenuhi dan dikendalikan oleh roh. Lalu saya berkata-kata dalam bahasa roh dan saya tidak benar-benar menyedari apa yang saya lakukan. Dari apa yang saya dengar dari orang-orang lain, saya berdoa dalam bahasa roh selama lebih dari satu jam.
​​​​​​​​Morihiki Yamada (hal. 317-318)

​Dari dua kutipan di atas, orang yang bersangkutan nyata-nyata tidak mengetahui apa yang mereka lakukan, bahkan tidak sedar kalau mereka sedang berbahasa roh.

14.4.2 Mulut berbusa

Kutipan 4

​Kerana mulut saya mengeluarkan busa, kedua saudara saya yang lain menggunakan seputangan untuk menyeka mulut saya.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 264)

Kutipan 5

​Setelah berdoa, seorang wanita melambaikan tangannya kepada saya dari ruang doa perempuan. Jadi saya pergi ke sana dan melihat isteri saya berbaring di ranjang; wajahnya merah dan matanya tertutup. Ia berbicara dalam bahasa roh dengan suara yang halus. Seorang wanita duduk di sampingnya untuk menyeka mulut isteri saya dengan sapu tangannya.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 285)

Kutipan 6

​Ada seorang wanita lain yang awalnya berdoa dengan sangat pelan, tetapi pada jam tujuh, bibirnya seperti kehilangan kendali dan busa mulai keluar dari mulutnya. Lalu setelah setengah jam berlalu, ia berbicara dalam bahasa roh dan menerima baptisan Roh Kudus
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 311-312)

​Dalam tiga kasus ini, kita melihat orang-orang ini mengeluarkan busa dari mulut mereka- tanda bahawa mereka menerima Roh jahat.

14.4.3 Ketidaktertibaan

Kutipan 7

​Menuruti orang-orang lain, saya jatuh ke bawah dan sekujur tubuh saya mulai berputar-putar dalam sebuah lingkaran seperti jarum jam. Leher saya menjadi seperti pendulum, mengayun-ayun kiri kanan secara berirama. Tangan saya bergerak ke atas dank e bawah dan mulut saya mengucakan kata-kata aneh.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 285)

Kutipan 8

​Seorang wanita mengucapkan “Haleluya” berulang-ulang dengan suara pelan. Pada jam tujuh, ia jatuh ke depan… Pada saat pertama kali ia jatuh, kepalanya menunjuk ke barat dan kakinya ke kiri. Saat ia berbahasa roh, ia mulai berputar, menghadap selaan. Dengan kepalanya di tengah, tubuhnya berputar membentuk lingkaran. Pada jam Sembilan, kakinya menunjuk ke barat, setelah berputar 180 darjah.
​​​​​​​​Morihiko Yamada (hal. 309-310)

​Kedua kutipan ini merinci tindakan-tindakan yang tidak tertib, tidak patut, dan kemungkinan besar juga memalukan orang yang bersangkutan. Di kasus pertama, orang ini menunjukkan ketidaksedaran atas apa yang terjadi.

14.4.4 Perasaan tersiksa

Kutipan 9

​Pada saat itu [saat berdoa dalam bahasa roh], saya merasa sakit di dada saya, dan rasanya tak tertahankan. Setelah berdoa, rasa sakit itu perlahan-lahan mereda, dan pada saat itu saya merasa seakan-akan saya baru bangun dari sebuah mimpi.
​​​​​​​​Morihiko Yamadi (hal. 318)

​Ini adalah gambaran seseorang yang mengalami sakit dan tersiksa. Pada kasus lain, orang-orang dilaporkan mengeluhkan kesulitan dalam bernafas, atau gangguan-gangguan umum.

14.4.5 Jatuh

​Morihiko Yamadi seringkali menjelaskan orang terjatuh pada saat ia disebutkan menerima Roh Kudus. Dari catatan-catatan di Alkitab, kita melihat bahawa ini jelas-jelas merupakan kerasukan setan (contoh, Luk. 9:42). Sayangnya, si penulis tidak mengenali pekerjaan Iblis kerana ia tidak mempunyai karunia untuk membedakan roh, dan kekurangan pengalaman dalam dunia roh. Ia merasa yakin, tidak mungkin orang yang memohon Roh Kudus, tetapi malah menerima roh jahat. Maka pada halaman 98 di bukunya, ia merujuk Lukas. 11:11-12; “Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan daripadanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?”

​Memang benar, Allah tidak akan memberikan roh jahat kepada mereka yang memohon Roh Kudus, tetapi Iblis dapat menganggu seseorang, atau bahkan merasuki dirinya, apabila ia memberikan ruang bagi Iblis untuk bekerja. Kita perlu memahami bahawa Yesus menceritakan perumpamaan dalam Lukas fasal 11 untuk menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada kita dan senang mendengarkan doa-doa kita, dan mengajarkan kita tentang perlunya iman saat memohon Roh Kudus (Luk. 11:9-10; Mat. 21:22)

​Penting untuk diketahui, bukan Allah yang memberikan roh jahat, atau membiarkan roh jahat mengganggu mereka- itu semata-mata pekerjaan Iblis. Namun Iblis dapat bekerja apabila ia memperoleh kesempatan untuk melakukannya.

14.5 Bagaimana menghindari gangguan roh jahat

​Iblis itu seperti seekor singa yang mengaum-aum, berkeliling dan mencari orang yang dapat ditelannya (I Ptr. 5:8), dan ia tidak menginginkan seorang pun diselamatkan. Bila diberikan kesempatan, ia akan mengacau atau menggangu mereka yang memohon Roh Kudus. Untungnya, Alkitab menunjukkan beberapa pencegahan agar ini tidak terjadi.

14.5.1 Menunggu dan berdoa memohon Roh Kudus di Gereja

​Saat kita membaca Kisah Para Rasul, penting untuk kita perhatikan, bahawa Yesus menyuruh murid-muridNya untuk menantikan Roh Kudus di tempat yang telah ditentukan:

Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.
​​​​​​​​​Lukas. 24:49

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa yang- demikian kataNya- “telah kamu dengar daripadaKu. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”
​​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 1:4-5

​Tempat yang ditentukan itu adalah Yerusalem, kota kudus milik Allah. Ini menggenapi nubuatan Zakharia, yang menunjukkan bahawa orang-orang di dunia harus pergi ke sana untuk menyembah Allah, dan mereka tidak menemukan hujan apabila pergi ke tempat lain (Zak. 14:17). Yerusalem menunjukkan gereja benar (Ibr. 12:22-23), tubuh Kristus, tempat tinggal Roh Allah: “Dan segala sesuatu telah diletakkanNya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikanNya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuhNya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu” (Ef. 1:22-23)

​Hanya ada satu gereja benar (Ef. 4:4) yang mempunyai injil yang sempurna dan sepenuhnya sebagai ciri utamanya, yang didasarkan sepenuhnya pada pengajaran para rasul, nabi-nabi, dan Yesus Kristus (Ef. 2:19-22). Untuk menerima Roh Kudus, seseorang harus menerima, mengakui dan taat pada injil keselamatan yang diberitakan gereja benar. Dan ia juga harus memohon Roh Kudus di sana.

​Apabila kita membaca Kisah Para Rasul, kita melihat sebuah pola yang sangat berbeda pada catatan mengenai orang-orang yang dibaptis dengan Roh Kudus: setelah didirikannya gereja benar pada hari Pentakosta, mereka yang menerima Roh Kudus, mendapatkannya setelah menemukan gereja benar dengan melalui para rasul. Kita melihat ini pada khusus orang-orang Samaria (Kis. 8:14-17), Saulus (Kis. 9:17). Kornelius dan keluarganya (Kis. 10:44) dan murid-murid di Efesus (Kis. 19:4). Kita tidak melihat ada orang-orang percaya yang menerima Roh Kudus di luar gereja benar. Di tiap khusus, Roh Kudus bekerja untuk memastikan injil yang dikabarkan para rasul, atau memastikan keabsahan baptisan air yang mereka lakukan di dalam nama Yesus.

​Mengapa menerima Injil yang diberitakan gereja benar dan berdoa memohon Roh Kudus di sana adalah perkara yang sangat penting? Pertama, Roh Kudus adalah “Roh kebenaran” (Yoh. 14:17). Ia hanya dapat ditemukan di gereja yang mengabarkan injil keselamatan yang sempurna dan sepenuhnya (ref. Mrk. 16:15-17). Ini dikeranakan Allah memberikan Roh Kudus kepada mereka yang percaya dan taat kepadaNya (Kis. 5:32)- seperti yang ditunjukkan dalam penerimaan mereka atas injil (Ef. 1:13). Allah tidak akan memberikan karunia ini kepada seseorang yang percaya pada ajaran-ajaran yang berbeda dengan ajaran-ajaran Alkitab.

​Lebih lagi, saat seseorang percaya dan menerima injil palsu, Iblis menpunyai kesempatan untuk menawannya dengan pengalaman-pengalaman roh yang aneh, yang serupa dengan pekerjaan Roh Kudus, tetapi sebenarnya adalah pekerjaan “roh yang menyesatkan” (I Yoh. 4:6). Iblis dapat menyamarkan sebagai malaikat terang untuk membingungkan dan menipu orang (II Kor. 11:14). Kesaksian-kesaksian pada bagian 14.4 dalam bab ini menyediakan bukti-bukti mengenai hal ini.

14.5.2 Menghindari dosa

​Paulus juga memberikan nasihat agar kita “janganlah beri kesempatan kepada Iblis” (Ef. 4:27). Apabila kita memberinya kesempatan, Iblis akan mempunyai kesempatan untuk bekerja. Ini dapat disamakan seperti lupa mengunci pintu dan memberikan jalan masuk bagi seorang pencuri yang mencari kesempatan. Kita melihat contoh-contoh kejadian ini pada orang-orang di Alkitab. Di antaranya Saul, yang melawan kehendak Allah dan iri hati kepada Daud, sehingga Roh Allah meninggalkannya dan roh jahat masuk ke dalam hatinya (I Sam. 15:23; 16:14; 18:6-10). Kita juga melihat contoh dari Yudas, yang awalnya mencuri wang, tetapi kemudian mengkhianati Tuhan kerana Iblis telah masuk ke dalam hatinya (Yoh. 12:6; 13:27). Lalu kita mempelajaro contoh dari Ananias dan isterinya, yang dengan tidak jujur menyimpan sebagian wang yang mereka telah janjikan kepada gereja, sehingga Iblis mengambil alih hati mereka untuk berbohong kepada Allah (Kis. 5:1-10)

14.6 Kesimpulan

​Sebagai kesimpulan, menunggu dan memohon Roh Kudus di gereja benar adalah hal yang penting, sehingga kita dapat memastikan Roh Kudus untuk terus menuruti injil dan menghindari dosa. Apabila kita melakukan ini semua dan berdoa dengan iman, kita dapat memegang keyakinan bahawa Yesus akan memberikan yang terbaik, yaitu Roh KudusNya (Luk. 11:11-13)

Pertanyaan ulasan

1. Jelaskan tanda-tanda baptisan Roh Kudus.
2. Jelaskan tanda-tanda pekerjaan roh jahat.
3. Jelaskan bagaimana cara menghindari gangguan atau dirasuk roh jahat.

_______________________________________________________________________________

1. Yamada. Morihiko, [The Secret of Receivinh the Holy Spirti] (Japan)
2. Vine. W., Unger, Merrill F. and White F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver; Thomas Nelson Publishers, 1985) G5603​
3. Ibid. G4152

​​

Bab 13 Dipenuhi Roh Kudus

13.1 Pendahuluan

​Di dalam Kitab Efesus, Paulus menerangkan penggolongan antara dua agen yang dapat mengubah hidup seseorang. Ia mengajarkan: “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, kerana anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” (Ef. 5:18). Minuman keras terkenal kerana ia dapat membelenggu orang dengan keindahan dan rasanya. Namun anggur mempunyai sengat di ekornya, menyebabkan mabuk, penyesalan, mendorong orang bersikap tidak senonoh, mudah bertengkar dan ketagihan. Sebaliknya, dipenuhi oleh Roh Kudus memberikan sukacita, fikiran yang jernih, pengendalian diri, berkat rohani dan kemampuan untuk hidup kudus.

​Lukas fasal 1 memberitahukan bahawa Yohanes Pembaptis (Mat. 11:13) dan ayahnya, Zakharia (Luk. 1:8), keduanya dipenuhi oleh Roh Kudus (Luk. 1:15, 67). Namun pengalaman mereka tidak sama seperti orang-orang percaya di hari Pentakosta; apa yang dialami ayah dan anak ini dapat disamakan dengan orang-orang kudus dalam Perjanjian Lama, yang dipenuhi Roh Kudus selama beberapa waktu untuk tujuan-tujuan tertentu.

​Yohanes Pembaptis dipenuhi Roh Kudus sehingga ia mempunyai roh dan kuasa seperti Elia, untuk mendorong orang-orang Yahudi kembali kepada Allah (Luk. 1:16-17). Zakharia dipenuhi Roh Kudus untuk bernubaut dan memuji karunia keselamatan Allah, dan bersaksi bahawa seorang Juruselamat telah dilahirkan dari keturunan Daud (Luk. 1:67-69). Pada hari Pentakosta dan seterusnya, barulah orang-orang percaya mengalami kepenuhan Roh Kudus sebagai keadaan yang permanen dan terus menerus (Yoh. 14:16-18)

​Terdapat setidaknya dua kekeliruan mengenai kepenuhan Roh Kudus. Yang pertama mengira bahawa kepenuhan Roh Kudus ditandai dengan seberapa keras seseorang berdoa, atau apakah doanya disertai dengan gerakan tubuh yang kelihatan. Kekeliruan lain adalah kepenuhan Roh Kudus ditandai semata-mata dengan perwujudan perbuatan-perbuatan kudus, bukan berbahasa roh. Kekeliruan pertama seringkali dipegang oleh orang-orang Kristian yang telah menerima Roh Kudus, tetapi tidak mengerti sepenuhnya apakah maksudnya dipenuhi Roh Kudus dan masih perlu mendapatkan kesedaran rohani yang lebih tinggi. Kekeliruan kedua seringkali dipegang oleh orang-orang Kristian yang tidak mengerti kebenaran Alkitab, tentang apakah baptisan Roh Kudus.

​Alkitab dengan jelas menunjukkan bahawa buah Roh hanya dapat dihasilkan oleh mereka yang menerima Roh Kudus. Alkitab juga menjelaskan bahawa mereka yang mempunyai Roh Kudus, mempunyai bukti yang nyata: mereka berbahasa roh. Kerana itu seseorang biasa saja melakukan segala perbuatan baik , seperti Kornelius sebelum ia menerima baptisan Roh Kudus (Kis. 10:2), tetapi perbuatan-perbuatan ini tidak dapat dilihat sebagai buah Roh.

​Ini menghasilkan sejumlah pertanyaan: jadi, apakah ertinya kepenuhan Roh Kudus? Apakah pengaruhnya kepada orang percaya? Dan bagaimana kita dapat dipenuhi oleh Roh Kudus? Bab ini akan menyediakan beberapa jawaban dari Alkitab.

13.2 Definisi dipenuhi Roh Kudus
13.2.1 Referensi kepenuhan Roh dalam Alkitab

​Alkitab menjelaskan kepenuhan Roh Kudus dalam dua konteks: catatan-catatan mengenai Roh Kudus memenuhi orang percaya pada saat yang penting atau kritis; dan kepenuhan Roh Kudus sebagai proses yang berkelanjutan di dalam kehidupan yang sungguh-sungguh seturut dengan bimbingan Roh.

​Mengenai kepenuhan Roh Kudus pada saat yang penting atau kritis, kita melihat orang-orang percaya, yang dipenuhi Roh Kudus begitu mereka menerima baptisan Roh Kudus (contoh, Kis. 2:4); mendapatkan keberanian kerana kepenuhan Roh untuk bersaksi bagi Yesus (contoh, Kis. 4:8-13, 31); mendapatkan kuasa kepenuhan Roh pada kesempatan-kesempatan tertentu (contoh, Kis. 13:9-11)

​Alkitab mencatat dua kejadian ketika Roh Kudus memenuhi orang-orang percaya pada saat mereka menerima Roh Kudus. Pertama adalah pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta: “Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya” (Kis. 2:4). Kejadian lain berhubungan dengan Paulus, yang dipenuhi Roh Kudus ketika Ananias menumpangkan tangannya kepadanya (Kis. 9:17-18)

​Namun pola yang terlihat di dalam Alkitab adalah kepenuhan Roh Kudus biasanya terjadi setelah pertama-tama menerima baptisan Roh. Alkitab membicarakan kepenuhan Roh Kudus sebagai besar sebagai proses yang terus menerus, ketika Roh menolong orang-orang percaya untuk hidup yang mewujudkan ketaatan mereka kepada Dia. Alkitab mengajarkan kita bahawa Roh menolong orang percaya untuk:
• Mengalahkan keinginan-keinginan daging (Gal. 5:16-21; Ef. 4:30-32)
• Hidup kudus dan menghasilkan buah Roh (Gal. 5:22-25)
• Mendapatkan hikmat dan iman untuk melakukan pekerjaan Allah (Kis. 6:3; 6:5; 11:24)
• Mendapatkan sukacita dan damai sejahtera, bahkan di tengah penganiayaan (Kis. 7:55-56; 13:52)

13.2.2 Kepenuhan Roh Kudus sebagai proses yang berkelanjutan

​Alkitab mengajarkan bahawa kepenuhan Roh Kudus adalah sebuah proses yang terjadi seumur hidup. Ini terjadi ketika hidup kita sepenuhnya dituntun oleh Roh Kudus, sehingga kita terus “hidup [lah] oleh Roh” (Gal. 5:16) dan dipimpin oleh Roh (Rm. 8:1-14). Ia menjadi sumber kekuatn rohani kita, dan menanggalkan perbuatan-perbuatan daging:

Perbuatan daging telag nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, pemyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu- seperti yang telah kubuat dahulu- bahawa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah.
​​​​​​​​​Galatia. 5:19-21

​Menerima Roh Kudus telah menjamin bahawa kita akan dipenuhi oleh Roh Kudus. Kita melihat ini dari keadaan di Gereja Korintus. Paulus menyebut mereka sebagai “bait Allah” dan “bait Roh Kudus” (I Kor. 5:16; 6:19) kerana mereka telah menerima Roh Kudus dan menjadi anggota tubuh Kristus (I Kor. 12:13). Namun mereka tidak dipimpin oleh Roh. Sebaliknya, mereka memperlihatkan perbuatan-perbuatan daging, seperti iri hati dan perselisihan. Kerana itu Paulus menegur mereka:

Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makahan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarangpun kamu belum dapat menerimanya. Kerana kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hari dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan; bahawa kamu manusia duniawi dan bahawa kamu hidup secara manusiawi?
​​​​​​​​​I Korintus. 3:1-3

​Seperti yang kita lihat dari contoh ini, baptisan Roh Kudus barulah langkah awal. Selanjutnya, kita semua perlu mengejar terus kepenuhan Roh Kudus. Dengan begitu, kita memberikan jalan bagi Roh untuk bekerja di dalam diri kita untuk memperbarui kita (Tit. 3:5), untuk menguduskan kita (II Tes. 2:13), dan menolong kita hidup kudus- kehidupan yang menghasilkan buah Roh Kudus:

Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.
​​​​​​​​​Galatia. 5:22-25

​Yesus memberikan sebuah gambaran yang indah untuk menjelaskan apa yang dapat terjadi apabila Roh Kudus memenuhi diri kita. “Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, Ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh. 4:14). Yesus juga berkata, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yoh. 7:37-38). Di sini, Yesus membicarakan sebuah kepenuhan yang jelas-jelas bukanlah pengalaman yang hanya sesekali, dan mempunyai kuasa untuk mengubah hidup kita- seperti curahan mata air dalam diri kita, dan aliran sungai air hidup yang tak pernah berhenti mengalir. Apabila kita dipenuhi dengan Roh Kudus, kita tidak akan haus lagi.

13.2.3 Mempersembahkan diri kita sebagai persembahan yang sempurna

​Menurut Taurat Perjanjian Lama, seseorang yang mempersembahkan korban bakaran kepada Allah harus mempersembahkan korban sepenuhnya: mengatur potongan –potongan daging, lemak, isi perut dan betis binatang korban, dan membakarnya di atas mezbah sebagai korban api-apian (Im. 1:6-9). Persembahan korban ini menyenangkan hati Allah kerana persembahan ini menghasilkan aroma yang mania. Korban bakaran di dalam Perjanjian Lama menggambarkan pengorbanan Yesus di kayu salib dalam Perjanjian Baru (Yoh. 1:29). Yesus adalah persembahan dan korban yang harum bagi Allah (Ef. 5:2; I Kor. 5:7) kerana Ia sepenuhnya menyerahkan diriNya kepada kehendak Allah saat Ia mengorbankan hidupNya demi kita (Mat. 26:39; Ibr. 10:5-7)

​Dengan pertolongan Roh Kudus, kita juga dapat mempersembahkan diri kita sebagai korban yang hidup untuk Allah (Rm. 12:1). Paulus berkata, “Atau tidak tahukah kamu, bahawa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahawa kamu bukan milik kamu sendiri?” (I Kor. 6:19). Hidup Paulus merupakan contoh dari prinsip ini, dan ia dapat menyatakan:

Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kehidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diriNya untuk aku.
​​​​​​​​​Galatia. 2:20

Tetapi aku sekali-kali tidak mahu bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.
​​​​​​​​​Galatia. 6:14

​Ini adalah perkataan dari orang yang tidak lagi tinggal dalam perkara-perkara duniawi, dan hidupnya bukan lagi miliknya sendiri; tetapi tersembunyi dalam Kristus dan hidup dalam kesamaan denganNya (I Kor. 11:1)

13.2.4 Mendahulukan Allah

​Sebagai orang Kristian, kita perlu mendahulukan Allah dan melakukan apa yang menyenangkan hatiNya (II Kor. 12:14; 19:3). Tuhan Yesus berkata, “Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat. 6:33). Apakah kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah tempat Allah memerintah, tempat perintahNya dilakukan, dan tempat kebenaranNya diwujudkan. Di satu sisi, kerajaan ini menunjukkan kerajaan syurga di masa yang akan datang. Di sisi lain, kerajaan Allah sudah ada di sini- di dalam hati orang percaya (Luk. 17:21). Kita mendirikan kerajaan Allah saat kita memusatkan perhatian pada Allah dan mendahulukan kehendakNya di atas kebutuhan-kebutuhan duniawi kita (Mat. 6:10-11; I Yoh. 5:14; Luk. 22:42), dan saat kita mempersilakanNya memimpin kita (Yak. 4:15; I Kor. 4:19; 16:7; ref Kis. 20:22-24; ref. 21:10-14) dan memerintah atas diri kita.

​Allah adalah Roh dan kita harus berusaha untuk dipenuhi dengan Roh KudusNya (Ef. 5:18). Dengan begitu, kita dapat hidup di dalam Roh dan dipimpin olehNya (Gal. 5:16, 25). Inilah maksudnya mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan fikiran kita (Mat. 22:37) dan bagaimana kita dapat mempersembahkan diri kita sebagai korban yang hidup (Rm. 12:1-2; 6:13)

Kesalahfahaman

Dan sesedah berkata demikian, Ia memngembusi mereka dan berkata: ”Terimalah Roh Kudus”
​​​​​​​​​Yohanes. 20:22

​Penulis berkebangsaan Jepun bernama Kurosaki Koukichi memberikan komentar tentang ayat ini:

Setelah kenaikanNya ke Syurga, Tuhan Yesus menghujani murid-muridNya dengan Roh Kudus pada hari Pentakosta, sehingga mereka dapat memenuhi tugas yang dipercayakan kepada mereka. Tetapi sebelum kenaikanNya, Ia sudah memberikan mereka sebagian dari Roh itu sehingga mereka dapat menerima tugas itu.
​​​​​​​​Kurosaki Koukichi

​ Dengan kata lain, Kurosaki yakin bahawa murid-murid telah dibaptis dengan Roh Kudus pada saat Yesus mengembusi mereka- Yesus memberikan mereka sebagian Roh, yang kemudian diikuti dengan kepenuhan yang lebih besar pada hari Pentakosta.

Apa kata Alkitab?

​Pertama, ketika Yesus mengembusi murid-murid dan berkata, “Terimalah Roh Kudus” (Yoh. 20:22), Ia tidak sedang membagikan Roh Kudus pada saat itu, kerana waktunya belum genap. Yesus memberikan apa yang akan datang kepada mereka. Itulah sebabnya Ia menyurat mereka menunggu di Yerusalem untuk “tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang- demikian kataNya-” telah kamu dengar daripadaKu” (Kis. 1:4). Penting kita simak, Yesus berkata kepada mereka, bahawa “tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” (Kis. 1:5). Jadi, Roh Kudus tidak datang, dan tidak akan datang, sebelum Yesus dimuliakan dan naik ke Syurga: ”Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yoh. 16:7)

​Kedua, Alkitab mengajarkan kita, bahawa hanya ada satu Roh Kudus (I Kor. 12:4; Ef. 4:4) yang adalah Allah benar yang Esa. Saat kita dibaptis dengan Roh Kudus, Ia datang ke dalam hati kita untuk menyertai kita selamanya (Yoh. 14:16-17, 23). Kita tidak dapat menggunakan nalar duniawi untuk menghasilkan penjelasan mengenai pencurahan sebagian. Sebaliknya, kepenuhan Roh Kudus menunjukkan keadaan hati kita yang dipimpin olehNya.

​Roh Kudus adalah Roh Allah- sumber kekuatan, yang disebutkan Tuhan Yesus sebagai “kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49; ref. Kis. 1:8). Nabi Yesaya berkata bahawa mereka yang menerima Roh Kudus “mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah” (Yeh. 40:31). Kerana itu kepenuhan Roh Kudus juga merupakan sebuah kehidupan yang menunjukkan kuasa Allah (Luk. 4:1, 14)

​Lebih lanjut, Tuhan Yesus berkata, “AKu datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10:10). Ini menunjukkan bahawa seseorang tidak selalu hidup dalam kehidupan yang berlimpah. Bagitu juga, walaupun seseorang mempunyai Roh Kudus, ia belum tentu dipimpin oleh Roh. Kehidupan rohani kita dimulai dengan baptisan Roh Kudus (Yeh. 37:14; Rm. 8:2; Gal. 5:25), kerana Ia adalah Roh Tuhan, dan sumber kehidupan (Kis. 16:7; Yoh. 1:4). Tetapi kita masih harus mengizinkanNya terus bekerja untuk menguatkan diri kita (Ef. 3:16) dan memberikan kita kemampuan untuk menjalani kehidupan rohani yang berkelimpahan.

13.3 Buah dari kepenuhan Roh Kudus
13.3.1 Mendapat kuasa untuk melayani Allah

. Tujuan mendapatkan kuasa

Seseorang pekerja Allah perlu dipenuhi dengan Roh Kudus, untuk mendapatkan kuasa untuk menjalani pelayanan gereja. Ini dikeranakan Iblis adalah musuh yang tangguh, yang mengganggu pekerjaan kudus di segala kesempatan.

Dalam Perjanjian Lama, Allah memilih para perajin untuk membuat tabut perjanjian dan memenuhi mereka dengan RohNya untuk memberikan mereka hikmat, kecakapan dan pengetahuan (Kel. 31:1-5; 35:30-35). Dalam Perjanjian Baru, pekerja-pekerja gereja dipanggil untuk membangun bait rohani (I Ptr. 2:4-5). Begitu juga, mereka perlu dipenuhi dengan Roh Kudus, untuk dikenal baik dan mempunyai hikmat dan iman (Kis. 6:2-5)

Tuhan Yesus menyuruh murid-muridNya menunggu di Yerusalem untuk dikenakan dengan kuasa dari tempat tinggi, sebelum pergi untuk bersaksi bagi Dia (Luk. 24:49; Kis. 1:4-5; 8). Demikian terjadi di hari Pentakosta, dan hasilnya, injil diberitakan dengan cepat di seluruh Yudea, Samaria, dan kota-kota lain (Kis. 1:8; 4:33; 8:1-5, 14; 26:20).

. Nampak pemberian kuasa

Kita dapat melihat pengaruh kepenuhan Roh Kudus pada pekerja-pekerja Allah dalam Kisah Para Rasul:

• Sebelum hari Pentakosta, Petrus mengatakan bahawa ia bersedia menderita dengan Yesus, tetapi kemudian menyangkalNya tiga kali (Luk. 22:33, 54-62). Setelah hari Pentakosta, ia mendapatkan kuasa dari Roh Kudus untuk bersaksi bagi Tuhan dan tidak lagi takut dengan penganiayaan (Kis. 2:1-4, 14, 40; 4:8-20)
• Menghadapi penganiayaan, murid-murid berdoa dalam satu hati dan dipenuhi Roh Kudus untuk menyampaikan firman Allah dengan berani (Kis. 4:23-33)
• Stefanus, salah satu dari antara diaken yang diutus untuk melayani meja (Kis. 6:5) dipenuhi Roh Kudus, iman dan kuasa untuk melakukan tanda ajaib dan mujizat (Kis. 6:8). Ia bersaksi bagi Tuhan dengan hikmat dan kuasa yang besar, sehingga tidak ada yang dapat menyangkalnya (Kis. 6:10). Saat dirajam oleh kerumunan yang marah, ia dipenuhi Roh Kudus dan melihat kemuliaan Allah dan Tuhan Yesus. Bahkan saat menjelang kematiannya, ia mampu meminta kepada Tuhan untuk mengampuni orang-orang yang membunuhnya (Kis. 7:54-60)
• Filipus dipenuhi Roh Kudus untuk melakukan tanda dan mujizat di Samaria (Kis. 8:5-8). Ia menjadi pekerja yang penting yang mengabarkan khabar baik (Kis. 8:5-13, 29-40) dan mendapatkan sebutan “Filipus, pemberita Injil” (Kis. 21:8)
• Rasul Babnabas penuh dengan Roh dan iman, dan membawa banyak orang kepada Yesus (Kis. 11:24)
• Di Pafos, Paulus bertemu dengan Elimas, seorang tukang sihir, yang menghalang-halangnya dan berusaha untuk membelokkan iman gubernur. Dipenuhi Roh Kudus, Paulus menegur Elimas, sehingga menjadi buta. Kejadian ini memperlihatkan kuasa Allah dan membuat gubernur menjadi percaya (Kis. 13:6-12)
• Walaupun Paulus dan Barnabas dianiaya oleh orangorang Yahudi di Antiokhia di Pisidia, Roh Kudus memenuhi mereka dengan sukacita (Kis. 13:14, 50-52)

. Kuasa untuk menjamah hati pendengar

Seorang pendeta yang mempunyai pengetahuan dan kemampuan dapat menyampaikan khotbah yang indah. Tetapi tanpa kepenuhan Roh Kudus, khotbahnya tidak mempunyai hidup, atau pun kuasa untuk menyabarkan pendengar agar bertobat dari dosa-dosa mereka dan mengikuti Tuhan Yesus.

Kita melihat kebenaran ini digambarkan dalam pelayanan Rasul Petrus, yang disebutkan sebagai “orang biasa yang tidak terpelajar” (Kis. 4:13). Ia dipenuhi Roh Kudus pada hari Pentakosta, sehingga ia mampu menyampaikan khotbah yang mengharukan hati orang-orang Yahudi yang mendengarnya. Mereka segera bertanya mengenai jalan menuju keselamatan, dan kemudian menerima baptisan di dalam nama Yesus (Kis. 2:37-41). Khotbah Petrus mengakibatkan hal ini, bukan kerana disampaikan dengan kecakapan khusus, tetapi kerana kuasa Roh Kudus (Kis. 2:1-4)

Tuhan Yesus juga disebut sebagai orang yang “mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar” (Yoh. 7:15), tetapi Ia dapat mengherankan orang-orang dengan khotbah-khotbahNya, seperti yang disampaikan di atas bukit (Mat. 5:7-27). Orang-orang melihatNya mengajar dengan penuh kuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat (Mat. 7:28-29). Kuasa Yesus berasal dari DiriNya yang senantiasa dipenuhi Roh Kudus dan kuasa (Luk. 4:1, 14)

Paulus adalah orang terpelajar, yang telah menerima pendidikan tinggi dalam Hukum Taurat. Namun ia membuang semua pengetahuan duniawinya untuk memberikan ruang pada Roh Kudus untuk bekerja melalui dia. Paulus menyampaikan hal ini dalam pelayanannya: “Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu… Baik perkataan mahupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang menyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan” (I Kor. 2:1, 4-6). Ia menambahkan, “Sebab kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa” (I Kor. 4:20)

. Kuasa untuk mengurus gereja

Orang yang tidak mempunyai Roh Kudus dapat mengurus permasalahan gereja menggunakan hikmat duniawi dan kemampuannya. Tetapi pekerjaannya kemungkinan besar dibentuk dari permikiran dan pendekatan duniawi. Keadaan paling menyedihkan adalah apabila gereja bergantung sepenuhnya pada cara kerja seperti ini, yaitu saat: pengetahuan duniawi mengambil alih karunia-karunia Roh Kudus; kuasa mansuia menutupi pimpinan Roh Kudus; dan manusia mengedepankan kepentingannya mendahului intisari gereja dan berakhir menjadi seperti organisasi sosial atau politik.

Gereja mula-mula dipimpin sepenuhnya oleh Roh Kudus. Setiap peran, termasuk pekerja-pekerja yang bertanggungjawab untuk mengawasi administrasi gereja, didasarkan pada kriteria rohani tertentu. Pekerja haruslah “yang tekenal baik, dan yang penuh Roh dan hikmat” (Kis. 6:3). Pada hari ini, gereja harus berhati-hati agar tidak menyimpangkan dari prinsip ini. Contohnya, kita tidak boleh: mempekerjakan pekerja kerana kelebihan sekulernya, bukan dari kelebihan rohani; menilai penyampaian khotbah berdasarkan kecakapannya, bukan kuasa Roh Kudus; memberikan kedudukan kepemimpinan kepada mereka yang kaya dan berkedudukan tinggi di masyarakat, bukan mereka yang dipenuhi Roh Kudus. Kita harus mengikuti contoh gereja para rasul sehingga kita dapat melihat kemuliaan dan kuasa Roh Kudus.

13.3.2 Kuasa untuk mengalahkan dosa

​Kepenuhan Roh Kudus menolong kita, secara individual, untuk mengalahkan dosa. Dosa adalah kuasa yang sangat kuat dan mengikat, sehingga hanya kuasa Allah yang dapat menolong kita mengalahkannya.

. Pengalaman Paulus

Di dalam kehidupan Paulus kita melihat, bahawa mengetahui bagaimana sepatutnya kita hidup saja tidak cukup. Paulus sendiri dahulu adalah seorang Farisi yang diajar oleh Gamaliel, Ahli Taurat yang terkenal. Ia adalah orang yang cakap dalam Hukum Taurat dan juga mempunyai semangat membara untuk melayani Allah (Fil. 3:5; Kis. 22:3). Namun orang-orang terpelajar ini meratap:

Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Kerana bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. Sebab aku tahu, bahawa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan berbuat apa yang baik. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?
​​​​​​​​​Roma. 7:15, 18, 24

Dengan kata lain, Paulus mempunyai pengetahuan teori mengenai apa yang Allah kehendaki kepadanya, tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk menjalaninya. Ia melihat masalah ini sebagai salah satu belenggu dosa: “Sebab kita tahu, bahawa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku” (Rm. 7:14; 19-20)

Paulus menambahkan, “Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki bebruat apa yang baikm yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku” (Rm. 7:21-23)

Syukurlah ia akhirnya menemukan cara untuk menyelesaikan pergumulan itu- ia belajar untuk taat dan mengandalkan Roh Kudus. Ia berkata, “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” (Rm. 8:1-2)

. Hidup dalam Roh untuk kehidupan rohani yang berkemenangan
Begitu kita disatukan dengan Kristus dalam baptisan air, kita dibebaskan dari kuasa dosa dan maut. Ini kerana baptisan adalah kelahiran kembali (Tit. 3:5); mengembankan dosa kita kepada Kristus, untuk mendapatkan kebenaranNya (II Kor. 5:21); membenarkan kita (Rm. 5:15; 5:9; 8:33-34). Kita dibebaskan untuk hidup dalam kehidupan yang baru dan berlimpah di dalam Roh, sehingga kita dapat mengalahkan dosa (Tit. 3:5; Yoh. 10:10; Luk. 4:14; I Yoh. 5:18). Kerana itu pengampunan melalui baptisan air menandai awal yang penting: tetapi kita harus terus hidup dalam kehidupan yang berkemenangan yang ditandai dengan kekudusan, “Sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan” (Ibr. 12:14)

Paulus mengajarkan, bahawa begitu kita ada dalam Kristus Yesus, kita tidak boleh lagi berjalan menurut daging; tetapi menurut Roh Kudus. Ini bererti dipenuhi Roh Kudus dan mengizinkanNya mengarahkan hidup kita. Paulus berkata, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesunggunnya yang baru sudah datang” (II Kor. 5:17). Apabila hidup kita dipenuhi Roh Kudus, kita kehilangan sifat kita yang lama, dan mulai menunjukkan sifat yang baru, yang ditunjukkan dalam kebenaran dan kekudusan benar (Ef. 4:24)

. Mengapa kadang-kadang kita tidak berhasil mengalahkan dosa?

Sayangnya, walaupun kita telah menerima baptisan air dan juga baptisan Roh Kudus, kita kadang-kadang masih jatuh ke dalam dosa. Salah satu alasannya, kita dapat mengalami ketersendatan iman, dan tidak dapat hidup dalam kemenangan yang dibicarakan Paulus dalam Roma. 8:1-2. Namun ia menyampaikan pemecahan masalah: “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan” (II Kor. 3:17). Dengan kata lain, kita perlu mengizinkan Roh Kudus untuk memenuhi diri kita sehingga kita dapat dibebaskan.

Alasan lain mengapa kita dapat gagal, kerana kita bergantung pada kekuatan sendiri untuk menanggung kuk kita. Saat ini terjadi, seringkali akibatnya adalah kesedihan, rasa putus asa, dan kegagalan kerana itu Tuhan Yesus berkata, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu, kerana AKu lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan” (Mat. 11:29-30)

Petani-petani di daerah Palestina dahulu menggunakan kuk yang berbentuk salib untuk membajak tanah. Kuk-kuk ini dipasangkan kepada sepasang lembu atau keledai sehingga kedua binatang itu dapat menanggung beban itu bersama-sama (ref. Ul. 11:10; II Kor. 6:14). Hari ini, Yesus menawarkan kukNya kepada kita, yang Ia tanggung bersama-sama kita. Ia menjanjikan kuk yang ringan dan mudah, dan kita akan mendapatkan ketenangan. Apakah kuk ini? Yaitu perintah-perintahNya: “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahawa kita menuruti perintah-perintahNya. Perintah-perintahNya itu tidak berat” (I Yoh. 5:3). Jadi apabila kita berjalan dengan Dia untuk memegang perintah-perintahNya, Ia akan menguatkan kita saat kita lemah (Ibr. 4:15-16)

Tidak mengherankan apabila Paulus berseru, “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayni hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa” (Rm. 7:24-25). Saat ia mengandalkan dirinya sendiri, ia tidak dapat mengalahkan dosa; tetapi saat ia percaya di dalam Tuhan Yesus, ia dibebaskan. Kerana itu, saat kita lemah, kita harus mencontoh Paulus, seperti Ia mencontoh Kristus (I Kor. 11:1), sehingga kita dapat memperoleh kemenangan.

. Bersandar pada Tuhan saat kita lemah

Paulus menceritakan tentang kelemahannya dengan cara ini:

Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justeru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Kerana itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh kerana Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.
​​​​​​​​​II Korintus. 12:9-10

​Kebanyakan orang lebih suka memegahkan kekuatan mereka. Namun Paulus lebih suka memegahkan kelemahannya, yang menurutnya tidak perlu disembunyikan. Ia mengandalkan Allah yang memberikannya kuasa untuk mengalahkan kelemahan-kelemahannya. Melalui kelemahannya, ia dapat mengalami karunia Allah.

​Kita semua punya kelemahan; tidak ada manusia yang sempurna. Yang penting adalah bagaimana kita menghadapinya. Pada orang yang rohani, kelemahannya akan menjadi alasan baginya untuk mendekat kepada Allah dan mengandalkanNya. Bagi orang yang tidak rohani, kelemahannya hanya sekadar menjadi alasan untuk terus melakukan dosa.

. Tidak mencintai dunia

Alkitab mengajarkan: “Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, kerana Tuhan, yang namaNya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu” (Kel. 34:14). “Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Kerana aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus” (II Kor. 11:2)

Allah adalah suami kita (Yes. 54:5; Yer. 3:14), dan kita adalah mempelai perempuanNya (Hos. 2:19-20). Kasih seorang suami kepada isterinya adalah kasih yang cemburu, dan tidak akan membiarkan adanya gangguan dari pihak ketiga. Namun kita dapat membangkitkan kecemburuan Allah apabila kita memalingkan hati kita kepada kejahatan, atau apabila kita bersahabat dengan dunia. Alkitab menjelaskan hal ini dalam kata-kata tertentu, sebagai perzinahan rohani (Yak. 4:4-5). Yesus mengatakan bahawa kita tidak dapat melayani dua tuan (Mat. 6:24), kerana pastilah kita mengasihi yang satu dan membenci yang lain. Kerana itu, apabila kita mengasihi dunia, kita tidak dapat mengasihi Allah juga (I Yoh. 2:15)

Ketika kita dipenuhi Roh Kudus, kita akan mengasihi Allah dengan segenap hati. Bukannya dicemarkan oleh dunia, kita akan menjadi semurni seorang perawan yang dipertunangkan dengan satu orang suami.

. Melawan Iblis

Orang-orang pilihan dalam Perjanjian Lama merupakan “segala pasukan Tuhan” (Kel. 12:41). D Kitab Yehezkiel, Allah memberikan Roh Nya kepada bangsa Isreal, untuk memberikan mereka hidup dan menjadi mereka “suatu tentera yang sangat besar” (Yeh. 37:10, 14). Di dalam Perjanjian Baru, orang-orang percaya ada tentera Kristus (II Tim. 2:3) yang telah dibaptis dengan Roh Kudus, dan mempunyai kehidupan rohani (Rm. 8:2; Gal. 5:25). Pasukan ini melawan musuh yang tidak kelihatan- “melawan roh-roh jahat di udara” (Ef. 6:12). Dengan kata lain, kita melawan Iblis dan malaikat-malaikatnya, yang mencari kesempatan di sekeliling kita untuk menelan siapa saja yang dapat mereka serang (I Ptr. 5:8). Senjata pilihan mereka adalah godaan melalui hawa nafsu kedagingan (Gal. 5:17). Satu-satunya cara untuk mengalahkan rencana jahatnya adalah dengan dipenuhi Roh Kudus, sehingga kita dapat mengalahkan keinginan daging (Gal. 5:16; Rm. 8:13)

Yohanes berkata, “sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Kita tahu, bahawa setiap otang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya” (I Yoh. 5:4, 18). Iman adalah perisai yang merupakan perlindungan dari panah-panah Iblis (Ef. 6:16). Tanpa iman, orang tidak dapat hidup dalam Roh, tetapi akan hidup menurut daging (Rm. 8:7). Akibatnya, Ia akan menjadi seorang jemaat di Gereja Sardis, yang dikatakan hidup, tetapi sebenarnya rohaninya mati (Why. 3:1-2)

Pekerjaan Iblis dapat disamakan dengan virus yang tak kelihatan, yang mempunyai kuasa yang mematikan. Tetapi tidak seperti virus yang menyerang tubuh manusia dan menghancurkan kehidupan jasmani, Iblis menyerang kesihatan rohani, dengan maksud untuk menjerumuskan orang ke dalam kutukan kekal. Kerana itu menyedari hal ini Paulus berkata, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” (I Kor. 9:27). Ia juga menasihati kita untuk “tetaplah kerjakan keselamatan [mu] dengan takut dan gentar” (Flp. 2:12) dan tidak memberikan kesempatan kepada Iblis (Ef. 4:27)

Apabila kita dipenuhi Roh Kudus, kita menjadi waspada dan peka terhadap rencana-rencana Iblis. Tanpa kepenuhan Roh Kudus, kita tidak mempunyai kepekaan ini, dan akibatnya kita dapat jatuh dalam dosa dan tidak menyedari bahawa kita perlu bertobat; atau menyedarinya pada saat sudah terlambat. Maka Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berdoa seperti ini: “dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat” (Mat. 6:13). Kita tidak dapat menghindari cobaan- Tuhan Yesus saja dicobai oleh Iblis (Ibr. 4:15). Tetapi kita tidak perlu takut menghadapinya, kerana kita dapat bersandar kepada kuasa Roh Kudus untuk mengalahkannya, seperti yang dilakukan Yesus sendiri (Luk. 4:1, 14)

Kita melihat pengaruh dipenuhi Roh Kudus di dalam kehidupan Yesus. Contohnya, saat Ia dicobai oleh Iblis sebanyak tiga kali, Yesus menggunakan firman Tuhan dengan kuasa dan wewenang untuk bertahan dan menegur. Pada cobaan yang pertama, Ia menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”. Pada cobaan kedua, Ia menjawab, “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Yang ketiga, Ia menjawab, “Ada firman Yesus menunjukkan ketaatannya kepada Allah, dan hanya kepada Allah saja. Tidak mengherankan, Iblis tidak dapat melakukan apa-apa dan pergi dariNya untuk menantikan kesempatan lain (Luk. 4:3-13). Kejadian-kejadian ini memastikan kebenaran ajaran Alkitab: Kerana itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari daripadamu!“” (Yak. 4:7)

Sebelum Ia ditangkap, Tuhan Yesus mendoakan murid-muridNya, “Aku tidak meminta, supaya engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya engkau melindungi mereka daripada yan jahat” (Yoh. 17:15). Dari kata-kata ini, kita melihat bahawa Tuhan tidak menghendaki kita meninggalkan dunia, tetapi agar kita mengetahui bagaimana berjaga-jaga terhadap pekerjaan Iblis. Kita tidak dapat menghindari cobaan, tetapi kita dapat meneladani Yesus untuk hidup dalam kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus. Alkitab berkata, “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Gal. 5:25)

13.3.3 Menghasilkan buah Roh

​Mengalahkan dosa dapat dilihat sebagai tindakan untuk bertahan dalam perjalanan rohani kita. Namun kita tidak dapat menang melawan Iblis hanya dengan bertahan saja; kita juga harus bertindak proaktif, yaitu dengan menghasilkan buah roh. Yesus menyebut orang-orang percaya sebagai “terang dunia” (Mat. 5:14), maka patutlah kita menghasilkan buah roh untuk memuliakan Allah dan menolong orang-orang lain (Mat. 5:16; I Kor. 10:33). Buah Roh Kudus adalah sifat-sifat rohani kita (ref. Mat. 12:43-45)

. Dikenal melalui buah kita

Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
​​​​​​​​​Matius. 7:16-18

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi namaMu, dan mengusir setan demi namaMu, dan mengadakan banyak mujizat demi namaMu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah daripadaKu, kamu sekalian pembuat kejahatan!
​​​​​​​​​Matius. 7:22-23

​“Khotbah di atas Bukit” mengajarkan kita banyak perkara penting yang berkaitan dengan menghasilkan buah Roh:
• Domba dan serigala mewakili karakter manusia yang berbeda. Serigala dapat mencoba menyamar dengan tingkah laku yang baik, melayani masyarakat, berbicara muluk tentang kasih Kristiani, dan menunjukkan kekudusan; tetapi waktu adalah penguji karakter yang baik- cepat atau lambat mereka akan menunjukkan sifat asli mereka (Mat. 7:15)
• Kita tidak dapat melihat apakah sebatang pohon itu baik atau buruk semata dari rupa luarnya. Begitu juga, kita tidak dapat membedakan antara jemaat benar dengan jemaat palsu dengan mudah. Cara terbaik untuk membedakannya adalah dengan melihat buah yang mereka hasilkan. Dengan begitu kita perlu waspada, kerana orang yang berkarunia rohani tidak selalu menghasilkan buah yang baik (I Kor. 1:4-7; 3:1-3; ref. I Kor. 13:1-3). Lebih lagi, penghakiman Tuhan Yesus tidak akan didasarkan pada karunia-karunia yang dimiliki seorang jemaat, tetapi dari buah yang dihasilkan.
• Roh Kudus membagikan karunia-karunia rohani kepada setiap orang seturut dengan kehendakNya (I Kor. 12:11), untuk membangun tubuh Kristus (I Kor. 12:18; Ef. 4:11-12, 16). Tetapi yang jauh lebih penting, adalah kemampuan untuk menghasilkan buah roh, kerana itulah yang dikehendaki Yesus kepada kita (Yoh. 15:16). Jadi walaupun orang berkhotbah di mimbar, menyembuhkan orang sakit, atau bahkan mengusir setan di dalam nama Tuhan Yesus, namanya belum tentu tercatat di Syurga (Luk. 10:17-20; Mat. 17:21-23). Dengan kata lain, mempunyai karunia-karunia rohani bukanlah jaminan atas keselamatan.
• Orang-orang yang menyebut Yesus, “Tuhan, Tuhan” (Mat. 7:21) tidak selalu mereka yang melakukan kehendak Allah. Ada perbedaan atara melakukannya sebatas di mulut saja, dengan sungguh-sungguh memiliki Dia di dalam hati (Ef. 3:17). Yesus berkata kepada golongan yang hanya memujiNya di mulut saja: “Mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang AKu katakana?” (Luk. 6:46)
• Pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik, kerana ia tidak mampu menghasilkan buah yang sebaliknya (Rm. 7:18, 21). Begitu juga, pohon yang baik tidak dapat menghasilkan buah yang tidak baik. Yesus berkata, “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal ang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat” (Mat. 12:35). Kerana itu, sifat seseorang menentukan jenis kehidupan yang akan ia jalani.
• Tuhan Yesus berkata kepada mereka yang tidak melakukan kehendakNya, “Aku tidak pernah mengenal kamu” (Mat. 7:23). Kita perlu memperhatikan Yesus tidak mengatakan “Aku tidak mengenal kamu sekarang”. Kerana itu kita dapat berfikir bahawa kata-kata ini ditujukan kepada orang yang telah bersalah melakukan kejahatan sepanjang hidup mereka dan tidak bertobat. Orang jahat tidak berubah menjadi keadaannya yang sekarang secara spontan- tetapi biasanya terjadi dalam jangka waktu tertentu. Yesus mengingatkan orang-orang yang demikian, “Semua yang diberikan Bapa kepadaKu akan datang kepadaKu, dan barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang” (Yoh. 6:37). Jadi, apabila masih ada waktu, mereka arus berbalik kepada kehendak Allah.
• Yesus adalah pokok anggur yang benar, Bapa Syurgawi adalah pengusahanya, dan kita adalah ranting-rantingNya. Yesus telah memilih kita agar menghasilkan buah-buah yang akan bertahan. Dengan menghasilkan banyak buah, kita dapat memuliakan Allah. Sebaliknya, bila kita tidak menghasilkan buah, kita akan dipotong dan dibuang (YOh. 15:1, 2, 5, 8, 16)

. Keselamatan oleh kasih karunia

Menghasilkan buah Roh meneguhkan keselamatan kita. Namun ini bukan bererti kita meremehkan karunia keselamatan melalui salib Kristus, atau mencoba menyangkal keyakinan dalam kebenaran melalui iman dan kembali ke masa Hukum Taurat. Kita perlu memahami bahawa iman benar tidak dapat dipisahkan dari perbuatan (Yak. 2:26). Dan dari iman benar muncullah perbuatan-perbuatan kasih (Gal. 5:6)

Orang yang ada di bawah kasih karunia tidak akan melakukan dosa, kerana ia dapat mempersembahkan dirinya sebagai hamba kebenaran sampai ia dikuduskan (Rm. 6:15-19)

Pada suatu ketika, murid-murid Yesus bertanya, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin” (Mat. 19:25-26). Ini bererti, walaupun tidak seorang pun dapat memperoleh keselamatan dengan usaha-usahanya sendiri, keselamatan menjadi mungkin kerana pertolongan Allah. Begitu juga, kita tidak dapat menghasilkan buah melalui usaha-usaha kita sendiri tetapi kita dapat melakukannya dengan kuasa Allah.

. Tinggal di dalam Yesus

Tuhan Yesus berkata, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam AKu dan Aku di dalam dia, Ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa ” (Yoh. 15:5). Dengan kata lain, sebagai orang Kristian kita harus menempatkan Allah di pusat kehidupan kita dan dipimpin oleh RohNya ini mewajibkan kita untuk “tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh” (Rm. 8:4), dan dengan melakukan ini, kita akan menghasilkan banyak buah. Tuhan telah memberikan Roh Kudus kepada kita, yang merupakan “kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49), untuk memperbarui diri kita, sehingga kehidupan kita meninggalkanNya, kita tidak akan dapat mencapai apa pun. Kerana itu kita harus belajar dari Paulus yang dapat berkata dengan penuh keyakinan, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp. 4:13)

. Apakah buah Roh?

Paulus menjelaskan, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu” (Gal. 5:22-23). Di sini Paulus menggunakan kata Yunani karpos untuk menyebut “buah”, yang bererti “dalam bentuk tunggal, menunjukkan kesatuan karakter Tuhan yang dihasilkan di dalam diri mereka”1. Disebutkan dalam bentuk tunggal, kerana hanya ada satu Roh Kudus (I Kor. 12:4; Ef. 4:4) dan buahNya adalah sesuatu yang tunggal dan sempurna. Seperti lingkaran kasih karunia yang disebutkan dalm II Ptr. 1:5-7, segalanya bergantung pada seluruh bagian karunia seseorang yang dipenuhi Roh Kudus harus menghasilkan sembiln buah yang berbeda, tetapi satu buah dengan Sembilan sifar. Sifat-sidat ini dikelompokkan ke dalam tiga kategori untuk dibahas:

. Kasih, sukacita dan damai sejahtera

Kelompok ini mewakili sifat paling mendasar dalam seorang Kristian. Mereka dapat disamakan seperti bagian-bagian rumah, dan kasih adalah dasarnya, sukacita adalah lantai atasnya, dan damai sejahtera adalah atapnya. Dari dasar hingga atap, bagian-bagian rumah disatukan dengan erat untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang mendiaminya.
Kasih

​Istilah Yunani untuk “kasih” dalam Galatia. 5:22 adalah agape2 dan merupakan kata yang sama yang digunakan dalam I Korintus. 13. Kata ini menunjukkan kasih yang berasal dari Allah dan keluar dari iman mereka yang telah lahir di dalam Kristus. Dari kesembilan buah Roh, kasih adalah yang pertama. Ini menunjukkan bahawa sifat-sifat lain berkaitan erat dengan kasih.

​Mengasihi Allah dan manusia adalah rangkuman dan penggenapan Hukum Taurat dan kitab para nabi (Mat. 22:37-40; I Tim. 1:5; Rm. 13:10). Apabila kita melihat Sepuluh Perintah Allah, kita melihat bahawa empat Hukum pertama berhubungan dengan kasih kita kepada Allah, sementara enam sisanya adalah kasih kita kepada manusia. Dua prinsip ini saling berkaitan: seseorang yang mengasihi Allah akan mengasihi sesamanya manusia; dan ia yang mengasihi sesamanya akan mengasihi Allah (I Yoh. 4:20). Kasih menggabungkan seluruh sifat buah Roh dan merupakan “pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan” (Kol. 3:14). Kasih adalah symbol Kekristianan (Yoh. 13:35) dan bukti bahawa orang percaya itu telah melalui kematian dan telah dilahirkan kembali (I Yoh. 3:14). Alkitab mengatakan bahawa kasih menang terhadap penghakiman (Yak. 2:13; I Yoh. 4:17-18)

​Kasih yang paling mulia adalah kasih yang ditujukan kepada seorang musuh, dan memaklumi kesalahannya (Mat. 5:44; Luk. 23:34). Allah adalah kasih (I Yoh. 4:8) dan kasihNya adalah tingkah tertinggi yang dapat kita capai. Kasih ini mensyaratkan kita untuk mengasihi mereka yang benar, tetapi juga mereka yang tidak benar (Mat. 5:45) dan juga orang-orang berdosa (Kis. 10:35; Rm. 5:6-8). Paulus berkata, “Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Rm. 5:5). Kerana tu seseorang yang senantiasa dipenuhi Roh Kudus dapat mewujudkan kasih karunia Allah. Kita mempunyai contoh mulia yang dilakukan Stefanus, yang menjelang kematiannya mendoakan mereka yang membunuhnya agar Allah mengampuni dosa-dosa mereka (Kis. 7:55, 60)

. Sukacita

​Kata yang digunakan untuk “sukacita” dalam Akitab adalah sinchah dalam bahawa Ibrani3 dan chara dalam bahasa Yunani4​.

​Di puncak kejayaannya, Raja Salomo mempunyai apa pun yang diinginkan matanya, memuaskan hatinya dengan segala macam kanikmatan (Pkh. 2:10). Kehidupan mewahnya tidak terukur. Namun saat ia mencapai usia lanjut, ia meratapi, “Siapa mencintai wang tidak akan puas dengan wang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia” (Pkh. 5:10). Salomo akhirnya menyedari bahawa sukacita yang didapat dari hal-hal materi sifatnya kosong dan sementara. Orang yang minum dari sumur Yakub akan haus kembali (Yoh. 4:13). Sebaliknya, sukacita yang datang dari Roh Kudus bersifat murni dan tidak sementara (Rm. 14:17; Yoh. 15:11). Roh Allah adalah seperti mata air hidup yang tidak pernah kering (Yoh. 4:14; 7:37-39)
​Alkitab mengajarkan bahawa sukacita dari Allah adalah kekuatan kita (Neh. 8:10). Kita dapat memperoleh sukacita ini dengan cara diurapi dengan “minyak sebagai tanda kesukaan”, yaitu Roh Kudus (Ibr. 1:9). Minyak ini tidak terpengaruh dengan keadaan-keadaan yang sulitm dan juga tidak redup kerana penderitaan (Rm. 5:3; I Tes. 1:6). Mereka yang mengalami sukacita rohani ini antara lain: para rasul, yang seringkali dianiayai kerana injil, tetapi bersukacita kerana mereka dianggap layak untuk menderita demi nama Tuhan (Kis. 5:40-41; 13:50-52); Pualus yang dipenjara dan dianiayai, tetapi dapat bersukacita dan memuji Allah (Kis. 16:25; Flp. 1:17-18)

​Musa, orang pilihan Allah, berdoa kepada Allah: “Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka” (Mzm. 90:15). Seperti Musa, kita harus memahami bahawa ketika Allah memberikan sukacitaNya kepada kita, kita akan terlindung dari ujian kehidupan.

. Damai sejahtera

​Kata “damai” dalam bahasa Ibrani adalah shalom dan melambangkan “kesempurnaan”, “kesehatan”5. Orang Yahudi menggunakan kata ini untuk memberkati orang lain.

​Kata Yunani eirene mengacu pada “hubungan yang harmonis antara manusia”, “hubungan yang harmonis antara Allah dan manusia, dicapai melalui injil”, dan hasil dari “ketenangan dan kesenangan”6.

​Alkitab menyebut Yesus Kristus sebagai “Raja Damai” (Yes. 9:6); dan injil yang Ia beritakan disebut sebagai “damai sejahtera” (Kis. 10:36; Ef. 2:17). Tugas Yesus adalah untuk mendamaikan: antara Allah dengan manusia dan antara sesama manusia (Ef. 2:13-19). Roh Kudus adalah Roh Kristus (Rm. 8:9) yang memberikan kesatuan antara sesama saudara di dalam ikatan damai sejahtera (Ef. 4:3; Yeh. 11:19). Ia menolong kita menjadi satu dalam tubuh Kristus, sehingga tidak ada lagi batasan dalam hal suku, golongan atau jenis kelamin (I Kor. 12:12-13; Gal. 3:27-28). Kerana itu, orang yang dipenuhi Roh Kudus dapat hidup dengan orang lain dan dengan Allah secara harmonis; ia tidak mengeluh atau menyimpan dendam. Apabila Roh Kudus diizinkan untuk memerintah di dalam hati seseorang, tidak ada lagi perpecahan atau perselisihan.

​Damai sejahtera yang ditawarkan Tuhan Yesus itu unik dan mulia; tidak berasal dari dunia dan melampaui pengertian manusia (Yoh. 14:26-27; Flp. 4:7). Yang Ia tawarkan adalah damai yang dapat memelihara orang-orang percaya di masa sulit dan penderitaan (Yoh. 16:33). Kita melihat pengaruh dari damai sejahtera ini pada pekerja-pekerja Allah di gereja para rasul: di dalam diri Srefanus, yang meminta Allah untuk mengampuni pembunuh-pembunuhnya (Kis. 7:55, 59-60); dalam diri Petrus, yang tidur dengan nyenyak walaupun dirantai dan dipenjara (Kis. 12:1-6); dan dalam diri Paulus, yang walaupun menghadapi bahaya di tengah laut, dapat menenangkan kawan-kawan seperjalanannya (Kis. 27:18-25)

. Kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan dan kelemahlembutan
Kategori kedua ini menunjukkan kasih kepada orang lain. Sifat-sifat ini menunjukkan bahawa seseorang yang mempunyai kasih, dapat bertahan dalam kepedihan, murah hati, dan melakukan kebaikan kepada mereka yang ingin mencelakainya. Orang yang mempunyai kasih dapat memperlakukan orang lain dengan tulus dan menghormati kewajibannya. Ia juga dapat berbicara dan bertingkah laku dengan kelemahlembutan dan tidak mudah dihasut.

. Kesabaran dan kemurahan

​Kesabaran dan kemurahan adalah sifat-sifat Allah (Kel. 34:6; Rm.2:4). Kita melihatNya dengan sabar menanggung dosa-dosa umat manusia- sampai-sampai ia mengutus AnakNya sendiri (Mzm. 103:8-13; Yoh. 3:16; Ef. 2:7)

​Kata Ibrani “kesabaran” berasal dari dua kata: arek, yang bererti “panjang”7, dan aph, yang bererti “penderitaan”, atau secara hurufiah bererti “hidung” atau “lubang hidung”8. Kiasan kidung ini sangat cerdas, kerana ini memperlihatkan sebuah gambaran mengambil nafas panjang yang berlawanan dengan nafas yang cepat dan terburu-buru saat seseorang mengalami kemarahan besar. Dalam Perjanjian Lama, kata ini digunakan untuk menjelaskan sifat Allah yang panjang sabar (Kel. 34:6; Neh. 9:17; Mzm. 86:15; Yoh. 2:13; Yun. 4:2; Nah. 1:3)

​Kata Yunani untuk kesabaran adalah makrothumia yang menandakan “sifat sabar”
dan “sabar”, dan berasal dari dua kata: markros, yang bererti “panjang”, dan thumos yang bererti “tabiat”9. Di Perjanjian Baru, kata ini digunakan untuk menjelaskan ketahanan Allah terhadap orang-orang berdosa (Rm. 2:4; 9:22; I Ptr. 3:20; II Ptr. 3:9, 15). Serupa dengan ini, adalah kata hupomene, yang bererti “sabar” dan “ketabahan” (II Kor. 6:4; 12:12; Kol. 1:11)10.

​Sebagai orang-orang Kristian, kita harus bersabar menghadapi tentangan. Kita dapat memperoleh keberanian dari contoh yang diteladankan Tuhan Yesus kepada kita (I Ptr. 2:19-24), yang mengajarkan kita untuk mengampuni tanpa syarat, seperti Allah mengampuni kita (Mat. 18:21-33). Kita mengalami banyak kejadian ketika orang lain salah faham kepada kita, memfitnah, bahkan menganiayai kita, tetapi apabila kita dipenuhi Roh Kudus, kita akan dapat menanggung semuanya ini. Alkitab mengingatkan, apabila kita panjang sabar, kita dapat menghindari perselisihan (Ams. 15:18)

​Kata “kemurahan” dalam bahasa Yunani disebut cherestotes, yang bererti “kebaikan hati” dan “kemurahan”11. Di berbagai bagian Alkitab, kata ini diterjemahkan sebagai “baik” (Rm. 3:12), “kemurahan” (Rm. 2:4; 12:2; Gal. 5:22) atau “murah hati” (I Kor. 13:4; II Kor. 6:6; Ef. 2:7; 4:32; Kol. 3:12; Tit. 3:$). Kata ini mengandung erti kasih sayang, belas kasihan, dan maksud yang baik. Kemurahan adalah sifat yang memperlakukan tetangga kita dengan tenggang rasa dan menawarkan pertolongan saat dibutuhkan. “Tetangga” ini biasa berupa seseorang yang sedang kesepian, sedang lemah, atau menderita (Luk. 10:27-37). Alkitab mendorong kita untuk “bersukacita dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis” (Rm. 12:15) dan juga “mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya” (Rm. 15:2)

​Kesabaran dan kemurahan adalah cara terbaik melawan musuh-musuh kita. Paulus mengingatkan kita, agar tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (Rm. 12:17-21). Kerana itu, kita harus berjuang untuk menjadi sabar di tengah tentangan-tentangan dan menggunakan kemurahan untuk menghadapi musuh kita. Seperti Bapa kita di Syurga yang murah hati, bahkan kepada mereka yang jahat (Luk. 6:35), kita siajarkan untuk menerima musuh kita dengan makanan dan minuman, dan dengan demikian menaruh bara api ke atas kepala mereka (Rm. 12:20). Dengan kata lain, kemurahan mempunyai kuasa untuk memutarbalikkan musuh.

. Kebaikan

​Kata Ibrani untuk “kebaikan” adalah towb12. Di dalam Perjanjian Lama, kata ini bererti “balas kasihan” atau “anugerah” (Kel. 18:9; Mzm. 13:6; Yer. 31:14; Hos. 3:5). Kata Yunaninya, agathosune, bererti “baik” atau “sifat baik” (Rm. 15:14; Ef. 5:9; II Tes. 1:11)13. Walaupun kebaikan (chrestotes) dapat dilihat sebagai sifat baik kepada orang lain, kebaikan (agathosune) merujuk pada tindakan kebaikan yang sesungguhnya.

​Seringkali kita mempunyai pandangan keliru bahawa injil hanya dimaksudkan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Kebutuhan orang seringkali menjadi terabaikan, atau setidaknya, kita tangani hampir-hampir sebagai selingan. Namun kita perlu memahami bahawa injil juga mengajarkan kita tentang kebaikan (Rm. 12:9-10, 13; I Tes. 5:15; I Tim. 6:18; Tit. 2:14) yang bererti memperhatikan kebutuhan orang-orang miskin di antara kita (I Yoh, 3:17). Contoh yang dapat kita telandani adalah Dorkas, yang hidupnya penuh dengan perbuatan baik dan amal (Kis. 9:36-38). Paulus juga mengingatkan kita, bahawa bila kita tidak jemu-jemu berbuat baik, kita akan memperoleh berkat (Gal. 6:9-10)

​Sebelum Paulus dilahirkan dalam Kristus, ia berkata bahawa tidak ada yang baik di dalam dirinya. Ia seringkali ingin berbuat baik, tetapi tidak mampu melakukannya (Rm. 7:18). Tetapi setelah menjadi milik Kristus, ia berubah, kerana ia menetapkan hati untuk berjalan sesuai dengan kehendak Roh (Rm. 8:1-4). Kebaikan adalah sifat ilahi; tidak seorang pun yang baik, selain Allah (Mrk. 10:17-18). Tetapi dengan hidup baru melalui Dia, kita juga dapat mewujudkan kebaikanNya.

. Kesetiaan

​Dalam Perjanjian Lama, kita menemukan kata Ibrani untuk menyebutkan “kesetiaan”, yaitu emunah (Ul. 32:4; Mzm. 33:4; Hab. 2:4) yang bererti “kebenaran”14. Kata Yunaninya adalah pritis yang bererti “keyakinan ”(Kis. 17:31),“iman” (Rm. 14:22; Ibr. 11:1) dan “setia” (Mat. 23:23; Tit. 2:10)15.
​Yesaya menubuatkan kesetiaan Yesus kepada umat manusia: “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya” (Yes. 42:3). Ayat ini menjelaskan keyakinan Yesus dalam kemampuan umatNya untuk bertobat dan berbaik kepadaNya. Ini didasarkan pada kasih sayang yang dijelaskan oleh Paulus, yang menanggung segala sesuatu dan percaya segala sesuatu (I Kor. 13:7). Allah disebutkan sebagai Dia yang memegang janjiNya dan menyirami kita dengan kasihNya yang senantiasa; walaupun kita tidak setia, tetapi Ia tetap setia (II Tim. 2:13; Rm. 3:3-4; II Kor. 1:18-22). Kita dapat belajar banyak dari sifat Allah: dapat dipercaya, dapat diandalkan, dan bertanggungjawab pada kewajiban kita kepada Allah dan sesama manusia.

. Kelemahlembutan

​Kata Ibrani untuk “kelemahlembutan” adalah ani, yang ertinya “miskin” (Ayb. 24:4; Mzm. 9:12, 18; Amo. 8:4) atau “rendah hati” (Mzm. 22:26; Ams. 3:34; Yes. 11:4; Zef. 2:3)16. Ani dalam Yesaya. 61:1 mencakup kedua erti ini. Kata Yunani untuk “kelemahlembutan” adalah praotes (I Kor.4:21; Gal. 5:23; Ef. 4:2; Kol. 3:12; Tit. 3:2)17

​Kelemahlembutan seringkali dikelirukan dengan tanda kelemahan atau tindakan pasif. Sebenarnya dibutuhkan kekuatan karakter dan pengendalian diri yang besar untuk melakukan kelemahlembutan (Ams. 16:32). Tuhan Yesus dan Musa merupakan contohnya walaupun mereka lemah lembut dan rendah hati (Bil. 12:3; Mat. 11:29), mereka juga mempunyai keteguhan untuk bertahan saat diperlakukan tidak adil (I Ptr. 2:23; Ibr. 11:26) dan mempunyai kekuatan hati untuk menegakkan kebenaran (Yoh. 2:13-16; Kel. 32:19-21)

​Alkitab menyebutkan berkat-berkat yang menantikan mereka yang lemah lembut. Disebutkan mereka akan: memiliki bumi (Mat. 5:5); mendapatkan ketenangan (Mat. 11:29); menerima injil (Yes. 61:1); mendapatkan firman yang tertanam di dalam hati (Yak. 1:21); mendapatkan kasih Allah (Ams. 3:34); mendapatkan tuntunanNya (Mzm. 25:9) (Mzm. 147:6); ditinggikan (Mzm. 147:6); dan diselamatkan di saat-saat penindasan (Mzm. 76:9)

​Sifat lemah lembut berasal dari kasih (I Kor. 13:5, 7) dan memungkinkan kita mengegur orang lain dengan rendah hati saat mereka melawan kebenaran, dan mendesak mereka untuk bertobat dan menghindari jerat Iblis (II Tim. 2:25-26). Kelemahlembutan juga merupakan sifat yang kita perlukan untuk membawa kembali saudara-saudari yang telah melakukan pelanggaran, menggenapi hukum Kristus (Gal. 6:1-2). Kelemahlembutan adalah tanda seorang Kristian yang saleh (Gal. 5:23; Ef. 4:2; Kol. 3:12; I Tim. 6:11; Tit. 3:2-3) dan sifat yang berharga di mata Allah (I Ptr. 3:4)

. Penguasaan diri

Ini adalah buah Roh Kudus yang terakhir. Kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan dan kelemahlembutan adalah cara-cara mengarahkan kasih kepada orang lain, penguasaan diri adalah tindakan kasih yang diarahkan kepada diri sendiri. Mengasihi orang lain itu penting, tetapi begitu juga mengasihi diri sendiri; dan keduanya menunjukkan kasih kepada Allah. Kita dapat mengasihi diri kita dengan menyedari bahawa tubuh kita adalah bait Roh Kudus- tubuh ini bukan lagi milik kita kerana kita telah dibeli dengan harga yang amat mahal (I Kor. 6:19-20). Jadi kita harus menghargai tubuh kita dengan melakukan penguasaan diri dalam segala hal.

Kata bahasa Yunani untuk “penguasaan diri” adalah egkrateia, yang berasal dari asal kata kratos, yang bererti kekuatan18. Erti kedua ini menunjukkan keberadaan kekuatan, bukannya penggunaan. Egkrateia juga bererti “berkepala dingin” (Kis. 24:25; Gal. 5:23; II Ptr. 1:6). Lawan katanya adalah akrates (II Tim. 3:3) yang bererti “tanpa kekuatan” dan “tidak mampu memerintah nafsu sendiri”19.

Penguasaan diri berasal dari keputusan pribadi yang diilhamkan Roh Kudus. Hanya dengan kuasa Rohlah seseorang dapat mengalahkan, contohnya, kebiasaan buruk. Kerana itu seseorang yang dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus dapat melakukan penguasaan diri. Menguasai diri adalah mengekang hawa nafsu pribadi. Kata “kalau mereka tidak dapat menguasai diri” dalam I Korintus. 7:9 dapat disebutkan sebagai, “kalau mereka tidak dapat mengekang diri”.

Mempunyai penguasaan diri juga bererti menguasai perasaan. Kita dapat melihat contoh kata “menahan hatinya” dalam Kejadian. 43:31 saat Yusuf mendalikan perasaannya kepada saudara-saudaranya (ayat. 30). Kita juga membaca tentang Haman yang dipenuhi kebencian terhadap Mordekhai, tetapi “menahan hatinya” dari rasa marah dan pulang ke rumah (Est. 5:9-10)

Cara kita hidup itu penting, termasuk pilihan-pilihan yang kita lakukan. Kita dapat memilik untuk jatuh ke dalam kelemahan-kelemahan kita, atau kita dapat mengalahkannya. Menghadapi tentangan meminum cawan yang pahit, atau menyerah kepada rasa takutNya, Tuhan Yesus memilih untuk menyerahkan diri kepada kehendak Allah Bapa (Mat. 16:23; 26:39). Paulus juga mempunyai pengumulan pribadi, tetapi ia menetapkan hati untuk melatih tubuhnya dan menaklukkannya sehingga ia dapat mempersembahkannya sebagai hamba kebenaran (I Kor. 9:27; ref Rm. 6:17-20)

. Ikhtisar

Kesimpulannya, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri, adalah Sembilan sifat buah Roh Kudus. Apabila dipenuhi Roh Kudus, kita dapat hidup di dalam Roh dan menghasilkan buah rohani untuk memuliakan Tuhan (Yoh. 15:5; I Kor. 12:12-13; Gal. 5:25)

13.4 Bagaimana kita dapat dipenuhi Roh Kudus?

​Kita telah melihat definisi kepenuhan Roh Kudus, dan juga pengaruh-pengaruhnya. Selanjutnya kita akan melihat bagaimana kita memperoleh kepenuhan Roh Kudus.

13.4.1 Haus akan Roh Kudus

​Allah berjanji kepada bangsa Isreal melalui Nabi Yesaya,”Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh Ku ke atas keturunanmu, dan berkatKu ke atas anak cucumu” (Yes. 44:3). Saat melayani di bumi, Yesus menyatakan, “Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yoh. 7:37-38)

​Orang yang tiak mempunyai Roh Kudus tentu mengenal perasaan haus rohani. Hati yang terjadi kerana ketiadaan damai dan sukacita sejati. Seseorang dapat memperoleh berbagai kelimpahan misteri dan kenikmatan, tetapi seperti minum dari sumur Yakub, semua ini tidak dapat memuaskan dirinua, dan ia akan merasa haus lagi (Yoh. 4:13). Begitu juga, orang yang telah menerima baptisan Roh Kudus, tetapi tidak hidup seturut dengan Roh, akan haus kembali; dan ia akn merasakan bahawa ada sesuatu yang kurang. Bila kita ingin dipenuhi Roh Kudus, kita harus waspada dengan tanda-tanda rasa haus rohani dan melakukan sesuatu untuk mencegahnya.

​Tuhan Yesus mendorong kita, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Mat. 7:7). Di sini, Yesus menyebutkan tiga tindakan: berdoa, mencari, dan mengetuk. Dalam perumpamaan sahabat yang meminta roti di tengah malam, kita belajar bahawa orang itu menerima roti yang ia butuhkan kerana ia memohon dengan tidak jemu-jemu (Luk. 11:5-8). Pengajarannya, kita harus berdoa dengan sikap yang mencerminkan keinginan yang amat sangat. Allah tidak akan memberikan RohNya kepada mereka yang tidak mempunyai hati untuk menerima Dia (ref. Mat. 7:6)

​Kita perlu mengetahui bahawa baptisan Roh Kudus adalah sebuah janji: “Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Syurga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya” (Luk. 11:13). Bila kita belum menerima Roh Kudus, kita harus terus berdoa dengan iman, percaya dengan tanpa keraguaan bahawa Allah akan mengabulkan permohonan kita pada waktunya. Kita perlu mengingat bahawa Allah datang ke dunia agar kita semua mempunyai kesempatan untuk hidup berkelimpahan (Yoh. 10:10)- sebuah kehidupan yang dimungkinkan melalui baptisan dan kepenuhan Roh Kudus (Yoh. 4:14; 7:38)

​Sejak hari Pentakosta, ketika gereja mula-mula mulai berkembang dengan pesat, Iblis melakukan dengan segala upaya untuk merusak pelayanan ini dengan menggunakan pemimpin-pemimpin Yahudi untuk menolak kebenaran. Para rasul menjawabnya dengan giat berdoa, dan dalam satu hati: “Dan sekarang, ya, Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hambaMu keberanian untuk memberitakan firmanMu. Ulurkanlah tanganMu untuk menyembuhkan orang dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, HambaMu yang kudus” (Kis. 4:29-30). Hasilnya, Allah memenuhi mereka dengan Roh Kudus sehingga mereka dapat memberitakan firmanNya dengan berani (Kis. 4:31). Di sini terdapat pelajaran bagi gereja benar pada hari ini: kita harus menginginkan dengan tulus kepenuhan Roh Kudus, seperti pekerja-pekerja di masa para rasul. Kita harus berdoa memohon kuasa Allah, agar kita dapat mengalahkan rencana Iblis, dan dapat menyatakan injil dengan berani.

​Saat Yesus mengucapkan ucapan-ucapan kebahagiaan, Yesus menunjukkan hal tertentu saat mengajar: “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, kerana mereka akan dipuaskan” (Mat. 5:6) FirmanNya menantang kita untuk menghindari rasa puas diri dalam kehidupan rohani kita, dan juga mendorong kita untuk merindukan kebenaran Allah. Ajaran ini mengingatkan kita agar tidak mencontoh jemaat Gereja Laodikia, yang menganggap diri mereka kaya dan tidak kekurangan, tidak menyedari bahawa mereka sebenarnya melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang di mata Allah. Mereka dijelaskan sebagai orang-orang yang suam-suam kuku- tidak dingin dan tidak panas- sehingga mereka akan dimuntahkan (Why. 3:14-17)

​Kerinduan kita kepada Allah haruslah seperti yang digambarkan oleh Pemazmur- seperti seekor rusa yang merindukan sungai (Mzm. 42:1). Apabila kita merindukan Allah dengan hati seperti ini, kita akan menyentuhNya, dan Ia akan melegakan rasa haus kita dengan kepenuhan Roh Kudus.

13.4.2 Meninggalkan kejahatan

​Sebelum umat pilihan Perjanjian Lama memasuki Tanah Kanaan, Allah berbicara kepada mereka melalui Musa, di dekat Sungai Yordan di daratan Moab:

Apabila kamu menyeberangi sungai Yordan ke Tanah Kanaan, maka haruslah kamu menghalau semua penduduk negeri itu dari depanmu dan membinasakan segala batu berukir kepunyaan mereka; juga haruslah kamu membinasakan segala patung tuangan mereka dan memusnahkan segala bukti pengorbanan mereka… Tetapi jika kamu tidak menghalau penduduk negeri itu dari depanmu, maka orang-orang yang kamu tinggalkan hidup dari mereka akan menjadi seperti selumber di matamu dan seperti duri yang menusuk lambungmu, dan mereka akan menyesatkan kamu di negeri yang kamu diami itu.
​​​​​​​​Bilangan. 33:51-52, 55

​Allah berkata kepada mereka untuk mengusir bangsa-bangsa yang berdiam di Tanah Kanaan: orang-orang Het, Girgasi, Amori, Kanaan, Feris, Hewi dan Yebus- tujuh bangsa yang lebih besar dan lebih kuat daripada bangsa Isreal (Ul. 7:1-3). Setelah Musa wafat, Yosua meneruskan tugas ini. Ia memimpin bangsa Isreal menyeberangi sungai Yordan dank e perbatasan Kanaan (Yos. 1:1-9; 3:14-17). Allah menunjukkan bahawa Ia menyertai mereka, dan akibatnya semangat bangsa itu menjadi sangat tinggi. Belakangan mereka bahkan tidak perlu turun tangan dalam pertempuran untuk mengalahkan Yerikho- yang perlu mereka lakukan hanyalah berseru-seru dengan nyaring (Yoh. 6:1-21). Dengan Allah di sisi mereka, tidak ada yang dapat menentang mereka. Kalau saja mereka terus mengikuti perintah Allah, mereka tentu telah membasmi seluruh tujuh bangsa Kanaan yang kuat. Sayangnya, sejarah memperlihatkan kepada kita bahawa mereka tidak menuruti perintah Allah, dan tidak membasmi musuh-musuh mereka sepenuhnya (Ul. 7:2; 20:16; Yos. 13:13; 15:63; 16:10)

​Ketika Yosua sudah lanjut usia, ia mengingatkan bangsa Isreal:

Dan Tuhan, Allahmu, Dialah yang akan mengusir dan menghalau mereka dari depanmu, sehingga kamu menduduki negeri mereka, seperti yang dijanjikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu. Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri, dan supaya kamu jangan bergaul dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu itu, serta mengakui nama Allah mereka da bersumpah demi nama itu, dan beribadah atau sujud menyembah kepada mereka. Tetapi kamu harus berpaut pada Tuhan, Allahmu, seperti yang kamu lakukan sampai sekarang. Bukankah Tuhan telah menghalau bangsa-bangsa yang besar dan kuat dari depanmu, dan akan kamu ini, seorangpun tidak ada yang tahan menghadapi kamu sampai sekarang. Satu orang saja daripada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab Tuhan Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjiNya kepadamu. Maka demi nyawamu bertekunlah mengasihi Tuhan, Allahmu. Sebab jika kamu berbaik dari berpaut kepada sisa bangsa-bangsa ini yang masih tinggal di antara kamu, kahwin-mengahwin dengan mereka serta bergaul dengan mereka dan mereka dengan kamu, maka ketahuilah dengan sesungguhnya, bahawa Tuhan, Allahmu tidak akan menghalau lagi bangsa-bangsaitu dari depanmu. Tetapi mereka akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada lembungmu dan duri di matamu, sampai kamu binasa dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu
​​​​​​​​​Yosua. 23:5-13

​Namun ketamakan dan hasrat bangsa Isreal akan kenikmatan terlalu besar untuk mereka hadapi. Mereka terus membiarkan hidup bangsa-bangsa Kanaan dan bahkan saling kahwin-mengahwin dengan mereka (Hak. 1:19, 21, 28-31; 31:1-6). Maka peringatan itu menjadi kenyataan: sisa-sisa bangsa Kanaan menjadi duri-duri dan onak yang memedihkan bagi bangsa Isreal untuk selama-lamanya (Hak. 1:34; 2:1-5; ref. Yeh. 28:24)

​Bangsa Isreal di Perjanjian Lama menggambarkan umat pilihan di dalam Perjanjian Baru (Ul. 14:2; Yoh. 15:19). Tanah Kanaan dapat disamakan seperti hati kita, dan bangsa-bangsa Kanaan adalah hawa nafsu kita. Perjanjian iman kita seringkali seperti sebuah pertempuran panjang yang senantiasa terjadi (Ef. 6:12; Ibr. 12:4) dan musuh terbesar kita adalah hawa nafsu kita sendiri (Gal, 5:17). Apabila kita berkomproni dan tidak menyalibkan semuanya ini di kayu salib, mereka akan menjadi duri dan onak bagi kita, menjadi momok bagi kita, sampai akhirnya mereka menghancurkan kita (Rm. 8:6a, 13a). Alkitab mengingatkan kita bahawa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan, jadi kita tidak boleh membiarkan sedikit pun dosa tetap tinggal I dalam hati kita (Pkh. 10:1; I Kor. 5:6): kita harus membuang mereka dengan bersandar pada Roh Kudus. Dengan demikian, barulah kita menang sepenuhnya (I Kor. 9:27; Rm. 8:13b; Gal. 5:16)

13.4.3 Pertobatan

​Tidak ada orang yang dapat mengaku sempurna (Mat. 19:17). Penatua Yakobus berkata, bahawa kita semua melakukan kesalahan, terutama dalam perkataan (Yak. 3:2). Walaupun kita berusaha bersandar Roh Kudus, kadang-kadang kita lemah dan rentan terhadao dosa. Tetapi yang menentukan adalah apakah kita melakukan dosa dengan sengaja, dan apakah kita mahu bertobat. Kita mengetahui bahawa Allah adalah Allah yang cemburu (Kel. 34:14). Jadi apabila kita meminta kepenuhan Roh Kudus, tetapi tetap hidup di dalam dosa, Ia tidak akan mendengar doa-doa kita (Mzm. 66:18). Namun apabila pada waktu kita menyedari kita telah berbuat dosa, kemudian kita mengaku dan bertekad untuk berubah dan kembali kepada Allah, Ia akan berbelas kasihan kepada kita (Ayb. 22:23; Ams. 28:13). Alkitab berkata, “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” (Mzm. 34:18)

​Penulis Kitab Amsal berbicara tentang panggilan hikmat kepada semua orang yang bersedia mendengarnya: “Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu ”(Ams. 1:23). Di sini, “Hikmat” adalah sebuah kiasan Yesus Kristus (Ams. 8:22-30), yang berjanji untuk mencurahkan Roh KudusNya kepada mereka yang berbalik mendengar teguranNya. Dan saat kita berbalik, kita dapat belajar dari doa Daud:

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sedar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Janganlah membuang aku dari hadapanMu, dan janganlah mengambil rohMu yang kudus daripadaku!
​​​​​​​​​Mazmur. 51:1-3, 11

​Paulus berkata, “Janganlah padamkan Roh” (I Tes. 5:19). Di sini kata “padamkan” berkaitan dengan memadamkan api; kata yang sama digunakan dalam Matius. 12:20. Api adalah lambang Roh Kudus. Kerana itu Ia disebut “Roh yang membakar” (Yes. 4:3-4). Roh Kudus mempunyai kuasa untuk membuang kenajisan gereja dan menguduskannya. Ia membakar di dalam diri jemaat, mendesak mereka untuk bertobat dan meninggalkan dosa. Kerana itu, kita harus berjaga-jaga dengan bahaya dosa, sesepele apa pun dosa itu. Kita tidak boleh membiarkan diri kita mencapai titik saat kita tidak lagi dapat bertobat; bila itu terjadi, maka kita akan memadamkan Roh Kudus, dan dosa akan berakar kembali di dalam diri kita.

​Setelah kejatuhan umat manusia ke dalam dosa, manusia kehilangan sifat Allah, bersama dengan harkat moralNya. Manusia akhirnya melakuakn dosa yang lebih berat. Bahkan anak-anak Allah pun mengikuti arus dunia (Kej. 4:8; 19-24; 6:1-4). Sampai pada akhirnya Allah tidak tahan lagi dan berkata, “RohKu tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, kerana manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja” (Kej. 6:3). Kata-kataNya ini menunjukkan bahawa sebelum kejatuhan moral manusia, api Roh Kudus telah membakar di dalam hati anak-anak Allah. Tetapi krana mereka lebih memilih mengikuti jejak orang-orang dunia, mereka memadamkan Roh Kudus. Maka Allah meninggalkan mereka untuk tenggelam dalam hawa nafsu mereka.

​Pelajaran bagi orang-orang percaya hari ini adalah, agar kita mengerti bahawa Allah itu kudus, dan Ia menghendaki agar kita kudus (I Ptr. 1:14-16). Kerana itu kita tidak boleh mengikuti orang-orang dunia yang tidak mengenal Allah dan mengikuti keinginan daging dengan bebas (II Kor. 6:14-18; I Tes. 4:3-7). Lebih lagi, kita harus menyedari bahawa apabila kita mulai meninggalkan Allah, api Roh Kudus akan membakar di dalam diri kita untuk mengusir segala kenajisan (ref. 1:25). Tetapi apabila kita dengan keras kepala tidak mahu bertobat, kita akan memadamkan api ini, dan Roh Allah akan meninggalkan kita.

13.4.4 Ketaatan

​Paulus menyebutkan Gereja Korintus sebagai “bait Roh Kudus” (I Kor. 6:19) kerana jemaatnya telah menerima baptisan air melalui Roh dan telah minum dari Roh (I Kor. 12:13). Namun Paulus menegur mereka tentang hal ini: mereka tidak dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga mereka tidak mampu hidup dalam kepenuhan Roh. Mereka masih menjadi milik daging dan kanak-kanak di dalam Kristus, kerana adanya iri hati dan perselisihan di antara mereka. Rohani mereka belum bertumbuh dan tidak mewujudkan gambar dan rupa Kristus. Paulus menunjukkan bahawa mereka tidak lebih baik dengan orang-orang yang tidak percaya (I Kor. 3:1-3)

​Keadaan Gereja Korintus memastikan kenyataan bahawa menerima baptisan Roh Kudus dan dipenuhi Roh Kudus adalah dua hal yang berbeda. Hari ini, ada orang-orang Kristian yang rohani tidak dewasa (Ef. 4:13). Bukannya menuruti kehendak Roh Kudus, mereka mengikuti keinginan daging dan fikiran mereka (Ef. 2:3). Allah menyesali orang-orang demikian, “tegar tengkuk, keras kepala dan berkepala batu” (Yes. 48:4). Ketaatan kepada Allah adalah sebuah syarat menerima Roh Kudus (Kis. 5:32) dan juga untuk mendapatkan kepenuhanNya.

​Walaupun Yesus adalah Allah yang menjadi manusia (I Tim. 3:16). Ia masih harus belajar untuk taat. Di malam Ia ditangkap, Ia berdoa di Taman Getsemani untuk diluputkan dari penderitaan di kayu salib: “Ya BapaKu, jikalau Engkau mahu, ambillah cawan ini daripadaKu; tetapi bukanlah kehendaKu, melainkan kehendakMu yang terjadi” (Luk. 22:42). Yesus memahami sifat cawan ini: Ia akan menjadi Anak Domba Paskah yang akan dikorbankan (Kel. 12:1-9; I Kor. 5:7). Ia menyedari penderitaan yang harus ia jalani, kerana Kitab Suci telah lama menubuatkan:

Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya; hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku; kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku.
​​​​​​​​​Mazmur. 22:14-15

​Walaupun mengetahui kemalangan yang menantikanNya, Yesus tetap turut pada kehendak Allah. Ia berdoa, “bukanlah kehendakKu, melainkan kehendaMulah yang terjadi” . Ini adalah sebuah titik balik – Ia bertekad untuk tunduk pada kehendak Allah, walaupun itu bererti ia harus mati di kayu salib (Flp. 2:8). Allah menjawabnya dengan mengutus seorang malaikat untuk menguatkanNya (Luk. 22:43) Dari catatan Alkitab, kita mengetahui apabila kita mengambil keputusan untuk menuruti kehendak Allah, Ia memberikan cukup kekuatan untuk menjalaninya.

​Sebelum Paulus datang kepada Kristus, ia adalah manusia yang dibelenggu oleh dosa. Tetapi setelah ia dilahirkan kembali, ia dibebaskan dari kuasa dosa dan maut, dan menjadi manusia baru. Paulus juga menerima kekuatan dengan dipenuhi Roh Kudus untuk seterusnya dapat hidup dalam kemenangan (Kis. 9:17; Rm. 8:1-2; Flp. 4:13). Kerana itu, ia mengajarkan kita agar “hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging” (Gal. 5:16). Ia juga mendorong kita untuk meneladaninya, seperti ia meneladani Kristus (I Kor. 11:1) dalam melakua segala sesuatu untuk kemuliaan Allah.

​Umat manusia mempunyai dua pilihan yang dapat diikuti: Adam atau Kristus (I Kor. 15:22). Mereka yang mengikuti Adam, adalah milik dunia, memberontak melawan Allah, menuruti si jahat, dan tidak mempunyai kehidupan rohani (Kej. 2:17; 3:22-24; I Yoh. 5:19). Sebaliknya mereka yang mengikuti Kristus, bebas dari dosa dan belenggu si jahat, dan telah melalui kematian ke dalam kehidupan (Rm. 8:1-2; Yoh. 5:24; II Kor. 3:17)

13.4.5 Ketekunan

​Tuhan Yesus berkata, “Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Syurga diserong dan orang yang menyerongnya mencuba menguasainya” (Mat. 11:12). Kata-kata ini mengingatkan kita bahawa kita harus melalui banyak kesusahan agar dapat masuk kerajaan Allah (Kis. 14:22). Kerana itu kita harus berjuang untuk terus menerus dipenuhi Roh Kudus. Ia juga berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk kerajaan Allah” (Luk. 9:62). Jadi, apabila kita ingin masuk ke dalam kerajaan Syurga, kita harus meninggalkan segala hal duniawi (I Yoh. 2:15-17)

​Apabila kita menyedari bahawa tidak ada hal yang lebih penting daripada kerajaan Syurga, kita akan berusaha sekuat tenaga untuk mengejarnya. Paulus mempunyai pemahaman ini dan yakin bahawa suatu hari ia akan dapat masuk ke dalam kerajaan Syurga (II Tim. 4:18). Ia berkata bahawa ia melupakan apa yang ada di belakangnya dan terus mendorong ke depan untuk mencapai tujuan, seperti seorang atlet yang berlari untuk mendapatkan piala (Flp. 3:13-14; I Kor. 9:24). Seluruh hidupnya dipenuhi Roh: ia meniru Kristus, berjuang dengan baik, menyelesaikan pertandingan, dan memelihara iman (Rm. 8:1-2; Gal. 5:16; I Kor. 11:1; II Tim. 4:7-8). Paulus juga membicarakan tentang pentingnya mengenakan perlengkapan senjata Allah, yang di antaranya termasuk baju zirah (Ef. 6:11-17). Sebagai tentera Kristus yang ada di barisan penyerang, kita harus berbaris ke depan untuk mencapai kemenangan, dan tidak mundur, agar tidak dikalahkan oleh Iblis.

​Dalam Alkitab, kita melihat contoh orang-orang yang melangkah maju ke depan dan mereka yang melangkap mundur-masing-masing memperoleh hasil yang sangat berbeda:
• Abraham dan keluarganya meninggalkan tanah kelahiran mereka untuk mencari tempat yang lebih baik. Walaupun secara fisik Abraham tifak pernah menerima apa yang dijanjikan kepadanya, ia melihatnya dari kejauhan dan memelihara keyakinannya hingga hari kematiaannya (Ibr. 11:13-16)
• Lut tinggal dalam kehidupan yang mewah di Kota Sodom. Saat malaikat mendesaknya untuk menyelamatkan diri, ia merasa ragu, sehingga malaikat itu harus menyeretnya dan keluarganya. Namun bahkan saat meninggalkan kota, isteri Lut melihat belakang dan menjadi tiang garam (Kej. 19:15-17, 26)
• Bangsa Isreal meninggalkan Mesir untuk pergi ke Tanah Kanaan, daerah yang dialiri susu dan madu. Tapi di padang belantara, mereka memberontak melawan Musa dan mengingini kenikmatan-kenikmatan Mesir yang dahulu mereka tinggalkan (Kis. 7:39; Kel. 16:2-3; Bil. 11:4-6). Akibatnya, Allah mencegah generasi itu masuk ke dalam tanah perjanjian (Bil. 14:22-23). Selain Yosua, Kaleb dan Suku Lewi (Bil. 14:30)

Contoh-contoh ini mengingatkan kita akan perlunya mengikuti Tuhan sepenuh hati, apabila kita hendak pergi ke Syurga. Kita harus siap menanggung kesusahan, meninggalkan segala hal, dan maju ke depan (Luk. 9:57-62). Kita dapat melakukan ini semua hanya bila kita senantiasa dipenuhi Roh Kudus. TanpaNya, kita tidak dapat mencapai tujuan syurgawi kita (Mat. 7:21-23)

Penatua Yohanes berkata, “Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari Syurga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” (Why. 21:2). Yerusalem ini bukanlah kota di dunia, kerana dunia akan segera dihancurkan. Namun ini adalah Yerusalem Syurgawi yang turun dari Syurga. Malaikat menunjukkan bahawa kota suci ini adalah memperlai perempuan, isteri Anak Domba (Why. 21:9-10). Penglihatan ini mengingatkan kita akan perkataan Paulus, yang mengatakan bahawa gereja adalah Yerusalem dari atas, mempelai perempuan Kristus (Gal. 4:25-26; Ef. 5:31-32). Ini adalah gereja benar, yang suatu hari nanti akan dinikahkan dengan Kristus dan bersama-sama dengan Dia selama-lamanya. Sekarang gereja benar harus mempersiapkan dirinya untuk diperlengkapi seutuhnya- kudus dan tanpa cela- dan mengenakan pakaian lenan yang halus, yaitu perbuatan-perbuatan kebenaran (Ef. 5:26-27; Why. 19:7-8)

Penatua Yohanes melihat penglihatan gereja benar ini- sebuah gereja yang senantiasa dipenuhi Roh Kudus, sempurna dan tanpa cacat cela (I Tes. 3:12-13). Saat kita merenungkan gambaran ini, tak pelak lagi kita akan membandingkannya dengan kenyataan gereja sekarang sehingga kita menyedari betapa jauhnya perjalanan yang masih harus kita tempuh. Kerana itu, kita semua harus bersikeras untuk dipenuhi Roh Kudus, agar kita senantiasa diperbarui dan mengenakan sifat yang baru, yaitu kebenaran benar dan kekudusan (Ef. 4:23-24). Hanya bila demikianlah, kita dapat menantikan kedatangan Tuhan kita yang kedua kalinya dengan percaya diri dan pengharapan yang penuh dengan sukacita.

Pertanyaan ulasan

1. Jelaskan tentang kepenuhan Roh Kudus
2. Tuliskan rangkuman akibat dari kepenuhan Roh Kudus.
3. Tuliskan rangkuman syarat-syarat kepenuhan Roh Kudus.

_________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

1. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver. Thomas Nelson Publishers, 1985). G2590
2. Ibid. G26
3. The Complete Word Study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994)H8057
4. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository VDictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G5479
5. The Complete Word study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994). H7965
6. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr. William, Vine’s Complete Expository Vancouver of old and New Testament Words (Nashiville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985) G1515
7. The Complete Word Study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994)H 750
8. Ibid H639
9. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver. Thomas Nelson Publishers, 1985). G 3115
10. Ibid G5281
11. Ibid G5544
12. The Complete Word study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994). H2896
13. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository VDictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G19
14. The Complete Word study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994). H530
15. The Complete Word study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994). G4102
16. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository VDictionary of Old and New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G4240
17. Ibid G4240
18. The Complete Word study Dictionary: Old Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1994). G1466
19. Ibid. G193
20.

Bab 12 Menerima Roh Kudus

12.1 Pendahuluan

​Kitab Kisah Para Rasul memberikan catatan dramatis tentang pencurahan Roh Kudus yang pertama pada gereja mula-mula:

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan nampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung kerana mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran… Tetapi orang lain menyindir:”Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 2:1-7, 13

​Kemudian Petrus dengan berani berdiri di hadapan kerumuman orang yang terheran-heran untuk menjelaskan kepada mereka bahawa apa yang sedang mereka lihat adalah penggenapan nubuat Nabi Yoel:

Akan terjadi pada hari-hari terakhir- demikianlah firman Allah- bahawa Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hambaKu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.
​​​​​​Kisah Para Rasul. 2:17-18; ref Yoel. 2:28-29

​Selanjutnya Petrus menyatakan, “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita” (Kis. 2:39)

​Catatan Alkitab ini menjelaskan bahawa kedatangan Roh Kudus telah lama dinubuatkan, dan penggenapannya dimulai pada hari Pentakosta. Hari ini, janji ini berlaku untuk semua orang kerana Paulus berkata,”Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, mahupun orang Yunani, baik budak, mahupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh” (I Kor. 12:13)

​Pada bab ini, kita akan melihat apa yang diajarkan Alkitab untuk memperoleh janji ini.

12.2 Menemukan Roh Kudus di Gereja Benar

​Dari catatan berbeda dalam Alkitab, kita mengetahui perlunya mendapatkan baptisan Roh Kudus, khususnya di gereja benar Allah.

12.2.1 Menanti di Yerusalem

​Sebelum ia naik ke Syurga, Yesus memerintahkan murid-muridNya, “Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49). “Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang- demikian kataNya-” telah kamu dengar daripadaKu. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” (Kis. 1:4-5). Yesus memerintahkan dengan sangat rinci agar mereka menunggu di Yerusalem, bukan di tempat lain. Murid-murid memegang perintahNya dengan menantikan dan berdoa di sana. Ketika hari Pentakosta tiba, janji itu digenapi (Kis. 1:12-15; 2:1-4)

​Yerusalem adalah sebuah kiasan gereja benar, yang didirikan oleh Roh Kudus. Setelah hari Pentakosta, orang-orang percaya di gereja benar menerima Roh Kudus di mana pun para rasul mengabarkan injil (Kis. 8: 14-17; 10:44-46; 19:1-7). Ini menjadi penggenapan kata-kata Nabi Zakharia:”Tetapi bila mereka dari kaum-kaum di bumi tidak datang ke Yerusalem untuk sujud menyembah kepada Raja, Tuhan semesta alam, maka kepada mereka tidak akan turun hujan” (Zak. 14:17). Kerana hujan melambangkan Roh Kudus, kita mengetahui bahawa nubuat ini membicarakan tentang orang-orang berdatangan ke Yerusalem-yaitu gereja benar- untuk menerima Roh Kudus.

​Gereja para rasul adalah sungguh-sungguh milik Yesus Kristus kerana gereja ini secara peribadi didirikan oleh Roh Kudus hujan awal dan disertai oleh Roh. Kerana itu Alkitab menyebutnya sebagai bait Allah (I Kor. 3:16); tubuh Kristus (Ef. 1:23); jemaat Allah, tiang penopang dan dasar kebenaran (I Tim. 3:15); mempelai perempuan Anak Domba (Why. 21:2; 9-10). Gereja memegang kebenaran, jadi imannya didirikan di atas dasar para rasul, nabi dan Yesus Kristus (Ef. 2:19-20). Injil yang diberitakan para rasul disertai oleh kesaksian Roh Kudus melalui tanda dan mujizat, untuk memenangkan ketaatan bangsa-bangsa bukan Yahudi (Mrk. 16:20; Rm. 15:18; Kis. 3:12-16; Ibr. 2:4)

12.2.2 Anugerah yang diberikan melalui para rasul

​Apabila kita membaca Kisah Para Rasul, kita melihat sebuah pola, yaitu ketika orang-orang yang menerima Roh Kudus, pertama-tama bertemu dengan para rasul dari gereja benar. Pertama, kita melihat orang-orang Samaria menerima injil melalui Filipus dan kemudian menerima Roh Kudus ketika Petrus dan Yohanes datang untuk menumpangkan tangan ke atas mereka (Kis. 8:14-17). Kedua, kita melihat Saulus dipanggil oleh Yesus dalam perjalanannya ke Damaskus, tetapi tidak segera menerima Roh Kudus. Setelah Tuhan mengutus Ananias untuk menumpangkan tangan, barulah Saulus menerima karunia ini (Kis. 9:3-17). Ketiga, Kornelius. Seseorang yang saleh dan takut akan Allah dan melakukan pekerjaan-pekerjaan baik dan senantiasa berdoa. Ia tidak menerima Roh Kudus sampai ketika Tuhan mengutus Petrus untuk memberitakan injil kepadanya dan keluarganya (Kis. 10:1-5, 44-46). Keempat, murid-murid di Efesus tidak menerima Roh Kudus saat mereka percaya (kerana mereka baru mendapatkan baptisan Yohanes); setelah Paulus pergi kepada mereka dan membaptis ulang mereka dalam nama Yesus dan menumpangkan tangan, barulah mereka mendapatkan Roh Kudus (Kis. 19:1-7)

​Contoh-contoh ini memperlihatkan bahawa pada masa hujan awal, orang-orang percaya menerima baptisan Roh Kudus ketika mereka berhubungan langsung dengan gereja melalui para rasul. Di masa hujan akhir sekarang, prinsip ini masih tetap berlaku. Mereka yang mencari baptisan Roh Kudus pertama-tama harus datang ke gereja benar yang meneruskan pelayanan gereja mula-mula dan para rasul.

12.2.3 Mengenali gereja benar di masa sekarang

​Gereja benar di masa sekarang, adalah gereja yang dirancang sesuai dengan gereja di masa para rasul. Alkitab mengacu gereja ini sebagai “gunung temapt rumah Tuhan [yang] akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana” (Yes. 2:2). Gereja ini adalah Gereja Yesus Benar, yang didirikan oleh Roh Kudus dan mempunyai penyertaanNya. Ia mengabarkan kebenaran dan mempunyai kesaksian dari tanda dan mujizat. Sejak pendiriannya di awal abad ke-20, kita melihat orang-orang percaya mengalami pencurahan Roh Kudus yang sama seperti 2000 tahun yang lalu. Kerana itu, siapa saja yang menginginkan baptisan Roh Kudus dapat datang dan mencari Dia di gereja ini.

​Gereja Yesus Benar telah bertahun-tahun melihat orang-orang yang berbeda datang melalui pintu gerbangnya kerana penginjilan pribadi dan melalui penginjilan tertulis. Mendengar dan menerima injil yang sempurna, orang-orang telah menerima Roh Kudus yang dijanjikan. Sebaliknya, ada orang-orang Kristian dari denominasi-denominasi lain yang telah mendengar kehadiran dan pekerjaan Roh Kudus di Gereja Yesus Benar, tetapi belum menerima Roh Kudus kerana keraguan mereka untuk datang ke gereja ini. Ada juga beberapa kejadian mengenai beberapa hamba Tuhan dari denominasi-denominasi berbeda yang awalnya menerima injil benar yang dikabarkan gereja dan juga menerima Roh Kudus, tetapi pada akhirnya gereja dan anugerah ini kerana keraguan mereka untuk meninggalkan iman mereka yang lama dan kedudukan mereka sebelumnya agar dapat masuk ke dalam gereja.

12.3 Taat pada kebenaran

​Sama seperti negara yang diperintah oleh seorang pemimpin, begitu juga kerajaan Allah- yaitu gerejaNya- dipimpin oleh Allah. Ia adalah Raja kita, dan kita adalah umatNya (Ef. 2:19; Fil. 3:20) Kerana itu kita mempunyai tanggungjawab untuk menaati kehendak dan perintahNya. Alkitab menyatakan imbalan atas ketaatan kepada Allah:”Besarlah ketenteraan pada orang-orang yang mencintai TauratNya, tidak ada batu sandungan bagi mereka” (Mzm. 119:165). “Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering dan kebahagianmu akan terus berlimpha seperti golombong-golombong laut yang tidak pernah berhenti” (Yes. 48:18)

12.3.1 Contoh-contoh ketaatan dan ketidaktaatan

​Alkitab memperlihatkan banyak contoh orang-orang yang taat mahupun tidak taat dengan kehendak Allah. Mereka menunjukkan kepada kita bahawa ketaatan dan ketidaktaatan memberi akibat yang berbeda kepada mereka yang terlibat, dan bahkan sampai kepada keturunan mereka.

​Di antara mereka yang tidak taat adalah Adam, nenek moyang kita. Allah memberikan kepadanya hanya satu perintah:”Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kamu makan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej. 2:17). Sayangnya Adam melanggar perintah ini kerana ia tidak berhasil mengalahkan godaan. Akibatnya adalah kutukan yang harus ia tanggung dan diusir dari Taman Eden (Kej. 3:4-6; 16-19, 24). Lebih parah lagi, sejak saat itu dosa masuk ke dunia, dan umat manusia terbelenggu oleh dosa dan maut (Rm. 5:12). Maka kini menjadi perlu untuk menetralkan ketidaktaatan seseorang dengan ketaatan orang lain. Maka, Yesus Kristus, Adam yang terakhir, datang ke dunia untuk menyerahkan diriNya kepada kehendak Allah, hingga pada titik kematian di salib. Namun Allah membangkitkanNya, memuliakanNya, dan memberikanNya nama di atas segala nama. Melalui kematianNya, Yesus menghancurkan pekerjaan Iblis dengan mengalahkan maut dan memperlihatkan kehidupan kekal. (I Kor. 15:45; Fil. 2:8-9; Ibr. 2:14; II Tim. 1:10)

​Alkitab juga mencatat tentang Raja Saul, yang walaupun diperintahkan Allah untuk menghancurkan seluruh bangsa Amalek dan haiwan ternak mereka, memutuskan untuk meluputkan hidup Raja Amalek dan merampas haiwan ternak yang terbaik. Ketika Samuel kemudian menunjukkan kesalahannya, Saul bukan saja tidak bertobat, tetapi berdebat bahawa ia merampas haiwan ternak itu untuk dipersembahkan kepada Allah. Lalu Sameul menegurnya, “Apakah Tuhan itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara Tuhan? Sesungguhnnya, mendengarkan lebih baik pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan… Kerana engkau telah menolak firman Tuhan, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja” (I Sam. 15:22-23)

​Contoh orang yang belajar untuk taat adalah Naaman, pemimpin balatentera Aram dan orang yang terhormat yang menderita kusta. Setelah mendengar tentang seorang nabi di negeri Isreal, ia pergi mencari nabi itu. Elisa menyambutnya dengan menyampaikan pesan: “Pergilah mandi 7 kali dalam Sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir”.

​Awalnya Naaman marah mendengar ini:”Bukankah Abana dan Parpas, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Isreal? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?”

​Namun hambanya membujuk dia dengan berkata,”Seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapa akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir”

​Maka Naaman menurut dan membenam dirinya 7 kali di Sungai Yordan, seperti yang diperintahkan oleh Elisa. Ketaatannya menghasilkan berkat (II Raj. 5:1-14)

​Contoh-contoh di atas menunjukkan bahawa taat kepada Firman Allah adalah sebuah syarat dasar untuk menerima karunia Allah. Dan baptisan Roh Kudus tidak terkecuali.

12.3.2 Taat pada injil agar menerima Roh Kudus

​Untuk menerima Roh Kudus, kita harus percaya kepada Yesus dan taat pada injil. Alkitab mencatat:”Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh. 1:1). Ayat ini mengatakan bahawa Yesus Kristus adalah Firman yang menjadi manusia dan tinggal di antara umat manusia. Ia adalah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat pergi kepada Bapa selain melalui Dia (Yoh. 1:14; 14:6)

​Dari sejarah, kita mengetahui adanya beberapa orang yang seharusnya dapat menuruti Yesus, tetapi tidak melakukannya. Di antaranya adalah sebagian besar orang-orang Yahudi, yang menolak Yesus dan menyalibkan Dia untuk menggenapi pengertian mereka akan Hukum Taurat (Yoh. 19:7). Juga Saulus, yang menganiayai gereja kerana kesalehan yang keliru. Bahkan saat Yesus dibangkitkan, Roh Kudus dicurahkan, dan tanda mujizat diwujudkan untuk bersaksi tentang injil yang diberitakan para rasul (Mrk. 16:19-20; Kis. 2:1-5, 23-33; 5:12-16) banyak orang Yahudi, termasuk Saulus, tetap berkeras hati menolak kebenaran.

​Namun walaupun mendapatkan perlawanan, para rasul terus mengabarkan injil. Mereka menyatakan dengan berani, “Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kananNya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Isreal dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.” Mereka juga menambahkan, “Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua oranf yang mentaati Dia” (Kis. 5:32). Penting untuk diperhatikan, para rasul menggunakan kata “taat” untuk menunjukkan sebuah syarat untuk menerima Roh Kudus.

​Sayangnya sejarah seringkali terulang. Kitab Pengkhotbah berkata:”Apa yang pernah ada aka nada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; taka da sesuatu yang baru di bawah matahari” (Pkh. 1:9). Walaupun hari ini telah nyala bahawa Roh Kudus telah turun dari Syurga dan dibuktikan dengan berbahasa roh (Kis. 10:44-46), banyak denominasi membantah kebenaran alkitabiah ini. Kerana ini nampaknya sama seperti Iblis menipu Adam di Taman Eden, sekali lagi ia menipu orang-orang mengenai kebenaran Roh Kudus.

​Maka kita harus kembali ke kata-kata kunci yang diucapkan para rasul: “Roh Kudus yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia” (Kis. 5:32). Ini menunjukkan bahawa ketika kita menerima dan taat kepada injil yang sepenuhnya, seperti yang diberitakan gereja benar, Allah akan mencurahkan Roh Kudus kepada kita.

12.4 Memuji dengan “Haleluya”

​Tuhan Yesus berjanji kepada murid-muridNya, “Dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannnya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya” (Yoh. 14:13-14). Kata-kata ini mengajarkan kita bahawa kita harus memanggil nama Yesus ketika kita berdoa. Kerana itu jalan terbaik untuk memulai doa kita memohon Roh Kudus adalah dengan berkata, “Dalam nama Tuhan Yesus, berdoa”

​Doa kita untuk memohon Roh Kudus harus dipenuhi dengan pujian kepada Allah yang menganugerahkan karunia ini. Alkitab mengajarkan kita sebuah kata pujian yang dapat kita gunakan- “Haleluya”. Kata ini berasal dari bahawa Ibrani allelouia, yang bererti “Terpujilah Tuhan” (ref. Mzm. 104:35; Why. 19:1). Jadi sebuah doa yang sederhana dapat berisi: ”Haleluya, terpujilah Tuhan Yesus. Kiranya Engkau memenuhiku dengan RohMu” atau sekadar, “Haleluya, terpujilah Tuhan Yesus”

12.4.1 Penggunaan “Haleluya” dalam Alkitab

​Kita banyak menjumpai kata “Haleluya” di Kitab Mazmur, dan dapat dikelompokkan dalam tiga kategori: 1) Yang dimulai dengan “Haleluya” (Mzm. 111-112); 2) yang diakhiri dengan “Haleluya” (Mzm. 104, 105, 115, 116 dan 117); 3) yang dimulai dan diakhiri dengan “Haleluya” (Mzm. 106, 113, 135, 146-150). Mazmur. 113-118 disebut “Haleluya” (Mzm. 106, 113, 135, 146-150). Mazmur. 113-118 disebut “Kelompok Mazmur Hallel”, yang bererti “Mazmur Pujian”. Mazmur 146-150 dimulai dan diakhiri dengan “Haleluya” dan disebut “Mazmur Haleluya” oleh gereja masa awal.

​Di dalam Perjanjian Baru, “Haleluya” muncul empat kali di kitab Wahyu: fasal 19, ayat 1, 3, 4, dan 6. Di tiga ayat pertama, “Haleluya” digunakan untuk memberikan pujian atas kemahakuasaan Allah atas kehancuran Babel dan dibalskannya darah para martir. Di ayat keempat, “Haleluya” digunakan untuk memuji Tuhan sebagai Raja yang berkuasa: ”Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Kerana Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja”(Why. 19:6). Ayat ini memberikan sebuah penggambaran yang tepat akan suara-suara doa yang dipanjarkan dalam bahasa roh di dalam gereja benar.

12.4.2 Menggunakan “Haleluya” untuk doa yang efektif

​Yesus mengajarkan kepada kita: “Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenai Allah. Mereka menyangka bahawa kerana banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan” (Mat. 6:7). Kata “bertele-tele” berasal dari kata bahasa Yunani battologeon, yang bererti “mengulang-ulang dengan malas”1. Kata ini kemungkinan besar berasal dari ungkapan bahasa Aram, yang menunjukkan kesia-siaan dan kata-kata yang diulangi secara mekanis yang diucapkan dalam cara-cara doa penyembah berhala (bukan Yahudi)

​Inti dalam masalah ini adalah, doa yang efektif tidak didasarkan pada panjang doanya atau penggunaan pengulangan. Sebaliknya, doa yang efektif bergantung pada apakah kita berdoa dengan ketulusan dan kesungguhan. Mengetahui hal ini akan membantu kita untuk menyamakan dengan contoh dan pengajaran Alkitab mengenai cara berbeda dalam berdoa: memohon berulang kali, doa yang mendalam dan memuji Allah dengan “Haleluya”. Contohnya kita melihat Tuhan Yesus sendiri berdoa tiga kali di Taman Getsemani, mengatakan kata yang sama berulang-ulang (Mat. 26:44), dan Ia menghabiskan semalaman untuk berdoa di gunung (Luk. 6:12). Kerana itu dalam hal doa, hati kitalah kuncinya.

12.4.3 Menjawab kesalahfahaman

​Ende Hu berbicara secara kritik mengenai gereja-gereja yang menganjurkan penggunaan “Haleluya” secara berulang-ulang dalam doa. Ia mengacu pada praktik yang dilakukan beberapa pendeta yang mengajarkan orang untuk menyebutkan kata ini berulang-ulang dengan cepat dan terus-menerus dalam waktu yang lama, yang membuat diri mereka memasuki keadaan seperti kesurupan dan berbicara tidak menentu, atau bahkan menjadi kerasukan oleh roh jahat. Ia menyebutkan Matius. 6:7 untuk mendukung pendapatnya, dan berkesimpulan: “Kita dapat melihat bahawa ini adalah sebuah kekeliruan, kerana Tuhan Yesus telah memperingatkan murid-muridNya, bahawa apabila mereka berdoa, mereka tidak boleh mengucapkan doa berulang-ulang seperti yang dilakukan orang-orang tidak bertuhan. Kerana itu gaya kharismatik dalam berbahasa roh tidak berasal dari Alkitab.”

​Sayangnya Ende Hu memandang keliru mengenai berdoa meohon Roh Kudus. Ada beberapa hal yang perlu diluruskan.

​Pertana, ia menyalahertikan maksud dari Matius. 6:7 kerana alasan-alasan yang telah kita sebutkan di awal bagian ini. Memuji Allah dengan kata “Haleluya” berulang-ulang adalah hal yang baik, terutama ketika kita memohon Roh Kudus- selama kita melakukannya dengan hati yang tulus, dan bukan dengan jalan yang sia-sia seperti yang diungkapkan Hu.

​Kedua, seseorang yang sungguh-sungguh menerima Roh Kudus, sadar sepenuhnya dan mengetahui apa yang terjadi di sekelilingnya. Pengalaman ini juga dapat dilihat dan didengar (Kis. 2:33; 8:17-19; 10:44-46; 19:1-7). Kebalikan dari pendapat Hu, orang yang menerima Roh Kudus tidak memasuki keadaan seperti kesurupan.

​Ketiga, kita perlu memahami bahawa berbahasa roh secara alami memang tidak dapat dimengerti, kecuali apabila Tuhan membukakan telinga kita. Alkitab menjelaskan: “Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia” (I Kor. 14:2)

12.5 Baptisan air

​Baptisan air mempunyai khasiat mengampuni dosa (Kis. 3:8; 12:16) dan memungkinkan seseorang mempunyai nurani yang baik kepada Allah (I Ptr. 3:21). Baptisan air juga merupakan bagian dari proses yang perlu kita lalui apabila kita mahu menerima Roh Kudus.

12.5.1 Jalan keselamatan

​Ketika Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, Petrus berkhotbah di hadapan orang-orang Yahudi yang melihat kejadian itu. Ia bersaksi bahawa murid-murid telah menerima Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus Kristus, yang telah mereka bunuh dan sekarang telah bangkit. Setelah mendengar kata-katanya, hati mereka terasa pedih dan mereka bertanya kepada Petrus dan para rasul, “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” (Kis. 2:37). Petrus menjawab, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (Kis. 2:38)

​Jawaban Petrus menjelaskan jalan keselamatan- sebuah jalan yang diterangkan berulangkali dalam Kisah Para Rasul. Agar diselamatkan, kita harus melalui: pertobatan, baptisan air untuk menghapus dosa, dan baptisan Roh Kudus- biasanya berurutan, walaupun ada beberapa kasus khusus (seperti Saulus dan Kornelius, yang menerima baptisan Roh Kudus sebelum baptisan air). Maka baptisan air adalah syarat kunci bagi setiap orang yang ingin menerima baptisan Roh Kudus.

12.5.2 Hubungan antasa baptisan air dan baptisan Roh Kudus

​Baptisan air harus mempunyai kesaksian Roh Kudus agar darah Tuhan dapat hadir dalam air (Yoh. 19:34; I Yoh. 5:6-8). Paulus menulis, “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, mahupun orang Yunani, baik budak, mahupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” (I Kor. 12:13). Di ayat ini, Paulus menjelaskan dua hal yang terjadi berurutan. Pertama,ia membicarakan baptisan air: “Sebab dalam satu Roh kita semua… telah dibaptis menjadi satu tubuh.” Sakremen ini harus dilakukan oleh pembaptis yang telah menerima Roh Kudus, kerana Roh Kuduslah yang mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa (Yoh. 20:22-23). Kedua, Paulus menjelaskan mengenai baptisan Roh Kudus: “diberi minum dari satu Roh”. Roh Kudus adalah “air hidup” yang diberikan Tuhan Yesus kepada orang-orang percaya, sehingga mereka tidak lagi merasa haus. Air ini akan menjadi mata air di dalam hati mereka, mengalir kepada kehidupan kekal (Yoh. 4:14; 7:37-39)

​Urutan ini sesuai dengan apa yang dijelaskan Petrus dalam khotbahnya di hari Pentakosta. Selanjutnya kita melihat hal ini digambarkan pada apa yang dialami orang-orang percaya di gereja para rasul. Namun ada beberapa pengecualian. Termasuk di antaranya adalah Saulus yang dibaptis dengan Roh Kudus sebelum ia menerima baptisan air (Kis. 9:17). Di sini Yesus memperlihatkan bahawa Ia telah memilik Saulus untuk menyatakan namaNya kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, raja-raja dan bangsa Isreal (Kis. 9:10-19). Kasus pengecualian lain adalah Kornelius dan keluarganya, yang juga menerima baptisan Roh Kudus sebelum menerima baptisan air. Sekali lagi ini terjadi untuk menunjukkan hikmat Allah, dan menunjukkan kepada orang-orang Kristian dari bangsa Yahudi bahawa karunia keselamatanNya sekarang juga diberikan kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi (Kis. 10:28, 44-48; 11:1-4, 15-18).

​Hari ini, di Gereja Yesus Benar, kita juga melihat banyak contoh orang-orang yang menerima Roh Kudus sebelum mereka menerima baptisan air. Mereka adalah tanda karunia Allah kepada mereka yang mencari Dia dan gereja benarNya. Pencurahan Roh Kudus menjadi saksi atas injil yang telah mereka terima dan menolong membangun iman mereka.

12.5.3 Cara baptisan air yang benar

​Ketika Paulus bertemu dengan beberapa murid di Efesus, ia bertanya: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?” (Kis. 19:2)

​Mereka menjawab: “Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahawa ada Roh Kudus.”

​Paulus heran dan bertanya-tanya apakah baptisan yang telah mereka terima, entah bagaimana, baptisan yang saleh. Ini kerana di masa hujan awal, orang yang telah menerima baptisan air juga akan menerima baptisan Roh Kudus. Tentu ada alasan yang masuk akal mengapa murid-murid di Efesus belum menerima Roh Kudus (ref. Kis. 8:18-24). Jadi Paulus bertanya kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?”

​Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes”

​Sekarang Paulus mengerti. Ia berkata kepada mereka, “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahawa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya, yaitu Yesus.”

​Paulus kemudian membaptis mereka di dalam nama Yesus. Dan setelah menumpangkan tangan ke atas mereka, Roh Kudus turun kepada mereka, dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat (Kis. 19:1-7)

​Catatan bersejarah ini memberitahukan kepada kita bahawa cara baptisan sangat penting: baptisan ait harus dilakukan sesuai dengan petunjuk Tuhan Yesus dan para rasul. Bila tidak, dosa tidak dapat diampuni, dan Roh Kudus tidak akan diberikan.

​Alkitab mengajarkan cara baptisan air yang benar kepada kita:

i. Dalam nama Yesus
Baptisan air harus dilakukan di dalam nama Yesus (Kis. 2:38; 8:16;10:48; 19:5), kerana selain dengan namaNya, tidak ada nama lain yang olehnya kita dapat diselamatkan (Kis. 4:12). Baptisan air di dalam nama Yesus mempunyai kuasa untuk menghapus dosa (Kis. 10:43; 22:16; I Yoh. 2:12)

ii. Kepala tertunduk
Saat baptisan, tubuh kita harus sepenuhnya diselamkan ke dalam air, untuk menandakan penguburan kita dengan Kristus (Rm. 6:3-4). Cara baptisan ini dicatat di dalam Alkitab, antara lain: baptisan Tuhan Yesus (Mat. 3:16); baptisan yang dilakukan Filipus kepada sida-sida Etiopia (Kis. 8:36-39); baptisan yang dilakukan Yohanes Pembaptis di Ainon, di tempat yang “banyak air” (Yoh. 3:23)

iii. Diselam seluruhnya
Saat baptisan, tubuh kita harus sepenuhnya diselamatkan ke dalam air, untuk menandakan penguburan kita dengan Kristus (Rm. 6:3-4). Cara baptisan ini dicatat di dalam Alkitab, antara lain: baptisan Tuhan Yesus (Mat. 3:16); baptisan yang dilakukan Filipus kepada sida-sida Etiopia (Kis. 8:36-39); baptisan yang dilakukan Yohanes Pembaptis di Ainon, di tempat yang “banyak air” (Yoh. 3:23)

iv. Pembaptis yang memenuhi syarat
Selain cara yang benar, baptisan air juga harus dilakukan oleh seseorang pembaptis yang memenuhi syarat. Ia haruslah: (a) telah menerima baptisan air yang benar, sesuai dengan Alkitab. Akan menjadi hal yang bertentangan apabila seseorang yang dosa-dosanya sendiri belum diampuni- dan ia sendiri belum ada di dalam Kristus- membaptis untuk penghapusan dosa orang lain; (b) telah menerima baptisan Roh Kudus, untuk menunjukkan bahawa ia diutus oleh Allah (Rm. 10:15; Yoh. 3:34; 20:21-22; Luk. 4:18). Ini kerana kuasa untuk mengampuni dosa terdapat dalam baptisan Roh Kudus (Yoh. 20:22-23)

12.5.4 Banyak gereja tidak membaptis dengan benar

​Hari ini, sebagian besar gereja Kristian mengabaikan cara membaptis yang benar dan sesuai dengan Alkitab. Praktik-praktik umum di antaranya membaptis “di dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus; dengan kepala menengadah; dengan percikan air; dan lain-lain.” Semua cara baptisan ini tidak sesuai dengan Alkitab. Hal lainnya adalah orang yang melakukan baptisan air tidak sepenuhnya memenuhi syarat seperti yang telah digariskan oleh Alkitab. Dengan demikian, tidak ada perbedaan antara baptisan-baptisan ini dengan baptisan Yohanes Pembaptis, yang hanya dimaksudkan untuk membimbing orang ke dalam ketobatan. Kerana alasan-alasan ini, baptisan-baptisan seperti itu tidak efektif dalam menghapus dosa, dan kerana itu tidak memungkinkan orang menerima Roh Kudus.

12.6 Penumpangan tangan

​Praktik “menumpangkan tangan” mempunyai makna penting di dalam Alkitab, baik di Perjanjian Lama mahupun Perjanjian Baru. Ada saat-saat tertentu praktik ini selalu dilakukan:

12.6.1 Mempersembahkan korban

​Hukum Perjanjian Lama menyatakan bahawa apabila bangsa Isreal mempersembahkan korban bakaran, orang yang memberikan korban harus menumpangkan tangannya ke atas kepala binatang yang dikorbankan (Kel. 29:10-14; Im. 1:3-4). Tindakan ini adalah sebuah ungkapan kesatuan antara orang yang mempersembahkan korban dengan binatang yang dipersembahkan. Ini menandakan: a) dosa-dosa orang yang mempersembahkan korban akan ditanggung oleh binatang persembahan; b) Binatang itu akan mati menggantikan dirinya.

12.6.2 pemberian berkat

​Di dalam Alkitab, catatan pertama penumpangan tangan untuk tujuan memberkati berkaitan dengan Yakub. Ia menumpangkan tangannya untuk memberkati dua anak Yusuf, Efraim dan Manasye (Kej. 48:8-20). Di dalam Perjanjian Baru, kita melihat Yesus memberkati anak-anak (Mat. 19:13-15; Mrk. 10:13-16)

12.6.3 Menyembuhkan orang sakit

​Sebelum Ia naik ke Syurga, Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh” (Mrk. 16:18). Penumpangan tangan dapat menyembuhkan orang sakit, kerana menyampaikan dua hal: kesatuan dan pemberkatan. Penumpangan tangan membuat seorang hamba Tuhan menyampaikan kuasa kesembuhan kepada orang yang sakit, dan sekaligus memberkatinya. Catatan pelayanan Yesus di Perjanjian Bari memperlihatkan kepada kita bahawa Ia menyembuhkan banyak orang sakit dengan cara ini (Mrk. 6:5; 8:22-25; Luk. 4:40; 13:10-13). Ketika Paulus terdampar di Pulau Malta, ia juga menyembuhkan ayah Publius, gubernur Pulau Malta yang sakit demam dan disertri, dengan penumpangan tangan (Kis. 28:7-8)

12.6.4 Membagikan karunia-karunia rohani

​Penumpangan tangan juga mempunyai kuasa untuk membagikan karunia rohani. Musa menumpangkan tangan kepada penerusnya, Yosua, yang kemudian dipenuhi dengan hikmat dan karunia memimpin, sehingga ia dapat memimpin bangsa Isareal (Ul. 34:9). Melalui pengilhaman nubuat, Paulus dan para penatua menumpangkan tangan mereka ke atas Timotius, sehingga ia menerima karunia-karunia rohani untuk tugas penginjilan (I Tim. 4:14; II Tim. 1:6-7)

12.6.5 Sakreman

​Penumpangan tangan juga dilihat sebagai sakremen (Ibr. 6:2). Alkitab mengajarkan kita untuk melakukannya dengan hikmat dan tidak sembarangan (I Tim. 5:22). Contoh-contoh dalam Alkitab antara lain:

. Menahbiskan hamba Tuhan
Dalam Perjanjian Lama, Musa meminta agar Allah menunjuk seseorang untuk mengepalai bangsa Isreal agar mereka “jangan hendaknya seperti domba-domba yang tidak mempunyai gembala” (Bil. 27:17). Maka Allah berkata kepada Musa, “Ambillah Yosua Bin Nun, seorang yang penuh roh, letaklah tanganmu atasnya… dan berilah dia sebagian dari kewibawaanmu, supaya segenap umat Isreal mendengarkan dia” (Bil. 27:18, 20). Musa melakukan seperti yang diperintahkan Allah dan menahbiskan Yosua di hadapan bangsa Isreal melalui penumpangan tangan (Bil. 27:15-23)

Di dalam Perjanjian Baru, ketika orang-orang Yahudi warganegara Yunani (Helenis) mengeluh kerana orang-orang Yahudi kerana para janda mereka diabaikan pada pelayanan sehari-hari, para rasul mengatakan kepada murid-murid untuk memilih tujuh orang yang terkenal baik, penuh roh dan hikmat. Murid-murid melakukannya dan memilih mereka melalui penumpangan tangan (Kis. 6:1-6)

. Mengutus pekerja
Di dalam gereja para rasul, pertama-tama pekerja harus menerima penumpangan tangan sebelum diutus untuk mengabarkan injil. Kisah Para Rasul mencatat: “Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususnya Barnabas dan Saulus bagiKu untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” Maka berpuasa dan bertobah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi” (Kis. 13:2-3)

12.6.6 Berdoa memohon Roh Kudus

​Di dalam baptisan Roh Kudus, penumpangan tangan juga merupakan hal yang penting. Alkitab mengatakan, pada saat masa hujan awal, orang-orang percaya seringkali menerima Roh Kudus melalui doa dan penumpangan tangan. Kita melihat contoh-contoh dari:

. Orang-orang percaya di Samaria
Setelah Stefanus mati sebagai martir, gereja Yerusalem mengalami penganiayaan besar. Murid-murid terpencar di seluruh daerah Yudea dan Samaria. Pada masa inilah Filipus pergi ke Samaria untuk mengabarkan injil dengan berani, melakukan banyak tanda dan mujizat. Ketika para rasul di Yerusalem mendengar bahawa orang-orang Samaria telah menerima injil Allah melalui Filipus, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke sana. Ketika para rasul berdoa bagi mereka dan menumpangkan tangan ke atas orang-orang percaya di Samaria, dengan segera mereka menerima Roh Kudus (Kis. 8:1-17)

. Saulus
Pada awalnya, Saulus menentang injil dan menganiayai gereja (Fil. 3:6; ref Yoh. 16:2-3). Ia mendapatkan surat dan imam besar yang memberinya wewenang untuk menangkap orang-orang Kristian di Damsyik dan membawa mereka ke Yerusalem. Di tengah jalan, Tuhan Yesus menampakkan diri kepadanya dan memilihnya untuk menjadi rasul bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi. Di saat yang sama Yesus menampakkan diri kepada Ananias untuk pergi kepada Saulus. Ketika Ananias menemukannya, ia menumpangkan tangan ke atas kepada Saulus dan berkata, “Saulus, saudaraku, jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus” (Kis. 9:17). Pada saat itulah Saulus menerima Roh Kudus dan kemudian bangkit untuk dibaptis dengan air

. Murid-murid di Efesus
Ketika Paulus pergi ke Efesus, ia bertemu dengan murid-murid yang hanya menerima baptisan Yohanes, dan belum menerima Roh Kudus. Segera Paulus membaptis mereka di dalam nama Yesus dan menumpangkan tangan ke atas mereka. Roh Kudus dengan segera turun kepada mereka dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat (Kis. 19:1-6)

​Semua kejadian di atas memberitahukan kita bahawa orang-orang Kristian di masa awal seringkali menerima Roh Kudus melalui doa dan penumpangan tangan. Hari ini kita dapat melihat karunia yang sama di Gereja Yesus Benar.

12.7 Miskin di hadapan Allah

​Menerima Roh Kudus adalah syarat yang tak dapat dilewatkan untuk dapat masuk ke dalam kerajaan Syurga (Yoh. 3:5; Ef. 1:14). Tuhan Yesus mengajarkan kita mengenai sikap yang benar untuk mencari kerajaan ini: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, kerana merekalah yang empunya Kerajaan Syurga” (Mat. 5:3)

​Miskin di hadapan Allah adalah bersikap rendah hati dan sepenuhnya mengosongkan diri kita, untuk memberikan ruang bagi Roh Kudus untuk memenuhi diri kita dan menuntun kehidupan kita. Patut kita perhatikan, seringkali anak-anaklah yang menerima Roh Kudus lebih mudah dan cepat. Ini sungguh mengingatkan kita akan pesan Tuhan: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Syurga” (Mat. 18:3)

12.7.1 Gereja-gereja di Laodikia dan Smirna

​Di dalam Kitab Wahyu, kita melihat bahawa jemaat gereja di Laodika menganggap diri mereka kaya dan tidak kekurangan apa-apa, tidak menyedari bahawa mereka sebenarnya, “melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang” (Why. 3:17). Kata-kata ini menjelaskan keadaan beberapa gereja pada hari ini, yang: tidak mempunyai kebenaran, tetapi mengira mereka mempunyainya- kerana itu mereka miskin; tidak mempunyai Roh Kudus, tetapi menyatakan bahawa mereka mempunyainya- buta; mengira diri mereka kudus, tetapi sebenarnya miskin. Maka Tuhan berkata kepada mereka: “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengelok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan Ia bersama-sama dengan Aku” (Why. 3:20)

​Berbeda dengan Gereja Laodikia, kita mengetahui keadaan gereja di Smirna ketika Tuhan berkata, “Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu- namun engkau kaya” (Why. 2:9). Kita harus meneladani contoh gereja ini, miskin di hadapan Allah sehingga kita kaya di mata Allah.

12.7.2 Meninggalkan ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran

​Hari ini banyak orang Kristian mempermasalahkan bahasa roh, menyatakan bahawa baptisan Roh Kudus tidak harus disertai dengan bahasa roh. Ada juga orang-orang yang bersikeras bahawa orang menerima Roh Kudus saat ia menjadi percaya kepada Kristus. Yang lain menyatakan bahawa Roh Kudus telah masuk ke dalam hati setiap otang percaya sejak hari Pentakosta. Keyakinan-keyakinan ini menghalangi orang menerima Roh Kudus. Seperti sebuah perabot yang harus dikosongkan terlebih dahulu dari isinya yang lama sebelum diisi dengan yang baru, kita harus mengosongkan ajaran-ajaran Alkitab yang keliru sebelum Roh Kudus dapat memenuhi hati kita.

​Dari catatan mengenai murid-murid di Efesus dalam Kisah Para Rasul. 19, kita melihat contoh orang-orang yang merendahkan diri dengan mengesampingkan pengertian injil mereka yang tidak sempurna. Paulus bertanya kepada mereka tanpa basa-basi: “Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?”

​Mereka menjawab dengan terus terang, “Belum, bahkan kita belum pernah mendengar, bahawa ada Roh Kudus” (Kis. 19:2)

​Maka Paulus menyedari mengapa mereka belum menerima Roh Kudus, adalah kerana mereka hanya menerima baptisan pertobatan Yohanes. Kerana itu, dia membaptis mereka lagi di dalam nama Yesus (Kis. 19:3-5)

​Sebagian orang Kristian menentang bentuk baptisan ulang apa pun, kerana berasalan bahawa kerana baptisan air menandakan kematian, penguburan dan kebangkitan kita dengan Tuhan, kita harus dapat dibaptis satu kali seumur hidup. Mereka tidak menyedari itu tidak dapat menghapus dosa-dosa kita, dan sama saja dengan tidak dibaptis sama sekali. Pentingnya baptisan air yang benar nampak jelas dari tindakan Paulus menbaptis ulang orang-orang percaya di Efesus: ketika kemudian ia menumpangkan tangan ke atas mereka, mereka menerima Roh Kudus dan berbahasa roh (Kis. 19:6)

12.8 Kekudusan

​Kekudusan adalah syarat penting lain untuk menerima Roh Kudus. Tuhan Yesus mengajarkan kita, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, kerana mereka akan melihat Allah” (Mat. 5:8). Allah itu kudus, dan tanpa kekudusam, orang tidak dapat melihatNya (I Ptr. 1:15-16; Ibr. 12:14) atau menerima karuniaNya (Mzm. 73:1). Ia telah memilih kita dari antara bangsa-bangsa dan memisahkan kita untuk menjadi umat yang kudus. Kerana itu Ia mengharapkan kita dikuduskan dan suci (I Tes. 3:3-7)

​Kita melihat Allah senantiasa menuntut kekudusan dari umatNya, kerana di masa Perjanjian Lama, Ia telah menetapkan agar bangsa Isreal harus menjaga diri mereka tetap kudus dengan memegang ketetapan dan perintahNya (Im. 1:3-4; 11:44-47; Yer. 4:4; 9:25)

​Alkitab mengajarkan kita: “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, kerana dari situlah terpancar kehidupan” (Ams. 4:23). Allah memerintahkan umat pilihanNya di Perjanjian Lama untuk melakukan ini melalui tindakan sunat, memperingatkan bahawa mereka akan dihukum apabila tidak disunat (Yer. 4:4; 9:25). Di dalam Perjanjian Baru, sunat yang sejati tidak lagi berupa tindakan fisik yang ada di luar, tetapi menjadi keadaan rohani yang berhubungan dengan hati kita (Rm. 2:27-29). Sayangnya orang-orang Farisi di masa Yesus mengabaikan hal ini dan menekankan kekudusan yang nampak dari luar saja, dan menelantarkan kekudusan hati mereka. Mereka lebih mementingkan upacara-upacara agama, seperti membasuh tangan sebelum makan, dan mengecam Yesus dan murid-muridNya yang makan tanpa mencuci tangannya. Yesus menegur sikap mereka yang salah dengan berkata, “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan” (Luk. 11:39). Jadi kekudusan berasal dari hati yang murni; dan ini adalah tujuan sesungguhnya di balik segala hukum Allah.

​Patut disebutkan bahawa mempunyai hati yang murni tidak selalu bererti kita harus mencapai tingkat kekudusan yang sempurna, atau benar-benar kudus. Namun ini adalah cara hidup, yang di dalamnya kita senantiasa berusaha untuk hidup kudus. Tersirat sebuah tuntutan di dalamnya agar kita bertobat dengan sepenuh hati apabila kita melakukan dosa. Kita semua manusia, dan tidak ada orang yang sempurna kecuali Allah (Mat. 19:17; Rm. 3:9-12). Jadi yang penting adalah mengejar kekudusan, dan segera bertobat ketika melakukan pelanggaran.

​Kita dapat belajar dari banyak contoh di Alkitab. Ayub duduk dalam debu dan abu untuk bertobat dan akhirnya dapat melihat Allah dengan mata kepalanya sendiri, dan mendapat kesembuhan (Ayb. 42:5-6, 10). Zahkeus, seorang pemungut cukai, bertobat di hadapan Yesus, sehingga diampuni dan diselamatkan (Luk. 19:1-10)

​Allah murah hati dan baik. Ia mahu menyertai mereka yang remuk dan rendah hati, dan yang memegang firmanNya (Mzm. 103: 8-9; Yes. 57:15; 66:2). Alkitab memberitahukan kepada kita bahawa pengorbanan yang Ia kehendaki adalah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk (Mzm. 51:17). Kerana itu kita perlu terus-menerus memeriksa diri kita, meminta kepada Allah untuk menyelidiki hati kita, dan bertobat dari setiap kesalahan (Rat. 3:40; Mzm. 139:23-24)

​Di masa Raja Salomo, Allah berjanji kepada bangsa Isreal: “Berpalinglah kamu kpeada teguranku! Sesungguhnya, aku hendak mencurahkan isi hatiku kepadamu” (Ams. 1:23). Hari ini, di masa hujan akhir, siapa saja yang mendengar teguran Allah dan berbalik kepadaNya, akan menerima karunia Roh Kudus. Kita haris terilhamkan oleh roh Daud: “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmatMu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku… Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!” (Mzm. 51:1, 10)

12.9 Iman dan Ketekunan

12.9.1 Iman

​Allah menyukai orang yang beriman dan memberkati mereka dengan menjawab doa-doa mereka: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahawa Allah ada, dan bahawa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibr. 11:6). Penulis Kitab Ibrani menjelaskan bahawa iman adalah “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr. 11:1). Yesus juga mengajarkan, “apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahawa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu” (Mrk. 11:24)

12.9.2 Allah yang tidak kelihatan

​Hari ini ada banyak orang sulit percaya kepada Allah, kerana mereka tidak dapat melihatNya. Alkitab memang mengajarkan: “Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah” (Yoh. 1:18; ref. Yoh. 4:24). Namun manusia tidak dapat menyangkal keberadaanNya, seperti yang ditunjukkan Paulus: “Sebab apa yang tidak nampak daripadaNya, iaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya, dapat nampak kepada fikiran dari karyaNya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Rm. 1:20). Percaya akan adanya Allah adalah langkah pertama dalam perjalanan iman kita, dan dengan iman, jarak antara Allah dengan kita akan berkurang seiring berjalannya waktu.

​Iman kita juga tumbuh apabila kita memegang erat pengajara-pengajaran Alkitab tentang kasih Allah yang tidak berkesudahan, lemahakuasaanNya, dan kesetiaanNya. Alkitab mengajarkan:
• Allah itu kasih (I Yoh. 4:8). Bukti kasihNya adalah kedatanganNya sebagai manusia untuk menyerahkan nyawaNya demi kita, dan menyelamatkan kita dari maut dan masuk ke dalam kehidupan (Yoh. 3:16; Rm. 5:7-8). Dengan menyedari hal ini, kita dapat merasa yakin bahawa Ia tidak menahan hal apa pun juga untuk kita (Rm. 8:32)
• Allah itu mahakuasa (Kej. 17:1) dan segala hal menjadi mungkin melalui Dia (Mat. 19:26). Alkitab berkata: “Oleh firman Tuhan labgit telah dijadikan, oleh nafas dari mulutNya segala tentaranya” (Mzm. 33:6). Jadi tidak ada hal yang mustahil Dia lakukan demu kita (Kej. 18:14)

• Allah itu setia (Ul. 7:9). Bahkan saat kita tidak setia, Ia tetap setia, kerana Ia tidak dapat menyangkal diriNya sendiri (II Tim. 2:13). Allah berjanji melalui Yesus bahawa apa pun yang kita minta dengan iman, kita akan menerimanya (Mat. 21:22). Jadi kita harus percaya bahawa Ia akan menjawab doa-doa kita.

12.9.3 Orang-orang beriman

​Dari Alkitab, kita mengetahui ada dua orang yang memperlihatkan iman yang luar biasa kepada Yesus. Pertama, ada seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun. Ia mendekati Yesus dan menjamah jubahNya, percaya bahawa ia dapat sembuh dengan melakukannya. Perempuan itu tidak pergi dengan tangan hampa, kerana pemdarahannya langsung berhenti. Yesus berkata kepadanya, “Hai anakKu, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” (Mrk. 5:34). Kedua, kita membaca tentang seorang pengawai istana yang anaknya sakit dan sekarat. Ia memohon kepada Yesus untuk pergi bersamanya. Pada saat yang penting itu, Yesus memutuskan untuk tidak menyertai dia, tetapi hanya berkata, “Pergilah, anakmu hidup!” (Yoh. 4:50). Pegawai istana itu percaya dengan perkataan Yesus dan kembali ke rumahnya dengan iman. Berkat dicurahkan kepadanya, kerana hambanya menemui dia di tengah jalan dan mengatakan bahawa anaknya telah sembuh.

12.9.4 Ajaran-ajaran palsu

​Di masa para rasul, ada guru-guru palsu yang menyatakan bahawa kebangkitan adalah hal di masa lampau. Pengajaran mereka menyebar seperti virus yang menghancurkan iman banyak orang (II Tim. 2:17-18; I Kor. 15:12-22). Keadaan serupa dapat ditemukan dalam Kekristianan pada hari ini. Banyak pemimpin gereja menyatakan bahawa Pentakosta telah berlalu. Yang lain berpendapat bahawa Roh Kudus turun satu kali untuk selamanya di hari Pentakosta, dan sejak hari itu Ia terus menyertai orang-orang Kristian. Seperti ajaran-ajaran palsu di masa para rasul, ajaran-ajaran ini telah meresap ke dalam Kekristianan, mengacaukan iman banyak orang dan menghalangi mereka mengalami baptisan Roh Kudus.

​Kita perlu memahami bahawa hari Pentakosta yang asli memang telah menjadi bagian dalam sejarah, tetapi Pentakosta-Pentakosta serupa bermunculan sejak hati itu kerana Roh Kudus terus dicurahkan dengan penuh kuasa kepada umat percaya. Paulus berkata, “Di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu” (Gal. 3:14). Perkataannya memberitahukan bahawa Roh Kudus yang Allah janjikan pasti akan dicurahkan kepada semua orang yang mencari Dia dengan iman, ini terlihat di masa hujan awal, dan terus terjadi di masa hujan akhir. Kita tidak boleh meragukan firman Allah.

12.9.5 Di mana kita harus berdoa?

​Yesus mengajarkan: “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu” (Mat. 6:6). Bila kita melihat ayat ini secara hurufiah, ini bererti kita harus mencari tempat yang tenang untuk berdoa- tempat kita dapat memusatkan perhatian dan tidak terganggu. Namun ini juga menandakan perlunya memasuki ruangan di dalam hati kita, tempat kita dapat berkomunikasi dengan Allah dengan tulus dan sungguh-sungguh.

​Pergi ke tempat yang tenang untuk berdoa adalah kebiasaan yang baik. Namun keadaan hati kita juga penting. Apabila seseorang tidak dapat memusatkan perhatian dan membiarkan fikirannya mengembara, ruangan paling sunyi sekalipun tidak akan berhasil membantu kita memanjatkan doa yang efektif. Sebaliknya, seseorang yang berdoa di tempat umum tetapi melakukannya dengan sepenuh hati, dapat melakukan doa yang menyenangkan hati Allah. Yesus juga tidak mencontoh orang-orang munafik yang senang berdoa dengan berdiri di dalam rumah ibadah dan di sudut jalan, agar mereka dapat dilihat orang lain (Mat. 6:5)

​Yesus seringkali menyingkir dari kota dan kerumunan untuk berdoa di tempat-tempat yang tenang dan damai- kadang-kadang di gunung yang tinggi (Mat. 14:23; Luk. 6:12; 9:28) atau di padang belantara (Mat. 4:1-2; Mrk. 1:35; Luk. 5:16). Pada saat Ia berada di Taman Getsemani, Ia memisahkan DiriNya dari murid-muridNya untuk berdoa di kejauhan dan seorang diri (Mat. 26:36-40; Luk. 22:39-41). Tetapi ini bukan satu-satunya caraNya berdoa-kita juga melihat dalam beberapa kesempatan, Yesus berdoa di hadapan banyak orang (Luk. 3:21; 11:1; Yoh. 11:41-43; 12:27-29). Ia juga memperlihatkan khasiat doa syafaat (Mat. 18:19-20) dan mengajarkan agar rumahNya harus menjadi “rumah doa bagi segala bangsa” (Mrk. 11:17)

​Di masa gereja mula-mula, ada tempat-tempat yang biasa digunakan untuk berdoa (Kis. 10:9; 16:13) dan tempat-tempat lain yang dipilih oleh orang-orang percaya secara spontan (Kis. 21:5; 27:35). Tidak mengherankan, Paulus mengajarkan kita untuk berdoa “di mana-mana” (I Tim. 2:8), menunjukkan bahawa tempat kita berdoa bukanlah hal yang penting, tetapi yang penting adalah berdoa di dalam roh dan di dalam kebenaran (Yoh. 4:24)

12.9.6 Mencari Roh Kudus dengan segenap hati

​Dalam Perjanjian Lama, Allah berbicara kepada umatNya yang ada dalam pembuangan di Babel melalui Nabi Yeremia: “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepadaKu, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yer. 29:12-13). Kata-kata ini mengingatkan agar kita mencari Allah dengan sungguh-sungguh dan giat. Tanpa Roh Kudus, kita menjadi seperti orang-orang dalam pembuangan yang tidak mampu mengalahkan dosa, kerana walaupun roh kita penurut, tetapi tubuh kita lemah (Rm. 7:14-24; Mat. 26:41). Kita memberikan kuasa kepada kita yang melaluiNya kita dibebaskan dari kuasa dosa dan maut (Rm. 8:1-2, 13; Gal. 5:16). Kita dapat menemukanNya apabila kita berusaha keras memanggilNya dengan sepenuh hati.

12.10 Ketekunan dalam doa

​Ketekunan adalah kunci keberhasilan doa. Di Kitab Roma, Paulus mendorong gereja untuk “bertekun [lah] dalam doa” (Rm. 12:12). Di dalam Alkitab bahasa Inggeris, Paulus menggunakan kata kerja “continue- terus”, yang diterjemahkan dari bahasa Yunani proskartereo dan mempunyai beberapa erti, seperti “menantikan”, “menunggu di suatu tempat”, “meneruskan dengan setia bersama seseorang”, dan “dengan setia bergantung pada seseorang”2.

12.10.1 Contoh-contoh ketekunan

​Ada banyak orang dari berbagai periode dalam sejarah yang menunjukkan sikap ketekunan di dalam doa dan kerananya mendapatkan berkat. Mereka menjadi teladan-teladan yang baik untuk kita. Di antaranya adalah:

i. Abraham
Ketika Abraham mendekati usia 100 tahun, ia menganggap dirinya sedah terlalu tua untuk menjadi ayah atas banyak bangsa, dan begitu juga isterinya telah terlalu tua untuk dapat melahirkan anak (Kej. 17:17). Namun ia percaya dengan janji Allah, menunggu dengan sabar dan tanpa ragu, hingga akhirnya ia menerimanya (Rm. 4:19-21; Ibr. 6:15)

ii. Yakub
Saat ia kembali dari Haran, Yakub bergumul dengan Allah di Pniel sepanjang malam. Yakub tidak bersedia melepaskanNya sampai Ia memberkatinya. Pada saat itu bukannya Allah tidak dapat menang- Allah sangat tersentuh dengan keteguhan Yakub sehingga Ia memilih untuk tidak menang dan mengabulkan permintaan Yakub (Kej. 32:24-30)

iii. Elia
Di masa pemerintahan Raja Ahab, terjafi kekeringan dan kelaparan di negeri Isreal yang berlangsung selama tiga setengah tahun (Luk. 4:25). Elia pergi ke Gunung Karmel untuk berdoa memohon hujan, berlutut dan berdoa tujuh kali. Allah menjawab doanya: angin mulai berhembus, dan langit penuh dengan awan hujan yang kemudian mencurahkan hujan ke atas bumi yang kering (I Raj. 18:41-45; Yak. 5:17-18)

iv. Perempuan Kanaan
Seorang perempuan Kanaan yang anaknya dirasuki setan datang ke hadapan Yesus untuk memohon pertolongan. Awalnya Yesus tidak berkata apa-apa. Ketika Ia menjawab, Ia berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Isreal” (Mat. 15:24) dan juga menambahkan, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” (Mat. 15:26). Yesus menolak permohonannya sebanyak tiga kali, tetapi perempuan Kanaan ini tidak menyerah. Dengan rendah hati ia menjawab, “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya” (Mat. 15:27). Yesus kagum dan memuji imannya, dan memulihkan anaknya.

v. Teman-teman orang lumpuh
Ketika Yesus sedang mengajar di sebuah rumah di Kapernaum, empat orang membawa orang lumpuh dan mencari Dia. Mereka tidak dapat mendekati Yesus kerana terhalang oleh kerumunan orang banyak, tetapi mereka tidak menyerah. Kegigihan mereka terlihat saat mereka memanjat atap rumah untuk membuka jalan agar dapat menurunkan si orang lumpuh. Saat Yesus melihat iman mereka, Ia tergerak untuk mengampuni dosa-dosa si orang lumpuh dan menyembuhkannya (Mrk. 2:1-12)

vi. Gereja mula-mula
Pada saat Raja Herodes menganiayai gereja mula-mula dengan sangat keras, ia memenjarakan Petrus dengan cara yang paling ketat, memerintahkan agar Petrus dibelenggu dengan rantai, dijaga oleh dua penjaga, dan empat pasukan di sisi lain pintu penjara. Gereja bersatu dalam doa memohon keselamatan Petrus. Allah menjawabnya dengan mengutus seorang malaikat untuk menyelamatkan Petrus (Kis. 12:4-19)

12.10.2 Janda yang tidak menyerah

​Tuhan Yesus memberikan sebuah perumpamaan yang mendorong kita untuk berdoa dengan tekun dan tidak jemu-jemu, dan tidak pernah menyerah. Ia berkata, “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun kerana janda itu menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.” (Luk. 18:1-5). Di sini Yesus menunjukkan bahawa hakim yang tidak adil dan lalim itu membenarkannya kerana si janda tidak jemu-jemu terus meminta. Ia mengingatkan kepada kita bahawa Bapa kita Syurgawi yang baik dan berbelas kasihan, tentu akan menjawab doa anak-anak yang Ia kasihi, apabila mereka berdoa dengan tekun dan dengan iman.

12.10.3 Kehidupan doa Yesus

​Selain mengajarkan kita berdoa, melalui teladan peribadi Yesus juga menunjukkan bagaimana hidup dengan penuh doa:

• Ia berpusa dan berdoa selama 40 hari dan 40 malam untuk memohon kuasa dari atas, agar Ia dapat memenuhi tugas yang dipercayakan kepadaNya oeh Allah Bapa. Ia dipenuhi dengan Roh Kudus dan mendapatkan kuasa untuk menghadapi cobaan Iblis, dan memulai pelayananNya (Luk. 4:1-15)

• Ia sering berdoa semalaman untuk memohon kepada Bapa untuk terus menolongnya dalam pelayananNya (Mrk. 1:35; Mat. 14:23, 25; Luk. 6:12-13). Kerana itu Ia senantiasa dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang-orang sakit dan mengusir setan (Mrk. 5:30; Luk. 5:17; 6:19; Kis. 10:38)

• Di malam Ia akan ditangkap, Yesus berdoa tiga kali di Taman Getsemani. Di saat penting itu, Ia sangat membutuhkan kekuatan dan kuasa dari Bapa Syurgawi untuk menjalankan rencana keselamatan di kayu salib. Walaupun malaikat-malaikat datang untuk menguatkanNya, Ia terus berdoa, memohon kepada Allah dengan air mata. Alkitab menjelaskan bahawa keringatNya yang jatuh ke tanah adalah seperti tetesan darah. Kerana doaNya yang sangat tekun, Yesus dapat menghadapi maut di kayu salib dan akhirnya bangkit dalam kemuliaan (Mat. 26:36-44; Luk. 22:41-44; Ibr. 5:7; Kis. 2:24)

12.10.4 Senantiasa berdoa memohon Roh Kudus

​Ketekunan dalam doa sangat penting ketika kita memohon Roh Kudus, yang kita butuhkan untuk mendapatkan keselamatan. Yesus menceritakan dua perumpamaan mengenai hal ini, dan keduanya dicatat di Kitab Lukas fasal 11. Perumpamaan pertama menceritakan tentang seseorang yang mempunyai permintaan mendesak kepada seorang teman di tengah malam (ayat 5-8). Perumpamaan kedua menceritakan seorang ayah yang penuh kasih, yang memberikan yang terbaik untuk menjawab permintaan anaknya (ayat 11-12). Di ayat 13, Yesus menyimpulkannya dengan mengajarkan bahawa sama seperti permintaan orang-orang yang dijawab itu, begitu juga Allah akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang berdoa kepadaNya dengan hati yang sama.

​Kepada murid-muridNya, Yesus, “melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang –demikian kataNya-“telah kamu dengar daripadaKu. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus”” (Kis. 1:4-5). Yesus juga berkata, “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.” (Luk. 24:49). Yesus meminta kepada mereka untuk menunggu waktu yang telah ditentukan Allah dengan kesabaran dan pengharapan. Dan benar, setelah Yesus naik ke Syurga, murid-murid diam bersama-sama di Yerusalem dan “bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama” (Kis. 1:14). Pada akhirnya, di hari Pentakosta, penantian mereka usai: mereka mendengar suara dari Syurga seperti angin yang berhembus, dan mereka dipenuhi dengan Roh Kudus (Kis. 2:1-4)

​Setelah Saulus dipilih oleh Tuhan di tengah perjalanannya menuju Damsyik, ia berpuasa tiga hari dan tiga malam, dan selama itu ia berdoa kepada Allah. Ketika waktunya tiba, Tuhan mengutus Ananias untuk menumpangkan tangan ke atas dirinya, sehingga ia dipenuhi dengan Roh Kudus (Kis. 9:8-19)

12.10.5 Haus akan Roh Kudus

​Penatua Yohanes mengajarkan bahawa ketika kita berdoa memohon baptisan Roh Kudus, kita harus melakukannya dengan rasa haus rohani yang murni (Yoh. 4:10, 13-14)

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum! Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Yang dimaksudkanNya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, kerana Yesus belum dimuliakan.
​​​​​​​​Yohanes. 7:37-39

Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!” Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mahu, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan Cuma-Cuma!
​​​​​​​​Wahyu. 22:17

​Kita perlu belajar dari peringatan Allah kepada jemaat di Laodikia, dan tidak merasa puas hati (Why. 3:14-17). Doa-doa kita harus mencerminkan kerinduan kepada Allah yang sungguh-sungguh. Hati kita haruslah seperti pemazmur yang menginginkan Allah seperti seekor rusa merindukan sungai (Mzm. 42:1). Bila kita berdoa dengan sikap ini, Roh Kudus akan mengalir melalui hati kita.

12.11 Memegang perintah Allah

​Sebagai orang Kristian, kita menunjukkan kasih kita kepada Tuhan kepada memegang perintah-perintahNya. Kita tidak dapat berkata kita mengasihi Allah bila kita melawan perintahNya. Begitu juga, memegang perintah Allah adalah syarat untuk menerima Roh Kudus. Yesus mengajarkan, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh. 14:15-16). Yesus juga berkata, “Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh BapaKu dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriKu kepadanya… Jika seorang mengasihi Aku, Ia akan menuruti firmanKu dan BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia” (Yoh. 14:21, 23)

12.11.1 Beribadah saja tidak cukup

​Dalam Perjanjian Lama, Allah menegur bangsa Isreal melalui Nabi Yesaya dan berkata, walaupun mereka mempersembahkan banyak korban bakaran, Ia tidak berkenan kepada mereka. Malah, Allah tidak sudi melihat ibadah mereka dan tidak mahu mendengar doa-doa mereka yang dipanjatkan dengan tangan terbuka. Masalahnya ada pada tangan-tangan mereka yang penuh dengan kekerasan dan perbuatan yang jahat. Allah menegur bahawa mereka hanya menghormatiNya dengan mulut saja, sementara hati mereka jauh dari Dia. Ia memperingatkan mereka, apabila mereka tidak berhenti melakukan kejahatan dan mulai belajar melakukan hal yang baik, mengejar keadilan dan membebaskan orang-orang yang tertindas, Ia tidak akan diam dekat dengan mereka (Yes. 1:10-17; 29:13). Dari sini kita mendapatkan pengajaran, apabila kita memohon Roh Kudus tetapi kita hidup di dalam dosa, tidak peduli betapa seriusnya kita berdoa, Ia tidak akan menjawabnya.

12.11.2 Perintah untuk saling mengasihi

​Salah satu perintah paling penting yang Yesus ajarkan adalah saling mengasihi, seperti Ia mengasihi kita (Yoh. 13:34; 15:12-14). Sama seperti Yesus yang menyerahkan nyawaNya demi kita, sepatutnya kita juga bersedia menyerahkan nyawa kita demi saudara-saudari seiman di dalam Kristus (I Yoh. 3:16). Contohnya, apabila kita mengasihi dan memperhatikan mereka di masa suka mahupun duka, kita telah menunjukkan kasih kita kepada Tuhan Yesus (Kol. 1:24; 12:25-27)

​Kita melihat kebenaran ini dari perkataan Yesus kepada Saulus, yang sedang menganiayai orang Kristian. Dia berkata, “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiayai Aku?”

​Saulus menjawab, “Siapakah Engkau, Tuhan?”

​Tuhan menjawab, “Akulah Yesus, yang kau aniaya itu” (Kis. 9:1-5)

​Perkataan ini menunjukkan bahawa apa pun yang kita perbuat untuk saudara-saudara seiman kita, maka kita melakukannya untuk Tuhan.

​Mengasihi satu sama lain adalah gaya hidup orang Kristian (Yoh. 13:34-35): dengan melakukannya, kita menunjukkan kepada dunia bahawa kita adalah murid-murid Yesus. Kasih adalah penggenapan segala Hukum Taurat dan pengajaran para nabi (Mat. 22:39-40; Gal. 5:14). Jadi Ia yang mengasihi tetangganya, telah memenuhi hukum Taurat. Kita harus senantiasa hidup dengan sedemikian rupa sehingga kita merasa berhutang kasih kepada orang lain, dan mencari kesempatan untuk melunasi hutang itu (Rm. 13:8)

​Penatua Yohanes mengajarkan bahawa orang yang tidak dapat mengasihi saudara-saudari seimannya, tidak dapat menyatakan dirinya mengasihi Allah. Ia berkata, “Jikalau seorang berkata:”Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, kerana barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. Dan perintah ini kiya terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (I Yoh. 4:20-21)

​Kasih mencakup semuanya. Maka Yesus mengajarkan kita bahawa tidak hanya mengasihi Allah dan saudara-saudari seiman, kita juga harus mengasihi musuh kita: ”Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiayai kamu. Kerana dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di Syurga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat. 5:44-45)

12.11.3 Melakukan kasih

​Kasih tidak ditunjukkan hanya melalui kata-kata; tetapi kasih harus dilakukan. Penatua Yohanes berkata:

Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi tutup hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui, bahawa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar daripada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah.
​​​​​​​​I Yohanes. 3:17-21

​Dia juga memberitahukan kita bahawa tersedia berkat bagi mereka yang mengasihi orang lain:

Dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya daripadaNya, kerana kita menuruti segala perintahNya dan berbuat apa yang berkenan kepadaNya. Dan inilah perintahNya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. Barangsiapa menuruti segala perintahNya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahawa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
​​​​​​​​I Yohanes. 3:22-24

​Berkatnya adalah, Allah akan menjawab doa-doa kita dan kita akan menerima apa pun yang kita minta (ref. Yoh. 15:7-10). Ini adalah kebenaran yang penting bagi mereka yang mencari baptisan Roh Kudus.

12.12 Kesimpulan

​Hari ini, Roh Kudus dicurahkan ke semua orang percaya, sama seperti masa gereja para rasul. Namun kita melihat banyak gereja dan denominasi menolak kebenaran ini. Contohnya, mereka menolak berbahasa roh sebagai bukti baptisan Roh Kudus, atau bersikeras bahawa baptisan itu telah terjadi bagi semua orang. Kita perlu meminta Allah untuk membuka hati kita kepada pesan firman Tuhan (ref. Luk. 24:45) sehingga kita dapat memahami kebenaran mengenai Roh Kudus, dan lebih penting lagi, mengalami sendiri baptisan Roh yang indah ini.

Pertanyaan ulasan

1. Mengapa orang harus datang ke gereja benar untuk menerima baptisan Roh Kudus?
2. Mengapa menuruti firman Tuhan itu penting?
3. Apakah yang dikatakan Alkitab mengenai pujian yang berulang-ulang, seperti “Haleluya” saat kita berdoa?
4. Apakah hubungan antara baptisan air dengan baptisan Roh Kudus?
5. Di dalam Alkitab, contoh-contoh apa saja yang terdapat mengenai orang percaya menerima Roh Kudus melalui penumpangan tangan?
6. Mengapa kita harus miskin di hadapan Allah?
7. Mengapa hati kita harus murni?
8. Mengapa kita harus beriman?
9. Mengapa kita harus brdoa dengan sungguh-sungguh?
10. Mengapa tekun berdoa itu penting?
11. Apakah hubungan memegang perintah-perintah Allah dengan berdoa memohon Roh Kudus?

_______________________________________________________________________________________________________

1. Vine, W. E., Unger, Merrill F. and White Jr., William, Vine’s Complete Expository Dictionary of Old And New Testament Words (Nashville, Atlanta, London and Vancouver: Thomas Nelson Publishers, 1985). G945.
2. Ibid. G4342.

​​

Bab 11 Kesalahfahaman mengenai Baptisan Roh Kudus

11.1 Pendahuluan

​Baptisan Roh Kudus adalah hal yang penting bagi keselamatan kita. Yesus berkata,”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah” (Yoh. 3:5). Lebih lagi, Roh Kudus mempunyai kepentingan besar dalam perjalanan iman dan pelayanan kita kepada Allah. Baptisan Roh menuju kepada: kehidupan baru di dalam Tuhan (Yeh. 37:14; kuasa dari atas untuk menuruti kebenaran (Kis. 1:8; Ef. 6:17); kekuatan untuk membuang perbuatan-perbuatan kedagingan (Rm. 8:13; Gal. 5:16); pengudusan kita di dalam Kristus (II Tes. 2:13))

​Roh kudus juga tidak terpisahkan dengan gereja secara keseluruhan. Roh Kudus memberikan kuasa kepadanya untuk menyatakan kebenaran kepada dunia, untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya (Mat. 24:14; Why. 21:2;9-10)

​Sayangnya, banyak gereja-gereja Kristian tidak mengetahui kebenaran mengenai baptisan Roh Kudus. Sebaliknya mereka memegang berbagai macam kesalahfahaman yang dapat dirangkum menjadi seperti di bawah ini:
• Kejadian di hari Pentakosta hanya terjadi satu kali dan tidak akan pernah terulang.

• Roh Kudus turun satu kali untuk selama-lamanya di gereja masa awal, dan sejak itu semua orang percaya telah mempunyai Roh Kudus.

• Roh Kudus adalah sebuah karunia; Roh Kudus tidak didapat melalui doa dan permohonan.

Kepercayaan-kepercayaan yang keliru ini telah mengakibatkan banyak orang Kristian tidak menerima baptisan Roh Kudus.

Pada bab ini kita akan meneliti beberapa kesalahfahaman yang umum terjadi dan melihat apa yang diajarkan Alkitab kepada kita. Semoga kiranya Roh Kudus membuka hati kita untuk menerima firman Allah (Mzm. 119:18; Ef. 1:17-18)

11.2 Pentakosta tidak akan pernah berulang kembali

Kesalahfahaman 1

​Pentakosta berdiru sendiri. Baptisan Pentakosta tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi pengalaman yang berulang. Roh Kudus hanya turun satu kali; dan sekarang Ia menyertai anak-anak Allah selamanya.
​​​​​​​​John H. Pickford (hal. 15)

​Baptisan Roh Kudus muncul pada hari Pentakosta satu kali untuk selamanya.
​​​​​​​​H. G. Randolph (hal. 19)

Apa kata Alkitab?

​Kejadian yang meliputi turunnya Roh Kudus di hari Pentakosta (Kis. 2:1-4) telah menjadi sejarah dan memang tidak akan terjadi lagi secara persis. Namun tidak kalah benarnya, setelah hari itu Allah terus mencurahkan Roh KudusNya kepada umat percaya. Kerana itu, pendapat bahawa “Roh Kudus hanya turun satu kali” tidak alkitabiah.

​Kisah Para Rasul mencatat secara rinci tiga kejadian ketika Roh Kudus turun kembali, segera setelah hari Pentakosta:
• Orang-orang di Samaria menerima Kristus dengan sukacita melalui injil yang diberikan oleh Filipus dan kerana tanda-tanda mujizat yang ia lakukan. Kemudian, ketika para rasul pergi mengunjungi mereka untuk berdoa dan menumpangkan tangan kepada mereka, mereka menerima Roh Kudus (Kis. 8:5-8, 14-17). Sejarawan-sejarawan seringkali merujuk peristiwa ini sebagai “Pentakosta Samaria”1

• Petrus diutus untuk mengabarkan injil kepada Kornelius dan keluargannya. Di saat menyampaikan khotbah, Roh Kudus turun ke atas semua orang yang mendengarkan firman Allah, sehingga jemaat dari kalangan orang Yahudi yang menyertai Petrus menjadi terheran-heran kerana karunia Roh Kudus sekarang diberikan juga kepada bangsa-bangsa lain (Kis. 10:9-23, 44-48). Sejarawan-sejarawan menyebut kejadian ini sebagai “Pentakosta Romawi”

• Paulus bertemu dengan beberapa murid di Efesus yang telah menerima baptisan Yohanes, tetapi belum menerima Roh Kudus. Ia membaptis ulang mereka di dalam nama Yesus dan menumpangkan tangan ke atas mereka dan kemudian mereka menerima Roh Kudus (Kis. 19:1-7). Sejarawan-sejarawan menyebut kejadian ini sebagai “Pentakosta Efesus”.

Kejadian-kejadian sejarah ini memberitahukan kita bahawa kejadian ini bukanlah kejadian satu kali. Roh Kudus terus dicurahkan kepada umat percaya dan memunculkan Pentakosta-Pentakosta lainnya yang penuh kuasa.
Sebelum ia naik ke Syurga, Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Kerana itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:19-20). Kata “Aku” yang pertama menunjukkan Tuhan Yesus sendiri, sementara “Aku” yang kedua menunjukkan Roh Kudus, yang akan bersama-sama dengan mereka “senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Ini dikeranakan Roh Kudus adalah “Roh Yesus” (Kis. 16:6-7) dan “Roh Kristus” (Rm. 8:9). Ia adalah “Penolong lain” yang Yesus janjikan (Yoh. 14:16)

Kita melihat di dalam perkataan Yesus, terdapat sebuah syarat yang ditempatkan pada penyertaan Roh Kudus yang kekal: murid-murid harus mengajarkan orang-orang untuk memegang segala perintahNya, dan dengan begitu, memelihara mereka juga. Maka kita dapat menyimpulkan, bahawa ketika sebuah komunitas iman tidak memegang perintah-perintah Yesus, atau mengubah kebenaran, maka Roh Kudus tidak akan turun untuk menyertai mereka. Pesan ini diperkuat oleh ayat Alkitab lain, ketika Yesus dicatat berkata kepada murid-muridNya, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran” (Yoh. 14:15-17)

​Sejarah gereja menunjukkan, bahawa ketika gereja setelah masa para rasul mengubah injil dan menyimpang dari pengajaran Kristus, Roh Kudus tidak lagi turun. Reformasi Martin Luther pun masih belum berhasil sepenuhnya memulihkan injil yang sempurna. Ini mengakibatkan sebuah masa kekeringan rohani yang berlangsung hingga lebih dari seribu tahun. Walaupun Roh Kudus terus mengilhamkan pekerja-pekerja yang setia di masa ini, tidak ada orang yang mengalami Roh Kudus. Maka pendapat Pickford bahawa, “Roh Kudus hanya turun satu kali; dan sekarang Ia menyertai anak-anak Allah selamanya” tidak tepat.

Kesalahfahaman 2

​Setelah hari Pentakosta, karunia Roh Kudus diterima begitu seseorang percaya kepada Kristus. Syarat satu-satunya hanyalah iman. Petrus menyatakan ini dengan jelas pada hari Pentakosta. “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus”(Kis. 2:38). Malah, Kristus menekankan kebenaran yang sama sebelum hari Pentakosta. “Barangsiapa percaya kepadaKu, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” Yang dimaksudkanNya ialah Roh akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, kerana Yesus belum dimuliakan (Yoh. 7:38-39). Ayat-ayat ini juga memberikan kepastian lebih lanjut keran ayat-ayat ini memperlihatkan setiap orang percaya mendapatkan Roh Kudus dan menyimpulkan. “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus ” (I Kor. 3:16; Rm. 8:9)
​​​​​​​​John H. Pickford (hal. 16)

Apa kata Alkitab?

​Percaya kepada Yesus Kristus tentu saja merupakan sebuah kriteria kunci untuk dapat menerima Roh Kudus, dan kita dapat melihat hal ini dari komunikasi antara Paulus dan gereja-gereja. Contohnya, ia bertanya kepada Gereja Galatia, “Adakah kamu telah menerima Roh kerana melakukan Hukum Taurat atau kerana percaya kepada pemberitaan Injil?” (Gal. 3:2); dan berkata kepada Gereja di Efesus, “Di dalam Dia kamu juga- kerana kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu injil keselamatanmu- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikanNya itu” (Ef. 1:13). Namun, dari perkataan Paulus kita harus mencatat secara khusus pentingnya percaya dalam kebenaran, yaitu injil keselamatan yang sepenuhnya dan sempurna, melalui iman. Ini adalah kerana hanya kebenaranlah, yang sesuai dengan Alkitab, yang dapat menuntun kita untuk menerima baptidan Roh Kudus.

Kesalahfahaman 3

​Pengajaran Roma. 6:3-4 adalah bahawa seluruh gereja disatukan dengan Kristus dalam kematianNya di kayu salib. Pernyaliban ini tidak perlu diulang bagi tiap individu yang percaya agar dapat berkata, “Aku telah disalibkan dengan Kristus” (Gal. 2:19). Begitu juga, seluruh Gereja dibaptis di dalam Tubuh Kristus pada hari Pentakosta (I Kor. 12:13). Baptisan itu tidak perlu diulangi agar tiap individu yang percaya menyatakan,”Aku telah dibaptis ke dalam Satu Tubuh”
​​​​​​​​J. Oswalnd Sanders (hal. 67)

Apa kata alkitab?

​Memang benar bahawa penyaliban Kristus tidak perlu diulang, tetapi itu tidak menghilangkan kenyataan bahawa setiap orang percaya harus menerima baptisan air di dalam nama Yesus, dan juga baptisan Roh Kudus (Yoh. 3:5)

​Mengenai baptisan air, Roma. 6:3-4 menyatakan bahawa kita disatukan dengan Kristus dalam kematianNya pada saat kita dibaptis. Dengan begitu, maka orang yang belum dibaptis, belum mati dengan Kristus, sehingga tidak akan dapat bangkit bersamaNya (Rm. 6:5). Paulus sendiri dengan percaya diri menyatakan, “Aku telah disalibkan dengan Kristus” (Gal. 2:19) kerana ia telah menjalani sakreman ini.

​Pentingnya baptisan air dapat dilihat dalam pesan yang disampaikan oleh Paulus dan Silas kepada kepala penjara, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kis. 16:31). Sekilas pandang, nampaknya mereka hanya berkata kepada kepala penjara dan keluarganya untuk percaya, agar dapat diselamatkan. Namun kita tahu bahawa yang mereka maksud tidaklah sesederhana itu, kerana apabila kita terus membaca, kita mengetahui bahawa keluarga kepala penjara itu tidak hanya percaya kepada injil (Kis. 16:32, 34), tetapi mereka juga menerima baptisan air (Kis. 16:33)
​Baptisan Roh Kudus tidak kalah pentingnya. Setiap orang percaya harus dibaptis dengan Roh Kudus. Namun pengalaman ini terpisah dengan apa yang dialami oleh Jemaat-jemaat Samaria, Kornelius dan keluarganya, dan murid-murid di Efesus; mereka semua menerima Roh Kudus setelah Pentakosta berlalu, di waktu yang berbeda, dan di tempat yang berbeda. Maka kita dapat menyimpulkan, bahawa pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta, bukanlah satu kali untuk selamanya.

​Paulus berkata,”Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, mahupun orang Yahudi, baik budak, mahupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh” (I Kor. 12:13). Pualus menyampaikan hal ini kepada Gereja Korintus yang didirikan oleh Roh Kudus; ini tidak berlaku kepada gereja-gereja yang tidak mempunyai ROh Kudus. Kita perlu memahami bahawa gereja yang tidak mempunyai Roh Kristus, bukanlah milikNya (Rm. 8:9). I Korintus. 12:13 tidak dapat digunakan untuk menjelaskan bahawa seluruh gereja telah dibaptis ke dalam tubuh Kristus oleh Roh Kudus pada hari Pentakosta.

Kesalahfahaman 4

​Tetapi ada tujuh ayat yang berhubungan langsung dengan baptisan ini (yaitu baptisan Roh Kudus): Mat. 3:11; Mrk. 1:8; Luk. 3:16; Yoh. 1:33; Kis. 1:5, 6:16; I Kor. 12:13
​​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 67)

​Dr W. Graham Scroggir mengelompokkan ketujuh ayat yang dikutip Sander menjadi tiga kelompok:

​Ayat yang memandang baptisan secara nubuatan, yang belum terjadi (Mat. 3:11; Mrk. 1:8; Luk. 3:16; Yoh. 1:22; Kis. 1:5). Di setiap ayat ini terlihat sebuah titik waktu. Perkiraan-perkiraan ini merupakan nubuat dan kerana itu dapat segera diterapkan hanya kepada para murid dan mereka terbatas pada sebuah titik waktu “tidak lama sejak ini” Agar nubuat-nubuat ini dapat diterapkan pada umat percaya hari ini, maka ia harus disalibkan lagi di kayu salib dan membuat Pentakosta sebagai sebuah keperluan yang terus menerus dan kejadian yang seringkali terulang.

​Ayat yang memandang baptisan sebagai doktrin, bila melihat peristiwa lalu (I Kor. 12:13)

​Ayat yang memandang baptisan secara sejarah, dalam penggenapan pada saat ini (Kis. 2:1-4; 11:15-17). Secara sejarah diperlukan untuk memberikan dasar factual bagi iman kita.

​Ayat-ayat ini nubuatan menunjuk ke depan. Ke mana? Ayat-ayat doctrinal menunjuk ke belakang. Ke mana? Menunjuk kepada kejadian bersejarah yaitu hari Pentakosta. Patut dicatat bahawa Petrus menemukan Pentakosta dan pengalaman di rumah Konelius sebagai penggenapan janji Tuhan, yaitu baptisan Roh (Kis. 11:15-17)
​​​​​​​​W. Graham Scraggy

Apa kata Alkitab?

​Singkatnya, Scroggie mengelompokkan ayat-ayat Alkitab yang berhubungan dengan baptisan Roh Kudus sebagai: 1) nubuatan (Mat. 3:11; Mrk. 1:8; Luk. 3:16; Yoh. 1:33; Kis. 1:5); 2) doktrin (I Kor. 12:13); 3) sejarah (Kis. 2:1-4; 11:15-17). Namun kita harus mengenali bahawa kategori-ketegori ini dibentuk oleh fikiran Scroggie sendiri, sementara Alkitab tidak membuat perbedaan seperti itu.

​Mengenai kategori pertaman, yaitu “nubuat”, kita harus mengerti apakah yang dibahas dalam ayat-ayat ini. Tiga ayat Alkitab yang pertama: Matius. 3:11, Markus. 1:8, dan Lukas. 3:16, berhubungan dengan catatan Yohanes Pembaptis membaptis orang-orang dengan air dan nubuatnya bahawa Kristus akan membaptis dengan Roh Kudus. Yohanes. 1:33 mencatat Yohanes Pembaptis melihat Roh Kudus turun kepada Yesus seperti burung merpati dan menyedari bahawa Ia adalah Yesus yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Kisah Para Rasul. 1:5 mencatat Yesus berkata bahawa murid-murid akan segera dibaptis dengan Roh Kudus. Menurut Scroggie, kelima ayat Alkitab ini menubuatkan kejadian-kejadian yang akan digenapi hanya kepada murid-murid saja, dan pada waktu tertentu di masa depan, yaitu hari Pentakosta.

​Namun kita melihat bahawa pendapat Scroggie tidak dapat dipertahankan apabila kita memikirkan: walaupun misalnya nubuat-nubuat Yesus digenapi pada hari Pentakosta, nubuat-nubuat ini tetap digenapi setelah hari itu lewat. Roh Kudus terus dicurahkan kepada umat percaya, pada waktu yang berbeda-beda dan di tempat yang berbeda, seperti jemaat Samaria, Kornelius sekeluarga dan murid-murid di Efesus. Kelima ayat Alkitab yang disebutkan Scroggie masih berlaku pada kejadian-kejadian ini dan tidak hanya menunjukkan hari Pentakosta saja. Kenyataan ini dipertegas oleh laporan Petrus kepada gereja di Yerusalem, ketika ia bersaksi bahawa Roh Kudus telah turun kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, dan ia menyebutkan nubuat Yesus:”Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” (Kis. 11:15-16; ref. 1:5). Dari laporan Petrus, kita dapat dengan yakin berkata bahawa Pentakosta benar-benar merupakan “sebuah keperluan yang terus menerus dan kejadian yang seringkali terulang”. Lebih lagi, tentu saja tidak ada tanda-tanda dari Alkitab yang memperlihatkan bahawa pencurahan Roh Kudus kepada Kornelius sekeluarga (atau umat percaya mana pun) melibatkan penyaliban kembali.

​Tidak kalah pentingnya, kita tahu bahawa Roh Kudus terus dicurahkan kepada umat percaya di masa hujan akhir hari ini. Kerana itu kategori Scroggie yang pertama ini masih berlaku pada keadaan orang-orang Kristian sekarang.

​Berikutnya, kita sampai pada I Korintus. 12:13, yang masuk ke dalam kategori Scroggie yang kedua, yaitu “doktrin”. Di dalam ayat ini tertulis:”Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, mahupun orang Yunani, baik budak, mahupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh” Scroggie berpendapat bahawa ayat ini mengajarkan bahawa semua oranf percaya telah dibaptis oleh Roh Kudus ke dalam satu tubuh menyampaikan pesan ini kepada Gereja Korintus, yaitu gereja yang didirikan oleh Roh Kudus. Tambah lagi, pesan ini dimaksudkan untuk membahas masalah khusus mengenai ketidak bersatuan di antara jemaatnya: antara jemaat dari kalangan Yahudi dan jemaat orang Yunani, antara hamba dan orang merdeka. Paulus berpesan kepada gereja bahawa seluruh jemaat adalah satu tubuh Kristus (ref. Ef. 2:12-19; Gal. 3:27-29), dan tidak boleh ada perbedaan di antara jemaat dan semua harus saling mengasihi dan memperhatikan (I Kor. 12:12-25). Kerana itu ayat-ayat ini tidak membuktikan bahawa semua orang Kristian pada hari ini telah menerima Roh Kudus. Malah Paulus mengajarkan kepada kita bahawa sebuah komunitas iman yang tidak mempunyai Roh Kudus, tidak dapat mengaku sebagai milik Kristus (Rm. 8:9); dan lebih lanjut, komunitas-komunitas seperti ini tidak mempunyai kesamaan apa-apa dengan gereja mula-mua yang dimaksudkan Paulus dalam surat-suratnya.

​Terakhir, kita sampai pada kategori Scroggie ketiga, yaitu “sejarah”. Kisah Para Rasul. 2:1-4 mencatat pertama kalinya Roh Kudus dicurahkan pada hari Pentakosta, sementara Kisah Para Rasul. 11:15-17 mencatat laporan Petrus kepada gereja di Yerusalem, ketika ia menceritakan mengenai pencurahan Roh Kudus kepada Kornelius dan keluarganya; Ia menjelaskannya sebagai pengalaman yang sama seperti dialami murid-murid pada hari Pentakosta. Seperti yang dinyatakan Scroggie, ayat-ayat ini memang membicarakan kejadian-kejadian sejarah yang telah lewat, tetapi kita perlu mencatat bahawa kedua ayat ini menceritakan dua kejadian yang berbeda, membuktikan bahawa pengalaman Pentakosta terulang.

Kesalahfahaman 5

​Menulis tentang Dr. F. B. Meyer, Sanders berkata:

​Dr. F. B. Meyer menyatakan bahawa beberapa tahun yang lalu, setelah membahas masalah baptisan dan kepenuhan Roh Kudus dengan seksama, pemimpin-pemimpin Gerakan Keswick memutuskan bahawa istilah “baptisan” harus dikhususkan pada kejadian luar biasa dalam Kisah Para Rasul 2 dan 10, sementara memisahkan istilah “penuh” atau “diurapi” untuk menyebutkan pengalaman orang-orang percaya secara indivudul. Alasannya adalah kerana Roh Kudus telah diturunkan kepada Gereja di masa ini, dan diberikan satu kali untuk selamanya, sehingga setiap jemaat dari Tubuh Kristus dapat menyatakan bagiannya dalam pencurahanNya yang penuh kasih karunia.
​​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 66)

Apa kata Alkitab?

​Hal pertama yang ingin disampaikan mengenai pendapat Sanders adalah adanya masalah erti kata. Kita tidak perlu membedakan istilah “baptisan”, “mempunyai” atau “menerima” Roh Kudus, kerana itu semua adalah hal yang sama. Malah sebenarnya kita melihat Alkitab menggunakan berbagai macam kata uraian untuk menjelaskan pengalaman Roh Kudus ini:
• “dilahirkan dari air dan Roh” (Yoh. 3:5)
• “ketika Roh Kudus turun atasmu” (Kis. 1:8; ref. Kis. 19:6; Luk. 24:49)
• “Roh Kudus turun atas mereka” (Kis. 11:15; ref. Kis. 8:16)
• “dibaptis dengan Roh Kudus” (Kis. 11:16)
• “karunia Roh Kudus” (Kis. 2:38; ref. 11:17)
• “menerima Roh Kudus” (Kis. 8:15; ref Kis. 8:17; 10:47; Gal. 3:14)
• “dimeteraikan dengan Roh Kudus” (Ef. 1:13)
• “pembaharuan oleh Roh Kudus, terhadap orang yang dicurahkanNya” (Tit. 3:5; ref Kis. 2:33)

Alkitab juga menggunakan kata “pengurapan” untuk menyebutkan baptisan Roh Kudus. Kita melihat istilah ini digunakan oleh:
• Penatua Yohanes, ketika berbicara mengenai peran Roh Kudus dalam mengajarkan kebenaran kepada orang-orang percaya:”Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima daripadaNya. Kerana itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain” (I Yoh. 2:27)

• Yesus, saat mengutip nubuat Nabi Yesaya:”Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan khabar baik kepada orang-orang miskin” (Luk. 4:18)

• Penulis Kitab Ibrani, yang juga menyebutkan nubuat Yesaya saat menulis tentang Yesus:”sebab itu Allah, AllahMu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan” (Ibr. 1:9)

Seperti yang kita lihat dari ayat-ayat ini, kata “pengurapan” menunjukkan Roh Kudus, sedangkan kata kerja “mengurapi” digunakan dalam konteks baptisan Roh Kudus. Dengan demikian kata “diurapi” yang disebutkan Sanders, mempunyai erti yang sama dengan “Baptisan” Roh Kudus.

Sanders dengan tepat membawa perhatian kita pada kenyataan bahawa baik Kisah Para Rasul 2 (yang mencatat kejadian di hari Pentakosta) dan Kisah Para Rasul 10 (yang mencatat kejadian mengenai Kornelius dan keluarganya), keduanya adalah pengalaman jemaat mula-mula dalam baptisan Roh Kudus. Ini dipastikan oleh sebutan Yesus secara khusus mengenai hal ini sebagai pengalaman “baptisan”: “kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus” (Kis. 1:5; 11:16)

Namun juga patut kita perhatikan adalah Lukas, yang menulis Kisah Para Rasul, menggunakan berbagai macam istilah untuk menjelaskan dua kejadian ini:
• “Dan mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus” (Kis. 2:4)
• “Kamu akan menerima karunia Roh Kudus” (Kis. 2:38)
• “Roh Kudus turun atas mereka, sama seperti dahulu atas kita” (Kis. 11:15; ref. Kis. 10:44)
• “Karunia Roh Kudus telah dicurahkan” (Kis. 10:45)
• “… mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” (Kis. 10:47)

Pertanyaannya, apakah Lukas sedang menyebutkan masalah yang berbeda? Secara kategori tidak. Di semua ayat-ayat yang telah disebutkan, dengan jelas ia menuliskan mengenai “baptisan” Roh Kudus.

Terdapat kelemahan yang tak dapat dikesampingkan dalam pendapat bahawa kata “baptisan” harus dibatasi pada “kejadian-kejadian luar biasa” dalam Kisah Para Rasul 2 dan 10. Pada kenyataannya, kita melihat bahawa kedua kejadian dramatis ini dialami oleh orang-orang Samaria dalam Kisah Para Rasul 8, dan oleh murid-murid di Efesus di fasal 19. Lebih lagi, seperti dalam kejadian murid-murid di hari Pentakosta dan apa yang dialami Kornelius, orang-orang di sekitar mereka melihat fenomena ini (Kis. 8:17-19; Kis. 19:1-7). Kerana itu tidak ada alasan untuk membedakan satu jenis kejadian ini sebagai “baptisan” dan lainnya tidak.

Catatan-catatan Alkitab mengenai baptisan Roh Kudus ini juga bertolak belakang dengan kepercayaan Gerakan Keswick bahawa “Roh Kudus telah diturunkan kepada Gereja di masa ini, dan diberikan satu kali untuk selamanya” pada kejadian-kejadian yang dicatat dalam Kisah Para Rasul 2 dan 10.

Masalah kedua dalam pendapat Sanders adalah mengenai kata “penuh dengan Roh Kudus” . Ini adalah istilah yang digunakan Alkitab untuk menyampaikan sebuah erti tertentu. Istilah ini menunjukkan sebuah keadaan orang percaya yang sepenuhnya dituntun oleh Roh Kudus. Kebalikan dari keputusan Gerakan Keswick, Alkitab menggunakan istilah ini dalam konteks baik individual (Kis. 6:5; 9:17) mahupun sekelompok orang percaya.

• Pemenuhan umat Allah, sebelum pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta (Luk. 1:15,67)
• Baptisan dan pemenuhan Roh Kudus secara langsung pada murid-murid dan Paulus (Kis. 2:4; 9:17)
• Pemberian kuasa kepada Yesus dan para rasul oleh Roh Kudus (Luk. 4:1, 14; Kis. 4:8-13, 31; 13:9-11)
• Penuh dengan sukacita yang berasal dari kepenuhan Roh Kudus (Kis. 13:50-52)
• Pemberian karunia-karunia luar biasa pada pekerja-pekerja Allah oleh Roh Kudus (Kis. 6:3, 5; 7:55, 59-60; 11:24)

Dari contoh-contoh di atas, kita melihat bahawa Roh Kudus memenuhi orang-orang, bahkan sebelum hari Pentakosta (Luk. 1:15. 67). Namun pengalaman-pengalaman seperti itu serupa dengan apa yang dialami nabi-nabi Perjanjian Lama, ketika Roh Kudus turun kepada mereka, tetapi tidak “menyertai kamu [mereka] selama-lamanya” (Yoh. 14:16). Ini dikeranakan saat itu belum genap waktunya Roh Kudus dicurahkan (Yoh. 7:37-39). Namun sejak hari Pentakosta, kita melihat bahawa pemenuhan Roh Kudus selalu dihubungkan dengan mereka yang telah menerima baptisan Roh Kudus (lihat bab 13 untuk informasi mengenai pemenuhan Roh Kudus).

Kesalahfahaman 6

​Pada hari Pentakosta, Roh Kudus turun ke atas murid-murid dan mereka menerima kuasa. Dengan segera kita mengarahkan mata kepada hal-hal menakjubkan, seperti deru-deru angin, rumah bergoncangan, dan lidah-lidah api bergelora, suara-suara bahasa roh, kerumunan banyak orang, dan kita seringkali mengharapkan hal luar biasa yang sama… Pentakosta tidak dapat berulang. Hanya ada satu Pentakosta.
​​​​​​​​​L.L. Legters (hal. 48)

Apa kata Alkitab?

​Baptisan Roh Kudus pada hari Pentakosta, yang disertai dengan bukti berbahasa roh, sungguh layak disebut “menakjubkan”. Ini mengingatkan kita dengan perkataan Paulus:”Kerana itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman” (I Kor. 14:22). Di sini ia menggunakan kata bahasa Yunani semeion, yang bererti “tanda”, menunjukkan sesuatu yang ajaib2. Yesus menggunakan istilah yang sama untuk menunjukkan tanda-tanda yang akan menyertai mereka yang percaya, termasuk berbahasa roh (Mrk. 16:17-18). Melalui tanda-tanda ini, orang-orang tidak percaya akan mengetahui bahawa Allah hidup di antara umatNya. (I Yoh. 3:24)

​Mengenai pendapat Legters bahawa “Pentakosta tidak dapat terulang. Hanya ada satu Pentakosta”, kita melihat bahawa Alkitab menyediakan bukti yang sebaliknya. Tercatat: Kornelius dan keluarganya menerima Roh Kudus (Kis. 10:44-46); murid-murid di Efesus menerima Roh Kudus (Kis. 19:1-7); Paulus mengaku berbahasa roh lebih daripada semua jemaat di Korintus, dan berkata kepada mereka untuk tidak melarang jemaat berbahasa roh (I Kor. 14:18, 39). Kerana itu jemaat dalam gereja mula-mula yang telah dibaptis dengan Roh Kudus, mereka semua mengalami mujizat berbahasa roh. Maka kita melihat dengan jelas bahawa berbahasa roh bukanlah fenomena yang hanya terjadi pada hari Pentakosta.

11.3 Semua orang percaya mempunyai Roh Kudus

Kesalahfahaman 7

​Dia (Paulus) memastikan bahawa setiap orang percaya telah dibaptis dalam Roh, entah dia orang Yahudi atau Yunani, budak atau orang merdeka. Dan tujuan baptisan ini adalah untuk menunjukkan kesatuan tubuh Kristus. “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, mahupun orang Yunani, baik budak, mahupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh” (I Kor. 12:13). Perhatikanlah kata “telah” dan golongan masyarakat yang disebutkan. Baptisan Roh Kudus telah terjadi dan melibatkan semua orang percaya, apa pun agama, suku atau golongannya. Kapankah baptisan Roh ini terjadi? Semua orang percaya menerima baptisan ini secara simbolis. Ini terlihat dalam perwujudan Roh yang bersejarah dalam apa yang dialami orang-orang Yahudi pada hari Pentakosta dan dalam pengalaman dari bangsa-bangsa bukan Yahudi. Injil tidak menunjukkan baptisan Roh lainnya. Tentu saja, seperti yang selanjutnya ditunjukkan Paulus, berdasarkan kedudukan kita menjadi anggota atau tubuh ketika kita “diberi minum dari satu Roh” pada saat kita menjadi percaya. Ini sudah pasti. Semua orang telah dibaptis dalam Roh. Bersikeras bahawa pengalaman baptisan adalah syarat keselamatan dan melawan kebenaran ini adalah sebuah penghinaan langsung terhadap Allah dan sebuah awal pengalaman pura-pura dalam iman kekristianan.
​​​​​​​​John H. Puckford (hal. 19)

Apa kata Alkitab?

​Pertama, seperti telah disebutkan sebelumnya, kita perlu memahami bahawa kata-kata Paulus dalam I Korintus. 12:13 ditujukan kepada Gereja Korintus, sebuah gereja yang didirikan dan disertai oleh Roh Kudus. Pesan ini bukan ditujukan kepada orang-orang percaya atau gereja-gereja yang tidak mempunyai Roh Kudus. Kedua, apabila seperti yang dikatakan Pickford, bahawa “semua orang telah dibaptis dalam Roh”, lalu mengapa orang-orang Samaria tidak menerima Roh Kudus setelah mereka menerima baptisan air? Alkitab mencatat bahawa mereka baru menerima Roh Kudus setelah para rasul pergi kepada mereka dan menumpangkan tangan (Kis. 8:14-17). Kita juga melihat murid-murid di Efesus mengalami proses yang sama (Kis. 19:1-7). Ini menuai pertanyaan: apakah Pickford tidak menganggap orang-orang Samaria dan Efesus sebagai “orang-orang percaya”?

​Kita perlu memahami bahawa percaya kepada Kristus, dibaptis dalam air, dan menerima Roh Kudus adalah tiga urusan yang berbeda dalam perjalanan iman seseorang. Ketiga hal ini tidak dapat dicampuradukkan sebagai satu pengalaman yang sama. Kita melihat hal ini digambarkan dengan baik dalam Kisah Para Rasul, melalui catatan-catatan bagaimana jemaat mula-mula datang keapada Kristus: sebagian menerima baptisan air sebelum menerima baptisan Roh Kudus (seperti orang-orang di Samaria, 8:14-17); yang lain dibaptis dengan Roh Kudus sebelum mereka menerima baptisan air (seperti Kornelius dan keluargannya, 10: 44-48)

​Ketiga, keyakinan bahawa “semua orang percaya menerima baptisan ini secara simbolis” secara doktrin tidak kuat. Baptisan Roh Kudus adalah sebuah proses yang harus dilalui setiap orang percaya secara individu dan pribadi. Pengalaman orang-orang Samaria (Kis. 8:14-17), Paulus (Kis. 9:17), Kornelius sekeluarga (Kis. 10:44-46),dan murid-murid di Efesus (Kis. 19:1-7), semuanya memperlihatkan kebenaran ini. Mereka menerima Roh Kudus secara terpisah, di waktu yang berbeda, dan di tempat yang berlainan. Apabila mereka telah menerima baptisan secara simbolis pada hari Pentakosta seperti yang dikatakan Pickford, maka pengalaman mereka adalah pengalaman palsu.

​Keempat, “minum dari satu Roh” tidak terjadi pada saat seseorang percaya kepada Kristus. Dari Alkitab, kita membaca bahawa minum dari Roh yang merupakan penjelasan simbolis baptisan Roh Kudus (Yoh. 4:14; 7:37-39), selalu terjadi setelah menjadi percaya. Ini dengan jelas digambarkan oleh catatan-catatan tentang orang-orang percaya di Samaria dan murid-murid di Efesus.

​Terakhir, berbeda jauh dengan mengenalkan “sebuah awal pengalaman pura-pura dalam iman Kekristianan” yang merupakan “penghinaan langsung terhadap Allah”, para rasul sendiri mengabarkan baptisan Roh Kudus yang merupakan kelanjutan dari keyakinan dalam Kristus. Mereka memberi kesaksian tentang sebuah baptisan yang dibuktikan dengan berbahasa roh, dan cukup nyata sehingga dapat dilihat dan didengar oleh semua orang di sekitarnya (Kis. 8:16-19; 10:44-46; 19:2-7)

Kesalahfahaman 8

​Kita tidak melihat adanya perintah dalam injil untuk dibaptis dengan Roh Kudus. Perintah seperti itu tidak ada ertinya kerana I Korintus. 12:13, “Sebab dalam satu ROh kita semua, baik orang Yahudi, mahupun orang Yunani, baik budak, mahupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh”. Kita semua telah dibaptis dalam Roh.
​​​​​​​​​John H. Pickford (hal. 32)

​Pada hari Pentakosta, Tuhan mengutusNya (Roh Kudus) sebagai karunia yang dijanjikan dari Bapa… Sejak hari itu Roh telah menetap selamanya di bumi di dalam umat percaya, dimulai dari 120 murid-murid yang menerima Dia pada hari Pentakosta, hingga saat ini… Sejak saat itu, saat seseorang yang berdosa menjadi anggota umat yang percaya, dengan segera mendapatkan bagian dalam Roh, bersama dengan seluruh anggotanya.
​​​​​​​​​H. G. Randolph (hal. 12)

​Sesudah itu maka setiap anak Allah telah dibaptis dengan Roh… Ini disimpulkan kerana tidak ada perintah di dalam Alkitab yang mendesak atau memerintahkan orang percaya dibaptis dengan Roh.
​​​​​​​​H.G. Randolph (hal. 17 dan 18)

Apa kata Alkitab?

​Keyakinan Randolph bahawa Roh Kudus telah hidup di antara orang-orang percaya sejak hari Pentakosta tidak mempunyai dasar alkitabiah. Sebaliknya, orang-orang percaya di Samaria dan Efesus, yang dicatat setelah hari Pentakosta, tidak menerima Roh Kudus “segera” setelah mereka percaya (Kis. 8:14-17; 19:1-7). Selanjutnya, pada masa para rasul, berbahasa roh merupakan bukti utama seseorang telah menerima Roh Kudus (Kis. 10:44-46). Dengan begitu, apabila semua orang percaya pada hari ini telah menerima Roh Kudus, maka mereka semua harus berbahasa roh. Namun mengapa ada begitu banyak orang-orang Kristian dan gereja-gereja tidak memperlihatkan bukti ini?

​Mengenai pendapat Pickford bahawa tidak terdapat perintah di dalam Alkitab yang mengatakan bahawa orang-orang Kristian harus dibaptis dengan Roh Kudus, sekali lagi kita menemukan bukti yang mengatakan sebaliknya. Yohanes Pembaptis mengajarkan, bahawa ia membaptis orang dengan air, tetapi Kristus akan membaptis dengan Roh Kudus (Mat. 3:11). Lebih lanjut, Yesus mengulangi apa yang diajarkan Yohanes (Kis. 1:5) dan memyertakan sebuah perintah kepada murid-murid untuk menantikan Roh Kudus yang Ia janjikan (Luk. 24:49; Kis. 1:4-5)

​Kita juga melihat penekaan besar pada baptisan Roh Kudus di dalam pelayanan para rasul. Contohnya, ketika Petrus dan Yohanes mengetahui bahawa orang-orang percaya di Samaria belum menerima Roh Kudus, mereka menumpangkan tangan ke atas orang-orang itu untuk mendoakan mereka (Kis. 8:14-17). Begitu juga Paulus ketika mengetahui bahawa murid-murid di Efesus belum menerima Roh Kudus, ia membaptis ulang mereka di dalam nama Yesus dan menumpangkan tangan ke atas mereka (Kis. 19:1-7)

​Patut kita perhatikan bahawa Alkitab mendorong orang-orang percaya untuk mendapatkan baptisan Roh Kudus. Kita melihat dorongan ini dalam pengajaran-pengajaran Yesus dan dalam pesan-pesan dan pelayanan para rasul. Alkitan mengajarkan kepada kita, bahawa tanpa Roh Kudus, seseorang tidak dapat diselamatkan (Yoh. 3:5), atau menerima kuasa (Luk. 24:49; Kis. 1:8). Jadi, perintah untuk “menerima Roh Kudus” ditujukan kepada setiap orang percaya yang belum menerima RohNya. Sebaliknya, I Korintus. 12:13 yang dikutip oleh Pickford ditujukan kepada Gereja Korintus yang telah menerima Roh Kudus.

Kesalahfahaman 9

​Hari ini ada banyak orang yang berdoa memohon Roh Kudus mengabaikan fakta akan diamnya Roh Kudus di dalam dirinya. Tidak aka nada kepenuhan dalam Roh apabila kenyataan utama akan kehadiranNya tidak diyakini atau diabaikan… Anda diselamatkan ketika anda menjadi percaya, dan anda menerima Roh Kudus… yang hidup di dalam diri anda pada saat anda percaya dengan firman Allah tentang AnakNya.
​​​​​​​​​L. L. Legters (hal. 9-10)

Apa kata Alkitab?

​Seperti banyak penulis-penulis Kristian lainnya, Legters menyakini bahawa semua otang Kristian menerima Roh Kudus pada saat mereka percaya kepada Yesus. Tetapi catatan-catatan Alkitab hanya mencatat satu kejadian seperti ini, yaitu ketika Kornelius dan keluarganya menerima khabar injil (Kis. 11:15-17) Namun seperti yang kita lihat dari Alkitab, ini bukanlah pola umum, seperti yang kita lihat pada orang-orang percaya di Samaria dan Efesus (Kis. 8:14-17; 19:1-7)

​Jadi, walaupun percaya kepada Yesus adalah sebuah prasyarat penting untuk menerima baptisan Roh Kudus, bukan bererti semua orang menerima Roh Kudus langsung pada saat mereka menerima Kristus. Dan hal penting yang perlu kita fahami, ini tidak akan dialami oleh jemaat dari gereja-gereja yang tidak mengabarkan injil yang sempurna dan sepenuhnya. Ini dikeranakan Roh Kudus adalah Roh Kebenaran (Yoh. 14:17) dan Ia hanya dapat ditemukan di tempat kebenaran dikabarkan.

Kesalahfahaman 10

​Kerana ayat satu-satunya di serat-surat para rasul yang berhubungan dengan tema yang kita bahas (yaitu baptisan Roh Kudus) adalah I Korintus. 12:13, maka ayat ini perlu kita perhatikan dengan sangat seksama. Kisah Para Rasul adalah sebuah tahapan pewahyuan yang belum selesai. Kitab ini adalah catatan mengenai kelanjutan pekerjaan Kristus yang telah naik ke Syurga, seiring Ia membentuk GerejaNya dan doktrin-doktrinnya, tetapi pengalaman para rasul dalam membangun Gereja bukan model untuk orang Kristian pada hari ini. Sesungguhnya tidak ada pengalaman baptisan Roh Kudus yang dicatat dalam kisah Para Rasul, bahkan di rumah Kornelius, yang dapat terjadi hari ini.

​Ayat ini memberika pencerahan pada erti dan tujuan pelayanan Roh Kudus. Empat fakta muncul dengan jelas dari ayat ini.

​Setiap orang percaya telah mendapat baptisan ini. “Kita semua”. “Semua” ini termasuk bahkan orang-orang yang berdosa kerana hidup tidak bermoral dan memakan makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala.

​Ini adalah masa lalu di setiap kehidupan orang percaya. “Telah”.

​Ini menunjukkan bahawa seorang percaya telah dibawa ke dalam tubuh Kristus, saat ia disatukan kepada Kristus. Kerana penyatuan ini, ia menjadi satu tubuh, dengan segala berkat yang menyertai penyatuan itu.

​Dalam hal ini tidak ada perbedaan di antara orang-orang percaya. Semua kelebihan berakhir, “baik orang Yahudi, mahupun orang Yunani” Semua kekurangan juga berakhir, “baik budak, mahupun orang merdeka”. Semua menjadi anggota dari Satu Tubuh.

​Seperti dahulu, demikian juga sekarang. Tidak ada di dalam injil perintah yang mendorong orang percaya untuk mencari baptisan ini, atau pun membedakan orang-orang percaya, mereka yang telah atau yang belum menerima baptisan.

​​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 78-79)

Apa kata Alkitab?

​Keempat hal yang diangkat oleh Sanders mengenai I Korintus. 12:13 mengandung kelemahan-kelemahan mendasar:

• Penggunaan susunan kata pada ayat ini yang menunjukkan bahawa ini telah terjadi, dimaksudkan kepada Gereja Korintus yang didirikan oleh Roh Kudus.
• Pesan ini tidak mempunyai pengaruh pada gereja-gereja yang tidak mempunyai penyertaan Roh Kudus.
• Gereja yang tidak disertai oleh Roh Kudus tidak berada di dalam Kristus, dan tidak mempunyai bagian dalam berkat-berkatNya.
• Tentu saja, apabila suatu gereja mempunyai penyertaan Roh Kudus, secara alami tidak ada lagi perbedaan di antara jemaat, kerana semua anggota jemaat adalah “satu tubuh”. Namun kata-kata ini tidak berlaku pada gereja yang tidak disertai oleh Roh Kudus.

Kesalahfahaman 11

​Mengutip Uskup H. C. G. Moule, J. Oswald Sanders menulis:

​Perkenankan saya mengatakan dengan simpati dan ketulusan bahawa sebuah kesalahan nampaknya mendasari praktik yang sekarang umum di antara orang-orang Kristian, yaitu “menunggu” baptisan khusus Roh Kudus agar dapat lebih melayani Tuhan. Tentunya “oleh satu Roh kita telah dibaptis ke dalam satu tubuh.” Dan sekarang bagian kita adalah dengan iman yang rendah hati membuka diri dengan segala bagian jiwa dan hidup kita, sehingga kita dapat dipenuhi dengan apa yang telah kita miliki
​​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 71)

​Sanders menambahkan:

​Walau telah digenapi, karunia ini dinantikan dan masih menunggu penerimaan jemaat gereja secara individu. Masih banyak orang yang tidak menyedari bahawa Roh Kudus telah diberikan.
​​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 113)

Apa kata Alkitab?

​Di sini Sanders menunjukkan bahawa orang-orang Kristian hari ini keliru dengan “menunggu” baptisan Roh Kudus. Ia berpendapat bahawa Roh Kudus telah memberikan kepada mereka; masalahnya, mereka tidak menyedarinya.

​Mengenai masalah mencari baptisan Roh Kudus, baik Moule dan Sanders mengabaikan kenyataan bahawa pengajaran ini diberikan oleh Yesus sendiri (Luk. 11:9-13; 24:49) dan dilakukan oleh para rasul dan orang-orang percaya di gereja mula-mula.

​Mengenai ketidaktahuan kentara telah menerima baptisan Roh Kudus atau belum, Alkitab mengajarkan bahawa ketika Roh Kudus sungguh-sungguh membaptis seseorang, Ia tidak menyediakan ruang keraguan bagi si penerima mahupun orang-orang di sekelilingnya. Alkitab menggambarkan pengalaman ini sebagai sesuatu yang dapat dilihat dan didengar (Kis. 2:33). Kerana itu kita dapat menyimpulkan bahawa orang-orang yang dimaksudkan Sanders “tidak menyedari bahawa Roh Kudus telah diberikan” sebenarnya memang belum menerima Roh Kudus.

​Kisah Para Rasul melukiskan sebuah gambaran baptisan Roh yang dapat dikenali dengan jelas. Contohnya kita melihat reaksi orang-orang Yahudi yang menyaksikan fenomena itu pada hari Pentakosta, yang disebutkan “tercengang-cengang” (Kis. 2:7) dan “termangu-mangu” (Kis. 2:12) melihat apa yang sedang mereka saksikan. Kita juga membaca tentang Simon, seorang tukang sihir yang “melihat” murid-murid di Samaria menerima Roh Kudus, lalu menawarkan wang untuk memberi kuasa itu (Kis. 8:17-19). Selanjutnya kita melihat keheranan orang-orang Kristian dari kalangan Yahudi yang menyaksikan Kornelius dan keluarganya yang berasal dari bangsa bukan Yahudi menerima Roh Kudus. Dengan jelas Alkitab menulis:” Mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah” (Kis. 10:46). Lalu kita mengetahui tentang murid-murid di Efesus yang menerima Roh Kudus ketika Paulus menumpangkan tangan ke atas mereka, dan kembali “mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat” (Kis. 19:6)

​Kita harus memahami bahawa surat-surat yang ditulis oleh para rasul ditujukan kepada gereja-gereja yang didirikan oleh Roh Kudus, atau paling tidak, kepada orang-orang yang telah menerima Roh Kudus. Kerana itu sebagai penulis, para rasul tidak perlu membahas doktrin-doktrin mendasar yang sudah mereka fahami.

​Sebenarnya, apabila kita melihat kronologi kitab-kitab Alkitab, kita melihat sebuah pendekatan sistematis dalam pencatatan pengajaran-pengajaran yang berhubungan dengan baptisan Roh Kudus: janji akan Roh Kudus dan pengajaran untuk mencariNya dibahas dalam keempat injil; sejarah terinci mengenai pencurahan Roh Kudus dicatat dalam Kisah Para Rasul, sehingga orang-orang percaya dapat mengerti sifat pengalaman Roh Kudus, selanjutnya adalah surat-surat para rasul yang bertujuan untuk mendorong orang-orang percaya di gereja-gereja tersebut (yang didirikan oleh Roh Kudus) untuk hidup dalam kehidupan yang penuh dengan Roh, dengan menghasilkan buah Roh dan ketaatan pada Roh Kudus.

​Maka sungguh disayangkan apabila banyak gereja membaca dan mengutip berbagai surat para rasul di luar konteksnya, mengira bahawa pesan-pesan yang disampaikan kepada orang-orang percaya dan gereja-gereja yang disertai Roh Kudus, berlaku juga tanpa syarat kepada setiap orang percaya pada hari ini. Ini menjelaskan kekeliruan dan penyalahgunaan ayat-ayat yang selalu terjadi, seperti:

• “Tidak tahukah kamu, bahawa kamu adalah bait Allah, dan bahawa Roh Allah diam di dalam kamu?” (I Kor. 3:16)

• “Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, mahupun orang Yunani, baik budak, mahupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh” (I Kor. 12:13)

• “Di dalam Dia kamu juga- kerana kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil Keselamatanmu- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikanNya itu” (Ef. 1:13)

Ini menunjukkan bahawa kita harus kembali kepada Alkitab, meneliti pengajaran-pengajaran mengenai Roh Kudus, seperti yang dituliskan dalam kitab-kitab Injil, dalam Kisah Para Rasul, dan dalam surat-surat para rasul secara sistematis, dan sesuai dengan konteksnya.

11.4 Mencari baptisan Roh Kudus tidaklah perlu

Kesalahfahaman 12

​Pernyataan “dibaptis dengan Roh Kudus” atau sejenisnya hanya digunakan sebanyak enam kali dalam Perjanjian Baru (mengacu pada Mat. 3:11; Mrk. 1:8; Luk. 3:16; Yoh. 1:33; Kis. 1:5 dan Kis. 11:16)… Kutipan-kutipan yang ada juga menunjukkan bahawa baptisan Roh Kudus diutus dengan penuh kuasa. Di tiap kejadian, disebutkan “Kamu akan dibaptis”, bukan “Kamu mungkin dibaptis”. Tidak ada persyarahan yang ditujukan kepada manusia untuk mendapatkan pencurahan Roh Kudus. Allah dengan wewenang ilahi menyatakan Pentakosta. Ini tidak ditentukan oleh penantian atau penderitaan para rasul. Banyak orang melupakan hari ini. Baptisan Roh Kudus tidak pernah dicari, tetapi diberikan.
​​​​​​​​John. H. Pickford (hal. 14-15)

Apa kata Alkitab?

​Pernyataan bahawa “baptisan Roh Kudus diutus dengan penuh kuasa”, kerana tidak ada orang yang dapat menyangkal bahawa pencurahan demikian bukanlah atas kehendak manusia. Tuhanlah yang mencurahkan karunia ini kepada siapa yang Ia kehendaki, dan tidak ada orang yang dapat mencegahNya apabila Ia hendak melakukan yang sebaliknya (ref. Kis. 10:44-45; 11:15-17). Demikian juga janji Allah bersifat absolut, dan dalam Alkitab tidak terdapat hal yang menyatakan bahawa baptisan Roh Kudus hanyalah sekadar sebuah kemungkinan. Namun kebalikan dari pandangan Pickford, semua ini tidak terlepas dari tanggungjawab individu untuk mencari Roh Kudus.

​Tuhan Yesus sendiri mengajarkan kita mengenai sikap yang harus kita tunjukkan ketika berdoa memohon Roh Kudus. Dalam perumpamaan tentang sahabat di malam hari yang dicatat dalam Lukas. 11:5-8, Ia menunjukkan perlunya seseorang untuk tidak pernah menyerah. Ia juga berkata:

Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan daripadanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Syurga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya!
​​​​​​​​Lukas. 11:11-13

​Di sini kita mendapatkan pengajaran, bahawa ayah kandung kita secara alami akan memberikan hal-hal yang baik kepada anaknya dengan apa yang ia minta- hal-hal yang ia butuhkan dalam kehidupannya. Namun Bapa Syurgawi kita akan memberikan lebih lagi: Ia memberikan yang terbaik, yaitu Roh Kudus, yang dapat menuntun kita kepada kehidupan rohani yang berkelimpahan. Syarat satu-satunya adalah dengan memintanya.
​Dalam percakapanNya dengan perempuan Samaria, Yesus berkata,”Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup” (Yoh. 4:10). “Karunia Allah” dan “air hidup” yang disebutkan Yesus, adalah Roh Kudus (Kis. 10:44-45; 11:15-17; Yoh. 4:14; 7:37-39) Memperoleh kenyamanan materi dapat disamakan dengan minum dari sumur Yakub- setelah beberapa waktu, kita akan harus kembali kerana itu semua tidak dapat memuaskan jiwa kita (Yoh. 4:12-13). Berbeda dengan “air hidup” dari Allah, dapat menjadi mata air, mengalir kepada kehidupan kekal di dalam diri kita. Apabila kita meminumnya, kita mendapatkan sukacita dan kepuasan (Yoh. 4:14). Satu-satunya cara untuk mendapatkan air hidup ini adalah dengan menerima Kristus, yang adalah Pemberi air ini, dan meminta kepadNya (Yoh. 4:10)

Kesalahfahaman 13

​Alkitab tidak pernah mendesak orang-orang percaya untuk mendapatkan baptisan ini (mengacu pada baptisan Roh Kudus) dan itu tidak membuat perbedaan dengan orang-orang percaya yang tidak pernah mengalami baptisan seperti ini.

​Kita sering menyanyikan kidung indah “no more let sin deceiver or earthly cares betray” (tidak lagi ditipu dosa dan diperdaya kesenangan duniawi). Apakah baptisan ini penggambaran rohani? Si penulis merasa ini bukanlah demikian. Roh Kudus tidak pergi, kerana ia datang untuk menyertai kita selamanya. Kita tidak boleh berdoa bersama Daud, “janganlah mengambil rohMu yang kudus daripadaku!”
​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 79, 126-127)

Apa kata Alkitab?

​Bertolak belakang dengan pendapat Sanders, sebenarnya Alkitab mendorong orang-orang percaya untuk mencari baptisan Roh Kudus. Dalam Lukas. 11:!3, Yesus mengajarkan, “Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Syurga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya.” Di Yohanes. 4:10 Yesus berkata,”Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup” Paulud menjelaskan bahawa kita perlu mencari baptisan Roh Kudus kerana Ia adalah “jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah” (Ef. 1:13-14)

​Tentang pendapat Sanders mengenai baptisan Roh Kudus yang tidak membuat perbedaan apa-apa kepada orang-orang percaya, sekali lagi kita melihat Alkitab mengajarkan hal yang sebaliknya. Pertama, ketika para rasul di Yerusalem mendengar bahawa ada orang-orang percaya di Samaria, secara khusus mereka mengutus Petrus dan Yohanes untuk mengunjungi mereka, untuk menumpangkan tangan dan berdoa bagi mereka. Orang-orang Samaria oitu adalah orang-orang percaya yang telah menerima injil dan bahkan telah menjalani baptisan air. Namun terdapat hal sangat penting yang mereka lewatkan, sehingga para rasul memutuskan untuk mengunjungi mereka- mereka belum menerima Roh Kudus (Kis. 8:15). Kedua, kita melihat bahawa ketika Paulus pergi ke Efesus, hal pertama yang ia tanyakan kepada mereka adalah apakah mereka telah menerima Roh Kudus. Ketika ia memastikan bahawa mereka belum menerimanya, ia segera membaptis ulang mereka di dalam nama Tuhan Yesus dan menumpangkan tangan ke atas mereka, sehingga mereka dapat menerima Roh Kudus. Jadi nampak jelas bahawa baptisan Roh Kudus sangat penting di mata para rasul. Roh Kudus juga membawa sebuah perubahan kepada orang-orang percaya: Ia menjadi jaminan dalam keselamatan mereka di Syurga (Yoh. 3:5; Ef. 1:13-14)

​Selama berabad-abad, para pencipta musik dan pemazmur telah menulis puisi-puisi dan kidung yang indah di bawah pengilhaman Roh Kudus, sebagai jalan untuk menyatakan perasaan terdalam mereka kepada Allah. Contohnya, Daud menulis sebuah mazmur yang menubuatkan tentang Mesias (Mzm. 110:1; ref. Mat. 22:44; Kis. 2:29-35) dan bersaksi tentang pekerjaan pengilhaman oleh Roh Kudus. Daud sendiri adalah orang yang dipenuhi dengan Roh Kudus (I Sam. 16:13) dan menyedari dengan jelas akan karunia yang ada di dalam dirinya. Setelah melakukan dosa meawan Allah, ia menulis sebuah mazmur pertobatan, memohon kepada Allah: “janganlah mengambil rohMu yang kudus daripadaku!” (Mzm. 51:11). Tidak seperti Sanders, Daud mengerti bahawa Roh Kudus milik Allah dapat didukakan dan meninggalkan dirinya kerana dosa (ref. Ef. 4:30)

​Kerana itu, walaupun Roh Kudus memang telah diutus untuk tinggal di antara anak-anak Allah selamanya, kita juga perlu memahami bahawa Allah yang benar dan kudus tidak dapat tinggal selamanya dengan orang-orang yang tidak hidup di dalam Roh (Gal. 5:16-17, 25)

Kesalahfahaman 14

​Melihat desakan pada beberapa kalangan mengenai perlunya “menunggu” untuk menerima baptisan ini, pertimbangan sementara mengenai masalah ini masih pada tempatnya… Seratus dua puluh orang murid memang menunggu di ruang atas masih merupakan fakta yang tidak dapat diperdebatkan. Dan dengan demikian mereka menaati perintah Yesus Kristus (Luk. 24:49). Dengan taat mereka menunggu di Yerusalem, tempatnya telah dinamakan secara khusus dalam perintah Yesus. Apakah perintah Kristus ini masih berlaku dengan orang-orang percaya di masa sekarang? Bila demikian, mereka harus berziarah ke Yerusalem seperti orang-orang Muslim ke Mekah, kerana perintah itu tidak dapat sungguh-sungguh dipenuhi di tempat ini. Jawaban untuk pertanyaan ini bergantung pada apakah penantian murid-murid menyebabkan turunnya Roh Kudus kepada mereka. Jawabannya jelas tidak! Roh Kudus turun “ketika Hari Pentakosta sepenuhnya tiba” ketika Kristus naik kepada BapaNya, ketika hari-hari yang telah ditentukan sebelum bumi ini diciptakan untuk kejadian ajaib ini, telah tiba.
​​​​​​​​J. Oswald Sanders (hal. 71)

Apa kata Alkitab?

​ Sebelum kenaikanNya ke Syurga, Tuhan Yesus memerintahkan murid-muridNya, “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan BapaKu. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi” (Luk. 24:49). Yang terjadi selanjutnya bukanlah penantian kosong oleh murid-murid, tetapi penantian yang dijalani dengan doa dan pengharapan. Alkitab mencatat 120 murid mengkhususkan diri mereka setiap hari dalam doa sehingga hari Pentakosta tiba. Pada hari itu Roh Kudus turun dan mereka semua dipenuhi dengan Roh Kudus dan berbahasa roh (Kis. 1:12-15; 2:1-4). Pengajaran untuk menunggu dalam doa masih sangat berlaku kepada orang-orang Kristian pada hari ini. Siapa yang haus akan baptisan Roh Kudus haruslah menantikan, berdoa, dan memohon dengan sabar.

​Pencurahan Roh Kudus yang pertama kalinya memang terjadi di Yerusalem (Kis. 1:12-15; 2:1-6). Namun kita perlu memahami mengapa itu terjadi di sana: Allah bermaksud memanggil orang-orang Yahudi yang saleh, yang kembali ke kota itu untuk merayakan perayaan Pentakosta. Ia ingin agar mereka menerima injil dan membawa injil itu ke negara mereka masing-masing, dan dengan demikian, menyebarkan injil ke seluruh dunia. Kita harus perhatikan, bahawa setelah hari Pentakosta, tidak ada lagi tempat yang tetap atau ditentukan sebelumnya untuk mencurahkan Roh Kudus- Roh diturunkan di tempat-tempat yang berbeda, seperti di Samaria, Kaisarea, dan Efesus (Kis. 8:14-17; 10:1, 44-46; 19:1-7). Perlunya menunggu secara khusus di Yerusalem adalah untuk alasan dan waktu tertentu. Hari ini orang-orang Kristian tidak perlu menunggu di sana.

​Mengenai apakah penantian murid-murid menyebabkan turunnya Roh Kudus, jawabannya sudah pasti “ya”. Perintah untuk menunggu diberikan dengan sangat jelas oleh Tuhan Yesus kepada mereka. Jadi mereka mengikuti apa yang telah Ia perintahkan sebelumnya kepada mereka. Ketaatan mereka menunjukkan kata-kata terakhir Yesus: “Ajarlah mereka malakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20). Ia berjanji kepada mereka bahawa Ia akan bersama-sama dengan mereka selamanya, melalui Roh Kudus yang akan tinggal dalam hati mereka, dengan syarat, agar mereka mengajarkan orang-orang lain untuk memegang perintahNya, dan itu tentu saja bererti mereka juga perlu memegangnya. Maka tidak mengherankan apabila mereka mengikuti perintah Yesus dengan setia dan menantikan kedatangan Roh Kudus. Bila sebaliknya, seperti yang dikatakan Sanders, pencurahan Roh Kudus tidak ada kaitannya dengan penantian mereka di Yerusalem, maka mereka dapat saja pergi keluar dari Yerusalme untuk melakukannya. Namun kita melihat bahawa mereka tidak melakukan hal ini- mereka menunggu dalam doa di tempat yang telah ditentukan Yesus, sampai mereka dikenakan kuasa dari tempat yang maha tinggi.

Kesalahfahaman 15

​Perjanjian Baru tidak pernah menetapkan syarat atau kondisi apa pun untuk berdoa memohon Roh Kudus. Denominasi-denominasi Kharismatik mengacu pada Alkitab untuk memperoleh pembenaran, tetapi telah salah menafsirkan ertinya. Mereka telah menyimpangkan Alkitab untuk mendukung pendapat mereka. Mereka berkata bahawa dalam Kisah Para Rasul. 1:14, para rasul dan beberapa perempuan berkumpul di ruang atas setelah Tuhan naik ke Syurga, dan “bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama”, dan setelah 10 hari Roh Kudus turun kepada mereka. Sebenarnya Alkitab berkata bahawa mereka hanya berdoa dan tidak berdoa memohon turunnya Roh Kudus. Sebelum kenaikan Tuhan, mereka diperintahkan untuk tetap tinggal di Yerusalem dan “menantikan janji Bapa”, yaitu baptisan Roh Kudus dan kemudian mereka menunggu di kota suci. Tuhan telah mengatakan kepada mereka mengenai kedatangan janji Bapa, tetapi tidak memerintahkan mereka untuk berdoa memohon turunnya Roh Kudus. Meskipun misalnya mereka tidak berdoa, mereka masih akan menerima ROh Kudus kerana Tuhan tidak akan mengingkari janjiNya. Ia setia dan benar. Mereka cukup tinggal dan menunggu di Yerusalem untuk menerima janji Baa yang akan segera datang.

​Hari ini Roh Kudus telah turun: mengapa kita masih harus menunggu? Pada saat itu murid-murid bertekun dalam doa setiap hari, sehingga kita dapat melihat perubahaan mereka kerana mereka telah mengetahui akan kebangkitan dan kenaikan Tuhan, Yesus dan kekudusan mereka dari persekutuan dengan Tuhan dan kasih mereka satu sama lain. Tidak ada petunjuk mengenai mereka berdoa memohon Roh Kudus. Kita tidak boleh mencoba-coba membaca pengajaran-pengajaran tertentu dan Alkitab
​​​​​​​​Ende Hu (hal. 10)

Apa kata Alkitab?

​Tuhan Yesus memberikan janji-janji berikut ini kepada murid-muridNya mengenai Roh Kudus:
• Ia akan bersama-sama dengan mereka selamanya, dan tidak akan meninggalkan mereka sebagai anak yatim (Yoh. 14:16-18)

• Ia akan menuntun mereka kepada seluruh kebenaran, dan menyatakan hal-hal yang akan datang kepada mereka (Yoh. 16:13)

• Ia akan mengajar mereka dengan apa yang mereka ucapkan dan memberikan mereka kecakapan dan hikmat, sehingga bahkan musuh-musuh mereka tidak akan dapat membantahnya (Luk. 12:12; 21:15)

• Ia akan mengenakan mereka dengan kuasa dari atas sehingga mereka dapat mengabarkan injil ke hujung dunia (Luk. 24:49; Kis. 1:8)

• Ia akan mengutus mereka keluar untuk mengabarkan kabar baik dan memberikan mereka kuasa untuk mengampuni dosa (Yoh. 20:21-23; Luk. 4:18)

Untuk menerima injil ini, murid-murid harus menunggu di Yerusalem, tempat mereka akan segera menerima baptisan Roh Kudus (Luk. 24:49; Kis. 1:4-5). Murid-murid mengikuti perintah Tuhan dengan menanti selama 10 hari, dan selama itu mereka “bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama” (Kis. 1:14). [Alkitab Bahasa Inggeris:”continued with one accord in prayer and supplication”]. Kata “permohonan” [supplication] menjadi penting: dalam penantian, mereka memberitahukan permohonan mereka kepada Allah. Singkatnya, kita melihat para rasul melakukan tiga hal yang berhubungan: menunggu, berdoa dan menaikkan permohonan. Tidak diragukan lagi apakah yang mereka minta: tujuan tinggal penantian mereka di Yerusalem adalah pencurahan Roh Kudus. Dengan demikian pendapat , Hu yang mengatakan hal yang sebaliknya, adalah keliru.

Menunggu membutuhkan kesabaran; kesabaran adalah ekspresi iman; dan tanpa iman, kita tidak dapat menyenangkan Allah (Mat. 21:22; Ibr. 11:6). Iman menguatkan kesabaran: semakin banyak iman yang dipunyai seseorang, semakin sabar ia menantikan Allah, sehingga ia dapat tetap setia hingga akhir. Kita melihat hal ini di dalam diri Daud ketika menantikan Allah dengan sabar, dan doanya didengar (Mzm. 40:1)

Keyakinan Hu bahawa janji Roh Kudus dari Yesus akan tetap digenapi kepada para rasul tanpa perlu berdoa dan memohon tidak tepat. Ini sama saja dengan menyatakan bahawa kerana Allah “menghendaki supaya semua orang diselamatkan” (I Tim. 2:4), maka Ia akan menyelamatkan umat manusia tanpa syarat dan tidak peduli usaha apakah yang ia lakukan. Namun kita perlu menyedari bahawa ayat ini menunjukkan bahawa, walaupun Allah mengharapkan semua orang diselamatkan, mereka juga mempunyai tanggungjawab untuk percaya kepadaNya dan taat kepadaNya. Begitu juga janji Allah untuk mencurahkan Roh Kudus barulah satu bagian dari sebuah persamaan: bagian lain dalam persamaan itu adalah tugas kita untuk menunggu, berdoa dan memohon Roh Kudus dengan iman.

Kesalahfahaman 16

​“Apalagi Bapamu yang di Syurga! Ia akn memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya ” (Luk. 11:13) Pada ayat ini, Tuhan bukan sedang mengajarkan murid-muridNya untuk memohon Roh Kudus; Ia hanya menekankan kasih Bapa Syurgawi yang sangat besar dan kesediaanNya untuk mendengar doa anak-anakNya. Bila kita berdoa memohon berkat-berkat dari atas, Bapa Syurgawi akan memberikannya kepada kita melalui Roh Kudus, kerana ketika Roh Kudus diberikan kepada kita, berkat-berkat itu akan datang kepada kita. Apabila kita membandingkan janji yang dicatat dalam Lukas. 11:13 dengan yang terdapat pada Matius. 7:11, kita dapat melihat bahawa penafsiran kita tepat. Matius. 7:11 berkata,”apalagi Bapamu yang di Syurga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepadaNya” Kedua ayat ini memberikan pengajaran yang sama: ayat di Matius menjanjikan hal-hal yang baik kepada mereka yang meminta kepada Bapa; ayat di kitab Lukas memuat janji untuk memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya. Apabila kita menggabungkan dua ayat ini, kita mengetahui bahawa hal-hal yang baik diberikan kepada kita melalui Roh Kudus. Kerana itu Lukas fasal. 11 tidak mengajarkan orang-orang percaya bagaimana mendapatkan Roh Kudus; permohonan yang dimaksudkan bukanlah sebuah cara atau syarat untuk turunnya Roh Kudus. Beberapa orang mengacu pada Yohanes. 4:10 ketika Tuhan berkata kepada perempuan Samaria, “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah meminta kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”, mengira bahawa cara menerima Roh Kudus adalah dengan meminta. Tetapi di sini Tuhan hanya menunjukkan apabila perempuan itu mengenal Tuham, ia akan meminta air hidup kepadaNya. Dengan kata lain, meminta kepada Tuhan hanyalah cara untuk mengenalnya, bukan sebuah syarat untuk menerima air hidup.
​​​​​​​​Ende Hu (hal. 11)

Apa kata Alkitab?

​Lukas. 11:11-13 mencatat Yesus berbicara mengenai reaksi alami seorang ayah duniawi yang mengasihi anaknya, dan memberikan hal-hal baik kepadanya. Ia membandingkannya dengan kasih ilahi Allay: “jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di Syurga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya.” Inti dari pesan ini adalah kesediaan Allah untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anakNya, saat mereka meminta kepadanya, yaitu Roh Kudus. Hu melewatkan bagian penting ini dengan berpendapat bahawa Yesus hanya sedang mengajarkan kasih Allah dan kesediaanNya untuk menjawab doa anak-anakNya.

​Terdapat hal yang bertolak belakang dalam pendapat Hu:”Bila kita berdoa memohon berkat-berkat dari atas, Bapa Syurgawi akan memberikannya kepada kita melalui Roh Kudus, kerana ketika Roh Kudus diberikan kepada kita, berkat-berkat itu akan datang kepada kita.” Sebelumnya, dalam bukunya di halaman 10, ia berkata,”Hari ini Roh Kudus telah turun: mengapa kita masih harus menunggu?” Bila pendapat Hu ini benar, maka pengajarannya untuk “berdoa memohon berkat-berkat dari atas” bertolak belakang, sebab ia sudah berpendapat bahawa berkat-berkat datangnya dari Roh Kudusm yang diberikan pada saat seseorang menjadi percaya. Seperti banyak penulis-penulis Kristian, Hu percaya bahawa Roh Kudus turun satu kali dan untuk selamanya pada hari Pentakosta, dan orang-orang percaya sekarang menerima Roh Kudus pada saat mereka menerima Kristus.

​Matius. 7:11 dan Lukas. 11:13 mencatat pengajaran Yesus yang sama. Mereka harus dibaca bersama-sama untuk memberikan pengertian Roh Kudus yang lebih jernih sebagai sesuatu yang patut dicari dan didapatkan. “Hal-hal yang baik” yang dikatakan Yesus dalam Matius. 7:11 adalah “Roh Kudus” dalam Lukas. 11:13. Sangat disayangkan Hu melihatnya sebagai dua hal yang berbeda dengan berpendapat “Apabila kita menggabungkan dua ayat ini, kita mengetahui bahawa hal-hal yang baik diberikan kepada kita melalui Roh Kudus.”

​Mengenai perkataan Yesus kepada perempuan Samaria:”Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! Niscaya engkau telah menerima kepadaNya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup” (Yoh. 4:10), Hu berpendapat bahawa Yesus sekadar menjelaskan kepada perempuan itu bahawa ia tidak mengenalNya. Hu menambahkan bahawa tindakan meminta hanyalah sebuah cara untuk mengenal Yesus lebih baik, bukan sebuah syarat menerima Roh Kudus.

​Apabila kita memperhatikan apa yang dikatakan Alkitab, kita melihat beberapa kelemahan dalam pemikiran Hu. Alkitab berkata:
• Roh Kudus adalah sebuah karunia yang mulia dari Allah (Kis. 10:44-45; 11:15-17)
• Roh Kudus diberikan oleh Tuhan Yesus (Yoh. 1:32-33)
• Orang yang meminta Roh Kudus dari Tuhan akan diberikan “air hidup” ini (Yoh. 7:37-39)

Perempuan Samaria itu pastilah sedang meminta air hidup. Ini kerana begitu ia menyedari bahawa air hidup dapat melegakan rasa haus seseorang selamanya, ia berkata kepada Yesus, “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air”(Yoh. 4:15). Dari catatan Alkitab ini, kita dapat meresapi bahawa kita juga dapat memohon Roh Kudus, dan terlebih lagi, mempunyai keyakinan bahawa Ia akan mengabulkan permohonan kita (Yoh. 4:10)

Kesalahfahaman 17

​Di Kisah Para Rasul 8, Petrus dan Yohanes berdoa secara terpisah agar Roh Kudus turun kepada murid-murid Samaria; mreka tidak berkumpul bersama dalam sebuah kelompok untuk berdoa. Ketika Roh Kudus turun kepada Kornelius dan keluarganya seperti dicatat dalam fasal 10, ini bukan dikeranakan mereka menerima penumpangan tangan atau memohon secara perorangan, tetapi kerana mereka mendengar dan percaya dengan injil.
​​​​​​​​Ende Hu (hal. 11-12)

Apa kata Alkitab?

Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahawa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. Setibanya di ditu kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorang pun di antara mereka, kerana mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus
​​​​​​​​Kisah Para Rasul. 8:14-17

​Ayat ini menjelaskan bahawa Petrus dan Yohanes pergi secara khusus kepada orang-orang percaya di Samaria untuk menolong mereka berdoa memohon Roh Kudus. Dicatatkan bahawa ketika mereka menumpangkan tangan, Roh Kudus turun ke atas mereka. Tidaklah masuk akal apabila para rasul pergi ke Samaria untuk berdoa secara masing-masing. Mereka berdoa untuk, dan bersama, orang-orang percaya di Samaria agar menerima Roh Kudus.

​Mengenai turunnya Roh Kudus kepada Kornelius dan keluarganya, ini adalah sebuah peristiwa penting yang menunjukkan pilihan Allah atas bangsa-bangsa bukan Yahudi (Kis. 11:8). Sebelumnya Allah telah memperlihatkan misi dan tujuanNya kepada Petrus melalui sebuah penglihatan dan mengutusnya untuk mengabarkan injil kepada keluarga Kornelius. Di tengah-tengah khotbah Petrus, Roh Kudus turun ke atas mereka, sehingga menyebabkan keheranan jemaat-jemaat dari bangsa Yahudi yang menemani Petrus. Petrus berkata kepada jemaat dari bangsa Yahudi, “Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” (Kis. 10:47). Ia kemudian membaptis keluarga Kornelius di dalam nama Tuhan Yesus (Kis. 10:23-48)

​Ini adalah peristiwa yang penting, kerana peristiwa ini bertujuan untuk mengakhiri segala pandangan dan ketentuan yang sebelumnya dipegang oleh orang-orang Yahudi mengenai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Sekarang Petrus mengerti bahawa tidak ada orang yang dapat dianggap haram atau tidak tahir, dan dalam hal keselamatan, Allah tidak membeda-bedakan orang. Ia kemudian menjelaskan kejadian ini kepada sekelompok rasul-rasul yang kecewa di Yerusalem, yang kemudian akhirnya mengerti, memuliakan Allah dan mengakui bahawa “kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup” (Kis. 11:18)

​Melalui kejadian ini Allah menginginkan agar gereja mengerti bahawa mereka yang tidak disunat (yaitu bangsa-bangsa bukan Yahudi) menjadi benar melalui iman di dalam Dia, dan Ia adalah Allah atas bangsa Yahudi, tetapi juga Allah atas bangsa-bangsa lain (Rm. 3:29-30). Allah menyingkapkan misteri yang sebelumnya tersembunyi sepanjang masa, bahawa bangsa-bangsa bukan Yahudi akan menjadi sesama ahli waris, anggota dari tubuh yang sama, dan mempunyai bagian dalam janji Kristus Yesus melalui injil (Ef. 3:3-6). Ia melakukan ini melalui berbagai tanda dan mujizat:
• Melalui sebuah penglihatan Allah menyuruh Kornelius untuk mengutus hambaNya ke Yope untuk mengundang Petrus untuk membagikan injil Kristus.

• Allah memperlihatkan sebuah penglihatan kepada Petrus agar tidak melihat bangsa-bangsa lain sebagai haram atau tidak tahir.

• Allah mencurahkan Roh KudusNya kepada Kornelius sekeluarga saat mereka sedang mendengarkan injil, bahkan sebelum mereka menerima baptisan air.

Kerana itu, seperti yang dikatakan Hu, mereka menerima Roh Kudus “bukan dikeranakan mereka menerima penumpangan tangan atau memohon secara perorangan, tetapi kerana mereka mendengar dan percaya dengan injil” Namun, ini adalah peristiwa khusus dan tidak menunjukkan bahawa berdoa memohon Roh Kudus dan penumpangan tangan tidak diperlukan. Malah, contoh dan pengajaran yang dikandung dalam bagian lain di Alkitab menunjukkan kebalikannya.

11.5 Kesimpulan

​Kesimpulannya, Roh Kudus bekerja untuk menuntun orang percaya dalam mengerti kebenaran yang sepenuhnya (Yoh. 16:13) dan memperlengkapi mereka dengan kuasa dari tempat tinggi (Luk. 24:49). Baptisan Roh Kudus adalah jaminan warisan Syurgawi kita (Ef. 1:14)

​Kita semua perlu memegang perintah Yesus dan pengajaran para rasul, untuk berdoa memohon baptisan Roh Kudus. Sudah saatnya kita bergerak menjauhi pengajaran-pengajaran yang salah seperti yang menyatakan bahawa orang-orang Kristian tidak perlu berdoa memohon Roh Kudus, kerana Pentakosta tidak akan terulang, dan semua orang telah menerima Roh Kudus saat mereka percaya kepada Kristus.

​Kiranya Allah mengilhamkan semua orang Kristian untuk menyedari perlunya mendapatkan baptisan Roh Kudus. Dan kiranya kita juga belajar dari ungkapan bijak beberapa penulis Kristian:

​Oleh kerana itu tidak bererti setiap orang percaya telah menerima baptisan ini (yaitu baptisan Roh Kudus). Pemberian Allah adalah satu hal. Namun tindakan untuk menerimanya adalah hal yang berbeda.
​​​​​​​​A. J. Gordon (hal. 67)
​Roh Allah tidak dapat memiliki orang-orang percaya di luar kemampuan mereka untuk menerimaNya. Janji ini sedang menunggu; sekarang Roh berada dalam kepenuhanNya. Kemampuan kita untuk menerima perlu diperbesar. Janji itu ada di kaki tahta, di mana orang-orang percaya terus bersama-sama dalam pujian dan kasih dan doa.
​​​​​​​​A. Murray (hal. 152-153)

​Yang terakhir, marilah kita kembali ke dalam pengajaran Alkitab sehingga kita dapat mengerti kebenaran apakah ertinya dibaptis dengan Roh Kudus. Dengan begitu kita juga dapat menikmati berkat-berkat yang berlimpah dalam Kristus Yesus.

Pertanyaan ulasan

Jelaskan mengapa kepercayaan berikut tidak alkitabiah:

1. Sejak hari Pentakosta dan seterusnya, orang telah menerima Roh Kudus saat mereka menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat (ref. Kis. 2:38; 11:15; Ef. 3:17; Yoh. 7:38-39)

2. Pentakosta tidak akan terulang kerana Roh Kudus turun kepada gereja satu kali untuk selamanya (ref. I Kor. 12:13)

3. Baptisan Roh Kudus adalah “peristiwa sejarah”, sementara kepenuhan Roh Kudus sekarang adalah pengalaman pribadi orang percaya.

4. Semua orang percaya telah menerima Roh kudus secara simbolis pada hari Pentakosta. Mengajarkan orang untuk berdoa memohon Roh Kudus menambahkan pengalaman palsu ke dalam Kekristenan, dan merupakan tindakan melawan Allah.

5. Kita tidak dapat menemukan perintah untuk menerima baptisan Roh Kudus di dalam Alkitab, kerana semua orang percaya telah mempunyai Roh Kudus.

6. Turunnya Roh Kudus adalah kejadian yang telah digenapi.

7. Baptisan Roh Kudus adalah sebuah pemberian; ini tidak didapatkan melalui doa.

8. Perintah untuk menunggu turunnya Roh Kudus tidak dapat dilakukan oleh orang-orang percaya pada masa sekarang atau paling tidak, mereka harus menantikannya secara khusus di Yerusalem.

9. Murid-murid tidak mungkin sedang berdoa memohon Roh Kudus setelah kenaikan Yesus (Ref. Kis. 1:14) kerana pencurahan itu adalah sebuah janji dan akan terjadi, bahkan tanpa perlu mereka memohonnya.

10. Orang-orang Samaria tidak berkumpul dengan para rasul untuk berdoa memohon Roh Kudus. Kerana itu orang-orang Kristian pada hari ini tidak perlu berkumpul untuk berdoa memohon Roh Kudus.

_________________________________________________________________________________________________________

1. Erdman, Charles R., The Acts: An Exposition (Philadephia: The Westminster Press, 1966)
2. The Complete Word Study Dictionary: New Testament, ed. Zodhiates, S. (Tennessee: AMG International, 1992). G4592