Raja Rehabeam

Raja Rehabeam

[Liu Ying Xiang]

¨ Rehabeam, anak raja Salomo telah dinobatkan menjadi raja di Sikhem, tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja (I Raj 14:21-22).

[1]      Kelebihan

  1. Tiga tahun sebelum menjadi raja, ia bersama umat beribadah kepada Allah (II Taw 11:14, 16-17)
  2. Sewaktu dihajari dan ditegor Tuhan, ia tidak mengeraskan hati melainkan merendahkan diri (II Taw 12:5-12)
  3. Mendengar nasihat nabi tidak berperang dengan Israel (I Raj 12:21-24; II Taw 11:1-4)
  4. Memperkuat kota-kota kubu, menempatkan kepala-kepala pasukan dengan persediaan makanan dan minyak (II Taw 11:5-12)

[2]      Kesalahannya

  1. Tidak mendengar nasihat orang-orang tua melainkan mendengar nasihat strategi orang-orang muda (I Raj 12:8-14)
  2. Hidup menurut nafsu daging, mengambil banyak gundik (II Taw 11:18-22)
  3. Menyediakan makanan yang berlimpah-limpah untuk anak-anak sendiri dan menyediakan bagi mereka banyak isteri (II Taw 11:23)
  4. Beserta umat meninggalkan hukum Tuhan ketika kerajaannya menjadi kokoh (II Taw 12:1; I Raj 14:22-24)
  5. Berbuat yang jahat, kerana ia tidak tekun mencari Tuhan (II Taw 12:14)

[3]     Pembalasan Tuhan

  1. Menyebabkan kerajaan terpecah-belah (I Raj 12:16-20)
  2. Menyebabkan kedua-dua kerajaan sebelah timur dan utara selalu beperang (I Raj 14:30; 15:6)
  3. Pada tahun kelima pemerintahan, ia diserang kerajaan Mesir dan kesemua barang-barang perbendaraan rumah Tuhan dan rumah raja dirampas, juga segala perisai emas ~ di mana ianya merupakan kerugian yang amat besar (I Raj 14:25-28; II Taw 12:2-12)
  4. Menjadi raja untuk jangka waktu yang amat lama, cuma memerintah selama tujuh belas tahun lalu mati (I Raj 14:21-31; II Taw 12:13-16)

[4]     Pengajaran

  1. Mesti pertahankan kelebihan diri sampai pada kesudahannya (I Tes 5:21-22; Ibr 3:14)
  2. Jangan berkahwin dengan orang kafir (Ul 7:3-4; Neh 13:23-27)
  3. Jangan hidup menurut nafsu daging, mengambil gundik-gundik (Ul 17:17)
  4. Hormati orang-orang tua (Im 19:32; Ayb 32:6-7)
  5. Peliharalah dan jagalah kekudusan sewaktu dalam keadaan aman sejahtera (Ibr 12:14; I Tes 5:3)
  6. Tinggalkanlah pusaka warisan kepercayaan kepada anak-anak (Raj 2:1-4; I Taw 39:19)

 

Raja Abiam

Raja Abiam

[Liu Ying Xiang]

¨ Anak raja Salomo yang juga bernama Abia (I Raj 14:31), memerintah sebagai raja atas Yerusalem selama 3 tahun.

[1]      Kelebihannya

  1. Menyampaikan dahulu seucapan peringatan yang amat penting (II Taw 13:4-12)
  2. Mengenali amat fasih pekerjaan dan identiti para imam (II Taw 13:9-11)
  3. Bersandar kepada Allah untuk mengalahkan lapan ratus ribu tentera Yerobeam (II Taw 13:3, 15-18)

[2]      Kekurangannya

  1. Hidup dalam segala dosa yang dilakukan ayahnya (I Raj 15:3)
  2. Sewaktu kerajaannya kokoh, ia mulai hidup menurut nafsu daging dan mengambil banyak gundik (II Taw 13:21)
  3. Fasih mengetahui hukum Allah tetapi tidak menurutinya bahkan membawa umat menyembah berhala (II Taw 14:3-4)

[3]     Hukuman Allah

¨ Menjadi raja buat masa yang tersangat pendek, yakni hanya 3 tahun lalu mati (I Raj 15:1-8)

[4]     Pengajaran

i. Sewaktu aman sejahtera, janganlah hidup menurut nafsu daging, mengambil banyak gundik (Ul 17:17)
ii. Pertahankan kelebihan diri sampai pada kesudahannya (I Tes 5:21-22; Ibr 3:14)
iii. Utamakan perlanjutan iman kepercayaan keagamaan (Ul 6:7-9)

¨ Ibubapa yang tidak melakukan firman pasti mempengaruhi kepercayaan anak-anak (I Tim 1:5)

iv. Peliharakan firman kebenaran, hindari hal-hal jahat, jangan lakukan (I Tes 5:20-22)

 

Raja Asa

Raja Asa

[Shen Zheng Xian]

Asa, anak Abiam menjadi raja keturunan ketiga dinasti selatan, kerajaan Yehuda; ia menjadi raja selama empat puluh satu tahun (I Raj 15:8-10)

[1]      Kelebihan Asa

¨ Melakukan apa yang benar di mata Tuhan seperti Daud, bapa leluhurnya (I Raj 15:11)

i. Menghapuskan patung-patung berhala (II Taw 14:3-5)

¨  Jauhilah segala keinginan nafsu jahat (Ef 5:5)

ii. Mencari Tuhan dengan segenap hati (II Taw 14:4)

¨ Bersandar kepada Tuhan mengalahkan tentera besar Etiopia (II Taw 14:9-13)

¨ Bersandarlah kepada kekuatan dan kekuasaan Tuhan untuk memerangi is jahat (Ef 6:10-12)

iii. Memberi kepada Allah hak kepunyaan Allah (II Taw 15:18)

¨ Persembahan persepuluhan yang wajip (Mal 3:10)

¨ Demi membalas kasih karunia Tuhan (Kej 28:20-22)

iv. Taat kepada nasihat nabi Azarya (II Taw 15:1-8)

¨ Janganlah anggap rendah nubuat-nubuat nabi (I Tes 5:20)

[2]      Kekurangan Asa

i. Lupa bersandar kepada Tuhan

¨ Sewaktu diserang oleh raja Israel, ia meminta bantu kepada raja Aram (II Taw 16:1-3)

ii. Menolak amaran yang disampaikan nabi Hanani (II Taw 16:7-10)

iii. Sewaktu sakit hanya mancari tabib

¨ Pada waktu tua ia menderita sakit pada kaki tetapi tidak mencari pertolongan Tuhan (II Taw 16:12)

[3]     Pengajaran

¨ Siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh (I Kor 10:12)

¨ Jangan berkompromi dengan Setan, jangan menurutinya, lawanlah ia barulah beroleh kemenangan (Yak 4:4)

¨ Tidak bersandar pada raja maupun manusia, mereka sekali-kali tidak dapat membantu (Zak 4:6)

Raja Yosafat

Raja Yosafat

[Zheng Jin Xue]

Anak Asa, menjadi raja atas Yehuda, berumur tiga puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh lima tahun lamanya ia memerintah (I Raj 22:41-42)

[1]      Kelebihan

i. Bersandar pada Tuhan dan memegang firman dengan segenap hati.

¨ Hidup mengikuti jejak yang dahulu dari Daud, tidak mencari baal-baal (II Taw 17:3,4)

¨ Dengan tabah hati ia hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan (II Taw 17:6)

ii. Menghapuskan berhala dalam negara

¨ Menghapuskan segala bukit pengorbanan dan tiang berhala dalam negara (II Taw 17:6)

iii. Mengutus beberapa pembesar untuk mengajar umat

¨ Mengutus beberapa pembesar dan orang Lewi untuk mengajarkan umat agar memahami hukum Allah (II Taw 17:7-9)

iv. Memerintahkan hakim-hakim supaya bertindak secara adil

¨ Memerintahkan para hakim supaya bertindak dengan seksama (II Taw 19:5-7)

¨ Memerintahkan para iman dan orang-orang Lewi serta pada kepala puak harus takut akan Tuhan, bertindak dengan setia dan dengan tulus hati (II Taw 19:8-11)

v. Mengalahkan musuh dengan mempercayai nabi dan bersandar pada Tuhan

¨ Bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat (II Taw 20:1,2)

¨ Mengistiharkan puasa dan meminta pertolongan Tuhan (II Taw 20:3,4)

¨ Percaya pada jalan yang ditunjuk-ajarkan nabi (II Taw 20:14-17)

¨ Percaya dengan yakin bahwa perkataan nabi pasti membawa hasil (II Taw 20:20-23)

[2]      Kekurangan

i. Mengikat persaudaraan dengan Ahab, raja yang jahat (menjadi besan Ahab)

¨ Ketika menjadi kaya dan sangat terhormat ia menjadikan anak perempuan Ahab sebagai menantu (II Taw 18:1)

ii. Maju berperang bersama-sama raja Ahab

¨ Terikut dengan sentimen pertalian keluarga lalu maju berperang  bersama raja Ahab (II Taw 18:2,3)

¨ Menggangap rendah akan peringatan nabi jangan membantu orang jahat, lalu mengakibatkan maut (II Taw 18:16-31; 19:1,2)

iii. Bersekutu dengan Ahazia untuk membuat kapal

¨ Berurus-niaga dengan raja jahat lalu dirosakkan Allah (II Taw 20:35-37)

[3]     Pengajaran

  1. Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati (Ams 3:5,6; Zak 4:6, 7)
  2. Percaya pada nabi Tuhan pasti berhasil (II Taw 20:20; Yoh 13:20)
  3. Jemaat dan setiap keluarga mestilah mempraktikkan pendidikan firman (Hos 4:6; Ul 6:6,7; Ams 22:6)
  4. Jangan bergaul atau bersahabat dengan dunia (II Taw 19:2; II Kor 6:14-18)
  5. Bernikahlah dengan seiman (Ul 7:3,4; Mal 2:11,12)
  6. Jangan meniru yang jahat, melainkan yang baik (III Yoh 11)

 

Raja Yoram

Raja Yoram

[Zheng De Ming]

Nas Suci: II Raj 8:16-24; II Taw 21:1-20

[1]      Riwayat Hidup Raja Yoram

¨ Anak Yosafat (II Taw 21:1)

¨ Ia mempunyai tujuh orang saudara (II Taw 21:2)

¨ Saudara-saudaranya menerima emas, perak dan barang-barang berharga dari ayah mereka (II Taw 21:3a)

¨ Seluruh negara diberikan kepada Yoram (II Taw 21:3b)

¨ Berumur tiga puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan delapan tahun lamanya ia memerintah (II Taw 21:5)

[2]     Sebab-Musabab Kegagalan

  1. Membunuh saudara-saudaranya sendiri (II Taw 21:4)
  2. Mengawini perempuan asing sebagai isteri (II Taw 21:6)
  3. Meninggalkan Tuhan Allah (II Taw 21:10)
  4. Mendirikan berhala-berhala di atas bukit-bukit (II Taw 21:11a)
  5. Membujuk penduduk untuk berzinah (II Taw 21:11a)
  6. Tidak mendengar peringatan nabi (II Taw 21:12-15)

[3]     Akibat

  1. Allah menggerakkan hati musuh untuk melawannya (II Taw 21:16)
  2. Musuh memasuki istana dan mengangkut segala harta milik yang terdapat di dalam istana, juga anak-anak dan isterinya (II Taw 21:17a)
  3. Hanya anak bongsu, Yoahas yang tinggal (II Taw 21:17a)
  4. Mendapat penyakit usus yang tak dapat disembuh lalu ia mati dengan penderitaan yang hebat (II Taw 1:18,19)
  5. Ia meninggal dengan tidak dicintai orang (II Taw 21:20)

[4]     Pengajaran

i. Umat Kristian tidak boleh membunuh (Mat 5:21)

¨  Setiap orang yang membenci orang lain adalah pembunuh manusia (I Yoh 3:15)

¨  Menggugurkan kandungan adalah membunuh (Mzm 139:13-16)

ii. Jangan kahwin-mengawini orang kafir (Ul 7:3-4)

¨ Sesungguhnya yang percaya pada Tuhan tidak seimbang dengan yang tidak percaya (II Kor 6:14)

¨ Di zaman Perjanjian Lama harus dicabut rambut (Neh 13:24-25)

iii. Jangan meninggalkan Allah (Ibr 6:4-8)

¨ Celakalah orang yang meninggalkan Tuhan Allah (Yer 17:5)

iv. Jangan menyembah berhala (Kel 20:3-5)

¨ Keserakahan sama dengan menyembah berhala (Ef 5:5)

v. Jauhi hal-hal percabulan (Kel 20:14; I Kor 6:9-10; Why 21:8)

¨ Percabulan ada dua jenis: percabulan jasmani dan percabulan rohani (Yak 4:4-5)

vi. Taatilah perkataan nabi (Ibr 13:7)

Kegagalan raja Yoram bukanlah sesuatu yang kebetulan melainkan dia sendiri telah mendurhakai Allah, yang berpunca daripada tidak menunaikan tanggungjawab sebagai anak Allah. Segala yang menimpanya haruslah dijadikan peringatan para pemercaya akhir zaman ini (I Kor 10:11)

Raja Ahazia

Raja Ahazia

[Zheng De Ming]

Nas Kitab: I Raj 22:40, 51-53; II Raj 1:1-17

¨ Ahazia, anak Ahab, menjadi raja di Samaria, hanya memerintah dua tahun lamanya lalu mati (I Raj 22:51)

[1]      Ia Melakukan Apa Yang Jahat Di Mata Tuhan

  1. Hidup menurut kelakuan ayah dan ibunya, beribadah kepada Baal (I Raj 22:52-53)
  2. Melakukan juga dosa yang dilakukan Yerobeam (I Raj 22:52b)
  3. Melalaikan kewujudan Tuhan, pergi pula meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron (II Raj 1:2b)
  4. Menghina dan memandang rendah akan kekuasaan Allah (II Raj 1:2b)
  5. Walaupun sudah jatuh dari kisi-kisi kamar dan menjadi sakit sehingga menghampiri maut, namun masih tidak menginsafi diri untuk berseru kepada Tuhan (II Raj 1:2)
  6. Menghantar utusan-utusan meminta petunjuk daripada allah asing, dengan sengajanya menentang dan memusuhi Allah (II Raj 1:5-6)
  7. Setelah diberikan mesej, namun tidak juga tergerak; sebaliknya menjadi marah dan menurunkan perintah untuk menangkap nabi Elia (II Raj 1:9b; 11b)

[2]      Akibat

  1. Mengutus pewira dengan kelima puluh anak buah, namun berturut-turut dua kali mereka semua habis terbakar oleh api yang turun dari langit (II Raj 1:9-12)
  2. Tepat seperti yang dikatakan nabi, yakni ia tidak akan bangun lagi dari tempat tidur lalu mati (II Raj 1:4, 16-17)

[3]     Pengajaran

  1. Jangan meniru yang jahat melainkan yang baik (III Yoh 11)
  2. Percaya pada nabi Allah pasti berhasil (I Tes 5:20)
  3. Berseru hanya kepada Tuhan sewaktu dalam kesesakan (Mzm 118:5)
  4. Allah akan menentang setiap yang beribadah kepada allah lain (Im 20:6)
  5. Selidikilah dan insafilah diri sewaktu menghadapi kesesakan (Pkh 7:14)
  6. Jangan berniat jahat terhadap para nabi (I Taw 16:22)

Penutup

Manusia hidup di dunia sesungguhnya tak terelak daripada kesesakan dan penderitaan; umat Kristian ditimpa kesesakan ada kehendak baikNya; asal saja percaya dan bersandar padaNya dengan segenap hati, Tuhan pasti membuka jalan.