Kebenaran Nama Gereja

Pendahuluan:

Nama gereja kita telah menimbulkan perbalahan dan serangan daripada sesetengah manusia, juga menghasilkan perasaan negatif yang amat sangat, tetapi juga terdapat orang yang menjadi umat pilihan yang diselamatkan kerana nama gereja. Sama seperti pada mulanya Juruselamat ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan (Luk 2 : 35), begitu juga gereja kita. (Iaitu soal ‘Kristus’ dan ‘benar’).

Mengapakah sesetengah orang berperasaan negatif terhadap nama gereja, sebabnya amat ringkas: pengenalan mengenainya dari segi lahiriah dan hurufiah sahaja, tidak mengkaji dan menyelidik secara mendalam rahsia kebenaran yang terkandung dengan rendah hati. Kita merupakan umat Kristian bagi Gereja Yesus Benar, harus mempunyai pengenalan yang jelas terhadap kebenaran nama gereja kita, barulah akan mengasihi gereja sendiri dan menyebarkan Injil kebenaran.

1. Asal usul nama gereja

I. Tuhan dengan suara nyaring mengilhamkan pekerja gereja peringkat awal melalui Roh Kudus: nama gereja harus ditambahkan perkataan ‘benar’, membetulkan semua allah palsu, firman palsu, gereja palsu, guru palsu , pemercaya palsu.

II. Sewaktu mengadakan kebaktian penginjilan di Xi Tou, Tian Jing pada tahun 1917 musim dingin, perlu menulis nama pada sehelai kain rentang yang berukuran 20 kaki panjang, 17 orang teman sekerja sehati lutut berdoa dengan tekun, Roh Kudus mengilhamkan Penatua Paulus Wei dengan suara nyaring berkata: “Harus menulis ‘Gereja Yesus Benar’.” Rujuk ‘Majalah Peringatan Ulang Tahun ke-30’ .

2. Kebenaran nama gereja

I. Analisis terhadap ‘Gereja Yesus Benar’

i) ‘Benar’ melambangkan ‘Allah’ atau ‘Allah yang benar’ (Yoh 3 : 33, 7 : 28, 17 : 3; 1 Tes 1 : 9). Mengapakah tidak digelar ‘Gereja Allah Benar’ tetapi menyembunyikan Allah dan menunjukkan Yesus?

ii) ‘Yesus’ menunjukkan Allah

@ “Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah” (1 Yoh 4:12).

@ “Seorang pun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia” (1Tim 6 :16).

@ “Tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakanNya” (Yoh 1:18).

@ “Barangsiapa telah melihat Yesus, ia telah melihat Allah Bapa” (Yoh 14:8-9).

@ “Yesus dan Bapa adalah satu” ( Yoh 10:30).

“Yesus” bukan sahaja menunjukkan Allah yang tidak dapat dilihat, Dia juga menunjukkan amanat penyelamatan Allah di perjanjian baru (ruj Mat 1:21) Dia merupakan nama baru Allah yang di atas segala nama (Yes 62:2, Flp 2:9–10).

iii) Gereja/Jemaat: kumpulan yang ditebus Allah melalui penyataan Yesus yang mengalirkan darah (Kis 20:28, Why 5:9–10).

II. Kebenaran dalam susunatur ‘Gereja Yesus Benar’

i) Menepati ajaran kitab : Kepala dari Kristus ialah Allah, kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus ( 1 Kor 11 : 3 ).

ii) Di antara ‘Gereja’ ( manusia ) dan ‘Benar’ (Allah) , “Yesus” menjadi pengantara (1Tim 2:5).

iii) Kebenaran pemilikan: Kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah (1Kor 3:23 ).

iv) Kebenaran menjadi benar: Benar di dalam Yesus (Yesus Benar), dan benar juga di dalam kamu (Gereja Benar) (1 Yoh 2:8).

v) Kebenaran penyatuan: Allah, Anak, Gereja menjadi satu (Yoh 17:21, 23).

III. ‘Gereja Yesus Benar’ merupakan wahyu di Buku Wahyu.

Why 3:12: Barangsiapa menang… dan padanya akan Kutuliskan nama AllahKu, nama kota AllahKu, dan namaKu yang baru. Nama Allah: Benar; nama Tuhan yang baru: Yesus à Yesus Benar; nama kota Allah: gereja à Gereja Yesus Benar.

IV. Kebenaran ‘Gereja Yesus Benar’ yang menjunjung tinggi nama Tuhan.

i) Gereja/Jemaat adalah tubuh Yesus, harus mempunyai nama Yesus (Ef 1:23).

ii) Gereja/Jemaat adalah isteri Yesus, harus mempunyai nama Yesus (Ef 5:23-25,31).

iii) Gereja yang menegakkan nama Allah akan diberkati.

Kel 20: 24 : memberi persembahan di sana, Allah akan memberkati engkau di sana.

Ul 12 : 11,5 : tempat itulah harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi.

* ‘Kristus’ bukan nama, merupakan jawatan, dalam bahasa Ibrani ialah ‘Mesias’, maksud dalam perkataan Yunani adalah diurapi (dahi disapu minyak) menjadi raja.

* ‘Yesus’ adalah nama, nama yang diberi Allah sendiri.

V. Penyataan ‘Gereja Yesus Benar’

i) Penyataan Allah menyatakan diriNya dalam rupa manusia (1 Tim 3:16). Gereja di dunia dibentuk oleh tubuh jasmani, Yesus Benar menyertai gereja iaitu Allah menyatakan diri dalam rupa manusia (Yoh 14:12).

ii) Penyataan kota suci

Why 21:22 : tidak melihat Bait Suci di kota, sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba.

Why 21:23 : …sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

iii) Penyataan kemah Allah ada di tengah manusia

Why 21:3 : Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. * Yesus benar menyertai gereja dinyatakan di tengah-tengah manusia (1 Yoh 3 : 24 : Roh Kudus menjadi saksi).

iv) Penyataan mempelai lelaki bersatu dengan mempelai perempuan.

Kid 6 : 3 : Aku kepunyaan kekasihku, dan kepunyaanku kekasihku (bersatu).

v) Penyataan kebenaran

Seluruh dunia penuh kepalsuan, hanya satu yang benar. Bagaimana tidak berkata: “Benar demikian!” dengan peryertaan Tuhan, juga ajaran bertepatan dengan Alkitab, lagi mempunyai penyataan saksian (Yes 43:9).

1 Yoh 2 : 8 : Terang yang benar bercahaya.

Yoh 15 : 1 : Pokok anggur yang benar.

Ibr 8 : 2 : Melayani ibadah di dalam kemah sejati.

Kesimpulan:

Nama gereja bagi ‘Gereja Yesus Benar’ merupakan kehendak Allah, tersirat rahsia kebenaran yang tak terhingga. Asalkan mengkaji dengan rendah hati dan menerima dengan iman, pasti memperolehi berkat sejati pada akhir zaman.

Mengenali Gereja Yesus Benar (2)

B. Lokasi kemunculan gereja kita mengenapi Alkitab

a. Taman Allah dibuat di sebelah timur. ( Kej  2  : 8 )

b. Nubuat Alkitab, menggerakkan seorang (gereja) dari timur pada masa akhir. (Yes 41:1–4, 25; ruj Why 7:2; Mat 24:27)

c. Negara China terletak di sebelah timur bumi, gereja kita didirikan di Beijing, China pada tahun 1917.

C. Memiliki 3 syarat khas gereja/jemaat  para rasul milik Allah (Ef 2:20)

a. Mempunyai meterai Roh Kudus. (2 Tim 2:19; Yoh 3:33; Ef 1:13–14; Rm 8:9)

  1. Kenyataan penerimaan Roh Kudus: mendengar bahasa roh, melihat gerakan, ini merupakan tanda keselamatan pada akhir zaman. (Kis 8:18-19, 10:46, 19:6; Why 9:4)
  2. Bahasa asal bagi bahasa roh adalah bunyi lidah, tiada orang yang mengerti bahasanya, oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahsia. (1 Kor 14:2)

b.  Mengikut ajaran Alkitab menyebarkan Injil yang lengkap (Alkitab menjadi saksi). (Kol 1:25; 2 Tim 3:15–16; Why 22:18–19; Ul 12:32; Ams 30:5–6).

  1. Melakukannya menuruti perintah Tuhan, menyebarkan kebenaran Yesus dan hukum  Allah. (Why 14:12).

(i) 5 Doktrin utama: Pembaptisan air, Pembaptisan Roh, Pembasuhan kaki, Hari Sabat, Perjamuan Kudus.

– Syarat sakramen: Tuhan sendiri melakukannya, Tuhan memerintah supaya melaksanakannya, berkaitan dengan keselamatan, disertai mujizat menjadi saksi.

(ii) Turuti perintah Allah. ( Mat  19:17; 1 Yoh 2:3–4; 1 Yoh 5:2–3)

– Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada  Yesus. (Why 14:12).

* Tidak menambahkan atau mengurangkan sesuatu dari Alkitab. (Why 22:18–19)
* Menuruti jalan- jalan yang dahulu kala dalam Alkitab (Yer 6:16, 18:15), tidak melangkah keluar dari piawaian Alkitab. (2 Yoh 9; 1 Kor 4:6)

(iii) Disertai tanda-tanda dan mujizat-mujizat (menyaksikan penyertaan Allah). (Mrk 16:20; Ibr 2:4; Kis 14:3).

(1) Dipenuhi Roh Kudus, melihat penglihatan;
(2) Air menjadi darah sewaktu menjalankan pembaptisan, penyakit disembuhkan;
(3) Penyataan terang kemuliaan dan malaikat sewaktu kebaktian;
(4) Menyembuhkan penyakit, mengusir syaitan;
(5) Bahaya diselamaatkan Tuhan;
(6) Juga terdapat saksian orang mati dibangkitkan.

          – Tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda jika Allah tidak menyertai. (Yoh 3:2).

D. Amanat yang harus dipikul

1. Terhadap luaran, memberitakan Injil kepada segala makhluk. (Mat 28:19-20; Mrk 16:15).

– Memperbetulkan kesilapan ajaran yang diturunkan dalam aliran gereja lain. (Yes 58:12).

2. Terhadap dalaman, menggembalakan pemercaya.

Kesimpulan:

Mereka yang datang dari Allah akan mengatakan perkataan Allah , domba yang milik Tuhan pasti akan mengenali suara Tuhan.  Maka umat pilihan yang benar harus mengenali gereja benar yang datang dari Allah, maka akan menerima Roh Kudus sebagai jaminan keselamatan, sama seperti masuk ke dalam bahtera keselamatan.

Mengenali Gereja Yesus Benar (1)

Kitab Bacaan:   Ef  1 : 23

Gereja kita merupakan satu-satunya bahtera yang diselamatkan, didirikan pada akhir zaman menurut perintah Tuhan dan disertai Roh Kudus.  Dengan mengenali gereja kita barulah dapat mengenali Tuhan, mengenali kehendak Allah. Dengan mengenali gereja kita dan menerima firman gereja kita, dapatlah percaya dengan mendalam, supaya bersatu, dan menghargai iman kepercayaan sendiri di gereja kita, selanjutnya prihatin, bersaksi dan menyebarkan kebenaran gereja kita.

A. Mengenali nama gereja: Mengapa digelar sebagai ‘Gereja Yesus Benar’?

(i) Merupakan nama gereja yang ditetapkan Roh Kudus, bukan berasal dari keangkuhan manusia (Tuhan menwahyukan kepada pekerja peringkat awal dengan suara nyaring).

(ii) Penjelasan tentang  keraguan  nama gereja.

  1. Maksud asal nama gereja : Gereja bagi Allah Benar Yesus.
  2. Sebab hanya digelar ‘Gereja Yesus Benar’ (Allah hanya mewahyukan sedemikian).

a. Menyembunyikan ‘Allah’ menyatakan’Yesus’, Yesus merupakan penyataan Allah (Yoh 1:18,  14:8–9).

b. Menyatakan, menjunjung tinggi nama Allah — Yesus (Kristus bukan nama).

@ Menjunjung tinggi nama Yesus (Flp 2:9–11; Kis4:12; Yoh 16 : 23).

@ Supaya umat pilihan diberkati kerana datang ke tempat yang menegakkan nama Allah (Kel 20:24; Ul 12:5 , 11–14).

3. Analisis nama gereja

a. ‘Benar’ melambangkan ‘Allah Benar’ (Why 3:12).

@ ‘Langit’ dirujukan kepada ‘angkasa’, ‘ cakrawala/udara’ dari segi  sains (Kej 1:8).

        * Dalam hati orang zaman dahulu merupakan kata ganti nama bagi Allah (Luk 15:21).

@ ‘Benar’ merupakan kata adjektif dalan kenyataan, tetapi merupakan kata  ganti nama Allah dalam Alkitab yang diilhamkan Allah (Why 19:11;Yoh 3:33, 7:28–29, 8:26; 1 Yoh 5:20).

b. ‘Yesus Benar’:  merupakan nama baru bagi Tuhan, ‘namaku yang  baru’ (Why 3:12)

@ ‘Yesus’ bersatu dengan ‘Benar’:  menunjukkan Bapa dan Anak adalah satu, tidak dtinggalkan,  berdikari.

@ Rahsia penyataan ‘nama baru’ juruselamat (Yes 62:2).

  • Hanya Yesus merupakan Allah yang sempurna dengan sesungguhnya; hanya
  • Yesus merupakan manusia yang benar-benar sempurna di hadapan Bapa.
  • Amatlah perlu dan sesuai menambahkan ‘Benar’ di belakang ‘Yesus’, menjadi nama baru bagi Tuhan hari ini.

c. ‘Gereja Yesus Benar’:  merupakan nama kota suci Allah (Why 3:12).

@ Gereja merupakan nama kota secara rohaniah;

@ Kota Allah harus mempunyai nama Allah di atas, Gereja bagi Yesus Benar harus mempunyai nama Yesus Benar di atas.

4. Rancangan Allah di atas perkataan ‘Benar’:

a. Bukan sahaja melambangkan Allah, menetapkan nama baru bagi Yesus supaya manusia dapat diselamatkan olehNya;

b. Juga melambangkan ‘Benar’ yang sebenarnya, akan meremukkan dan menghabisi segala kepalsuan (Dan 2:44).  Adalah perlu menunjukkan ‘benar’ pada akhir zaman yang penuh kepalsuan, supaya dibezakan untuk menjadi kudus.  Sama seperti Tuhan berhadapan dengan agama Yahudi dan orang Farisi yang penuh kepalsuan pada masa itu, dengan khasnya menyatakan “Akulah pokok anggur yang benar” (Yoh 15:1), (memang akan menyinggung perasaan ‘pokok anggur yang liar’).  Gereja kita meletakkan ‘Benar’ menurut perintah Tuhan memang tiada kepalsuan  dari dalam, adalah tahan diuji.

c. Juga merupakan rancangan penyebaran firman pada akhir zaman ini: menyelamatkan mereka yang mencari kebenaran.

@ Setiap orang yang di bawah ‘benar’, sifat asal dalaman menjadi nyata (membangkitkan dan menjatuhkan) (Luk  2:35);

@ Allah membiarkan orang menjamah dan menemukan Dia (Kis 17:27), supaya mereka yang serius berfikir :”Bagaimana benarnya?”, “ Di mana benarnya?”, “Adakah orang lain palsu ?”, “Bagaimana palsunya ?”. Jika soalan ini banyak difikirkan, banyak dibincangkan, banyak dibahaskan dan banyak ditinjau beberapa kali, maka biarlah orang mendengarnya dan berkata :

             “Benar demikian !” (Yes 43:8–9).

  1. Terdapat orang berkata: Bagaimana aku harus menerima kerana nama gereja tidak dicatat dengan jelas dalam Alkitab;

a. Alkitab merupakan kitab yang dimeterai,  yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya (ayat, inti) (Why 5:1). Hukum yang tertulis mematikan, tetapi inti (maksud rohani) menghidupkan (2 Kor 3:6; Yoh 6:63).

b. Nama bagi ‘Yesus’, dalam perjanjian lama hanya mencatatkan ‘Imanuel’, tiada perkataan ‘Yesus’ (Yes 7 : 14 ), orang Yahudi milik darah daging pada perjanjian baru, tidak mengakui Yesus disebabkan dalam Alkitab hanya mencatatkan Kristus.

c. Andainya Alkitab mempunyai tulisan nama gereja, semua akan menyebut nama ini sekarang, akhirnya tiada perbezaan antara benar dan palsu.

Firman Tuhan Seperti Apa ?

1. Seperti pelita yang menunjukkan jalan hidup ( Mzm 119 : 105 )

*Langkah orang ditentukan oleh Tuhan (Ams 20 : 24), Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilih oleh orang yang takut akan Tuhan. (Mzm 25 : 12)

*Perintah itu pelita dan ajaran itu cahaya, dapat memimpin langkah manusia, orang yang memeliharanya akan jalan di atas jalan kehidupan. ( Ams 6 : 20 – 23 )

2. Seperti cermin yang menunjukkan rupa dengan jelas ( Yak 1 : 22 – 25 )

*Mendengar firman dapat melihat muka sendiri yang sebenar dengan jelas, melakukan firman dapat mengemaskan dan membersihkan kekurangan imej di dalam cermin. (23 – 24 ; ruj 2 Sam 12 : 7 – 13)

*Sikap mencari firman Tuhan.

i. Terima dengan hati yang lemah lembut. (21 ; 1 Tes 2 : 13)

ii. Meneliti hukum yang sempurna. (25 ; Kis 17 : 11)

iii. Sungguh-sungguh melakukannya selepas mendengar. ( 25 ; Yak 4 : 17)

*Akan berbahagia oleh perbuatannya. (25 ; Mzm 119 : 2 , Yoh 13 : 17)

3. Seperti makanan rohani yang menyihatkan nyawa rohani (1 Kor 10 : 2 – 4)

* Harus sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani. (1 Ptr 2 : 2)

*Makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, dapat memahami ajaran tentang kebenaran. (Ibr 5 : 13 – 14)

*Firman Tuhan adalah roti hidup, orang yang percaya tidak akan lapar dan tidak akan haus. (Yoh 6 : 63 , 35)

4. Seperti palu yang menghancurkan bukit batu (Yer 23 : 29)

*Dahulu pengertian kita gelap, hati kita degil, sekarang kita telah mendengar firman dan menurut kebenaran, maka berubah menjadi manusia baru. (Ef 4 : 17 – 24)

*Bersandar pada nasihat dari firman Tuhan, mematahkan setiap siasat orang dan merobohkan setiap kubu yang dibangun untuk menentang pengenalan akan Allah, menawan segala fikiran dan mengembalikannya kepada Tuhan. (2 Kor 10 : 5). Kita harus saling menasihati dengan firman setiap hari , supaya jangan ada yang menjadi tegar hati kerana tipu daya dosa. (Ibr 3 : 13)

5. Seperti api yang memurnikan kotoran (Yer 23 : 29)

*Perkataan-perkataan Tuhan seperti api di dalam mulut nabi, umat yang berada dalam dosa menjadi kayu bakar, maka api akan memakan habis mereka. (Yer 5 : 14)

*Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Dia berbicara dengan kita dan ketika Dia menerangkan Kitab Suci kepada kita ? (Luk 24 : 32)

*Setelah orang ramai mendengar khotbah rasul, hati mereka sangat terharu, mereka bertanya kepada rasul-rasul :  “Apakah yang harus kami perbuat ?” (Kis 2 : 37)

6. Seperti benih yang baik ditabur ke ladang hati (Luk 8 : 11)

*Manusia dilahirkan kembali, dari benih yang tidak fana, iaitu oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. (1 Ptr 1 : 23)

*Harus menaburkan benih siang dan malam dan jangan memberi istirehat pada tangan, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu. (Pkh 11 : 6 , 1)

7. Seperti pedang tajam yang menusuk dan memisahkan jiwa dan roh (Ibr 4 : 12)

*Firman itu hidup dan kuat; bila tersingkap, firman-firman Tuhan memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh (Mzm 119 : 130)

*Sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati, segala rahasia yang terkandung di dalam hati manusia akan menjadi nyata, maka tunduk kepada Tuhan dengan rendah hati (1 Kor 14: 24 – 25)

8. Seperti pedang Roh yang mengalahkan musuh (Ef 6 : 17)

*Jika tidak bertobat, Tuhan akan segera datang dan akan memerangi mereka dengan pedang (firman) yang di mulutNya (Why 2 : 16 , 19 : 15)

*Senjata yang paling baik untuk melawan pencobaan Iblis ialah firman Tuhan (Mat 4 : 1 – 10)

Masakan Aku Menjadi Pengganti Allah

Pendahuluan : Menjadikan Yusuf sebagai cermin, menyelidiki diri sendiri.

1. Teladan Yusuf

i. Takut akan Tuhan : Aku inikah pengganti Allah ? ( Kej 50 : 19 )

ii. Taat kepada Tuhan : Allah mereka-reka untuk kebaikan ( Kej 50 : 20 )

iii. Mengasihi Tuhan dan manusia : Menghiburkan orang dan menenangkan hati orang dengan perkataan mesra.

2. Apakah yang dilakukan oleh ‘Manusia menjadi pengganti Allah’

i. Menghakimi orang lain (Mat 7 : 1–5 ; Rm 2 : 1–3 ; Yak 4 : 11–12) : Yunus menghakimi orang Niniwe bahawa mereka tidak layak menerima anugerah keselamatan Tuhan (Yun 4 : 8 – 11). Tiga sahabat Ayub memutuskan Ayub melakukan dosa (Ayb 42 : 7), renungan terhadap seorang yang buta sejak lahir (Yoh 9 : 1–3).

ii. Menjadi pengadil bagi Tuhan (Ams 24 : 17–20): Yeremia berbantah dengan Tuhan (Yer 12 : 1 – 3).

iii. Menyampaikan titah palsu (Mrk 13 : 21–22) : Bileam dan keledai (Bil 22 : 21–34).

iv. Mengelar diri sebagai Allah (2 Tes 2 : 4) : Mengira ibadah itu adalah suatu sumber keuntungan ( 1 Tim 6 : 5 ).

v. Mengawal dan memerintah Tuhan : Tidak tahu apa yang diminta ( Mat 20 : 20 – 24 ) , tidak mahu berdiri di posisi Tuhan tetapi terus meminta Tuhan berdiri di posisi kita.

vi. Mencari kehormatan sendiri (Am 25 : 27 ; Mat 6 : 2 ; Yoh 12 : 41 – 43): Ratapan bagi ayah dan anak Nebukadnezar (Dan 5 : 18–30), Haman menyangka dirinya harus dianugerahkan kehormatan ( Est 6 : 6 ).

vii. Hak pemilikan terhadap pemberian Tuhan : Menipu Allah dalam persembahan khusus (Mal 3 : 8) , batu sandungan bagi orang muda yang kaya (Mat 19 : 21 – 22), kejayaan Ester (Est 5 : 13 – 16).

viii. Manusia dapat mengalahkan langit : Dikacau-bilaukan bahasa di menara Babel (Kej 11 : 1 – 9)

ix. Memberontak terhadap Tuhan : Setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangan sendiri ( Hak 21 : 25 ).

3. Bolehkah manusia menjadi pengganti Allah ?

i. Maha mengetahui ? ( Yak 4 : 14 ; Rm 16 : 27 )

ii. Maha wujud ? ( Ayb 38 : 4 ; Ef 4 : 6 )

iii. Maha kuasa ? ( Mat 6 : 27 ; Yer 32 : 17 )

iv. Penuh kebenaran dan kekudusan ? ( Ef 4 : 24 )

v. Tidak fana selama-lamanya ? ( Rm 1 : 23 )

4. Kesimpulan : Apakah manusia ( Mzm 8 : 4 – 5 )

i. Takut akan Tuhan : Permulaan hikmat ( Am 9 : 10 )

ii. Memuliakan Tuhan : Hamba yang tidak berguna ( Luk 17 : 10 )

iii. Taat kepada Tuhan : Saling menaati ( 1 Ptr 5 : 5 )

iv. Menjunjung tinggi Tuhan : Memuliakan Tuhan ( Luk 1 : 46 )

Korban Yang Dipersembahkan Kepada Tuhan

Pendahuluan : Tuhan penuh belas kasihan dan anugerah, Dia memberikan segala sesuatu kepada umat manusia, agar kita menerima anugerahNya dengan cuma-cuma. Pada zaman dahulu, manusia demi menunjukkan kesyukuran kepada Tuhan, selalu mendirikan mezbah untuk mempersembahkan korban; hari ini , kita juga harus memahami bagaimana untuk membalas budi Tuhan dengan mempersembahkan korban kepada Tuhan.  Maka, apakah korban yang diminta  oleh Tuhan ?

  • Korban syukur ( Mzm 50 : 14 , 23 )

Manusia selalu tidak menghargai kebahagiaan yang mereka sedang miliki, selalu sama seperti ikan emas yang di dalam akuarium, menganggap makanan harian yang diterima adalah yang sepatutnya, tetapi tidak tahu untuk bersyukur tentang penjagaan dan pemberian makanan tuannya. Walaupun manusia merupakan makhluk yang tertinggi tetapi juga naïf seperti ikan kecil.  Menjadi umat Kristian merupakan suatu berkat bagi kita, kerana Tuhan adalah Bapa kita, kita telah dilimpahi anugerah Tuhan yang besar dalam kehidupan, adakah kita selalu menghitungkan berkat Tuhan  (Mzm 103 : 1 – 6 ), mempersembahkan korban syukur kepada Tuhan?

  • Korban Pujian ( Ibr 13 : 15 )

Memuji merupakan salah satu isi kandungan dalam kehidupan kepercayaan kita, muzik dan nyanyian mazmur merupakan bahagian yang utama dalam penyembahan zaman perjanjian lama.  Pada perjanjian baru, muzik juga memainkan peranan yang penting dalam penyembahan, melalui kidung kita memuji Tuhan dan berhubung secara rohani dengan  Tuhan, memuji Tuhan dapat merangsangkan kita untuk merenungkan dan mengucap syukur tentang keagungan Tuhan.  Dalam Mazmur bilangan 146 – 150 , semuanya dimulakan dan diakhiri dengan ‘Haleluya’, ini memberitahukan kita satu mesej :”kita harus memuji Tuhan.”  Tuhan layak menerima puji-pujian kita, kita harus menyanyikan mazmur bagi Tuhan yang hidup selama-lamanya ( Mzm 95 : 1 – 2 , 96 : 1 – 2 ).

  • Korban Hati yang Patah ( Mzm  51 : 19 )

Korban yang dipersembahkan manusia kepada Tuhan ada yang memohon berkat, ada juga memohon pengampunan dosa . “Hati yang patah dan remuk” merupakan korban penebusan yang memohon pengampunan dosa.  Disebabkan kelemahan manusia, maka selalu mempunyai pelanggaran di hadirat Tuhan, maka harus selalu menyelidiki sendiri dan bertaubat kepada Tuhan.

  • Korban Ketaatan

Taat adalah menurut perintah Tuhan tanpa syarat, tidak ada maksud sendiri, hanya bertindak mengikut maksud Tuhan, Tuhan Yesus disebabkan penderitaan yang diterimaNya telah belajar taat (Flp 2 : 6 – 10). Abraham menurut perintah Tuhan, maka Tuhan memberikan berkat yang besar kepadanya; tetapi Saul kerana mencabar Tuhan, tidak memegang perintah Tuhan, maka ditolak Tuhan, akhirnya menerima kesudahan yang malang. Orang yang menaati perintah akan diberkati Tuhan, korban ketaatan adalah yang diterima Tuhan.

  • Korban Kebajikan

Bagi pandangan orang biasa, lebih berbahagia jika menerima lebih banyak, tetapi bagi umat Kristian, lebih berbahagia jika banyak memberi, Alkitab berkata:” Orang yang menabur banyak , akan menuai banyak, orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit.” ( 2 Kor 9 : 6 – 11 ).  Memberi persembahan juga merupakan pertunjukan iman , Mal  3  :  10  berkata :”Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan……..mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.”  Dalam hal memberi  persembahan persepuluhan, ramai orang telah mengalami janji Tuhan , semakin memberi  persembahan kepada Tuhan, Tuhan semakin memberikan kekuatan dan anugerah kepada mereka.

  • Korban Persembahan Tubuh Hidup

Melayani Tuhan merupakan hal yang sepatutnya dilakukan.  Terdapat 2 makna perlayanan kepada Tuhan

  1. Melibatkan pekerjaan gereja secara langsung : Terdapat banyak kerja di gereja yang memerlukan pekerja untuk menyiapkannya, Tuhan juga memberikan banyak kasih karunia kepada jemaat , tujuanNya demi membangunkan jemaat, maka berharap lebih ramai seiman yang dapat digerakkan oleh kasih Tuhan, memohon karunia–karunia  Roh  yang membangun jemaat dari Tuhan ( 1 Kor 14 : 12 ) , banyak bekerja bagi Tuhan.

Melibatkan pekerjaan gereja secara tidak langsung:  Tidak kira dalam unit kerja atau dalam rumah, harus melaksanakan kerja dengan segenap hati, memuliakan Tuhan dan memanfaatkan manusia dalam unit kerja, ini juga melakukan kerja Tuhan ( Kol 3 : 18 – 24 ).  Tujuan melayani Tuhan adalah untuk membalas kasih Tuhan, sikap perlayanan kepada Tuhan harus dengan segenap hati dan hati yang takut akan Tuhan.