Kasih Pemercaya Kudus Yang Luar Biasa

Ayat Alkitab: (Matius 5:20, 46-48)

Pendahuluan:

Kerajaan Tuhan adalah yang luar biasa, tidak milik dunia ini; Pemercaya Kudus juga adalah yang luar biasa, ialah umat surgawi. Dalam dunia ini adanya kasih maka setiap yang hidup dapat saling wujud, berhubung, tetapi kasih ini bukan sahaja tidak sempurna, ia juga semakin dingin, mewujudkan pertengkaran, saling mengigit dan saling menelan. Terjadinya tanah yang tandus, tidak dapat berdiri, saling membinasakan. Kasih pemercaya kudus syurgawi adalah yang meningkat, luar biasa dan sempurna.

  • Sasaran kasih yang luar biasa
  1. Biasa: mengasihi diri sendiri >keluarga>kehidupan, pertubuahan sekerja>orang ramai.
  2. Luar biasa: mengasihi diri sendiri>keluarga>gereja>orang ramai>musuh. (Lukas 6: 27; 37)
  • Isi kandungan kasih yang luar biasa
  1. Biasa: Keperluan pada tubuh jasmani dan emosi.
  2. Luar biasa: Keperluan Tubuh jasmani , emosi dan jiwa rohani yang kekal. (Markus 8: 36-37)
  • Langkah-langkah kasih yang luar biasa:
  1. Biasa:  Tidak menganiayai orang (Roma 13: 10) , juga menjaga orang lain. (Filipi 2:4)
  2. Luar Biasa: Tidak menganiayai orang, menjaga orang, dan rela berkorban untuk orang lain. (1 Yohanes 3:16; I Korintus 10: 24, 13:5)
  • Cara-cara menyatakan kasih yang luar biasa.
  1. Biasa: Meminta kasih daripada orang lain (dikasihi), penyelia, berkira, dahulu tergerak oleh kasih orang lain, barulah mengasihi orang.
  2. Luar Biasa: Meminta diri sendiri mengasihi orang lain (mengasihi), menyelidiki dan menegur diri sendiri, mengubah orang lain dengan kasih.
  • Karunia bagi kasih yang luar biasa
  1. Mendapat kasih manusia: Menabur dan menuai (Galatia 6: 7-8), melayani diri dan orang baik dengan baik. ( Lukas 6: 31)
  2. Mendapat kasih Tuhan: Tuhan lebih mengasihinya (Yohanes 14: 21), tinggal dalam kasih Tuhan. (1 Yohanes 4: 17)
  3. Keluar dari maut, masuk ke dalam kehidupan (1 Yohanes 3:14), tidak berasa takut pada penghakiman. (1 Yohanes 4: 17)

Kesimpulan:

Pemercaya kudus adalah yang milik rohani, milik syurgawi, maka kasih haruslah melebihi dunia! Tuhan adalah kasih, kita harus mengejar kasih yang luar biasa (agung), barulah dapat bersama-sama dengan Tuhan. (1 Yohanes 4: 12)

Kasih yang Diperingati

Ayat Alkitab: (1 Korintus 13: 3)

 

Pendahuluan:

Kasih adalah berasal dari Tuhan, setiap yang mempunyai kasih berasal dari Tuhan, dan mengenali Tuhan. Kasih ini adalah yang tidak berberat sebelah, yang suci, yang sesungguhnya, asli, dan sempurna. Manakala kasih duniawi kebanyakan adalah yang mementingkan diri sendiri, yang palsu, yang tidak asli, dan adanya kecacatan, serta tidak diingati Tuhan. Bagaimankah harus diperlakukan oleh umat Kristian dalam melaksanakan kasih yang diperingati?

 

  • Kasih yang mengorbankan diri. (1 Yohanes 3: 16)

▲Kerelaan hati mengorbankan diri, memberikan nilai yang praktikal dan perbuatan, barulah dapat menyatakan kasih yang diperingati.

▲Pengorbanan janda di Sarfat dalam kelaparan, memberikan Elia roti dan air. Akhirnya ibu dan anaknya dapat meneruskan kehidupan mereka kerana tindakan demikian, kerana diperingati oleh Tuhan. (1 Raja-raja 17: 10-16)

▲ Kasih bukan hanya ada pada pertuturan, atas lidah, lebih-lebih lagi memerlukan kejujuran dan kelakuaan. (1Yohanes 3: 18)

  • Kasih yang memikir bagi keadaan orang lain. (1 Korintus 10: 24)

▲Perempuan Sunem telah banyak memikir bagi Elisa, dan membuat persediaan bagi keperluannya. Terlebih dahulu, dia memikirkan tentang makanan bagi Elisa, lepas itu memikir tentang tempat rehat bagi Elisa:  membuat sebuah kamar, tempat tidur, sebuah meja, sebuah kerusi, supaya dia dapat mempelajari firman Tuhan serta berehat. Akhirnya kasihnya diperingati, abdi Tuhan memberkatinya dan dia mendapat seorang anak lelaki yang bangkit dari mati. (2 Raja-raja 4: 13-37)

  • Menumpang orang dengan kasih atas nama Tuhan. (Matius 10: 40-42)

▲Tidak mengharapkan supaya diperingati, menumpang orang dengan kasih (diperingati tanpa disedari). (Ibrani 13: 2)

▲Melakukan kebaikan secara diam-diam, tidak mendapat kemuliaan dari manusia. (Matius 6: 1-4)

▲Abraham member layanan kepada tiga orang tetamu yang tidak dikenal, tanpa disedarinya dia melayani Tuhan dan malaikat. Dia diberkati Tuhan dan mendapat seorang anak lelaki pada tahun yang datang. (Kejadiaan 18: 1-15)

 

Kesimpulan:

Sekiranya umat kristian rela melaksanakan kasih, maka akan diperingati Tuhan. Haruslah menabur dalam hati, gereja dan dunia, maka kelak menuai buah kebenaran, memuliakan Tuhan dan memanfaatkan manusia.

 

Mengasihi Musuh

Ayat Alkitab: (Lukas 6: 27-36)

  • Siapakah adalah musuh?

(1)   Orang yang bertentangan terhadap kita dengan niat hati berdendam.

(2)   Orang yang menfitnah kita dengan niat yang jahat. (Mazmur 41: 6)

(3)   Orang yang menganiayai kita. (Mazmur 42: 10)

◎ Haruslah ingat: Musuh anda tidak semestinya musuh Tuhan ! (Kisah Para Rasul 9: 13-15)

  • Mengapakah harus mengasihi musuh?

(1)   Menuruti kasih Tuhan. (Efesus 5: 1-2; Lukas 6:36; 1 Yohanes 4; 8)

(2)   Menjadi anak-anak Tuhan. (Lukas 6:35; Matius 5: 44-45)

(3)   Untuk menghapuskan permusuhan, haruslah kalahkan kejahatan dengan kebaikan. (Roma 12: 21; 1 Petrus 4: 8)

(Manusia membalas kejahatan dengan kejahatan, ingin menghapuskan musuh tetapi akhirnya musuh menjadi banyak; dendam dan kebencian semakin lama semakin mendalam. Hanya kebaikan yang dapat menghilangkan rasa dendam dan kebencian dalam hati musuh.  Dendam dan kebencian hilang, maka hilanglah juga musuh.)

(4)   Demi menikmati keamanan, haruslah mengubahkan permusuhan kepada persahabatan. (2 Raja 6: 19-23; 1 Samuel fasal 24, 26)

◎ Kerana apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya; Yang ditabur (dihulur) ialah kebaikan dan persahabatan, yang dituai (dinikmati) ialah damai dan sukacita. (Galatia 6: 7-8)

◎ Kristus ialah Raja Damai, Kerajaan Kristus seharusnya merupakan kerajaan yang damai. (Yesaya 9:6; Roma 14: 17)

◎Perbuatan mengasihi musuh dan mengubahkan permusuhan kepada persahabatan, adalah membuka jalan bagi Kerajaan Kristus; serta perbuatan yang menghapuskan Si Jahat. (Matius 6: 10; 1 Yohanes 3: 8) Tindakan ini adalah mengerjakan pekerjaan suci bagi Tuhan.

  • Bagaimanakah mengasihi musuh?

(1)   Haruslah dahulu menghapuskan dendam dan kebencian dalam hati.

◎ Membuat renungan: Kepentingan “mengasihi musuh”.

◎ Memahami bahawa: “Sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (tidak memahami kebenaran), maka memberikan pengampunan. (Lukas 23:34; Markus 11: 25-26)

◎ Menyedari bahawa: segala hal adanya kehendak Tuhan, maksud Tuhan pada asalnya adalah yang baik; haruslah mempunyai satu hati yang tahu bersyukur untuk menghapus dendam dan kebencian. (1 Korintus 2: 9-10, 14-15; 2 Samuel16: 5-10, 12; Kejadian 50: 19-20)

(2)   Berdoa untuk musuh. ( Matius 5: 44; Kisah Para Rasul 7: 59-60)

(3) Memberikan bantuan yang ikhlas apabila musuh menghadapi kesusahan (bantuan asal dari kasih yang melebihi keperluaannya, barulah dapat mengerakkan hatinya). (Roma 12: 20-21; Amsal 25: 21-22; Rujuk 2 Raja-raja 6: 20-23)

  • Jangan sekali-kali mempunyai hati yang ingin membalas kejahatan dengan kejahatan, kerana kejahatan asal dari tangan orang jahat (1 Samuel 24: 13); Seharusnya bertoleransi. (Roma 12: 19)

Rujukan: (Kejadiaan 26: 14-33)

Membalas kejahatan dengan kejahatan tidak dapat mengenapi kehendak Tuhan yang indah, sebaliknya menyebabkan diri jatuh dalam jaringan Syaitan. Janganlah bergembira juga kerana musuh jatuh. (Amsal 24: 17-18; Mazmur 35: 12-13)

(4)   Dalam hal mengasihi musuh, haruslah melakukan penyempurnaan rohani dengan baik pada masa-masa biasa supaya ketika menghadapinya tidak terasa kekurangan kekuatan.

Kesimpulan:

(Roma 12:21) Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

(Amsal 16:7) Jikalau Tuhan berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itupun didamaikan-Nya dengan dia.

(Matius 5: 43-48) Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu.

Kesaksian Firman Pentahbisan Rumah Tuhan

Ayat Alkitab: (1 Raja-raja 6: 38; 8: 12, 63)

Pendahuluan:

Pada hari ini merupakan hari yang kudus dan diberkati. Melalui anugerah Tuhan dan kasih seiman terhadap Tuhan kita telah siap membina Bait Suci dan mempersembahkan kepada Tuhan, dipercayai bahawa Tuhan pasti berkenan,mengguna, mengingati dan memberkati!

 

Terdapat dua jenis Bait Suci yang diguna oleh Tuhan:

  1. Bait Suci pada Zaman Perjanjian Lama yang milik kebendaan;
  2. Gereja pada Zaman Perjanjian Baru yang milik rohani

 

Dua jenis Bait Suci ini, jika dijelaskan dari sudut hari ini, iaitu: bangunan Gereja dan gereja.

Pada hari ini, kita mempersembahkan bangunan gereja kepada Tuhan, ini adalah persembahan Bait Suci secara material (kebendaan). Tuhan mengharapkan persembahan yang lebih indah dari kita, iaitu gereja yang sempurna. Walaupun persembahan pada hari ini adalah bangunan yang milik material (kebendaan), tetapi ia telah dipersembahkan menjadi harta kudus Tuhan, maka penggunaan serta maksudnya adalah yang milik rohani, yang kudus. Maka kita seharusnya mempunyai hati yang takut kepada Tuhan, membezakannya sebagai yang kudus semasa menggunakannya.

1.     Tujuaan Pembinaan Bangunan Gereja

(1)   Kegunaan dalam hal ibadah dan doa (Yesaya 56: 7).

(2)   Kegunaan dalam mempelajari firman kebenaran (berkebaktiaan) (Lukas 2: 46).

(3)   Kegunaan dalam menyebarkan Injil kebenaran serta memimpin manusia kembali kepada Tuhan (Kisah Para Rasul 5: 20).

(Bangunan gereja juga disebut sebagai Bait Suci Tuhan yang milik kebendaan, dan dibedakan sebagai yang kudus melalui persembahan kepada Tuhan pada hari ini, maka seharusnya digunakan secara berhati-hati dan menuruti kehendak Tuhan, jangan sekali-kali menggunakannya dengan sesuka hati (secara duniawi) seperti: meminjam kepada orang lain untuk aktiviti duniawi, tidak boleh dijadikan tempat perjamuan-perjamuan duniawi diadakan, tempat rekreasi,  tempat lelongan, aktiviti jual dan beli, ataupun sehingga menjadi tempat awam di mana pertengkaran berlaku. Jangan-jangan kita berdosa kepada Tuhan. (Haruslah menjadikan peristiwa raja orang Kasdim- Raja Belsyazar dibinasa oleh Tuhan kerana menyalahguna perkakas-pekakas suci.) (Daniel 5: 1-5, 25-30).

 2.     Sikap-sikap Yang Patut Ada Terhadap Bangunan Gereja

(1)   Haruslah mempunyai hati yang takut akan Tuhan, mengasihi bangunan gereja dan bersukacita untuk berkebaktian serta beribadah kepada Tuhan di gereja (Mazmur 84: 1-2, 10; 122:1).

(2)    Haruslah mendiamkan diri, berkelakuan yang sopan (Habakuk 2: 20; Pengkhotbah 5: 1-2).

      • Tidak boleh menaik nada suara (suara yang nyaring).
      • Berwaspada dengan langkah kaki, berjalan secara diam-diam; tidak kejar-mengejar dalam bangunan gereja.
      • Haruslah mematuhi peraturan-peraturan banguan gereja dengan baik.

(3)   Haruslah menjaga kebersihan dalam bangunan gereja (Yohanes 2: 14-16).

      • Mendirikan kumpulan-kumpulan pembersihan (semua orang melibatkan diri dalam pekerjaan suci menjaga kebersihanan).
      •  Menetapkan system pembersihan (Setiap minggu- aktiviti pembersihan secara kecil-kecilan, setiap bulan – activity gotong-royong).

 

3. Haruslah lebih mementingkan pembinaan Bait Suci Rohani (Efesus 4: 16; 5: 26-27).

(1)   Walaupun Bait Suci (banguan gereja)  milik kebendaan telah siap dibina dan dipersembahkan kepada Tuhan, namun Bait Rohani (gereja) yang lebih penting masih belum siap dibina!

      • Bangunan gereja milik kebendaan hanya wujud sementara, digunakan oleh Tuhan secara tidak langsung (melalui murid-murid-Nya).
      • Gereja adalah milik rohani dan kekal selama-lamanya, digunakan oleh Tuhan secara langsung.
      • Sekiranya kita tidak membangunkan satu gereja yang sesuai dengan kehendak Tuhan, dalam segala kemampuan kita dan mempersembahkan ia kepada Tuhan; maka perihal pembinaan bangunan gereja akan kehilangan maknanya.

(2)   Bagaimanakah kita membina Bait Suci milik rohani yang indah dan mempersembahkan ia kepada Tuhan? (Roma 12: 1-2; 1 Korintus 3: 16-17)

(Haruslah mula dibina dari diri sendiri, kerana Bait Suci milik rohani adalah dibina dari setiap batu-batu rohani)

      • Menjadi seorang pendamai (1 Tawarikh 28: 2-3, 6).

◎ Kristus ialah Raja Damai (Yesaya 9: 5).

◎ Hanya dengan menjadi seorang pendamai, barulah berlayak membina Bait Suci bagi Raja Damai.

◎ Sabar, rendah hati, memahami keadaan orang lain, membantu doa, saling berhubung, saling membangunkan, dengan beginilah menjadi pendamai  manusia (Efesus 4: 1-3; Zefanya 3: 12-15).

      • Menjadi orang yang kudus (Ibrani 12: 14; 1 Petrus 1: 16; 1 Korintus 3: 16-17, 6: 19-20).

◎ Yang tidak kudus tidak layak menjadi salah seorang ahli bagi gereja yang kudus, atau diguna oleh Tuhan yang kudus.

(3)   Menjadi orang yang menakuti (mengasihi) Tuhan (Kejadiaan 22: 1-12; 2 Tawarikh 3: 1).

                             ◎Abraham mempersembahkan anaknya di gunung Moria kerana takut akan Tuhan;

◎ Selepas itu Tuhan menetapkan  supaya Bait Suci dibina di atas Gunung Moria.

(4) Sebagai seorang yang mempunyai amanat yang kuat untuk menjadi seorang yang taat
(Markus 16: 15-16; Yohanes 21: 15-17).

◎  Dua amanat terbesar bagi gereja:

      • Terhadap luaran, menyebarkan Injil kebenaran
      • Terhadap dalaman, mengembalakan pemercaya

◎  Sama seperti  luaran dan dalaman sebuah rumah dibaiki dengan sempurna (susun dengan rapi), barulah boleh dikira sebagai siap dibina.

4. Matlamat pertumbuhan“ Biat Suci Rohani” (gereja)

(1)   Pertumbuhan dari segi “ kualiti” (mengembala terhadap dalaman, sehingga keseluruhan mencapai ke tahap milik rohani yang sempurna).

◎  Iaitu pembangunan dan pertumbuhan dalam hikmat rohani, sifat rohani, kasih rohani dan kekuatan rohani.

(2)   Pertumbuhan dari segi “ bilangan” ( iaitu menyebarkan Injil Kebenaran terhadap luar, supaya bilangan orang yang diselamatkan itu bertambah dan gereja menjadibesar dan kuat).

◎  Sama seperti pertumbuhan tubuh manusia: bertumbuh lebih tinggi dan kuat.

(3)   Sama seperti tubuh Kristus bertumbuh menjadi tubuh Tuhan.

◎  Menyatakan kemuliaan Tuhan.

◎  Mendatangkan kebaikan kepada manusia dan pada masa yang sama memuliakan Tuhan.

◎  Gereja menjadi “ bahtera” yang benar-benar dapat menyelamatkan manusia pada Zaman Akhir ini.

 

Kesimpulan:

Hagai 2: 10 “ Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula”.

1 Korintus 3: 17: “Bait Tuhan” ialah kamu.