Bab 20 Kedatangan Kembali

Kedatangan kembali Yesus adalah pengharapan terbesar umat kristian, sebab semua yang diharap-nantikan akan tergenap oleh kedatanganNya (Tit 2:13; Flp 3:20, 21; II Tim 4:8).

I.             Dasar Bukti Alkitab

1.      Nubuat dalam Kitab Perjanjian Lama

Δ        “Ia datang, Ia datang untuk menghakimi bumi” (Mzm 96:13). “Lalu Tuhan, Allahku, akan datang dan semua orang kudus bersama-sama Dia” (Za 14:5, 6)

Δ        “Tuhan akan datang dengan api” (Yes 66:15)

Δ        Rujuk: Dan 7:13, 14; Mzm 98:9; 50:3; Yes 35:4; 40:10; Mal 3:1, 2; Ul 33:2

2.      Janji Kristus sendiri

Δ        “Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan BapaNya, diiringi malaikat-malaikatNya” (Mat 16:27; Mrk 8:38; Luk 9:26)

Δ        “Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu, dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu” (Yoh 14:2, 3)

Δ        Mengenai petunjuk yang jelas dari kedatangan kembali tercatat di Kitab Mat 24, Mrk 13, Luk 17 dan 21.

Δ        Perumpamaan tentang kedatangan kembali: ada 10 gadis menyambut pengantin laki-laki (Mat 25:1-13); memberi tugas menurut kepandaian (Mat 2:14-30); memisahkan domba dan kambing (Mat 25:31-46); hamba menanti tuannya (Luk 12:35-40); menyerahkan wang kepada 10 orang hamba dan lain-lain (Luk 19:12-27). Selain itu, kitab ‘Wahyu’ yang ditulis oleh Yohanes setelah Tuhan naik ke Sorga, banyak menyentuh hal-hal berkenaan Dia segera akan datang kembali (Why 1:7; 3:11; 16:15; 22:20)

3.      Kesaksian malaikat-malaikat dan rasul-rasul

(1)     Malaikat berkata: “Hai orang-orang Galelia, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga” (Kis 1:10, 11)

(2)     Kata Petrus: “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, ……..maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu” (I Ptr 5:2-4)

(3)     Kata Yohanes: “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diriNya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaanNya yang sebenarnya” (I Yoh 3:2).

(4)     Kata Paulus: “Kerana kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat” (Flp 3:20).

(5)     Kata Yakobus: “Kerana itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan!” (Yak 5:7, 8)

(6)     ‘Demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diriNya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diriNya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia” (Ibr 9:28).

II.          Keadaan Kedatangan Kembali

1.      Menyatakan diriNya dengan beribu-ribu malaikat di dalam api bernyala-nyala

Δ        “Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat: katanya: Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudusNya” (Yud 14)

Δ        “Pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diriNya bersama-sama dengan malaikat-malaikatNya, dalam kuasaNya, di dalam api yang bernyala-nyala” ( II Tes 1:7)

2.      Orang-orang kudus akan bangkit dahulu dan menyatakan diri dalam angkasa bersama-sama Tuhan

Δ        “Kerana jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahawa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia ……… maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit” (I Tes 4:14, 16)

3.      Kita akan berubah, diangkat ke langit dan bertemu muka dengan Tuhan

Δ        “Dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang yang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah” (I Kor 15:52)

Δ        “Sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Dengan demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (I Tes 4:17)

4.      Setiap mata akan melihatNya dan segala bangsa akan meratap

Δ        “Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia” (Why 1:7)

Δ        “Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang” (Mat 24:30)

III.   Kesudahan Kedatangan Kembali

Tujuan utama kedatangan kembali Kristus ialah untuk menjalankan penghakiman – mengganjarkan yang baik, menghukum yang jahat. Berikut disenaraikan, berdasarkan Alkitab beberapa butir perihal kesudahan kedatangan kembaliNya:

1.      Pemercaya kudus masuk sorga, menikmati hidup kekal

Δ        “Dan Raja akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” (Mat 25:31-34)

Δ        “Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hariNya” (II Tim 4:7,8)

Δ        “Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu” (I Ptr 5:4)

2.      Orang jahat masuk neraka, menerima hukuman kekal

Δ        “Pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diriNya bersama-sama dengan malaikat-malaikatNya, dalam kuasaNya, di dalam api bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatanNya” (II Tes 1:7-9)

Δ        “Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua” (Why 21:8)

Δ        “Dan Raja akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiriNya: Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya” (Mat 25:41-46)

3.      Iblis dilemparkan ke dalam lautan api, disiksa selama-lamanya

Δ        “Dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilempakan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya” (Why 20:10)

Δ        “Ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya” (Mat 25:41)

4.      Langit-bumi lama musnah, langit-bumi baru muncul

Δ        “Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapanNya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya” (Why 20:11)

Δ        “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataanKu tidak akan berlalu” (Mat 24:35)

Δ        “Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur kerana nyalanya. Tetapi sesuai dengan janjiNya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran” (II Ptr 3:10-13)

IV.  Tanda-Tanda Kedatangan Kembali

Tuhan berkata: “Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di Sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri” (Mat 24:36), maka dapat diketahui bahawa hari dan waktu kedatangan kembali Kristus tidak diberitahukan kepada manusia dengan jelas. Tetapi dari tanda-tanda yang pasti muncul sebelum kedatangan kembaliNya, kita dapat mengetahui jauh dekatnya hari itu. Berikut ini adalah tanda-tanda tentang kedatangan kembali:

1.   Dalam segi dunia

(1)   Dosa bertimbun-timbun sampai ke langit.

Angkatan Nuh dan kota Sodom dimusnahkan kerana ‘dosanya terlalu berat’ (Kej 6:11-13; 18-20); dan bumi kelak akan dihancurkan juga kerana dosa sudah penuh.

Δ        “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba wang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik. Suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakikatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (II Tim 3:1-5)

Δ        “Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka. Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan, dan mereka tidak bertobat daripada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian” (Why 9:20, 21)

Δ        “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu, hai umatKu, pergilah daripadanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya” (Why 18:4, 5)

(2)   Pengetahuan berkembang pesat

Δ        “Tetapi Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang yang akan menyelidikinya dan pengetahuan akan bertambah” (Dan 12:4)

Δ        “Lalu ia berkata kepadaku: Jangan memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, sebab waktunya sudah dekat” (Why 22:10) – pengetahuan rohani bertambah.

(3)   Dunia berpecah-belah

Δ        “Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu bererti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat” (Dan 2:43, 44).

Δ        “Aku akan menggerakkan orang Mesir melawan orang Mesir, supaya mereka berperang, setiap orang melawan saudaranya, dan setiap orang melawan temannya, kota melawan kota, kerajaan melawan kerajaan” (Yes 19:2)

Δ        “Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. Akan tetapi semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru” (Mat 24:7, 8).

(4)   Peperangan besar terjadi

Δ        “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua aku mendengar kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar” (Why 6:3, 4)

Δ        “Kepada dunia akan Kubalaskan kejahatan dan kepada orang-orang fasik kesalahan mereka; kesombongan orang-orang pemberani akan Kuhentikan, dan kecongkakkan orang-orang yang gagah akan Kupatahkan, Aku akan membuat orang lebih jarang daripada emas tua, dan manusia lebih jarang daripada emas ofir” (Yes 13:11, 12)

Δ        “Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi …… segala sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya, …… pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya” (Mat 24:21-29).

(5)     Ada kelaparan, penyakit sampar dan gempa bumi

Δ        “Dan Anak Domba itu membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk yang keempat berkata: ‘Mari’, dan aku melihat sesungguhnya, ada seekor kuda hijau kuning dan orang yang menungganginya bernama Maut dan kerajaan maut mengikutinya. Dan kepada mereka diberikan kuasa atas seperempat dari bumi untuk membunuh dengan pedang dan dengan kelaparan dan sampar dan dengan binatang-binatang buas yang di bumi (Why 6:7, 8)

Δ        “Dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar, dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit” (Luk 21:11)

Δ        “Hai penduduk bumi, kamu akan dikejutkan, akan masuk pelubang dan jerat! Maka yang lari kerana bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab tingkap-tingkap di langit akan terbuka dan akan bergoncang dasar-dasar bumi. Bumi remuk redam, bumi hancur luluh bumi goncang-gancing. Bumi terhuyung-huyung sama sekali seperti orang mabuk dan goyang seperti gubuk yang ditiup angin; dosa pemberontakannya menimpa dia dengan sangat, ia rebah dan tidak akan bangkit-bangkit lagi” (Yes 24:17-20)

2.   Dalam Segi Rohani

(1)   Pencurahan Roh Kudus Hujan Akhir

Menurut Firman Allah dalam Alkitab, Roh Kudus yang dijanjikan akan turun dalam dua peringkat, yaitu Roh Kudus yang turun pada zaman rasul-rasul yang disebut ‘Hujan Awal’ (hujan musim luruh), dan Roh Kudus yang turun pada masa sebelum Tuhan datang kembali yang disebut ‘Hujan Akhir’ (hujan musim semi).

Δ        “Hai bani Sion, bersorak-soraklah, sebab telah diberikanNya kepadamu hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu” (Yl 2:23; rujuk: Ul 11:24).

Δ        “Baiklah kita takut akan Tuhan, Allah kita yang memberi hujan pada waktunya, hujan pada awal musim maupun hujan pada akhir musim” (Yer 5:24)

Δ        “Aku akan mencurahkan RohKu ke atas semua manusia …… juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan RohKu pada hari-hari itu…… sebelum datangnya hari Tuhan yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan” (Yl 2:28-32).

(2)   Kebangkitan Semula Kerajaan Israel Rohani

Δ        “Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu, – kamu akan Kuberikan hati yang baru dan roh yang baru di dalam batinmu” (Yeh 36:24-27).

Δ        “Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah Tuhan akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: Mari, kita naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub” (Yes 2:2, 3)

Δ        “Beginilah firman Tuhan Allah: Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa, ke mana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah mereka. Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel dan satu raja memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi menjadi dua kerajaan” (Yeh 37:21, 22)

(3)   Ajaran sesat orang kafir bangkit dengan pesat

Δ        “Negerinya penuh berhala-berhala; mereka sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri dan kepada yang dikerjakan oleh tangannya. Maka manusia ditundukkan dan orang direndahkan – janganlah ampuni mereka” (Yes 2:8, 9)

Δ        “Pedang menimpa segala airnya, sehingga menjadi kering sebab negeri itu penuh patung-patung, mereka menjadi gila oleh berhala-berhala mereka” (Yer 50:38)

Δ        “Oleh ketiga malapetaka ini dibunuh sepertiga dari umat manusia…… tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka. Mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan” (Why 9:18-20)

(4)     Gereja palsu bertambah banyak

Δ        “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang” (Mat 24:4, 5)

Δ        “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab mesias-mesias dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga” (Mat 24:11, 23, 24)

Δ        “Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang” (Why 13:11-13).

(5)     Antikristus muncul

Δ        “Lalu akan melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tandaknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat …… lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat namaNya dan kemah kediamanNya dan semua mereka yang diam di Sorga. Dan ia diperkenan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadaNya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa” (Why 13:1-7)

Δ        “Raja itu akan berbuat sekehendak hati; ia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap setiap Allah. Juga terhadap Allah yang mengatasi segala allah ia akan mengucapkan kata-kata yang tak senonoh sama sekali, ……… juga para allah nenek moyangnya tidak akan diindahkannya; baik pujaan orang-orang perempuan maupun allah manapun juga tidak akan diindahkannya, sebab terhadap semuanya itu ia akan membesarkan diri” (Dan 11:36, 37)

Δ        “Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah …… pada waktu itu si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulutNya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali” (II Tes 2:3-10).

(6)     Injil kerajaan Sorga tersebar ke seluruh penjuru dunia

Δ        “Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya” (Mat 24:14).

Δ        “Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan Malaikat itu, dan memakannya di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya, maka ia berkata kepadaku: Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja” (Why 10:10, 11).

Δ        “Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksiKu, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam …… dan apabila mereka menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka” (Why 11:3-7)

(7)     Gereja ditimpa penganiayaan besar

Δ        “Pada waktu itu kamu diserahkan supaya disiksa dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa oleh kerana namaKu, dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci” (Mat 24:9, 10)

Δ        “Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh kerana Firman Allah dan oleh kerana kesaksian yang mereka miliki …… dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirehat sedikit waktu lagi sehingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka” (Why 6:9-11).

Δ        “Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut. Maka naiklah mereka ke seluruh daratan bumi, lalu mengepung perkemahan tentera orang-orang kudus dan kota yang dikasihi itu. Tetapi dari langit turunlah api menghanguskan mereka” (Why 20:7-9)

(8)     Pengantin perempuan siap berdandan

Δ        “Untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diriNya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tak bercela” (Ef 5:26, 27).

Δ        “Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai dan memuliakan Dia! Kerana hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantinNya telah siap sedia. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilau dan yang putih bersih! [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus”] (Why 19:7, 8)

Δ        “Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari Sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya” (Why 21:2)

V.   Persiapan Untuk Kedatangan Kembali

Setelah Tuhan Yesus memberitahukan tanda-tanda tentang kedatangan kembaliNya di Injil Matius fasal 24, menjurus di fasal 25, Dia membentangkan 3 perumpamaan. Maksud perumpamaan-perumpamaan itu adalah untuk memberitahu kita apakah sebenarnya yang harus kita perbuat terhadap diri sendiri, terhadap Allah juga terhadap orang lain, sebelum kedatangan kembaliNya.

1.      Tehadap Diri Sendiri – Kejari Kekudusan

(1)     Sediakan minyak – dipenuhi Roh Kudus

Δ        “Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka” (Mat 25:3, 4; rujuk: I Yoh 2:27 – minyak menunjukkan Roh Kudus).

Δ        “Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus” (Rm 8:9)

Δ        “Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaanNya” (Ef 1:14)

(2)     Pelita tetap menyala – memperlihatkan perbuatan yang baik.

Δ        Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyak itu, sebab pelita kami hampir padam” (Mat 25:8)

Δ        Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu diletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Sorga” (Mat 5:15, 16)

Δ        “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan” (Ibr 12:14)

(3)     Berjaga-jaga sambil menanti – bertahan sampai pada kesudahannya

Δ        “Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!” (Mat 25:4, 6)

Δ        “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta-pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia” (Luk 21:34-36).

Δ        Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (Mat 24:13)

2.      Terhadap Allah – Giat Dalam Kerja Suci

(1)   Sedari akan kewajiban sendiri

Δ        “Sebab hal kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian keluar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat” (Mat 25:14, 15).

Δ        “Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita; jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita. Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar” (Rm 12:6-8)

Δ        “Kerana jika aku memberitakan injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan injil. Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku” (I Kor 9:16, 17).

(2)   Tunaikan tanggungjawab masing-masing

Δ        “Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu, ia menjalankan wang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta” (Mat 25:16, 17)

Δ        “Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima pukulan. Tetapi barangsiapa yang tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Luk 12:47, 18)

Δ        “Sekali peristiwa pohon-pohon pergi mengurapi yang akan menjadi raja atas mereka. Kata mereka kepada pohon zaitun: Jadilah raja atas kami. Tetapi jawab pohon zaitun itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan minyakku yang dipakai untuk menghormati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon? …… Tetapi jawab pohon ara itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan manisanku yang baik dan pergi melayang di atas pohon-pohon” (Hak 9:7-13)

(3)   Jangan menerima karunia Tuhan dengan sia-sia.

Δ        “Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan wang tuannya …… maka kata tuannya, campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi” (Mat 25:18, 26-30)

Δ        “Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatikan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah yang telah kamu terima” (I Kor 6:1, 2)

Δ        “Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu” (Est 4:14)

3.      Terhadap Saudara – Saling Mengasihi Dengan Tulus

(1)     Mengasihi saudara sama dengan mengasihi Allah.

Δ        “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat 25:40)

Δ        “Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya” (I Yoh 4:20, 21)

Δ        “Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya. Tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia” (Ams 14:31)

(2)     Orang yang melakukan kasih akan diselamatkan

Δ        “Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kananNya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu merawat Aku; ketika Aku di dalam penjara kamu mengunjungi Aku” (Mat 25:34-36)

Δ        “Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, kerana sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini” (I Yoh 4:17)

Δ        “Sebab bagi orang yang ada di dalam Kristus Yesus, hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu erti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” (Gal 5:6)

(3)     Harus mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri

Δ        “Melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” (Gal 5:14)

Δ        “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasih sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat” (Rm 13:8-10)

Δ        “Kesudahan segala sesuatu sudah dekat, kerana itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang supaya kamu dapat berdoa. Tetapi yang terutama: Kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain. Sebab kasih menutupi banyak sekali dosa” (I Ptr 4:7, 8)

VI.  Pelbagai Pandangan Tentang Kedatangan Kembali

Huraian tentang kedatangan kembali Kristus yang dibentangkan di atas, kesemuanya adalah berdasarkan petunjuk Alkitab, bukan berdasarkan teori atau tafsiran manusia. Berkenaan kedatangan kembali, gereja-gereja pada umumnya tidak dapat mencapai kesefahaman, masing-masing dengan pandangan sendiri bahkan ada yang menyimpang dari Alkitab, disebabkan mereka tidak mempunyai pimpinan dan wahyu dari Roh Kudus. Berikut secara ringkasnya diperkenalkan berbagai ragam pandangan tersebut:

1.      Teori Kedatangan Kembali Roh

Mereka beranggapan bahwa Roh Kudus yang telah turun pada hari Pentakosta adalah kedatangan kembali Kristus. Mereka tidak percaya bahwa di masa kelak Kristus akan datang di atas awan-awan bersama-sama dengan beribu-ribu malaikatNya untuk menghakimi dunia ini. Orang-orang yang percaya akan teori ini kebanyakan adalah mereka yang menganalisa Alkitab menurut ilmu sains manusia  – Ilmiah Teologi Baru.

2.      Teori Yesus Sudah Datang

Teori ini timbul dari satu kumpulan penyelidikan Alkitab di Amerika. Mereka berkata bahwa Yesus akan datang kembali sesudah akhir zaman, dan kedatanganNya kembali tidak dapat dilihat oleh semua orang, Dia akan datang secara tiba-tiba dengan diam-diam, orang yang mengetahuinya sangat sedikit. Menurut perhitungan mereka, Yesus sudah datang kembali pada tahun 1874, dan melakukan pekerjaan menuai. Dan naik ke takhta kerajaanNya pada tahun 1914; pada tahun 1918 sudah masuk ke dalam Bait Suci. Kata mereka, kerana Tuhan sudah datang kembali pada tahun 1874, dunia disinari oleh terangNya, sehingga ilmu pengetahuan bertambah dan semakin maju. Memandangkan dunia sudah semakin terang, maka tidak perlu menanti kedatanganNya lagi. Mereka berharap akan membangun Kerajaan Seribu Tahun di bumi bersama dengan Kristus, memulihkan keadaan yang bahagia di Taman Eden, menyelesaikan kerja penyelamatan Allah.

3.      Teori Kedatangan Kembali Sebelum Seribu Tahun Yobel

Teori ini mengira bahwa dunia akan bertambah buruk, dan gereja akan diangkat secara tiba-tiba. Selanjutnya malapetaka menimpa bumi, orang Israel dan sebagian bangsa lain yang tertinggal di bumi akan bertobat dan menerima Kristus. Kemudian Kristus dan gereja akan turun dari langit dan syaitan dibelenggu, lalu membangun kerajaan yang mulia selama seribu tahun di bumi. Setelah habis masa seribu tahun Iblis akan dilepaskan dan akan menyesatkan bangsa-bangsa,  mengepung perkemahan tentera orang kudus, dan kota yang dikasihi itu. Pada waktu itu dari langit akan turun api menghanguskan mereka, dan Kristus akan melakukan penghakiman yang terakhir, mengakhiri zaman ini.

4.      Teori Kedatangan Kembali Sesudah Seribu Tahun Yobel

Mereka menganggap bahwa Injil akan tersebar ke seluruh dunia, dan kebanyakan manusia mau menerima Kristus sebagai Tuhan. Oleh demikian, dunia akan menjadi tempat yang dikuasai oleh Kristus, dan muncul Kerajaan Seribu Tahun yang aman sejahtera (zaman keemasan gereja). Tetapi menjelang berakhirnya seribu tahun, kejahatan akan bertambah-tambah, maka Kristus akan turun dari langit untuk menghakimi dunia. Orang yang baik masuk ke Sorga menikmati kebahagiaan manakala orang yang jahat akan dilemparkan ke dalam neraka dan disiksa.

Bab 19 Etika

I.             Kehidupan Kekeluargaan Umat Kristen

Orang kudus zaman dahulu kala berkata: “Aku hendak hidup dalam ketulusan hatiku di dalam rumahku” (Mzm 101:2). Kata Tuhan Yesus: “Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu” (Mat 5:15). Kewajipan rohani seorang umat kristen ialah pertama-tama harus menyelamatkan semua anggota keluarga. Namun,  untuk mentobatkan anggota keluarga yang belum percaya, di samping mempergiatkan iman anggota yang telah percaya, haruslah setiap umat kristen mempraktikkan  firman Tuhan di rumah dan bersinar terang. Berikut adalah huraian berdasarkan Alkitab, Kebenaran tentang keluarga dan kewajipan yang harus ditunaikan oleh setiap ahli keluarga.

 1.      Sistem Perkahwinan

(1)     Perkahwinan adalah dijodohkan oleh Allah

Δ        Tuhan Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja, Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kej 2:18-23; rujuk: Mrk 10:9; I Kor 11:11; Kej 24:12-14)

(2)     Perkahwinan (Ibr 13:4)

Δ        Jangan memilih menurut kehendak hati (Kej 6:2), jangan mencemarkan perkahwinan sebelum bernikah (Ibr 13:4)

Δ        Yakub bertunang dengan Rahel selama 7 tahun, namun tetap menjaga kesucian (Kej 29:20, 21; rujuk: Mat 1:18, 19; II Kor 11:2)

(3)     Jangan bernikah dengan orang kafir

a)       Abraham, bapa iman, menyuruh hamba tertuanya yang menguasai seluruh kepunyaannya supaya mengangkat sumpah jangan mengambil untuk anaknya seorang isteri dari antara perempuan Kanaan (Kej 24:2-4)

b)       Raja Salomo tergoda dan berbuat dosa kerana berkawin dengan perempuan kafir (Nh 13:23-27)

c)       Pada zaman Perjanjian Baru ada juga perintah yang sama (I Kor 7:39; II Kor 6:14-18)

(4)     Sistem satu suami satu isteri

a)       Pada mulanya Allah hanya menciptakan satu laki-laki dan satu perempuan (Kej 2:25; rujuk: Mal 2:15)

b)       Keduanya menjadi satu daging (Ef 5:31; Kej 2:24)

c)       Suami dari dua isteri tidak boleh memegang jabatan kudus (I Tim 3:2, 12; Tit 1:6)

(5)     Bolehkah bercerai

Δ        Kata Paulus: “Kalau orang yang tidak beriman itu mau bercerai, biarlah ia brcerai” (I Kor 7:15). Tetapi selanjutnya dia berkata: “Bagaimanakah engkau mengetahui apakah engkau tidak akan menyelamatkan suamimu [atau isteri]?” (I Kor 7:16; rujuk: I Ptr 3:1). Maka dapat diketahui walaupun seseorang pemercaya ditinggalkan oleh pasangannya, Paulus berharap ianya akan bersabar: “Jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami” (I Kor 7:11; Mrk 10:11, 12). Sebab perceraian adalah hal yang dibenci oleh Allah (Mal 2:16)

Δ        Hanya ada satu alasan yang memperbolehkan seseorang bercerai, iaitu sepihak berzinah (Mat 5:31, 32; 19:8,9; rujuk: Ul 22:20, 21)

(6)     Boleh menikah lagi setelah suami telah meninggal (Rm 7:2, 3; I Kor 7:8, 9, 39)

(7)     Perihal tidak berkahwin seumur hidup

Δ        Tetap dalam keadaannya bagi pekerjaan pelayanan kepada Allah memang sangat baik, tetapi hanya mereka yang dikaruniai saja dapat berbuat demikian (I Kor 7:25-35; rujuk: Mat 19:10-12)

Δ        Melarang orang berkahwin secara paksa adalah salah (I Tim 4:1-3)

(8)     Orang tua harus perhatikan perkahwinan anak-anak sendiri

Δ        Harus membimbing anak-anak kahwin menurut kehendak Allah (Kej 24:1-6; 28:1-3)

Δ        Jangan merosakkan kesucian anak perempuan dengan menjadikan dia perempuan sundal (Im 19:29; Ul 23:17)

Δ        Jangan membawa upah sundal atau wang semburit ke dalam rumah Tuhan (Ul 23:18)

2.      Kebenaran Tentang Suami Isteri

(1)     Suami terhadap isteri

Δ        Harus mengasihi dia sebagaimana Yesus telah mengasihi jemaat (Ef 5:25, 28, 29)

Δ        Hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah dan hormatilah dia (I Ptr 3:7)

Δ        Jangan berlalu kasar (Kol 3:19; Mal 2:16)

Δ        Jangan mengabaikan pendapat isteri (I Kor 7:3-5) Harus hidup bahagia dengannya (Phh 9:9; rujuk: Kej 24:67; Kid 4:7-15)

Δ        Isteri yang berakal budi adalah pemberian Allah (Ams 18:22; 19:14)

(2)     Isteri terhadap suami

Δ        Sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian jugalah isteri kepada suami dalam segala sesuatu (Ef 5:22-24; I Ptr 3:1-5; Kol 3:18)

Δ        Tidak berkuasa atas diri sendiri (I Kor 7:3-5)

Δ        Harus membantu suami (Kej 2:18) – Hawa dijadikan untuk membantu Adam

Δ        Perempuan yang cekap dalam kitab Amsal 31:10-31: “Suaminya tidak akan kekurangan keuntungan”. Sebab dia ‘rajin’ (13, 18, 19, 24), ‘pandai mengatur rumah’ (15, 16, 21, 24, 27), ‘murah hati’ (20), ‘berhikmat’ (26) dan ‘takut akan Tuhan’ (30). Sebagai seorang isteri harus contohinya.

Δ        Perempuan janganlah mementingkan perhiasan lahiriah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa, yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram (I Ptr 3:3-5; I Tim 2:9-11)

Δ        Isteri yang jahat mencelakakan suami (Ams 12:4; 21:9; Hak 16:15-21)

3.      Kebenaran Antara Ayah Dan Anak

(1)     Kewajiban orang tua terhadap anak-anak

Keluarga adalah pusat mendidik agama, kewajiban terutama sebagai ibubapa ialah memelihara dan memupuk kepercayaan anak-anak.

a)    Harus mendidik anak-anak takut akan Allah (Kej 18:19; Mzm 78:3-8; 71:18)

i)      Raja Daud meninggalkan pesan kepada Salomo supaya takut akan Allah dan memegang perintahNya (I Raj 2:1-4)

ii)     Kornelius membimbing sekeluarganya takut akan Tuhan (Kis 10:1-2)

 iii)    Nuh dan Yosua sekeluarga takut akan Allah (Kej 7:1; II Ptr 2:5; Yos 24:15)

b)       Didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Ef 6:4)

i)      Anak adalah pemberian Allah (Mzm 127:3) yang menerima kasih karunia kehidupan bersamamu (rujuk: I Ptr 3:7). Oleh sebab itu harus menghormatinya, janganlah sakiti hatinya (Kol 3:21; rujuk: Mat 19:13, 14; Mi 2:9)

ii)     Mendidiknya mengenal Alkitab dari kecil, supaya dia mempunyai dasar dalam kebenaran (II Tim 3:15; rujuk: II Tim 1:5; Ul 6:6, 7; Ams 22:6). Yusuf dan Daniel sudah mengerti Alkitab sejak masa muda, lantas mempunyai dasar kepercayaan yang kukuh (rujuk: Kej 37:2, 28; 39:9; Dan 1:4, 8).

c)       Harus segera perbaiki kesalahan anak-anak (Ams 13:24; 19:18; 22:15; 23:13, 14)

i)      Eli tidak mendidik anak-anaknya dengan tegas, sehingga mendatangkan malapetaka (I Sam 2:29-34, 12-25)

ii)       Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka dan menguduskan mereka, mempersembahkan korban bakaran untuk mereka, sebab ia takut, kalau-kalau anak-anaknya berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati (Ayb 1:5)

iii)      “Didiklah anakmu, maka ia akan memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu” (Am 29:17).

d)       Harus berdoa untuk anak-anak (I Taw 29:19; Luk 23:28)

Δ        Tujuan muktamad mendidik anak-anak ialah supaya mereka menjadi perabot yang kudus, hidup untuk Tuhan, memberikan kebaikan kepada orang banyak dan memuliakan Allah (rujuk: Rm 14:7, 8; 12:1; I Kor 6:20; I Sam 1:28; II Tim 2:2)

(2)     Anak-anak terhadap orang tua

a)       Harus berbakti pada orang tua (Kel 20:12)

Δ        Seseorang anak yang berbakti pada orang tuanya, tidak berhutang terhadap mereka. Berbakti adalah membalas budi orang tua, yang telah melahirkan, memelihara, mendidik dan lain-lain (I Tim 5:4)

b)       Firman perihal berbakti

Δ        Taat pada orang tua di dalam Tuhan (Ef 6:1; Kol 3:20; Ams 6:20-22; rujuk: Luk 2:51); jikalau perkataan orang tua tidak sesuai dengan Firman Tuhan; misalnya menyuruh engkau berbuat jahat dan meninggalkan Allah, maka jangan ditaati.

Δ        Harus menerima ajaran orang tua (Ibr 12:7-9; Ams 15:5; 13:1)

Δ        Jangan menganiaya orang tua (Ams 19:26)

Δ        Jangan menghina orang tua (Ams 23:22; 15:5); sesudah Salomo menjadi raja, dia tetap menghormati ibunya (I Raj 2:19)

Δ        Jangan mengutuki orang tua (Im 20:9; Mat 15:4)

Δ        Harus memelihara orang tua; Rut memungut bulir-bulir gandum untuk memelihara ibu mertuanya (Rut 2:2). Tuhan berkata bahawa jangan kerana memberikan persembahan kepada Allah maka boleh abaikan nafkah pemeliharaan orang tua (Mrk 7:10-12). Menjelang saat-saat kematianNya, Tuhan menyerahkan ibuNya kepada murid-muridNya (Yoh 19:26, 27)

Δ        Harus membawa orang tua kembali kepada Tuhan, supaya sama-sama menikmati kebahagiaan kekal di Sorga (rujuk: Kis 16:31; Mrk 5:19; Rm 9:1-3)

c)       Siapa yang tidak berbakti pasti akan dikutuk (Ul 27:16)

Δ        Siapa yang mengutuki ayah dan ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap (Ams 20:20; rujuk: Ams 30:17).

Δ        Absalom ingin merampas takhta kerajaan lalu mengumpulkan tenteranya untuk membunuh ayahnya; namun itu mendatangkan malapetaka yang menyebabkan dia mati terbunuh (II Sam 15:13, 14; 18:9-15).

d)       Setiap yang berbakti pasti diberkati (Ef 6:2, 3; Kel 20:12).

i)         Yusuf adalah anak yang berbakti; ketika menemui saudara-saudaranya dia serta-merta menanyakan keselamatan orang tuanya (Kej 43:27, 28). Walaupun sudah menjadi penguasa, namun tidak memandang rendah akan ayahnya yang hanya seorang gembala domba, melainkan segera menyambutnya datang ke sisinya dan memeliharanya (Kej 46:29,30).

ii)       Rut berbakti (Rut 1:16, 17; 2:2-17, 18; 3:11), mendapat berkat dari Allah, memperoleh suami yang mulia (Rut 2:1; 4:13), melahirkan keturunan yang saleh, bahkan keturunannya yang ketiga iaitu Daud, menjadi raja Israel (Rut 4:17; rujuk: II Sam 15:1-5)

 4.      Kebenaran Antara Adik-Beradik

(1)     Diam bersama-sama dengan rukun (Mzm 133:1)

Δ        Hidup dengan rukun sesama adik-beradik, maka orang tua akan gembira (rujuk: Kej 27:41, 42; II Sam 13:37).

Δ        Memelihara kerukunan harus:

a)       Tidak iri hati (Kis 7:9; Kej 37:11)

b)       Tidak membenci (Kej 37:4; Im 19:17)

c)       Rela bertolak ansur (Kej 13:8, 9; I Kor 6:7, 8)

d)       Rela mengampuni (Kej 50:15-21; Kol 3:13)

(2)     Saling menjaga di waktu kesukaran (Ams 17:17)

Δ        Yang kekurangan harus dibantu (Ul 15:7-11)

Δ        Jangan mengambil wang bunga atas wang yang dipinjam kepadanya kerana dia miskin (Im 25:35-37; Ul 23:19-20).

Δ        Pada waktu dia sakit harus jagakan (Ayb 42:11; rujuk: Ayb 19:13; Mat 25:36)

Δ        Abraham menempuh bahaya untuk menolong kemenakannya (Kej 14:13-16)

Δ        Siapa yang tidak memelihara sanak saudaranya, dia itu murtad (I Tim 5:8)

(3)     Bangkit-teguhkan keturunan saudara (Ul 25:5-10; Mat 22:24)

Δ        Pada zaman Perjanjian Lama seorang adik harus membangkitkan keturunan bagi saudaranya (umat kristen tidak ada aturan ini), supaya namanya tetap berada di antara bani Israel. Maka dapat diketahui bahwa Allah menginginkan sebagai sesama saudara harus sedar akan kewajiban yang harus ditunaikan terhadap saudara sendiri (Kej 38:7, 8)

Δ        Perempuan sundal, Rahab memohon kepada pengintai untuk menyelamatkan juga nyawa saudara-saudara laki-laki dan saudara-saudara perempuannya (Yos 2:12, 13; 6:23)

Δ        Paulus rela mengorbankan diri untuk saudara-saudaranya supaya nama mereka terdaftar di Sorga selama-lamanya (diselamatkan) – dalam Perjanjian Lama rela mengorbankan diri supaya nama saudara-saudara tetap berada di bumi (Rm 9:3; rujuk: Why 21:27; Luk 10:20)

5.      Kasih keluarga harus diperluas sampai kepada orang banyak.

Tuhan berkata: “IbuKu dan saudara-saudaraKu ialah mereka, yang mendengarkan Firman Allah dan melakukannya” (Luk 8:21). Paulus juga berkata: “Tegurlah orang yang tua sebagai bapa, dan tegurlah orang-orang muda sebagai saudaramu” (I Tim 5:1, 2). Haruslah kita perluaskan kasih sayang sebagai ibubapa, ketaatan sebagai anak-anak dan sentimen sesama adik-beradik sampai kepada keluarga besar saudara-saudari seiman (II Ptr 1:7).

(1)   Ayub melayani anak yatim dan janda seperti anggota keluarga sendiri (Ayb 31:16-22)

(2)     Paulus dan Timotius mempunyai pertalian seperti bapa dan anak (I Tim 1:2, 4; II Tim 1:2; I Kor 4:17)

(3)     Harus pelihara anak yatim dan janda secara khususnya (Yak 1:27; I Tim 5:16; Ul 10:18; 27:19; Yer 49:11)

(4)     Peliharalah kasih persaudaraan (Ibr 13:1; Mat 23:8; Rm 12:10; I Yoh 4:29, 21)

II.          Kehidupan Sosial Umat Kristian

Tuhan Yesus pernah berkata kepada murid-muridNya: “Kamu adalah garam dunia”. KataNya lagi: “Kamu adalah terang dunia” (Mat 5:13, 14). Terbukti pada waktu itu, Tuhan tidak memerintahkan murid-murid menjauhkan diri dari masyarakat untuk menjalani kehidupan mengasingkan diri daripada dunia, melainkan menghendaki mereka mempratikkan Kebenaran dalam dunia yang penuh kejahatan, menjadi garam dunia dengan tujuan menghalangi masyarakat daripada terus binasa dan rosak; juga menjadi terang dunia untuk memimpin manusia ke arah jalan yang terang dan benar (Flp 2:14-16). Justeru demikian, bagaimanakah umat kristen hidup di dunia dengan tidak mempersia-siakan amanat Tuhan? Berikut dibentangkan beberapa butir:

1.      Perihal Pendidikan

Prinsip kehidupan umat kristen ialah memuliakan Allah dan memanfaatkan orang ramai (I Kor 6:20; 10:24; Rm 15:2). Gereja tidak menghalang sesiapa pun yang menimba ilmu pendidikan yang tinggi; cuma sebagai ibubapa atau belia itu sendiri, haruslah memilih institusi dan bidang pengajian yang memuliakan Allah, juga memanfaatkan orang, bukanlah untuk keuntungan diri; dengan demikian pengajiannya bukan saja tidak mencelakakan dirinya, bahkan boleh digunakan dalam kehidupan kepercayaannya sehingga dapat bersinar untuk Tuhan.  Berikut adalah tiga contoh yang baik:

1)       Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir (Kis 7:22)

Δ        Pada mulanya, Musa boleh menikmati kemewahan dan kesenangan dalam istana Mesir, tetapi disebabkan ia dikehendaki menyelamatkan kaum sebangsanya dari penindasan Firaun, maka dia rela melepaskan segala kekayaan, kenikmatan dan kekuasaannya (Ibr 11:23-27; Kis 7:24).

Δ        Allah telah mengutusnya untuk memimpin umat Israel keluar dari Mesir, dan melaluinya juga telah menuliskan lima gulungan kitab di padang gurun – Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan. Ia dipercayakan kerja sebagai seorang pemimpin dan pengarang adalah serba berkaitan dengan segala pengetahuan yang ia pelajari di Mesir (rujuk: Kis 7:22; Yoh 1:17).

2)       Daniel mempelajari segala hikmat Kasdim (Dan 1:3-5, 17)

Δ        Semenjak masa mudanya, Daniel mempunyai iman yang sangat kuat (Dan 1:8). Kemudian ia dipilih oleh raja untuk menerima pendidikan tertinggi Babel.  Pada waktu itu, Allah teristimewanya mengaruniakan kepada mereka (terdapat tiga lagi orang kudus yang lain) hikmat dan kepandaian di dalam berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sehingga didapati bahawa mereka sepuluh kali lebih cerdas daripada semua teman-teman bangsa asing mereka (Dan 1:17-21)

Δ        Setelah tamat pengajian, mereka diutus bekerja dalam istana raja (rujuk: Dan 1:4), sampai pada pemerintahan raja Darius, orang Media, dia diangkat menjadi penguasa tertinggi kerana kesetiaannya (Dan 6:1-5). Kemudian kerena rakan sejawatnya iri hati maka mereka mencelakainya sehingga dilempar ke dalam gua singa. Namun Allah menolongnya sehingga raja Darius lebih mengenal Allah. Daniel yang begitu berilmu pengetahuan, berkedudukan tinggi dan bermoral baik, berjaya memuliakan Allah di antara bangsa-bangsa asing dan memberikan kebaikan kepada saudara-saudaranya yang ditawan di negeri asing (Dan 6:6-10, 16-18).

3)       Paulus adalah murid Gamaliel (Kis 22:3)

Δ        Gamaliel adalah seorang ahli Taurat yang sangat dihormati orang banyak (Kis 5:34-40). Paulus pernah dididik di bawah pimpinannya, dan menjadi orang pandai yang terkenal (rujuk: Kis 26:24). Tetapi sebelum percaya kepada Tuhan, ilmu pengetahuannya membuat dia menjadi congkak dan tinggi hati (rujuk: I Kor 8:1; Kis 9:1, 2)

Δ        Setelah percaya Tuhan, dia mempersembahkan diri menjadi senjata kebenaran, memberitakan Injil untuk Tuhan. Tuhan juga memberi wahyu padanya tentang rahsia yang tersembunyi sejak dahulu kala. Paulus telah menuliskan banyak kitab-kitab surat dengan cara penulisan yang lancar dan jelas dan dimasukkan dalam Kitab Suci (Rm 16:25; Gal 1:11, 12; rujuk: Mat 13:5)

2.      Perihal Kerjaya

(1)     Lakukan pekerjaan yang baik (Ef 4:28)

Δ        Alkitab mengatakan: “Segala sesuatu diperbolehkan, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Segala sesuatu diperbolehkan, tetapi bukan segala sesuatu membangun” (I Kor 10:13). Setiap jenis pekerjaan adalah penting asal saja ianya membangunkan baik fizikal maupun rohani seseorang. Umpama anggota-anggota tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi dan kegunaannya tanpa perbezaan mana satu yang hina maupun mulia. Namun, kerja-kerja misalnya di dalam kelab-kelab perjudian, pelacuran, tari-menari dan lain-lain kerja yang tidak halal, jangan sekali-kali kita libatkan diri  (rujuk: Tit 3:8, 14; Ul 23:17, 18).

Δ        Tukang kayu adalah pekerjaan yang dihina orang waktu itu, tetapi Allah membiarkan AnakNya yang tunggal lahir di keluarga Yusuf, seorang tukang kayu (rujuk: Mat 13:55). Umat Kristen harus menghormati pekerja-pekerja yang dipandang hina oleh orang-orang dunia, seperti: penyapu jalan, pekerja kebersihan, drebar, pekerja buruh dan lain-lain. Ini disebabkan mereka merupakan ahli-ahli pekerja yang tidak boleh kekurangan dalam masyarakat kita (rujuk: I Kor 12:22, 23; Luk 16:15)

(2)     Soal hamba

Δ        Paulus berkata kepada orang yang menjadi hamba: “Adakah engkau hamba waktu engkau dipanggil? Itu tidak apa-apa” (I Kor 7:21). Dia juga menasihati mereka supaya taat pada tuan mereka dalam segala hal dan setia dalam kerja (Kol 3:22-24). Berkenaan pihak yang lain, dia menasihatkan yang menjadi tuan haruslah memperlakukan hambanya dengan adil (Ef 6:9; Kol 4:1)

Δ        Tetapi Paulus mengharapkan yang menjadi hamba: “Jikalau mendapat kesempatan untuk dibebaskan pergunakanlah kesempatan itu” (I Kor 7:21). Ini bukan bererti meremehkan pekerjaan dan kedudukan hamba, kerana dia menganggap: “Tidak ada hamba atau orang merdeka, kerana semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Gal 3:28)

(3)     Soal kerja

Δ        Alkitab mengatakan: “Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu” (Kel 20:9). Paulus memberi petunjuk kepada jemaat, katanya: “Jikalau seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (II Tes 3:10). Dan lagi pesannya kepada jemaat, harus memberi hukuman terhadap orang-orang yang tidak mau bekerja dan memakan makanan malas (I Tes 4:11; II Tes 3:8-14).  Paulus sendiri membuat kemah sebagai mata pencarian kehidupan dan itu merupakan teladan baik kepada seluruh jemaat (Kis 18: 3, 20:34; I Tes 2:9). Para pemercaya sepatutnya menganggap memakan makanan malas sebagai seperkara yang memalukan bahkan suatu dosa. Mereka yang dari keluarga yang kaya-raya, jangan hanya pergi melancong maupun berpesta-pora dalam kenikmatan seperti orang kaya (Luk 16:19, 22, 25). Memandangkan kehidupan adalah lebih stabil, maka harus persembahkan tubuh dan jiwa untuk melayani Tuhan (Rm 6:13; 12:1).

3.   Perihal Melayani Orang Lain

(1)   Harus setia

Δ        Terhadap orang harus setia, jangan munafik (Za 8:16; Ef 4:15; Ams 3:5)

Δ        Berurus-niaga jangan curang (Ams 11:1; Ul 25:13-16; Ams 21:6).

Δ        Yang menjadi hakim jangan menerima suap atau terjerumus dalam rasuah (Ul 16:19; Mi 7:3; rujuk: Dan 6:4, 22)

Δ        Berpegang pada janji, walaupun rugi (Mzm 15:4; rujuk: Hak 11:30-40)

Δ        Abraham dipilih kerana hatinya setia (Neh 9:7, 8)

Δ        Allah pasti membantu orang yang setia kepadaNya (II Taw 16:9)

Δ        Orang yang setia adalah umat Allah yang sejati (Yoh 1:47)

(2)   Bermurah hati

Δ        Umat kristen bukan saja tidak boleh membalas kebaikan dengan kejahatan seperti Nabal (I Sam 25:21), bahkan tidak boleh mata ganti mata, dan gigi ganti gigi (Mat 5:38). Harus mengalahkan kejahatan dengan kebaikan (Rm 12:21), jangan membenci sesiapa pun juga; haruslah menaruh kasih, seperti Juruselamat dan Yusuf (Luk 23:34; Kej 50:15-21; I Kor 13:4-9)

Δ        Jangan menutup hati yang berbelas kasihan terhadap anak yatim, janda dan orang miskin yang menderita, serta orang-orang yang ditimpa kemalangan (I Yoh 3:17), harus bekalkan kepada mereka apa yang diperlukan (Yak 2:14-16). Jangan seperti kedua-dua imam dan orang Lewi itu, di mana mereka pura-pura tidak melihat orang yang minta pertolongan mereka (Luk 10:30-32; Ul 21:1-4)

Δ       Melakukan kebajikan adalah perintah Allah (Ul 15:7, 8; Gal 2:10), orang-orang kudus duhulu menganggap bahwa menolong orang miskin adalah hal baik dan mereka giat melakukannya seperti: Dorkas (Kis 9:16), Kornelius (Kis 10:2, 3) dan Zakheus, yang bertobat (Luk 19:8).

(3)   Melakukan kebenaran

Δ        “Jangan memandang muka” (Yak 2:1); membela orang yang kecil dengan tidak sewajarnya memang tidak boleh (Im 19:15), namun terlebih lagi tidak boleh ialah memandang bulu (Ul 1:17). “Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang ada di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati” (I Sam 16:7; rujuk: Luk 16:15)

Δ        Harus adil dalam pengadilan (Ams 24:23, 24); “Pembicara pertama dalam suatu pertikaian nampaknya benar, lalu datanglah orang lain dan menyelidiki perkaranya” (Ams 18:17). Kerana Daud melakukan keputusan hanya berdasarkan perkataan Ziba, mengakibatkan ianya hanya menyalahkan Mefiboset (II Sam 16:1, 4; 19:24-30). Jangan mudah percaya sekalipun ada saksi. Misalnya: Izebel yang mencelakai Nabot dengan dua orang saksi palsu (I Raj 21:8-14). Orang Yahudi juga menggunakan cara demikian untuk mencelakai Tuhan Yesus (Mat 26:59-62). Jangan juga memutuskan perkara berdasarkan bukti yang berbentuk material. Yusuf yang setia dimasukkan ke dalam penjara oleh tuannya kerana tuannya tidak menyelidiki asal usul pakaian Yusuf yang di tangan isterinya (Kej 39:11-20).

Δ        Harus berani mengusulkan keadilan: Nabi-nabi dalam sejarah, kesemuanya tidak takut pada kekuasaan dan ancaman. Sebaliknya dengan beraninya mereka mencela kejahatan, menuntun orang berbuat adil demi memperluaskan kebenaran Allah. Misalnya: Daniel (Dan 4:27), Zakharia (II Taw 24:20,21), Yohanes Pembaptis (Mat 14:3-11) dan terlebih lagi Tuhan Yesus (Yoh 7:7; Mat 23:13-39; 21:12-14; Luk 19:45-57).

Δ        Berlaku adil bukan saja boleh mengurangkan hal-hal yang merugikan orang, bahkan lebih mendorong orang untuk berusaha berbuat baik dan setia pada kerjanya. Andaikata pihak-pihak atasan berlaku adil, maka kedudukannya akan lebih kukuh (Ams 16:12); dan andaikata rakyat juga berlaku adil, maka negara pasti ditinggikan (Ams 14:34), dan menyelamatkannya pada Hari Penghakiman nanti (Ams 11:4)

4.   Perihal Pergaulan

(1)   Jangan semberono dalam pergaulan (I Kor 15:33)

a)       Jangan bergaul dengan: yang tidak percaya, yang tidak benar (II Kor 6:14-18), yang duniawi (Yak 4:4), pemarah (Ams 22:24), pengumpat (Ams 20:19), selalu berubah-ubah tidak tetap (Ams 24:21), pelahap dan peminum (Ams 23:30)

b)       Orang-orang yang harus didekati: saudara seiman dalam gereja (I Ptr 2:17; Rm 12:10), orang yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni (II Tim 2:22), orang yang berhikmat (Ams 13:20), Tuhan Yesus (Yoh 15:14). Allah menyebut Abraham sebagai sahabat (Yak 2:23; II Taw 20:7; Yes 41:8).

c)       Persahabatan Yonatan dan Daud: Yonatan memberikan barang-barang kesayangannya kepada Daud (I Sam 18:1-4), membela Daud (I Sam 19:1-7), rela membiarkan Daud menjadi raja (I Sam 23:15-18). Daud sangat bersedih atas kematian Yonatan, menangis dan berpuasa demi dia (II Sam 1:11, 12), menyebut kasih Yonatan melebihi kasih perempuan (II Sam 1:26). Memperingati persahabatannya setelah Yonatan meninggal, dan berbuat baik terhadap anaknya, Mefiboset (II Sam 9:1-8).

      (2)   Jangan minum arak

Δ        Keburukan arak: arak yang keras membuat orang sakit (Hos 7:5), si peminum menjadi miskin (Ams 23:21), bahkan menjual anak untuk membeli arak (Yl 3:3). Arak membuat orang bertengkar (Ams 23:29), berzinah (Kej 19;30-38), telanjang (Kej 9:21), mati dan binasa kerajaannya (Dan 5:1-9, 25-31)

Δ        Ajaran Alkitab: masuk Kemah Pertemuan (Kemah Pertemuan melambangkan gereja benar: Ibr 8:2), tidak boleh minum arak, agar jangan sampai mati (Im 10:9; Yeh 44:21). Orang nazir yang dikhususkan menjadi kepunyaan Tuhan (jemaat semuanya adalah kepunyaan Tuhan: Gal 3:27), tidak dibenarkan minum anggur ataupun minuman yang memabukkan (Bil 6:1-3: Hak 13:4, 7, 14). Nabi-nabi dan raja-raja (jemaat pun sama: I Kor 14:31; Why 5:9, 10) juga tidak boleh minum anggur atau minuman yang memabukkan (Luk 1:15; Ams 31:4). Pemabuk tidak dapat menerima Kerajaan Allah (I Kor 6:10; Gal 5:21). Bani Israel tidak minum anggur atau minuman yang memabukkan selama 40 tahun di padang gurun (Ul 29:5, 6). Alkitab mengatakan: “Jangan melihat kepada anggur, kalau merah menarik warnanya, dan mengilau dalam cawan, yang mengalir masuk dengan nikmat, kemudian memagut seperti ular, dan menyemburkan bisa seperti beludak” (Ams 23:31, 32).

      (3)   Hiburan

a)       Menari man perjudian: menari amat memudahkan dua jantina melampiaskan hawa nafsu sehingga timbul niat buruk lalu berbuat dosa. Untuk menghindari perzinahan dan memelihara kekudusan hati, maka umat kristen tidak boleh menyetujui tari-menari (rujuk: Mat 5:27-30; I Kor 7:1; II Tim 2:22)

b)       Perjudian: berjudi adalah suatu perbuatan tamak. Ia menjadikan orang yang kalah sangat sedih dan gelisah sehingga ia sanggup melakukan apa jua, sekalipun melanggar undang-undang, asal saja dapat melunaskan hutangnya. Juga membuat orang yang menang mabuk dalam pesta pora, sehingga keluarga yang tenteram menjadi kacau-bilau. Alkitab mengatakan: “Jangan menginginkan rumah sesamamu atau apa saja yang dipunyai sesamamu” (Kel 20:17). Dan lagi: “Akar segala kejahatan ialah cinta wang………” (I Tim 6:10). Maka umat Kristen jangan melakukan perjudian yang melanggar perintah Allah dan merosakkan diri sendiri.

c)       Tayangan filem dan sandiwara: tayangan gambar, drama ataupun sandiwara, jika dipergunakan dengan baik, adalah berfaedah, khasnya sebagai pendidikan. Tetapi hati manusia sekarang condong pada kejahatan dan pengusaha berusaha mengikuti selera penonton, supaya mendapat keuntungan yang lebih banyak, maka isi cerita kebanyakan bertema percabulan, kejahatan dan penuh kelicikan. Dalam keadaan ini, kita harus menentukan tindakan kita seperti semangat Paulus, yaitu supaya diri sendiri atau orang lain tidak ternoda oleh kejahatan (I Kor 8:13).

Δ        Alkitab mengatakan: “Mata Tuhan terlalu suci untuk melihat kejahatan dan tidak dapat memandang kelaliman” (Hab 1:13). Orang-orang kudus dulu berkata kepada Tuhan: “Lalukanlah mataku daripada melihat hal yang hampa, ……. menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan” (Mzm 119:37; Yes 33:15). Hawa dan Daud berbuat dosa kerana mata (Kej 3:6; II Sam 11:2-8). Keinginan mata bukan berasal dari Allah, kita harus menetapkan syarat dengan mata seperti Ayub, harus menjauhkan diri dari buku-buku dan gambar-gambar yang tidak benar, dan bertekad untuk tidak mendengarkan lagu-lagu yang tidak sesuai dengan ibadah (Yoh 2:15, 16; Ayb 30:1)

d)       Perhiasaan: perempuan tidak boleh sengaja berdandan secara menjolok mata dengan tujuan ingin menarik perhatian orang. Alkitab mengatakan: “Hendaklah perempuan berdandan dengan pantas dan sopan; jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang indah-indah” (I Tim 2:9, 10; I Ptr 3:3). “Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan” (Ul 22:5). “Perhiasanmu adalah roh yang lemah  lembut dan  tenteram” (I Ptr 3:4, 5). Harus menjunjung kerapian dan kesederhanaan, dan memandang dandanan yang berlebihan dan pemborosan wang sebagai suatu ketidakbijaksanaan (rujuk: Luk 16:19, 25; Why 17:3-5)

5.   Terhadap Negara

Negara dibentuk untuk keselamatan dan kepentingan rakyat. Prinsip undang-undangnya harus berdasarkan keadilan, kebenaran dan kasih. Sebagaimana seorang kristen menunaikan tanggungjawabnya kepada negara ada diterangkan sejelas-jelasnya di dalam Alkitab.

(1)     Harus tunduk kepada semua lembaga manusia

“Tunduklah, kerana Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik” (I Ptr 2:13-14; Rm 13:1-5; Tit 3:1)

(2)     Harus membayar cukai yang ditetapkan negara

“Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang berhak menerima cukai” (Rm 13:6, 7). Tuhan Yesus berkata: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar” (Mat 22:20, 21; rujuk: Mat 17:24-27).

(3)     Harus menghormati kepala negara dan penguasa-penguasa dan berdoa bagi mereka (I Ptr 2:17; I Tim 2:1-3)

(4)     Di kala undang-undang kerajaan bercanggahan dengan perintah Allah, haruslah tunduk kepada Allah.

Δ        Jikalau penguasa condong diktator, melanggar kehendak Allah, meremehkan hak asasi menusia, dan melarang rakyat beragama dan menyebarkan agama, maka umat Kristen harus mencontohi orang-orang kudus zaman dahulu kala. Misalnya, Daniel dan ketiga orang sahabatnya, rasul Petrus, rasul Yohanes dan lain-lain, yang tidak tunduk kepada kelaliman, melainkan hanya tunduk kepada perintah Allah dan setia kepada Tuhan (Dan 6:4-10; 3:1-18; Kis 5:29; 4:18-20).

Δ       Walaupun negara ada lembaga pengadilan, tetapi Alkitab melarang umat Kristen mengadu ke pengadilan bila terjadi perselisihan. Ini bukan bererti menghina pengadilan, melainkan menginginkan mereka mengingat kasih Tuhan dalam sengketa, baik yang berkaitan nama baik seseorang maupun harta kekayaan, dan rela rugi, tunduk pada pendamaian gereja, dengan senang hati memaafkan saudara, menjalankan dasar prinsip kehidupan Sorgawi – pancarkan kasih di dalam masyarakat yang gelap ini (I Kor 5:1-8; 13:4-8; Mat 18:21-35; Kol 3:13)

Bab 18 Persembahan

I.     Mengapa Harus Memberi Pesembahan?

1.      Sebab segala sesuatu adalah milik Tuhan

Δ        Dunia dan segala isinya adalah kepunyaan Allah (Mzm 50:10-12; 89:11)

Δ        Allahlah yang memberikan kekuatan untuk memperoleh kekayaan (Ul 8:18; I Taw 29:12; I Sam 2:7)

Δ        Sumber asal tenaga untuk bekerja – nyawa, adalah diberikan Allah (Yak 4:13-15; Ul 32:39)

Δ        Kita adalah pengurus–pengurus rumah Allah, harus berbuat segala sesuatu menurut kehendak Tuan kita (Luk 16:1, 2)

 2.      Allah memerintahkan kita memberi persembahan

Δ        “Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu” (Ams 3:9; Ul 26:1-3, 10)

Δ        Kata Tuhan: “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi……tetapi kumpulkanlah bagimu harta di Sorga” (Mat 6:19, 20)

Δ        Allah berfirman: “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan  supaya ada persediaan makanan di rumahKu” (Mal 3:10)

Δ        “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan” (Ibr 13:16)

3.      Untuk membalas anugerah Allah

Δ        Kerana begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal kepada kita (Yoh 3:16; I Yoh 3:16)

Δ        Allah mengampuni dosa kita dengan cuma-cuma (Rm 3:23-25; Mzm 103:2,3; rujuk: Kis 2:38; 22:16)

Δ        Menyebut kita sebagai anak Allah, dan mengaruniakan Roh Kudus sebagai bukti (Gal 4:6; Ef 1:13, 14; Rm 5:5; 8:15, 16)

Δ        Menyembuhkan segala penyakit kita dan memberi makanan yang kita perlukan (Mzm 103:3; Kis 14:15-17)

Δ        Ketika bani Israel sembuh dari penyakit kusta, mereka harus mengambil dua ekor domba jantan dan seekor domba betina dan tiga persepuluh efa tepung yang diolah dengan minyak sebagai korban sajian serta satu log minyak (Im 14:1, 2, 10, 11). Penyakit kusta kita – dosa – sudah dibersihkan, adakah kita mempersembahkan kepada Allah persembahan yang lebih banyak dari mereka? (rujuk: Luk 17:12-19; II Kor 5:14, 15)

II.          Harus Bagaimana Memberi Persembahan?

1.   Persembahan Persepuluhan

(1)     Asal usul persembahan persepuluhan

a)       Abraham memberikan seperpuluh dari semuanya kepada Melkisedek – Imam Allah Yang Mahatinggi (Kej 14:18-20)

Δ        Yang menjadi anak-anak Abraham harus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya (Yoh 8:39)

Δ        Orang yang dibaptis masuk ke dalam Kristus adalah keturunan Abraham (Gal 3:27-29)

b)       Yakub juga pernah bernazar akan memberi persembahan persepuluhan (Kej 28:22)

c)       Pada waktu Musa, persembahan persepuluhan dimasukkan ke dalam hukum Taurat dan ditetapkan sebagai ‘persembahan kudus bagi Tuhan’ agar umat melakukannya (Im 27:30, 32)

d)       Waktu Hizkia memulihkan kepercayaan bangsanya, ia memerintahkan umat untuk persembahkan persepuluhan (II Taw 31:4-8)

e)       Setelah Nehemia kembali ke Babel, ia memerintah umat melaksanakan persembahan persepuluhan (Neh 10:37, 38; 12:44; 13:10-12)

f)        Pada waktu Maleakhi, umat ditegur sekeras-kerasnya oleh Allah kerana tidak persembahkan ‘persepuluhan yang harus dipersembahkan’ (Mal 3:8-10)

g)       Waktu Tuhan Yesus datang ke bumi, persembahan persepuluhan adalah yang lazim diamalkan bangsa Yahudi (Luk 18:18)

h)       Tuhan berkata tentang persembahan persepuluhan: ‘Yang lain’ (persembahan persepuluhan) ~ jangan diabaikan (Mat 23:23; Luk 11:42). KataNya lagi: “Berikanlah kepada Allah (menunjukkan persepuluhan – Im 27:30) apa yang wajib kamu berikan kepada Allah (Mat 22:21)

(2)     Kegunaan persepuluhan

a)    Persepuluhan adalah bahagian yang patut diterima para pekerja Allah

i)      Abraham persembahkan sepersepuluh kepada imam Allah (Kej 14:18, 20)

ii)     Allah memberikan kepada bani Lewi persembahan persepuluhan sebagai milik pusaka mereka, sebab mereka melaksanakan kerja-kerja Kemah Pertemuan (Bil 18:21, 24)

Δ        Anak sulung umat Israel adalah dikhususkan bahagi Allah (Kel 13:12, 13). Namun demikian, Allah memilih kaum Lewi sebagai ganti bani Israel yang lahir terdahulu. Justeru demikian, ditetapkan ke sebelas suku Israel harus memberi persembahan persepuluhan kepada kaum Lewi (Bil 3:40-41). Orang Lewi juga harus mengeluarkan sepersepuluh daripada itu untuk dipersembahkan kepada Allah (Bil 18:25, 26; Neh 10:38)

iii) Kata Paulus: “Tuhan telah menetapkan bahawa orang yang memberitakan Injil, seperti orang Lewi pada Perjanjian Lama, harus hidup dari persembahan umat -persepuluhan dan lain-lain (I Kor 9: 13, 14; rujuk: I Kor 9:11; Luk 10:7; I Tim 5:17, 18)

Δ        Paulus pernah mencari nafkah kehidupan dengan membuat kemah disebabkan tidak ada yang memberi tumpangan kepadanya (Kis 18:1-3; 20:32). Namun dia berpesan juga kepada Timotius: “Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian berkenan kepada komandannya” (II Tim 2:4-7). Katanya lagi: “Siapakah yang pernah turut dalam peperangan atas biayanya sendiri?” (I Kor 9:7)

Δ        Allah berfirman: “Hati-hatilah, supaya jangan engkau melalaikan orang Lewi, selama engkau ada di tanahmu” (Ul 12:19; 14:27)

b)    Sebahagian dari persembahan persepuluhan boleh digunakan untuk perayaan pertemuan-pertemuan ibadah kepada Tuhan (Ul 14:22-26)

c)     Sebahagian dari persembahan persepuluhan boleh dibekalkan untuk membantu anak yatim, janda dan orang asing (Ul 14:28, 29; 24:12, 13)

2.      Persembahan Sukarela

Δ        Persembahan persepuluhan adalah yang ‘wajib diberikan’ dan ‘jangan diabaikan’; jika tidak dibayar, maka dikirakan berbuat dosa ‘menipu Allah’ (Mal 3:8). Mempersembahkan yang lahir terdahulu dan yang terbaik dari buah bungaran juga merupakan ketetapan Allah (Kel 13:12, 13; 23:19; Neh 10:33, 36). Korban bakaran, korban sajian dan korban keselamatan adalah korban-korbanan penting bani Israel persembahkan kepada Allah (rujuk: Im fasal 1 hinga 3). Selain itu, bani Israel juga sangat giat memberi persembahan untuk membangun Bait Allah dan memberi sedekah kepada orang miskin dan melarat.  Kedua macam persembahan ini juga tidak boleh kurang bagi umat kristen. Namun demikian, cara persembahan haruslah berdasarkan kerelaan hati masing-masing. Oleh itu ianya disebut sebagai persembahan sukarela. Berikut adalah contoh dan pengajaran dari kedua persembahan tersebut baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

(1)   Untuk membangun Kemah Pertemuan atau Bait Allah

a)       Orang Israel telah mempersembahkan barang-barang untuk membuat Kemah Pertemuan (Kel 25:1-7)

b)       Raja Daud dan kepala-kepada suku memberikan persembahan dengan segenap kekuatan untuk membangun Bait Allah (I Taw 29:1-9)

c)       Raja Yoas memerintah rakyatnya memberi persembahan sukarela untuk memperbaiki Bait Allah (II Raj 12:4, 5)

d)       Raja Yosia mengumpulkan wang untuk memperbaiki Bait Allah (II Raj 22:3-5)

e)       Rakyat persembahkan emas, perak dan harta benda dengan sukarela untuk membangun kembali Bait Allah (Ezr 1:4-11; 2:68, 69)

f)        Nehemia mengorbankan harta dan tenaganya untuk membaiki tembok kota (Neh 5:14-19)

(2)   Untuk membantu anak yatim, janda dan orang-orang miskin

a)       Allah dengan khasnya memerintahkan bani Israel supaya memperhatikan anak yatim, janda, orang asing dan mereka yang miskin (Kel 22:21-24); sama juga di zaman Perjanjian Baru: Yak 1:27; Gal 2:10.

b)       Untuk saudara yang miskin, pada akhir tujuh tahun harus adakan penghapusan hutang (Ul 15:1-11; rujuk: Rm 12:13)

c)       Pada waktu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu, harus kau tinggalkan itu bagi orang miskin, bagi orang asing serta anak yatim dan janda (Im 19:9, 10; Ul 24:19-22)

d)       Pada tahun ketujuh tidak boleh membajak ladang dan segala penghasilan yang tumbuh di ladang pada tahun itu harus diberikan kepada orang miskin di antara seluruh bangsa (Kel 23:10, 11)

e)       Tuhan Yesus berkata: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, …. dan ikutlah Aku” (Mat 19:21)

f)        Zakheus membagikan setengah daripada miliknya kepada orang miskin (Luk 19:8)

g)       Jemaat di Makedonia memberikan bantuan yang melampaui kemampuan mereka kepada orang-orang kudus di Yerusalem (II Kor 8:1-5)

3.      Semangat Memberi Persembahan

(1)     Rela hati

a)       Allah berfirman: “Dari setiap orang yang terdorong hatinya haruslah kamu pungut persembahan khusus kepadaKu” (Kel 25:2, 5)

b)       “Para kepala puak, para kepala suku Israel, para kepala pasukan seribu dan pasukan seratus, juga para pemimpin pekerjaan untuk raja memberikan persembahan dengan penuh kerelaan” (I Taw 29:6-9)

c)       “Pada hari tenteramu (Tuhan) bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan…” (Mzm 110:3)

d)       “Jangan dengan sedih hati atau kerana paksa, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita” (II Kor 9:7; 8:3)

(2)     Tulus hati

a)       Raja Daud dan rakyatnya memberikan persembahan dengan penuh ketulusan dan setia (I Taw 29:9, 11)

b)       Jemaat-jemaat di Makedonia dengan kerelaan sendiri meminta dan mendesak kepada kami (menunjukkan sangat tulus hati), supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus (II Kor 8:4)

c)       Kata Tuhan: “Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu” (Mat 6:3, 4)

(3)     Persembahkan yang terbaik

a)       Harus persembahkan yang tidak bercacat cela (Im 22:17-25; Mal 1:6-8)

b)       Persembahkan yang terbaik dari buah bungaran (Ams 3:9; Kel 23:19)

c)       Persembahkan yang lahir terdahulu (Kej 4:4)

d)       Abraham persembahkan yang terbaik (Ibr 7:4)

(4)     Memberi persembahan dengan segenap kekuatan

a)       Jemaat-jemaat di Makedonia memberikan bantuan yang melampaui kemampuan mereka pada waktu sengsara dan miskin (II Kor 8:1-3)

b)       Maria persembahkan minyak narwastu dengan ‘segenap kemampuan’ (Mrk 14:8, 1-9; Yoh 12:1-8)

c)       Janda miskin persembahkan semua yang ada padanya (Luk 21:1-4)

d)       Para pemercaya pada zaman rasul-rasul persembahkan semua harta kekayaan oleh gerakan Roh Kudus (Kis 2:44, 45; 4:32-37)

e)       Tuhan berkata: “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Luk 12:48)

(5)     Memberikan persembahan tepat pada waktunya

a)       Selagi kamu berkecukupan (I Tim 6:17,18)

b)       Selagi hari-hari yang malang belum datang (Pkh 11:2; rujuk: Yeh 7:19)

c)       Selagi wang masih berguna – waktu Tuhan datang wang tidak ada gunanya lagi (Luk 16:9)

d)       Selagi masih hidup (Pkh 9:10)

e)       Selagi Tuhan memerlukannya:

i)      Yusuf menguburkan Tuhan Yesus tepat waktunya (Luk 23:50-53; Mrk 15:42-46)

ii)     Nikodemus persembahkan minyak mur dan minyak gaharu tepat waktunya dan dibubuhkan pada tubuh Tuhan (Yoh 19:39, 40)

Δ        Walaupun beberapa pengikut kaum perempuan telah mempersiapkan rempah-rempah dan wangi-wangian, dibawa ke kuburan Tuhan untuk membubuhi mayatNya, namun tiada lagi kesempatan kerana Tuhan sudah bangkit (Luk 23:56; 24:1, 2)

III.       Faedah Memberi Persembahan

1.      Bagi pekerjaan kudus Tuhan

(1)     Supaya ada persediaan makanan di rumah Allah (Mal 3:10)

(2)     Supaya lebih banyak pekerja memunculkan diri, bekerja untuk Tuhan dengan segenap hati (rujuk: II Tim 2:4; I Kor 9:7-11; Flp 4:15, 16; Neh 13:10, 11; Mat 9:37, 38)

(3)     Supaya semua kerja suci – misalnya: melatih para pekerja, penginjilan menyebarkan Injil, penginjilan kesusasteraan, membina dan memperlengkapi bangunan gereja dan lain-lain – boleh berjalan dengan lancar, sehingga memuliakan Allah dan membawa faedah bagi mnusia. Di waktu Zerubabel, kerja membangunkan Bait Allah terhalang kerana umat hanya mementingkan diri sendiri (rujuk: Hag 1:2-8)

2.      Bagi orang yang mendapat bantuan

(1)     Supaya orang miskin mendapat bantuan dalam kehidupannya (I Yoh 3:17, 18; Yak 2:15, 16; Ul 15:6)

(2)     Supaya iman mereka terdorong sehingga semakin bersyukur kepada Allah dan memuliakanNya (II Kor 9:12, 13)

(3)     Supaya mereka mendoakan serta memberkati orang yang membantunya (II Kor 9:14; Ayb 29:13; 31:20)

3.      Bagi penyumbang

(1)     Jasmani mendapat berkat

Δ        “Orang yang baik hati akan diberkati, kerana ia membagi rezekinya dengan si miskin” (Ams 22:9)

Δ        “Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi Tuhan, yang akan membalas perbuatannya itu” (Ams 19:17)

Δ        “Allah akan membuat mereka berkecukupan di dalam segala sesuatu” (II Kor 9:8; Ul 15:10; Ams 3:9, 10; 11:24, 25)

Δ        Tuhan akan meluputkan dia pada waktu celaka (Mzm 41:2)

Δ        Kerana Dorkas berbuat kebajikan, suka menderma, maka ia mendapat anugerah yang begitu istimewa dari Allah, yakni bangkit dari maut (Kis 9:36-41)

(2)     Rohani mendapat berkat

Δ        Kerana Kornelius sering memberi sedekah, maka perbuatannya diperingati Allah sehingga ia beroleh anugerah keselamatan – menerima Roh Kudus, memperoleh hidup dan menerima baptisan pengampunan dosa (Kis 10:1-8, 44-48)

Δ        “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaranNya tetap untuk selamanya” (II Kor 9:9)

Δ        “Memberi sedekah adalah untuk mengumpulkan harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya untuk mencapai hidup yang sebenarnya” (I Tim 6:17-19; Mat 6:20)

Δ        “……supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi [kerajaan Sorga]” (Luk 16:9; rujuk: Mat 19:20)

Δ        Tuhan berkata: “Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mat 6:21). Memberi persembahan membolehkan seseorang lebih memperhatikan dan prihatin akan hal-hal Tuhan, lantas lebih mendekat kepada Tuhan.

4.      Akibat orang yang tidak memberi persembahan

(1)     Akan menjadi miskin (Ams 11:24)

(2)     Doanya tidak didengar Tuhan (Ams 21:13)

(3)     Membangkitkan murka Allah:

a)       Umat tidak memberi persembahan persepuluhan menyebabkan mereka dikutuk Allah (Mal 3:8,9)

b)       Kerana tidak memperhatikan Bait Allah maka kehilangan anugerah Allah (Hag 1:9-11)

c)       Kerana raja Belsyazar tidak memuliakan Allah, bahkan menodai pula  perkakas Bait Allah, maka ia dihukum Allah sehingga mati dan bangsanya musnah (II Taw 32:25)

Δ        Kita harus memperingati perkataan Tuhan Yesus: “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” dan bertekad memberikan persembahan dengan segenap kemampuan untuk membalas anugerah Allah agar banyak orang mendapat faedah dan diperkenankan Allah (Kis 20:35)

Δ        Selain mempersembahkan harta dengan segenap kemampuan untuk kerja-kerja suci, umat kristen harus juga mempersembahkan tubuh sendiri sebagai persembahan hidup, mengerjakan pekerjaan kudus dengan segenap kekuatan dan ‘hidup untuk Tuhan’ (Rm 12:1; 14:7, 8)

Bab 17 Gereja

I.     Pentingnya Gereja

1.      Erti gereja

Δ        Kata ‘Gereja’ (Ecclesia), bahasa Yunani aslinya ialah ‘jemaat yang dipanggil keluar’ atau perkumpulan (Kis 20:28); pada zaman Perjanjian Baru khusus menunjukkan sekelompok orang yang ditebus oleh darah Tuhan Yesus dari dunia ini (rujuk: Kis 20:28; Why 5:9, 10)

Δ        Pada zaman Perjanjian Lama Allah pernah memilih bani Israel menjadi umat pilihanNya: “Tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir”. Ini adalah lambang gereja pada Perjanjian Baru (Ul 14:2; Bil 23:9; Im 20:26)

Δ        Pada zaman Perjajian Lama harus disunat baru boleh menjadi umat Allah (Kej 17:9-14), tetapi pada zaman Perjanjian Baru harus percaya dan dibaptis, baru boleh masuk dalam Kristus menjadi anggota tubuh gereja (Gal 3:27; Kol 1:12-14; Yoh 3:5; I Kor 12:13)

2.      Kemuliaan gereja

Δ        Jemaat yang adalah tubuhNya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu (Ef 1:23; Kol 1:24)

Δ        Yesus Kristus adalah Kepala Jemaat, dan jemaat adalah anggota tubuhNya, maka menganiaya jemaat sama dengan menganiaya Tuhan (Ef 5:23; I Kor 12:27; Kis 9:1-5)

Δ        Jemaat adalah wakil Kristus, mempunyai hak untuk menetapkan dosa dan mengampuni dosa oleh Roh Kudus. Taat pada jemaat sama dengan taat pada Tuhan, meninggalkan jemaat sama dengan meninggalkan Tuhan (Mat 18:17, 18; Yoh 20:22, 23; Luk 10:16)

3.      Gereja dan keselamatan

Δ        Gereja adalah tempat Allah memberikan anugerahNya, menyatakan kuasaNya dan menyampaikan kehendakNya, juga tempat mempermuliakanNya (Ef 1:23; 3:10, 21)

Δ        Gereja adalah Rumah Allah yang kekal. Memasuki gereja ialah memasuki Rumah Allah (I Tim 3:15; Ef 2:17-19); jika meninggalkan rumah ini pasti kehilangan hidup (rujuk: Yos 2:18, 19)

Δ        Gereja ialah pokok anggur benar yang tunggal, jemaat adalah ranting-rantingnya, jika ranting terlepas daripada pokoknya pasti akan kering dan dibakar (Yoh 15:1-6), jika pemercaya meninggalkan gereja pasti akan binasa (rujuk: I Yoh 2:19; I Raj 1:36, 37, 39-46)

Δ        Gereja adalah kandang domba Tuhan, maka yang masuk ke dalam kandang Tuhan barulah domba Tuhan, baru beroleh hidup (Yoh 10:1, 7-10, 16; I Ptr 2:25)

II.    Organisasi Gereja

1.      Organsiasi gereja setempat

Δ        Setiap gereja harus ada ‘orang-orang kudus’, ‘para penilik jemaat’ dan ‘para diaken’, barulah sempurna (Flp 1:1; I Kor 1:2)

Δ        Oleh sebab itu Paulus mengangkat para penatua di gereja (Kis 14:23), juga menyuruh Titus mengangkat para penatua di setiap kota (Tit 1:5)

Δ        Diaken diadakan untuk membantu para rasul (rujuk: Kis 6:1-6, 21:8). Jabatan ini tidak boleh kurang di dalam Rumah Allah, maka Paulus memberitahukan Timotius harus bagaimana mengangkat dan melantik diaken gereja (I Tim 3:14, 14, 8-13)

2.      Syarat dan tanggungjawap penatua dan diaken

(1)     Penatua juga disebut penilik jemaat (Kis 20:17, 28; I Tim 3:1-7; Tit 1:5-8). Penatua adalah menunjukkan kedudukan rohani; ertinya ialah yang tertua (I Tim 5:1 dan I Ptr 5:5 menggunakan istilah ‘orang-orang yang tua’; kata asalnya sama dengan ‘penatua’). Penilik jemaat menunjukkan jabatannya (I Tim 3:5; Kis 20:28)

(2)     Syarat penatua dan diaken

Δ        Mengenai syarat penatua dan diaken dalam I Tim 3:1-13 dan Tit 1:5-9, Paulus memberi petunjuk yang jelas, isinya dapat dibahagikan kepada tiga, seperti yang diungkapkan pada waktu para rasul pertama kali mengangkat jabatan diaken:

(a)     Penuh Roh (Kis 6:3; rujuk: Kis 6:10; I Tim 3:13; Tit 1:9)

(b)     Penuh hikmat (Kis 6:3; I Tim 3:4, 5, 9, 12; Tit 1:9)

(c)     Terkenal baik (Kis 6:3; I Tim 3:2, 3, 8, 11; Tit 1:6-8)

Δ     Yang baru masuk tidak boleh menjadi penilik jemaat (I Tim 3:6)

Δ     Diaken juga harus diuji dahulu baru ditetapkan dalam pelayanan tersebut setelah ternyata mereka tak bercacat (I Tim 3:10)

(3)     Tanggungjawab penatua

(a)     Menasihati orang berdasarkan ajaran benar, dan membawa orang kembali pada Tuhan (Tit 1:9; I Tim 3:2)

(b)     Harus menggembala domba-domba Tuhan (I Ptr 5:1-4; Kis 20:28)

(c)     Adalah pengurus Rumah Allah, harus mengurus Jemaat Allah (I Tim 5:17; 3:5; Tit 1:7)

Δ     Terhadap pekerjaan gereja, penatua harus mengerjakannya menurut kehendak Allah, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela, dan jangan kerana mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Jangan berbuat seolah-olah mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah menjadi teladan bagi kawanan domba (I Ptr 5:2, 3; Kis 20:28).

Δ     Jemaat harus tunduk pada ajaran penatua (I Ptr 5:5; Ibr 13:17), juga harus menghormati mereka (I Tim 5:17-19; I Tes 5:12, 13)

(4)     Tanggungjawab diaken

(a)     Diaken pada asalnya mempunyai erti ‘yang melayani orang’ [pelayan]; ‘hamba’ dan lain-lain. Kitab Perjanjian Baru diterjemahkan sebagai ‘hamba’ (Yoh 2:5; Mrk 9:35), juga diterjemah kepada ‘diaken’ (Kol 1:7; I Tim 3:8; I Kor 3:5; Rm 15:8)

(b)     Jemaat Yerusalem memilih tujuh orang, walaupun tidak menyebut mereka sebagai diaken, tetapi pekerjaan mereka adalah pekerjaan diaken (Kis 6:1-3)

(c)     Diaken bukan saja menanggung sebahagian pekerjaan, mereka juga harus terlibat secara langsung pergi ke luar bersaksi demi Tuhan, mohonkan karunia besar dari Tuhan untuk melakukan tanda mukjizat dan perbuatan ajaib (Kis 6:8-10)

(d)     Filipus yang terpilih antara ketujuh diaken kemudian dengan khususnya memberitakan Injil di merata tempat (Kis 8:5-13; 26-40; 21:8)

(e)     Paulus berkata, yang menjadi diaken harus memelihara rahsia iman, harus memohon keberanian di dalam kebenaran (I Tim 3:9, 13)

Δ        Boleh mengangkat diakenis dari antara kaum saudari (I Tim 3:11, 12; Rm 16:1)

Δ        Diaken dan penatua sama-sama menjadi pengurus Rumah Allah, maka harus melayani Tuhan menurut karunia masing-masing dalam gereja (rujuk: I Ptr 4:9-11; I Kor 4:1, 2)

3.      Perhubungan sesama gereja

Gereja yang terselerak di pelbagai tempat semuanya adalah anggota tubuh Kristus. Justeru demikian, haruslah saling berhubungan erat di dalam Tuhan seperti satu tubuh (I Kor 12:12-27)

(1)     Di zaman rasul-rasul, sesama kesemua jemaat ada pergaulan dan persekutuan yang mesra (Kol 4:15, 16; Rm 16:1, 2, 16, 21-24).

(2)   Jemaat-jemaat setiap daerah saling bersekutu dan bersatu-padu.

(a)   Pada zaman rasul-rasul kerja penginjilan dibahagikan kepada beberapa daerah (II Kor 10:13-16; Gal 3:8)

(b)   Setiap daerah saling membantu dalam bidang ekonomi (Kis 11:27-30; Rm 15:25-27; I Kor 16:1-3)

(3)     Tiap daerah mempunyai pusat perhubungan

(a)     Pusat perhubungan daerah Yahudi ialah Yerusalem (Kis 8:14, 15)

(b)     Pusat perhubungan daerah bangsa lain ialah Antiokhia (Kis 13:1-3; 14:26-28; 15:30-41)

(4)     Satu pusat utama ditubuhkan sebagai pusat penghubung setiap daerah

Δ        Di mana Yerusalem ialah pusat penghubung seluruhnya (Kis 15:1-4, 18:22; 21:17-20)

Δ        Gereja para rasul seperti yang dikatakan Paulus, adalah gereja di mana semua jemaat  bertumbuh di dalam Kristus, yang adalah Kepala. DaripadaNyalah seluruh tubuh menjadi rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagian yang sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, saling membantu agar tubuh Kristus semakin bertumbuh dan membangun dirinya dalam kasih (Ef 4:16; Kol 2:19)

4.      Karunia Roh Kudus dan pekerjaan gereja

Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan dan bagi pembangunan tubuh Kristus (Ef 4:12), Roh Kudus mengangkat penatua dan diaken di setiap gereja (rujuk: Kis 20:28). Selain itu juga mengangkat rasul-rasul, nabi-nabi, pemberita Injil, penggembala, pengajar dan lain-lain dalam gereja (Ef 4:11; I Kor 12:28-31; Rm 12:4-8). Semua orang berkenaan bekerja menurut karunia yang diberikan Roh Kudus, ada yang bekerja hanya di satu tempat tertentu, manakala ada yang melayani keseluruhan jemaat.

(1)     Rasul-rasul:

Rasul-rasul pada waktu itu selain daripada dua belas orang, Paulus dan Barnabas juga disebut rasul (Kis 14:14). Mereka mendirikan dasar gereja bersama nabi (Ef 2:20; I Kor 3:10; Mat 16:18). Rasul mempunyai hak istimewa terhadap seluruh jemaat (Mat 16:19; Kis 15:22-33; 16:4, 5; I Kor 5:4, 5; II Kor 10:6, 8; 13:10; Yoh 3:9,10). Mereka berjerih payah memberitakan Injil membangun gereja (Kol 1:23, 25; Rm 15:22, 23). Syarat menjadi rasul bukan saja berdasarkan karunia, tetapi lebih berdasarkan asal-usul sejarah; harus pernah melihat Tuhan (Kis 1:21, 22; I Kor 9:1; 15:8); lagi pula mendapat panggilan langsung dari Tuhan (Gal 1:12; I Kor 1:1; Rm 1:1); juga boleh melakukan tanda mukjizat dan perbuatan ajaib (II Kor 12:11, 12)

(2)     Nabi:

Nabi adalah orang yang menerima dan menyampaikan wahyu dari Allah. Ini merupakan karunia istimewa dari Roh Kudus (I Kor 12:10; 14:2, 6, 30; Ef 3:5, 6). Dalam wahyuNya, juga boleh bernubuat tentang kejadian-kejadian yang akan terjadi, seperti bencana kelaparan yang akan menimpa, Paulus dipenjarakan dan lain-lain (I Kor 14:3, 31; Kis 15:32). Kerja nabi bukan hanya bernubuat, melainkan termasuk juga mengajar, menghibur, menasihat dan lain-lain yang berkenaan (I Kor 14:3, 31; Kis 15:32). Nubuat berasal dari gerakan Roh Kudus, namun kekadangnya segala perkataan yang diucap daripada orang yang tergerak itu akan tercampur dengan maksud dan hasratnya sendiri (rujuk: Kis 21:4, 10-14), justeru itu harus selidiki nubuat berkenaan untuk mengenal-pastikannya (I Tes 5:20, 21; I Kor 14:29)

(3)     Pemberita Injil:

‘Pemberita Injil’ juga diterjemahkan kepada ‘penginjil’ (Ef 4:11; II Tim 4:5). Erti kata asalnya ialah orang yang mengabarkan berita kesukaan (rujuk: Rm 10:15). Mereka berolehkan bakat bicara dan kekuasaan penginjilan yang istimewa dari Roh Kudus (Kis 6:9,10). Demi mendapatkan hasil kerja, maka Allah sering memberi mereka kekuatan untuk melakukan tanda mukjizat, memyembuhkan penyakit dan mengusir setan (Rm 15:18; I Kor 12:28; Kis 6:8). Filipus disebut pemberita Injil (Kis 21:8), olehnya Roh Kudus telah memberitakan Kristus di kota Samaria, ia juga melakukan tanda-tanda mukjizat, memimpin banyak orang percaya kepada Tuhan dan dibaptis (Kis 8:5-13). Tuhan juga memberi petunjuk kepadanya untuk memimpin sida-sida Etiopia menerima Juruselamat (Kis 8:26-40). Pekerjaan penginjil ialah: “Pergi ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15), maka mereka tidak sepatutnya bekerja lama-lama di satu tempat saja (rujuk: Rm15:20; Mrk 1:38)

(4)     Penggembala:

Paulus berkata: “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan” (I Kor 3:6). Menanam adalah kerja menginjil ke luar, manakala menyiram ialah kerja membangun di dalam. Apolos mahir dalam kerja membangun (kerja menggembala). Pekerja sedemikian sangatlah diperlukan oleh kawanan domba Tuhan. Sebelum terangkat ke Sorga, Tuhan berturut-turut tiga kali berpesan kepada Petrus untuk gembalakan dombaNya (Yoh 21:15-17). Melahirkan anak hanyalah dalam suatu waktu, akan tetapi memeliharanya adalah untuk seumur hidup. Lantas, kerja menggembala bukanlah senang. Syarat-syarat yang tidak boleh kekurangan pada seorang gembala ialah kasih, kelemahlembutan, kesetiaan dan kesabaran (I Tes 2:7-11; II Tim 2:24, 25; 4:2, 5). Penatua di setiap gereja tempatan adalah gembala tetap gereja tersebut (I Ptr 5:1-3; Kis 20:28). Namun ada juga kerja gembalaan yang tidak terhad hanya di sebuah gereja, misalnya kerja Petrus, Paulus dan lain-lain (Yoh 21:15-17; II Kor 11:28; Kis 20:31; 18:11; 8:14-17)

(5)     Pengajar:

Kerja utama mereka dalam gereja ialah mengajar orang-orang menjadi percaya dan mempelajari firman (I Tim 2:7; Gal 6:6). Alkitab adalah bahan pengajaran mereka yang terbaik (II Tim 3:16,17). Karunia yang mereka terimakan adalah pengetahuan rohani dan berterus terang memberitakan kebenaran Alkitab (I Kor 12:8; II Tim 2:15). Apolos adalah seorang yang kaya dan lengkap dengan karunia sedemikian (Kis 18:24-28). Pada mulanya, Paulus menjadi salah seorang pengajar di Antiokhia saja, baru kemudian ia menjadi pengajar keseluruhan jemaat Allah (Kis 13:1; II Tim 1:11). Dengan adanya pengetahuan Alkitab, barulah para pemercaya kita tidak ‘diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan’ ((Ef 4:14; Hos 4:6). Oleh demikian, dalam pembangunan budi pekerti jemaat, kerja seorang pengajar adalah sangat penting (I Tim 4:13; II Tim 2:2)

5.      Semangat pengurusan gereja

Kata Tuhan Yesus: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu” (Mat 20:25, 26). Gereja ialah rumah Allah (I Tim 3:15), sekali-kali tidak boleh meguruskannya dengan semangat ‘memerintah negara’ melainkan hanya dengan semangat ‘menguruskan keluarga’.

(1)     Kepala keluarga rumah Allah ialah Tuhan Yesus; Dialah satu-satunya Kepala, tidak boleh diganti oleh sesiapa jua; juga tidak perlu wakilNya, sebab Dia hidup dan menyertai gerejaNya (Kol 1:18; Ef 4:15; Mat 28:20; rujuk: I Sam 8:4-9; 12;19)

(2)     Anggota adalah saudara (Mat 23:8). Paulus (II Ptr 3:15), Apolos (I Kor 16:12), Silas (I Ptr 5:12), Timotius (Ibr 13:23), semuanya disebut sebagai saudara dan Febe disebut sebagai saudari (Rm 16:1). Rasul-rasul di Yerusalem juga menyebut diri sebagai saudara (Kis 15:23; Why 1:9)

(3)     Yang menjadi penatua (I Ptr 5:1-3), penginjil (II Kor 1:24) dan semua gembala, tidak boleh memerintah dengan kuasa untuk mengendalikan jemaat, sebaliknya harus menjadi pelayan jemaat (II Kor 4:5; Mat 20:26).

(4)     Yang tua terhadap yang muda, harus seperti terhadap anak-anak sendiri (I Tim 1:2; II Tim 1:2; Tit 1:4; I Yoh 2:1, 12, 18; 3:7). Dan yang muda harus menghormati orang tua seperti menghormati ibubapa sendiri (Flp 2:22; I Tim 5:1, 2).

(5)      Paulus mengeluh bahawa di antara jemaat ada banyak pendidik, namun sedikit bapa (I Kor 4:15). Dia sendiri selalu melayani jemaat dengan ‘kasih ayah ibu’ dalam segala hal (I Tes 2:7-11; II Kor 12:14, 15; Kis 20:31-35)

III.   Syarat-Syarat Yang Wajib Dimiliki Gereja Benar

Tuhan Yesus pernah bernubuat tentang akan adanya nabi palsu dan mesias palsu yang bangkit untuk menyesatkan banyak orang  (Mat 24:4, 5, 11, 23, 24). Maka kita harus mengenalpasti di antara gereja yang benar dengan yang palsu, jangan sampai tersesat dengan menganggap yang palsu sebagai yang benar, sehingga mencelakakan diri sendiri juga orang lain (rujuk: Ams 14:12) Syarat-syarat yang harus dimiliki gereja benar adalah seperti berikut:

1.      Harus disertai Roh Kudus

Δ        Gereja adalah tubuh Tuhan, maka harus disertai RohNya. Gereja yang tidak ada Roh Kudus bukan milik Kristus. Biarpun seberapa banyak anggotanya, seberapa kuat organisasinya. Namun ianya hanyalah suatu pertubuhan sosial yang didirikan atas kehendak mansuia (Rm 8:9; I Kor 12:13; I Yoh 3:24)

Δ        Disertai Roh Kudus baru membuktikan ianya datang dari Allah (Yoh 1:33, 32; 3:34)

Δ        Disertai Roh Kudus baru mempunyai kuasa untuk mengampuni dan menetapkan dosa. Roh Kudus juga merupakan bukti jaminan pemercaya menerima bagian dalam kerajaan Sorga (Yoh 20:21-23; Ef 1:13, 14)

2.      Disertai tanda mukjizat

Δ        Tuhan berjanji: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya”. Tanda mukjizat ialah bukti bahawa Allah beserta dalam kerja (Mrk 16:17-20).

Δ        Tanda mukjizat membuktikan bahawa firman yang diberitakan itu benar (Ibr 2:1-4; Kis 14:3)

Δ        Tanda mukjizat adalah suatu bukti utusan Allah (II Kor 12:12; Mat 11:2-6)

3.      Firman yang diberitakan harus sesuai dengan Alkitab

Δ        Gereja harus dibangunkan di atas dasar ajaran-ajaran Tuhan Yesus, para rasul dan para nabi (Ef 2:19, 20)

Δ        Apa yang diberitakan tidak boleh melampaui ajaran-ajaran Kristus, tidak boleh melebihi apa yang tercatat dalam Alkitab (Yoh 2:9-11; I Kor 4:6)

Δ        Paulus berkata, biarpun sesiapa jua, kalau apa yang diberitakannya tidak sama dengan yang diberitakan mereka, bukan saja dia tidak menyelamatkan orang lain, melainkan membawa orang menuju kebinasaan, maka terkutuklah ia (Gal 1:6-9; II Kor 11:4)

Δ        Walaupun gerejaNya mempunyai Roh Kudus dan disertai tanda mukjizat, namun, jika Injil yang diberitakan masih mengandungi ragi lama, maka tidak boleh dikirakan sebagai gereja yang sempurna (Yes 8:20; Mat 28:20; Why 22:18, 19)

IV.   Amanat Gereja Benar Akhir Zaman

1.      Membangkitkan semula gereja zaman rasul

(1)     Kemusnahan dan pembangunan semula Bait Suci zaman Perjanjian Lama melambangkan keruntuhan dan kebangkitan semula gereja zaman Perjanjian Baru.

(2)     Pencurahan Roh Kudus hujan musim akhir ialah untuk membangkit semula Gereja Benar (Za 10:1; 4:6; rujuk: Kis 1:8)

(3)     Bait Allah dibangun kembali ‘di tempatnya semula’ melambangkan Gereja Benar pada akhir zaman harus memulihkan segala hal sama seperti gereja zaman rasul (Ezr 3:3; Ef 2:19, 20; Gal 1:8; Am 9:11; Yer 33:7).

(4)     Kemuliaan Gereja Benar yang kemudian pasti melebihi kemuliaan yang semula (Hag 2:9)

2.      Membetulkan gereja-gereja yang runtuh

(1)     Elia melambangkan gereja benar akhir zaman; ia memohon kepada Allah menurunkan hujan yang sudah tiga setengah tahun tidak turun. Dia berjuang demi firman sebelum diangkat ke Sorga, mencela bani Israel yang murtad, supaya mereka berbalik dan menerima anugerah. Gereja yang akan diangkat di masa nanti juga menjelaskan kesalahan-kesalahan gereja yang telah meninggalkan kebenaran supaya mereka kembali kepada Allah, memimpin mereka menerima baptisan kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan Roh Kudus (I Raj 18:17-40; Mi 3:8; Mal 4:5, 6; Tit 3:5)

(2)     Ketika Tuhan Yesus mengutus dua belas rasul, Dia memerintahkan mereka untuk pergi kepada domba-domba Israel yang sesat (Mat 10:6)

(3)     Paulus menuruti kehendak Tuhan, di mana ia terlebih dahulu memberi kesaksian tentang Kristus kepada bani Israel (Kis 13:44-46). Apa yang dia mohon kepada Allah ialah supaya bani Israel diselamatkan, sebab mereka memang giat untuk Allah, cuma tidak menurut pengetahuan yang benar (Rm 10:1-3). Sekarang terdapat banyak gereja yang sama dengan bani Israel yang sesat itu. Mereka rela berkorban dan berjerih payah demi keselamatan sendiri dan orang lain, tetapi malangnya mereka tidak berbuat menurut petunjuk Alkitab. Maka kita harus memberikan kebenaran keselamatan kepada mereka terlebih dahulu. Juga memohon Roh Kudus menggerakkan mereka supaya sedar, faham dan percaya lalu kembali kepada satu kandang domba Tuhan (Yoh 10:16; Yer 23:3, 4)

3.      Memberi peringatan kepada orang-orang kafir yang menyembah berhala dan mereka yang tidak percaya pada Allah

(1)     Tuhan Yesus memberi petunjuk kepada murid-muridNya, bahawa setelah Roh Kudus turun mereka bukan saja harus memberitakan Injil di Yerusalem dan di seluruh Yudea, melainkan harus beritakan sampai ke Samaria yang didiami bangsa-bangsa asing, bahkan sampai ke ujung bumi (Kis 1:8; Mrk 16:15).

(2)     Utusan-utusan pada akhir zaman harus memperingatkan umat manusia supaya meninggalkan berhala dan menyembah Allah yang benar (Why 14:7, 8; 9:20, 21; I Tes 1:9)

(3)     Mengabarkan bahawa hari penghakiman Allah ke atas dunia segera akan tiba, umat kepunyaan Allah harus segera keluar dari Babel – dunia yang penuh dosa dan perzinahan, agar jangan sampai binasa bersama-sama mereka (Why 18:1-5; Yer 51:6; Yes 52:11; Kis 17:29-31; rujuk:Why 21:8)

4.      Menyelesaikan pembangunan Gereja Benar

(1)     Allah memusnahkan dunia ini pada zaman Nuh melambangkan kebinasaan manusia akhir zaman. Nuh membuat bahtera sambil memberitakan kebenaran; pekerjaan menyebarkan Injil ke luar harus seiringan dengan pekerjaan membangun di dalam gereja, lantas menyelesaikan kerja membangunkan gereja sebelum Tuhan datang kembali (Mat 24:37; II Ptr 2:5; Kej 6:13, 14; Why 21:8)

(2)     Sebelum Tuhan datang kembali, disebabkan jemaat Gereja Benar sama-sama menerima satu Roh Kudus, pasti akan dapat mencapai kesatuan dan kesefahaman dalam firman kebenaran dan menggenapkan kehendak Tuhan (Ef 4:3; II Ptr 2:5; Kej 6:13, 14; Why 21:1, 2)

Sebelum perkahwinan Anak Domba, mempelai perempuan (jemaat) sudah siap berdandan dengan rapi (Why 21:2). Baik dari segi iman, kasih maupun kekudusan, semuanya sudah menjadi sempurna kerana sudah diuji dengan api, lantas layak menyambut Tuhan Yesus, Mempelai Lelaki jemaat (Mal 3:2,3; I Ptr 1:7; 4:7, 8; II Ptr 3:11-14; Why 19:7, 8)

BAB 16 TANDA MUKJIZAT

I.     Apakah itu tanda mukjizat?

Tanda mukjizat merupakan perbuatan Allah. Sebenarnya fenomena alam semesta dan segala sesuatu adalah sebahagian daripada mukjizat, tetapi manusia telah biasa dengan fenomena ini lalu tidak merasa hairan lagi. Oleh itu, manusia zaman ini hanya menggelar perbuatan di luar keupayaan manusia sebagai mukjizat. Berdasarkan Alkitab, inti pati tanda mukjizat dibahagikan kepada beberapa bahagian seperti yang berikut:

1.   Tanda mukjizat dinyatakan melalui segala sesuatu

Δ        Air Laut Teberau terbelah (Kel 14:21, 22)

Δ        Menyatakan tiang awan dan tiang api di padang gurun (Bil 9:15-22)

Δ        Air keluar dari gunung batu (Kel 17:5, 6)

Δ        Tanah terbelah (Bil 16:31-33)

Δ        Menghentikan matahari dan bulan (Yos 10:12-14)

Δ        Menurunkan hujan yang tidak turun selama tiga tahun enam bulan (Yak 5:17, 18)

Δ        Meredakan angin ribut dan gelombang laut (Mat 8:23-26)

Δ        Dari sedikit berubah menjadi banyak (lima roti dan dua ekor ikan mengenyangkan lebih daripada lima ribu orang (Mat 14:16-21, Rujuk: Mat15:34-38; I Raj 17:13-16; II Raj 4:1.-7)

Δ        Menyuruh Petrus supaya menebarkan jala dan ikan yang dijala memenuhi dua buah perahu (Luk 5:4-7; Rujuk: Yoh 21:6-11)

Δ        Menyatakan lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan tiupan angin yang kuat (Kis 12:1-3)

2.   Tanda mukjizat dinyatakan ke atas manusia

(1)   Tanda mukjizat ajaib yang dinyatakan ke atas manusia

Δ        Empat puluh tahun lamanya berjalan melalui padang gurun, namun pakaian tidak menjadi koyak dan kaki tidak menjadi bengkak (Ul 8:4; 29:5)

Δ        Memberikan kuasa di luar keupayaan manusia kepada Simson (Hak 15:14-16)

Δ        Elia naik ke Sorga dalam angin badai (II Raj 2:1-11)

Δ        Mengenakan penyakit kusta kepada Gehazi (II Raj 5:26, 27)

Δ        Membutakan mata tentera Aram (II Raj 6:18, 19)

Δ       Tiga orang dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, namun tidak mengalami sebarang kecederaan (Dan 3:24-27)

Δ        Menjadikan Nebukadnezar tidak waras (Dan 4:24-33)

Δ        Mengatupkan mulut singa-singa supaya tidak mencederakan Daniel (Dan 6:22)

Δ        Yunus berada di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, namun dia tidak mati (Mat 12:40; Yun 1:17)

Δ        Roh Kudus melarikan Filipus (Kis 8:39, 40)

(2)   Tanda mukjizat yang menyembuhkan penyakit

Δ        Menyembuhkan orang lumpuh (Mrk 2:1-12)

Δ        Menyembuhkan seorang yang mati sebelah tangannya (Mrk 3:1-5)

Δ        Menyembuhkan seorang perempuan yang telah menderita sakit pendarahan selama dua belas tahun (Mrk 5:25-34)

Δ        Menyembuhkan seorang yang sakit busung air (Luk 14:2-4)

Δ        Mentahirkan orang kusta (Luk 17:11-14; Mat 8:3)

Δ        Menyembuhkan orang buta (Mat 9:27-30; Luk 18:35-43; Yoh 9:1-7)

Δ        Menyembuhkan seorang yang tuli dan gagap (Mrk 7:32-35)

Δ        Menyembuhkan telinga Malkhus (Luk 22:50,51; Yoh 18:10)

Δ        Menyembuhkan orang yang digigit oleh ular berbisa (Kis 28:3-6; Bil 21:8, 9)

(3)   Tanda mukjizat yang mengusir roh jahat

Δ        Mengusir syaitan bisu (Mat 9:32, 33; Luk 11:14)

Δ        Menyembuhkan orang buta dan bisu yang kerasukan syaitan (Mat 12:22)

Δ        Mengusir syaitan yang merasuk anak perempuan seorang perempuan Kanaan (Mat 15:21-28)

Δ        Mengusir roh jahat di  rumah ibadat, Kapernaum  (Mrk 1:23-26)

Δ        Mengusir roh jahat, dari orang Gerasa (Mrk 5:1-13)

Δ        Mengusir roh yang membisukan seorang anak (Mrk 9:16-27)

Δ        Membebaskan Maria Magdalena dari tujuh roh jahat (Luk 8:2)

Δ       Menyembuhkan seorang perempuan yang telah dirasuk roh jahat selama lapan belas tahun (Luk 13:10-16)

Δ       Filipus mengusir roh jahat di Samaria (Kis 8:5-7)

Δ       Paulus mengusir roh tenung (Kis 16:16-18)

(4)   Tanda mukjizat  yang menghidupkan orang mati

Δ        Menghidupkan anak janda di Sarfat (1 Raj 17:17-24)

Δ        Menghidupkan anak bagi seorang perempuan Sunem (2 Raj 4:32-37)

Δ        Menyuruh anak perempuan Yairus hidup kembali (Mrk 5:35-43)

Δ        Membangkitkan anak tunggal seorang janda di Nain (Luk 7:11-15)

Δ        Membangkitkan Lazarus yang telah mati selama empat hari (Yoh 11:39-44)

Δ        Tuhan Yesus bangkit dari mati (Yoh 20:1-18; Rujuk: Yoh 10:18)

Δ        Membangkitkan Dorkas (Kis 9:40, 41)

Δ        Membangkitkan Eutikhus (Kis 20:9, 10)

II.   Mengapa Tuhun menyatakan tanda mukjizat?

1.   Bagi Tuhan

(1)   Untuk melaksanakan penyelamatan

Δ        Sepuluh tanda mukjizat dinyatakan untuk menyelamatkan umat pilihan dari tanah Mesir (Kel 3:20; Kel 7:20-12:36)

Δ        Menurunkan manna di padang gurun kepada umat pilihan agar tidak mati kelaparan (Kel 316:4, 5)

Δ        Menyelamatkan Petrus yang hampir dihanyutkan (Mat 14:28-31)

(2)   Untuk melaksanakan penghakiman

Δ        Menurunkan hujan selama empat puluh hari siang dan malam untuk menghapuskan orang-orang berdosa pada zaman Nuh (kej 7:4, 17)

Δ        Menurunkan hujan belerang dan api untuk memusnahkan Sodom (Kej 19:24, 25)

Δ        Ananias dan Safira mati sejurus selepas mendustai Roh Kudus (Kis 5:1-11)

(3)   Demi kemuliaan Tuhan

Δ        Pelaksanaan tanda mukjizat menyatakan nama Tuhan yang agung (I Taw 17:21)

Δ        Orang lumpuh disembuhkan, lalu nama Allah dimuliakan (Mrk 2:12)

Δ        Kematian Lazarus adalah untuk menyatakan kemuliaan Tuhan (Yoh 11:4)

2.   Terhadap Manusia

(1)   Memimpin manusia percaya kepada Allah

Δ        Pegawai istana percaya kerana anaknya disembuhkan (Yoh 4:46-53)

Δ        Tuhan mengadakan tanda mukjizat melalui para rasul, sehinggakan bilangan pemercaya semakin bertambah (Kis 5:12-16)

Δ        Orang Samaria percaya setelah melihat tanda- tanda mukjizat yang diadakan oleh Filipus (Kis 8:5-8)

Δ        Gabenor percaya setelah melihat kuasa Tuhan (Kis 13:12)

Δ        Kata Paulus: Tuhan menggunakan kuasa tanda mukjizat untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan (Rm 15:18)

(2)   Membuktikan kesahihan firman yang diberitakan

Δ        Murid-murid Tuhan memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan membuktikan kesahihan firman menerusi tanda-tanda mukjizat (Mrk 16:20)

Δ        Tuhan menguatkan pemberitaan tentang kasih karuniaNya oleh Paulus, dengan mengadakan tanda-tanda mukjizatNya (Kis 14:3)

Δ        Tanda-tanda mukjizat membuktikan anugerah keselamatan (Ibr 2:3, 4)

(3)   Membuktikan pengutusan Allah

Δ        Allah membuktikan Musa adalah orang yang dipilihNya menerusi tanda-tanda mukjizat (Bil 16:28-30; Bil 17:1-11)

Δ        Tuhan Yesus membuktikan diriNya adalah Kristus yang didirikan oleh Allah menerusi tanda-tanda mukjizat (Yoh 5:36; Mat 11:2-6; Yoh 10:37, 38)

Δ        Paulus menggunakan tanda-tanda mukjizat untuk menyatakan bukti para rasul (II Kor 12:12; Rujuk; Luk 9:1, 2)

Δ        Gereja benar yang mempunyai penyertaan Roh Kudus, pasti disertai dengan tanda-tanda mukjizat (I Kor 12:9, 28; Mrk 16:17, 18; Luk 10:19)

(4)   Meneguhkan iman murid-murid Tuhan menerusi tanda mukjizat

Δ        Tuhan menyingkirkan keraguan Yohanes Pembaptis melalui tanda-tanda mukjizat (Mat 11:2-6)

Δ        Keraguan Tomas diselesaikan setelah melihat Yesus menampakkan diri (Yoh 20:24-28)

Δ        Tanda mukjizat melahirkan hati yang takut kepada Allah, dan hati menghormati rasul-rasul pada diri murid-murid Tuhan (Kis 5:11-13)

Δ        Paulus rela menceritakan tanda-tanda mukjizat kepada para penatua, rasul-rasul dan seluruh umat di Yerusalem (Kis 15:12)

(5)   Mengagalkan ahli-ahli sihir

Δ        Tonkat Harun menelan tongkat-tongkat para ahli sihir (Kel 7:10-13)

Δ        Para ahli sihir tidak dapat mengadakan mantera kemunculan kutu-kutu, lalu mengakui tanda-tanda mukjizat yang diadakan oleh Harun adalah kuasa Allah (Kel 8:18, 19)

Δ        Simon yang melakukan sihir menjadi percaya setelah melihat tanda-tanda mukjizat yang diadakan oleh Filipus (Kis 8:9-13)

Δ        Elimas, seorang tukang sihir menjadi buta kerana menghalang dan menentang Paulus (Kis 13:8-11)

(6)   Menghakimi orang yang tidak bertaubat

Δ        Orang Israel melihat kekuasaan Tuhan, namun masih degil dan tidak percaya, maka ramai yang mati di padang gurun (Mzm 106:19-26)

Δ      Kata Tuhan: Khorazim, Betsaida, Kapernaun akan menanggung hukuman yang lebih berat, oleh kerana tidak bertaubat dan tidak percaya setelah melihat Tuhan mengadakan tanda mukjizat (Mat 11:20-24)

Δ        Sesiapa yang tidak percaya kepada kebenaran setelah melihat tanda mukjizat adalah berdosa (Yoh 15:22-24)

Δ       Kebangkitan Tuhan Yesus menjadi tanda mukjizat manusia pada zaman ini (Mat 12:39-41). Pada masa ini, kebangkitan Tuhan Yesus dibuktikan menerusi pencurahan Roh Kudus (Kis 2:32, 33). Oleh itu, pencurahan Roh Kudus dapat dilihat – penerima Roh Kudus berkata-kata dalam bahasa Roh (Mrk 16:17; Kis 10:14-46; I Kor 14:22). Orang yang masih tidak percaya bahawa Yesus ialah Juruselamat, dosanya memang tidak dapat dialihkan (Yoh 16:8; Kis 17:30, 31)

III.   Perkara-perkara penting yang mesti ada bagi mengadakan tanda mukjizat

1.      Mesti menyebut ‘Dalam nama Tuhan Yesus’

Δ        Tuhan memesan harus menyebut dalam namaNya untuk mengadakan tanda mukjizat (Mrk 16:17)

Δ        Roh jahat menjadi takluk kerana nama Tuhan (Luk 10:17)

Δ        Petrus menyebut dalam nama Tuhan menyuruh orng lumpuh berjalan (Kis 3:6, 16)

Δ        Menyebut dalam nama Tuhan untuk mengusir roh jahat dengan cara mencuba, tidak akan berkesan (Kis 19:13-16)

Δ        Menyebut nama Tuhan bagi mengadakan tanda mukjizat, seseorang itu harus bersandar kepada Tuhan, menurut kehendakNya, dan tidak menyebut nama Tuhan dengan sewenang-wenangnya (I Yoh 5:14)

2.      Mesti penuh beriman

(1)     Orang yang mengadakan tanda mukjizat harus beriman

(a)     Sungguhpun Elia belum lagi melihat hujan diturunkan, tetapi dia percaya bahawa Tuhan pasti menurunkan hujan (I Raj 18:41)

(b)     Semasa berada di jalan buntu, Musa percaya bahawa Tuhan pasti membuka jalan bagi mereka (Kel 14:13, 14, 21)

(c)     Yesus berkata kepada muridnya, bahawa tidak ada yang mustahil bagi mereka yang beriman (Mat 17:19, 20)

(2)   Peminta penyembuhan harus percaya bahawa Tuhan Yesus ialah Juruselamat dan percaya dengan yakin akan kuasaNya

(a)     Dua orang buta mengakui Yesus ialah anak Daud -bermaksud Juruselamat (Mat 22:41, 42) – malah percaya bahawa Yesus boleh menyembuhkan mereka (Mat 9:27-29).

(b)     Yesus berkata kepada perwira: “Jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya” (Mat 8:13).

(c)     Paulus melihat bahawa orang lumpuh beriman dan dapat disembuhkan (Kis 14:9)

(3)   Jika pesakit tidak tahu percaya (misalnya bayi atau orang yang kerasukan roh jahat), keluarganya atau orang yang membantu pesakit untuk mendapatkan penyembuhan harus beriman.

(a)     Perempuan Kanaan meminta penyembuhan bagi anak perempuannya yang kerasukan syaitan (Mat 15:22)

(b)     Seorang perwira meminta penyembuhan bagi hambanya (Mat 8:5-13)

(c)     Empat orang mengusung seorang lumpuh untuk mendapatkan penyembuhan daripada Tuhan Yesus (Mrk 2:3-5)

(4)   Terlebih dahulu membantu peminta penyembuhan meneguhkan iman mereka apabila mereka kurang beriman.

(a)     Yesus berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!” (Mrk 5:36)

(b)     Yesus membantu Marta dan berkata kepadanya: “Jikalau engkau percaya akan melihat kemuliaan Allah.” (Yoh 11:39, 40)

(c)     Yesus mendorong ayah pesakit ayan: “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Mrk 9:23, 24)

3.      Bersandarkan Roh Allah

Δ        Yesus mengusir roh jahat dengan bersandarkan kepada Roh Allah (Mat 12:28)

Δ        Tanda mukjizat dinyatakan dengan penyertaan Tuhan (Yoh 3:2; Kis 10:38)

Δ        Paulus dipenuhi Roh Kudus dan menakluki ahli sihir (Kis 13:9-11)

Δ        Menyembuhkan penyakit dan mengadakan keajaiban bukan dari keupayaan sendiri, malah adalah kasih kurnia Roh Kudus (1 Kor 12:9, 10)

4.      Berdoa dengan tekun

Δ        Elia berdoa sebanyak tiga kali untuk kebangkitan anak janda dari mati (1 Raj 17:21, 22); memohon penurunan hujan sebanyak tujuh kali (1 Raj 18:42, 43)

Δ        Permohonan perempuan Kanaan tanpa putus asa akhirnya dikabulkan (Mat 15:22-27)

Δ        Seorang buta di Yerikho dapat melihat kerana ketekunannya dalam permohonan (Luk 18:38-43)

Δ        Yesus berkata: “Roh jahat jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa” (Mat 17:21)

5.      Mengakui dosa dan bertaubat

Δ        Tuhan Yesus mengampuni dosa orang lumpuh sebelum menyembuhkannya, ini jelas menunjukkan sesetengah penyakit berpunca dari dosa (Mrk 2:5-12; Rujuk: Yoh 5:5-9, 14)

Δ        Sebelum  meminta penyembuhan hendaklah saling mengaku dosa (Yak 5:14-16)

Δ        Elia memohon penurunan hujan untuk umat pilihan selepas mereka meninggalkan patung berhala Baal (I Raj 18:39-44)

Δ        Allah tidak mendengarkan doa orang berdosa (Yoh 9:31; Mzm 66:18; Yes 59:1, 2)

Δ        Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya (Yak 5:16)

IV.   Cara Tuhan mengadakan tanda mukjizat

Berdasarkan catatan Alkitab, cara penyembuhan penyakit dibuktikan seperti berikut:

1.      Mengadakan tanda mukjizat menerusi tangan

(1)     Menumpangkan tangan

Δ        Yesus meletakkan tanganNya atas mereka dan menyembuhkan mereka (Luk 4:40)

Δ        Meletakkan kedua-dua belah tangan ke atas seorang perempuan yang telah jatuh sakit selama lapan belas tahun (Luk 13:11, 13)

Δ        Paulus menumpangkan tangan ke atas ayah Publius dan menyembuhkannya

       (Kis 28:7, 8)

Δ        Tuhan mengaruniakan kuasa menumpangkan tangan untuk menyembuhkan penyakit kepada murid-muridNya (Mrk 16:18)

(2)     Menjamah

Δ        Yesus menghulurkan tanganNya lalu menjamah pesakit kusta, dan dia ditahirkan (Luk 5:13)

Δ        Yesus menjamah mata dua orang buta dan menyembuhkan mereka (Mat 9:29)

Δ        Menjamah orang-orang buta Yerikho, supaya mereka dapat melihat pada saat itu juga (Mat 20:34)

(3)     Memegang tangan  (membawa erti memberi bantuan untuk berdiri)

Δ        Yesus memegang tangan anak Yairus dan menyuruh dia bangkit dari mati (Luk 8:54, 55)

Δ        Memegang tangan ibu mertua Petrus dan membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya (Mrk 1:30, 31)

Δ        Petrus memegang tangan kanan seorang lumpuh dan membantu dia untuk berdiri (Kis 3:7)

(4)     Mengoles dengan minyak (menggunakan minyak zaitun yang telah diberkati)

Δ        Murid-murid Tuhan menggunakan minyak mengoles ramai pesakit dan menyembuhkan mereka (Mrk 6:13)

Δ        Menggunakan minyak mengoles pesakit dan mendoakan mereka (Yak 5:14)

Δ        Empat cara yang dinyatakan di atas dilaksanakan dengan tangan, jelas bahawa tanda mukjizat sentiasa disempurnakan menerusi tangan (Kis 5:12; 19:11), dan mempunyai kelakuan berbeza bagi cara penyembuhan penyakit

2.      Cara lain yang mengikut kesesuaian

(1)   Bagi yang kurang beriman kerana penyakitnya serius

Δ        Meludahi mata seorang buta di Betsaida (Mrk 8:22-25)

Δ        Mengoleskan adunan ludah dengan tanah pada mata seorang buta, lalu menyuruhnya membersihkan diri dalam kolam (Yoh 9:6, 7)

Δ        Petrus menyuruh mereka semua keluar lalu berdoa bersendirian, dan kemudian menyuruh Dorkas bangkit dari mati (Kis 9:40, 41)

(2)     Bagi pesakit yang penuh beriman

Δ        Sepatah perkataan Tuhan Yesus membolehkan orang lumpuh berdiri dan berjalan (Mrk 2:10-12)

Δ        Sepatah perkataan membolehkan orang buta di Yerikho melihat pada ketika itu juga (Luk 18:41-43)

Δ        Yesus berkata, “Aku mahu”, maka tahirlah pesakit kusta (Mat 8:3)

(3)     Ketika orang ramai penuh beriman

Δ        Meminta hanya untuk menjamah jubah Yesus dan bagi pesakit yang berbuat demikian disembuhkan (Mrk 5:25-34)

Δ        Percaya bahawa sesiapa yang dikena bayang Petrus akan disembuhkan, maka semua pesakit dan yang kerasukan roh jahat dibawa kepadanya telah disembuhkan (Kis 5:15,16)

Δ        Bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat (Kis 19:12)

Δ        Contoh istimewa: Tidak semestinya mereka beriman, tetapi berdasarkan belas kasihan Tuhan, maka tanda mukjizat dinyatakan, misalnya:

(a)     Menyuruh anak janda di Nain bangkit dari mati (Luk 7:13-15)

(b)     Membolehkan orang lumpuh yang telah sakit selama tiga puluh lapan tahun untuk berjalan (Yoh 5:5-9)

3.      Kerasukan roh jahat dan pengusiran roh jahat

(1)     Pelbagai keadaan orang yang kerasukan roh-roh jahat

Δ        Maria Magdalena kerasukan tujuh roh jahat (Luk 8:2)

Δ        Menjadi gila kerana kerasukan roh-roh jahat (Luk 8:27-30)

Δ        Berpenyakit ayan kerana kerasukan roh jahat (Mat 17:15, 18)

Δ        Menjadi bisu kerana kerasukan syaitan (Mat 9:32, 33)

Δ        Berpura-pura menjadi malaikat yang terang, dan memperkenalkan kepada orang lain bahawa Paulus menyebarkan Injil Keselamatan kepada mereka (Kis 16:16, 17; Rujuk: II Kor 11:14)

Δ        Kesemua petenung, peramal, penelaah, penyihir, pemantera, orang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal, atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati, merupakan peralatan Iblis (Ul 18:10-12; Rujuk: Kis 8:9-11)

(2)     Cara mengusir roh-roh jahat

Δ        Menurut catatan Alkitab, pengusiran roh jahat bukan menggunakan cara menumpangkan tangan dan tidak menurut permintaannya, tetapi menegurnya dengan tegas

Δ        Yesus menegur roh jahat supaya menjadi diam (Luk 4:33-35)

Δ        Yesus memerintah roh-roh jahat keluar dari tubuh manusia (Mrk 5:8)

Δ        Yesus menegur roh jahat: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah daripada anak ini dan jangan memasukinya lagi!” (Mrk 9:25)

Δ        Tuhan hanya menggunakan sepatah perkataan untuk mengusir roh jahat dari tubuh manusia (Mat 8:16)

Δ        Paulus mengusir roh jahat dengan menyebut ‘Dalam Nama Tuhan Yesus’. (Kis 16:18)

Δ        Iblis tidak mahu meninggalkan tubuh manusia (Mrk 5:7-10), oleh itu untuk mengusir roh jahat perlu berdasarkan iman, menyebut nama Tuhan Yesus, bahkan berpuasa (Mrk 9:28, 29)

V.   Beberapa perkara yang perlu diambil perhatian bagi orang yang mengadakan tanda mukjizat

1.      Pencegahan terhadap halangan Iblis

Δ        Tanda mukjizat dapat membuktikan yang benar dan yang palsu, membebaskan orang yang milik iblis dan kembali kepada Allah (Luk 13:11, 16), maka setiap kali pintu anugerah mengusir roh jahat dan menyembuhkan penyakit dibuka, pasti Iblis menghalang dan membantah (1 Kor 16:9), contohnya seperti berikut:

(1)     Menfitnah

(a)     Ketika Yesus mengusir roh jahat yang menyebabkan bisu, lalu orang Farisi mengatakan bahawa Dia mengusir syaitan dengan kuasa penghulu syaitan (Mat 9:34; 12:22-24)

(b)     Yesus menyembuhkan orang buta sejak dilahirkan, sebaliknya orang Farisi mengatakan bahawa Yesus adalah orang berdosa (Yoh 9:24)

(2)     Kemarahan dan kebencian

(a)     Yesus menyembuhkan seorang yang tangannya mati, dan ahli-ahli Taurat menjadi marah (Luk 6:10, 11)

(b)     Rasul-rasul menyembuhkan pesakit, tetapi Imam Besar iri hati dan benci (Kis 5:16-18)

(3)     Menyisihkan

(a)     Tuhan membebaskan orang yang kerasukan roh jahat, tetapi seluruh orang kota berjumpa denganNya, untuk mendesak Tuhan meninggalkan daerah mereka (Mat 8:34)

(b)     Baryesus menghalang rasul-rasul supaya gabenor tidak percaya kepada Injil Kebenaran (Kis 13:6-8)

(4)     Menganiaya dan membunuh

(a)     Tuhan Yesus menyuruh Lazarus bangkit dari kematian, tetapi para kepala imam berbincang untuk membunuh Yesus dan Lazarus (Yoh 11:47, 53; Yoh 12:10)

(b)     Paulus menyembuhkan orang lumpuh, tetapi orang Yahudi memujuk orang ramai memihak kepada mereka dan melempari Paulus dengan batu (Kis 14:9, 10, 19)

(c)     Oleh kerana Paulus mengusir roh tenung dari seorang hamba perempuan, tuannya memujuk orang ramai memihak kepadanya, menyerahkan Paulus kepada penguasa, lalu didera dan dipenjarakan (Kis 16:19-34)

2.      Memuliakan Allah

(1)     Penyataan tanda mukjizat merupakan kuasa dan anugerah Allah tetapi bukan keupayaan dan kesalehan sendiri (Kis 3:12)

(2)     Elisa mentahirkan penyakit kusta Naaman, namun tidak menerima hadiah daripada Naaman (II Raj 5:15-17; Rujuk: Mat 10:8)

(3)     Paulus menyembuhkan orang lumpuh, namun tidak menerima pemujaan orang kota Listra (Kis 14:11-15; Rujuk: Mzm 115:1; Luk 2:13, 14)

(4)     Hamba Tuhan jangan berasa puas hati dan gembira, serta menghina teman sekerja, kerana masing-masing dianugerahkan dengan kasih kurnia yang berlainan (I Kor 12:28-30; Mat 7:22,23; Luk 10:20)

Δ        Pemercaya yang menganut menerusi tanda mukjizat perlu dipimpin memohon permandian Roh Kudus, dan dibekalkan Injil Kebenaran, agar iman mereka berakar dan berdasar (Kis 8:5-8, 14-17; 14:19-22)

Δ        Yesus berkata kepada orang yang disembuhkan: “Jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk” (Yoh 5:14; Rujuk: II Ptr 2:20)

VI.   Keajaiban tanda mukjizat yang palsu

Tanda mukjizat adalah perbuatan Allah yang dinyatakan  berdasarkan kehendak dan kuasaNya. Alkitab mengatakan: Allah melakukan perbuatan  yang  ajaib  seorang  diri (Mzm 72:18; Mzm 136:4). Dalam II Tesalonika 2:9 mengatakan: “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat palsu”. Menurut penterjemahan Alkitab baru adalah: “Pada waktu kedatangan Tuhan, Iblis mengadakan pelbagai keajaiban palsu dan perkara-perkara yang berkesan”. Kuasa sedemikian lahir daripada tanda mukjizat, keajaiban dan tanda yang palsu. Sejak dahulu lagi, syaitan sentiasa mengadakan keistimewaan kuasanya untuk menggodai manusia di dunia dan memutarbalikan Injil Kebenaran. Buktinya adalah seperti berikut:

1.      Dinyatakan melalui ahli sihir dari ajaran sesat

(1)     Ahli-ahli sihir Mesir membolehkan tongkat menjadi ular, tetapi tongkat Harun menelan tongkat-tongkat mereka (Kel 7:11, 12)

(2)     Ahli-ahli sihir Mesir menggunakan ilmu-ilmu mantera lalu memukul air sungai supaya menjadi darah (Kel 7:20-22)

(3)     Ahli sihir juga boleh memunculkan katak-katak dari sungai dan kolam (Kel 8:6, 7)

(4)     Simon melakukan sihir di kota Samaria dan menakjubkan rakyat kota itu, sehingga dia digelar kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar. (Kis 8:9-11; Rujuk: Kis 13:6, 7; Kis 19:19)

2.   Dinyatakan melalui mesias-mesias dan nabi-nabi palsu

(1)   Penterjemahan baru Alkitab bagi Injil Matius 24:24 sebagai: ‘Sebab mesias-mesias dan nabi-nabi palsu ingin menunjukkan bukti, melakukan keajaiban, sehinggakan ingin sedaya upaya menyesatkan umat pilihan’. Ini jelas menunjukkan mereka dapat mengadakan keajaiban dengan bersandarkan kuasa syaitan (II Tes 2:9)

(2)   Bertanduk dua sama seperti anak domba, berbicara seperti seekor naga, seekor binatang yang keluar dari bumi (mesias-mesias palsu), mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang (Why 13:11-13)

(3)   Nabi-nabi palsu mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib dengan bersandarkan roh-roh syaitan (Why 16:13, 14; Why 19:20)

Δ        Roh dengan tegas mengatakan bahawa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran syaitan-syaitan (1 Tim 4:1). Jadi, jangan mengubahkan kepercayaan asal kerana melihat kuasa ajaib, dan jangan menerima firman yang tidak sesuai dengan Alkitab walaupun betapa besarnya kuasa keajaiban yang dinyatakan! (Ul 13:1-5; Rujuk: Gal 1:6-9; II Kor 11:3, 4)

VII.   Berdasarkan catatan Alkitab, cara penyembuhan penyakit dibuktikan seperti berikut:

1.      Mengadakan tanda mukjizat menerusi tangan

(1)     Menumpangkan tangan

Δ        Yesus meletakkan tanganNya atas mereka dan menyembuhkan mereka (Luk 4:40)

Δ        Meletakkan kedua-dua belah tangan ke atas seorang perempuan yang telah jatuh sakit selama lapan belas tahun (Luk 13:11, 13)

Δ        Paulus menumpangkan tangan ke atas ayah Publius dan menyembuhkannya (Kis 28:7, 8)

Δ        Tuhan mengaruniakan kuasa menumpangkan tangan untuk menyembuhkan penyakit kepada murid-muridNya (Mrk 16:18)

(2)     Menjamah

Δ        Yesus menghulurkan tanganNya lalu menjamah pesakit kusta, dan dia ditahirkan (Luk 5:13)

Δ        Yesus menjamah mata dua orang buta dan menyembuhkan mereka (Mat 9:29)

Δ        Menjamah orang-orang buta Yerikho, supaya mereka dapat melihat pada saat itu juga (Mat 20:34)

(3)     Memegang tangan  (membawa erti memberi bantuan untuk berdiri)

Δ        Yesus memegang tangan anak Yairus dan menyuruh dia bangkit dari mati (Luk 8:54, 55)

Δ        Memegang tangan ibu mertua Petrus dan membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya (Mrk 1:30, 31)

Δ        Petrus memegang tangan kanan seorang lumpuh dan membantu dia untuk berdiri (Kis 3:7)

(4)     Mengoles dengan minyak (menggunakan minyak zaitun yang telah diberkati)

Δ        Murid-murid Tuhan menggunakan minyak mengoles ramai pesakit dan menyembuhkan mereka (Mrk 6:13)

Δ        Menggunakan minyak mengoles pesakit dan mendoakan mereka (Yak 5:14)

Δ        Empat cara yang dinyatakan di atas dilaksanakan dengan tangan, jelas bahawa tanda mukjizat sentiasa disempurnakan menerusi tangan (Kis 5:12; 19:11), dan mempunyai kelakuan berbeza bagi cara penyembuhan penyakit

2.      Cara lain yang mengikut kesesuaian

(1)   Bagi yang kurang beriman kerana penyakitnya serius

Δ        Meludahi mata seorang buta di Betsaida (Mrk 8:22-25)

Δ        Mengoleskan adunan ludah dengan tanah pada mata seorang buta, lalu menyuruhnya membersihkan diri dalam kolam (Yoh 9:6, 7)

Δ        Petrus menyuruh mereka semua keluar lalu berdoa bersendirian, dan kemudian menyuruh Dorkas bangkit dari mati (Kis 9:40, 41)

(2)     Bagi pesakit yang penuh beriman

Δ        Sepatah perkataan Tuhan Yesus membolehkan orang lumpuh berdiri dan berjalan (Mrk 2:10-12)

Δ        Sepatah perkataan membolehkan orang buta di Yerikho melihat pada ketika itu juga (Luk 18:41-43)

Δ        Yesus berkata, “Aku mahu”, maka tahirlah pesakit kusta (Mat 8:3)

(3)     Ketika orang ramai penuh beriman

Δ        Meminta hanya untuk menjamah jubah Yesus dan bagi pesakit yang berbuat demikian disembuhkan (Mrk 5:25-34)

Δ       Percaya bahawa sesiapa yang dikena bayang Petrus akan disembuhkan, maka semua pesakit dan yang kerasukan roh jahat dibawa kepadanya telah disembuhkan (Kis 5:15,16)

Δ        Bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai oleh Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat (Kis 19:12)

Δ        Contoh istimewa: Tidak semestinya mereka beriman, tetapi berdasarkan belas kasihan Tuhan, maka tanda mukjizat dinyatakan, misalnya:

(a)     Menyuruh anak janda di Nain bangkit dari mati (Luk 7:13-15)

(b)     Membolehkan orang lumpuh yang telah sakit selama tiga puluh lapan tahun untuk berjalan (Yoh 5:5-9)

3.      Kerasukan roh jahat dan pengusiran roh jahat

(1)     Pelbagai keadaan orang yang kerasukan roh-roh jahat

Δ        Maria Magdalena kerasukan tujuh roh jahat (Luk 8:2)

Δ        Menjadi gila kerana kerasukan roh-roh jahat (Luk 8:27-30)

Δ        Berpenyakit ayan kerana kerasukan roh jahat (Mat 17:15, 18)

Δ        Menjadi bisu kerana kerasukan syaitan (Mat 9:32, 33)

Δ        Berpura-pura menjadi malaikat yang terang, dan memperkenalkan kepada orang lain bahawa Paulus menyebarkan Injil Keselamatan kepada mereka (Kis 16:16, 17; Rujuk: II Kor 11:14)

Δ        Kesemua petenung, peramal, penelaah, penyihir, pemantera, orang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal, atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati, merupakan peralatan Iblis (Ul 18:10-12; Rujuk: Kis 8:9-11)

(2)     Cara mengusir roh-roh jahat

Δ        Menurut catatan Alkitab, pengusiran roh jahat bukan menggunakan cara menumpangkan tangan dan tidak menurut permintaannya, tetapi menegurnya dengan tegas

Δ        Yesus menegur roh jahat supaya menjadi diam (Luk 4:33-35)

Δ        Yesus memerintah roh-roh jahat keluar dari tubuh manusia (Mrk 5:8)

Δ        Yesus menegur roh jahat: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah daripada anak ini dan jangan memasukinya lagi!” (Mrk 9:25)

Δ        Tuhan hanya menggunakan sepatah perkataan untuk mengusir roh jahat dari tubuh manusia (Mat 8:16)

Δ        Paulus mengusir roh jahat dengan menyebut ‘Dalam Nama Tuhan Yesus’. (Kis 16:18)

Δ        Iblis tidak mahu meninggalkan tubuh manusia (Mrk 5:7-10), oleh itu untuk mengusir roh jahat perlu berdasarkan iman, menyebut nama Tuhan Yesus, bahkan berpuasa (Mrk 9:28, 29)

BAB 15 DOA

Doa bagaikan pernafasan jiwa rohani umat kristen, yang merupakan perkara penting untuk memelihara dan memperkayakan jiwa rohani serta memperoleh kekuatan daripada Tuhan.

I.     Erti doa

1.   Memuji Allah

(1)   Dia mengurniakan segala sesuatu (Mzm 103:1, 2, 5; 1Taw 29:10-13)

(2)     Menyembuhkan penyakit kita (Mzm 103:3; Yes 38:9-20)

(3)     Mengampuni dosa kita (Mzm 103:3; Why 5:8-10)

(4)     Menjaga kita setiap hari (Mzm 121:7,8; Mzm 103:4)

Δ        Teruskan pujian terhadap Tuhan atas kasih kurniaNya yang berlimpahan (Mzm 103:1, 2; 1 Tes 5:18)

2.   Bersekutu dengan Tuhan dalam roh

(1)   Kerinduan umat kudus zaman dahulu kepada Allah, seperti rusa yang merindukan sungai yang berair (Mzm 42:2, 3)

(2)   Dipenuhi Roh Kudus merupakan keadaan pergaulan dengan Tuhan yang mendalam (I Kor 14:2, 4: Kis 10:9, 10: Yud 20)

(3)   Berhubung dengan Tuhan melalui renungan (Mzm 104:34)

Δ        Menyebut segala pekerjaan dan merenungkan perbuatan-perbuatan Tuhan (Mzm 77:13)

Δ        Merenungkan semarak kemuliaan Tuhan yang agung (Mzm 145:5)

Δ        Merenungkan titah-titah Tuhan (Mzm 119:15)

3.      Memohon  kepada Allah

(1)     Dikuduskanlah nama Tuhan oleh seluruh bangsa dunia (Mat 6:9; I Tim 2:1-6)

(2)     Memohon Tuhan memperkembangkan kerja Nya:

Δ        Meminta Tuhan supaya memilih lebih ramai pekerja (Mat 9:38)

Δ        Memohon Tuhan membuka pintu pemberitaan (Kol 4:3)

Δ        Memohon Tuhan  menambahkan bilangan bangsaNya (Yes 26:15)

(3)     Memohon demi jiwa rohani umat kudus dan diri sendiri:

Δ        Demi diri sendiri (Mzm 119:35-37; Mzm 19:13-15)

Δ        Demi anak-anak (I Taw 29:19; Luk 23:28)

Δ        Demi umat kudus (Ef 6:18, 19; I Sam 12:23)

(4)     Memohon untuk hal tubuh jasmani:

Δ        Meminta Tuhan memberikan kepada kita makanan harian yang secukupnya (Mat 6:11; Ams 30:8, 9)

Δ        Memohon Tuhan menyembuhkan penyakit (Yak 5:14-16; Rujuk: II Taw 16:12)

Δ        Memohon perlindungan dan kesejahteraan daripada Tuhan (Ezr 8:21-23; Kis 12:1-5)

Δ        Memohon kepada Tuhan dalam segala hal melalui doa (Flp 4:6)

4.      Mengakui kesalahan di hadapan Tuhan

(1)     Simon meminta Petrus untuk meminta pengampunan daripada Tuhan (Kis 8:20-24)

(2)     Hendaklah saling mengaku dosa dan saling mendoakan sebelum meminta Tuhan menyembuhkan penyakit (Yak 5:14-16)

(3)     Roh Kudus menegur jemaat supaya mengakui kesalahan dan bertaubat (Why 2:4, 5; 3:2, 3, 15-19)

(4)     Tanpa pengakuan kesalahan dan pertaubatan, doa tidak akan didengari oleh Tuhan (Yes 59:1-3; Mzm 66:18)

II.   Cara berdoa

1.   Sebutkan  ‘Dalam nama Tuhan Yesus’

(1)   “Apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya” (Yoh 14:13; Yoh 15:16)

(2)   “Ucaplah syukur sentiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” (Ef 5:20: Kol 3:1)

2.   Sasaran doa

(1)   Kepada Bapa di Sorga, Allah (Mat 6:9; Flp 4:6)

(2)   Kepada Juruselamat, Tuhan Yesus (Kis 7:59; II Kor 12:8, 9)

(3)   Kerana Tuhan Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30; Yes 9:6)

Δ        maka berdoa kepada Tuhan Yesus sama seperti berdoa kepada Allah  (I Yoh 2:23)

3.   Bahasa yang digunakan ketika berdoa

(1)   Dengan akal budi – menggunakan bahasa yang difahami semasa berdoa (I Kor 14:15)

(2)   Dengan bahasa Roh – bahasa yang diucapkan oleh gerakan Roh Kudus untuk berdoa (I Kor 14:14, 15, 2, 4; Rm 8:26, 27)

(3)     Berdoa di dalam roh (Neh 2:4; Yoh 4:24)

4.      Cara berdoa

(1)     Bersujud (Kis 20:36; Luk 22:41)

(2)     Bersungkur (Why 4:9, 10; Bil 16:22)

(3)     Berdiri (Mzm 135:2: Mrk 11:25)

5.      Masa berdoa

(1)     Pada waktu fajar (Mrk 1:35; Mzm 5:4)

(2)     Pada waktu tengah hari (Mzm 55:18; Kis 10:9)

(3)     Pada waktu malam (Mzm 77:3; Luk 6:12)

(4)     Sebelum bekerja (Mat 4:1; Ams 3:5, 6)

(5)     Selepas bekerja (Mat 14:13, 23; Yoh 6:15)

(6)     Dalam  kesibukan (Luk 5:15, 16; Mrk 6:31)

(7)     Sebelum makan (Mat 14:19; Kis 27:35)

(8)     Pada  saat hampir meninggal dunia (Luk 23:46: Kis 7:59)

(9)     Bila-bila masa (Dan 6:11; 1 Tes 5:17; Mzm 71:8)

6.   Tempat berdoa

(1)   Bait Suci (Mat 21:13; Kis 3:1)

(2)   Dalam kamar (Mat 6:6; Kis 9:40)

(3)   Di atas gunung (Luk 9:28; 5:16)

(4)   Di mana-mana sahaja (I Tim 2:8; Yoh 4:21-23)

III.   Kuasa doa

1.   Kuasa dinyatakan melalui segala sesuatu

(1)   Tuhan mendengarkan doa Musa, dan membelahkan air Laut Teberau (Kel 14:15, 16)

(2)   Tuhan mendengarkan doa Yosua, dan menghentikan matahari dan bulan (Yos 10:12-14)

(3)   Tuhan mendengarkan doa Elia, dan menurunkan hujan yang tidak diturunkan selama tiga tahun dan enam bulan sebelum itu (I Raj 18:37-45; Yak 5:17, 18)

2.   Kuasa dinyatakan ke atas tubuh manusia

(1)   Menyembuhkan penyakit

Δ        Tuhan memperpanjangkan hidup Hizkia selama lima belas tahun setelah mendengar doanya (Yes 38:1-8)

Δ        Orang buta, Bartimeus yang memohon kepada Tuhan Yesus, mendapat penyembuhan (Mrk 10:46-52)

Δ        Paulus mendoakan ayah Publius yang jatuh sakit, lalu disembuhkan (Kis 28:7-9)

(2)   Mengusir syaitan

Δ        Perempuan Kanaan memohon kepada Tuhan Yesus, dan anak perempuannya yang kerasukan syaitan memperolehi kesejahteraan (Mat 15:21-29)

Δ        Seorang anak dibebaskan daripada kerasukan roh bisu oleh permohonan ayahnya kepada Tuhan Yesus (Mrk 9:17-29)

Δ        Demi nama Yesus Kristus, Paulus menyuruh roh tenung keluar dari seorang hamba perempuan (Kis 16:16-18)

(3)   Membangkitkan orang mati

Δ        Elia memohon kepada Allah membangkitkan anak lelaki janda Sarfat (I Raj 17:17-24)

Δ        Elisa memohon kepada Allah membangkitkan anak lelaki janda Sunem (II Raj 4:18-37).

3.   Kuasa dinyatakan dalam hal yang lain

(1)   Doa sambil berpuasa Ezra, bagi memohon perlindungan Tuhan dan keselamatan dalam perjalanan kembali ke negara asal telah dikabulkan (Ezr 8:21, 23; 7:8, 9)

(2)   Doa yang tekun oleh jemaat untuk Petrus menyelamatkannya dari penjara (Kis 12:1-10)

(3)   Petrus diselamatkan daripada kebinasaan oleh bantuan doa Tuhan Yesus (Luk 22:31-34, 60-62)

(4)   Memohon kepenuhan Roh Kudus dapat menguasai hawa nafsu, serta mengalahkan segala sesuatu (Rm 8:13; Flp 4:13)

IV.   Doa yang berkesan

1.   Beriman (Mat 21:22)

(1)   Percaya bahawa Allah ada, dan bahawa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Ibr 11:6)

(2)   Percaya Tuhan berkuasa, contohnya seorang perempuan menderita pendarahan selama dua belas tahun disembuhkan kerana imannya (Mrk 5:25-34)

(3)   Dengan penuh keyakinan, bahawa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Dia janjikan (Rm 4:20, 21)

(4)   Seorang lumpuh di Listra disembuhkan kerana imannya (Kis 14:8-10)

2.      Ada ketulusan (Yoh 4:24)

(1)     Iman yang tulus tidak lahir daripada kepura-puraan atau pencobaan (II Tim 1:3-5)

(2)     Jujur dalam doa, tetapi bukan untuk dilihat oleh orang lain, atau lahir daripada motif yang tidak baik (Mat 6:5, 6; Mrk 12:40)

(3)     Tidak memaklumkan kepada orang lain ketika berpuasa, dan berdoa dengan jujur kepada Tuhan dalam mengatasi penderitaan (Mat 6:16-18)

(4)     Tuhan menyatakan kuasaNya dan membantu orang yang bersikap jujur terhadapNya (II Taw 16:9; Mzm 145:18, 19)

3.      Merendahkan diri

(1)     Menganggap diri daif, tidak layak meminta apa-apa daripada Tuhan (Mzm 144:3; I Taw 29:13, 14)

(2)     Mengakui kelemahan sendiri, dan tidak memegahkan diri ketika berdoa (Luk 18:9-14)

(3)     Dalam keadaan terdesak, Manasye merendahkan diri dan berdoa, doanya didengari Tuhan dan kedudukannya sebagai raja dipulihkan (II Taw 33:10-13)

(4)     Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati (I Ptr 5:5)

4.   Mempunyai kasih

(1)   Doa seseorang adalah berkuasa, jika tidak ada kebencian dalam hatinya, dan dapat hidup secara damai dengan orang lain (Mat 5:23, 24; Mat 18:35)

(2)   Prihatin kepada orang yang miskin, dan doanya pasti dikabulkan (Mzm 41:2, Ams 21:13)

(3)   Doa yang mempunyai kasih membangkitkan Dorkas dari kematian (Kis 9:36-41)

(4)   Saling mengasihi menunjukkan bersatu hati, maka doa yang bersatu hati pasti dikabulkan (Mat 18:19; Kis 1:14; Kel 17:8-13)

5.   Menempuhi jalan yang benar (Yak 5:16)

(1)   Doa orang jujur dikenanNya (Ams 15:8, 29)

(2)   Tuhan menjaga orang benar, dan mendengarkan seruan mereka (Mzm 34:16)

(3)   Tuhan tidak mendengarkan doa orang-orang berdosa (Yoh 9:31; Ams 28:9)

(4)   Tuhan mengabulkan permintaan bagi mereka yang menuruti firman Tuhan (Yoh 15:7; Za 7:13)

6.   Haruslah tekun (Rm 12:12)

(1)   Sikap tidak malu dan terus meminta (Luk 11:8; Rm 15:30-32)

(2)   Seperti Elia meminta penurunan hujan sekali demi sekali (1 Raj 18:42-45)

(3)   Permohonan tanpa putus asa, akhirnya pasti memperoleh apa yang diminta (Luk 18:1-8)

(4)   Dalam hidup Tuhan Yesus sebagai manusia, Dia telah mempersembahkan doa dengan ratap tangis dan keluhan, kerana itulah doaNya didengarkan (Ibr 5:7)

V.   Berdoa sambil berpuasa (Mat 9:14, 15)

1.   Untuk memohon kekuasaan Tuhan

(1)   Tuhan Yesus berpuasa selama 40 hari sebelum memberitakan Injil (Mat 4:1-2)

(2)   Rasul-rasul bersatu hati untuk berpuasa ketika mengutus pekerja (Kis 13:1-3)

(3)   Menyembuhkan penyakit dan mengusir syaitan memerlukan doa sambil berpuasa (Mat 17:19-21)

2.   Untuk memohon bantuan Tuhan

(1)   Ezra memaklumkan puasa bagi memohon perlindungan Tuhan (Ezr 8:21-23)

(2)   Ester berpuasa selama tiga hari, dan menghadap raja dengan nyawanya yang mungkin terancam (Est 4:16)

(3)   Nehemia berdoa dan berpuasa, memohon Tuhan mencurahkan rahmatNya (Neh 1:4-11)

3.   Memohon agar dapat memahami kebenaran

(1)     Daniel berpuasa, memohon pengertian mengenai perkara pada masa akan datang dengan sepenuh perhatian (Dan 10:2-12)

(2)     Musa berpuasa selama 40 hari siang dan malam di atas Gunung Sinai, untuk menerima hukum Tuhan (Kel 34:27, 28)

(3)     Para rasul berpuasa untuk mengetahui apa yang perlu dilaksanakan (Kis 13:1, 2)

4.   Untuk mengakui dosa dan bertaubat, dan memohon pengampunan daripada Tuhan

(1)     Orang Niniwe mengumumkan puasa, mengakui dosa dan bertaubat, akhirnya diampuni oleh Tuhan (Yun 3:5-10)

(2)     Orang Israel berpuasa dan mengakui dosa, serta kembali kepada Tuhan (1 Sam 7:3-6)

(3)     Umat pilihan berpuasa dan mengakui kesalahan, memohon Tuhan membelas kasihan (Neh 9:1-4)

5.   Beberapa perkara yang perlu diberi perhatian ketika berpuasa

(1)     Janganlah anda sengaja memperlihatkan bahawa anda sedang berpuasa (Mat 6:16-18)

(2)     Tidak mencari keuntungan diri dan tidak melakukan kejahatan (Yes 58:3-5)

(3)     Melakukan kebaikan dan memberi sedekah kepada yang miskin (Yes 58:6-9)

(4)     Berpuasa bertujuan menumpukan sepenuh perhatian ketika berdoa, maka perlu banyak berdoa, dan mencurahkan isi hati di hadapan  Tuhan (Kis 13:3; Dan 10:12; Mzm 62:9)