Matius 28:1-20

Matius. 28:1-20
Kebangkitan Yesus dan amanat agung

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Injil Yesus Kristus tidak berakhir dengan kematianNya. Tanpa kebangkitanNya, iman kita sia-sia dan kita masih akan ada di dalam dosa (I Kor. 15:17). Tetapi setelah Tuhan menderita, mati, dan dikuburkan, Ia bangkit kembali dari kubur seperti yang telah Ia katakan kepada murid-muridNya. Ia telah mengalahkan maut dan menjadi Juruselamat kita. Sebagai Raja segala raja yang telah menerima segala kuasa di Syurga mahupun di bumi, Ia menugaskan murid-muridNya untuk menyampaikan injil keselamatan ke seluruh dunia sampai Ia datang kembali.

Ayat kunci

​“Yesus mendekati mereka dan berkata:’KepadaKu telah diberikan segala kuasa di Syurga dan di bumi’” (28:18)

Pengamatan
Isi utama
​​
​​​​​​​​​​(28:1-8)
​​​​​​​​​​(28:9-10)
​​​​​​​​​​(28:11-15)
​​​​​​​​​​(28:16-20)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis umum

​1. Di dua tempat manakah kejadian-kejadian pada fasal ini terjadi?

​2a. Mengapa kebangkitan Tuhan sangat penting bagi iman kita?

​​2b. Bagaimanakah seharusnya kebangkitan Tuhan memimpin hidup kita sehari-harian?

Analisis bagian
28:1-8

​1. Mengapa malaikat menggulingkan batu dari pintu kubur?

28:9-10

​2. Mengapa para perempuan itu bersukacita? Mengapa anda juga sepatutnya bersukacita?

28:11-15

​3. Apakah yang dapat kita ketahui tentang para imam besar dan tua-tua dari reaksi dan keputusan-keputusan mereka?

4a. Apakah dua hal yang ditunjukkan oleh “sejumlah besar wang”?

4b. Apakah Iblis juga menyuap orang-orang pada hari ini untuk mencegah mereka memberitakan kebangkitan Tuhan kepada orang-orang lain? Bila ya, bagaimanakah ia melakukannya?

5a. Mengapa para imam besar dan tua-tua berjanji kepada para penjaga untuk berbicara kepada gubernur dan melindungi mereka?

5b. Mengapakah cerita tentang pencurian jenazah tidak menyakinkan dan tidak masuk akal?

28:16-20

​6. Apakah istilah atau tema yang muncul berulang kali dalam Amanat Agung Tuhan?

​7. Apakah kuasa yang telah Yesus terima?

​8. Kata “kerana itu” menunjukkan hubungan langsung antara kuasa Yesus dengan Amanat Agung. Jelaskanlah hubungan itu.

​9a. Bagaimanakah kita menjadikan semua bangsa murid Yesus?

​9b. Apakah yang ditunjukkan oleh firman Tuhan tentang ciri-ciri seorang murid?

​10. Bagaimanakah janji Tuhan kepada Abraham di Kejadian. 12:3b digenapi di sini?

​11a. Apakah maksudnya “dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”? Mengapa Yesus memberikan penjelasan yang demikian panjang, padahal Ia sebenarnya cukup menyebutkan satu nama?

11b. “Baptislah mereka dalam nama…” Apakah perintah ini sekadar kornalitas dalam baptisan air? Apakah maksudnya dibaptis dalam nama Tuhan?

12a. Bagaimanakah Amanat Agung Tuhan berlaku bagi anda secara peribadi? Bagaimanakah anda memenuhi amanat ini?

12b. Jelaskanlah janji Tuhan, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” dan amalkanlah pada amanat Tuhan.

Matius 27:1-66

Matius. 27:1-66
Kematian dan penguburan Yesus

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Para imam besar dan tua-tua telah menghakimi Tuhan dan memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati ats diriNya. Kerana tidak mempunyai wewenang untuk menghukum mati, mereka menyerahkan Yesus kepada Pilatus, Gubernur Romawi, dan mendesaknya untuk mengambil keputusan yang tidak adil. Setelah menerima hukuman mati, Tuhan menderita lebih banyak penyiksaan dan hinaan di tangan para tentera Romawi sebelum mereka membawaNya ke Golgota. Selama jam-jam penyaliban, terjadi beberapa kejadian dramatis. Bahkan para tentera dan pemimpin pasukan berseru dengan takut, “Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah” Anak Allah telah mati dan dikuburkan, tetapi mujizat yang lebih besar masih akan terjadi.

Ayat kunci

“Lalu Yesus dihadapkan kepada wali negeri. Dan wali negeri bertanya kepadaNya, “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus:”Engkau sendiri mengatakannya”” (27:11)

Tahukah anda….?

1. Pontius Pilatus (27:2): Untuk memperoleh vonis hukuman mati, para imam besar dan tua-tua harus membawa kasus mereka kepada Pilatus, Gubernur Romawi atas Yudea dan Samaria yang menjabat antara 26-36 Masehi (ref. Lukas. 3:1). Rumah Pilatus ada di Kaisarea, tetapi pada masa perayaan itu ia tinggal di istana Yerusalem. 12/86

2. Barabas (27:16) terlibat dalam pemberontakan (Luk. 23:19; Yoh. 18:4), kemungkinan besar melawan pemerintah Romawi. Jadi ia dipandang sebagai pahlawan rakyat di antara orang-orang Yahudi. 8/1484

3. Penyesahan (27:26): Di antara orang-orang Yahudi, penyesahan, yaitu cambuk, dibatasi sampai 40 cambukan (Ul. 25:3; ref. II Kor.11:24), tetapi tidak ada batasan bagi orang Romawi selain dari kekuatan dan keinginan mereka. Cambuknya menggunakan flagellum yang sangat ditakuti, terbuat dari pecahan-pecahan tulang dan tembaga menjadi tali-temali kulit. Korban akan ditelanjangi dan diikat pada sebuah tiang. Penyesahan berat tidak hanya menyebabkan tubuh korban bersimbah darah, tetapi dapat merobek-robeknya hingga tulang dan organ-organ dalam terlihat. Tidak jarang penyesahan sebagai hukuman mengakibatkan kematian korban.Penyesahan juga dilakukan untuk melemahkan orang hukuman sebelum disalibkan. Penyesahan Yesus terjadi sebelum ia dijatuhi hukuman mati (ref. Luk. 23:16, 22; Yoh. 19:1-5) sehingga penyesahan tidak dilakukan lagi setelah vonis dijatuhkan. Dua kali penyesahan pasti akan membunuhNya 6/571

4. Gedung pengadilan (27:27): 1. Markas dalam perkemahan Romawi, atau kemah komandan pasukan yang bertugas. 2. Istana tempat tinggal gubernur atau pejabat administrasi dalam propinsi (Yoh. 18:28, 33; 19:9; Kis. 23:35)10/1024

5. Jubah ungu (scarlet robe) (27:28): Jubah itu mungkin jubah merah yang pendek yang dipakai oleh pejabat militer dan sipil Romawi. Markus dan Yohanes menjelaskannya sebagai jubah ungu, Matius menuliskannya berwarna merah terang (scarlet). Warna ungu mengingatkan jubah yang dipakai raja-raja propinsi, dan merah menunjukkan bahawa jubah itu mungkin adalah jubah seorang prajurit.6/573

6. Empedu (27:34) dapat merujuk pada berbagai zat yang terasa pahit. Ini mungkin diberikan kepada Yesus sebagai narkotika ringan untuk meringankan rasa sakitNya. Markus. 15:23 menyebut zat ini sebagai mur.1/1468

7. “Eli,Eli, Lama Sabakhtani”(27:46): Kata-kata ini diucapkan dalam bahasa Aram (tetapi dengan beberapa karakteristik Ibrani), salah satu bahasa yang umum diucapkan di Palestina pada masa Yesus. 8/1526

8. Yusuf Arimatea (27:57):”Anggota Majelis besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah” (Mrk. 15:43) dan adalah murid rahasia Yesus… Lukas menjelaskan Yusuf sebagai “seorang yang baik lagi benar” dan menambahkan bahawa ia “tidak setuju dengan putusan dan tinfakan Majelis itu”, yaitu para pemimpin Yahudi. Dari petunjuk-petunjuk ini nampak nyata bahawa ia adalah anggota kaum Sanhedrin. 10/710

9. Hari persiapan (27:62): Hari Jumaat

10. Meterai kubur (27:66): Setelah batu ditempatkan, lilin yang lembut dituangkan ke atas celah antara batu dan tembok pembukaan. Kemudian meterai pemerintahan Romawi yang rasmi dibubuhkan ke atas lilin itu. Hukuman bagi orang yang memecahkan meterai itu adalah hukuman mati. 1/1469

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(27:1-2)
​​​​​​​​​​(27:3-10)​
​​​​​​​​​​(27:11-14)
​​​​​​​​​​(27:15-26)
​​​​​​​​​​(27:27-31)
​​​​​​​​​​(27:32-44)
​​​​​​​​​​(27:45-56)
​​​​​​​​​​(27:57-61)
​​​​​​​​​​(27:62-66)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis umum

​1. Pada perikop ini, hal-hal apakah yang dilakukan para imam dan tua-tua yang mengakibatkan kematian Yesus?

2. Catatlah penderitaan-penderitaan yang dihadapi Yesus

Analisis bagian
27:3-10

​1a. Bagaimanakah Yudas tertipu dan dikhianati?

​1b. Apakah yang dapat kita pelajari dari sini tentang tipu daya dosa?

27:11-14

​2. Mengapa Pilatus bertanya kepada Yesus, “Engkau raja orang Yahudi”?

27:15-26

​3a. Pertimbangan apa saja yang memperngaruhi keputusan Pilatus? Pertimbangan apakah yang akhirnya menang?

3b. Pernahkah anda menghadapi dilemma seperti Pilatus? Bagaimanakah anda bertindak?

4. Dalam cerita ini, siapakah yang dihukum selain Yesus?

5. Dalam hal-hal apakah kita serupa dengan Barabas?

27:27-31

​6. Kelemahan manusia apakah yang terlihat dalam kekejaman para prajurit Romawi?

27:32-44

​7. Yesus disebut sebagai “Raja orang Yahudi” sebanyak tiga kali dalam perikop ini. Bagaimanakah Raja ini berbeda jauh dengan yang biasa kita asumsikan dari seorang
raja?

8a. Tiga kelompok apakah yang melontarkan hinaan-hinaan kepada Yesus?

8b. Bandingkanlah hinaan-hinaan pada ayat 40 dan 43 dengan cobaan Iblis di ayat 4:3

8c. Mengapa salib merupakan batu sandungan bagi orang-orang ini (ref. I Kor. 1:23)

9. Mungkinkah pada hari ini orang “menyalibkan” Yesus? Bila ya, bagaimana?

27:45-46

​10a. Tanda-tanda mujizat apakah yang terjadi ketika Yesus ada di atas salib?

​10b. Apakah yang dimaksudkan oleh tanda-tanda ini?

​11a. Bagaimanakah Yesus memanggil Allah, dan mengapakah ini tidak biasa?

​11b. Mengapa Ia ditinggalkan oleh Allah? Apakah hubungannya hal ini dengan anda?

27:57-60

​12. Bagaimanakah penguburan Yesus menggenapi Firman Allah?

​13. Apakah yang dapat kita pelajari dari para perempuan yang disebutkan di ayat 55, 56, dan 61?

27:61-66

​14a. Mengapa para imam besar dan orang-orang Farisi masih kuatir apabila murid-murid mencuri jasad Yesus? Dari sini apakah yang dapat kita ketahui tentang mereka?

14b. Bagaimanakah pemeteraian batu kubur dan penjagaan kubur kemudian menjadi bukti-bukti penting bahawa Yesus sungguh telah bangkit?

Pemikiran terakhir

​15. Tuliskanlah perasaan da renungan Anda atas penderitaan, kematian dan penguburan Yesus

Matius 26:36-75

Matius. 26:36-75
Pengkhianatan dan pengadilan Yesus (2)

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Jam-jam kegelapan telah tiba. Tuhan Yesus diserahkan ke tangan orang-orang keji untuk diadili dan dihukum mati. Anak Allah yang tidak berdosa berdiri di pengadilan di hadapan orang-orang berdosa. Ironi yang pahit! Tetapi Ia menyerahkan diriNya dengan rela kerana kasih. Dalam momen akhir ini, sebelum Ia ditangkap, Ia berdoa seorang diri di taman, dalam kesedihan yang amat sangat. Tetapi Ia tidak mundur dengan ketakutan. Ia mengalahkannya dan meninggalkan taman untuk menemui para penangkapNya.

Ayat kunci

​“Atau kausangka, bahawa Aku tidak dapat berseru kepada BapaKu, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan Malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahawa harus terjadi demikian?” (26:53-54)

Tahukah anda…?

1. Getsemani (26:36):bererti “kilangan minyak”. Di ladang pohon zaitun, kilangan minyak digunakan untuk mengeluarkan minyak dari buah. Ada kebun zaitun di tempat itu (Yoh. 18:11).12/83 Sebuah kebun, di timur Yerusalem melewati lembah Kirdon dan dekat Bukit Zaitun.7/465

2. Dua belas pasukan (twelve legions) (26:53): Satu legion Romawi terdiri dari 6000 prajurit. Perlindungan mereka seperti itu (kira-kira 72,000 malaikat) dengan mudah dapat melindungi Yesus dari oposisi apa pun. 12/85

3. “Itu nyata dari bahasamu” (26:73): Petrus mempunyai aksen Galilea yang terdengar sangat mencolok di Yerusalem. 8/1483

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(26:36-47)
​​​​​​​​​​(26:48-56)
​​​​​​​​​​(26:57-68)
​​​​​​​​​​(26:69-75)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis umum

​1. Catatlah pengamatan anda tentang bagaimana Yesus sangat kesepian selama jam-jam yang menyakitkan ini.

Analisis bagian
26:36-47

​1a. Bandingkanlah Tuhan Yesus dengan murid-muridNya (anda perlu melihat keseluruhan ayat-ayat, dimulai dari ayat 31)

1b. Perhatikanlah Tuhan Yesus sebelum, selama, dan setelah berdoa, dan catatlah pengamatan anda. Perubahan apakah yang terjadi pada diriNya?

2a. Apabila doa di Taman Getsemani adalah sebuah peperangan yang menentukan, apakah yang sedang diperangi Tuhan, dan bagaimanakah Ia menghadapinya?

2b. Apakah yang dapat kita pelajari dari doa Tuhan dalam hal doa kita kepada Allah?

3a. Apakah yang diharapkan Tuhan dari murid-muridNya?

3b. Menurut anda, mengapa murid-murid tidak dapat melakukan yang apa diminta Tuhan?

​4a. Apakah maksudnya “berjaga-jaga dan berdoalah” (41)?

​4b. Bagaimanakah doa yang berjaga-jaga melindungi kita dari godaan?

​4c. Mengapa Tuhan menambahkan kata-kata pada perintahNya “roh memang penurut, tetapi daging lemah”?

5. Pernahkah anda mengalami doa seperti di Taman Getsemani? Jelaskanlah pengalaman itu dan pengaruhnya

26:48-56

​6. Para imam besar dan tua-tua mengirimkan banyak orang dengan pedang dan pentung untuk mencari dan menangkap Yesus (47-55). Dari hal ini apakah yang dapat kita ketahui tentang para pemimpin agama ini dan orang-orang banyak?

7. Pernahkah anda dikhianati dengan ciuman?

8. Bagaimanakah kadang-kadang kita merasa perlu untuk mempertahankan sesuatu yang baik dengan “sebilah pedang” seperti yang dilakukan pengikut Tuhan itu? Mengapa perbuatan ini salah?

​9. Bagaimanakah perkataan Tuhan di ayat 53-54 menunjukkan kebesaranNya?

26:57-68

​10. Pernahkah anda mengikuti Tuhan “dari jauh” seperti Petrus? Mengapa?

​11a. Bagaimanakah pengadilan Yesus berjalan sangat tidak adil, dan bagaimanakah pengadilan itu menunjukkan kemunafikan para pemimpin agama?
​11b. Bagaimanakah para pemimpin ini menunjukkan kebencian mendalam mereka kepada Yesus?

12a. Apakah yang dapat kita pelajari dari kebungkaman Yesus?

12b. Bagaimanakah penderitaan dan penghinaan yang dijalani Yesus menjadi dorongan bagi anda dalam penderitaan?

26:69-75

​13a. Pernahkah anda terdesak oleh keadaan yang genting untuk menyangkai iman anda?

​13b. Mengapa Petrus menangis tersedu-sedu? Apabila anda adalah Petrus, bagaimanakah perasaan anda?

Matius 26:1-35

​Matius. 26:1-35
Pengkhianatan dan pengadilan Yesus (1)

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Bagi Tuhan Yesus, penyalibanNya sudah tinggal beberapa hari lagi. Ia memilih untuk menghabiskan sisa waktunya menyepi bersama murid-muridNya. Segalanya akan terjadi sesuai dengan perkiraanNya. Ia telah diurapi untuk mempersiapkan penguburanNya; Ia makan perkamuan Paskah dengan murid-murid; Ia dikhianati oleh muridNya sendiri. Sembari membaca ayat-ayat ini, gambarkanlah diri anda bersama-sama dengan Yesus di saat-saat akhir itu, dan rasakanlah perasaan mendalam yang mengiringi cerita ini.

Ayat kunci

​“Sebab inilah darahKu, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa” (26:28)

Tahukah anda…?

1. Paskah (passover)(26:2): Paskah dimulai pada hari Khamis sore dengan penyembelihan anak domba 6/523 Perayaan Yahudi ini memperingati peristiwa ketika malaikat Tuhan melawati (passover) rumah orang-orang bangsa Isreal, tidak membunuh anak sulung mereka seperti yang dilakukannya di rumah orang-orang bangsa Mesir (lihat Kel. 12:13,23,27). Anak domba yang dipersembahkan dalam perayaan ini disembelih pada hari ke-14 bulan Nisan (Mac-April), dan dagingnya dimakan di sore yang sama antara waktu matahari tenggelam hingga tengah malam. Kerana hari orang Yahudi dimulai dari matahari terbenam, perayaan Paskah diadakan mulai pada hari ke-15 bulan Nisan.8/1519

2. Kayafas (26:3): imam besar di tahun 18-36 Masehi dan menantu Hanas (Yoh. 18:13),mantan imam besar yang menjabat dari tahun 6-15 Masehi.

3. Tiga puluh wang perak (26:15) adalah harga penebusan yang dibayarkan untuk seorang hamba (Kel. 21:32). Jumlah yang sama juga dinubuatkan sebagai upah pelayanan Gembala yang ditolak (Za. 11:12). Nilai sesungguhnya dari jumlah wang ini tidak dapat ditentukan, kerana satuan wangnya tidak disebutkan.12/82

4. Hari Raya Roti Tak Beragi (26:17): Sebagian besar pelajar Alkitab percaya bahawa kejadian-kejadian yang dicatat di Matius. 26:17-30 pertama dari hari Khamis menjelang Yesus disalibkan. Ini adalah hari pertama dari tujuh hari perayaan hari raya roti tidak beragi. Pada hari itu anak domba Paskah disembelih (Mrk. 14:12). Perayaan ini diadakan segera setelah Paskah; keseluruhan delapan hari ini kadang-kadang disebut sebagai Minggu Paskah 12/82

5. Nyanyian pujian (hymn-kidung) (26:30): Pujian yang biasanya dinyanyikan adalah bagian akhir Hallel (pss 114-118 atau 115-118). Lagu ini dinyanyikan secara sahut menyahut: Yesus sebagai pemimpin akan menyanyikan syairnya, dan murid-murid akan menjawabnya dengan “Haleluya”.6/539

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(26:1-5)
​​​​​​​​​​(26:6-13)
​​​​​​​​​​(26:14-16)
​​​​​​​​​​(26:17-19)
​​​​​​​​​​(26:20-25)
​​​​​​​​​​(26:26-30)
​​​​​​​​​​(26:31-35)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis umum

​1. Dengan cara-cara apakah Yesus menunjukkan diriNya sebagai Tuhan yang mahakuasa, yang menyerahkan diriNya sebagai persembahan, tidak sebagai korban tidak berdaya?

Analisis bagian
26:1-5

​1. Mengapa disalibkannya Tuhan saat Paskah adalah bagian yang sangat penting?

​2. Mengapa penulis Kitab Matius menempatkan rencana imam-imam besar, ahli-ahli Taurat, dan para tua-tua segera setelah dituliskannya nubuat Tuhan?

26:6-13

​3a. Mengapa murid-murid merasa gusar?

​3b. Apakah yang dapat kita ketahui tentang murid-murid dari “untuk apa pemborosan ini”?

3c. Apakah anda kadang-kadang mesra “gusar” dengan persembahan atau pelayanan orang lain kepada Allah?

4. Bandingkanlah perempuan ini dengan murid-murid dalam cerita ini.

5. Menurut Tuhan sendiri, mengapa perbuatan perempuan ini merupakan perbuatan yang baik?

6. Apakah yang dapat kita pelajari dari pujian dan janji Yesus di ayat 13?

26:14-16

​7. Mungkinkah ada keterkaitan antara perbuatan Yudas dan reaksi murid-murid di ayat 8-9?

​8a. Bagaimanakah Yudas bertolak belakang dengan perempuan yang menuangkan minyak kepada Yesus?

​8b. Bagaimanakah kita kadang-kadang sepetti Yudas, “mengkhianati Yesus”?

26:20-25

​9a. Menurut anda, mengapa Tuhan memperlihatkan bahawa salah satu muridNya akan mengkhianatiNya?

9b. Mengapa Yesus tidak secara langsung menunjuk Yudas?

10. Mengapa Yudas harus dihukum apabila pengkhianatannya memang sudah dinubuatkan (24)?

26:26-30

​11a. Apakah Perjamuan Kudus hanya bersifat simbolis mewakili darah dan tubuh Kristus? Jelaskanlah jawaban anda.

11b. Apakah perjanjian baru yang disebutkan di ayat 28? Apakah hubungannya dengan darah Tuhan?

12. Apakah yang harus kita peringati ketika kita ambil bagian dalam Perjamuan Kudus?

26:31-35

​13a. Apakah yang dapat kita ketahui tentang Petrus dari perkataan-perkataannya?

​13b. Pernahkah anda mengucapkan janji yang tulus, tetapi tidak berhasil menepatinya? Mengapa anda mengucapkan janji itu? Mengapa anda gagal?

Matius 25:1-46

Matius. 25:1-46
Kembalinya Yesus (2)

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Babak kedua pada khotbah di Bukit Zaitun melanjutkan tema persiapan kedatangan Tuhan. Tiga bagian dalam ayat-ayat ini mengajarkan kita bagaimana mempersiapkan diri untuk kembalinya Sang Raja. Orang yang bijak, setia dan benar akan mewarisi kerajaan Syurga, sementara yang bodoh, malas dan jahat akan diusir.

Ayat kunci

​“Kerana itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari mahupun akan saatnya” (25:13)

​“Maka kata tuannya itu kepadanya:’Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggungjawab dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggungjawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu’” (25:23)

​“Dan Raja itu akan menjawab mereka:’ Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk AKu’” (25:40)

Tahukah anda…?

1. Sepuluh gadis (25:1): Mereka adalah para pendamping mempelai wanita, yang bertanggungjawab untuk mempersiapkan mempelai wanita untuk bertemu dengan mempelai pria.8/1476

2. Talenta (25:15): Pertama, talenta adalah sebuah satuan berat, antara 58 hingga 80 (26-36 Kg), dan juga merupakan satuan wang, penilaian umum menyamainya setara dengan enam ribu dinar. Akan lebih mudah dimengerti apabila satuan ini disamakan dengan nilai wang modern untuk memahami besar nilainya. Apabila satu talenta bernilai enam ribu dinar, maka itu sama dengan upah pekerja harian selama 20 tahun bekerja- mungkin sekitar tiga ratus ribu dolar Amerika. 6/516

3. Orang yang menjalankan wang (25:27): di Alkitab edisi NKJV (bahasa Inggeris) disebut bankers, atau banker. Kata ini tidak menunjukkan institusi kewangan untuk menyimpan wang, tetapi lebih sebagai “kasir” di mana penukar wang duduk atau berdiri menukarkan wang (Mat. 21:12; Mrk. 11:15; Yoh. 2:15). Namun di Lukas. 19:23, kata ini nampaknya bermaksud “bank” dalam erti modern seperti sekarang ini. 10/141

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(25:1-13)
​​​​​​​​​​(25:14-30)
​​​​​​​​​​(25:31-46)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis bagian
25:1-13

​1. Bagaimanakah perumpamaan ini berhubungan dengan pengajaran di Fasal. 24:36-51?

​2. Mengapa Kristus disamakan dengan mempelai pria?

​3a. Bagaimanakah sepuluh gadis itu serupa dalam apa yang mereka lakukan?

​3b. Apakah yang membuat gadis-gadis bijak berbeda dengan yang bodoh?

​4a. Apakah yang dilambangkan dengan mempunyai cukup minyak?

​4b. Apakah yang diajarkan dari kenyataan bahawa minyak itu tidak dapat dibagi-bagi?

​5. Mengapa tidak berjaga-jaga dapat mempunyai akibat yang demikian berat?

25:14-30

​6. Apakah yang harus kita lakukan dengan talenta yang telah kita terima?

​7a. Dengan dasar apakah para hamba diberkati atau dihukum? Pengajaran apakah yang ada di balik hal ini?

7b. Apakah tuan itu orang yang kejam seperti yang dinyatakan hamba di ayat 24? Mengapa tuan itu sendiri kedengarannya mengiyakan pernyataan ini di ayat 26?

8. Apakah yang dapat kita pelajari dari ayat 29 dalam pelayanan kita?

9. Bagaimanakah perumpamaan ini menunjukkan keadilan dan kasih Allah?

25:31-46

​10. Perhatikanlah awal tiap-tiap bagian dalam pelajaran ini dan jelaskanlah alasan perbedaan antara pelajaran ini dengan dua pelajaran sebelumnya.

​11. Dengan dasar apakah pemisahan akhir dilakukan?

​12. Siapakah saudaraNya yang paling hina (40)?

​13. Amalkanlah perbuatan-perbuatan di bawah ini dalam konteks zaman sekarang dan tuliskanlah apa yang dapat anda lakukan.

13a. Memberi makan orang-orang lapar dan minum bagi yang haus.

13b. Memberi tumpangan bagi orang-orang asing

13c. Menjenguk yang sakit

​13d. Memakai pakaian pada orang yang telanjang.

​13e. Menengok mereka yang ada dalam penjara

​14. Apakah yang dapat kita pelajari dari kenyataan bahawa baik yang benar mahupun yang jahat tidak menyedari apa yang telah mereka lakukan?

Matius 24:1-51

Matius. 24:1-51
Kembalinya Yesus (1)

Dasar pemahaman
Latar belakang

​Tuhan meninggalkan Bait Allah dan menyingkir dari kerumunan orang. Pelayanan terakhirNya sekarang adalah kepada murid-muridNya. Menjawab pertanyaan murid-murid mengenai tanda-tanda kedatangan Tuhan dan akhir zaman, Ia menyampaikan pengajaranNya yang terakhir, yang juga disebut Khotbah di Bukit Zaitun (24:1-25:46). Dalam pelajaran ini, kita akan melihat pada bagian pertama khotbah itu, yang menubuatkan urutan peristiwa menuju kembalinya Kristus, peringatan akan pernyataan-pernyataan yang mengelabui, dan memerintahkan kita untuk berjaga-jaga.

Ayat kunci

​“Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” (24:13)

​“Kerana itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang” (24:42)

Tahukah anda…?

1. “Tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain” (24:2): Digenapi secara hurufiah di tahun 70, ketika Kekaisaran Romawi di bawah perintah Titus sepenuhnya menghancurkan Yerusalem dan bangunan-bangunan Bait Suci. Bahkan batu-batunya dibongkar untuk mengumpulkan ceceran emas yang meleleh dari atap ketika Bait Allah dibakar. Penggalian arkeologi di tahun 1968 menemukan banyak sekali batu-batu ini, yang runtuh dari tembok oleh para penyerbu. 8/1474

2. Pembinasa keji (24:15): Hal menjijikkan yang menyebabkan najisnya tempat kudus. Rujukan utama di Kitab Daniel adalah pada tahun 168 SM, ketika Antiokhus Epifanes mendirikan mezbah penyembahan berhala kepada Dewa Zues di atas mezbah suci Bait Allah di Yerusalem. Menurut beberapa orang, masih ada dua tahap lagi dalam penggenapan nubuatan di Kitab Daniel dan Matius: (1) Penghancuran Bait Allah oleh tentera Roma di tahun 70 dan (2) penggambaran rupa antikristus di Yerusalem. 8/1475

3. Atap rumah (24:17): Kebanyakan atap rumah di daerah itu datar (ref. Ul. 22:8; Mrk. 2:4; Kis. 10:9)- tempat yang enak di waktu hari tidak terik. Ayat 17 menyiratkan ketergesaan yang begitu sangat sehingga orang yang melarikan diri tidak akan meluangkan waktu untuk turun ke bawah untuk menyelamatkan barang-barang mereka, tetapi akan berlari dari atap untuk meninggalkan kota sesegera mungkin (ref. Jos Antiq. XIII, 140[ay. 3])6/501

Pengamatan
Garis besar

​​​​​​​​​​(24:1-3)
​​​​​​​​​​(24:4-22)
​​​​​​​​​​(24:23-28)
​​​​​​​​​​(24:29-31)
​​​​​​​​​​(24:32-35)
​​​​​​​​​​(24:36-44)
​​​​​​​​​​(24:45-51)

Kata kunci/ ungkapan

Analisis umum

​1. Ayat-ayat manakah yang menjelaskan kejadian atau tingkatan berikut ini?

​1a. Jatuhnya Yerusalem

​1b. Masa kesusahan sebelum akhir zaman.

​1c. Akhir zaman dan kedatangan Anak Manusia.

​2a. Hal-hal apakah yang mungkin dapat mempengaruhi iman orang-orang Kristian dan bahkan menyebabkan mereka meninggalkan kebenaran?

2b. Dari hal-hal di atas, apa saja yang anda temukan pada hari ini?

3. Seperti apakah nantinya kedatangan Kristus?

4. Apakah tujuan khotbah ini? Untuk menjawab pertanyaan ini, tuliskanlah semua perintah yang berlaku bagi kita.

24:15-20

​5. Mengapa penduduk Yudea harus melarikan diri?

24:21-28

​6a. Bagaimanakah mesias-mesias dan nabi-nabi palsu akan mengelabui?

​6b. Dengan mengetahui cara tipu daya mereka, bagaimanakah kita dapat membedakan dan berjaga-jaga terhadap kristus dan nabi palsu?

​7. Apakah maksudnya “seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan ​ cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia”?

24:32-35

​9a. Apakah “semuanya ini” di ayat 33?

​9b. Apakah “waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu”?

​10. Mengapa Yesus mengucapkan katakata yang ada di ayat 34-35?

24:36-44

​11. Mengapa Yesus berkali-kali menekankan bahawa Ia akan datang pada saat yang ​ tidak kita duga?

​12. Apakah pengajaran yang dapat kita peroleh dari zaman Nuh?

13. Bagaimanakah gambaran “seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan” menambahkan penekanan pada peringatan Yesus?

24:46-51

​14a. Bagaimanakah hamba yang baik itu setia dan bijak?

​14b. Apakah yang dikatakan pada ayat 45 tentang tanggungjawab Kristiani kita dan erti siap sedia?

15. Bagaimanakah hamba yang jahat mengabaikan peringatan Yesus?

16. Secara khusus, bagaimanakah anda bersiap-siap menyambut kedatangan tuan?