6 Perbandingan Dogma Hari Sabat

​Di kalangan umat Kristian hingga saat ini,”Hari Sabat” merupakan topik yang diperdebatkan. Pada umumnya gereja-gereja berpandangan:

​1.Hari Sabat adalah hokum Taurat,yaitu hari yang dikuduskan oleh bangsa Israel pada zaman hokum Taurat.
​2.Hari Sabat pada zaman anugerah(Perjanjian baru)telah dihapuskan atau ditiadakan.
​3.Pada zaman anugerah(Perjanjian baru)murid-murid Tuhan harus memperingati hari Kebangkitan Tuhan yaitu hari Minggu.

​A.Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

​Hari Sabat diadakan oleh Allah untuk orang Israel pada zaman hokum Tuhan.Hal ini berdasarkan alasan-alasan:

​1. Sepuluh Hukum Allah ditetapkan untuk orang Israel.Maka perintah untuk menguduskan hari Sabat yaitu hukum ke-4 dari 10 hukum Allah adalah untuk orang Israel keluar dari Mesir(Kel.20:2;34:27-28).

​2. Hari Sabat adalah hari ditetapkan khusus untuk orang Israel(Ul.5:15).

3. Hari Sabat adalah suatu peringatan antara Tuhan dengan orang Israel secara turun temurun(Kel.31:12-17;Yeh.20:13-14).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

​1. Hari Sabat ditetapkan Allah pada waktu penciptaan.Kerana itu hari Sabat ada sebelum ada hukum Taurat dan sebelum ada orang Israel.Kerana itu hari Sabat telah melampaui Hukum Taurat(Kej.2:1-3).

2. 10 Hukum Allah memang diberikan Allah kepada orang Israel,tetapi dapat dijadikan dasar atau alasan tidak ada hubungannya dengan umat Kristen sekarang ini.Allah mempercayakan firman-Nya kepada bangsa Israel dalam Perjanjian Lama supaya melalui bangsa Isreal firman Tuhan tersebut diturunkan atau disampaikan kepada umat Tuhan dalam zaman Perjanjian Baru(Rm.3:20).

3. 10 Hukum Allah(termasuk hukum ke-4-hari Sabat)tidak ditiadakan atau dihapuskan dalam zaman anugerah (Perjanjian Baru),bukti:
​i) Tuhan Yesus memberitahu orang muda yang kaya,apabila ingin memperoleh hidup yang kekal harus memuruti segala perintah Allah(10 hukum Allah)(Mat.19:16-19).
​ii) Melanggar 1 hukum dalam 10 hukum berarti bersalah terhadap seluruhnya.

4. Hari Sabat diadakan untuk semua manusia(Mrk.2:17-28).Bukti Alkitab:Bangsa di luar Yahudi pun menguduskan hari Sabat(Kis.18:4).

B. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Dalam Perjanjian Baru tidak ada perintah bahwa umat Kristen harus menguduskan hari Sabat:

1. Tidak ada satu ayat pun yang mengatakan,setelah Tuhan Yesus bangkit,Dia menyuruh murid-murid-Nya menguduskan hari Sabat.

2. Dalan putusan sidang rasul-rasuk di Yerusalem,tidak ada tentang Hari Sabat,jelaslah bahwa rasul-rasul menganggap bahwa hari Sabat tidak perlu dikuduskan oleh umat Kristen Alkitab mengatakan:Sebab kepada keputusan Roh Kudus dan keputusan kami,supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban daripada yang dipersembahkan kepada berhala,dari darah,dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini,kamu berbuat baik.Sekianlah,selamat(Kis.15:28-29).

3. Dalam Perjanjian Baru tidak ada perintah harus menguduskan hari Sabat,ini membuktikan bahwa hari Sabat adalah satu lambangan yang sudah digenapi.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Dalam kitab Perjanjian Baru tidak ada satu ayat pun yang menyuruh menguduskan hari Sabat,sebab menguduskan hari Sabat adalah kebiasaan yang terus menerus berlangsung sejak zaman dahulu.​
Alkitab mengatakan :”Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitahu di tiap-tiap kota,dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.”(Kis.15:21).

2. Demikian pula dalam agenda sidang rasul-rasul di Yerusalem tidak memasukkan mengenai hari Sabat,sebab hari Sabat adalah peraturan yang sangat dipentingkan dan terus menerus berlangsung dikalangan orang yang memeluk agama Yahudi dan Kristen waktu itu(Kis.15:28-29).

3. Demikian pula Tuhan Yesus tidak memerintahkan menguduskan hari Sabat sebab menguduskan hari Sabat adalah kebiasaan yang sudah dilakukan pada waktu itu.

4.Hari Sabat melambangkan perhentian dalam Kristus(Mat.11:28-29) dan perhentian kekal di Sorga(Ibr.4:9-11)namun Hukum ke-4 tentang hari Sabat tetap harus dikuduskan oleh umat Kristen selama ia hidup.

C. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Hari Sabat dalam Perjanjian Lama hanyalah gambaran dari perhentian yang akan dirasakan oleh seseorang ketika ia meletakkan imannya kepada Kristus dan berhenti dari pekerjaannya masing-masing(Ibr.4:9-11).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Ayat Alkitab dalam Ibr.4:9-11 tidak mengatakan bahwa kita tidak perlu memegang hari Sabat setelah kita meletakkan iman kita kepada Kristus.

2. Ayat Alkitab dalm Ibr.4:9-11 tidak dapat menjadi dasar untuk menghapus hari Sabat sebab janji tentang perhentian(Sabat)kekal masih berlaku.

3. Perhentian yang telah kita terima di dalam Kristus tidak menggantikan perhentian pada hari ketujuh(Hari Sabat).

4. Memegang hari Sabat merupakan salah satu dari 10 perintah Tuhan dan tetap harus dipegang sampai sekarang (Mat.19:16-19;Yak.2:10-11;Why.14:12).

5. Perhentian (Sabat)dalam Ibr.4:9-11-bukan hanya mengacu pada perhentian(Sabat)yang telah kita terima di dalam Kristus tetapi juga perhentian (Sabat)kekal.Janji ini masih berlaku sampai sekarang.Oleh kerana itu kita harus “berusaha untuk masuk ke dalam perhentian (Sabat)itu.”Memegang Sabat sekarang merupakn bayangan dari perhentian (Sabat)kekal.

D. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Hari Sabat telah dihapuskan atau ditiadakan berdasarkan alasan-alasan:

1. Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta pada hari Sabat(Yoh.9:13-16),dan juga memperolehkan murid-murid memetik gandum pada hari Sabat(Mat.12:1-8;Mrk.2:23-28;Luk.6:1-5).Ini berarti bahwa Tuhan Yesus telah menghapuskan atau meniadakan hari Sabat.

2. Rasul Paulus mengatakan:”Kerana itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya,bulan baru ataupun hari Sabat;semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang,sedang wujudnya ialah Krstus.”(Kol.2:16-17).
Ini berarti hari Sabat sudah dihapuskan atau ditiadakan.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta pada hari Sabat bukan untuk menghapus atau meniadakan hari Sabat tetapi untuk menunjukkan bahwa hari Sabat boleh berbuat baik.

2. Tuhan Yesus memperbolehkan murid-murid-Nya memetik gandum pada hari Sabat atas dasar bahwa Allah menghendaki belas kasihan(Mat.12:7).Hal ini bukan berarti hari Sabat telah dihapuskan atau ditiadakan oleh Tuhan Yesus.Perkataan Tuhan Yesus:”Di sini ada yang melebihi Bait Allah”(Mat.12:6)tidak bermaksud bahwa Tuhan Yesus dapat lebih lagi melanggar ketetapan Sabat.Sebaliknya,ia berkata bahwa jika para iman tidak dihukum atas apa yang telah mereka lakukan di Bait Allah,maka Tuhan Yesus yang lebih besar dari Bait Allah,memiliki kuasa untuk menghukum murid-murid-Nya.

3. Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta pada hari Sabat memperolehkan murid-murid-Nya memetik gandum pada hari Sabat bertujuan mangubah aturan atau cara menguduskan hari Sabat yang selama ini dipegang orang Yahudi.Tuhan Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat,Dia mempunyai hak menentukan atau mengubah aturan atau cara menguduskan hari Sabat(Mrk.2:23-28).Tuhan Yesus menguduskan hari Sabat tidak mengikuti ketetapan dalam hukum Taurat,melainkan di bawah kasih karunia dan kemurahan Allah serta sesuai dengan kehendak Allah.Sedangkan orang-orang Yahudi menguduskan hari Sabat di bawah hukum Taurat dan peraturan-peraturan yang ditambahkan sendiri oleh para rabi Yahudi yang bersifat tradisi(Yoh.9:14-16).

4. Tuhan Yesus datang bukan untuk menghapus hukum Taurat melainkan menggenapinya(Mat.5:17-20).Orang –orang Farisi menyalahkan Yesus kerana Yesus dianggap melanggar hari Sabat,tetapi sesungguhnya Yesus sedang menunjukkan kepada orang Farisi cara memegang hari Sabat yang benar.

5. Tuhan Yesus tidak pernah berkata bahwa kita tidak perlu mementingkan hari Sabat dan Dia selalu memegang hari Sabat(Luk.4:16).

6. Dalam zaman anugerah(Perjanjian Baru)hari Sabat tidak dihapuskan atau dikuduskan.Buktinya bahwa rasul-rasul pun menguduskan hari Sabat:
​i)Paulus dan Silas menguduskan hari Sabat di Antiokhia(Kis.13:14,44)
​ii)Paulus dan Silas menguduskan hari Sabat di Filipi(Kis.16:13).
​iii)Paulus dan Silas menguduskan hari Sabat di Tesalonika.(Kis.17:1-2).
​iv)Kesaksian Yakobus tentang hari Sabat(Kis.15:19-21).
​vi)Tuha Yesus memberi nasihat keoada murid-murid-Nya untuk berdoa supaya pada waktu mereka melarikan diri ketika Yerusalem dimusnahkan,jangan jatub pada musim dingin dan jangan pada hari
​Sabat(Mat.24:20).Dari sini dapat kita ketahui bahwa sampai tentang Roma menghancurkan Yerusalem pada tahun 70M,pada waktu itu murid-murid-Nya masih menguduskan hari Sabat.

7. Mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya,bulan baru ataupun hari Sabat(Kol.2:16).Ini semua menunjukkan yang berada di bawah hukum Taurat (Im.23:25).Oleh kerana itu”hari Sabat”di sini adalah hari Sabat Taurat.

8. Jemaat pada masa awal zaman rasul-rasul terdiri atas 2 macam,yaitu jemaat yang bersunat(bangsa Yahudi)dan jemaat yang tidak bersunat(bangsa lain).Jemaat yang bersunat berpendapat bila ingin diselamatkan,maka bangsa lain yang telah menjadi percaya haruslah juga disunat berdasarkan hukum Musa(Kis.15:1;Gal.5:12-13).Berdasarkan alasan tersebut,kemudian mereka memaksa jemaat di Kolose agar menguduskan hari Sabat menurut ketentuan-ketentuan dalam hukum Taurat.

9. Paulus mengatakan bahwa zaman Taurat telah berlalu dan sekarang ini adalah zaman anugerah(Rm.10:4;Gal.3:23-25),kerana itu mereka tidak perlu menguduskan hari Sabat menurut ketentuan-ketentuan dalam hukum Taurat(Kol.2:14-17).

10. Pada zaman PerjanjianBaru,hari Sabat yang dipegang oleh bangsa Israel sangatlah keras.Mereka menguduskan hari Sabat di bawah hukum Taurat maka tidak boleh bekerja pada hari Sabat.Umat pilihan pada zaman Perjanjian Baru tidak berada di bawah hukum Taurat,tetapi di bawah kasih karunia(Rm.6:14),maka yang dipegang atau dikuduskan adalah hari Sabat di bawah kasih karunia.
• Di Perjanjian Baru jemaat berstatus sebagai anak Allah.
• Di Perjanjian Baru menguduskan hari Sabat berarti mengecap kasih karunia.
• Di Perjanjian Baru cara menguduskan hari Sabat adalah bersifat fleksilbel dan sejahtera(Mrk.2:27;Mat.12:12).

11. ”Jangan kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya,bulan baru ataupun hari Sabat”(Kol.2:16).Ini maksudnya bukan berarti jangan biarkan orang menghukum kamu kerana tidak menguduskan hari Sabat tetapi maksudnya adalah jangan kerana menguduskan hari Sabat tidak menuruti ketentuan hukum Taurat sehingga orang menghukum kamu.Dengan kata lain,zaman Perjanjian Baru,kita menguduskan hari Sabat di bawah kasih karunia,bukan hari Sabat di bawah hukum Taurat.Alasannya sebagai beikut:
i)Dalam Kol.2:14-16”Makanan dan Minuman telah disalibkan.”ini bukan berarti kita tidak boleh makan dan minum.Maksudnya adalah makanan yang pada zaman humun Taurat dilarang dimakan,sekarang ini pada zaman Perjanjian boleh dimakan.
ii)Dalam Kol.2:14,16 “Hari Sabat telah disalibkan”ini bukan berarti maksudnya adalah “peraturan-peraturan tentang hari Sabat dalam hukum Taurat telah disalibkan”Apa saja peraturan-peraturan tentang hari Sabat dalam hukum Taurat yang sekarang ini sudah disalibkan?Menurut hukum Taurat bahwa hari Sabat,umat Tuhan harus mempersembahkan korban,tidak boleh menabur,tidak boleh menuai,tidak boleh menyalakan api,tidak boleh mengumpulkan kayu lebih dari 2 mil(Kel.20:8-10;23:12;34:12-17;34:21;35:2;Im.23:3,Ul.5:12-14).Jadi dalam zaman anugerah ini hari Sabat dibawah anugerah(Sabat anugerah)dan bukan Sabat di bawah hukum Taurat(Sabat Taurat)

​12. Andaikata benar bahwa hari Sabat telah dihapuskan,tentu akan diadakan sidang rasul-rasul seperti halnya “Penghapusan Sunat”bagi bangsa lain yang telah dianiayayi hanya keran meniadakan Sunat.Kalau hari ​Sabat telah dihapuskan,mengapa pada waktu itu tidak ada reaksi atau keributan mengenai hal ini.

​E. PANDANGAN GEREJA-GEREJA PADA UMUMNYA:

Apabila dikatakan menguduskan hari Sabat bukan menurut hukum Taurat,lalu bagaimana dengan hari raya dan bulan baru apakah juga disalibkan?(Kol.2:16).Kalau demikian halnya berati sekarang ini juga kita harus merayakan hari raya dan bulan baru namun tidak menuruti hukum Taurat?

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

Kegiatan hari raya dan bulan baru hanyalah mempersembahkan korban.Sekarang ini kita tidak mempersembahkan korban.Maka hari raya dan bulan baru sudah tidak ada,sedangkan kegiatan pada hari Sabat bukan hanya mempersembahkan korban.Pada hari Sabat kita memperingati penciptaan Allah,sebab dalam enam hari Allah menciptakan segala sesuatu dan pada hari ke tujuh Dia beristirahat.Jadi memperingati penciptaan Allah tidak dibatasi oleh zaman.Baik umat Tuhan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru pun harus memperingatinya dan hal ini tidak ada kaitannya dengan hukum Taurat.

F.Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Oleh kerana mayoritas gereja-gereja Kristen di seluruh dunia saat ini tidak menguduskan hari Sabat tetapi memperingatkan hari Tuhan atau hari Kebangkitan yaitu hari Minggu.Kerana itu kita memegang atau menguduskan hari Minggu dan bukan hari Sabat.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Pada tahun 321 Masehi,Kaisar Konstantin di Kerajaan Roma menurunkan perintah kepada rakyat yag isinya harus beristirehat pada hari Minggu untuk menggantikan hari Sabat(Sabtu).

2. Dalam sejarah gereja,mengenai asal usul memegang hari Minggu.Dari buku “Tanya Jawab Dogmatis umat Tuhan”karangan Uskup Chirmon(terjemahan bebas),(Pada tahun 1910 buku ini pernah diberkati oleh Paus).Kita mendapatkan jawaban yang pasti tentang asal-usul memegang hari Minggu.Pada halaman 50 dikatakan:
​Tanya : Hari apakah hari Sabat?
​Jawab : Hari Sabtu adalah hari Sabat.
​Tanya : Mengapa kita tidak memegang hari Sabat melainkan hari Minggu?
Jawab : Kerana dalam Konsili di Laodikia pada tahun 364 gereja Roma Katolik telah mengubah perayaan dari hari Sabtu menjadi hari Minggu.Kerana itu kami memegang hari Minggu dan tidak memegang
hari Sabat.

3. Dosen N.Summerbell,seorang pendeta Amerika yang terkenal,pernah menjabat sebagai rector Universitas Antiokhia.Dalam sebuah buku karangannya yang berjudul:”Sejarah Umat Kristen”,ia memberi balikkan dia (Gereja Roma Katolik)sudah memutar balikkan Hukum yang ke empat,telah menghapuskan Hari Sabat dalam Alkitab dan diganti dengan hari Minggu sebagai hari kudus.
Jadi Injil Markus Tuhan Yesus mengatakan:Jawab-Nya kepada mereka:”Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu,hai orang-orang munafik!Sebab ada tertulis:Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya,padahal hatinya jauh dari pada-Ku.Percuma mereka beribadah kepada-Ku,sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”Yesus berkata pula kepada mereka:”Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah

Allah,supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri”(Mrk.7:6-9)
Oleh kerana itu kita harus memegang perintah Tuhan dengan setia dan sepenuhnya (Ul.4:2,5-6;5:31-32;8:1;Rm.15:18-19;Kol.1:25-26). Kita harus mentaati perintah Tuhan yaitu memegang atau menguduskan hari Sabat dan bukan hari Minggu(Ul.5:12;Kel.20:8-11;Yeh.20:19-20;Luk.4:16;Mat.19:16-19;Kis.13:14,44;Kis.15:21;Kis.16:13,Kis.17:1-2,Kis.18:4).

G. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Hari Sabat (hari ketujuh)sekarang ini belum tentu adalah hari Sabat yang ditetapkan Allah.Bagaimanakah kita dapat memastikan bahwa hari Sabat yang sekarang adalah hari Sabat yang mula-mula ditetapkan Allah.Dan juga waktu diberbagai belahan dunia ada perbedaan,lalu dengan petokan waktu manakah kita menguduskan hari Sabat?

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Percaya dan tidak bimbang bahwa hari Sabtu sekarang ini adalah hari Sabat,hal ini berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

​i) Ketika bangsa Israel di padang gurun,Allah telah mengajar bangsa Israel bagaimana menghitung hari Sabat,yaitu lewat penurunan Manna(Kel.16:4-5).Hari Sabat yang dipegang oleh orang Yahudi hingga
sekarang ini adalah kelanjutan dari hari Sabat zaman di padang gurun,yaitu hari Sabat.

ii) Tuhan Yesus mamastikan hari Sabat(Luk.4:16;13:10;Mrk.6:2).Jadi seharusnya tidak perlu diragukan lagi bahwa hari Sabat telah kehilangan jejak pada zaman Yesus.

iii) Para rasul memastikan bahwa hari Sabat tetap dipegang oleh orang-orang Yahudi pada waktu itu (Kis.15:21).Paulus sendiri juga memegang hari Sabat (Kis.13:13-14;16:13;17:1-2;18:4).

iv) Ketika hari SAabat diubah menjadi hari Minggu oleh gereja Roma Katolik.Orang-orang Yahudi masih tetap memegang hari Sabat(hari ketujuh).

v) Meskipun orang-orang Yahudi telah tersebar ke berbagai penjuru dunia,mereka semua masih tetap memegang hari Sabat yaitu hari Sabtu sekarang ini.

vi) Pembagian tujuh hari dalam seminggu telah ada diperbagai Negara di seluruh penjuru dunia sejak zaman kuno dan hari-hari tersebut sama dari satu Negara ke Negara lainnya.

vii) Tuhan telah menetapkan hari Sabat pada waktu penciptaan alam semesta sebagai hari yang diberkati dan dikuduskan,Dia tidak akan mengijinkan hari Sabat hilang begitu saja oleh kerana berjalannya
waktu.

viii) Alkitab mengatakan bahwa hari pertama adalah Minggu dan hari ketujuh adalah Sabat(Luk.24:1-6).

x) Kalender atau penanggalan internasional memberitahukan bahwa hari pertama adalah hari Minggu dan hari tujuh adalah hari Sabtu.

xi)”Hari persiapan”adalah hari sebelum hari Sabat,jadi hari jumaat,di mana persiapan untuk Sabat(Mat.27:62).(Kamus Alkitab,yang terdapat di dalam Alkitab Bahasa Melayu)

​2. Perbedaan waktu dunia tidaklah menjadi penghalang untuk menguduskan hari Sabat.Allah mengerti dan mengetahui adanya perbedaan waktu dunia.Maka bagi mereka yang ingin menguduskan hari Sabat jangan mempermasalahkan perbedaan waktu diberbagai tempat,tetapi berpatokan kepada waktu setempat.

H. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring,seperti bunyi sangkakala (Why.1:10).
Ayat Alkiab ini menyebutkan tentang hari Tuhan.Hari Tuhan adalah hari Kebangkitan yaitu hari Minggu.Oleh kerana itu kita harus memperingati hari Kebangkitan yaitu hari Minggu dan bukan hari Sabat.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Tidak satu pun penulis dari Perjanjian Baru termasuk rasul Yohanes sendiri,pernah mengatakan bahwa “hari Tuhan”adalah hari pertama (Minggu)dalam setiap minggu.

2. Ayat Alkitab Why.1:10-tidak mengatakan atau memperintahkan bahwa pada hari Tuhan harus diperingati atau diadakan kebaktian.

3. ”Hari Tuhan”dalam Why.1:10 menunjukkan hari kedatangan Tuhan.Yohanes dalam penglihatan melihat hari dimana hari tersebut Tuhan Yesus datang.Kata “dikuasai oleh Roh.”artinya Yohanes digerahkan oleh Roh Kudus,sehingga Yohanes berada pada posisi hari kedatangan Tuhan Yesus dan ia melihat segalanya pada saat itu.Walaupun Yohanes melihat penglihatan ini kira-kira tahun95 sesudah masehi,tetapi pada hariitu,dalam penglihatan itu ia telah digerakkan oleh Roh Kudus dibawa sampai ke hari kedatangan Yesus.Jadi hari Tuhan dalm Why.1:10 bukanlah menunjukkan hari Minggu atau hari pertama.

I. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Setelah Tuhan Yesus bangkit dari kematian,murid-murid mulai memegang atau menguduskan hari Minggu.Oleh kerana itu Tuhan Yesus datang dan berdiri ditengah-tengah mereka.
Alkitab mengatakan:Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci kerana mereka takut kepada orang-orang Yahudi.Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata:”Damai sejahtera bagi kamu!”(Yoh.20:19).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

​1. Ayat Alkitab Yoh.20:19-bukanlah menunjukkan bahwa murid-murid memegang hari Minggu untuk memperingati Kebangkitan Tuhan lalu Tuhan Yesus hadir menyertai mereka.

2. Pada waktu itu murid-murid belum percaya bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit(Mrk.16:9-11;Luk.24:1-11).Bagaimana mungkin mereka memperingati Kebangkitan Tuhan?

3. Kehadiran Tuhan Yesus pada hari Minggu tidak berarti bahwa Tuhan Yesus menginginkan murid-murid menguduskan hari Minggu,melainkan bermaksud menguatkan iman murid-murid yang pada waktu itu sudah bangkit belum tentu jatuh pada hari Minggu(Yoh.20:19,26).

4. Tuhan Yesus hadir pada waktu itu,kerana murid Tuhan Yesus yang bernama Tomas tidak percaya bahwa Tuhan Yesus telah bangkit dan Yesus hendak menampakkan diri kepada Tomas.

5. Tuhan Yesus hanya berpesan atau menyuruh murid-murid-Nya untuk memperingati kematian-Nya(Luk.22:19).Tuhan Yesus tidak pernah bepesan atau menyuruh murid-murid memperingati Kebangkitan-Nya.

J. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Rasul Paulus dan murid-murid pun menguduskan hari Minggu untuk memperingati Kebangkitan Tuhan.
Alkitab mengatakan:Pada hari pertama dalam minggu itu,ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti,Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ,kerana ia bermaksud untuk berangkat pada keesokkan harinya.Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam.(Kis.20:7).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Ayat Alkitab Kis.20:7-bukan menunjukkan bahwa Rasul Paulus menguduskan hari Minggu atau murid-murid telah mengubah hari Sabat menjadi hari Minggu.Ini adalah kebaktian khusus yaitu kebaktian perpisahan kerana Paulus akan berangkat ke Yerusalem.

2. Sebelum Paulus berangkat ke Yerusalem ia pergi mengunjungi jemaat-jemaat yang dahulu ia gembalakan. Di Troas Paulus bertemu dengan orang-orang di Asia dan di situ ia tinggal 7 hari lamanya dan para tua-tua dan berbagai tempat dipanggil dan berkumpul kerana Paulus akan memberi pesan yang terakhir(Kis.20:6)

3. Ayat Alkitab Kis20:7-tidak menyebarkan bahwa mereka berkumpul untuk memperingati Kebangkitan Tuhan Yesus.Ayat ini hanya mengatakan:hari pertama minggu itu mereka berkumpul untuk memecah-mecah roti.Berkumpul dan memecahkan roti tidaklah terbatas pada hari Minggu,Alkitab mencatat bahwa orang-orang percaya memecah roti setiap hari di Bait Allah dan di rumah-rumah jemaat(Kis.2:46-47).

K. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Hari pertama atau Minggu adalah hari Kebangkitan Tuhan,kerana itu harus berkebaktian (menguduskannya)dan memberi persembahan(kolekte).
Alkitab mengatakan:Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing-sesuai dengan apa yang kamu peroleh-menyisihkan sesuatu dan memyimpannya di rumah,supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan,kalau aku datang(I Kor.16:2).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Ayat Alkitab I Kor.16:2 tidak dapat dijadikan dasar bahwa hari pertama atau Minggu harus berkebaktian (menguduskan hari Minggu)dan memberi persembahan (kolekte)di gereja.

2. Ayat Alkitab I Kor.16:2 adalah pesan Paulus untuk memudahkan pengumpulan dana bagi jemaat untuk Yerusalem.Paulus hanya menyuruh jemaat untuk “menyisihkan”dan “menyimpan”di rumah masing-masing bagian dari penghasilan mereka pada hari pertama (Minggu)untuk membantu jemaat Yerusalem.Paulus meminta kepada mereka,jangan sampai pengumpulan dana itu baru diadakan kalau ia datang.

3. Pada waktu itu Paulus diutus untuk mengumpulkan dana bagi jemaat di Yerusalem sebab di Yerusalem terjadi kelaparan.Banyak gereja di seluruh daerah memberi bantuan untuk membantu jemaat di Yerusalem.Paulus mendorong jemaat di Korintus agar mereka memberi bantuan untuk jemaat di Yerusalem dan menasihati bahwa mereka jangan hanya pandai bicara,tetapi harus ada perbuatan kasih,jemaat di Makedonia pun yang miskin tetap memberi bantuan.Paulus mengatakan:”pada hari pertama dari tiap-tiap Minggu,hendaklah kamu masing-masing menyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah.”Maksudnya supaya uang yang mereka peroleh jangan mereka habiskan dan pada waktu Paulus datang kembali jangan mereka mengatakan bahwa mereka tidak punya wang. Kemungkinan di Korintus pada waktu itu orang-orang bekerja dengan upah mingguan,kerana itu Paulus memberitahukan mereka bahwa pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah menyisihkan uang.

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Alkitab mengatakan:Yang seorang menganggap hari yang satu lebih penting daripada hari yang lain,tetapi yang lain menganggap semua hari sama saja.Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri.Siapa yang berpegang pada suatu hari yang tertentu,ia melakukannya untuk Tuhan.Dan siapa makan,ia melakukannya untuk Tuhan,sebab ia mengucap syukur kepada Allah.Dan siapa tidak makan,ia melakukannya untuk Tuhan,dan ia juga mengucap syukur kepada Allah(Rm.14:5-6).
Kamu dengan teliti memelihara hari-hari tertentu,bulan-bulan masa-masa yang tetap dan tahun-tahun.Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia(Gal.4:10-11).

Semua hari adalah baik dan jangan diperdebatkan!Kita boleh memegang Sabat pada hari apa saja dalam seminggu.Kita tidak selalu harus memegang hari ketujuh dalam seminggu.Jika menurut kita hari pertama adalah hari terbaik,maka kita akan memegang Sabat pada hari itu.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Ayat Alkitab Rm.14:5-6 tersebut isinya bukanlah memperdebatkan memegang hari Sabat atau memegang hari Minggu,kerana kitab Roma ditulis kira-kira pada tahun 57-58 M.Pada waktu itu hari Sabat belum menjadi masalah yang diperdebatkan.Perdebatan mengenai hari Sabat muncul kaisar Konstantin pada tahun 321 M memerintahkan menguduskan hari Minggu untuk menggantikan hari Sabat.

2. Ayat Alkitab Rm.14:5-6 menyebutkan “hari yang satu”,”hari yang lain”dan dibicarakan bersama-sama dengan “makanan yang dilarang oleh hukum Taurat”Jadi jelas,yang dimaksud “hari-hari”di sini adalah “hari-hari di dalam hukum Taurat”(Im.16:29-31;Im.23).Dalam hukum Taurat terdapat hari-hari raya seperti hari raya Sabat meniup serunia,hari raya Sabat pendamaian,hari raya Sabat pondok daun,hari puasa,bulan baru,tahun-tahun Sabat dan peraturan-peraturan mengenai makanan.

3. Ayat Alkitab Rm.14:5-6 memberitahukan kita bahwa makanan yang dilarang oleh hukum Taurat sekarang ini sudah boleh dimakan,tetapi tidak memakan pun tidak apa-apa.Kerana itu orang-orang yang memakan pun tidak apa-apa.Kerana itu orang-orang yang memakan makanan yang dilarang oleh hukum Taurat tidak boleh merendahkan orang yang tidak memakannya.Demikian pula dengan orang-orang yang tidak memakan makanan yang dilarang oleh hukum Taurat tidak boleh menghakimi orang yang memakannya(Rm.14:1-4).

4. Demikian juga hari-hari yang ditentukan oleh hukum Taurat,sekarang ini tidak perlu lagi dipegang,bahkan setiap hari adalah sama,kecuali hari Sabat yaitu hari yang diperintahkan Tuhan untuk dikuduskan (Kel.20:8-11).

5. Alkitab tidak pernah berkata,”Pilihlah satu hari dari tujuh hari sebagai hari Sabat dan peganglah itu.”

6. Tuhan dengan khusus memberitahukan tentang kapan pastinya hari Sabat.Dalam Kel.16:23-Tuhan berkata:”Besok adalah hari perhentian penuh,Sabat yang kudus bagi TUHAN”Kemudian dalam Kal.16:26-Musa menjelaskan bahwa hari ketujuh adalah hari Sabat(bukan hari yang lain).Penjelasan dan rincian yang sama juga diungkapkan dalam 10 perintah Allah (Kel.20:1-11;Ul.5:12-14).

7. Kita harus melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepada kita,bukan apa yang kita anggap sebagai pilihan terbaik (Ref.I Sam.15:22).

5 Perbandingan Dogma Roh Kudus

Di kalangan umat Kristen hingga saat ini,”Roh Kudus”merupakan topic yang selalu diperdebatkan.Hal-hal yang selalu diperdebatkan tentang ”Roh Kudus” adalah:

1.Apakah ketika percaya Tuhan Yesus berarti sudah ada Roh Kudus?
2.Apakah menerima Roh Kudus harus berbahasa roh?
3.Adakah hubungan antara Roh Kudus dengan keselamatan?

A.Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

1.Semua orang yang percaya pada Tuhan Yesus berarti sudah ada Roh Kudus.Setelah peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta maka Roh Kudus tinggal di dalam hati setiap orang yang percaya(Kis.2:1-4).

2.Bagaimana mungkin seseorang dapat mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat kalau tidak oleh Roh Kudus(I Kor.1:2;12:3).Kerana itu seseorang yang percaya kepada Tuhan Yesus,berarti orang tersebut sudah ada Roh Kudus.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Percaya kepada Tuhan Yesus dan dapat mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat adalah gerakan Roh Kudus,ini tidak berarti telah menerima Roh Kudus(I Kor.1:2;12:3).Bukti:Petrus,mulutnya mengatakan/mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup,ini tidak berarti Petrus pada waktu itu telah menerima Roh Kudus.Petrus menerima Roh Kudus adalah dikemudian hari yaitu pada hari Pentakosta(Mat.16:15-17;Kis.2:1-4).

2.Murid-murid di Efesus telah percaya kepada Tuhan,tetapi mereka belum menerima Roh Kudus .Paulus bertanya kepada mereka:”sudahkah kamu menerima Roh Kudus ketika kamu menjadi percaya?”Akan tetapi mereka menjawab dia:”Belum,bahkan kami belum pernah mendengar bahwa ada Roh Kudus.”Setelah murid-murid di Efesus memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus,kemudian Paulus menumpangkan tangan ke atas mereka,lalu mereka menerima Roh Kudus(Kis.19:1-6).

B.Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Kita boleh memohon Kuasa Roh Kudus lebih nyata di dalam hidup kita,tetapi sesuatu yang berlebihan kalau kita memohon lagi pencurahan Roh Kudus seperti pada hari Pentakosta di zaman rasul.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

Orang yang sudah menerima Roh Kudus harus memohon agar kuasa Roh Kudus lebih nyata lagi dalam kehidupannya(Ef.5:18)Orang yang belum menerima Roh Kudus harus memohon pencurahan Roh Kudus(Luk.11:13).Pada zaman rasul,para rasul sangat memperhatikan/mementingkan umat Tuhan dalam hal sudah atau belum menerima Roh Kudus,bukti:

i)Para Rasul mengutus Petrus dan Yohanes ke Samaria agar jemaat Samaria beroleh Roh Kudus(Kis.8:14-17).

ii)Ketika Paulus di Efesus,Paulus bertanya kepada murid-murid.Katanya kepada mereka:”Sudahkah kamu menerima Roh Kudus,ketika kamu menjadi percaya?”Akan tetapi mereka menjawab dia:”Belum,bahkan kami belum pernah mendengar,bahwa ada Roh Kudus.”Lalu kata Paulus kepada mereka:”Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?”Jawab mereka:”Dengan Baptisan Yohanes.”Kata Paulus:”Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat,dan ia berkata kepada orang banyak,bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian daripadanya,yaitu Yesus.”Ketika mereka mendengar hal itu,mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka,turunlah Roh Kudus ke atas mereka,dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang(Kis.19:1-6).
Oleh kerana itu orang yang belum menerima Roh Kudus harus memohon pencurahan Roh Kudus atas dirinya.

C.Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Rod Kudus dicurahkan sesuai dengan janji Bapa pada hari Pentakosta hanyalah terjadi satu kali,tidak berulang kali,bersifat lambing,dan setelah itu tinggal selama-lamanya dalam hati setiap orang yang percaya(Ef.3:17;I Kor.6:19).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

Peristiwa Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan janji Bapa pada hari Pentakosta,di mana ada 120 orang murid-murid menerima Roh Kudus tidak dapat dikatakan bahwa murid-murid mewakili menerima Roh Kudus atau bersifat Lambang(Kis.2:1-4).Sebab menerima Roh Kudus adalah pengalaman setiap peribadi dan Roh Kudus zaman rasul-rasul dicurahkan berulang kali,bukan hanya sekali dan terus menerus,sebagai bukti:

i)Orang Samaria menerima Roh Kudus(Kis.8:14-17).
ii)Saulus menerima Roh Kudus(Kis.9:17).
iii)Komelius,sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya menerima Roh Kudus(Kis.10:24;44-47).
iv)Murid-murid di Efesus menerima Roh Kudus setelah dibaptis dalam nama Tuhan Yesus(Kis.19:1-7).
Rasul Petrus memastikan bahwa Kornelius,sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya menerima Roh Kudus sama seperti yang telah diterima oleh para murid pada hari Pentakosta(Kis.10:47;11:15-17).
Ayat Alkitab yang mengatakan bahwa Roh Kudus diam dalam hati jemaat Korintus dan jemaat Efesus ketika mereka percaya(I Kor.6:19;Ef.1:13;3:17).Ayat ini tidak ada hubungannya dengan gereja-gereja pada umumnya sekarang ini,sebab gereja zaman Rasul didirikan oleh Roh Kudus,sedangkan gereja-gereja umumnya sekarang ini banyak yang tidak ada Roh Kudus.

D.Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

​Orang yang telah mendengar firman Kebenaran dan menerimanya berarti telah menerima Roh Kudus yang dijanjikan (Ef.1:13).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

Perkataan dalam Ef.1:13 adalah perkataan Paulus yang ditujukan kepada jemaat di Efesus yang telah menerima Roh Kudus(Kis.19:1-12).Ini sama sekali tidak ada kaitannya atau hubungannya dengan gereja-gereja umumnya sekarang ini yang belum menerima Roh Kudus.Roh Kudus adalah Roh Kebenaran,di mana ada Roh Kudus maka Roh Kudus akan memimpin kepada seluruh kebenaran(Yoh.16:13).Gereja-gereja sekarang ini pada umumnya tidak ada Roh Kudus,kerana itu sesungguhnya apa yang mereka dengar dan terima bukanlah sepenuhnya firman kebenaran/Injil Keselamatan(Mat.28:20;II Yoh.1:9;Yoh.3:24).

E. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Pada hari Pentakosta,bahasa roh yang diucapkan oleh murid-murid adalah bahasa mereka masing-masing dari berbagai Negara.Akan tetapi sekarang ini,orang yang mengaku telah menperoleh Roh Kudus dengan bukti berbahasa roh maka bahasa roh sama sekali tidak dapat dimengerti oleh dirinya sendiri atau orang lain(Kis.2:1-6).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Pada hari Pentakosta,murid-murid menerima Roh Kudus dengan bukti berbahasa roh dan bukan berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri dari berbagai Negara.Bila benar bahwa 120 orang murid dalam waktu yang bersamaan mengucapkan 15macam bahasa,maka suaranya akan berbaur,kacau,dan bagaimana orang yang mendengar dapat mengerti dan membedakan bahwa kata-kata yang diucapkan murid-murid adalah bahasanya sendiri.Orang Yahudi yang baru pulang dari negeri lain dapat mengerti bahasanya sendiri yang diucapkan oleh murid-murid,hal ini disebabkan kerana Tuhan membukakan telinga mereka atau memberi karunia kepada mereka untuk menafsirkan atau menterjemahkan bahasa roh(I Kor.12:10b).

2.Bukti seseorang menerima Roh Kudus adalah berbahasa roh.Bahasa roh tidak dapat dimengerti oleh manusia.Alkitab mengatakan:Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh,tidak berkata-kata kepada manusia,tetapi kepada Allah.Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya:oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia(I Kor.14:2).

F. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Dalam Yohanes 20:21-23-Yesus mengembusi murid-murid dan berkata:”Terimalah Roh Kudus.”Pada saat itu para murid menerima Roh Kudus dan janji Tuhan tentang Roh Kudus dalam Yohanes 14:16 dan Yohanes 16:7 telah digenapi.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Tuhan Yesus berkata: ”…Sebab jikalau Aku tidak pergi,Penghibur itu tidak akan datang kepadamu,tetapi jikalau Aku pergi,Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (Yoh.16:7).Pada saat Tuhan Yesus belum naik ke sorga,kerana itu murid-murid belum menerima Roh Kudus.

2. Rasul Yohanes menuliskan, ”…sebab Roh itu belum datang,kerana Yesus belum dimuliakan.” (Yoh.7:39).Tuhan Yesus belum dimuliakan ketika Dia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. (dimuliakan mengacu kepada kenaikan dan pengagungan; Kis.2:33;5:31;Flp.2:9-10.)Dengan demikian Dia belum mengutus Roh Kudus kepada mereka saat itu.

3. Jika pada waktu itu murid-murid telah menerima Roh Kudus.Mengapa Tuhan Yesus menyuruh murid-murid menantikan Roh Kudus di Yerusalem?(Luk.24:49;Kis.1:4-5)Roh Kudus sesungguhnya diberikan kepada murid-murid pada hari Pentakosta yaitu beberapa hari setelah Yesus naik ke Sorga.

4. Perkataan “Terimalah Roh Kudus”adalah sebuah janji dan jaminan,bukanlah sebuah penggenapan.Struktur kalimatnya yang sama ditemukan dalam “Damai sejahtera menyertai” (Ayat 19-21)yang juga merupakan sebuah jaminan dan janji.
G.Di dalam Alkitab tidak ada perintah bahwa “harus menerima atau memohon Roh Kudus”.Semua jemaat Tuhan sudah ada Roh Kudus.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Roh Kudus adalah janji Tuhan.Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya menantikan janji Bapa yaitu menerima Roh Kudus (Luk.24:49;Kis.1:4-5).

2. Ada perintah dalam Alkitab harus memohon Roh Kudus. (Luk.11:13).

H. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Setelah seseorang menerima Baptisan Air berarti orang tersebut sudah menerima Roh Kudus (Kis.2:38).Oleh kerana itu setiap jemaat, bangsa apapun, kedudukan apapun telah menerima Roh Kudus (I Kor.12:13).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Setelah seseorang menerima Baptisan Air belum berarti sudah menerima Roh Kudus.Ayat Alkitab dalam Kisah Para Rasul 2:38 tidak dapat dijadikan dasar bahwa setelah dibaptis pasti akan menerima Roh Kudus,sebab gereja pada zaman Rasul didirikan/dibangun oleh Roh Kudus,kerana itu kalau mereka menerima Baptisan Air mereka pasti akan menerima Roh Kudus,kerana ini adalah janji Tuhan kepada mereka.Sedangkan gereja-gereja sekarang banyak yang tidak ada Roh Kudus (gereja tidak didirikan oleh Roh Kudus).

2. Orang-orang di Samaria sudah menerima Baptisan Air tetapi mereka belum menerima Roh Kudus.Di kemudian hari setelah para rasul datang ke Samaria dan berdoa menumpangkan tangan ke atas mereka,barulah mereka menerima Roh Kudus (Kis.8:16-17).

3. Orang-orang di Efesus sudah menerima Baptisan Air tetapi mereka belum menerima Roh Kudus.Kemudian setelah Paulus berdoa menumpangkan tangan ke atas mereka,barulah mereka menerima Roh Kudus (Kis.19:1-6).

I. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

1. Adanya perbuatan baik pada diri seseorang berarti orang tersebut sudah ada Roh Kudus, sebab perbuatan baik adalah buah-buah Roh Kudus (Gal.5:22-23).

2. Adanya cinta kasih dan iman pada diri sendiri seseorang adalah bukti orang tersebut dipenuhi Roh Kudus.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Adannya perbuatan baik pada diri seseorang,tidak berarti orang tersebut memiliki buah-buah Roh Kudus dan telah ada Roh Kudus.Realita,ada banyak orang di luar Kristen,mereka memiliki perbuatan baik,bahkan ada yang sangat baik,namun mereka tidak dapat dikatakan telah menerima Roh Kudus.

2.Komelius,seorang perwira pasukan,yang disebut pasukan Italia,ia seorang yang saleh,mempunyai cinta kasih dan beriman tetapi sebelum bertemu rasul Petrus ,ia

J. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Setiap orang yang giat melayani Tuhan,berarti sudah ada Roh Kudus.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

Orang yang giat melayani Tuhan belum berarti orang tersebut sudah ada Roh Kudus.bukti,Rasul Petrus telah ikut Yesus dan giat melayani Tuhan,namun pada waktu itu Petrus belum menerima Roh Kudus,baru kemudian pada hari Pentakosta,Petrus menerima Roh Kudus (Mat.18:27;Kis.2:14-18).

K. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Seseorang yang dalam pekerjaan kudus disertai Tuhan seperti dapat menjelaskan atau menguraikan ayat-ayat Alkitab,mengajar firman Tuhan,berkotbah berarti bukti dipenuhi Roh Kudus.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

Seseorang yang dalam pekerjaan kudus disertai Tuhan seperti dapat menjelaskan atau menguraikan ayat-ayat Alkitab,mengajar firman Tuhan,berkotbah belum berarti orang tersebut sudah ada Roh Kudus.Bukti:Apolos adalah seorang yang fasih berbicara dan mahir dalam soal-soal kitab suci,ia bersemangat dan telah menjadi saksi yang baik bagi Tuhan,tetapi ia hanya mengetahui Baptisan Yohanes saja (Kis.18:24-25).Di lain pihak murid-murid di Efesus telah percaya kepada Tuhan dan telah menerima baptisan Yohanes,tetapi mereka belum mendengar ada Roh Kudus dan belum menerima Roh Kudus (Kis.19:1-6).Kerana itu Apolos yang hanya mengetahui baptisan Yohanes saja berarti belum meneriam Roh Kudus.

L. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Seseorang yang menerima Roh Kudus tidak harus berbahasa roh.Pada hari Pentakosta ada 3000orang yang dibaptis,di sini tidak ada catatan bahwa mereka menerima Roh Kudus,bahkan sampai bertambah menjadi 5000 orang jemaat pun tidak ada catatan bahwa mereka menerima Roh Kudus.Ketika orang Samaria menerima Roh Kudus,juga tidak disebutkan ada yang berbahasa roh (Kis.8:14-17).Kenyataan-kenyataan tersebut menunjukkan bahwa berbahasa roh bukanlah bukti satu-satunya menerima Roh Kudus.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Alkitab memang tidak menulis bahwa 3000 orang menerima Roh Kudus,kerana itu tentang bahasa roh tidak dikemukakan,tetapi kita tidak boleh mengatakan bahwa mereka tidak ada Roh Kudus.Menerima Roh Kudus pasti berbahasa roh. (Kis.10:45-46).

2.Ketika orang Samaria menerima Roh Kudus,di dalam Alkitab memang tidak dikatakan mereka berbahasa roh,hal ini hanyalah tidak ditulis/dikemukakan.Kita tidak boleh memastikan bahwa mereka tidak berbahasa roh.

3.Simon mantan tukang sihir ingin menawarkan uang kepala para rasul untuk membeli kuasa pemberian Roh Kudus dengan menumpangan tangan,tentu disebabkan Simon mantan tukang sihir melihat,ketika Roh Kudus dicurahkan ke atas orang Samaria,terdapat tanda/bukti yaitu “dapat dilihat ”dan “dapat didengar” (Kis.8:18-19).

4.Pengalaman orang-orang di rumah Kornelius menerima Roh Kudus adalah sama seperti pengalaman rasul-rasul pada hari Pentakosta yaitu berbahasa roh.Ketika Petrus pulang ke Yerusalem,ia melaporkan kepada rasul-rasul yang lain: ”Dan ketika aku mulai berbicara,turunlah Roh Kudus ke atas mereka,sama seperti dahulu ke atas kita.” (Kis.11:15-16; Kis.2:1-13).

M. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Roh Kudus adalah salah satu karunia,tidak semua umat Tuhan menerimanya.Dalam I Korintus pasal 12 dan 14 dapat kita diketahui bahwa bahasa roh ditempatkan sebagai karunia terakhir dan terkecil,kegunaannya terbatas.Berbahasa roh bukanlah satu-satunya bukti menerima Roh Kudus.Jika tidak akan dikatakan demikian,malah karunia bernubuat ditempatkan sebagai karunia yang lebih besar dan harus diusahakan,sebab berguna untuk membangun jemaat.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Roh Kudus adalah janji Tuhan pada umat-Nya (Kis.1:4-5; Kis.2:38-39).Bahasa roh dalam I Kor.12:7-11 dan I Kor.14 yang dianggap sebagai karunia terakhir dan terkecil/terbatas adalah bahasa roh untuk berkotbah Bahasa Roh untuk berkotbah merupakan karunia khusus yaitu karunia pelayanan untuk membangun tubuh Kristus.

2.Bahasa roh untuk berkotbah merupakan salah satu karunia Roh Kudus dari 9 karunia Roh Kudus yang tertulis dalam I Kor.12:7-11. Berkhotbah dalam bahasa roh adalah karunian khusus,tidak setiap umaT Tuhan menerimanya,tujuannya untuk membangun jemaat,kerana itu jumlah orang yang berkata-kata dalam bahasa roh harus dibatasi,seorang demi seorang dan harus ada yang menafsirkan (I Kor.14:14-15,26-28),sedangkan bahasa roh sebagai bukti menerima Roh Kudus adalah bahasa roh untuk berdoa, yang merupakan karunia umum,tujuannya untuk membangun diri sendiri,kerana jumlah orang yang berbahasa roh tidak dibatasi, tidak perlu seorang demi seorang dan tidak perlu ditafsirkan (I Kor.14:2,4,14-15).

3.Berbahasa roh adalah bukti satu-satunya dalam menerima Roh Kudus.Murid-murid di Kaisarea yang berjalan bersama Petrus dapat mengetahui bahwa Kornelius sekeluarga telha menerima Roh Kudus adalah “kerana mendengar mereka berbahasa roh”Bahkan Petrus berkata,mereka telah menerima Roh Kudus “sama sepert lita”(Kis.10:44-47).Kemudian ketika Petrus pulang ke Yerusalem melaporkan hal-hal tersebut,ia menekankan sekali lagi dengan mengatakan bahwa Roh Kudus turun ke atas mereka,”sama seperti dahulu ke atas kita”(Kis.11:15).Maka dapat kita ketahui,bahwa para rasul sangat mementingkan pengalaman penerimaan Roh Kudus pada hari Pentakosta,dengan pengalaman tersebut maka berbahasa roh dijadikan sebagai satu-satunya dasar untuk memutuskan “sudah atau belum menerima Roh Kudus.”

N. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Orang yang berkata-kata dalam bahasa roh harus dibatasi jumlah orangnya,harus seorang demi seorang dan harus ada orang lain yang menafsirkannya (I Kor.14:27-28).Namun sekarang ini dikalangan umat Kristen,pada waktu mereka berbahasa roh tidaklah seorang demi seorang dan tidak ada yang menafsirkannya.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Berkata-kata dalam bahasa roh yang dibatasi jumlahnya,harus seorang demi seorang dan ada yang menafsirkannya adalah berbahasa roh waktu berkotbah/bernubuat.Hal ini berbela dengan bahasa roh pada waktu berdoa,tidak dibatasi oleh ketentuan tersebut.

2.Kotbah dalam bahasa roh adalah ditujukan kepada manusia (bukan kepada Allah)kerana itu bila tidak dibatasi jumlah orangnya,tidak bergiliran,dan tidak ada yang menafsirkannya atau menterjemahkannya akan terjadi kekecauan dan tidak dapat dapat membangun orang lain.

3.Berdoa dalam bahasa roh adalah ditujukan kepada Allah,tidak dibatasi jumlah orangnya,tidak bergiliran dan tidak ditafsirkan/diterjemahkan,sebab Allah mengerti atau Mahatahu.

O. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Di dalam pertemuan jemaat,suasana haruslah tenang,jangan berkata-kata dalam bahasa roh (I Kor.14:19,22,33).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Ayat-ayat Alkitab I Kor.14:19,23,33 adalah tentang berkotbah dalam bahasa roh yang tidak diterjemahkan.Maksudnya kalau berkotbah dalam bahasa roh tetapi tidak ditafsrkan atau diterjemahkan tidaklah dengan bahasa akal (yang dapat dimengerti) untuk mengajar/membangun orang lain.

2.Paulus menentang berkotbah dalam bahasa roh yang tidak diterjemahkan (I Kor.14:23).Ini bukan berarti Paulus tidak setuju berbahasa roh,mengapa ia sangat mementingkan berkata-kata dalam bahasa roh,dan mengatakan bahwa ia berbahasa roh lebih banyak daripada semua orang (I Kor.14:18).

3.Di gereja Korintus terjadi kekacauan sebab mereka berkotbah dalam bahasa roh tetapi jumlah orangnya tidak dibatasi,tidak bergiliran dan tidak ditafsirkan/diterjemahkan (I Kor.14:27-28).Kerana itu Paulus mengatakan bahwa Allah tidak menghendaki kekacauan tetapi damai sejahtera (I Kor.14:33).

P. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Seseorang yang mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat maka pasti diselamatkan kerana itu tidak perlu menerima Roh Kudus.
Alkitab mengatakan: Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu,bahwa Yesus adalah Tuhan,dan percaya dalam hatimu,bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,maka kamu akan diselamatkan.Kerana dengan hati orang percaya dan dibenarkan,dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan (Rm.10:9-10).

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Ayat Alkitab Rm.10:9-10 adalah surat Paulus kepada jemaat,maka rasul Paulus keada jemaat di Roma.Pada waktu itu terjadi penganiayaan terhadap jemaat,maka rasul Paulus mengatakan:”Kerana dengan hati orang percaya dan dibenarkan,dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.”Maksudnya kalau pada waktu penganiayaan,jemaat menyangkai Tuhan Yesus maka tidak dapat diselamatkan.

2.Percaya Yesus sebagai Tuhan dam Juruselamat merupakan langkah awal untuk beroleh anugerah keselamatan.Kita tidak dapat mengatakan cukup hanya percaya kepada Tuhan Yesus dan tidak perlu menerima Roh Kudus.Pengalaman jemaat pada zaman rasul,jemaat harus menerima Roh Kudus (Kis.8:14-17;19:1-7).

Q. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Apabila dikatakan bahwa Baptisan Air mempunyai khasiat mengampuni dosa (Kis.2:38;22:16),dikuduskan dan dibenarkan (I Kor.6:11).Kelahiran kembali (Tit.3:5),dibangkitkan (Kol.2:12),diselamatkan (I Ptr.3:20-21),kalau demikian cukup hanya menerima Baptisan Air saja,lalu untuk apa harud menerima Roh Kudus?

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

Baptisan Air mempunyai hubungan dengan keselamatan,namun menerima Roh Kudus pun mempunyai hubungan dengan keselamatan.Kerana itu menerima Roh Kudus tidak dapat diabaikan,sebab Alkitab mengatakan:

1. ”…Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus,ia bukanlah milik Kristus.”(Rm.8:9).

2. ”…Jawab Yesus:Aku berkata kepadamu,sesungguhnya jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh,ia tidak dapat masuk Kerajaan Allah.”(Yoh.3:5).Dilahirkan dari air adalah menerima Baptisan Air dan dilahirkan adalah menerima Roh Kudus.

3. Seseorang yang telah mati rohaninya kerana dosa,ia harus menerima Roh Kudus,barulah dapat dibangkitkan dan memeperoleh hidup dari Tuhan.(Yeh.37:14).

4.Tuhan Yesus bangkit dari kematian,hal ini disebabkan kerana di dalam Dia ada Roh Allah;Roh Allah adalah kekal,hidupnya tidak berkesudahan.Demikian pula dengan kita,apabila di dalam diri kita ada Roh Kudus,kita pun pasti dibangkitkan dalam tubuh rohani seperti Yesus (Rm.8:11).

5.Pada waktu Tuhan Yesus datang ke dua kali,kita akan dibangkitkan dalam tubuh rohani dan beroleh hidup kekal.Roh Kudus sebagai bukti bahwa kelak kita akan dibangkitkan dalam tubuh rohani.(II Kor.5:1-3).

6. Roh Kudus dicurahkan kepada kita sebagai bukti bahwa kita adalah anak Allah dan ahli waris Kerajaan Sorga (Gal.4:6-7;Ef.1:14).

R. Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

Seorang bayi yang sudak dibaptis tetapi belum menerima Roh Kudus,kemudian meninggalkan dunia,bagaimana dengan Baptisannua,apakah Baptisan berkhasiat?

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Menerima Baptisan Air dan Roh Kudus keduanya mempunyai hubungan dengan keselamatan.Keduannya tidak dapat dipisahkan.Kerana Roh Kudus adalah janji Tuhan,maka bayi yang telha dibaptis,Tuhan pasti akan memberikan Roh Kudus kepadanya.

2. Roh Kudus dapat diberikan Oleh Tuhan kepada bayi beberapa saat sebelum ia meninggal atau dapat pula bersamaan pada waktu ia meninggal.Dalam keadaan ini tentu tidak mempunyai kesempatan untuk berbahasa roh walaupun demikian sesungguhnya bayi tersebut telah menerima Roh Kudus.

3. Janji anugerah keselamatan yaitu Baptisan Air untuk pengampunan dosa dan menerima Roh Kudus juga untuk anak-anak,tidak terkecuali bayi (Kis.2:38-39).

4 Perbandingan Dogma Sakramen Perjamuan Kudus

Setelah Roh Kudus dicurahkan maka gereja berdiri,murid-murid sangat mementingkan mengadakan Perjamuan Kudus sesuai dengan pesan Tuhan Yesus.Hal ini terlihat dari tegoran dan nasihat Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus,agar mereka menerima Perjamuan Kudus dengan sikap yang saleh dan sesuai kebenaran(I Kor.11:17-32).

Keadaan tersebut sangat jauh berbeda dengan keadaan sekarang,dimana gereja-gereja mengadakan Perjamuan Kudus menurut anggapan dan cara sendiri,tidak sesuai dengan ajaran Tuhan dan pengajaran rasul-rasul.

A.PANDANGAN PERJAMUAN KUDUS

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

1. Pandangan gereja Katolik:Teori “Perubahan Materi”
“ setelah roti dan cawan berisi air anggur diucap berkat maka roti yang menteri berubah menjadi tubuh Tuhan yang materi dan air anggur yang materi berubah menjadi darah Tuhan yang materi.”
Menurut gereja Katolik hal ini dikeranakan “Peristiwa”dan “Hekekat”adalah menyatu.Bila peristiwa berubah maka hakikatnya juga berubah.

Mengucapakan berkat adalah”Peristiwa”, roti dan air anggur adalah”Hakikat” .Setelah diucap berkat (peristiwanya berubah)maka hakikatnya juga berubah yaitu menjadi tubuh dan darah Tuhan yang materi.
Suatu ilustrasi untuk menjelaskan hal ini yaitu logam emas dari alam belum ada perubahan (ini hakikat), kalau logam emas ini kemudian oleh manusia dioleh(peristiwanya berubah)maka logam emas berubah menjadi kuning,berkilau terang dan sangat indah.

Catatan: Walaupun faktanya setelah pemberkatan roti dan air anggur tidaklah terjadi perubahan materi,namun jemaat gereja Katolik tetap menyakini bahwa roti dan air anggur tersebut adalah tubuh dan darah Tuhan yang materi.

2. Pandangan Zwingli : Teori”Lambang”(penganut gerakan reformasi).

“Roti dan air anggur hanyalah Lambang tubuh dan darah Tuhan”.
Pandangan ini banyak dianut oleh gereja-gereja pada umumnya.Oleh kerana gereja-gereja pada umumnya memandang Perjamuan Kudus hanyalah Lambang maka bahannya Perjamuan Kudus tidak harus roti tidak beragi dan air anggur asli.Mereka menggunakan roti biasa,roti tawar,kue bundar tipis,atau biscuit.Sedangkan air anggur mereka menggunakan arak anggur atau sirop beraroma anggur.

3. Pandangan Gereja Lutheran-Martin Luther: Teori”Penyatuan Materi.”

“Setelah diucap berkat roti dan air anggur tidak berubah, tetapi tubuh Yesus yang materi menyatu bersama-sama roti yang materi dan darah Yesus yang materi menyatu bersama-sama air anggur yang materi.”
Suatu ilustrasi untuk menjelaskan hal ini yaitu sepotong besi dibakar api hingga membara.Besi yang dibakar api tersebut yang menyatu dengan api.Tuhan Yesus seperti api pada besi yang membara tersebut yaitu api menyatukan dengan besi.

4. Pandangan John Calvin:Teori “Netral”(penganut gerakan reformasi)

“Menerima Perjamuan Kudus hanyalah memperingati kematian Tuhan,tetapi bukan sama sekali tidak berkhasiat,waktu seseorang menerima Perjamuan Kudus membuktikan bahwa anugerah yang ia terima berkhasiat sehingga menerima Perjamuan Kudus mempunyai arti rohani.”
Pandangan ini berdiri di tengah antara pandangan Martin Luther dan Zwingli.John Calvin berusaha untuk menjembatani antara pandangan Martin Luther dan Zwingli,dengan tujuan agar mereka berbaik kembali,bekerja sama,bersatu hati demi gerakan reformasi.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Tidak setuju terhadap pandangan gereja Katolik bahwa dalam Perjamuan Kudus terjadi perubahan materi.Hal ini berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

i) Paulus mengatakan:”Kerana roti adalah satu,maka kita sekalipun banyak,adalah satu tubuh,kerana kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu”(I Kor.10:17),Dikatakan”…mendapat bagian dalam roti yang satu itu. ” dikatakan “roti”(tetap roti bukan daging).kerana itu tidak terjadi perubahan materi.

ii) Setelah Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Kudus dengan murid-murid-Nya(Mat.26:26-28).Tuhan Yesus mengatakan:Akan tetapi Aku berkata kepadamu:mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya,yaitu yang baru,bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.(Mat.26:29).Tuhan Yesus mashi menyebut tentang “anggur dari hasil pokok anggur.” Hal ini jelas menunjukkan bahwa dalam Perjamuan Kudus tidak terjadi perubahan materi.

iii) Waktu Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Kudus,Dia mengambil roti dan cawan lalu mengucap berkat,lalu mengatakan:”Inilah tubuh-Ku,Inilah darah-Ku.”Kalau roti berubah menjadi tubuh Tuhan Yesus secara materi bagaimana mungkin Dia memakai tangan-Nya sendiri mengangkat tubuh-Nya.Kalau air anggur berubah menjadi darah Tuhan secara materi bagaimana mungkin Ia memakai tangan-Nya sendiri mengangkat darah-Nya.

2. Tidak setuju terhadap pandangan Zwingli,bahwa Perjamuan Kudus hanyalah”Lambang”.Hal ini berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

i) Perkataan Tuhan Yesus pada waktu mengadakan Perjamuan Kudus jelas sekali,Dia mengatakan:”Inilah tubuh-Ku,Inilah Darah-Ku”(Mat.26:26-28).Dia tidak mengatakan bahwa “Ini(roti)melambangkan tubuh-Ku,Ini (air anggur)melambangkan darah-Ku”.

ii ) Tuhan Yesus mengatakan:Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.(Yoh.6:55)Jelaslah,bahwa yang dimakan dan dimunum dalam Perjamuan Kudus bukanlah lambing.

​3. Tidak setuju terhadap pandangan Martin Luther,bahwa dalam Perjamuan Kudus terjadi”Penyatuan Materi.”Hal inni berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:
​​
i) Setelah Yesus mengucap berkat atas roti dan cawan,lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya,Dia mengatakan:Inilah tubuh-Ku,inilah Darah-Ku(Mat.2626-28).

​​ii) Yesus tidak mengatakan:”tubuh-Ku ini menyatu dengan roti ini dan darahku menyatu dengan air anggur ini.”

​​iii) Tidak mungkin terjadi penyatuan materi sebab tubuh jasmani(materi)dibatasi oleh ruang(kalau ada di sini,maka tidak ada di sana).

​​iv) Bila terjadi penyatuan materi maka kita tidak mungkin dapat menerima Perjamuan Kudus di berbagai tempat.

4. Pandangan Gereja Yesus Sejati:”Menjadi Tubuh Dan Darah Tuhan Rohani.”
​Hal ini berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut:

i) ”Setelah roti dan air anggur diucap berkat maka Menjadi tubuh dan darah Tuhan rohani.”Pada waktu Tuhan Yesus mengucap berkat atas roti dan air anggur, di sini terdapat dua hal yaitu firman dan Roh Kudus.Yesus mengucap berkat adalah firman dan juga adanya Roh Kudus maka roti dan air anggur MENJADI tubuh dan darah Tuhan yang rohani.

Catatan: Angkatan terdahulu Gereja Yesus Sejati menggunakan istilah:”Perubahan rohani atau bertubuh secara rohani.”Maksudnya, setelah roti dan air anggur diucap berkat maka terjadi perubahan rohani menjadi tubuh dan darah Tuhan yang rohani.Belakangan ini, setelah ada penelitian terhadap istilah tersebut oleh salah seorang pendeta Gereja Yesus Sejati yang tinggal di luar negeri.Istilah “Perubahan rohani atau berubah secara rohani”dirasakan kurang begitu tepat.Sebab dalam Alkitab dikatakan:”…Firman itu adalah Allah(Yoh.1:1)””Firman itu telah MENJADI manusia.”(Yoh.1:1;14) Tidak dikatakan”Firman BERUBAH menjadi manusia.”(Yoh.1:1;14),”…Dia,yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia…” (I Tim.3:16).

Dikatakan:”Menyatakan diri-Nya”Tidak dikatakan”Berubah Diri-Nya”.Lalu bagaimanakah proses Firman menjadi manusia. Alkitab mengatakan:”…Roh Kudus turun atasmu dan kuasa Allah yang mahatinggi manaungi engkau;…”(Luk.1:35).Pertama,Roh Kudus turun.Kedua,Kuasa Allah menaungi.Demikian pula dalam Perjamuan Kudus.Roti dan air anggur oleh kerana firman dan kehadiran Roh Kudus maka”roti dan air anggur MNEJADI tubuh dan darah Tuhan rohani.”

ii) Ketika Tuhan Yesus menperkenalkan diri-Nya sebagai roti dari Sorga,Tuhan Yesus mengatakan:”Bekarjalah,bukan untuk makanan yang akan dapat binasa,melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal,yang akan diberi Anak Manusia kepadamu;sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa,Allah,dengan meterai-Nya.”Disini Tuhan Yesus menekankan pentingnya mendapatan makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal(makanan rohani)dan bukan makanan yang akan dapat binasa(makanan jasmani).

iii) Ketika Tuhan Yesus mengatakan Dia akan memberi tubuh-Nya dan darah-Nya untuk dimakan dan diminum manusia,orang Yahudi dan murid-murid Yesus tidak mengerti,mereka berpikir bagaimanan Dia dapat memberikan tubuh-Nya untuk dimakan dan darah-Nya untuk diminum.Sebab menurut Hukum Taurat,menusia tidak boleh membunuh manusia dan tidak boleh minum darah mahluk hidup.Sebenar yang dimaksud Tuhan Yesus di sini bukanlah tubuh dan darah-Nya yang jasmani/materi tetapi menunjukkan roti dan air anggur dalam Perjamuan Kudus.(Yoh.6:51-63).Kemudian Tuhan Yesus mengatakan:Rohlah yang memberi hidup,daging sama sekali tidak berguna.Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup(Yoh.6:63).Maksud Tuhan Yesus:yang Kuberikan kepadamu ini bukanlah daging dan darah materi tetapi tubuh dan darah-Nya yang rohani yaitu Perjamuan Kudus.Kerana itu,sesudah diucap berkat secara materi(wujud)tidaklah berubah,yaitu roi tetap roti dan air anggur tetap air anggur,namun telah menjadi tubuh dan darah Tuhan yang rohani (I Kor.10:16-22).

iv) Berdasarkan penjelasan Tuhan Yesus nahwa Manna yang dimakan oleh bangsa Israel nenunjukkan tubuh-Nya yang akan diberikan kepada kita untuk dimakan.(Yoh.6:31-35;49-51).Tuhan Yesus mengatakan:”Akulah roti Hidup(roti rohani)…”(Yoh.6:35).
iv)Tuhan Yesus berkata:”Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.”(Yoh.6:55).Artinya benar-benar dapat dimakan dan diminum yaiut dalam Perjamuan Kudus .Oleh kerana itu di dalam Sakremen Perjamuan Kudus,yang kita makan dan minum bukanlah lambing melainkan benar-benar tubuh dan darah Tuhan yang rohani.

vii) Oleh kerana menjadi tubuh dan darah Tuhan rohani maka Perjamuan Kudus adalah makanan dan minuman rohani.Paulus berkata:”mereka semua makan makanan rohani yang sama dan ,sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka,dan batu karang itu ialah Kristus”(I Kor.10:4).Di sini Paulus mengatakan bahwa yang dmakan dan diminum bangsa Israel adalah makanan dan minuman rohani.

iiv) Sejak dahulu pun Gereja Yesus Sejati berpandangan,ketika seseorang dibaptis,maka dalam air Baptisan ada darah Tuhan yaitu darah Tuhan yang rohani dan bukan darah yang bersifat materi.(I Yoh.5:6-7; Yoh.19:34)

B.BAHAN PERJAMUAN KUDUS

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:

​1.Roti
i)Menggunakan roti yang beragi dan telah diberi bahan penyedap.
​​ii)Menggunakan kue biasa atau kue bundar tipis atau biscuit.
​​iii)Menggunakan lebih dari satu roti.
​​iv)Menggunakan satu roti,setelah diucap berkat,roti dipotong-potong dengan pisau.

​2.Air anggur
i)Menggunakan arak anggur.
​​Catatan :arak anggur adalah air anggur yang telah mengalami proses peragian atau beralkohol)
​​ii)Menggunakan sirup beraroma anggur.
​​iii)Mengucap berkat dengan menggunakan satu cawan.

• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Orthodok Yunani:-Bahan Perjamuan Kudus memakai roti yang beragi,arak yang berwarna merah dan air.Maksud dari ketiga bahan tersebut adalah untuk memperingati kematian Tuhan Yesus dimana dari tubuh Tuhan Yesus mengalir air dan darah(Yoh.19:34).
• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Roma Katolik:-Bahan Perjamuan Kudus memakai kue bundar tipis kecil buatan khusus.
• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Lutheran:-Bahan Perjamuan Kudus memakai roti dan arak anggur.Roti boleh dibuat dari jelai,gandum,atau beras.Roti boleh beragi,dengan rasa manis atau asin,boleh dipotong-potong dengan pisau,boleh dipecah-pecah dengan tangan.Arak anggur boleh dari jenis apa saja.Dalam perkembangannya gereja Lutheran memakai roti atau kue tipis yang tidak beragi dan air anggur.
• Bahan Perjamuan Kudus-Gereja Presbiterian,Gereja Baptis,Gereja Advent dan Gereja Pentakosta:-Bahan Perjamuan Kudus boleh menggunakan roti biasa atau kue dan arak anggur.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Roti

i) Roti tidak beragi
Roti yang tidak beragi terbuat dari tepung gandum dan air,tanpa dibubuhi ragi atau bahan penyedap lainnya.Tidak menggunakan roti yang beragi atau keburukkan atau kemunafikan.Perjamuan Paskah dalam Perjanjian Lama melambangkan Perjamuan Kudus dalam Perjanjian Baru(I Kor.5:7).Perjamuan Paskah waktunya bergandengan dengan hari raya roti tidak beragi(Im.23:4-6).Oleh kerana itu dalam Perjamuan Paskah dilarang keras makan roti yang beragi.Demikian pula dala Perjamuan Kudus dilarang menggunakan roti yang tidak beragi melambangkan Tubuh Yesus yang tidak berdosa(I Kor.5:6-8).

ii) Satu ketul roti
Hanya menggunakan satu ketul roti,sebab tubuh Kristus hanya satu(I Kor.10:17).Satu ketul roti melambangkan hubungan gereja adalah satu tubuh di dalam Kristus.Mendapat bagian dalam roti yang satu juga menyatakan persekutuan satu tubuh yang akan menerima Perjamuan Kudus jumlahnya banyak,tetapi roti yang digunakan untuk Perjamuan Kudus tetap harus satu ketul.Seperti halnya dalam Perjamuan Paskah walaupun jumlah anggota keluarganya banyak tetapi tetap harus menggunakan seekor domba Paskah (Kel.12:3). Anak domba Paskah melambangkan Kristus(I Kor.5:7).
iii) Sesudah diucap berkat,roti yang tidak beragi tidak boleh dipotong-potong dengan pisau tetapi dipecah-pecahkan dengan menggunakan tangan,seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.Setiap jemaat mendapat sepotong roti kecil(Mat.26:26;I Kor.11:24).Mengapa roti yang tidak beragi tersebut tidak boleh dipotong-potong dengan pisau?Sebab anak domba Paskah juga tulangnya tidak ada yang dipatahan.Anak domba Paskah tulangnya tidak ada yang dipatahkan menunjukkan Tuhan Yesus ketika disalibkan,tidak ada satu pun tulang-Nya yang dipatahkan(Kel.12:46;Yoh.19:33-36).

​​2.Air anggur(cawan)
​​i)Menggunakan Air(buah)anggur(Mat.26:29),tidak menggunakan arak anggur,sebab arak anggur adalah air anggur yang sudah mengalami proses peragian atau beralkohol.
​​ii) Air anggur tidak harus berwarna merah,yang penting adalah air anggur.Alkitab tidak ada pembatasan mengenai hal ini.
iii) Air anggur dimasukkan ke dalam sebuah cawan besar dan sesudah diucap berkat dituangkan ke dalam cawan-cawan kecil lalu dibagikan kepada jemaat.Setiap jemaat menerima satu cawan kecil(Luk.22:17,20).

C. ARTI MENERIMA PERJAMUAN KUDUS.

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
​1. Menerima Perjamuan Kudus hanyalah memperingati kematian Tuhan.
​2. Menerima Perjamuan Kudus tidak mempunyai khasiat apa-apa.
​3. Menerima Perjamuan Kudus tidak bersifat rahasia.
​4. Menerima Perjamuan Kudus tidak mempunyai arti rohani yang dalam.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

​1. Menerima Perjamuan Kudus berarti memperingati kematian Tuhan(I Kor.11:25-26;Luk.22:19).

​2. Menerima Perjamuan Kudus berarti menerima bersama tubuh dan darah Tuhan(I Kor.11:27;10:16;Mat.26:26-28;Yoh.6:54).

​3. Menerima Perjamuan Kudus mempunyai arti rohani yang dalam dan bersifat rahasia.

​4. Menerima Perjamuan Kudus mempunyai khasiat:-
​​i) Bersekutu menjadi satu roh dengan Tuhan(Yoh.6:56).
​​ii) Akan memperoleh hidup kekal.(Yoh.6:54a)
​​iii) Akan dibangkitkan pada akhir zaman(Yoh.6:54b).
​​iv) Akan hidup selamanya(Yoh.6:53,57).

D. PEMBATASAN DALAM MENERIMA PERJAMUAN KUDUS.

• Gereja Katolik:-​​
i) Roti dan cawan berisi air anggur diterima oleh pejabat kudus yang melaksanankan Perjamuan Kudus.
ii) Jemaat hanya boleh menerima roti saja.
iii) Anak-anak tidal boleh menerima Perjamuan Kudus.
iv) Sebelum menerima Perjamuan Kudus jemaat harus berpuasa,dengan letentuan 3 jam sebelum menerima Perjamuan Kudus tidak boleh makan dan 1 jam sebelum menerima Perjamuan Kudus tidak boleh minum.Hal ini bertujuan agar jemaat menghormati Tuhan.

• Gereja Orthodok Yunani:-​
i) Jemaat boleh menerima roti dan arak.
ii) Anak-anak yang sudah dibaptis boleh menerima Perjamuan Kudus.

• Gereja Lutheran:-​​
i) Selain jemaat tidak diperbolehkan menerima Perjamuan Kudus.
ii) Anak-anak belum boleh menerima Perjamuan Kudus,sebab anak-anak belum mengerti apa dan bagaimana menguji diri sebelum menerima Perjamuan Kudus.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1. Jemaat harus menerima roti dan cawan berisi air anggur (Kel.12:43-45;48-49;Bil.9:13),yang bukan jemaat tidak boleh menerima Perjamuan Kudus.Ketika Tuhan Yesus mengadakan Perjamuan Kudus,murid-murid menerima roti dan cawan,tidak ada seorang pun yang dikecualikan.(Mat.26:26-27).Paulus berkata kepada jemaat Korintus bahwa mereka semua menerima bersama tubuh dan darah Tuhan(I Kor.10:16;I Kor.11:26).

2. Anak-anak yang telah dibaptis adalah orang-orang yang sudah menjadi milik Tuhan,maka mereka boleh menerima Perjamuan Kudus(Mat.10:16).

3. Orang yang belum dibaptis tidak boleh menerima Perjamuan Kudus(Kel.12:43;I Kor.10:16).

i) Di dalam hokum Taurat ditetapkan bahwa hanya orang yang telah menjadi Jemaah(telah disunat)yang boleh makan Perjamuan Paskah yaitu makanan daging anak domba Paskah,roti tidak beragi dan sayur pahit(Kel.12:43-47;Kel.12:8).Perjamuan Paskah melambangkan Sakremen Perjamuan Kudus(I Kor.5:7-8).Oleh kerana itu orang yang belum dibaptis(bukan jemaat)tidak boleh menerima Perjamuan Kudus.

ii) Kerana tubuh dan darah Tuhan adalah kudus,maka orang yang belum menerima baptisan pengampunan dosa yaitu syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah,maka belum layak menerima roti dan cawan.

iii) Meskipun jemaat dari gereja lain telah dibaptis,tetapi kerana Sakremen Baptisan Air mereka tidak ada khasiat mengampuni dosa,maka mereka tetap tidak boleh menerimanya.

iv) Dalam 1 Kor.10:16 disebutkan”Persekutuan”(Koinonia).Sakremen Perjamuan Kudus disebut juga sebagai”Persekutuan Kudus”(Holy Communion).Orang yang belum percaya Tuhan,jemaat dari gereja lain dan orang yang belum dibaptis di Gereja Yesus Sejati mereka tidak boleh menerima Perjamuan Kudus di Gereja Yesus Sejati sebab keberadaan mereka adalah di luar persekutuan Gereja Yesus Benar.

​4. Jemaat yang berbuat dosa yang mendatangkan maut,tidak boleh menerima Perjamuan Kudus(I Yoh.5:16-17).

i) Dosa yang dilakukan jemaat,ada yang mendatangkan maut,juga ada yang tidak mendatangkan maut(I Yoh.5:16-17).Jemaat yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut asalkan bertobat memohon pengampunan Tuhan maka dapat menerima roti dan cawan sebab darah Tuhan ditumpahkan agar dosa terampuni(Mat.28:28),maka darah-Nya selamanya berkhasiat membersihkan dosa(I Yoh.1:7-9).Tetapi jika berbuat dosa yang mendatangkan maut,maka tidak ada korban untuk penebusan lagi,dan tidak dapat bertobat kembali,oleh kerana itu ia tdak boleh menerima roti dan cawan Perjamuan Kudus(Ibr.6:4-8;10:26-29).

ii) Dari arti”Persekutuan”orang yang berbuat dosa yang mendatangkan maut bererti bukan lagi menjadi anggota dari persekutuan tubuh Kristus sebab ia telah kehilangan kelayakan menerima roti dan cawan dalam persekutuan dengan anggota tubuh Kristus yang lain.

iii) Jemaat harus menguji diri sebelum menerima Perjamuan Kudus(I Kor.1!:27-32).Jemaat yang dengan cara yang tidak layak makan roti dan minum cawan Tuhan maka berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.Oleh kerana itu jemaat harus menguji diri dan baru sesudah itu makan roti dan minum cawan Tuhan.Di gereja Korintus ada jemaat dengan cara tidak layak makan roti dan minum cawan Tuhan,sehingga banyak di antara mereka yang lemah

​5. Menerima Perjamuan Kudus harus diterima di satu tempat (Kel.12:46;29-30;I Kor.10:16-17).

i) Di dalam hokum Taurat ditetapkan bahwa anak domba Paskah harus dimakan dalam sebuah rumah dan tidak keluar rumah(Kel.12:46).Sebab Perjamuan Paskah yang mula-mula diadakan pada malam hari menjelang bangsa Israel akan ke luar dari Mesir. Pada waktu itu,Malaikat di luar rumah sedang membunuh anak sulung bangsa Mesir,maka tidak boleh melangkah ke luar rumah satu langkah pun,supaya terhindar dari tulah(I Kor.10:16-17).

ii) Di dalam zaman Perjanjian Baru,menerima Sakremen Perjamuan Kudus berarti ikut dalam persekutuan tubuh Kristus,maka harus menerima roti dan cawan Tuhan bersama-sama di satu tempat(I Kor.10:16-17).

​6.Pada waktu akan menerima Perjamuan Kudus,tidak harus berpuasa sebab Tuhan mendirikan/mengadakan perjamuan Kudus ketika makan Paskah(Luk.22:14-22).

​E. CARA JEMAAT MENERIMA ROTI DAN CAWAN:

• Gereja Orthodok Yunani:-​Roti,arak dan air dicampur menjadi satu dalam sebuah sendok.

• Gereja Katolik:-​​Pada waktu menerima roti,jemaat akan diberi sebuah roti bundar tipis buatan oelh pastor.Roti tersebut di dalam mulut tidak boleh digigit,tetapi dibiarkan hancur sendiri di
Dalam mulut.

• Gereja Lutheran:-​​Jemaat berlutut di depan mimbar lalu menerimanya dengan sikap hormat.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Roti yang tidak beragi setelah diucap berkat dalam nama Tuhan Yesus lalu dipecah-pecahkan dengan tangan dan diberikan kepada jemaat.Setiap jemaat memperoleh satu potong roti kecil(Luk.22:19;Mat.26:26;I Kor.11:24).

2.Cawan besar berisis air anggur setelah diucap berkat lalu dituangkan ke dalam cawan-cawan kecil dan diberikan kepada jemaat.Setiap jemaat memperoleh satu cawan kecil berisi air anggur(Luk.22:20;Mat.26:27;I Kor.11:25).

3.Roti dan air anggur Perjamuan Kudus tidak boleh ditinggalkan sampai esok pagi(Kel.12:10;34:25).

3 Perbandingan Dogma Sakramen Pembasuhan Kaki

Gereja-gereja pada umumnya menganggap bahwa Basuh Kaki bukannya Sakremen.Oleh kerana itu gereja-gereja pada umumnya tidak ada Sakremen Basuh Kaki.Mereka menganggap bahwa Basuh Kaki hanyalah adat istiadat orang Yahudi.Gereja-gereja pada umumnya hanyalah mengambil semangat dan pengajaran Tuhan Yesus dalam hal menbasuh kaki murid-murid-Nya(Yoh.13:1-20).

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
1. Berpandangan bahwa Basuh Kaki bukanlah Sakremen.
2. Basuh Kaki hanyalah adat istiadat orang Yahudi dan tidak ada hubungannya dengan keselamatan.
3. Hanya mementingkan semangat dan pengajaran Tuhan Yesus dalam hal membasuh kaki murid-murid-Nya.
4. Basuh Kaki hanyalah tercatat dalam injil Yohanes pasal 13.Kalau Basuh Kaki adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan, tentu adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan,tentu dalam injil Matius,Markus dan Lukas pun akan dicatat.
5. Gereja Katolik melakukan Basuh Kaki secara ”Simbolis”dimana Paus membasuh kaki para Uskup pada hari Jumat Agung yang telah ditentukan.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:
Basuh Kaki adalah Sakremen (berhubungan dengan keselamatan),harus diterima oleh setiap jemaat,selain itu dalam Basuh Kaki juga terkandung pengajaran rohani.

1. Basuh Kaki adalah Sakremen:
i) Tuhan Yesus memberi contoh/teladan membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh.13:4-5).
​​​​ii) Tuhan Yesus memerintahkan agar murid-murid-Nya melakukan Basuh Kaki seperti yang Tuhan Yesus lakukan (Yoh.13:15).
​​​​iii) Basuh Kaki berhubungan atau berkaitan dengan keselamatan yaitu untuk mendapat bagian dalam Tuhan (Yoh.13:8).

2.Walaupun “Basuh Kaki” hanya tertulis dalam injil Yohanes pasal 13, tetapi kita tidak boleh mengabaikannya,melainkan harus menerima(mendengarkan)dan melakukannya sebab ini pun firman Tuhan.Semua perintah Tuhan harus dilaksanakan.Tidak ada satu perintah pun dapat diabaikan,tidak peduli berapa kali perintah tersebut dicantumkan dalamAlkitab.Tuhan Yesus dengan jelas dan tegas memerintahkanmurid-murid-Nya untuk melakukan seperti yang Dia lakukan.” sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu(Basuh Kaki),supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”(Yoh.13:15).Tuhan Yesus sebelum naik ke Sorga berpesan kepada murid-murid-Nya:”dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.Dan ketahuilah,Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”(Yoh.28:20).

Di sini kita ketahui,bahwa murid-murid diperintah oleh Tuhan Yesus agar mereka mengajar jemaat untuk melakukan segala seuatu yang telah diperintahkan oleh Tuhan Yesus.Pada akhir zaman,dasar untuk penghakiman adalah firman yang telah dikatakan oleh Tuhan Yesus.Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku,tetapi tidak melakukannya,Aku tidak menjadi hakimnya,sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia,melainkan untuk menyelamatkannya.Barangsiapa menolak Aku,dan tidak menerima perkataan-Ku,ia sudah ada hakimnya,yaitu firman yang telah Kukatakan,itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.(Yoh.12:47-48).Oleh kerana itu kita juga harus melaksanakan Basuh Kaki kerana Basuh Kaki adalah perintah Tuhan.

3. Cara Sakremen Basuh Kaki:

i) Syarat pembasuh kaki:​
a) Pembasuh Kaki adalah orang yang telah menerima Baptisan Air dan Roh Kudus, dilakukan oleh pejabat kudus gereja yaitu Penatua atau Diaken atau Pendeta.

​b) Mencontoh Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh.13:4-5;15-17).
• Dengan rendah hati berbuat seperti hamba.
• Menuangkan air ke dalam sebuah basi.
• Membasuh kaki murid-murid-Nya.
• Menyekanya dengan kain.

c) Pembasuh kaki ketika membasuh kaki harus mengucapakan:”Dalam nama Tuhan Yesus membasuh kaki. ”Pembasuh kaki berarti mewakili Tuhan Yesus(Kol.3:17).

ii) Syarat penerima Basuh Kaki:
a) Orang yang menerima Sakreman Basuh Kaki haruslah telah menerima Baptisan Air (telah menjadi murid Tuhan)(Mat.28:19-20;Yoh.13:1-5).Yang dibasuh kaki oleh Tuhan Yesus adalah murid-murid-Nya dan bukan orang lain.
b) Penerima Basuh Kaki haruslah menerima Sakremen Basuh Kaki dengan rasa syukur dan bertekad meneladani Tuhan Yesus,serta melakukan apa yang Tuhan Yesus ajarkan/perintahkan.

4. Basuh Kaki dalam adat istiadat orang Yahudi berbeda dengan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.Basuh Kaki yang dilakukan dan diperintah oleh Tuhan Yesus bukanlah adat istiadat Yahudi.
Perbedaan Basuh Kaki dalam adat istiadat Yahudi dan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus adalah sebagai berikut:

i) Orang Yahudi membasuh kaki mereka setiap akan masuk ke dalam rumah.Sedangkan Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya di dalam rumah pada saat mereka akan makan Paskah(Yoh.13:1-5).

ii) Tempat mandi orang Yahudi biasanya jauh dari rumah mereka.Untuk mandi,mereka harus berjalan kaki ke tempat mandi.Setelah mandi,mereka berjalan kaki kembali pulang ke rumah.Dalam perjalanan pulang,kaki mereka kotor lagi maka setibanya rumah,mereka membasuh kaki.Sedangkan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus mengandung anti rohani,pengajaran rohani dan khasiat rohani.(Yoh.13:1-7).

iii) Dalam adat istiadat Yahudi,seorang budak berkewajiban membasuh kaki tuannya.Sedangkan Tuhan Yesus sebagai Tuan/Tuhan/Guru membasuh kaki murid-murid-Nya(Yoh.13:13-14).
iv)Orang Yahudi membasuh kaki mereka dengan tujuan supaya kaki mereka tidak mengotori permadani rumah.Sedangkan Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya adalah supaya murid-murid-Nya mendapat bagian di dalam Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan:”Apabila engkau tidak dibasuh kaki, engkau tidak mendapat bagian di dalam Aku.”(Yoh.13:8).

iiv) Melakukan basuh kaki menuruti adat istiadat orang Yahudi tidaklah memperoleh berkat apa-apa.Sedangkan melakukan Basuh Kaki seperti yang diperintahkan Tuhan Yesus akan memperoleh berkat.
Tuhan Yesus mengatakan:”Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah (beroleh berkat)kamu, jika kamu melakukannya.”( melakukan Basuh Kaki)(Yoh.13:17).

5.Arti rohani dari perbuatan Tuhan Yesus membasuh kaki.

i) Tuhan Yesus bangkit dari tempat duduk (Yoh.13:4).Mengandung arti rohani: Tuhan meninggalkan tahta Sorga (Why.5:13; 4:11).

ii) Tuhan Yesus menanggalkan jubah (Yoh.13:4).Mengandung arti rohani: Tuhan meninggalkan kemuliaan (Flp.2:6-7).

iii) Tuhan Yesus mengambil kain lenan dan mengikat pada pinggan-Nya (Yoh.13:4).Mengandung arti rohani:Tuhan mengambil rupa seorang hamba(Flp.2:7).

iv) Tuhan Yesus menuangkan air ke dalam sebuah basi(Yoh.13:5).Mengandung arti rohani:Dengan air dan firman menguduskan(Ef.5:26).

vii) Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh.13:5).Mengandung arti rohani: Dengan sukarela melayan (Mat.20:28; Yoh.13:13-14).

viii) Tuhan Yesus menyeka kaki murid-murid-Nya dengan kain lenan (Yoh.13:5).Mengandung arti rohani: Mengampuni tanpa meninggalkan bekas (Ef.4:32; Kol.3:13).

6. Arti rohani dan Sakremen Basuh Kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.

i) Menyatakan bahwa Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya sampai kepada kesudahannya (Yoh.13:1).” sampai kepada kesudahannya”dalam bahasa asal terkandung maksud yaitu hingga akhir dan sampai tidak terbatas.
• Tuhan Yesus tetap mengasihi murid-murid-Nya menjelang detil-detik terakhir Kematian-Nya kayu salib.Demikian pula setelah Yesus bangkit dari kematian sampai Dia naik ke sorga tetap mengashi murid-murid-Nya (Yoh.20:19-31;Yoh.21;Mrk.16:9-14;Mat.26:20;Yoh.14:18).
• Tuhan Yesus menghendaki umat-Nya tidak meremehkan anugerah sungguh-sungguh maka Ia akan menyelamatkan mereka sampai kepada keseudahannya.

ii)Menyatakan bahwa Tuhan Yesus menginginkan murid-murid-Nya hidup dalam kekudusan(Yoh.13:10-11).
• Tuhan Yesus , mengatakan:”Barangsiapa telah mandi,ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya,kerana ia sudah bersih seluruhnya.Juga kamu sudah bersih,hanya tidak semua.”(Yoh.13:10).
Arti dalam bahasa asal penegasan Tuhan Yesus dalam Yoh.13:10”Barangsiapa telah mandi , ia tidak usah lagi membasuh kepala dan tangannya,kerana sudah bersih selutruhnya,tetapi kakinya harus dibasuh satu kali. ”Kata”Mandi” mengandung arti pembersihan. ”Bersih”menunjukkan hal rohani yaitu “Kekudusan”.Hal ini mengandung arti bagi kita, setelah seseorang dibaptis,yaitu ”mandi secara rohani”,dia hanya perlu membasuh kakinya.”Kaki”melambangkan tingkah laku dan perbuatan seseorang menjaga kebersihan”Kaki” (perbuatan) mereka setelah dibaptis dalam nama Tuhan Yesus,maka mereka akan benar-benar bersih seluruhnya.

​iii)Menyatakan bahwa Tuhan Yesus rendah hati dan melayani orang(Yoh.13:12-14).
Alkitab mengatakan:”yang walaupun dalam rupa Allah,tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri,dan mengambil rupa seorang hamba,dan menjadi sama dengan manusia.”(FIp.2:6-7).”Kerana Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani,melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”(Mrk.10:45)

iv) Menyatakan pengampunan Tuhan Yesus yang mulia(Yoh.13:11-12)

Yudas, murid Yesus yang akan menjual Tuhan Yesus pun diberi kesempatan oleh Tuhan Yesus untuk bertobat,namun Yudas tidak bertobat.Lalu Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya(tidak terkecuali Yudas),Ia menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggannya.Ini menunjukkan pengampunan Tuhan Yesus yang mulia.

​7 .Pengajaran rohani bagi penerima Basuh Kaki.

i) Mengajarkan dan mengingatkan kita,agar berjalan di atas jalan terang Tuhan(Yes.2:5;1-4;Yoh.14:6).

​ii) Mengajarkan kita berjalan di jalan yang rata dan lurus dengan mata yang tertuju kepada Yesus(Ams.4:26-27;Ibr.12:1-2).

iii) Mengajarkan kita agar berjalan dalam jalan kekudusan(I Ptr.1:13-16;12:14-17).

​iv) Mengajarkan kita agar berjalan dalam Kebenaran(Mzm.119:30-32;1:6’Ams.16:31;12:28).

vii) Mengajarkan kita agar berjalan sampai akhir(Kis.20:22-24;II Tim.4:6-8).

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Tuhan Yesus memerintahkan murid-murid-Nya:”Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu,maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu.”(Yoh.13:14).Tetapi mengapa
pada saat Sakremen Basuh Kaki dilaksanakan di Gereja Yesus Sejati hanya para pendeta yang membasuh kaki jemaat sedangkan jemaat dengan jemaat tidak melakukan saling basuh kaki?

*Pandangan Gereja Yesus Benar:
Basuh kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya adalha Sakremen sedangkan saling basuh kaki bukanlah Sakremen melainkan perintah Tuhan yang mengandung pengajaran rohani.

1. Sebagai sebuah Sakremen,Basuh Kaki berhubungan atau berkaitan dengan keselamatan yaitu untuk mendapat bagian dalam Tuhan(Yoh.13:8).Murid-murid tidak melakukan saling basuh kaki ketika Tuhan Yesus membasuh kaki mereka.Itulah sebabnya Tuhan tidak berkata:”jikalau engkau tidak saling membasuh kaki satu dengan yang lain,engkau tidak mendapat bagian di dalam Aku.”Melainkan Dia berkata:”jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Pada saat Sakremen Basuh Kaki berlangsung,pejabat kudus gereja(Pendeta,Penatua atau Diaken)mewakili Tuhan melakukan Basuh Kaki atas nama-Nya sehingga orang-orang percaya yang menerima Sakremen Basuh Kaki mendapat bagian dalam Tuhan.Murid-murid tidak melakukan saling basuh kaki ketika Tuhan Yesus membasuh kaki mereka,oleh kerana itu Sakremen Basuh Kaki tidaklah mencakup saling basuh kaki.

2. Saling basuh kaki mengandung pengajaran rohani (Yoh.13:14b).

i) Mengandung pengajaran rohani:saling mengasihi(Yoh.13:31-35;Mrk.12:30)

​ii) Mengandung pengajaran rohani:saling membersihkan (saling mengingatkan/menasihati)(Yoh.13:10;Yak.5:16).

​iii) Mengandung pengajaran rohani:saling mengampuni(Ef.4:32;Kol.3:13)

iv) Mengandung pengajaran rohani:saling melayani(Yoh.13:4-5,12:1;Ptr.4:10)

​v) Mengandung pengajaran rohani:saling rendah diri(Yak.4:6)

Walaupun saling basuh kaki dengan air kadang-kadang masih dilakukan di gereja sebagai tanda kasih dan pengampunan,tetapi yang terpenting adalah pengajaran rohaninya dari saling basuh kaki.

2 Perbandingan Dogma Baptisan Air

​Di kalangan umat Kristen hingga saat ini . ”Baptisan Air” merupakan topic yang selalu diperdebatkan. Hal-hal yang selalu diperdebatkan tentang “Baptisan Air”adalah:
​1. Khasiat Baptisan Air.
​2. Cara pelaksanakan Baptisan Air.
​3. Baptisan Air bagi anak-anak atau bayi.

B.TENTANG KHASIAT BAPTISAN AIR.

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
​1. Baptisan air tidak berkaitan atau berhubungan dengan keselamatan.Maksubnya, memperoleh keselamatan hidup kekal tidak ada hubungannya dengan menerima Baptisan Air.
​2. Baptisan Air merupakan tanda dilahirkan kembali.
​3. Baptisan Air merupakan tanda upacara masuk ke dalam persekutuan gereja.
​4. Baptisan Air melambangkan seseorang bersatu dengan Kristus yaitu mati, dikubur dan bangkit bersama-sama dengan Kristus (Rm.6:3-5).
5. Anugerah keselamatan diberikan oleh Tuhan kepada seseorang sebelum seseorang menerima Baptisan Air.Seseorang menerima Baptisan Air hanyalah bukti bahwa Tuhan telah memberikan anugerah-Nya kepada orang tersebut.
6. Baptisan Air tidak mempunyai khasiat “mrngampuni dosa”juga tidak dapat membasuh dosa manusia.
7. Adanya hubungan peribadi dengan Kristus tidaklah ditentukan oleh Baptisan Air.Apabila seseorang sudah ada hubungan dengan Kristus,ia pasti mengasihi Kristus dan melakukan perintah Kristus yaitu memberi diri dibaptis.
8. Orang yang tidak memberi diri dibaptis juga dapat diselamatkan, hanya saja ia bukanlah seorang murid Tuhan yang taat.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:
Baptisan Air berkaitan atau berhubungan dengan keselamatan.

1. Menerima Baptisan Air adalah untuk memperoleh pengampunan dosa (Kis.2:38;Kis.22:16).

2. Menerima Baptisan Air adalah untuk memperoleh status “dikuduskan”dan”dibenarkan” (I Kor 6:11). ”dikuduskan”artinya “mendapat status sebagai orang kudus”yaitu dipandang oleh Tuhan sebagai orang kudus (I Kor.1:2);”dibenarkan”artinya “mendapat status dibenarkan”yaitu dipandang oleh Tuhan sebagai orang benar (Rm.4:3-8).

3. Menerima Baptisan Air berarti mengenakan Kristus (Gal.3:27).Kristus seperti pakaian (pakaian Kebenaran) dikenakan pada diri kita.Kita yang berdosa mengenakan Kristus yang tidak berdosa.

4. Menerima Baptisan Air berarti masuk ke dalam Kristus menjadi anak-anak Allah yaitu anak sulung yang namanya terdaftar di Sorga (Gal.3:26-29; Yak.1:18; Ibr.12:22-23).
Catatan:
Yang dimaksudkan”dikuduskan”,”dibenarkan”,”masuk dalam Kristus”,”mengenakan Kristus”yaitu dosa kita ditanggung oleh Kristus sehingga kita menjadi orang yang tidak berdosa atau dipandang oleh Tuhan sebagai orang kudus.Kebenaran Kristus diberikan kepada kita,sehingga kita dipandang oleh Tuhan sebagai orang benar (Yes.53:6;II Kor 5:21).

5. Menerima Baptisan Air berarti mati, dikubur dan bangkit bersama-sama dengan Kristus (Rm.6:3-5; Kol.2:12).

6.Orang yang menerima Baptisan Air kelak diselamatkan terlepas dari kebinasaan (I Ptr.3:21;Mrk.16:16).Berdasarkan catatan sejarah,Nuh sekeluarga diselamatkan oleh Bahtera tetapi rasul Petrus dalam suratnya mengatakan bahawa Nuh sekeluarga “diselamatkan oleh air bah”(I Ptr.3:20b)dan dikatakan pula”Kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya,yaitu baptisan”(21a).Rasul Pertus memberitahukan hal ini untuk menyatakan dan menegaskan bahwa Baptisan Air yang dilakukan tepat sesuai dengan petunjuk Alkitab berkhasiat menyelamatkan kita.

7. Menerima Baptisan Air berarti mendapatkan hidup baru atau kelahiran kembali (Rm.6:3-5; Kol.2:11-13; II Kor.5:17).

8. Baptisan Air adalah syarat untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga (Yoh.3:5).

C.TENTANG CARA PELAKSANAAN BAPTISAN AIR.

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
1. Baptisan Air adalah upacara yang telah ditetapkan Allah,dilaksanakan dengan air dalam nama Bapa,Anak dan Roh Kudus(Mat.28:19).Air Baptisan boleh menggunakan air apa pun,baik air dari mata air,air sungai,air laut atau air yang ditampung dalam bak,yang penting menggunakan air.
2. Baptisan dengan cara dipercik.
Asal-usul Baptisan Percik berawal pada tahun 250,dimana ada seorang bernama Novatian,ia menderita sakit dan ia akan menerima Baptisan Air.Dalam kondisinya yang sakit,ia sukar kalau dibaptis dengan cara diselam.Lalu ia dibaptis dengan cara dipercik(Ref.Ensiklopedia Alkitab bahasa Tionghoa halaman 992).
3. Baptisan Air dilakukan dengan kepala menengadah(muka ke atas)pada saat menerima Baptisan Air.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Membaptis dilakukan dalam nama Tuhan Yesus (Kis.2:38;8:16;10:48;19:5).Murid-murid Yesus semuanya membaptis orang dalam nama Tuhan Yesus,sebab merid-murid mengerti bahwa yang dimaksudkan “dalam nama Bapa,Anak dan Roh Kudus”adalah Tuhan Yesus (Mat.28:19)sebab:
i) Nama Bapa adalah Tuhan Yesus (Yoh.17:6,11-12).
ii) Nama Anak adalah Yesus (Mat.1:20-21;Luk.1:31-33;Yoh.17:5-6).
iii) Nama Roh Kudus adalah Yesus sebab Roh Kudus adalah Roh Yesus (Kis.16:6-7).
“ Nama ”dalam bahasa asal (Yunani)adalah nama tunggal,bukan jamak.

2. Dibaptis sambil berseru kepada nama Tuhan(Yesus)dan dosa-dosa kita disucikan(Kis.22:16).

3. Tuhan Yesus adalah satu-satunya Juruselamat(Kis.4:12).

4. Segala sesuatu yang kita lakukan dengan perkataan atau perbuatan harus dilakukan dalam nama Tuhan Yesus (Kol.3:17).

5. Penerima Baptisan Air menundukkan kepala sama seperti rupa kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib yaitu menundukkan kepala (Yoh.19:30;Rm.6:3,5).
i ) Pada tanggal 28 Mei 1917,Paulus Wei,pekerja masa awal Gereja Yesus Sejati mendapat wahyu dari Tuhan Yesus bahwa ia harus menerima Baptisan Air dengan kepala menunduk.Lalu ia menerima Baptisan Air di sungai Ta Hung Men dengan cara diselam dan kepala menunduk.Setelah dibaptis (keluar dari air)ketika ia mengangkat kepalanya,ia melihat Tuhan Yesus menampakkan diri sendiri kepadanya.Kemudian ia masuk ke hutan dan melihat Tuhan Yesus menampakkan diri lagi kepadanya.
ii) Semua yang dibaptis dalam Kristus adalah dibaptis dalam kematian-Nya.Rupa kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib adalah menundukkan kepala (Rm.6:3-5;Yoh.19:30).
iii) Sikap waktu menerima Baptisan Air mengandung arti rohani (Rm.6:3-5).
• “Menunduk kepala”menyatakan mati bersama-sama Tuhan.
• “Masuk ke dalam air”menyatakan dikubur bersama-sama Tuhan.
• “Keluar dari air”menyatakan bangkit bersama-sama Tuhan.
iv) Menundukkan kepala adalah sikap orang berdosa ketika memohon pengampunan dari Tuhan (Ezr.9:6;Luk.18:13-14).

6. Penerima Baptisan Air, seluruh tubuhnya diselamkan ke dalam air (Mat.3:16;Kis.8:38).
i)”Baptis”dalam bahasa asal (Yunani)artinya “Selam”air.Gereja Ortodok Yunani membaptis dengan cara diselam sebab mereka melihat ke dalam bahasa asal (Yunani)kata”Baptis”artinya “Selam”.
Ada seorang jemaat dari gereja yang melakukan Sakramen Baptisan Air dengan cara percik bertanya kepada jemaat gereja Ortobok Yunani:”Mnegapa harus dibaptis dengan cara diselam, bukan dipercik?”Ia menjawab:””Kami orang Yunani melihat Alkitab dari bahasa asal, kata”Baptis”artinya selam.Saya akan bertanya kepadamu:”Mengapa kamu melakukan Baptisan Air dengan cara dipercik?”
ii)Tuhan Yesus dibaptis selam oleh Yohanes Pembaptis(Mat.3:13-17).
iii) Filipus membaptis sida-sida, mereka keduanya turun ke dalam air,ini membuktikan bahwa Baptisan Air yang diterima oleh sida-sida adalah Baptisan selam(Kis.8:36-38).
iv) Seluruh tubuh masuk ke dalam air (diselam)barulah dapat menyatakan dikubur bersama-sama dengan Tuhan (Rm.6:3-4).
iiv) Berdasarkan Lambang:
• Bahtera Nuh diliputi oleh curahan air hujan dari langit (atas)dan air bah(bawah)yang mengelilingi Bahtera(Kej.7:11-12,17-20;I Ptr.3:20-21).
• Bangsa Israel menyeberangi laut merah, mereka semua dikelilingi oleh air laut(I Kor.10:1-2;Kel.14:21-22;Yes.43:16).
Iiiv )Berdasarkan Nubual:
• Allah melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut (Mi.7:19).
• Harus masuk ke sumber air hidup untuk membasuh dosa dan kecemaran (Za.13:1).
• Dasar laut adalah jalan yang harus dilewati oleh umat tebusan (Yes.51:10).

7. Baptisan Air harus dilakukan di air yang hidup yaitu mata air,sungai atau laut (Yoh.3:23;Kis.8:36;Mat.3:13;I Kor.10:1-2).

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim,sebab di situ banyak air,dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis(Yoh.3:23).Kata”disitu banyak air”.
Ini mungkin menunjukkan bahwa di Ainon cukup banyak air untuk melakukan Baptisan Air.Mungkin juga menunjukkan bahwa air di Ainon cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan manusia dan hewan.Ayat Alkitab dalam Yohanes.3:23 tidak dapat dipaksakan bahwa Baptisan Air yang dilakukan oleh Yohanes pembaptis adalah Baptisan Selam.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:

1.Perkiraan yang mengatakan Yohanes Pembaptis pergi ke Ainon kerana di situ cukup banyak air untuk melakukan Baptisan Air dan orang banyak pergi ke sana untuk menerima Baptisan Air adalah benar(Yoh.3:23)

2.Perkiraan yang mengatakan di Ainon banyak air untuk memenuhi kebutuhan mansia dan hewan adalah tidak benar sebab orang banyak pergi ke Ainon bukan untuk memenuhi kebutuhan jasmani manusia dan hewan melainkan khusus untuk menerima Baptisan Air(Yoh.3:23).

3.Kata “Ainon”(Yoh.3:23)dalam Bahasa asal berarti “sumber air”yaitu aliran air dari mata air.Kerana itu Baptisan Air harus dilaksanakan di air yang hidup seperti mata air,sungai atau laut.

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Jika Baptisan Air harus dilakukan di air yang mengalir secara alami seperti Tuhan Yesus dibaptis di sungai Yordan (Mat.3:13).Kalau demikian halnya bukankah kita juga harus melakukan Baptisan Air di sungai Yordan?

*Pandangan Gereja Yesus Benar:
1. Yohanes Pembaptis membaptis juga di Ainon.(Yoh.3:23).

2. Para rasul juga membaptis di tempat-tempat lain selain di sungai Yordan seperti sida-sida dibaptis di suatu tempat yang ada air dalma perjalanan pulang ke negerinya(Kis.8:36-38).Bberapa orang memberi diri dibaptis di Efesus(Kis.9:1-5).

3. Ini menunjukkan bahwa tempat yang sama untuk melakukan Baptisan Air tidaklah penting, yang penting tempat tersebut terdapat banyak air yang mengalir secara alami.

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Dalam Kis.2:41 dikatakan :”Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.”
Dalam satu hari ada kira-kira 3000jiwa dibaptis dengan cara diselam akan sulit dilakukan kecuali dengan cara dipercik.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:
Dalam satu hari membaptis kira-kira 3000 jiwa dengan cara diselam tidak sulit sebab Baptisan Air dengan cara selam dapat dilakukan oleh puluhan Pembaptis di sungai yang sama.

D. MASALAH BAPTISN AIR UNTUK ANAK-ANAK BAYI.

*Pandangan Gereja-Gereja Pada Umumnya:
Anak-anak atau bayi tidak boleh menerima Baptisan Air, hal ini berdasarkan alasan-alasan:
1. Anak-anak atau bayi belum mengerti Kebenaran firman Tuhan.
2. Anak-anak atau bayi belum mempunyai iman, sedangkan seseorang sebelum menerima Baptisan Air haruslah beriman atau percaya kepada Tuhan Yesus.
3. Anak-anak atau bayi belum mengerti dan mengetahui apakah itu bertobat, sedangkan seseorang sebelum menerima Baptisan Air haruslah bertobat.

*Pandangan Gereja Yesus Benar:
Setuju Baptisan Air untuk anak-anak atau bayi berdasarkan alasan-alasan:

1.Bayi sejak dalam kandungan sudah ada dosa asal(Mzm.51:7;Kej.2:17;Rm.5:12).Dosa asal sesungguhnya adalah benih(sifat)dosa yang diturunkan dari orang tua.Daud mengatakan bahwa ia sudah ada dosa sejak dari Rahim ibunya.Orang yang dosanya belum diampuni,tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga,sebab upah dosa adalah maut(Rm.6:23).Maka dosa bayi pun harus diampuni melalui penerimaan Baptisan Air(Kis.2:38).

2.Baptisan Air adalah”Sunat rohani”(Kol.2:11-12;Kej.17:9-11;Gal.3:27-29;Im.12:13;Luk.2:21).Dalam Perjanjian Lama, bayi bangsa Israel ketika genap berusia delapan hari harus disunat secara jasmani untuk menjadi umat Allah.Dalam Perjanjian Baru keberadaan Sunat jasmani telah digantikan dengan Sunat Kristus yaitu Baptisan Air(Kol.2:11-12).

3. Berdasarkan petunjuk Alkitab,ketika bangsa Israel menyeberangi laut marah,mereka tidak meninggalkan anak-anak mereka di Mesir.Bangsa Israel menyeberangi laut merah bersama dengan anak-anak mereka(termasuk bayi)(Kel.10:8-11,24;Bil.14:31).Umat pilihan menyeberangi laut merah menunjukkna Baptisan Air dalma Perjanjian Baru (I Kor.10:1-2).

4. Berdasarkan iman orang tuanya (orang tuanya beriman dan telah dibaptis) (Mat.15:22,28;Yoh.4:49-51).Berdasarkan petunjuk Alkitab,Oleh kerana iman orang tuanya kepada Tuhan Yesus maka anaknya yang sakit disembuhkan.Demikian juga berdasarkan iman orang tuanya maka anak-anak/bayi boleh dibaptis sehingga dosanya diampuni dan diselamatkan(Mrk.16:18).

5. Tuhan Yesus mengasihi dan menerima anak-anak (Mat.19:13-15).

6. Berdasarkan janji Tuhan, bahwa anugerah keselamatan diberikan juga untuk keturunan umat pilihan Tuhan (anak-anak)(Kis.2:39;Kej.13:15;Mzm.115:12-13).

7. Anugerah keselamatan Tuhan diberikan juga untuk seisi rumahnya atau sekeluarga (Kis.16:31).

8. Terdapat bukti bahwa jemaat zaman rasul ada yang dibaptis seisi rumahnya atau sekeluarga (Kis.16:33; 18:8; I Kor.1:16).

9. Pada zaman bapa gereja (tahun182-251) Origenes,bapa gereja mengatakan bahwa:”Gereja telah menerima tradisi membaptis anak-anak dari rasul-rasul.”Jadi Baptisan anak-anak atau bayi telah ada pada zaman rasul-rasul dan merupakan tradisi yang diturunkan dari rasul- rasul , namun pada awal abad ke XVI tradisi ini telah dihapus oelh Zwingli(tokoh reformasi agama).

Perbandingan Dogma​ : Kata Penghantar

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, berkat pimpinan dan bantuan-Nya, penulis dapat menyelesaikan buku “Perbandingan Dogma”.

​Buku ini menulis susun khususnya sebagai mata pelajaran untuk dipergunakan oleh para Mahasiswa Teologi pada Kelas Teologia Gereja Yesus Benar Sabah.

​Penulis menyadari bahwa penulisan buku ini masih terdapat kekurangan-kekurangan.

​Segala kritik, saran dan masukan serta dukungan dari rekan-rekan hamba Tuhan Gereja Yesus Sejati guna penyempurnaan buku ini, penulis terima dengan ucapan syukur dan terima kasih.

1 PERBANDINGAN DOGMA

​A.PENGERTIAN “DOGMA”
​Apakah yang dimaksud dengan “Dogma ”?”Dogma”dapat kita artikan:”pokok pokok ajaran atau kepercayaan yang bersumber dari Alkitab, isinya kebenaran firman Tuhan yang tidak dapat dibantah.”

Dogma sebenarnya meliputi seluruh kebenaran di dalam Alkitab.Oleh kerana itu,seluruh kebenaran yang ada di dalam Alkitab dapat disebut Dogma.Dogma kemudian disusun secara teratur dan sistematis.Hal ini bertujuan agar seluruh kebenaran firman Tuhan dalam Alkitab dapat dijelaskan dan dipahami secara lengkap.

Gereja Yesus Benar berpandangan bahawa “Dogma”berasal dari wahyu Tuhan Yesus (Gal.1:11-12).Mengapa Gereja Yesus Benar berpandangan demikian?Sebab Dogma bersumber dari Alkitab.Sedangkan Alkitab adalah kitab yang diilhamkan oleh Tuhan atau pengertian kepada kita,maka kita tidak dapat mengerti atau memahami dengan benar tentang Kebenaran firman Tuhan dalam Alkitab,sebaliknya kita akan keliru dalam memahami Kebenaran firman Tuhan(Yes.29:9-12;II Ptr.1:20-21;II Kor .4:3-4;Why.5:1s/d6:1).

Dari seluruh Dogma, terdapat “Dogma yang berhubungan atau berkaitan dengan Keselamatan.” Dogma yang “berhubungan atau berkaitan dengan keselamatan”adalah Dogma yang menjelaskan “Bagaimanakah seseorang dapat diselamatkan?”

Mengenai Dogma yang berhubungan atau berkaitan dengan keselamatan, pandangan Gereja Yesus Benar dengan gereja-gereja pada umumnya terdapat perbedaan.Perbedaan ini adalah mengenai 5 hak pokok yaitu:
​1. Baptisan Air
​2. Basuh Kaki
​3. Perjamuan Kudus
​4. Roh Kudus
​5. Har Sabat

Gereja Yesus Benar menyebut ke 5 hal pokok tersebut dengan sebutan ”Lima Dogma”atau”Panca Dogma”.

B.TUJUAN MEMPELAJARI PERBANDINGAN DOGMA
​1. Agar mengenai dengan jelas jalan keselamatan yang benar(Hos.4:6;Yoh.14:6;Ams.14:12).
​2. Agar mengerti Kebenaran yang sesuai dengan Alkitab(Kitab Suci)(II Tim.3:15-17;Kis.17:11).
​3. Untuk memperteguh iman kepercayaan(Kol.2:6-7).
​4. Untuk menyelamatkan diri sendiri dan orang lain(I Tim 4:16).
​5. Agar mengetahui perbedaan-perbedaan ke 5 Dogma pokok Gereja Yesus Benar dengan pandangan gereja-gereja pada umumnya(Kol.2:8;II Tim.1:13;4:1-4;I Tes.2:13-15).
​6. Agar mengetahui bagaimana pandangan gereja-gereja pada umumnya terhadap kebenaran Alkitab(Rm.10:1-3;II Kor.11:4-6;12-15).
​7. Agar dapat melihat dengan jelas,bahwa kebenaran yang kita percayai lebih lengkap dan sempurna berdasarkan Alkitab(II Tim.3:15;Kis 17:11;Kis 20:26-27).
​8. Agar kita berdiri teguh (kokoh)pada iman kepercayaan sendiri di atas dasar Yesus Kristus(I Kos.3:10-17;Ef.2:19-22;Yoh.3:16,36;Gal.1:6-9;Ef.4:14-15;Kol.1:23;II Tim 4:7;Why.14:12-13).
​9. Untuk memimpin jemaat dari gereja-gereja lain agar mereka kembali kepada kebenaran Alkitab(Yoh.10:16;II Tim.3:16-17).
​10. Untuk memuliaan nama Tuhan(I Kor.6:20).